Anda di halaman 1dari 11

BAB II PEMBAHASAN .......................................................................................

A. Morfologi Cacing Kremi ....................................................................... 3

B. Klasifikasi Cacing Kremi....................................................................... 3

C. Siklus Hidup Cacing Kremi .................................................................. 4

D. Penyakit yang Ditimbulkan oleh Cacing Kremi ................................... 5

E.

Gejala Penyakit Akibat Cacing Kremi ................................................. 7

F. Epidemiologi Penyakit Akibat Cacing Kremi ...................................... 8

G. Cara Pemeriksaan Laboratorium Cacing Kremi .................................. 11

H. Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Akibat Cacing Kremi .............. 11

BAB

III

PENUTUP...............................................................................................

15

A.

Kesimpulan............................................................................................

15

B.

Saran......................................................................................................

15

DAFTAR

PUSTAKA

16

............................................................................................

BAB

PENDAHULUAN
A.

Latar

Belakang

Cacingan merupakan masalah kesehatan masyarakat di negara tropis, termasuk Indonesia.


Penyakit ini juga paling rentan dialami anak usia Sekolah Dasar (SD). Cacingan adalah keadaan
dimana seseorang terserang berbagai macam cacing yang dapat merusak kesehatan. Akibat
cacingan sangat beragam salah satunya kurang darah dan diare. Cacing kremi (Enterobius
vermicularis) adalah salah satu jenis cacing usus yang juga masih tinggi infeksinya di Indonesia.
Cacing kremi atau Oxyuris vermicularis merupakan cacing parasit yang banyak menginfeksi
anak-anak maupun dewasa dan ditandai dengan gejala khas berupa rasa gatal di sekitar anus.
Cacing dewasa dalam jumlah banyak kadang-kadang bisa ditemukan pada feses atau tinja orang
yang

terinfeksi.

Cacing Kremi (Oksiuriasis, Enterobiasis) adalah suatu infeksi parasit yang terutama biasanya
menyerang anak-anak, dimana cacing Enterobius vermicularis (cacing kremi) tumbuh dan
berkembangbiak di dalam usus. Penyakit cacingan biasanya melanda orang-orang miskin yang
sehari hari sulit mendapat makanan dan kadang hanya bisa mengais sampah di jalan-jalan dan
menelan sisa makanan basi di tengah kerumunan lalat. Penyakit cacing yang disebabkan karena
makanan yang tidak bersih inilah yang disebut penyakit cacing kremi. Cacing ini biasanya
berkembang biak di perut dan terbuang bersama kotoran, jika bersarang di dubur akan
menimbulkan lubang dubur tersa gatal karena biasanya cacing betina meninggalkan telurnya di
lubang

dubur

tersebut.

Oleh sebab itu, makalah ini membahas tentang cacing kremi agar masyarakat mengetahui bahaya
cacing kremi dan lebih berhati hati dalam menjaga kesehatan lingkungan dan tubuh.

B.

Rumusan

Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka dapat diketahui rumusan masalahnya adalah sebagai
berikut

1.

Bagaimana

morfologi

cacing

kremi?

2.

Bagaimana

klasifikasi

cacing

kremi?

3.
4.
5.

Bagaimana
Apa

saja

siklus
penyakit

Bagaimana

hidup

yang

gejala

ditimbulkan

penyakit

6.

Bagaimana

epidemiologi

7.

Bagaimana

cara

cacing
akibat

cacing

akibat

penyakit

pemeriksaan

kremi?

cacing

kremi?
kremi?

akibat

cacing

kremi?

laboratorium

cacing

kremi?

8.

Bagaimana cara pencegahan dan pengobatan penyakit akibat cacing kremi?

C.

Tujuan

Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka dapat diketahui tujuannya adalah sebagai berikut :
1.

Dapat

mengetahui

morfologi

cacing

kremi.

2.

Dapat

mengetahui

klasifikasi

cacing

kremi.

3.
4.
5.

Dapat
Dapat
Dapat

mengetahui

mengetahui

Dapat

mengetahui

7.

Dapat

mengetahui

8.

penyakit

mengetahui

6.

siklus
yang

gejala
epidemiologi
cara

hidup
ditimbulkan

penyakit

akibat

akibat

penyakit

pemeriksaan

cacing
cacing
cacing

kremi.
kremi.
kremi.

akibat

cacing

kremi.

laboratorium

cacing

kremi.

Dapat mengetahui pencegahan dan pengobatan penyakit akibat cacing kremi.

BAB

II

PEMBAHASAN
A. Morfologi Cacing Kremi
Cacing kremi mempunyai morfologi sebagai berikut :
1. Cacing Dewasa
a. Ukuran jantan : 2-5 mm x 0,1-0,2 mm, betina : 8-13 mm x 0,3-0,5 mm.
b. Mulut simple 3 bibir yang mengelilinginya.
c. Ujung anterior dan posterior runcing.
d. Pada ujung posterior jantan : melingkar tajam ke ventral.
e. Pada betina ujung posteriornya berbentuk sebagai ekor, lurus, dan runcing.
2. Telur
a. Bentuk asimetris, salah satu sisi datar.
b. Ukuran 50-60 mikron x 20-32 mikron.
c. Kulit terdiri dari dua lapisan, yaitu lapisan albuminous bersifat mechanical
protection, lapisan dalam berupa membran yang berupa lemak berfungsi sebagai
chemical protection.
d. Didalam telur selalu terdapat bentuk larvanya.
e. Dalam
keadaan
lembab
telur
dapat

hidup

sampai

13

hari.

B. Klasifikasi Cacing Kremi


Cacing kremi (Enterobius vermicularis) hidup dalam usus besar manusia, panjang
tubuh antara 9-15mm. Pada saat bertelur, cacing menuju anus untuk memperoleh oksigen
yang dibutuhkan untuk pertumbuhan. Gerakan cacing ini dapat menyebabkan rasa gatal
di bagian anus. Tubuh yang terkena infeksi cacing ini dapat mengandung 5000 cacing.
1. Klasifikasi ilmiah

a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.

Kerajaan : Animalia
Filum : Nematoda
Kelas : Secernentea
Upakelas : Spiruria
Ordo : Oxyurida
Famili: Oxyuridae
Genus: Enterobius

2. Species :
a. Enterobius vermicularis (Linnaeus, 1758)
b. Enterobius anthropopitheci (Gedoelst, 1916)
c. Enterobius gregorii (Hugot, 1983) (disputed).
C. Siklus Hidup
Habitat cacing dewasa biasanya di rongga sekum usus besar dan diusu halus yang
berdekatan dengan rongga sekum. Makanannya adalah isi dari usus. Cacing betina yang
gravid mengandung 11.000 15.000 butir telur, bermigrasi kedaerah perianal untuk
bertelur dengan cara kontraksi uterus dan vaginanya. Telur-telur jarang dikeluarkan
diusus, sehingga jarang ditemukan di dalam tinja. Telur menjadi matang dalam waktu
kira-kira 6 jam setelah dikeluarkan, pada suhu badan. Telur resisten terhadap desinfektan
dan udara dingin. Dalam keadaan lembab telur dapat hidup sampai 13 hari.
Kopulasi cacing jantan dan betina mungkin terjadi di sekum. Cacing jantan mati
setelah kopulasi dan cacing betina mati setelah bertelur. Infeksi cacing kremi terjadi bila
menelan telur matang, atau bila larva dari telur yang menetas didaerah perianal
bermigrasi kembali keusus besar. Bila telur matang yang tertelan, telur menetas di
duadenum dan larva rabditiform berubah dua kali sebelum menjadi dewasa di yeyunum
dan bagian atas ileum.
Waktu yang diperlukan untuk daur hidupnya, mulai dari tertelannya telur matang
sampai menjadi cacing dewasa gravid yang bermigrasi ke dareha perianal, berlangsung
kira-kira 2 minggu sampai 2 bulan. Mungkin hanya berlangsung selama 1 bulan karena
telur-telur cacing dapat ditemukan kembali pada anus paling cepat 5 minggu sesudah
pengobatan. Infeksi cacing kremi dapat sembuh sendiri (self limited).

D. Penyakit yang ditimbulkan oleh Cacing kremi

Penderita cacingan akibat terjangkit cacing kremi ini biasanya baru akan
merasakannya setelah menelan telur cacing kremi sekitar 2 sampai 6 minggu karena
proses menetasnya telur untuk menjadi cacing dewasa membutuhkan waktu yang cukup
lama. Penyakit akibat cacing kremi dikenal dengan Enterobiasis sebagaimana nama latin
cacing kremi yaitu Enterobious vermicularis.
Cacing kremi yang telah menetas di usus halus dan menjadi dewasa pergi ke usus
besar kemudian ke anus untuk bertelur. Pada saat inilah terdapat sensasi rasa gatal yang
terasa karena perpindahan cacing tersebut. Hal ini biasanya terjadi pada waktu malam
hari ketika penderita tertidur. Jika penderitanya wanita setelah dari anus biasanya cacing
kembali lagi bukan kedalam usus besar tetapi kedalam lubang vagina. Akibatnya, korban
akan mengalami keputihan karena cacing kremi. Pada kejadian ini,timbul gejala selain
rasa gatal, juga adanya lendir keruh dan kental berwarna sedikit kekuningan seperti susu
yang terkadang berbusa.
1. Tanda-tanda seseorang dihinggapi Cacing cremi :
a. Rasa gatal di daerah anus
Seperti disebutkan diatas, cacing kremi betina mengeramkan telurnya di
tempat yang lengket dan kotor. Anus adalah tempat yang paling cocok untuk hal
tersebut. Anus juga merupakan tempat yang nyaman bagi telur-telur cacing hingga
mereka menetas. Rasa gatal dapat dideskripsikan sebagai rasa menggelitik, ada
yang merayap atau sensasi sakit yang halus.
b. Tidak bisa tidur atau insomnia
Insomnia ini adalah salah satu tanda-tanda infeksi cacing karena
banyaknya kegiatan di dalam usus maupun anus ketika seharusnya seluruh
anggota badan beristirahat(karena aktifitas cacing kremi dilakukan pada malam
hari saat tidur). Hal ini tentu membuat otak mengirimkan sinyal untuk merespon
kegiatan cacing, termasuk dengan menggaruk untuk menghilangkan rasa gatal di
anus.
c. Nafsu makan menurun
Aktivitas cacing dalam tubuh akan mengakibatkan nafsu makan seseorang
menjadi turun drastis. Biasanya ini terjadi pada anak-anak. Jika dibiarkan secara
jangka panjang dapat menyebabkan penyakit thypus.
d. Dapat menyebabkan radang vulva dan Vagina
Cacing ini tidak memiliki dampak buruk yang berarti saat menjangkiti pria
jika langsung diobati dengan benar dan bergaya hidup bersih. Sedangkan bagi

kaum wanita, cacing ini bisa menjadi musibah karena dapat menyebabkan radang
pada vulva dan vagina. Seperti dijelaskan di atas,cacing ini dapat masuk ke liang
vagina melalui vulva dan menyebabkan vulvovaginitis atau peradangan pada
daerah vagina.
E. Gejala Penyakit Akibat Cacing Kremi
Entrobiasis relatif tidak berbahaya, jarang menimbulkan lesi yang berarti. Gejala
klinis yang menonjol disebabkan iritasi disekitar anus, perineum dan vagina oleh cacing
betina gravid yang bermigrasi kedaerah anus dan vagina sehingga menyebabkan pruritus
lokal.. Oleh karena cacing bermigrasi kedaerah anus dan menyebaban pruritus ani maka
penderita menggaruk daerah sekitar anus sehingga timbul luka garuk disekitar anus.
Keadaan ini sering terjadi pada waktu malam hari hingga penderita terganggu tidurnya
dan menjadi lemah.
Kadang-kadang cacign dewasa dapat bergerak ke usus halus bagian proksimal
sampai ke lambung, esofagus dan hidung sehingga menyebabkan gangguan didaerah
tersebut. Cacing betina gravid mengembara dan dapat bersarang di vagina dan di tuba
falopi sehingga menyebabkan radang disaluran telur.
Cacing sering ditemukan diapendiks tetapi jarang menyebabkan appendicitis.
Beberapa gejala karena infeksi cacing Enterobiasis vermicularis dikemukakan oleh
beberapa penyelidik yaitu kurang nafsu makan, berat badan turun, aktifitas meninggi,
enuresis, cepat marah, gigi menggeretak, insomnia dan masturbasi,.
Infeksi cacing kremi ringandengan hanya sejumlah kecil cacing dewasa dalam
tubuhtidak ada gejala. Gejala-gejala muncul dengan moderat atau infeksi berat.
Beberapa minggu setelah menelan telur cacing kremi, cacing betina dewasa bermigrasi
dari usus ke daerah sekitar anus, di mana mereka bertelur.
Migrasi biasanya terjadi pada malam hari. Migrasi ini menyebabkan:
a. Gatal-gatal di daerah anal atau vaginal
b. Insomnia, lekas marah dan gelisah
c. Gejala saluran pencernaan yang samar-samar, seperti sebentar-sebentar sakit
perut dan mual.
Gejala umum terjangkiti oleh cacing kremi biasanya pada bagian dubur terasa
gatal, berat badan penderita menurun, terkadang juga mengalami diare. Apabila gejala
gejala tersebut sudah nampak jangan menggaruk dubur yang gatal dengan jari karena bila
lecet dapat mengakibatkan infeksi.

F. Epidemiologi Penyakit Cacing Kremi


Penyakit cacing kremi tersebar di seluruh dunia dengan konsentrasi pada daeradaerah yang faktor prilaku sehatnya masih rendah. Meskipun penyakit ini menyerang
semua umur, namun penderita terbanyak adalah anak berusia 5-14 tahun. Hal ini karena
prilaku menggaruk dan daya tahan tubuh yang masih rendah pada anak. Penyebaran
cacing kremi di dunia merupakan yang terluas di antara cacing lainnya.
G. Cara Pemeriksaan Laboratorium Penyakit Akibat Cacing Kremi
Cacing kremi dapat dilihat dengan mata telanjang pada anus penderita, terutama
dalam waktu 1-2 jam setelah anak tertidu pada malam hari.
Cacing kremi berwarna putih dan setipis rambut, mereka aktif bergerak.
Telur maupun cacingnya bisa didapat dengan cara menempelkan selotip di lipatan kulit di
sekitar anus, pada pagi hari sebelum anak terbangun. Kemudian selotip tersebut
ditempelkan

pada

kaca

objek

dan

diperiksa

dengan

mikroskop.

Infeksi cacing sering diduga pada anak yang menunjukkan rasa gatal di sekitar anus pada
waktu malam hari.
Diagnosis dibuat dengan menemukan telur dan cacing dewasa. Telur cacing dapat
diambil dengan mudah dengan alat anal swab yang ditempelkan di sekitar anus pada
waktu pagi hari sebelum anak buang air besar dan mencuci pantat (cebok).
Anal swab adalah suatu alat dari batang gelas atau spatel lidah yang pada ujungnya
dilekatkan Scotch adhesive tape. Bila adhesive tape ini ditempelkan di daerah sekitar
anus, telur cacing akan menempel pada perekatnya. Kemudian adhesive tape diratakan
pada kaca benda dan dibubuhi sedikit toluol untuk pemeriksaan mikroskopik.
H. Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Akibat Cacing Kremi
Infeksi keremi ringan atau mereka yang tanpa gejala tidak membutuhkan
pengobatan. Jika seseorang memiliki gejala, perlu obat anti-parasit. Untuk gejala infeksi,
obat-obatan hampir selalu efektif dalam menghilangkan parasit. Karena anak-anak begitu
mudah menyebar cacing kremi kepada keluarga mereka, dokter akan meresepkan obat
untuk seluruh anggota keluarga mencegah agar terhindar dari infeksi dan reinfeksi.
Cara terbaik untuk menghindari penyakit cacingan adalah dengan upaya
pencegahan berupa melaksanakan pola hidup bersih dan sehat, karena walau
bagaimanapun upaya pencegahan lebih baik daripada pengobatan.
Menjaga kebersihan perorangan berperan penting untuk pencegahan penyakit ini,
antara lain dengan:

a. Kuku hendaknya selalu dipotong pendek


b. Tangan hendaknya selalu dicuci sebelum makan
c. Makanan sebaiknya dihindarkan dari debu dan tangan yang mengandung
parasite
d. Pakaian dan alas kasur hendaknya dicuci bersih dan diganti setiap hari.
Jika salah satu anggota keluarga terinfeksi cacing kremi, sebaiknya pengobatan
diberikan kepada seluruh keluarga, agar penyebaran cacing ini dapat dihentikan secara
menyeluruh. Seluruh anggota keluarga sebaiknya diberi pengobatan bila ditemukan salah
seorang anggota mengandung cacing kremi. Obat piperazin dosis tunggal 3-4 gram
(dewasa) atau 25 mg/kg berat badan (anak-anak), sangat efektif bial diberikan pagi hari
diikuti minum segelas air sehingga obat sampai ke sekum dan kolon. Efek samping yang
mungkin terjadi adalah mual dan muntah. Obat lain yang juga efektif adalah pirantel
pamoat dosis 10 mg/kg berat badan atau mebendazol dosis tunggal 100 mg atau
albendazol dosis tunggal 400 mg.
Mebendazol efektif terhadap semua stadium perkembangan cacing kremi,
sedangkan pirantel dan pipreazin dosis tunggal tidak efektif terhadap stadium muda.
Pengobatan sebaiknyadiulang 2-3 minggu kemudian. Pengobatan secara periodik
memberikan prognosis yang baik.
Infeksi cacing kremi dapat disembuhkan melalui pemberian dosis tunggal obat
anti-parasit mebendazole, albendazole atau pirantel pamoat. Seluruh anggota keluarga
dalam satu rumah harus meminum obat tersebut karena infeksi ulang bisa menyebar dari
satu orang kepada yang lainnya.
Untuk mengurangi rasa gatal, bisa dioleskan krim atau salep anti gatal ke daerah
sekitar anus sebanyak 2-3 kali/hari. Meskipun telah diobati, sering terjadi infeksi ulang
karena telur yang masih hidup terus dibuang ke dalam tinja selama seminggu setelah
pengobatan. Pakaian, seprei dan mainan anak sebaiknya sering dicuci untuk
memusnahkan telur cacing yang tersisa.
Langkah-langkah umum yang dapat dilakukan untuk mengendalikan infeksi
cacing kremi adalah :

a.
b.
c.
d.
e.

Mencuci tangan sebelum makan dan setelah buang air besar


Memotong kuku dan menjaga kebersihan kuku
Mencuci seprei minimal 2 kali/minggu
Mencuci jamban setiap hari
Menghindari penggarukan daerah anus karena bisa mencemari jari-jari tangan dan

setiap benda yang dipegang/disentuhnya


f. Menjauhkan tangan dan jari tangan dari hidung dan mulut

BAB

III

PENUTUP
A.

Kesimpulan

1.
2.

Morfologi

cacing

kremi

yaitu

masa

dewasa

dan

halus
4.

telur.

Cacing kremi (Enterobius Vermicularis) hidup dalam usus besar manusia, panjang tubuh

antara
3.

masa

9-15mm.

Siklus hidup atau habitat cacing dewasa biasanya di rongga sekum usus besar dan diusu
yang

berdekatan

dengan

rongga

sekum.

Gejala penderita penyakit akibat cacing kremi yaitu gatal-gatal di daerah anal atau vaginal,

Insomnia lekas marah dan gelisah, gejala saluran pencernaan yang samar-samar, seperti
sebentar-sebentar

sakit

perut

dan

mual.

B.

Saran

1.

Keluarga disarankan untuk dapat menjaga dan berperilaku hidup sehat dan bersih

Agar anak anaknya terhindar dari infeksi cacing terutama cacing Enterobius Vermicularis.
2.

Disarankan kepada orang tua yang mempunyai anak untuk melakukan pemeriksaan cacing

Enterobius Vermicularis secara periodik dan jika ditemukan hasil yang positif segera melakukan
pengobatan.
3.

Bagi praktisi laboratorium yang melakukan pemeriksaan telur cacing Enterobius

Vermicularis, sebaiknya pengambilan specipmen dilakukan pada pagi hari supaya didapatkan
hasil yang optimal.