TUGAS INDIVIDU
MATA KULIAH MANAJEMEN STRATEGIS
ANALISA MANAJEMEN STRATEGIS
PT. SUMBER ALFARIA TRIJAYA, TBK
DOSEN :
DR. HASTIN UMI ANISAH, SE, MM.
OLEH :
AGUS SETIYO
C2B115006
PROGRAM PASCA SARJANA MAGISTER MANAJEMEN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BANJARMASIN
2016
ANALISA MANAJEMEN STRATEGIS
PT. SUMBER ALFARIA TRIJAYA, TBK
I. PENDAHULUAN
Lingkungan dunia yang terus mengalami perubahan seperti adanya
globalisasi, control masyarakat, perkembangan teknologi, memberikan
dampak bagi perkembangan suatu negara termasuk iklim bisnis didalamnya.
Kontrol masyarakat terhadap pelaksanaan kegiatan pemerintahan maupun
perusahaan, sehingga pemerintah maupun pemimpin perusahaan tidak
dapat membuat kebijakan yang mengabaikan kepentingan masyarakat. Oleh
sebab itu dalam menjalankan kegiatannya perlu adanya keselarasan antara
kompetensi
lingkungan
yang
yang
dimiliki
ada
di
perusahaan
luar
maupun
organisasi
pemerintah
(perusahaan
dengan
pesaing
dan
pemerintah).
Pertimbangan keadaan global tersebut, praktis berdampak pada
keputusan strategis, batas-batas negara seolah-olah sudah tidak ada lagi,
untuk mengetahui dan menghargai dunia dari perspektif orang lain dalam
hal ini konsumen telah menjadi masalah hidup atau matinya suatu bisnis.
Dengan demikian perlu adanya kegiatan dalam pengambilan keputusan
yang disesuaikan antara kemampuan yang dimiliki dengan lingkungan yang
ada di sekitar sehingga perlunya adanya manajemen strategi yang tepat
guna keberlangsungan dan berkembangnya serta meningkatkan daya saing
perusahaan sehingga dapat bersaing tidak hanya pada pasar lokal tetapi
juga pada tingkat global.
Salah
satu
bidang
usaha
yang
relatif
stabil
di
tengah-tengah
ketidakpastian ekonomi, seperti resesi adalah bisnis ritel (usaha yang
menjual produk/ dagangan kebutuhan rumah tangga, termasuk produk
kebutuhan sehari hari), maka tidak heran bidang usaha ini terus meningkat
dewasa ini.
Seiring dengan perkembangan bisnis ritel, pada saat ini bisnis ritel
tidak lagi hanya dikelola secara tradisional, melainkan dengan cara modern.
yang ketat pada
TUGASPersaingan
INDIVIDU
MANAJEMEN
STRATEGIS
pusat-pusat perbelanjaan
bisnis ritel tidak terlepas semakin menjamurnya
baik yang bersifat lokal, nasional, maupun
internasional dari skala kecil hingga besar. Persaingan tersebut menuntut
para pebisnis di bidang ritel untuk membuat strategi terbaik agar senantiasa
1
menjadi ritel pilihan konsumen dan mempertahankan konsumennya. Salah
satu pemain utama dan terkemuka dalam bisnis ini adalah PT. Sumber Alfaria
Trijaya, Tbk dengan mengusung nama Alfamart. Alfamart adalah jaringan
minimarket ritel bahan pokok sehari-hari terkemuka di Indonesia, dengan
jaringannya telah melingkupi sebagian wilayah indonesia dengan kualitas
tinggi namun tetap terjangkau, bahkan khususnya di Kalimantan Selatan
telah banyak berdiri hingga ke kabupaten. Kemajuan Alfamart yang pesat
saat ini tentunya tidak terlepas dari strategi pihak yang diterapkan
manajemen Alfamart yang tepat dan unik, oleh karena itu selanjutnya akan
dibahas manajemen strategis pada PT. Sumber Alfaria Trijaya, Tbk (PT. SAT)
ditinjau dari teori manajemen strategis.
II. TENTANG PT. SUMBER ALFARIA TRIJAYA, TBK
PT. SAT adalah perusahaan nasional yang bergerak dalam bidang
perdagangan umum dan jasa eceran yang menyediakan kebutuhan pokok
sehari-hari. SAT didirikan pada tangal 7 Agustus 1989. Kegiatan usaha
perusahaan dimulai pada tahun 1989 sebagai perusahaan dagang aneka
produk oleh keluarga Djoko Santoso yang kemudian pada tahun 1994 terjadi
perubahan kepemilikan menjadi PT. HM. Sampoerna (70%) dan Keluarga
Djoko Santoso (30%). Kegiatan usaha minimarket pada awalnya dilakukan
oleh PT Alfa Mirtamart Utama (AMU) dengan merek dagang Alfa Minimart.
Kemudian pada tahun 2002 PT. SAT mengakuisisi 141 Alfa Minimart dan
kemudian berganti nama menjadi Alfamart.
Pada tahun 2006 PT. HM, Sampoerna menjual sahamnya kepada PT.
Sigmantara Alfindo (60%) dan PT. Cakrawala Mulia Prima (40%) dan pada
tahun 2009 menjadi perusahaan terbuka dengan listing di Bursa Efek
Indonesia berkode AMRT dengan jumlah gerai sudah mencapai 3300
beroperasi,
dari
tahun
ketahun
jumlah
gerai
yang
beroperasi
terus
meningkat tidak hanya di dalam negeri namun sudah mulai merambah
keluar negeri di Filipina, dan hingga tahun 2015 gerai yang beroperasi sudah
mencapai 11.000 unit.
Visi PT. SAT adalah menjadi jaringan distribusi retail terkemuka yang
TUGASdimiliki
INDIVIDU
oleh masyarakat luas, berorientasi
MANAJEMEN
STRATEGIS
pengusaha kecil, pemenuhan kebutuhan dan
kepada
pemberdayaan
harapan konsumen serta
mampu bersaing secara global.
Adapun misi yang digunakan untuk mencapai visi tersebut yaitu :
2
1. Memberikan kepuasan kepada pelanggang/konsumen dengan berfokus
pada produk dan pelayanan yang berkualitas unggul.
2. Selalu menjadi yang terbaik dalam segala hal yang dilakukan dan
selalu menegakkan tingkah laku/etika bisnis yang tinggi.
3. Ikut
berpatisipasi
dalam
membangun
negara
dengan
menumbuhkembangkan jiwa waraswasta dan kemitraan usaha.
4. Membangun organisasi global yang terpercaya, tersehat dan terus
bertumbuh dan bermanfaat bagi pelanggan, pemasok, karyawan,
pemegang saham dan masyarakat pada umumnya.
Adapun nilai dan budaya perusahaan yang diterapkan pada PT. SAT adalah
integritas, inovasi, kualitas , produktivitas, kerjasama team dan kepuasan
pelanggan dengan motto belanja puas, harga pas.
III.TEORI MANAJEMEN STRATEGIS
Manajemen strategis secara umum didefinisikan sebagai suatu proses
yang berorientasi masa depan yang memungkinkan organisasi untuk
membuat keputusan hari ini untuk memposisikan diri untuk kesuksesan di
masa mendatang. Pandangan yang lebih tradisional dari manajemen
strategis menggunakan pendekatan linear dimana pertama dilakukan
pemantauan terhadap lingkungan organisasi (baik internal dan eksternal),
dirumuskan kemudian diimplementasikan dan dilakukan evaluasi tehadap
strategi-strategi yang telah dijalankan. Kecepatan perubahan yang terjadi
saat ini memacu bahwa tahap perumusan dan pelaksanaan harus lebih
diintegrasikan
untuk
memastikan
bahwa
sejalan
terhadap
terjadinya
perubahan dan kemungkinan timbulnya masalah pada tahap implementasi,
maka strategi tersebut harus dipantau secara terus menerus. Pemantauan
lingkungan harus mencakup baik internal maupun eksternal. Organisasi yang
hanya melihat ke dalam masih kehilangan setengah dari persamaan utuh
untuk membuat keputusan yang lebih efektif bagi perusahaan. Beberapa
elemen yang biasa digunakan untuk memeriksa kondisi eksternal antara lain
industri sebagai suatu keseluruhan (termasuk tren yang berdampak pada
industri), dan tren sosial dalam empat bidang utama: ekonomi, teknologi,
tren politik-hukum, serta sosial-budaya.
TUGAS INDIVIDU
MANAJEMEN
Menurut
STRATEGIS
suatu
Pearce dan Robinson (2014) Manajemen strategis merupakan
rangkaian keputusan dan tindakan yang menghasilkan perumusan
(formulasi) dan pelaksanaan (implementasi) rencana untuk mencapai tujuan
perusahaan. Manajemen strategi terdiri atas sembilan tugas penting, yaitu :
1. Merumuskan misi perusahaan, termasuk pernyataan umum mengenai
intensi, falsafah dan tujuan perusahaan.
2. Melakukan analisis yang mencerminkan
kondisi
internal
dan
kemampuan perusahaan.
3. Menilai kondisi perusahaan, termasuk pesaing faktor-faktor kontekstual
umum.
4. Menganalisa pilihan-pilihan yang dimilki oleh perusahaan dengan
menyesuaikan
sumber
daya
yang
dimiliki
dengan
lingkungan
eksternal.
5. Mengidentifikasi pilihan yang paling diinginkan dengan mengevaluasi
setiap pilihan yang ada sesuai dengan misi perusahaan.
6. Memilih rangkaian tujuan jangka panjang dan strategi utama yang
dapat menghasilkan pilihan yang paling diinginkan.
7. Merancang tujuan-tujuan tahunan dan strategi jangka pendek yang
sesuai dengan rangkaian tujuan jangka panjang dan strategi utama
yang telah dipilih.
8. Mengimplementasikan
pilihan
strategis
sesuai
dengan
anggaran
alokasi sumber daya, yakni menyesuaikan tugas-tugas yang akan
dilaksanakan,
para
pelaksana,
struktur,
teknologi
dan
sistem
penghargaan merupakan hal yang ditekankan.
9. Mengevaluasi keberhasilan proses strategis sebagai bahan masukan
untuk pengambilan keputusan pada masa yang akan datang.
Ada tiga tingkatan strategi dibuat dalam organisasi yang lebih besar,
yakni meliputi strategi perusahaan, bisnis, dan fungsional (atau operasional).
Sementara strategi perusahaan akan menentukan bisnis apakah yang
perusahaan akan benar-benar beroperasi di sana, strategi bisnis akan
menentukan bagaimana perusahaan akan bersaing di masing-masing bisnis
yang telah dipilih. Dan strategi tingkat operasional akan menentukan
bagaimana masing-masing bidang fungsional (seperti sumber daya manusia
atau akuntansi) benar-benar akan mendukung strategi-strategi bisnis dan
korporasi. Semua strategi ini harus berkaitan erat untuk memastikan bahwa
organisasi bergerak ke arah yang menyatu.
TUGAS INDIVIDU
MANAJEMEN
Dengan
STRATEGIS
demikian manajemen strategi dapat dikatakan sebagai suatu
seni (keterampilan), teknik, dan ilmu merumuskan, mengimplmentasikan,
dan
mengevaluasi
serta
mengawasi
berbagai
keputusan
fungsional
4
organisasi (bisnis dan non bisnis) yang selalu dipengaruhi oleh lingkungan
internal dan eksternal, yang senantiasa berubah sehigga memberikan
kemampuan kepada organisasi untuk mencapai tujuan sesuai dengan yang
diharapkan. Dengan kata lain secara tidak langsung mengarah pada
pengintegrasian
manajemen,
pemasaran,
sumberdaya
manusia,
keuangan,riset dan pengembangan.
IV.ANALISA STRATEGI
Sejalan dengan visi PT. SAT yaitu menjadi jaringan distribusi retail
terkemuka
yang
dimiliki
oleh
masyarakat
luas,
berorientasi
kepada
pemberdayaan pengusaha kecil, pemenuhan kebutuhan dan harapan
konsumen
serta
mampu
bersaing
secara
global.Gerai-gerai
Alfamart
menawarkan produk produk kebutuhan sehari hari. Setiap toko beroperasi
berdasarkan filosofi toko komunitas yaitu toko yang berlokasi di wilayah
pemukiman dan menawarkan layanan yang efisien serta kemudahan untuk
dicapai dari rumah. Keunikan dan kekuatan penawaran Alfamart didasarkan
pada
pemahaman
atas
kebutuhan
konsumen
dengan
menawarkan
kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau, layanan yang ramah dan
bersahabat, suasana berbelanja yang bersih dan nyaman, serta lokasi yang
mudah dijangkau. Alfamart telah menerapkan misi mereka untuk mencapai
visi yang telah ditetapkan. Secara konsep manajemen strategik ,lokasi lokasi
penetapkan gerai gerai alfamart telah ditentukan dengan perhitungan yang
matang. Strategi pemilihan lokasi inilah yang menentukan efektif tidaknya
suatu gerai Alfamart.
PT. SAT bergerak melalui format minimarket Alfamart. Gerai-gerai
minimarket Alfamart menjual produk-produk kebutuhan sehari-hari dan
kebutuhan rumah tangga antara lain beras, minyak goreng, gula pasir, susu
dan makanan/minuman, permen, rokok serta barang personal care dan
household care. Toko waralaba merupakan toko yang dimiliki dan dikelola
oleh terwalaba dengan menggunakan merek Alfamart dan sistem Alfamart
(franchise) yang diatur dengan perjanjian waralaba (franchise) yang diatur
dengan perjanjian waralaba dengan PT. SAT.
menghadapi persaingan industri ritel, beberapa strategi yang
TUGAS INDIVIDU
Dalam
MANAJEMEN
STRATEGIS
digunakan dan telah diterapkan selama ini diantaranya adalah pemilihan
lokasi yag menjangkau masyarakat, promo harga dan produk, pembukaan
sebagian gerai Alfamart dalam 24 jam, kemudahan pembayaran tidak tunai
5
(non-cash), terdapat fasilitas kartu anggota dan penerapan strategi lainnya.
Penetapan strategi tersebut merupakan beberapa strategi bersaing dan
dapat dijadikan sebagai competitive strategy oleh perusahaan dengan
memfokuskan usahanya pada penyediaan kebutuhan pokok dan sehari-hari
dengan luas area penjualan tidak lebih dari 250 m2.
Adapun target pasarnya dapat dikelompokkan menurut tiga perspektif
berikut:
1. Geografis: area perumahan, fasilitas publik, gedung perkantoran
2. Demografis: ibu rumah tangga, anak-anak, kelas ekonomi menengah
dan bawah.
3. Psikografis: kenyamanan, pelayanan yang ramah.
Dalam strategi pengembangan sumber daya manusia dan operasi serta
penamabahan bahan baku, alfamart juga selalu menambah sumber daya
manusia baru apabila gerai baru dibuka. Namun seluruh manajemen sumber
daya manusia dilakukan secara terpusat di manajemen pusat Alfamart.
Pengusaha terwaralaba hanya menerima keuntungan tanpa menjalani
sendiri proses operasi karena semua implementasi manajemen dilakukan
terpusat. Selain itu pula PT. SAT menerapkan kebijakan perlindungan
karyawan guna memastikan hak dan kewajiban karyawan antara laian
melalui
peraturan
perusahaan,
keterbukaan
kebijakan
dan
informasi,
suasana kerja yang kondusif, kompensasi dan benefit, pengembangan karir
dan training, persamaan kesempatan, kesempatan mengaktualisasikan
keterampilan, bakat dan hobi.
Perusahaan menyadari bahwa keberhasilan bisnis sangat dipengaruhi
oleh kepuasaan konsumen, dimana jika kepuasan konsumen telah terpenuhi
maka akan tercipta konsumen yang loyal terhadap brand kita. Inti kepuasaan
konsumen untuk industri ritel seperti Alfamart terletak pada produk dan
pelayanan. Dalam hal ini produk yang dijual adalah produk yang melalui
proses pengawasan dan seleksi yang terjamin, karena setiap produk dari
pemasok harus melalui proses checking dan packing di gudang kantor
cabang, yang selanjutnya didistribusikan ke gerai minimarket Alfamart.selain
itu pula dengan membuat kebijakan perlindungan pelanggan melalui
TUGASkegiatan
INDIVIDU
MANAJEMEN
STRATEGIS
pengembangan
program
store
focus,
edukasi
pelanggan,
memberikan jalur mekanisme komplain pelanggan. Dalam hal pelayanan
pada gerai minimarket, PT. SAT menerapkan sistem yang terstandar mulai
dari proses rekuitmen, pelatihan dan pengelolaan sumber daya manusia,
6
sehingga diharapkan akan didapat karyawan yang berkualitas dan dapat
memberikan pelayanan yang baik terhadap konsumen. Selalu menjadi yang
terbaik dalam segala hal yang dilakukan dan selalu menegakkan tingkah
laku/etika bisnis yang tertinggi. Etika bisnis yang diterapkan oleh PT. SAT
adalah dengan mematuhi segala bentuk peraturan pemerintah seperti
membayar pajak, mengikuti peraturan yang berhubungan dengan bisnis ritel
dan menerapkan corporate social responbility, ikut berpartisipasi dalam
membangun negara dengan menumbuhkembangkan jiwa wiraswasta dan
kemitraan usaha dan membangun organisasi global yang terpercaya, sehat
dan terus bertumbuh dan bermanfaat bagi pelanggan, pemasok, karyawan,
pemegang saham dan masyarakat pada umumnya.
PT. SAT menyadari bahwa harga merupakan suatu hal yang sangat
sensitif sekali bagi konsumen, bagi ritel yang dapat menjual produk dengan
harga yang lebih murah maka kemungkinan menguasai pasar sangat tinggi.
Keadaan tersebut memicu persaingan harga antar ritel khususnya antara
sesama ritel kelas minimarket. Untuk ritel kelas Hypermarket seperti
Carrefour, harga produk yang ditawarkan bisa lebih rendah dibandingkan
harga yang ditawarkan oleh kelas minimarket seperti Alfamart. Hal ini terjadi
karena kapasitas permintaan Hypermart yang lebih besar dibandingkan
dengan economies of scale. Namun perbedaan harga antar Hypermarket dan
minimarket bukan merupakan sesuatu yang berbahaya bagi minimarket
karena target pasar dan jangkauan lokasinya yang berbeda, dilihat dari segi
harga, saat ini Alfamart berusaha menerapkan harga produk sesuai dengan
kualitas barang. Alfamart dapat memberikan harga yang kompetitif bila
dibandingkan
dengan
harga
produk
minimarket
lainnya.
Alfamart
memberikan discount dan penawaran khusus untuk jenis barang tertentu
bagi konsumen, terutama bagi konsumen yang menjadi member Alfamart
melalui kartu AKU (Alfamart-KU).
Beberapa keuntungan yang diperoleh pelanggan dari kartu AKU antara
lain :
1. Hematku, berupa potongan harga hemat atau bonus untuk produk
TUGAS INDIVIDU
tertentu
MANAJEMEN
STRATEGIS
2. Spesialku, berupa program penjualan produk eksklusif dengan harga
special
3. Hadiahku berupa program hadiah langsung atau undian
7
V. KESIMPULAN
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa strategi PT. SAT yang
diterapkan
jaringan
dalam
dan
memperluas
melaksanakan
meningkatkan
jaringan
pengembangan
jumlah
distribusi
distribution
bisnisnya
gerai
center,
gerai
adalah
terus
minimarket
dengan
format
memberikan
memperluas
di
Indonesia,
yang
beragam,
kepuasan
kepada
pelanggan/konsumen dengan berfokus pada produk dan pelayanan prima,
mengedepankan aspek pemilihan lokasi-lokasi gerai strategis, pemanfaatan
jaringan gerai
perseroan, hubungan
yang
baik
dengan mitra
bisnis
perseroan, peningkatan pelaksanaan tanggung jawab sosial (corporate social
responbility) dan etika bisnis serta perencanaan keuangan yang matang.
Dengan kata lain pengambilan kebijakan untuk menyikapi antara aspek
internal dan eksternal perusahaan dilakukan dengan baik dan hal tersebut
telah berjalan dengan baik dan efektif. Implementasi konsep konsep
manajemen strategik sesuai dengan visi dan misi yang telah ditetapkan.
Efektifitas strategi tersebut dibuktikan dengan terus meningkatnya jumlah
gerai Alfamart dari tahun ketahun baik dikota besar maupun kota kecil di
Indonesia bahkan di Kalimantan Selatan hingga ke Kota kecil di Kabupaten.
DAFTAR PUSTAKA
Pearce II, John A. dan Robinson, Richard B. Jr. 2014. Manajemen Stratejik :
Formulasi, Implementasi dan Pengendalian, Buku I, Jakarta Selatan.
Salemba Empat
http://alfamartku.com diakses pada tanggal 30 September 2016
http://corporate.alfamartku.com diakses pada tanggal 30 September 2016
http://franchise.alfamartku.com diakses pada tanggal 30 September 2016
TUGAS INDIVIDU
MANAJEMEN
STRATEGIS