Anda di halaman 1dari 11

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

Upaya Kesehatan Kerja: Pentingnya APD dan P3K

NAMA : KELOMPOK I

1. Desy Ratnasari (00000003486) 16. Amsal Soleman Bani (50120120035)


2. Hotma Rohani (00000014933) 17. Andriani Puspa Asri (50120120008)
3. Diah Lili Fayanti (00000003578) 18. Christina Sriwahyuningsih (50120120001)
4. Emiliawati Simanjuntak (00000003511) 19. Cornelia Mersy Larung (50120120031)
5. Ester Mutiara Indah Silitonga (00000003499) 20. Dewinta Alvionita Maspaitella
6. Feybi Kamagi (00000003572) (50120120013)
7. Hariana Hutabarat (00000003579) 21. Dian Anggraini Puji Lestari (00000025992)
8. Risna Ester Simanjuntak (00000003465) 22. Dolorosa Wulandari (50120100029)
9. Romayanti Fransiska Sinurat (00000003482) 23. Dora Irene Purimahua (50120120014)
10. Sadrakh Matius Situmorang (00000003569) 24. Dwi Iswanti (50120089105)
11. Siska Yuniarti (00000003512) 25. Edison Giovanno Souisa (50120110046)
12. Adil Setia Gulo (50120120021) 26. Vaidya Devana (50120120027)
13. Agnes Maria (50120120004) 27. Eva Wijaya Ng (50120120009)
14. Agnesia Olga Sartika Nadeak (50120120005) 28. Ferani Debora Melo (50120120010)
15. Agung Juliardi (50120120026) 29. Fike Leleh (50220120007)
30. Willy Andriano Jehosua (50120120006)

PROGRAM PROFESI KEPERAWATAN

ANGKATAN KE VII & VIII FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN

UNIVERSITAS PELITA HARAPAN

TANGERANG

2017
Satuan Acara Penyuluhan
Upaya Keselamatan Kerja (UKK)

Topik : Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Pokok Bahasan : Pentingnya APD dan P3K

Sasaran : Enam Pekerja Bangunan

Hari/Tanggal : Senin, 06 Februari 2017

Waktu : 60 menit

Tempat : Rumah Pak Harmadji RW 014 RT 006 Binong Permai Blok J, Curug,
Tangerang

I. Tujuan
a. Tujuan Intruksional Umum
Setelah mengikuti penyuluhan, pekerja bangunan mampu menjelaskan
pentingnya Alat Pelindung Diri (APD) dan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan
di lingkungan kerja.

b. Tujuan Intruksional Khsusus


Setelah diadakan penyuluhan selama 30 menit, pekerja mampu
mengidentifikasi:
1. Mengidentitifikasi pengertian Alat Pelindung Diri (APD)
2. Menyebutkan peralatan Alat Pelindung Diri (APD)
3. Mengidentifikasi pengertian Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K)
4. Mengidentifikasi peralatan dasar P3K
5. Mendemonstrasikan pertolongan pertama pada beberapa kondisi darurat.

II. Pelaksanaan Kegiatan


1. Materi
Penyuluhan tentang dasar kesehatan keselamatan kerja dan pertolongan pertama
pada kecelakaan kerja
2. Target
Enam (6) pekerja bangunan Bapak Harmadji RT 06/RW 14
3. Metode
a. Ceramah.
b. Diskusi
c. Workshop
4. Media
a. Flipchart Alat Pelindung Diri (APD) dan Kotak Pertolongan Pertama Pada
Kerja (P3K).
b. Flipchart P3K.
5. Pelaksanaan
a. Hari/Tanggal: Senin, 06 Februari 2017
b. Waktu: 16.00 17.00
c. Tempat: Rumah Pak Dharmaji RW 014 RT 006 Binong Permai Blok J ,
Curug, Tangerang.
6. Perorganisasian

Ketua Kelompok : Dwi Iswanti


PIC : Christina
Sekretaris : Feybi Kamagi
Moderator : Hariana
Perlengkapan : Agung
Presenter : Dewinta Maspaitella dan Dwi Iswanti
Dokumentasi : Edison

7. Setting Tempat

Peserta

Presenter & Media

Pembimbing Klinik
a. Kegiatan Penyuluhan Pentingnya Alat Pelindung Diri (APD) dan Pertolongan
Pertama Pada Kecelakaan (P3K) di lingkungan kerja Kuli Bangunan
Waktu Kegiatan Media Penyaji Peserta
13.00-13.05 WIB Pembukaan : Interaksi Doa Pembuka Mengikuti doa.
- Doa Lisan.
- Perkenalan
- Tujuan Perkenalan dan
tujuan disampaikan Mendengarkan
oleh moderator penyaji.

13.05-13.15 WIB Penyuluhan APD Alat Penjelasan materi Mendengarkan


13.15-13.25 WIB dan P3K Pelindung APD dan P3K penyuluhan.
Diri dan
Kotak P3K
13.25-13.40 WIB Diskusi Interaksi Mempersilahkan Menyampaikan
Lisan peserta untuk pertanyaan.
mengajukan
pertanyaan.

Memberikan Menyampaikan
kesempatan pada testimonial tentang
peserta untuk kecelakaan kerja
menyampaikan yang terjadi di lahan
testimonial yang kerja.
berhubungan
dengan kecelakaan
kerja.

Memberikan saran
dan solusi kepada
peserta.
13.40-13.50 WIB Evaluasi Interaksi Memberikan Menjawab
Lisan pertanyaan kepada pertanyaan yang
peserta mengenai telah diberikan oleh
materi yang telah penyaji.
diberikan.
13.50-14.00 WIB Penutup :. Interaksi Doa penutup Mengikuti doa.
- Doa Penutup. Lisan Menerima kenangan.
- Ramah
Tamah.
Pemberian snack. Makan snack
bersama.
b. Uraian Tugas
1. Ketua
- Mengkoordinasi garis besar acara
- Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan dan kesuksesan acara
2. Moderator
- Memulai dan memandu acara
- Memastikan acara dimulai dan diakhiri tepat waktu
3. Sekretaris
- Mencatat dan mendokumentasikan proses berlangsungnya kegiatan dengan
baik
4. Teknisi Peralatan
- Memastikan perlengkapan dan peralatan yang tersedia sudah lengkap dan
kondisi yang baik
5. Konsumsi
- Memastikan konsmsi mulai dari pemesanan, ketepatan waktu dan pembagian
makanan berlangsung dengan baik
6. Dokumentasi
- Menndokumentasikan persiapan, proses dan penutup acara secara rinci dan
lengkap

1. Evaluasi
a. Evaluasi Proses
- Evaluasi Acara : Ketepatan memulai kegiatan K3, jumlah peserta yang hadir
dalam penyuluhan, tanggung jawab tiap anggota menjalankan tugasnya,
pengaturan setting tempat sesuai rencana, dan konsumsi datang tepat waktu
sesuai jumlah peserta penyuluhan.
- Evaluasi Materi : Peserta mampu menyebutkan kembali mengenai pengertian
alat pe;indung diri, menyebutkan peralatan Alat Pelindung Diri, pengertian
P3K, peralatan dasar P3K, dan mampu menjelaskan cara melakukan
pertolongan pertama pada beberapa kondisi darurat.
b. Evaluasi Struktur : Evaluasi struktur yang diperoleh dari setiap pekerja,
pembimbing UPH , dan mahasiswa.
c. Evaluasi Hasil : Evaluasi yang dilihat dari hasil kesuksesan penyuluhan K3 dalam
bentuk pre dan post konferens.
Materi

I. Alat Pelindung Diri


A. Pengertian Alat Pelindung Diri (APD)
Menurut peraturan kementrian tenaga kerja dan transmigrasi Republik Indonesia
Nomor Per.08/MEN/VII/2010 pasal 1 ayat 1 tentang Alat Pelindung Diri adalah
suatu alat yang mempunyai kemampuan untuk melindungi seseorang yang
fungsinya mengisolasi sebagian atau seluruh tubuh dari potensi bahaya tempat
kerja.
B. Menyebutkan peralatan Alat Pelindung Diri (APD)
1. Alat pelindung kepala
Jenis alat pelindung kepala seperti helm pengaman, topi, penutup atau
pengaman kepala. Fungsinya untuk melindungi kepala dari benturan,
kejatuhan atau terpukul benda tajam atau benda kerasyang melayang, terpapar
oleh radiasi panas, percikan bahan-bahan kimia, dan suhu yang ekstrim.
2. Alat pelindung mata dan muka
Jenis alat pelindung mata dan muka seperti kacamata pengaman, tameng
muka, masker. Fungsinya untuk melindungi mata dan muka dari paparan
bahan kimia berbahaya, pancaran cahaya atau benturan pukulan benda keras
atau benda tajam.
3. Alat pelindung pernapasan
Jenis alat pelindung pernapasan dan perlengkapanya terdiri dari masker.
Fungsinya untuk melindungi organ pernapasan dengan cara menyalurkan
udara bersih dan sehat atau menyaring cemaran bahan kimia, partikel yang
berupa debu, bau cat.
4. Alat pelindung tangan
Jenis alat pelindung tangan terdiri dari sarung tangan. Fungsinya untuk
melindungi tangan dan jari-jari dari bahan kimia, benturan, pukulan dan
tegores.
5. Alat pelindung kaki
Jenis alat pelindung kaki berupa sepatu. Fungsinya untuk melindungi kaki dari
tertimpa atau benturan dengan benda-benda berat, tertusuk benda tajam,
tergelincir.
II. Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan
A. Pengertian Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K)
Menurut Sucipto.T (2009) pertolongan pertama pada kecelakaan adalah
memberikan pertolongan dan pengobatan darurat dan sementara yang dilaksanan
secara cepat dan tepat.
B. Dasar Pertolongan Pertama
1) Pertolongan pertama harus diberikan secara cepat kemudian dilanjutkan
perawatan selanjutnya.
2) Pertolongan pertama harus tepat untuk meringankan rasa sakit korban.
3) Pertolongan pertama termasuk dalam tindakan untuk mencegah keadaan
bertambah parah sebelum korban mendapatkan perawatan medis.
4) Perhatikan prinsip dasar dalam menangani keadaan darurat seperti lingkungan
sekitar korban aman sehingga tidak mencederai penolong.
5) Gunakan metode pertolongan pertama cepat, tepat, mudah, dan efisien untuk
menolong korban sesuai kondisi lingkungan serta korban itu sendiri.
6) Dokumentasikan tindakan pertolongan pertama yang sudah dilakukan, identitas
korban, tempat kejadian, waktu, dan jika kondisi pasien cukup parah segera
rujuk ke rumah sakit terdekat.
7) Hal lain yang perlu diperhatikan yaitu sikap penolong dengan tetap
menunjukkan sikap tenang, bertindak tegas tanpa terburu-buru, menjauhkan
korban dari sumber bahaya lainnya, pastikan jalan napas korban tidak
terganggu, lihat adanya kemungkinan tanda perdarahan ataupun shock, serta
rujuk korban ke rumah sakit terdekat jika diperlukan.
C. Menyebutkan peralatan dasar P3K
- Sarung tangan
- Masker
- Sepatu khusus sesuai dengan tempat kerja
- Penutup luka berupa kasa steril
- Cairan antiseptic (Nacl 0.9%, Betadine)
- Bidai, papan spinal panjang, papan spinal pendek
- Gunting
- Kapas
- Mikropor
- Alcohol swap
- Tandu
- Kaca mata
D. Beberapa contoh teknik untuk melakukan pertolongan pertama pada kondisi
darurat sebagai berikut :
1) Penanganan Berhubungan Dengan Listrik
- Bila korban terkena sengatan listrik segera hentikan aliran listrik dengan
mematikan sekring ataupun mencabut stop kontak.
- Jika sulit untuk melakukan hal diatas sebaiknya berdirilah pada
permukaan yang kering seperti gulungan kertas, keset karet, papan, dan
gulungan tikar kemudian lepaskan anggota tubuh korban yang tersengat
listrik dengan benda yang tidak baik dalam menghantarkan listrik.
- Selanjutnya, bantu korban untuk melepaskan anggota tubuh yang tersengat
listrik dengan menggunakan sapu ataupun kayu kering.
- Perhatian bagi penolong untuk Tidak Menyentuh Korban Dengan Benda
Basah Ataupun Menyentuh Korban Secara Langsung.
- Setelah korban sudah terlepas dari sengatan listrik segera perhatikan
kondisi korban secara umum kemudian lanjutkan hubungi tim medis atau
bawa korban ke Rumah Sakit terdekat jika diperlukan.

2) Penanganan Berhubungan Dengan Luka Bakar


- Segera lepas pakaian korban untuk mengetahui anggota tubuh yang
terkena luka bakar.
- Basahi anggota tubuh korban yang terkena luka bakar menggunakan
air dingin selama kurang lebih 20 menit. Hindari penggunaan air es
dengan membasahi ataupun merendam anggota tubuh yang terluka
bakar.
- Setelah itu lanjutkan pemberian obat krim luka bakar seperti
Bioplasenton kemudian balut luka dengan kassa.
- Jangan mengolesi luka bakar menggunakan kecap, pasta gigi,
mentega, lotion, ataupun minyak sayur.
- Jangan memecahkan gelembung dari anggota tubuh yang terkena
luka bakar.
- Bila korban luka bakar melukai mata segera bersihkan mata dengan
air mineral atau air bersih kemudian sarankan korban untuk menutup
mata sementara waktu.
- Segera datangi Rumah Sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan
lanjut bila luka bakar meluas ke anggota tubuh lainnya ataupun
terkena organ mata.
3) Penanganan Berhubungan Dengan Serpihan Kayu
- Biasakan diri untuk bekerja menggunakan kacamata guna
menghindari masuknya serpihan kayu ke mata.
- Jika serpihan kayu sudah masuk ke mata hindari mengucek mata
supaya kornea mata tetap dalam kondisi baik.
- Mintalah bantuan rekan kerja untuk memeriksa bagian mata secara
menyeluruh dengan pisahkan kelopak mata atas dan bawah
menggunakan jari telunjuk.
- Bersihkan mata yang terkena serpihan kayu dengan air mineral atau
aquadest untuk membantu mengeluarkan serpihan dari mata.
- Pakailah pinset yang terlebih dahulu dibakar dengan stein api yang
pinsetnya lalu didinginkan terlebih dahulu sebelum digunakan.
- Keluarkan serpihan kayu tersebut menggunakan pinset dengan
berhati-hati supaya tidak merusak bagian mata korban.
- Kunjungi Puskesmas ataupun Rumah Sakit jika memang diperlukan
obat tetes mata supaya penglihatan korban tetap dalam kondisi baik.
4) Penanganan Berhubungan dengan Luka Terkena Paku
- Cabut paku dari anggota tubuh yang luka kemudian perhatikan paku
tersebut dalam kondisi berkarat atau tidak berkarat. Selain itu,
penanganan ini juga dapat dilakukan pada korban yang tertusuk
benda tajam dengan kondisi berkarat ataupun tidak berkarat.
- Kemudian, mintalah bantuan dari rekan kerja untuk menangani luka
guna menghentikan perdarahan.
- Pastikan penolong mencuci tangan terlebih dahulu sebelum
membersihkan luka.
- Setelah itu, bersihkan luka korban dengan air bersih sampai dengan
tidak ditemukan adanya serpihan ataupun kotoran lain disekitar luka
dilanjutkan hentikan perdarahan menggunakan kassa, kain bersih,
dan sobekan baju bersih kemudian tekan luka tersebut.
- Posisi anggota tubuh korban yang terluka dalam kondisi lebih tinggi
untuk membantu mengurangi perdarahan.
- Jika perdarahan sudah berhenti segera balut luka dengan
menggunakan kassa lalu istirahatkan bagian luka sementara waktu.
Bila luka terlihat kecil sebaiknya tidak membutuhkan balutan kassa.
- Rujuk korban ke Puskesmas ataupun Rumah Sakit terdekat untuk
memastikan bahwa paku ataupun benda tajam yang melukai korban
tidak akan membuat korban mengalami penyakit tetanus.
- Mintalah kepada tim medis untuk memberikan suntik antibiotik bila
korban tertusuk benda tajam yang kotor dan berkarat guna mencegah
terjadi infeksi lebih lanjut.
- Biasakan diri bekerja menggunakan alat pelindung diri seperti
sarung tangan dan sepatu khusus yang bagian dasar sepatu cukup
tebal guna mencegah kaki tertusuk paku.
- Bagi korban yang tergores atau terluka disebabkan chater juga dapat
melakukan pertolongan pertama dengan membersihkan luka
menggunakan air bersih mengalir, tekan luka untuk menghentikan
perdarahan, dan pakailah plester.

Referensi :

http://www.gmf-aeroasia.co.id/wp-content/uploads/bsk-pdf-
manager/125_PERMENAKERTRANS_NO._PER.08_MEN_VII_2010_TEN
TANG_ALAT_PELINDUNG_DIRI.PDF
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/997/1/10E00560.pdf