Anda di halaman 1dari 5

SAP NUTRISI UNTUK PASIEN STROKE

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)


STIKES PEMKAB JOMBANG
S1 KEPERAWATAN KELOMPOK 5

Pokok Bahasan : Nutrisi pada Pasien Stroke


Sasaran : Pasien dan Keluarga Pasien
Hari / tanggal : Sabtu, 25 Desember 2010
Waktu : 30 menit
Tempat : Paviliun Flamboyan

I. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM


Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 1 x 30 menit diharapkan pasien dan
keluarga pasien dapat memahami tentang Nutrisi pada pasien stroke dan cara pemberian
nutrisi per sonde/ Naso Gastric Tube (NGT).

II. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS


1. Keluarga dapat menyebutkan pengertian nutrisi, indikasi pemberian makanan lewat
Sonde, tujuan pemberian makanan lewat Sonde, jenis makanan, teknik pemberian
makanan lewat Sonde, dan posisi pasien saat pemberian makanan lewat Sonde.
2. Keluarga dapat berperan dalam melakukan pemberian makanan lewat Sonde
terhadap anggota keluarga yang menderita Stroke/CVA.

III. MATERI PENGAJARAN


1. Pengertian Nutrisi
2. Indikasi pemberian makanan lewat Sonde
3. Tujuan pemberian makanan lewat Sonde
4. Jenis makanan
5. Teknik pemberian makanan lewat Sonde
6. Posisi pasien saat pemberian makanan lewat Sonde.

IV. METODE
Ceramah dan tanya jawab.
Penyuluhan dilakukan dengan media diskusi secara terbuka, yaitu dengan memberikan
pendidikan kesehatan kepada keluarga. Keluarga dapat mengajukan pertanyaan setelah
penyampain materi selesai.
V. MATERI
Terlampir

VI. MEDIA
Leaflet dan lembar balik.

VII. KEGIATAN PENYULUHANNO KEGIATAN WAKTU EVALUASI


1. Memberi salam, menanyakan keadaan klien 5
Klien menjawab salam, mempersilahkan masuk dan menyetujui kontrak waktu
2. Menjelaskan maksud kedatangan dan membuat kontrak waktu 5
Klien mendengarkan dengan seksama dan menyetujui kontrak waktu yang
ditetapkan bersama
3. Melakukan pendidikan kesehatan tentang Nutrisi pada pasien stroke 10
Klien memperhatikan dengan seksama.
4. Menanyakan kepada klien tentang kejelasan materi yang disampaikan.
Mempersilahkan pasien/ keluarga pasien mengajukan pertanyaan 5
Menanggapi dengan melakukan pertanyaan

Menjawab pertanyaan dari pasien atau keluarga.


5. Mengakhiri kontrak waktu dan berpamitan kepada pasien dan keluarganya
5
Klien dan keluarga mempersilahkan dengan baik

Moderator : Puguh Satriya


Penyaji : Mimma Miftaria
Observer : Hafifah Parwaningtyas
Fasilitator : Mardiani S.

VIII. EVALUASI
1. Evaluasi structural
a. Satuan Acara Pengajaran sudah siap sesuai dengan masalah keperawatan
b. Kontrak waktu sudah tepat dengan kelompok masyarakat
c. Media sudah disiapkan yaitu Leaflet
2. Evaluasi Proses
a. Peserta yang hadir
b. Media dapat digunakan dengan baik
c. Pendidikan kesehatan dapat dilaksanakan sesuai waktu.
d. Partisipasi peserta yang hadir
e. Peserta dapat mengikuti sampai selesai
3. Evaluasi Hasil
a. Kelompok masyarakat dapat menjelaskan tentang nutrisi per sonde = .%
b. Kelompok masyarakat dapat menjelaskan dan memperagakan pemberian makanan
per sonde = .%

IX. DAFTAR PUSTAKA


Ambarwati, Eny Retna. 2009. MEMBERI MAKAN MELALUI SELANG NGT.
http://enyretnaambarwati.blogspot.com/2009/12/memberi-makan-melalui-selang-
ngt.html
Elly, Nurrachmah. 2001. Nutrisi dalam keperawatan. Jakarta. CV Sagung Seto
Kusumadian, Intan, AmG. 2010. Diit Pada Penderita CVA.
http://radioharmonifm.com/home/diit-pada-penderita-cva-stroke/
MATERI PENYULUHAN

Program rehabilitasi Stroke ada 3, yaitu rehabilitasi bahasa, bicara, dan rehabilitasi
fungsi menelan. Akibat dari stroke ini salah satunya dapat mempengaruhi kemampuan
penderita dalam menelan makanan yang pada akhirnya berakibat penurunan status gizi,
oleh karena itu dibutuhkan diit khusus bagi penderita stroke.

1. Pengertian
Nutrisi adalah semua makanan yang mengandung zat-zat gizi yang dibutuhkan oleh
tubuh baik untuk mempertahankan keseimbangan metabolisme ataupun sebagai
pembangun.
Selang Nasogastrik atau NG tube adalah suatu selang yang dimasukkan melalui hidung
sampai ke lambung. Sering digunakan untuk memberikan nutrisi dan obat-obatan
kepada seseorang yang tidak mampu untuk mengkonsumsi makanan, cairan, dan obat-
obatan secara oral. Juga dapat digunakan untuk mengeluarkan isi dari lambung dengan
cara disedot.

2. Indikasi pemberian makanan lewat Sonde


Pasien dengan gangguan fungsi menelan.
Pasien yang mengalami gangguan Nutrisi (kurang dari kebutuhan tubuh) berhubungan
dengan ketidaksadaran

3. Tujuan pemberian makanan lewat Sonde


1. Memberikan makanan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi pasien dengan
memperhatikan keadaan dan menghindari komplikasi penyakit
2. Mencegah terjadinya aspirasi atau tersedak
3. Mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit
4. Untuk memberikan obat yang harus diminum (contoh: pil, puyer, dan sirup)

4. Jenis makanan
Makanan yang dapat diberikan adalah makanan cair, makanan yang diblender halus,
dan formula khusus makanan enteral

Diit untuk penderita stroke biasa kita sebut dengan diit stroke. Bagi penderita stroke
sebaiknya menghindari makanan yang berlemak dan berkadar natrium tinggi. Beberapa
makanan yang tidak disarankan untuk dikonsumsi adalah :
- Semua makanan yang digoreng, semua daging yang berlemak (kambing, babi, ham,
sosis, kullit ayam, lemak hewan)
- Jerohan, kepiting, cumi-cumi, udang dan kerang, ikan laut, ikan asin, ikan pindang,
teri, udang kering, telur asin
- Roti, kue yang mengandung soda kue atau garam
- Margarine , mentega
- Garam dapur, vetsin, soda kue, kecap, maggi, petis, tauco, saus tomat
- Bahan makanan yang menimbulkan gas seperti ubi, kacang merah, sawi, lobak
- Buah-buahan yang masam atau bergas seperti nanas, kedondong, nangka dan durian
- Minuman yang mengandung alkohol, soda, kopi, teh kental
Natrium adalah sejenis mineral yang diperlukan oleh tubuh kita tetapi tubuh sering
mendapatkannya lebih banyak dari yang dibutuhkan. Dan konsumsi natrium yang
berlebih menyebabkan konsentrasi natrium didalam cairan ekstraseluler meningkat dan
untuk menormalkannya cairan intraseluler ditarik keluar sehingga volume cairan
ekstraseluler meningkat. Meningkatnya volume cairan ekstraseluler menyebabkan
meningkatnya volume darah, sehingga berdampak timbulnya hipertensi. Karena itu
disarankan mengurangi konsumsi garam natrium yaitu tidak lebih dari 6 gram per hari,
atau setara dengan 1 sdt.

5. Teknik pemberian makanan lewat Sonde


PERSIAPAN
1. Air matang
2. Makanan cair / obat
3. Corong/ Spuit 20-50cc
4. Gelas
5. Tissue
6. Perlak/pengalas

PROSEDUR
Perhatikan posisi selang sebelum makanan diberikan, selang lepas dari fiksasi (plester
lepas) ataukah terlipat keluar di rongga mulut.
Menyiapkan alat disamping tempat tidur
Menyiapkan makanan dan obat (jika ada) yang akan diberikan.
Membantu pasien dalam posisi semi fowler di tempat tidur atau duduk di kursi. Jika
posisi duduk merupakan kontra indikasi bagi klien, posisi miring kanan dengan kepala
agak tinggi boleh dilakukan.
Memasang pengalas di atas dada
mencuci tangan
Memasang corong
Memasukkan air matang, membuka klem, tinggikan 30 45 cm, sebelum habis klem
kembali
Memasukkan makanan cair, membuka klem, meninggikan 30 45 cm, klem kembali
sebelum habis
Memasukkan air matang, membuka klem, tinggikan 30 45 cm, sebelum air habis klem
kembali
Menutup ujung NGT dengan spuit/klem
Membersihkan sisa makanan (bila ada yang tumpah atau dimuntahkan) pada pasien
Membantu pasien mengatur posisi yang nyaman sesuai keinginan klien, setelah 30
menit pemberian makanan.
Merapikan dan membersihkan alat
Mencuci tangan

6. Posisi pasien saat pemberian makanan lewat Sonde.


a. Pasien diposisikan setengah duduk dengan sudut 30 45 dari abdomen jika
naik.
b. Pemberian makanan ke dalam sonde dengan ketinggian sekitar 30 45 cm dari
abdomen
7. Perhatikan interaksi obat dengan makanan, terutama dengan susu jika ada
pemberian obat per oral. Pemberian obat-obatan tidak dianjurkan bersamaan dengan
susu karena susu mempunyai sifat antidot, yaitu melawan racun yang masuk ke dalam
tubuh.