Anda di halaman 1dari 7

PROFIL TENAGA KEGURUAN DAN TANGGUNG

JAWAB PROFESIONAL
I. Guru sebagai Tenaga Professional
Seorang pekerja profesional, khususnya guru dapat dibedakan dari seorang
teknisi, karena disamping menguasai sejumlah teknik serta prosedur kerja tertentu,
seorang pekerja professional juga ditandai dengan adanya informed
responsiveness terhadap implikasi kemasyarakatan dari objek kerjanya. Hal ini
berarti seorang guru harus memiliki persepsi filosofis dan ketanggapan yang
bijaksana yang lebih mantap dalam menyikapi dan melaksanakan pekerjaannya.
Sehubungan dengan profesionalisme seseorang, Wolmer dan Mills
mengemukakan bahwa pekerjaan itu baru dikatakan sebagai suatu profesi, apabila
memenuhi kriteria atau ukuran-ukuran sebagai berikut:
Memiliki spesialisasi dengan latar belakang teori yang luas, maksudnya:
a. memiliki pengetahuan umum yang luas,
b. memiliki keahlian khusus yang mendalam.
c. merupakan karier yang dibina secara organisatoris,
maksudnya:adanya
keterkaitan dalam suatu organisasi professional,
d. memiliki otonomi jabatan,
e. memiliki kode etik jabatan,
f. merupakan karya bakti seumur hidup.
Diakui masyarakat sebagai pekerjaan yang mempunyai status professional,
maksudnya:
a. memperoleh dukungan masyarakat,
b. mendapat pengesahan dan perlindungan hokum,
c. memiliki persyaratan kerja yang sehat,
d. memiliki jaminan hidup yang layak.
Secara garis besar ada tiga tingkatan kualifikasi professional guru sebagai
tenaga professional tenaga kependidikan.
1.Tingkatan capability personal, guru diharapkan memiliki pengetahuan,
kecakapan dan keterampilan serta sikap yang lebih mantap dan memadai
sehingga mampu mengelola proses belajar-mengajar secara efektif.
2.Guru sebagai motivator, yakni sebagai tenaga kependidikan yang memiliki
komitmen terhadap upaya perubahan dan informasi.
3.Guru sebagai developer, guru harus memiliki profesi keguruan yang
mentap dan luas perspektifnya. Guru harus mampu dan mau melihat jauh
ke depan dalam menjawab tantangan-tantangan yang dihadapi oleh sector
pendidikan sebagai suatu system.
Kualifikasi pada tingkat pertama tentunya merupakan dasar yang harus
dimiliki oleh setiap guru, untuk kemudian menuju pada tingkat kesempurnaan
yakni inovator dan developer. Oleh karena itu, ada sementara pendapat bahwa
yang berperan sebagai inovator dan developer itu biasanya guru-guru yang
angkatannya sudah agak lama, dengan alas an mereka sudah memiliki banyak
memiliki pengalaman kerja.
A. Pengertian guru profesional
Guru yang professional adalah guru yang memiliki seperangkat
kompetensi (pengetahuan ,keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki,
dihayati, dan dikuasai oleh guru dan melaksanakan tugas keprofesionalannya.
Kompetensi yang harus dimiliki oleh guru berdasarkan Undang-undang Nomor 14
Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pada Bab IV Pasal 10 ayat 91), yang
menyatakan bahwa kompetensi guru meliputi kompetensi pedagogic, kompetensi
kepribadian, kompetensi social, dan kompetensi professional yang diperoleh
melalui pendidikan profesi. Berikut penjabaran dari kompetensi kompetensi yang
dimiliki seorang guru :
1. Memiliki Kompetensi Kepribadian, yaitu kemampuan personal yang
mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan
berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia.
2. Memiliki Kompetensi Pedagogik, yaitu kemampuan yang berkenaan
dengan pemahaman peserta didik dan pengelola pembelajaran yang
mendidik.
3. Memiliki Kompetensi Profesional, yaitu kemampuan yang berkenaan
dengan penguasaan materi pembelajaran bidang studi secara luas dan
mendalam yang mencakup penguasaan substansi isi materi kurikulum
mata pelajaran di sekolah dan substansi keilmuan yang menaungi materi
kurikulum tersebut, serta menambah wawasan keilmuan sebagai guru.
4. Memiliki Kompetensi Sosial, yaitu berkenaan dengan kemampuan
pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul
secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan,
orangtua/wali peserta didik, dan masyarakat.
B. Peranan Dan Tugas Serta Tanggung Jawab Seorang Guru
Peters dan Amstrong, membagi tugas dan tanggung jawab guru menjadi
lima kategori, yakni:
1. Guru bertanggung jawab dalam pengajaran.
Tanggung jawab guru yang terpenting ialah memberikan pengajaran
kepada siswa guna mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang diinginkan.
Guru harus membimbing siswa agar mereka memperoleh keterampilan-
keterampilan, pemahaman, perkembangan berbagai kemampuan, kebiasaan-
kebiasaan yang baik, dan perkembangan sikap serasi.
2. Guru bertanggung jawab dalam memberikan bimbingan.
Guru memberi tekanan kepada tugas, memberikan bantuan kepada siswa
dalam pemecahan masalah yang dihadapinya. Tugas ini merupakan aspek
mendidik, sebab tidak hanya berkenaan dengan penyampaian ilmu pengetahuan
tetapi juga menyangkut pengembangan kepribadian dan pembentukan nilai-nilai
para siswa.
Guru perlu menghormati pribadi anak, supaya mereka menjadi pribadi
yang tahu akan hak-hak orang lain. Kebiasaan, sikap, dan apresiasinya harus
dikembanggkan, hingga pada waktunya mereka menjadi nabusia yang mengerti
akan hak dan tanggung jawab sebagai anggota masyarakat yang berdiri sendiri.
Karena itu guru harus memahami benar tentang masalh bimbingan belajar,
bimbingan pendidikan, bimbingan pribadi, dan terampil dalam memberikan
penyuluhan dengan tepat.
3. Guru bertanggung jawab dalam mengembangkan kurikulum.
Sesungguhnya guru merupakan seorang key person yang paling
mengetahui tentang kebutuhan kurikulum yang sesuai dengan tingkat
perkembangan siswa. Untuk mengubah kurikulum itu bukan tidak mungkin, akan
tetapi dalam rangka mambuat atau memperbaiki proyek-proyek pelaksanaan
kurikulum, yang berhubungan dengan tugas dan tanggung jawabnya. Paling tidak
dia berkewajiban memberi saran-saran yang berguna demi penyempurnaan
kurikulum kepada pihak yang berwenang.
Dalam hubungan ini guru dapat melakukan banyak hal, antara lain:
menyarankan ukuran-ukuran yang mungkin dapat digunakan dalam memilih
bahan kurikulum, berusaha menemukan minat, kebutuhan dan kesanggupan
siswa, berusaha menemukan cara-cara
yang tepat agar antara sekolah dan masyarakat terjalin hubungan kerja
sama yang seimbang, mempelajari isi dan bahan pelajaran pada setiap kelas dan
meninjaunya dalam hubungan dengan praktek sehari-hari.
4. Tanggung jawab dalam mengembangkan profesional guru.
Guru sangat perlu meningkatkan peranan dan kemampuan profesionalnya.
Tanpa adanya kecakapan yang maksimal yang dimiliki oleh guru maka kiranya
sulit bagi guru tersebut mengembang dan melaksanakan tanggung jawabnya
dengan cara yang sebaik-baiknya. Peningkatan kemampuan itu meliputi
kemampuan untuk melaksanakan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas-
tugas di dalam sekolah dan kemampuannya yang diperlukan untuk merealisasikan
tanggung jawabnya di luar sekolah.
5. Tanggung jawab dalam membina hubungan dengan masyarakat.
Guru tak mungkin melaksanakan pekerjaannya secara efektif, jika seorang
guru tidak mengenal masyarakat seutuhnya dan secara lengkap. Harus dipahami
dengan baik tentang pola kehidupan, kebudayaan, minat, dan kebutuhan
masyarakat, karena perkembangan sikap, minat, aspirasi anak sangat banyak
dipengaruhi oleh masyarakat sekitarnya. Ini berarti, bahwa dengan mengenal
masyarakat, guru dapat mengenal siswa dengan menyesuaikan pelajarannya
secara aktif.
II. Profil Ideal Seorang Guru
Menurut kami, profil guru ideal dapat diartikan dengan melihat berbagai
sudut pandang yang berbeda. Secara konseptual guru yang diharapkan adalah
sosok guru yang ideal diidamkan oleh setiap pihak yang terkait. Berikut akan
dijabarkan profil guru yang ideal dilihat dari berbagai sudut pandang:
1.Dilihat dari sudut pandang siswa, guru ideal adalah guru yang dapat
dijadikan sebagai sumber motivasi belajar, sumber keteladanan, ramah
dan penuh kasih sayang. Sebagai teladan guru harus memiliki
kepribadian yang dapat dijadikan profil dan idola, seluruh
kehidupannya adalah figur bagi anak didik dan masyarakat. Guru ideal
adalah guru yang tidak materialistis. Artinya guru dalam perlakuannya
terhadap anak didik tidak membedakan murid yang kaya dan miskin.
Selain itu guru juga tidak pilih kasih dan obyektif dalam segala hal,
dapat menjawab pertanyaan secara gamblang, jelas dan mudah
diterima. Guru dalam penampilannya rapi, tidak lusuh, tapi juga tidak
terlalu berlebihan sehingga murid merasa nyaman saat melihatnya.
Sedikit saja guru berbuat yang tidak baik atau kurang baik, akan
mengurangi kewibawaannya.
2.Dari sudut pandang orang tua, guru yang diharapkan adalah sosok yang
dapat menjadi mitra pendidik bagi siswa. Di sini orang tua memiliki
harapan pada guru agar mereka dapat menjadi orang tua kedua di
sekolah. Selain itu, guru ideal bagi orang tua yaitu guru yang dapat
berkomunikasi baik dengan orang tua mengenai perkembangan prestasi
belajar anak didik dan juga dapat memberikan solusi atau jalan keluar
bagi anak didik yang mengalami masalah atau problem dalam belajar,
sosialisasi dengan teman, adaptasi dengan lingkungan dan juga masalah
perkembangan anak. Orang tua merupakan bagian dari masyarakat.
Masyarakat akan melihat dan menilai perbuatan guru, bagaimana guru
meningkatkan kualitas layanan pendidikannya dan bagaimana guru
memberi arahan serta dorongan kepada peserta didiknya.
3. Sedangkan dilihat dari sudut pandang pemerintah, guru yang ideal yaitu
guru yang dapat dituntut untuk profesional sebagai unsur penunjang
kebijakan pemerintah terutama di bidang pendidikan. Guru yang
profesional adalah guru yang dapat menempatkan dirinya pada
profesinya. Guru adalah orang yang profesional, artinya secara formal
mereka disiapkan oleh lembaga atau institusi pendidika yang
berwenang. Mereka dididik secara khusus memperoleh kompetensi
sebagai guru, yaitu meliputi pengetahuan, keterampilan, kepribadian,
serta pengalaman dalam bidang pendidikan. Kompetensi mengacu pada
kemampuan menjalankan tugas-tugas pelayanan pendidikan secara
mendiri. Selain itu dilihat dari tingkat pengetahuan, guru hendaknya
memiliki wawasan yang luas, mampu menguasai semua metode
pembelajaran yang secara psikologis dapat diterima muridnya. Seorang
guru mempunyai tanggung jawab terhadap keberhasilan anak didik.
Guru tidak hanya dituntut mampu melakukan transformasi seperangkat
ilmu pengetahuan kepada peserta didik (cognitive domain) dan aspek
keterampilan (pysicomotoric domain), akan tetapi juga mempunyai
tanggung jawab untuk mengajarkan dan mendidik hal-hal yang
berhubungan dengan sikap (affective domain).
4. Dari segi budaya, guru merupakan subyek yang berperan dalam proses
pewarisan budaya dari satu generasi ke generasi berikutnya dalam
pelestarian nilai-nilai budaya. Hal ini berarti, guru yang ideal adalah
guru yang dapat mewariskan dan menjaga nilai-nilai budaya bangsa
kepada anak didiknya. Dan secara otomatis guru tersebut hendaknya
dalam dirinya juga tertanam nilai-nilai budaya bangsa yang luhur.
Seorang guru dalam memberikan ilmu kepada muridnya , dituntut
untuk memiliki kejujuran dengan menerapkan apa yang diajarkan
dalam kehidupan pribadinya. Dengan kata lain, seorang guru harus
konsekuen serta konsisten dalam menjaga keharmonisan antara
ucapan, larangan, dan perintah dengan amal perbuatannya sendiri.

III. Daftar Pustaka


Dagy, Arsaun. 2011. Kedudukan Peran dan Tanggung jawab Guru
dalam Proses Pembelajaran.
http://arsaundagy.wordpress.com/kedudukan-peran-dan-tanggung-
jawab-guru-dalam-proses-pembelajaran-2/. 17 Maret 2012
Dino. 2009. Kompentesi Profesionalisme Guru. http://din07130062.
wordpress.com/kompetensi-profesionalisme-guru/. 17 Maret 2012
Einstein, Little. 2011. profesi kependidikan tentang profil tenaga
keguruan dan kopetensi guru dalam konteks keprofesian.
http://einsteinfisika.blogspot.com. 17 Maret 2012
Henni, Ridha. 2011. Profil Guru Ideal .
http://ridhahenni.blogspot.com/2011/02/profil-guru-ideal.html. 17
Maret 2012
Novianti, Ferina. 2010. Profil Tenaga Pendidik yang Ideal.
http://ferinano-vianti/ profil-tenaga-keguruan.blogspot. 17 Maret 2012.
Syaefudin Saud, Udin. 2010. Pengembangan Profesi Guru .
Bandung: Alfabeta.