Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI I DIPLOMA - III

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam pandangan botani, buah adalah organ pada tumbuhan

berbunga. Pada banyak spesies tumbuhan, yang disebut buah mencakup

bakal buah yang telah berkembang lanjut beserta dengan jaringan yang

mengelilinginya. Bagi tumbuhan berbunga, buah adalah alat untuk

menyebar luaskan biji-bijinya, adanya biji di dalam dapat mengindikasikan

bahwa organ tersebut adalah buah, meski ada pula biji yang tidak berasal

dari buah (Adhyatma, 1978)


Buah seringkali memiliki nilai ekonomi sebagai bahan pangan

maupun bahan baku industri karena di dalamnya disimpan berbagai macam

produk metabolisme tumbuhan, mulai dari karbohidrat, protein, lemak,

vitamin, mineral, alkaloid, hingga terpena dan terpenoid. Ilmu yang

mempelajari segala hal tentang buah dinamakan pomologi (Adhyatma,

1978)

Farmakognosi juga merupakan cara pengenalan ciri-ciri atau

karakteristik obat yang berasal dari bahan alam. Farmakognosi juga

mencakup seni dan pengetahuan pengobatan dari alam yang meliputi

tanaman, hewan, mikroorganisme dan mineral. Keberadaan farmakognosi

dimulai sejak pertama kali mulai mengelola penyakit, seperti menjaga

kesehatan, penyembuhan penyakit, pengobatan dan lain sebagainya

(Adhyatma, 1978)

AKADEMI FARMASI BINA HUSADA


LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI I DIPLOMA - III

Fructus atau buah pada tanaman sering pula digunakan sebagai obat

alami. Hal ini perlu kita ketahui agar pengetahuan kita semakin berkembang,

mengenai jaringan di dalam suatu simplisia pada bunga. Selain itu,

penampang bunga pada berbagai tanaman tentu berbeda-beda. Karena itu,

praktikum kali ini akan membahas tentang ketumbar (Coriandrum sativum

Linn.), buah cabe (Capsicum annum L.), buah jintan (Cuminum cyminum

L.), buah adas (Foeniculum vulgare Mill) dan buah lada hitam (Piper

nigrum L.)

B. Tujuan Percobaan
Adapun tujuan dari percobaan ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan fructus.
2. Untuk mengetahui macam-macam fructus.
3. Untuk mengamati bentuk dari ketumbar (Coriandrum sativum Linn.),

buah cabe (Capsicum annum L.), buah buah jintan (Cuminum cyminum

L.) buah adas (Foeniculum vulgare Mill) dan buah lada hitam (Piper

nigrum L.).
C. Prinsip Percobaan
Adapun prinsip dari percobaan ini adalah berdasarkan pada

pengamatan struktur mikroskopik dari tanaman dengan menggunakan

mikroskop binokuler pada pembesaran 10 kali dengan menggunakan

medium aquadest.

AKADEMI FARMASI BINA HUSADA


LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI I DIPLOMA - III

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Buah (Fructus)
1. Pengertian Buah (Fructus)
Buah adalah pertumbuhan sempurna dari bakal buah (ovarium).

Setiap bakal buah berisi satu atau lebih bakal biji (ovulum), yang masing-

masing mengandung sel telur. Bakal biji itu dibuahi melalui suatu proses

yang diawali oleh peristiwa penyerbukan, yakni berpindahnya serbuk sari

dari kepala sari ke kepala putik. Setelah serbuk sari melekat di kepala

putik, serbuk sari berkecambah dan isinya tumbuh menjadi buluh serbuk

sari yang berisi sperma. Buluh ini terus tumbuh menembus tangkai putik

menuju bakal biji, di mana terjadi persatuan antara sperma yang berasal

dari serbuk sari dengan sel telur yang berdiam dalam bakal biji,

membentuk zigot yang bersifat diploid. Pembuahan pada tumbuhan

berbunga ini melibatkan baik plasmogami, yakni persatuan protoplasma

sel telur dan sperma, dan kariogami, yakni persatuan inti sel keduanya

(Adhyatma, 1995)
Ada tiga tipe dasar buah yakni (Tjitrosoepomo, 2001):
a. Buah tunggal, yakni buah yang terbentuk dari satu bunga dengan satu

bakal buah, yang berisi satu biji atau lebih.


b. Buah ganda, yakni jika buah terbentuk dari satu bunga yang memiliki

banyak bakal buah. Masing-masing bakal buah tumbuh menjadi buah

tersendiri, lepas-lepas, namun akhirnya menjadi kumpulan buah yang

nampak seperti satu buah.


c. Buah majemuk, yakni jika buah terbentuk dari bunga majemuk.

Dengan demikian buah ini berasal dari banyak bunga (dan banyak

bakal buah), yang pada akhirnya seakan-akan menjadi satu buah saja.
2. Macam-macam Fructus

AKADEMI FARMASI BINA HUSADA


LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI I DIPLOMA - III

a. Ketumbar (Coriandrum sativum Linn.) (Muliyani, 2006)


1. Gambar Tanaman

2. Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Apiales
Famili : Apiaceae
Genus : Coriandrum
Spesies : Coriandrum sativum
3. Morfologi
Daunnya mirip seledri, tinggi tanaman sekitar satu meter.

Daun hijau dengan tepian bergerigi, berbunga majemuk berbentuk

payung bersusun, berwarna putih dan merah muda. Buah hampir

bulat berwarna kuning bersususn, ukurannya kecil, dan aroma khas.

4. Manfaat
Manfaatnya selain sebagai bumbu masakan, juga dapat

mengobati dan mengatasi berbagai jenis penyakit seperti tekanan

darah tinggi (ditambah seledri), influenza (ditambah jahe, daun

bawang putih, dan madu), batuk (ditambah kayu manis, kumis

kucing, dan gula aren), memperbanyak ASI, muntah-muntah,

radang lambung, keracunan jamur, perut kembung (ditambah katuk,

bawang merah, dan buah pinang), sakit kepala (ditambah biji piang,

daun sirih, bangle, dan pacar jawa), serta radang payudara.


5. Kandungan
Buah ketumbar mengandung minyak atsiri, vitamin C,

asam folat, ribovflavin, niasin, magnesium, potassium, phosphor,

kalsium, serat, besi, lemak, dan protein.

AKADEMI FARMASI BINA HUSADA


LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI I DIPLOMA - III

b. Buah Cabe (Capsicum annum L.) (Muliyani, 2006)


1. Gambar Tanaman

2. Klasifikasi
Kingdom : Plantae

Divisi : Magnoliophyta

Class : Magnoliopsida
Ordo : Solanales
Famili : Solanaceae

Genus : Capsicum
Spesies : Capsicum annum L.
3. Morfologi
Cabe memiliki akar tunggang, batang berkayu, daun

tunggal, bertangkai, helaian daun bentuk bulat telur sampai elips,

warna hijau, bunga tunggal, berbentuk bintang, berwarna putih.

Buah buni berbentuk kerucut memanjang, rasanya pedas. Buah

muda warna hijau tua, buah masak warna merah cerah. Biji muda

berwarna kuning, setelah tua menjadi cokelat, berbentuk pipih,

berdiameter sekitar 4 mm.


4. Kandungan
Kandungannya adalah antioksidan, asparaginase dan

Capsaicin yang berperan sebagai zat anti kanker, kapsaisin, vitamin

C, zat warna kapsantin, kapsarubin, zeasantin, kriptosantin, lutein,

karoten, alkaloid, , minyak atsiri, saponin, tannin, steroid, lemak,

dan sineol serta pinen.


5. Manfaat

AKADEMI FARMASI BINA HUSADA


LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI I DIPLOMA - III

Kegunaannya adalah sebagai Stomakikum, obat, gosok,

bisul dan penyakit usus, penyembuh luka, mengatasi rematik,

meredakan pilek dan hidung tersumbat, dan mencegah Stroke.

c. Buah Jintan (Cuminum cyminum L.) (Muliyani, 2006)


1. Gambar Tanaman

2. Klasifikasi

Kerajaan: Plantae

Divisi: Magnoliophyta

Kelas: Magnoliopsida

Ordo: Apiales

Famili: Apiaceae

Genus: Cuminum

Spesies: Cuminum cyminum L.

3. Morfologi
Berbentuk terna dengan batang ramping bercabang dengan

tinggi 2030 cm. Panjang daun 510 cm, berbentuk menyirip atau

menyirip rangkap dan memiliki anak daun seperti

benang. Bunganya kecil, berwarna putih atau merah muda, dan

bergerombol pada payungan bunga. Buahnya merupakan longkah

(achene) menggelendong lateral atau oval dengan panjang 45 mm

AKADEMI FARMASI BINA HUSADA


LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI I DIPLOMA - III

dan mengandung satu biji.vAromanya kuat dan memberi efek

pedasvbentuk biji kering berwarna coklat muda.

3. Manfaat
Manfaat dari buah jintan selain sebagai bumbu dapur, juga

dapat bermanfaat sebagai stomakikum, stimulant, meningkatkan

sekresi lambung, dan disentri.


4. Kandungan
Adapun kandungan dari buah jintan adalah minyak atsir 2-

5%, lemak 5%, dammar, tannin, dan gom.


d. Buah Adas (Foeniculum vulgare Mill) (Muliyani, 2006)
1. Gambar tanaman

2. Klasifikasi
Regnum : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Apiales
Famili : Apiaceae
Genus : Foeniculum
Species : Foeniculum vulgare Mill
3. Morfologi
Tinggi tanaman dapat mencapai 1 2 m dengan

percabangan yang banyak, batang beralur. Daun berbagi menyirip,

berbentuk bulat telur sampai segi tiga dengan panjang 3 dm, bunga

berwarna kuning membentuk kumpulan payung yang besar. Dalam

satu payung besar terdapat 15 40 payung kecil, dengan panjang

tangkai payung 1 6 cm. Bunga berbentuk oblong dengan panjang

3,5 4 mm. Dalam masing-masing biji terdapat tabung minyak

yang letak-nya berselang-seling. Pada waktu muda biji adas

AKADEMI FARMASI BINA HUSADA


LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI I DIPLOMA - III

bewarna hijau kemudian kuning kehijauan, dan kuning kecokelatan

pada saat panen.


4. Manfaat
Manfaatnya untuk pengobatan TBC, meningkatkan

peristaltik saluran cerna, menyejukkan saluran cerna, perangsang

nafsu makan, menghilangkan dahak, dan efek menghancurkan batu

ginjal.

5. Kandungan

Kandungannya adalah minyak atsiri 1-6%, minyak lemak

12%, anetol, fenkon, chavicol, anisaldehid, flavonoid dan

coumarins.

e. Buah Lada Hitam (Piper nigrum L.) (Muliyani, 2006)

1. Gambar tanaman

2. Klasifikasi

Kerajaan : Plantae

Divisi : Magnoliophyta

Kelas : Magnoliopsida

AKADEMI FARMASI BINA HUSADA


LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI I DIPLOMA - III

Ordo : Piperales

Famili : Piperaceae

Genus : Piper

Spesies :Piper nigrum

3. Morfologi

Buah berbentuk hampir bulat, warna coklat kelabu sampai

hitam kecoklatan, permukaan berkeriput kasar, pada ujungnbuah

terdapat sisa dari putik yang tidak bertangkai, bau khas aromatik,

dan rasa pedas.

4. Manfaat

Manfaatnya sebagai karminatif, antiseptik, stimulan, iritasi

lokal dan sebagai bumbu makanan, obat penyakit pigmen kulit,

obat pereda flu dan batuk, obat pereda sakit kepala, obat asma,

sakit gigi , nyeri rematik dan parasit, batu ginjal, dan disentri serta

kolera.

5. Kandungan

Kandungannya adalah Mminyak atsiri mengandung

felandren, dipenten, kariopilen, enthoksilin, limonen, alkaloid

piperina, dan kavisin.

AKADEMI FARMASI BINA HUSADA


LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI I DIPLOMA - III

BAB III

METODE KERJA

A. Alat dan Bahan


1. Alat yang digunakan
a. Botol Semprot
b. Kaca objek
c. Mikroskop binokuler
d. Mistar
e. Pensil
f. Pensil warna
g. Penghapus pensil
h. Pipet tetes
2. Bahan yang digunakan
a. Aquadest
b. Buah adas (Piper nirum L.)
c. Buah cabe (Capsicum annum L.)
d. Buah Jintan (Cuminum cyminum L.)
e. Buah Ketumbar (Coriandrum sativum Linn.)
f. Buah lada hitam (Foeniculum vulgare Mill)
g. Sendok tanduk
h. Tissue

B. Prosedur Kerja
1. Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
2. Dibersihkan kaca objek dan kaca penutup dengan aquadest kemudian

dikeringkan dengan tissue, kemudian diletakkan sedikit serbuk bunga

melati dan serbuk bunga pala pada objek glass yang berbeda tepat di

tengah objek glass tersebut.

AKADEMI FARMASI BINA HUSADA


LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI I DIPLOMA - III

3. Diteteskan 1 tetes aquadest secara menyeluruh pada serbuk bunga agar

mudah kering dan memudahkan penampakkan mikroskopiknya.


4. Dilakukan pengamatan di bawah mikroskop binokuler dengan pembesaran

10x pada serbuk buah cabe, serbuk buah ketumbar,serbuk buah jintan,

serbuk buah adas, dan serbuk buah lada hitam.


5. Difoto menggunakan kamera penampakkan mikroskopik pada masing-

masing bunga dan digambar bagian-bagian mikroskopik tanaman tersebut.

AKADEMI FARMASI BINA HUSADA


LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI I DIPLOMA - III

BAB IV

PEMBAHASAN

Buah adalah organ pada tumbuhan berbunga yang merupakan

perkembangan lanjutan dari bakal buah (ovarium). Buah biasanya membungkus

dan melindungi biji. Aneka rupa dan bentuk buah tidak terlepas kaitannya

dengan fungsi utama buah, yakni sebagai pemencar biji tumbuhan

(Widyaningrum, 2011)

Praktikum ini dilakukan pengamatan pada buah ketumbar, buah cabe,

dan buah jintanbbentuk serbuk dengan mikroskopik menggunakan medium

aquadest.

Gambar pengamatan buah ketumbar pada perbesaran 5 x 0,10 :


Pembuluh kayu

Serabut skelerenkim

Hablur kalsium oksalat

Endosperm

Merikarp

Ketumbar (Coriandrum sativum Linn.) dapat tumbuh subur dataran

rendah dan pegunungan. Daunnya mirip seledri. Manfaatnya selain sebagai

bumbu masakan, juga dapat mengobati dan mengatasi berbagai jenis penyakit.

Buah ketumbar mengandung minyak atsiri, vitamin C, asam folat dan lain-lain.

AKADEMI FARMASI BINA HUSADA


LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI I DIPLOMA - III

Gambar pengamatan buah cabe pada perbesaran 5 x 0,10 :

Sel endokarp

Fragmen endokarp
Pembuluh kayu bernoktah

Hipodermis melintang

Cabe memiliki akar tunggang, batang berkayu, daun tunggal.

Kandungannya adalah antioksidan, asparaginase dan Capsaicin yang berperan

sebagai zat anti kanker, kapsaisin, vitamin C, zat warna kapsantin. Kegunaannya

adalah sebagai Stomakikum, obat, gosok, bisul dan penyakit usus, penyembuh

luka, dan lain-lain.

Gambar pengamatan buah jintan pada perbesaran 5 x 0,10 :


Rambut bercabang

Sel endokarp

Saluran minyak

Sel batu dari endokarp

Endosperm

Berbentuk terna dengan batang ramping bercabang dengan tinggi 20

30 cm. Panjang daun 510 cm, berbentuk menyirip atau menyirip rangkap dan

memiliki anak daun seperti benang. Bunganya kecil, berwarna putih atau

merah muda, dan bergerombol pada payungan bunga. Adapun kandungan dari

buah jintan adalah minyak atsir 2-5%, lemak 5%, dammar, tannin, dan gom.

Gambar pengamatan buah adas pada perbesaran 5 x 0,10 :

Sel-sel saluran minyak


AKADEMI FARMASI BINA HUSADA
LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI I DIPLOMA - III

Endokarp

Serabut

Tinggi tanaman dapat mencapai 1 2 m dengan percabangan yang

banyak, batang beralur. Daun berbagi menyirip, berbentuk bulat telur sampai

segi tiga dengan panjang 3 dm, bunga berwarna kuning membentuk kumpulan

payung yang besar. Kandungannya adalah minyak atsiri 1-6%, minyak lemak

12%, anetol, fenkon, chavicol, anisaldehid, flavonoid dan coumarins.

Gambar pengamatan buah lada hitam pada perbesaran 5 x 0,10 :

Butir pati

Fragmen meseokarp

Kelompok sel batu

Buah berbentuk hampir bulat, warna coklat kelabu sampai hitam

kecoklatan, permukaan berkeriput kasar, pada ujungnbuah terdapat sisa dari

putik yang tidak bertangkai, bau khas aromatik, dan rasa pedas. Kandungannya

adalah Mminyak atsiri mengandung felandren, dipenten, kariopilen, enthoksilin,

limonen, alkaloid piperina, dan kavisin.

AKADEMI FARMASI BINA HUSADA


LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI I DIPLOMA - III

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari hasil pengamatan dapar disimpulkan bahwa :
1. Buah adalah pertumbuhan sempurna dari bakal buah (ovarium).
2. Adapun jenis-jenis fructus yang diamati dalam praktikum adalah buah

ketumbar, buah cabe, dan buah jintan.


3. Hasil pengamatan pada buah ketumbar terdapat pembuluh kayu, serabut

skelerenkim, hablur kalsium oksalat, endosperm, dan merikarp. Pada

buah cabe terdapat sel endocarp berdinding tebal, fargmen endokarp,

pembuluh kayu bernoktah, danhipodermis melintang. Pada buah jintan

terdapat rambut bercabang, sel endokarp, saluran minyak, sel batu dari

endokarpdan endosperm. Untuk buah adas terdapat sel-sel saluran

minyak, endokarp, dan serabut. Dan pada buah lada hitam terdapat

kelompok sel batu, fragmen mesokarp dan butir pati.


B. Saran

AKADEMI FARMASI BINA HUSADA


LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI I DIPLOMA - III

Diharapkan kepada seluruh praktikan agar dapat mematuhi aturan dan

tata tertib yang telah ditentukan dan selalu menanamkan kedisiplinan serta

sopan santun. Untuk asisten tetap semangat dan sabar menghadapi

praktikan.

AKADEMI FARMASI BINA HUSADA


LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI I DIPLOMA - III

DAFTAR PUSTAKA

Adhyatma.1995. Materia Medika Indonesia Edisi VI. Jakarta : DEPKES RI.

Adhyatma. 1978, Materia Medika Indonesia Jilid II. Jakarta : DEPKES RI.

Mulyani, S. 2006. Anatomi Tumbuhan. Yogyakarta : Penerbit Kanisius

Thomas, A.N.S.1993. Tanaman Obat Tradisional I. Yogyakarta : Penerbit

Kanisius

Tjitrosoepomo, G. 2001. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta : Gadjah Mada

University Press.

Widyaningrum. 2011. Kitab Tanaman Obat Nasional.. Jakarta : Media

Pressindo.

AKADEMI FARMASI BINA HUSADA


LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI I DIPLOMA - III

Konsentra
Bahan Kegunaan si
Teh Bahan aktif 15%
Madu Bahan aktif 5%
Granul beras Bahan scrub 5%
propilenglikol Humektan 10%
Asam stearat Emulgator 9%
cethil alcohol Emolient 3%
TEA Emulgator 3%
Metil paraben Pengawet 0,12%
Propil paraben Pengawet 0,12%
Aquadest Pelarut ad 100

AKADEMI FARMASI BINA HUSADA