Anda di halaman 1dari 14

Jurnal Teknik Mesin, Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 55

RANCANG BANGUN MESIN KERIPIK MANGGA PODANG


KAPASITAS 10 KG PER PROSES
(BAGIAN: PERENCANAAN PERAWATAN)

Putut Jatmiko Dwi Prasetio dan Chandra Eko Susanti


Program Studi Perawatan dan Perbaikan Mesin Politeknik Kediri.

Abstrak
Mesin keripik mangga podang merupakan mesin yang digunakan untuk mengolah buah
mangga podang menjadi keripik mangga podang. Hal ini dilakukan untuk memberi nilai
tambah dari buah mangga podang agar dapat dijadikan oleh-oleh khas Kediri. Pada mesin
keripik mangga podang terdapat tiga bagian mesin, yaitu: mesin perajang, mesin penggoreng,
dan mesin peniris. Perencanaan perawatan pada mesin keripik mangga podang diperlukan
agar semua elemen mesin tetap berfungsi dengan baik dan dalam kondisi siap pakai.
Perencanaan perawatan mesin keripik mangga podang menggunakan metode ISMO. Langkah-
langkah perawatan yang dilaksanakan meliputi: pengidentifikasian kegiatan perawatan,
penjadwalan perawatan, dan pengestimasian biaya perawatan.

Kata Kunci: perawatan, ISMO, mesin keripik, mangga podang.

PENDAHULUAN kondisi normal. Kasus radang tenggorokan


ataupun batuk pada orang yang
Latar Belakang mengkonsumsi buah mangga podang juga
Kediri merupakan daerah yang jarang ditemukan. Ini berbeda dengan jenis
berpotensi untuk dikembangkan sektor buah mangga lain yang masih menyisakan
pertaniannya termasuk tanaman buah- rasa gatal pada leher atau panas di perut.
buahan. Salah satu tanaman buah yang saat Pada saat musim panen, buah mangga
ini sedang dikembangkan adalah tanaman podang sangat banyak dijual di pasar-pasar
mangga. Varietas mangga sangatlah beragam, dan di pinggir-pinggir jalan. Potensi yang
tetapi di Kediri memiliki varietas tanaman besar dari buah mangga podang ini perlu
mangga yang spesifik dengan warna kulit pemanfaatan secara maksimal, pengolahan
merah jingga, daging buah kuning menarik, buah mangga podang yang baik dan benar
serta rasa dan aroma yang khas. Varietas ini tidak akan membuat buah mangga podang
adalah buah mangga podang, yang banyak jadi membusuk sia-sia dan tidak laku
ditanam di lereng gunung Wilis dipasaran. Buah mangga podang ini perlu
(www.kedirikab.go.id, 2008). Buah mangga alternatif pengolahan yang dapat
podang mempunyai rasa yang manis, meningkatkan nilai jual dari buah mangga
kandungan buahnya juga diyakini podang tersebut (www.kedirikab.go.id, 2014).
mengandung sumber karotenoid yang disebut Pemikiran yang kreatif untuk
beta crytoxanthin, yaitu bahan penumpas memberikan nilai tambah buah mangga
kanker yang baik. Sejumlah penelitian juga podang, baik itu nilai tambah ekonomi
menyebutkan bahwa buah mangga podang ini maupun sosial. Nilai tambah ekonomi dapat
memiliki kandungan serat yang baik, dengan diwujudkan melalui olahan buah mangga
kadar tujuh gram setiap butirnya. Jadi bisa podang. Sedangkan nilai tambah sosial adalah
dipastikan buah mangga podang mampu dampak dari nilai tambah ekonomi misalnya
menjaga pencernaan dan kolestrol dalam munculnya industri rumah tangga olahan

ISSN 2252-4444
Jurnal Teknik Mesin, Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 56

buah mangga podang dan dapat membuka proses pembelajaran di Program Studi
lapangan kerja baru bagi warga sekitar yang Perawatan dan Perbaikan Mesin Politeknik
rata-rata mengandalkan hidup dari pertanian Kediri.
di lahan kering, sehingga muncul alternatif Rumusan Masalah
ekonomi baru yang dapat mendukung
perekonomian masyarakat. Berdasarkan latar belakang diatas,
Beberapa alternatif untuk pengolahan maka dapat diambil rumusan masalah yaitu:
buah mangga podang, salah satunya berupa Bagaimana Perencanaan Perawatan pada
keripik mangga podang. Keripik mangga Mesin Keripik Mangga Podang Kapasitas 10
podang merupakan makanan ringan yang kg Per Proses?.
kaya akan serat dan dapat bertahan lebih
lama, karena dalam pengolahan keripik Batasan Masalah
mangga podang tidak menggunakan zat Pada laporan akhir ini batasan
kimia dan bahan pengawet. Untuk menunjang masalah yang di ambil sebagai berikut:
proses pengolahan keripik mangga podang 1. Ruang lingkup: membahas mengenai
tersebut, maka diciptakanlah mesin yang perencanaan perawatan mesin keripik
mampu memproduksi keripik mangga mangga podang.
podang skala industri rumah tangga. Mesin 2. Batasan masalah: tidak membahas
keripik manga podang terdiri dari tiga bagian rancang bangun mesin keripik mangga
mesin, yaitu: mesin perajang, mesin podang.
penggoreng, dan mesin peniris. Dalam 3. Kapasitas maksimal buah mangga
laporan akhir ini menjelaskan tentang rancang podang yang diolah pada mesin keripik
bangun mesin keripik mangga podang mangga podang sebesar 10 kg per proses.
kapasitas 10 kg per proses, khususnya bagian Tujuan
perencanaan perawatan. Perencanaan
Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka
perawatan pada mesin keripik mangga
tujuan laporan akhir ini yaitu dapat
podang diperlukan agar semua elemen mesin
merencanakan perwatan pada mesin keripik
tetap berfungsi dengan baik dan dalam
mangga podang kapasitas 10 kg per proses
kondisi siap pakai. Dari bermacam-macam
(Bagian perencanaan perawatan).
penggerak dari mesin-mesin tersebut, ada
yang menggunakan sistem manual, semi
TINJAUAN PUSTAKA
otomatis atau otomatis. Sekarang ini pada
umumnya yang dibutuhkan Industri adalah
Alat Peraga
mesin dengan penggerak otomatis, karena
Mesin keripik adalah mesin produksi
dapat mempercepat proses produksi. Mesin-
untuk menggoreng berbagai macam buah dan
mesin yang berpenggerak otomatis
sayuran dengan cara penggorengan hampa.
kebanyakan menggunakan penggerak
Teknik penggorengan hampa yaitu
pneumatik, karena biayanya relatif lebih
menggoreng bahan baku (biasanya buah-
murah, dan mudah didapat. Sehingga banyak
buahan atau sayuran) dengan menurunkan
sekali perusahaan yang menggunakan sistem
tekanan udara pada ruang penggorengan
pneumatik untuk mesin-mesin yang ada di
sehingga menurunkan titik didih air sampai
perusahaan.
50-60 C. Dengan turunnya titik didih air
Oleh karena itu, pada Laporan Akhir ini
maka bahan baku yang biasanya mengalami
akan dibahas mengenai perancangan dan
kerusakan/perubahan pada titik didih normal
pembuatan Alat Peraga Mesin Frais Vertikal
100 C bisa dihindari. Teknik penggorengan
dengan Sistem Penggerak Pneumatik. Alat
hampa ini akan menghasilkan kualitas yang
peraga ini akan digunakan sebagai alat peraga
lebih baik dibandingkan dengan cara

ISSN 2252-4444
Jurnal Teknik Mesin, Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 57

penggorengan biasa, diantaranya (wikipedia,


2004): Gambar 2. Mesin Penggoren
1. Tidak mengubah warna buah atau Sumber: Penulis (2015)
sayuran.
2. Hasil penggorengan lebih renyah.
3. Aroma tidak berubah.
4. Kandungan serat tinggi.
5. Lebih tahan lama meskipun tanpa bahan
pengawet.
Yang terdiri dari 3 unit mesin yaitu:
1. Mesin perajang adalah mesin yang
digunakan untuk merajang buah-buahan
agar buah tersebut bisa lebih tipis.
2. Mesin penggoreng adalah mesin yang
Gambar 3. Mesin Peniris
digunakan untuk menggoreng berbagai
Sumber: Penulis (2015)
macam buah dan sayuran dengan cara
penggoreng hampa.
Adapun prinsip kerja dari mesin keripik
3. Mesin peniris adalah mesin yang
mangga podang adalah sebagi berikut:
digunakan untuk meniriskan minyak
1. Mesin Perajang.
yang melekat pada keripik setelah proses
Prinsip kerja mesin perajang buah mangga
penggorengan.
podang yaitu mengubah energi listrik menjadi
energi mekanik dengan cara menekan tombol
on pada tombol on off untuk menyalakan
motor listrik dan memutar pulley 1 yang di
hubungkan dengan poros menggerakkan
pulley 2 lalu memutar pisau yang di
hubungkan dengan poros.
2. Mesin Penggoreng.
Prinsip kerja dari mesin vacuum frying yaitu
menggoreng bahan dengan suhu rendah dan
dalam kondisi hampa udara (vacuum).
3. Mesin Peniris.
Prinsip kerja dari mesin penirisan yaitu dari
Gambar 1. Mesin Perajang
energi listrik di ubah menjadi energi gerak
Sumber: Penulis (2015)
berupa motor listrik kemudian menggerakkan
poros yang dihubungkan dengan sabuk
penggerak yang menghasilkan putaran
dengan gaya sentrifugal.
Bagian-bagian Utama Mesin Keripik
Mangga Podang
Pada mesin keripik manga podang terdapat 3
macam bagian utama yang berperan penting
yaitu:
1. Mesin perajang adalah mesin yang
digunakan untuk merajang buah-buahan agar
buah tersebut bisa lebih tipis.

ISSN 2252-4444
Jurnal Teknik Mesin, Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 58

2. Mesin penggoreng adalah mesin yang perawatan yang utama sebagai berikut
digunakan untuk menggoreng berbagai (Daryus A, 2008).
macam buah dan sayuran dengan cara 1. Untuk memperpanjang kegunaan mesin
penggoreng hampa. atau alat.
3. Mesin peniris adalah mesin yang 2. Untuk menjamin ketersediaan optimum
digunakan untuk meniriskan minyak yang peralatan yang dipasang untuk produksi
melekat pada keripik setelah proses dan mendapatkan laba investasi
penggorengan. maksimum yang mungkin.
3. Untuk menjamin kesiapan operasional dari
Perencanaan Perawatan seluruh peralatan yang diperlukan dalam
Definisi Perawatan keadaan darurat setiap waktu.
Perawatan atau maintenance adalah 4. Untuk menjamin keselamatan orang yang
merupakan salah satu fungsi utama usaha, menggunakan sarana tersebut.
dimana fungsi-fungsi lainnya seperti Didalam perkembangannya, perawatan
pemasaran, produksi, keuangan dan sumber melalui beberapa tahapan, yakni (Fahmi, et
daya manusia. Fungsi perawatan perlu al., 2012):
dijalankan secara baik, karena dengan 1. Di tahap awal perawatan tidaklah dikenal
dijalankannya fungsi tersebut fasilitas-fasilitas sebagai suatu keilmuan tertentu.
produksi akan terjaga kondisinya. 2. Pada tahap selanjutnya perawatan
Perawatan dapat didefinisikan sebagai suatu dianggap sebagai suatu spesialisasi
aktivitas yang diperlukan untuk menjaga atau tersendiri.
memepertahankan kualitas pemeliharaan 3. Selanjutnya pada tahap yang ke tiga mulai
suatu fasilitas agar fasilitas tersebut tetap memperhatikan pada perawatan
dapat berfungsi dengan baik dalam kondisi pencegahan.
siap pakai (Fahmi, et al., 2012). 4. Tahap ke empat mulailah diperkenalkan
Pada waktu perencanaan, perawatan, dan aspek-aspek manajerial.
perbaikan harus memiliki dasar konsep 5. Pada tahap ke lima ini peran perawatan
berfikir yang rasional, logis, dan serba masuk ke dalam proses desain.
sistematis. Dalam hal ini, teknik perawatan 6. Sedang pada tahapan ini perawatan mulai
yang diterapkan sangat berhubungan erat menggunkan suatu perencanaan
terhadap (Garg, 1976): perawatan pada seluruh operasi
1. Pemakaian atau pengoperasian peralatan. perawatan, dan data-data kejadian yang
2. Pemakaian alat perawatan. berhubungan dengan pekerjaan perawatan
3. Pemakaian suku cadang atau komponen. di masa lalu dipakai sebagai masukan.
4. Pemakaian bahan. Ada beberapa alasan pentingnya melakukan
5. Cara penanganan peralatan. pekerjaan perawatan, antara lain (Fahmi, et
Dalam suatu pemilikan peralatan, tentunya al., 2012):
tidak terlepas dari suatu permasalahan yang 1. Agar fasilitas dapat siap dipakai pada saat
menyebabkan peralatan tersebut rusak. yang diperlukan.
Permasalahan ini disebabkan beberapa hal 2. Seiring dengan waktu, tentunya kondisi
antara lain: umur komponen, salah dari suatu fasilitas yang mengalami
pengoperasian peralatan, tidak terpeliharanya pemakaian, kemampuan kinerjanya lambat
peralatan, salah perancangan konstruksi laun akan menurun karena tanpa
peralatan, dan kejadian yang tidak terduga. perawatan semua fasilitas tersebut akan
Untuk itu dibutuhkan perawatan dengan melemah secara bertahap tapi pasti
tujuan yang jelas. Ada beberapa tujuan sehingga tidak lagi mempunyai

ISSN 2252-4444
Jurnal Teknik Mesin, Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 59

kemampuan kerja yang baik secara teknis ii. Kalibrasi.


maupun ekonomis. Mendeteksi dan menyesuaikan setiap
3. diharapkan akan dapat memperpanjang perbedaan dalam akurasi untuk material atau
umur pakai dari fasilitas tersebut. parameter perbandingan untuk standar yang
pasti.
Klasifikasi Perawatan iii. Pengujian.
Ada dua kebijakan dasar dari program Pengujian secara berkala (periodic) untuk
perawatan yang umum dikenal di dunia dapat menentukan pemakaian dan
industri, yaitu perawatan yang bersifat mendeteksi kerusakan mesin dan listrik.
perbaikan terhadap berbagai kerusakan iv. Penyesuaian.
(corrective maintenance) dan perawatan Membuat penyesuaian secara periodik
pencegahan (preventive maintenance) seperti untuk unsur variabel tertentu untuk mencapai
gambar berikut (Fahmi, et al., 2012). kinerja yang optimal.
Secara skematik, klasifikasi perawatan sebagai v. Servicing.
berikut: Pelumasan secara periodik, pengisian,
Secara umum, ditinjau dari pelaksanaan pembersihan, dan seterusnya, bahan atau
pekerjaan perawatan dibagi menjadi dua yaitu barang untuk mencegah terjadinya dari
(Daryus A, 2008): kegagalan baru jadi.
1. Perawatan Terencana. vi. Instalasi.
Perawatan terencana adalah pemeliharaan Mengganti secara berkala batas
yang dilakukan secara terorginisir untuk pemakaian barang atau siklus waktu
mengantisipasi kerusakan peralatan di waktu pemakaian atau memakai untuk
yang akan datang, pengendalian dan mempertahankan tingkat toleransi yang
pencatatan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan.
ditentukan sebelumnya. vii. Alignment.
Perawatan terencana dibagi menjadi dua Membuat perubahan salah satu
aktivitas utama, yaitu (Daryus A, 2008): barang yang ditentukan elemen variabel
Perawatan Pencegahan. untuk mencapai kinerja yang optimal.
Perawatan pencegahan adalah inspeksi Perawatan pencegahan meliputi (Garg, 1976):
periodik untuk mendeteksi kondisi yang Perawatan Berjalan.
mungkin akan menyebabkan produksi Perawatan berjalan dilaksanakan pada saat
terhenti atau berkurangnya fungsi mesin peralatan dalam keadaan beroperasi atau
dikombinasikan dengan perawatan untuk kondisi digunakan. Perawatan berjalan
menghilangkan, mengendalikan, kondisi diterapkan pada peralatan-peralatan yang
tersebut dan mengembalikan mesin ke kondisi harus beroperasi terus menerus dalam
semula atau dengan kata lain deteksi dan melayani proses produksi.
penanganan diri kondisi abnormal mesin Perawatan Shut Down.
sebelum kondisi tersebut menyebabkan cacat Perawatan yang dilakukan pada saat
atau kerugian. peralatan dalam kondisi tidak berjalan, hal ini
ada 7 elemen dari pemeliharaan pencegahan dilakukan apabila pada saat pemeriksaan
yaitu (Daryus A, 2008): dijumpai ketidakberesan pada komponen
i. Inspeksi. ringan.
Memeriksa secara berkala (periodic) Perawatan Korektif.
bagian-bagian tertentu untuk dapat dipakai Perawatan secara korektif adalah
dengan membandingkan fisiknya, mesin, pemeliharaan yang dilakukan secara berulang
listrik, dan karakteristik lain untuk standar atau pemeliharaan yang dilakukan untuk
yang pasti. memperbaiki suatu bagian (termasuk

ISSN 2252-4444
Jurnal Teknik Mesin, Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 60

penyetelan dan reparasi) yang telah terhenti 2. Kapan pekerjaan tersebut dilakukan?
untuk memenuhi suatu kondisi yang bisa 3. Alat bantu apa saja yang diperlukan?
diterima (Daryus A, 2008). 4. Hal-hal apa saja yang harus dihindari
Perawatan koreksi meliputi (Garg, 1976): dalam melakukan pekerjaan tersebut?
Pekerjaan kedua adalah memeriksa
bagian-bagian dari peralatan yang dianggap
a. Perawatan Shut Down. perlu. Pemeriksaan terhadap unit instalasi
Perawatan yang dilakukan pada saat perlu dilakukan secara teratur mengikuti pola
peralatan dalam kondisi tidak berjalan, hal ini jadwal tertentu. Jadwal ini dibuat atas dasar
dilakukan apabila pada saat pemeriksaan pertimbangan-pertimbangan yang cukup
dijumpai ketidakberesan pada komponen mendalam antara lain (Clifton, 1974):
ringan. 1. Berdasarkan pengalaman yang lalu dalam
b. Perawatan Break Down. suatu jenis perkerjaan yang sama diperoleh
Perawatan ini hanya dilakukan apabila informasi mengenai selang waktu atau
peralatan tersebut benar-benar dimatikan frekuensi untuk melakukan pemeriksaan
karena terjadi kerusakan, akan tetapi seminimal mungkin dan seekonomis mungkin
kerusakan itu sudah diperkirakan tanpa menimbulkan resiko yang berupa
sebelumnya. kerusakan pada unit instalasi yang
2. Perawatan Tidak Terencana. bersangkutan.
Perawatan tidak terencana adalah perawatan 2. Berdasarkan sifat operasinya yang dapat
darurat, yang di defenisikan sebagai menimbulkan kerusakan setelah unit instalasi
perawatan yang dimana perlu segera beroperasi dalam selang waktu tertentu.
dilaksanakan tindakan untuk mencegah 3. Berdasarkan rekomendasi dari pabrik
akibat yang serius, misalnya hilangnya pembuat unit instalasi yang bersangkutan.
produksi, kerusakan besar pada peralatan, Pekerjaan selanjutnya adalah memperbaiki
atau untuk keselamatan kerja (Daryus A, bila terdapat kerusakan-kerusakan pada
2008). bagian unit instalasi sedemikian rupa
sehingga kondisi unit instalasi tersebut dapat
Kegiatan Perawatan Berdasarkan Metode mencapai standar semula dengan usaha dan
ISMO biaya yang wajar (Clifton, 1974).
Pekerjaan pertama yang paling Dengan perkembangan teknologi secara pesat
mendasar dalam perawatan adalah dalam bidang industri maka perawatan
membersihkan peralatan dari debu maupun terhadap peralatan produksi secara sadar
kotoran-kotoran lain yang dianggap tidak dinilai sangat penting. Perawatan terhadap
perlu. Debu ini akan menjadi inti bermulanya peralatan biasanya baru mendapat perhatian
proses kondensasi dari uap air yang berada di setelah peralatan tersebut mengalami
udara. Butir air yang terjadi pada debu kerusakan, karena tidak pernah mendapat
tersebut lambat laun akan merusak perhatian yang layak. Beberapa kerusakan
permukaan kerja dari peralatan tadi sehingga pada peralatan produksi tidak hanya
secara keseluruhan peralatan tersebut akan berakibat terhentinya sebagian alat produksi
menjadi rusak. Pekerjaan membersihkan ini tetapi seluruh peralatan produksi lainnya juga
pada umumnya diabaikan orang karena akat ikut berhenti (Clifton, 1974).
dianggap tidak penting, dan dalam Dengan meningkatnya persaingan yang
melakukan pekerjaan ini perlu adanya cukup ketat dalam bidang industri, jelas
petunjuk tentang (Clifton, 1974): perhatian akan ditujukan kepada hal-hal yang
1. Bagaimana cara melakukan pekerjaan menyangkut usaha-usaha untuk dapat
tersebut? meningkatkan produktifitas, meningkatkan

ISSN 2252-4444
Jurnal Teknik Mesin, Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 61

kualitas dan menurunkan biaya operasi 2. Small Repair (S).


produksi dengan segala cara yang 3. Medium Repair (M).
memungkinkan. Dalam hal ini adalah 4. Overhaul (O).
mengarah kepada peningkatan efektifitas Inspection
perawatan peralatan dengan cara yang lebih Mempunyai batasan-batasan kerja
ilmiah yang dikenalkan dengan perawatan secara umum, sebagai berikut (Garg, 1976):
terencana. Dalam perawatan terencana suatu 1. Memeriksa fungsi dari mekanisme
peralatan akan mendapat giliran perbaikan kecepatan putar dan kecepatan potong.
sesuai dengan interval waktu atau disebut 2. Memeriksa dan menyetel kopling gesek,
repair cycle yang telah ditentukan, dengan kopling roda gigi, poros utama, bantalan,
demikian kerusakan yang lebih besar dapat peluncur, rem, mur pembawa, dan lain-
dihindari. Interval waktu perbaikan ini dapat lain.
ditentukan berdasarkan beban dan repair 3. Membersihkan filter oli pelumas dan oli
complexity dari peralatan yang bersangkutan. pendingin, sistem pengolian dan
Jadi dengan perawatan terencana diharapkan penyalur oli, serta serbuk kotoran dan
dapat memperpanjang umur pakai dari debu dari pengarah.
peralatan 3 sampai 4 kali lebih panjang dan 4. Mengencangkan mur-mur dan baut-baut
dapat mengurangi terjadinya kerusakan yang pengikat, ganti bila perlu.
tidak diharapkan. Disamping itu dengan Small Repair
perawatan terencana diharapkan pula dapat Mempunyai batasan-batasan kerja
menjamin ketelitian peralatan produksi secara umum, sebagai berikut (Garg, 1976):
sehingga kualitas dan kelangsungan produksi 1. Kerjakan semua kegiatan yang dilakukan
dapat terpelihara dengan baik (Garg, 1976). pada inspection.
Repair Complexity 2. Membongkar 2-3 unit bagian peralatan
Repair complexity merupakan suatu nilai yang kemungkinan besar akan aus atau
relatif dari tingkat kerumitan perawatan suatu kotor dan membersihkannya, jika
mesin. Repair complexity setiap peralatan diperlukan lamak lagi kantong-kantong
berbeda-beda. Repair complexity ditujukan oli, ganti bagian yang sudah rusak lalu
untuk menentukan repair cycle, tipe produksi, rakit dan setel.
bahan benda produksi yang dikerjakan, 3. Mengadakan perbaikan bila diperlukan
giliran kerja per hari (asumsi: 1 shift = 8 jam atau yang telah dicatat pada inspection.
kerja per hari). Selain itu repair complexity Medium Repair
juga berfungsi untuk menentukan periode Mempunyai batasan-batasan kerja
antara dua masa dalam siklus dan dua masa secara umum, sebagai berikut (Garg, 1976):
bongkar total (overhaul) dalam tahun. Metode 1. Kerjakan semua kegiatan perawatan yang
ini sangat berguna apabila tidak terdapat dilakukan di small repair, ditambah
buku instruksi perawatan tentang penentuan dengan membongkar semua bagian yang
siklus perawatan (Garg, 1976). kemungkinan akan aus dan harus diganti
Repair Cycle atau diperbaiki.
Metode perawatan terencana 2. Mengecat permukaan mesin yang sudah
merupakan suatu bentuk pelaksanaan rusak.
perawatan yang terjadwal. Oleh karena itu 3. Kalibrasi ulang dengan melakukan
repair cycle menjadi penting keberadaannya. levelling pada mesin.
Klasifikasi kegiatan perawatan dalam Overhaul
perawatan terencana dapat dibagi menjadi 4 Mempunyai batasan-batasan kerja
kategori, yaitu (Garg, 1976): secara umum, sebagai berikut (Garg, 1976):
1. Inspection (I).

ISSN 2252-4444
Jurnal Teknik Mesin, Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 62

1. Ulangi semua tindakan perawatan yang 2. Peralatan Perawatan.


dilakukan pada medium repair, tetapi 3. Spare Part.
pembongkaran yang menyangkut setiap 4. Tenaga Kerja.
unit, semua komponen yang sudah rusak Dalam perhitungan biaya perawatan
dan aus diganti dengan komponen baru. (inspection, small repair, medium repair, dan
2. Pemeriksaan pondasi mesin (pemasangan overhaul) masing-masing menggunakan
kedalaman pondasi) dan perbaiki jika formula sebagai berikut (Pujawan, 2009):
diperlukan. F = P (1 + i)n
3. Gerinda/lamak semua permukaan Keterangan:
pengarah (guide surface). F : Nilai uang masa depan, (Rp).
4. Mengecat semua permukaan yang harus P : Nilai uang masa sekarang,
dicat dengan cat yang baru. (Rp).
Pada umumnya peralatan dapat dilakukan i : Tingkat suku bunga bank per
perawatan terencana berdasarkan metode periode, (%).
ISMO hingga 2-3 kali repair cycle, selebihnya n : Lamanya periode penelaahan.
dari segi biaya perawatan sudah tidak
ekonomis (Garg, 1976). Standard Operating Procedure (SOP)
Definisi Standard Operating Procedure (SOP)
Estimasi Biaya Perawatan Perawatan
Biaya yang dikeluarkan untuk merawat suatu Standard Operating Procedure (SOP) adalah
peralatan merupakan salah satu unsur yang suatu pedoman atau acuan untuk
penting dalam pengelolaan perusahaan, sebab melaksanakan tugas pekerjaan sesuai fungsi
biaya sangat menentukan didalam perolehan dan prosedur sesuai dengan tata kerja,
keuntungan. Biaya perawatan diusahakan prosedur kerja dan sistem kerja pada unit
dengan biaya seminimum mungkin, dan kerja yang bersangkutan. Tujuan Standard
peralatan dapat dioperasikan secara Operating Procedure (SOP) adalah
maksimum guna memperoleh kelancaran menciptakan komitmen mengenai apa yang
proses produksinya (Kodoatie, 2005). dikerjakan oleh satuan unit kerja untuk
Biaya perawatan diklasifikasikan mewujudkan good govermance.
sebagai berikut (Pujawan, 2009): Standard Operating Procedure (SOP) tidak
1. Biaya Perawatan Inspection. saja bersifat internal tetapi juga eksternal,
Biaya untuk seluruh kegiatan pada karena Standard Operating Procedure (SOP)
Inspection. selain digunakan untuk mengukur kinerja
2. Biaya Perawatan Small Repair. suatu organisasi yang berkaitan dengan
Biaya untuk seluruh kegiatan pada Small ketepatan program dan waktu, juga
Repair. digunakan untuk menilai kinerja suatu
3. Biaya Perawatan Medium Repair. organisasi di perusahaan. Fungsi Standard
Biaya untuk seluruh kegiatan pada Operating Procedure (SOP) adalah
Medium Repair. menjelaskan proses kerja yang harus
4. Biaya Perawatan Overhaul. dilakukan dan harus diterapkan agar
Biaya untuk seluruh kegiatan pada menghasilkan klualitas yang baik. Yang
dimaksut dengan prosedur perawatan adalah
Overhaul. urutan dari aktivitas-aktivitas perawatan yang
Masing-masing biaya perawatan perlu dilaksanakan baik yang terencana
tersebut meliputi unsur-unsur biaya sebagai maupun yang tidak terencana, terutama pada
berikut (Pujawan, 2009): perawatan yang terencana prosedur ini
1. Material. biasanya ditampilkan dalam bentuk diagram

ISSN 2252-4444
Jurnal Teknik Mesin, Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 63

alir, sehingga proses dari semua aktivitas akan diperoleh dari buku-buku yang berhubungan
terlihat dengan jelas urutan maupun langkah- dengan teori maupun penelitian-penelitian
langkahnya (Fahmi, et al., 2012). tentang alat yang akan dibuat.
Flowchart/Diagram Alir Tahap 2.Perancangan
Penulisan Standard Operating Procedure Setelah pengumpulan data, langkah
(SOP) dimulai dengan pembuatan flowchart selanjutnya yaitu membuat perancangan alat
yang memperlihatkan urutan dan hubungan peraga. Perancangan ini ditujukan sebagai
antar prosedur, yang menggunakan simbol- acuan dalam pembuatan alat peraga.
simbol yang menggambarkan sebuah Tahap 3 Pembuatan
aktifisitas. Tahap selanjutnya setelah
perancangan, yaitu pembuatan. Pembuatan
alat peraga berdasarkan rancangan yang telah
3 2
dibuat. Pembuatan ini meliputi proses
pemesinan dan perakitan

Perakitan Rangka

Tahap 4 Pengujian Alat


Tahap terakhir yaitu pengujian alat.
Tidak
Perakitan Komponen Pneumatik Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui
apakah alat peraga dapat berjalan sesuai
dengan fungsinya atau tidak. Apabila masih
Apakah perakitan sesuai
belum sesuai dilakukan lagi pengecekan
gambar rancangan alat?
mulai dari rancangan. Apabila sudah, alat
peraga siap dipakai.
Ya

Prinsip Kerja
Pengujian Alat
Perancangan alat peraga merupakan
langkah-langkah untuk merencanakan
pembuatan alat peraga. Yang direncanakan
Berfungsi dengan baik atau tersebut meliputi rancangan rangkaian sistem
tidak?
pneumatik dan perancangan rangka.
Perancangan rangkaian pneumatik
Ya
yang pertama yaitu mementukan prinsip kerja
Pembuatan Laporan
alat. Selanjutnya menentukan rangkaian
pneumatik menggunakan metode diagram
langkah. Kemudian menggambar rangkaian
Selesai
pneumatik mulai dari pressure element, control
element, signal element, hingga working element.
Gambar 4. Diagram Alir Tahap Pelaksanan Dalam perencanaan rangka ada
Sumber: Dokumen Penulis (2013) beberapa faktor yang perlu diperhitungkan.
Pertama menentukan beban yang akan
Tahap 1.Pengumpulan Data ditanggung oleh rangka, selanjutnya
Tahap pengumpulan data merupakan menghitung dimensi pelat dan menentukan
langkah awal yang bertujuan untuk jenis bahan yang digunakan untuk membuat
mengetahui dasar-dasar teori serta informasi- rangka. Selain itu perlu diperhitungkan
informasi yang mendukung pembuatan kekuatan sambungan yang digunakan yaitu
laporan akhir ini. Pengumpulan data ini dapat

ISSN 2252-4444
Jurnal Teknik Mesin, Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 64

sambungan mur dan baut serta sambungan


las.

Metode Pelaksanaan
Metode pelaksanaan pada rancang
bangun mesin keripik mangga podang
(bagian perencanaan perawatan) sebagai
berikut:

Gambar 6. Diagram Alir Pengumpulan


Informasi
Sumber: Penulis, 2015
Pengidentifikasian Mesin Keripik Mangga
Podang
Gambar 5. Diagram Alir Metode
Langkah-langkah
Pelaksanaan
pengidentifikasian mesin keripik mangga
Sumber: Penulis, 2015
podang pada rancang bangun mesin
Langkah-langkah
keripik mangga podang (bagian
Pengumpulan Informasi
perencanaan perawatan) sebagai berikut:
Langkah-langkah pengumpulan
informasi pada rancang bangun mesin
keripik mangga podang (bagian
perencanaan perawatan) sebagai berikut:

ISSN 2252-4444
Jurnal Teknik Mesin, Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 65

Gambar 7. Mesin Keripik Mangga Podang


Sumber: Penulis, 2015
Hasil dari pendataan spesifikasi
teknis mesin keripik mangga podang
pada rancang bangun mesin keripik
mangga podang (bagian perencanaan
Gambar 7. Diagram Alir perawatan) sebagai berikut:
Pengidentifikasian Mesin Keripik Mangga Tabel 1. Spesifikasi Teknis Mesin Keripik
Podang Mangga Podang
No
Sumber: Penulis, 2015 . Uraian Keterangan Gambar
Hasil dari pengamatan mesin 1 Mesin Perajang
Motor
keripik mangga podang pada rancang
Listrik
bangun mesin keripik mangga podang a. Merk Single
Phase ac
(bagian perencanaan perawatan) sebagai b. Tipe
c. Daya motor
berikut: d. JY09B - 2
Tegan 1/4 Hp /
gan 2800 rpm
110/220 V

Reducer
a. Merk
b. Moswell
Pebandinga 1:20
n

Sabuk
a. Merk
b. Jenis Bando
c. Ukuran V
A 39

ISSN 2252-4444
Jurnal Teknik Mesin, Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 66

Puli c. Daya JY09B - 2


a. Ukuran 28 mm d. 1/4 Hp /
b. Bahan Alumuniu Tegangan 2800 rpm
m 110/220 V

Saklar
a. Merk
Bantalan Shukaku
b. Daya
a. Merk 500 V, 3,7
b. Ukuran Toyo
kW, 3P
Seri 6220

2 Mesin Penggoreng
Puli
Pompa jet
a. Ukuran 54 mm
a. Merk
Interdab b. Bahan Alumuniu
a. Tipe
1 Hp / 2880 m
b. Daya
c. rpm
Sabuk
Tegan kW a. Jenis
gan 220 V/ 240 V
b. Ukuran
d. Model V A 34
XHM/5B
Tabung
Tabung
Diam
Penggoreng
12,5 mm a. Jenis Plat Stainless
a. Poros
800 mm b. Ukuran Steel
b. Tempat 0,8mm
Pengg 900 mm
oreng
c. Dimensi
Manometer Tabung
a. Merk Bergerak
b. Dimensi joko a. Jenis Plat volparasi
50 mm b. Ukuran 0,8mm

Termometer Sumber: Penulis, 2015


a. Merk
b. Dimensi jako
100 mm Perencanaan Perawatan Mesin Keripik
Mangga Podang
Panel
Langkah-langkah perencanaan
a. Saklar perawatan mesin keripik mangga podang
pada rancang bangun mesin keripik
mangga podang (bagian perencanaan
perawatan) sebagai berikut:
Regurator
a. Merk Quantum

3 Mesin Peniris
Motor
Listrik
a. Merk Single
Phase ac
b. Tipe motor

ISSN 2252-4444
Jurnal Teknik Mesin, Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 67

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil pembahasan yang telah


dilakukan, maka didapatkan simpulan
sebagai berikut:
1. Kegiatan perawatan pada mesin keripik
mangga podang berdasarkan metode
ISMO diperlukan sembilan kali inspection,
enam kali small repair, dan dua kali
medium repair.
2. Penjadwalan perawatan pada mesin
keripik mangga podang berdasarkan
metode ISMO dilaksanakan selama
periode tahun 2015 - 2024.
3. Perhitungan estimasi biaya perawatan
pada mesin keripik manga podang
berdasarkan metode ISMO didapatkan
biaya inspection sebesar 682.000 rupiah,
biaya small repair sebesar 106.000 rupiah,
biaya medium repair sebesar 116.000
rupiah, dan biaya overhaul sebesar 728.000
rupiah.

Gambar 8. Diagram Alir Perencanaan


Perawatan DAFTAR PUSTAKA
Mesin Keripik Mangga Podang
Sumber: Penulis, 2015 Anonim. (2012). Mangga Podang.
1. Biaya pemasukan (P) ditentukan dari biaya kediri.go.id/option=com_content&view=ar
sewa alat peraga tersebut yaitu Rp. ticle&
300.000,-/sewa. Id=109:mangga-podang&Itemid=196 Diakses
Dari ketiga perincian biaya tersebut, maka tanggal: 25 Januari 2015.
diperoleh BEP alat peraga sebagai
berikut : Anonim. (2014). Mangga Podang.
Fc http://kedirikab.go.id/index.php?option=c
BEP =
P-Vc om_
7248450
BEP = content&view=article&id=1691%3Apodang-
250000-75000 gunung-khas-kabupatenkediri &Itemid=1.
8054000
BEP = Diakses tanggal: 18 Mei 2015.
250000-75000
BEP = 32,22 operasi ~ 33 operasi
Jadi dengan 33 kali penyewaan atau G. Takeshi Sato & N.Sugiarto H., 1996,
pengoperasian maka BEP sudah terpenuhi. Menggambar Mesin Menurut Standar ISO,
Pradnya Paramita, Jakarta.

Prasetio. Putut Jatmiko Dwi.(2012). Buku


Pedoman Lapoan Akhir Kediri: Program
Studi Perawatan dan Perbaikan Mesin -
Politeknik Kediri.

ISSN 2252-4444
Jurnal Teknik Mesin, Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 68

Fahmi. Mokhamad Munir. (2012).Buku Bahan


Ajar Teknik Perawatan dan
Perbaikan.Bandung:Program Studi D4
Teknik Perancangan - Politeknik Negeri
Bandung.

Clifton, R. H. (1974). Principles of Planned


Maintenance. London: Arnold.

Garg, H. P. (1976). Industrial Maintenance.


New Delhi: S. Chand.

Daryus, Asyari. (2008). Manajemen


Pemeliharaan Mesin.Jakarta: Jurusan
Teknik Mesin Universitas Darma Persada
Jakarta.
Suga, Kiyokatsu., dan Sularso. (2012). Dasar
Perencanaan dan Pemilihan Elemen Mesin.
Jakarta: Pradnya Paramitha.

ISSN 2252-4444