Anda di halaman 1dari 28

LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I

FLUIDISASI

LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN PRAKTIKUM

OPERASI TEKNIK KIMIA 1

FLUIDISASI

GRUP K

1. Nurul Mardhiyah (1531010105)


2. Akbar Dwi K (1531010118)

Kepala Laboraturium OTK Dosen Pembimbing

(Ir. Caecilia Pujiastuti, MT) (Ir. Srie Muljani, MT)


NIP. 19630305 198803 2 00 1 NIP. 19611112 198903 2 001
Laporan Praktikum Operasi Teknik Kimia I Page 1
UPN Veteran Jawa Timur
LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I
FLUIDISASI

KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang
telah melimpahkan karunia dan hidayah-Nya sehingga Laporan Praktikum Operasi
Teknik Kimia I Fluidisasi ini dapat selesai pada waktunya.

Penyusun menyadari sepenuhnya, bahwa tanpa adanya dukungan dan


bantuan dari berbagai pihak, maka tidaklah mungkin Laporan Praktikum Operasi
Teknik Kimia I Tangki Berpengaduk ini dapat terwujud. Oleh karena itu, pada
kesempatan ini penyusun tidak lupa menyampaikan terima kasih yang sebesar-
besarnya kepada :

1. Orang tua kami tercinta, yang telah banyak memberikan doa dan dukungan baik
secara moril maupun materiil.
2. Ibu Ir. Caecilia Pujiastuti, MT selaku Kepala Laboratorium Riset dan Operasi
Teknik Kimia.
3. Ibu Ir. Srie Muljani, MT selaku Dosen Pembibing Percobaan Fluidisasi.
4. Teman-teman dan semua rekan rekan yang terkait.
Penyusun menyadari bahwa dalam penyusunan Laporan Praktikum
Operasi Teknik Kimia I Fluidisasi ini masih terdapat banyak kekurangan, oleh
karena itu atas kerja samanya yang baik penyusun mengharapkan kritik dan saran
yang membangun dalam rangka menyempurnakan Laporan Praktikum Operasi
Teknik Kimia I Fluidisasi ini.

Akhir kata penyusun berharap agar Laporan Praktikum Operasi Teknik


Kimia I Fluidisasi ini dapat memberikan manfaat dan tambahan pengetahuan
kepada para pembaca dan khususnya bagi penyusun.

Surabaya, 15 Maret 2017

Penyusun
Laporan Praktikum Operasi Teknik Kimia I Page 2
UPN Veteran Jawa Timur
LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I
FLUIDISASI

DAFTAR ISI

COVER....................................................................................................... i
LEMBAR PENGESAHAN........................................................................ 1
KATA PENGANTAR.... 2
DAFTAR ISI... 3
INTISARI... 4
BAB I. PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang...
I.2 Tujuan Percobaan..
I.3 Manfaat Percobaan.

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

II.1 Secara Umum

II. 2 Sifat Bahan

II.3 Hipotesa..........................................................................................

II.4 Diagram Alir...................................................................................

BAB III. PERCOBAAN

III.1 Bahan-bahan yang Digunakan...

III.2 Alat-alat yang Digunakan...

III.3 Gambar dan Susunan Alat ..

III.4 Rangkaian Alat...........................................................................

III.5 Prosedur Percobaan....

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

IV.1 Tabel Hasil Pengamatan..

IV.2Tabel Hasil Perhitungan..

IV.3 Grafik..

Laporan Praktikum Operasi Teknik Kimia I Page 3


UPN Veteran Jawa Timur
LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I
FLUIDISASI

IV.4 Pembahasan.

Laporan Praktikum Operasi Teknik Kimia I Page 4


UPN Veteran Jawa Timur
LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I
FLUIDISASI

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN


V.1 Kesimpulan ..

V.2 Saran..

DAFTAR PUSTAKA ..

APPENDIX...

Laporan Praktikum Operasi Teknik Kimia I Page 5


UPN Veteran Jawa Timur
LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I
FLUIDISASI

INTISARI
Fluidisasi adalah metode pengontakan buiran-butiran padat dengan fluida baik
cair maupun gas. Dengan metode ini diharapkan butiran-butiran padat memiliki
sifat seperti fluida dengan viskositas tinggi.Pada laju alir yang rendah butiran padat
dalam kolom fluidisasi akan tetap diam karena fluida hanya mengalir melalui ruang
antar partikel tanpa menyebabkan perubahan pada susunan partikel tersebut.
Keadaan yang demikian disebut sebagai unggun diam. Apabila laju alir fluida
dinaikkan akan mencapai suatu keadaan dimana unggun padatan tersebut
tersuspensi didalam aliran fluida yang melaluinya. Pada keadaan ini masing-
masing butiran akan terpisah dan bisa bergerak lebih mudah, sifat unggun akan
menyerupai cairan dengan viscositas tinggi, misalnya adanya kecenderungan untuk
mengalir, mempunyai sifat hidrostatik dan sebagainya. Atas dasar sifat ini maka
unggun ini kemudian disebut unggun terfluidakan (fluidized bed).
Percobaan fluidisasi kali ini menggunakan 4 variabel bukaan kran, yaitu 1/8,
1/3, 2/5, dan 3/4. Dimana setiap percobaannya menggunakan waktu sebanyak 5
detik. Pertama yang harus dilakukan sebelum percobaan adalah mengecek kondisi
dari alat Fluidisasi apakah masih berjalan dengan baik dengan cara menyalakan
pompa dengan posisi kran tengah ditutup, kran atas dan bawah dibuka. Kemudian
setelah debitnya mulai konstan bisa dimulai percobaan. Misalnya untuk bukaan
kran sebesar 1/8, kran tengah dibuka dank ran bawah ditutup. Diamati kenaikan
tinggi unggun dan pada manometer. Serta ditampung volume air yang keluar pada
tangki overflow. Begitu seterusnya untuk bukaan kran sebesar 1/6,1/4, dan 1/3.
Dari percobaan Fuidisasi yang telah dilakukan dengan menggunakan
variable bukaan kran1/8, 1/6,1/4, dan 1/3.didapatkan hasil untuk laju alir akan
semakin besar ketika bukaan krannya semakin besar. Laju alir berpengaruh pada
tinggi unggun yang bergerak, dimana semakin besar laju alir maka tinggi unggun
yang bergerak juga akansemakin besar. Begitu pula untuk kecepatan liniernya,
semakin besar laju alirnya maka kecepatan liniernya semakin besar. Selain bukaan
kran berpengaruh pada laju alir, kecepatan linier dan tinggi unggun, bukaan kran
juga berpengaruh pada kecepatan fluidisasi minimumnya (Umf). Seharusnya
semakin besar bukaan kran maka kecepatan fluidisasi minimumnya semakin besar.

Laporan Praktikum Operasi Teknik Kimia I Page 6


UPN Veteran Jawa Timur
LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I
FLUIDISASI

BAB I

PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang

Fluidisasi adalah metode pengontakan butiran butiran padatan dengan fluida


baik gas maupun cair. Pada laju alir yang rendah butiran padat pada kolom fluidisasi
akan tetap diam karena fluida hanya mengalir melalui ruang antar partikel tanpa
menyebabkan perubahan pada susunan partikel tersebut. Keadaan yang demikian
disebutdenggan unggun diam. Dalam dunia industri, fluidisasi diaplikasikan dalam
banyak hal seperti transportasi bentuk padatan, pencampuran untuk padatan halus,
pelapisan panas, pelapisan plastik pada permukaan logam, proses drying dan sizing
pada pembakaran.

Pada percobaan fluidisasi hal yang harus dilakukan adalah dengan menentukan
densitas air, dan mengukur butiran padatan. Selanjutnya mengukur diameter kolom
fluidisasi yng digunakan dan mengukur tinggi dari unggun diam. Mengisi bak
penampung dengan air dan nyalakan pompa, buka kran atas dan bawah sampai aliran
menjadi stabil dan buka kran tengah dengan variabel yang ditentukan. Tentukan operasi
fluidisasi dengan mengalirkan air dengan bukaan valve yang telah ditentukan dengan
mengukur penurunan tekanan(P) dengn bantuan manometer didalam kolom yang
berisis padatan untuk laju alir yang berbeda. Mengukur tinggi unggun yang
terfluidikan. Tampung air yang keluar dari tangki overflow 5 detik. Menentukan
kecepatan minimum fluidisasi.

Tujuan dari percobaan fluidisasi ini adalah menentukan kurva karakteristik


fluidisasi yaitu kurva yang menggambarkan hubungan pressure drop(P) unggun
dengan kecepatan superfisial (V). Untuk menentukan kecepatan fluidisasi minimum.
Untuk mengetahui fenomena fenomena yang terjadi selama operasi fluidisasi
berangsung secara visual.

Laporan Praktikum Operasi Teknik Kimia I Page 7


UPN Veteran Jawa Timur
LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I
FLUIDISASI

I.2 Tujuan

1. Untuk menentukan kurva karakteristik fluidisasi yaitu kurva yang


menggambarkan hubungan pressure drop(P) unggun dengan kecepatan
superfisial (V).
2. Untuk menentukan kecepatan fluidisasi minimum.
3. Untuk mengetahui fenomena fenomena yang terjadi selama operasi
fluidisasi berangsung secara visual.

I.3 Manfaat

1. Agar praktikan dapat mengetahui factor factor yang mempengaruhi fluidisasi.


2. Agar praktikan dapat mengetahui cara kerja alat fluidisasi.
3. Agar praktikan dapat mengetahui prinsip prinsip fluidisasi.

Laporan Praktikum Operasi Teknik Kimia I Page 8


UPN Veteran Jawa Timur
LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I
FLUIDISASI

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

I.1 Secara Umum

Fluidisasi adalah metoda pengontakan butiran-butiran padat dengan fluida baik


cair maupun gas. Dengan metoda ini diharapkan butiran-butiran padat memiliki sifat
seperti fluida dengan viskositas tinggi. Sebagai ilustrasi, tinjau suatu kolom berisi
sejumlah partikel padat berbentuk bola. Melalui unggun padatan ini kemudian
dialirkan gas dari bawah ke atas. Pada laju alir yang cukup rendah, butiran padat akan
tetap diam, karena gas hanya mengalir dari bawah ke atas. Pada laju alir yang cukup
rendah, butiran padat akan tetap diam, karena gas hanya mengalir melalui ruang antar
partikel tanpa menyebabkan perubahan susunan partikel tersebut. Keadaan yang
demikian disebut unggun diam atau fixed bed.

Kalau laju alir kemudian dinaikkan, akan sampai pada suatu keadaan di mana
unggun padatan akan tersuspensi di dalam aliran gas yang melaluinya.

II.1.1 Fenomena-Fenomena Fluidisasi

Fenomena-fenomena yang dapat terjadi pada prose fluidisasi antara lain:

a. Fenomena fixed bed yang terjadi ketika laju alir fluida kurang dari laju
minimum yang dibutuhkan untuk proses awal fluidisasi. Pada kondisi ini
partikel padatan tetap diam.
b. Fenomena minimum or incipient fluidization yang terjadi ketika laju alir fluida
mencapai laju alir minimum yang dibutuhkan untuk proses fluidisasi. Pada
kondisi ini partikel-partikel padat mulai terekspansi.
c. Fenomena smooth or homogenously fluidization terjadi ketika kecepatan dan
distribusi aliran fluida merata, densitas dan distribusi partikel dalam unggun
sama atau homogen sehingga ekspansi pada setiap partikel padatan seragam.
d. Fenomena bubbling fluidization yang terjadi ketika gelembung gelembung
pada unggun terbentuk akibat densitas dan distribusi partikel tidak homogen.
(Rosalina,2013)

Laporan Praktikum Operasi Teknik Kimia I Page 9


UPN Veteran Jawa Timur
LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I
FLUIDISASI

Untuk bubbling fluidization,ekspansi dari dasar yang datang sebagian besar dari
jarak diam dari gas gelembung sejak padatan berbentuk tidak ekspansi dengan
signifikas dengan pertambahan aliran total.
(McCabe,1993)

e. Fenomena slugging fluidization yang terjadi ketika gelembung-gelembung


besar yang mencapai lebar dari diameter kolom terbentuk pada partikel-partikel
padat. Pada kondisi ini terjadi penorakan sehingga partikel-partikel padat
seperti terangkat.
f. Fenomena chanelling fluidization yang terjadi ketika dalam ungggun partikel
padatan terbentuk saluran-saluran seperti tabung vertikal.
g. Fenomena disperse fluidization yang terjadi saat kecepatan alir fluida
melampaui kecepatan maksimum aliran fluida. Pada fenomena ini sebagian
partikel akan terbawa aliran fluida dan ekspansi mencapai nilai maksimum.
(Rosalina,2013)
h. Ekspansi dari fluidisasi
dengan memperluas dasaran kecepatan diluaran dan sejak tekanan total turun
tetap konstan, tekanan turun per unit panjang potongan dari pertambahan.
i. Particulate Fluidization
Untuk ekspanssi yang seragam dan persamaan Ergun yang mana menrapkan
padatan diam/tetap.
(McCabe,1993)

II.1.2 Faktor-Faktor yang mempengarui Fluidisasi


1. Laju alir
Semakin besar laju alir yang diberikan tinggi unggun bergerak semakin
bertambah karena tekanan yang diberikan semakin besar.
2. Diameter kolom fluidisasi
Semakin besar diameter kolom fluidisasi maka harga NRe nya semakin besar
pula.
3. Berat jenis partikel
Berat jenis partikel mempengaruhi gerak tinggi unggun.

Laporan Praktikum Operasi Teknik Kimia I Page 10


UPN Veteran Jawa Timur
LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I
FLUIDISASI

4. Ukuran partikel
Ukuran partikel mempengaruhi gerak tinggi unggun.
5. Putaran kran
Semakin besar putaran kran maka laju alir juga akan semakin besar sehingga
tingggi unggun yang bergerak akan semakin bertambah.

(Redypta,2015)

II.1.3 Hilang Tekanan (Pressure Drop)

Aspek utama yang akan ditinjau dalam percobaan ini adalah mengetahui
besarnya hilang tekan (pressure drop) di dalam unggun padatan yang terfluidakan. Hal
tersebut mempunyai arti yang cukup penting karena selain erat sekali hubungannya
dengan besarnya energi yang diperlukan, juga bisa memberikan indikasi tentang
kelakuan unggun selama operasi berlangsung. Penentuan besarnya hilang tekan di
dalam unggun terfluidakan terutama dihitung berdasarkan rumus-rumus yang
diturunkan untuk unggun diam, terutama oleh Balke, Kozeny, Carman, dll.

II.1.4 Hilang Tekanan Dalam Unggun Diam

Korelasi-korelasi matematik yang menggambarkan hubungan antara


kehilangan tekanan dengan laju alir fluida di dalam suatu sistem unggun diperoleh
melalui metode-metode yang bersifat semi empiris dengan menggunakan bilangan-
bilangan yang tak berdimensi. Untuk aliran laminer dimana kehilangan energi terutama
disebabkan oleh Viscous Loses, Blake memberikan hubungannya.

II.1.5 Hilang Tekanan Dalam Unggun Terfluidisasikan(Fluidized Bed)

Untuk unggun terfluidisasikan persamaan yang menggambarkan P/L dan U


yang biasanya digunakan adalah persamaan Ergun.

Keadaannya dimana partikel-partikel zat padat seolah-olah terapung di dalam


fluida, akan terjadi kesetimbangan antara berat partikel dengan gaya apung dari fluida
di sekelilingnya.

Gaya berat oleh fluida yang naik = berat partikel gaya apung

Atau:

Laporan Praktikum Operasi Teknik Kimia I Page 11


UPN Veteran Jawa Timur
LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I
FLUIDISASI

[kehilangan tekanan pada unggun][Luas penampang]=[volume unggun][densitas zat


padat densitas fluida]

[P][A] = [A.t][1-f][p-p] g/gc .....(1)

PL = ][1-f][p-p] g/gc .....(2)

Dimana :

P = Hilang Tekanan pada unggun(atm)

A= Luas penampang(cm2)

f= Porositas unggun

p1 = densitas zat padat (gr/cm3)

p2 = densitas fluida (gr/cm3)

II.1.6 Kecepatan Minimum Fluidisasi

Yang dimaksud kecepatan minimum fluidisasi (Umf), adalah kecepatan


superficial fluida minimum dimana fluida mulai terjadi.

II.1.6 Penggunaan Proses Fluidisasi Dalam Industri

1. Operasi Secara Fisik (Physical Operation), seperti:


a. Transportasi: Sifat fluidisasi pada fluidized bed juga merupakan sifat yang
sama dengan cairan dan sifat ini sangat efektif digunakan untuk alat
transportasi dari bubuk padatan.
b. Heat Exchanger (HE): Fluidized bed dapat digunakan untuk HE operasi fisik
dan kimia kareana kemampuannya untuk mempercepat perpindahan panas
dan menjaga suhu menjadi konstan dengan ditunjukkan sebagian kecil dari
bermacam penggunaan dalam lingkup ini.
c. Adsorpsi: Proses adsorpsi multistages fluid chart untuk pemisahan dan
pemurnian kembali komponen gas.
2. Operasi Secara Kimia

Contoh: Reaksi gas dengan katalis padat dan reaksi padat dengan gas.

Laporan Praktikum Operasi Teknik Kimia I Page 12


UPN Veteran Jawa Timur
LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I
FLUIDISASI

II.1.7 Aplikasi Fluidisasi Dalam Industri

a. Gasifikasi : batubara
b. Transportasi : Fluidisasi dapat terfluidisasikan sama seperti cairan, sifat ini
digunakan untuk transportasi padat berupa serbuk. Pencampuran bubuk halus
(dengan ukuran partikel berlainan)
c. HE

Pelapisan bahan peledak pada permukaan logam dan Drying dan sizeing.

(Rosalina,2013)

II.2 Sifat Bahan

1. Air
A. Sifat Fisika
a. Massa molar : 18,0153 gr/mol
b. Densitas dan fase : 0,998 gr/cm3 (cairan pada 200C)
c. Titik lebur : 00C (273,15 K)
d. Titik Didih : 1000C (373,15 K)
e. Kalor Jenis : 4184 J/KgK
B. Sifat Fisika
a. Rumus molekul :H2O
b. Tidak berwarnaa
c. Tidak berasa
d. Tidak berbau
e. Melarutkan banyak zat
(Anonim,2017,Air)
2. Pasir
A. Sifat Fisika
a. Pasir merupakan bahan berbutir
b. Berukuran 0,0623 m hingga 2 m
c. Pasir berasa kesat apabila digeser antar jari
B. Sifat Kimia
a. Nilai pasir antara -1 hingga +4

Laporan Praktikum Operasi Teknik Kimia I Page 13


UPN Veteran Jawa Timur
LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I
FLUIDISASI

b. Kandungan pasir yakni silika(silikon teroksida (SiO2)


c. Tidak beracun

(Anonim,2017,Pasir)

II.3 Hipotesa

Pada percobaan fluidisasi, semakin besar bukaan kran maka penurunan tekanan
(P), tinggi Unggun,Laju Alir dan Volume Air juga semakin besar.

Laporan Praktikum Operasi Teknik Kimia I Page 14


UPN Veteran Jawa Timur
LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I
FLUIDISASI

II.4 Diagram Alir

Mengukur densitas air dan ukur butiran padatan

Mengukur diamter kolom fluidisasi

Mengukur tinggi unggun diam

Isi bak penampung dengan air

Nyalakan Pompa

Buka kran atas dan bawah sampai aliran konstan

Tutup kran atas dan buka kran tengah dengan bukaan 1/8, 1/6, , 1/3

Ukur penurunan tekanan (P) didalam kolom yang berisi padatan


untuk laju alir yang berbeda-beda

Ukur tinggi unggun terfluidikan

Tampung air yang keluar selama 5 detik

Tentukan kecepatan minimum fluidisasi

Laporan Praktikum Operasi Teknik Kimia I Page 15


UPN Veteran Jawa Timur
LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I
FLUIDISASI

BAB III
PELAKSANAAN PRAKTIKUM

III.1Bahan

1. Air
2. Pasir

III.2 Alat

1. Serangkaian alat fluidisasi


2. Gelas Ukur
3. Piknometer
4. Stopwatch
5. Beaker glass
6. Neraca analitik

III.3 Gambar Alat

Neraca analitik Beaker glass Gelas ukur Stopwatch Piknometer

Laporan Praktikum Operasi Teknik Kimia I Page 16


UPN Veteran Jawa Timur
LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I
FLUIDISASI

III.4 Rangkaian Alat

Serangkaian alat fluidisasi

III.5 Prosedur Praktikum

1. Tentukan densitas air dan ukur butiran padatan.


2. Ukur diameter kolom fluidisasi
3. Isi tangki penampung dengan air secukupnya dan mengukur tinggi unggun
diam
4. Membuka kran bagian bawah dan atas sehingga air mengalir melalui pompa
dan keluar ke bak penampung hingga aliran stabil.
5. Membuka kran tengah dan menutup kran atas dengan putaran 1/8, 1/3, 2/5,
dan 3/4.,sehingga fluida masuk ke kolom fluidisasi, ukur penurunan tekanan
dan tinggi unggun terfluidakan.
6. Tampung dan ukur volume fluida overflow selama 5 detik.
7. Tentukan keceptan minimum fluidisasi.

Laporan Praktikum Operasi Teknik Kimia I Page 17


UPN Veteran Jawa Timur
LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I
FLUIDISASI

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

IV.1 Tabel Pengamatan

Tinggi Unggun Volume Selisih Manometer


Bukaan
cm ml cmHg
1 7 1 0 1 0
2 7 2 0 2 0
1/8;
3 7 3 0 3 0
Rata-Rata 7 Rata-Rata 0 Rata-Rata 0
1 11,5 1 760 1 0,4
2 11,5 2 770 2 0,4
1/3;
3 11,2 3 730 3 0,5
Rata-Rata 11,4 Rata-Rata 753,33 Rata-Rata 0,433
1 12 1 950 1 0,5
2 12,5 2 970 2 0,6
2/5;
3 12 3 940 3 0,5
Rata-Rata 12,167 Rata-Rata 953,33 Rata-Rata 0,533
1 13 1 1240 1 0,7
2 13,5 2 1240 2 0,7
3/4;
3 13 3 1230 3 0,7
Rata-Rata 13,167 Rata-Rata 1236 Rata-Rata 0,7

Laporan Praktikum Operasi Teknik Kimia I Page 18


UPN Veteran Jawa Timur
LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I
FLUIDISASI

Laporan Praktikum Operasi Teknik Kimia I Page 19


UPN Veteran Jawa Timur
LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I
FLUIDISASI

IV.3 Grafik

2.5
Kecepatan Linear (V0) 1.983471074
2
1.529808232
1.5
1.20885822

0.5

0
0
0 2 4 6 8 10 12 14
Tinggi Unggun

Grafik 1. Hubungan antara tinggi unggun ( cm ) dengan kecepatan linier (V0)

70
59.56881064
60

50 45.94413202

40 36.3051659
Nre

30

20

10
0
0
0 2 4 6 8 10 12 14
Tinggi Unggun

Grafik 2. Hubungan antara tinggi unggun ( cm ) dengan bilangan reynold (Nre)

Laporan Praktikum Operasi Teknik Kimia I Page 20


UPN Veteran Jawa Timur
LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I
FLUIDISASI

10
8.8753
9
8
6.757907
7
P Pengamtan

6 5.490007

5
4
3
2
1 0
0
0 0.5 1 1.5 2 2.5
Kecepatan Linear (V0)

Grafik 3. Hubungan antara kecepatan linier (Vo) dengan penurunan tekanan


(P)

300
247.2
250
Laju Alir (Q)

190.66
200
150.66
150

100

50
0
0
0 2 4 6 8 10 12 14
Tinggi Unggun

Grafik 4. Hubungan antara tinggi unggun (cm) dengan laju alir (Q)

Laporan Praktikum Operasi Teknik Kimia I Page 21


UPN Veteran Jawa Timur
LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I
FLUIDISASI

0 0
0 2 4 6 8 10 12
-100

-200
Umf Pengamatan
-300

-400

-500

-600

-700
-818.674878 -813.9093531
-800

-900 -808.5084248
Tinggi unggun

Grafik 5. Hubungan antara tinggi unggun (cm) dengan Umf Ergun.

IV.4 Pembahasan

Pada percobaan ini dilakukan operasi fluidisasi dengan mengalirkan air dari
dasar kolom untuk mengalirkan padatan dalam kolom fluidisasi (pasir silica) dengan
bukaan valve yang berbeda beda.
Dari percobaan fuidisasi yang telah dilakukan dengan menggunakan variable
bukaan kran 1/8, 1/3,2/5, dan 3/4, didapatkan hasil untuk laju alir akan semakin besar
ketika bukaan krannya semakin besar. Laju alir berpengaruh pada tinggi unggun yang
bergerak, semakin besar laju alir maka tinggi unggun yang bergerak juga akan semakin
tinggi. Sifat tinggi unggun pada saat kran mulai dibuka akan mengikuti sifat fluidanya
yaitu bergerak mengalir keatas mengikuti arah aliran fluidanya. Begitu pula untuk
kecepatan liniernya, semakin besar laju alirnya maka kecepatan liniernya semakin
besar. Jadi semakin besar bukaan kran akan berpengaruh pada laju alir, kecepatan linier
dan tinggi unggun yang bergerak juga semakin besar.
Dalam perhitungan pressure drop (P) dimana didapatkan bahwa P
pengamatan lebih besar dari perhitungan denganErgun. Untuk Umf perhitungan lebih
kecil nilainya dibandingkan dengan Umf pengamatan karena nilai Umfnya bergantung
pada nilai P. untuk laju alir akan semakin besar ketika bukaan krannya semakin besar.
Laju alir berpengaruh pada tinggi unggun yang bergerak, dimana semakin besar laju
alir maka tinggi unggun yang bergerak juga akansemakin besar. Begitu pula untuk
Laporan Praktikum Operasi Teknik Kimia I Page 22
UPN Veteran Jawa Timur
LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I
FLUIDISASI

kecepatan liniernya, semakin besar laju alirnya maka kecepatan liniernya semakin
besar. Selain bukaan kran berpengaruh pada laju alir, kecepatan linier dan tinggi
unggun, bukaan kran juga berpengaruh pada kecepatan.

Laporan Praktikum Operasi Teknik Kimia I Page 23


UPN Veteran Jawa Timur
LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I
FLUIDISASI

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

V.1 Kesimpulan

1. Laju alir akan semakin besar ketika bukaan krannya semakin besar.
2. Semakin besar laju alir maka tinggi unggun yang terfluidikan juga akan
semakin tinggi.
3. Semakin besar laju alirnya maka kecepatan liniernya semakin besar.
4. Semakin besar bukaan kran akan berpengaruh pada laju alir, kecepatan linier
dan tinggi unggun yang bergerak juga semakin besar.
5. Bukaan kran juga berpengaruh pada kecepatan.

V.2 Saran

1. Praktikan lebih teliti dan berhati-hati dalam membuka dan menutup kran.
2. Praktikan lebih teliti dalam mengamati penurunan tekanan (P).
3. Praktikan lebih teliti dalam mengamati volume air yang keluar saat proses
fluidisasi

Laporan Praktikum Operasi Teknik Kimia I Page 24


UPN Veteran Jawa Timur
LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I
FLUIDISASI

DAFTAR PUSTAKA

Anonim.2017.Air.(http://wikipedia.org/wiki/air). Diakses pada 02 maret 2017 pukul


03.30 WIB

Anonim.2017.pasir.(http://id.wikipedia.org/wiki/pasir). Diakses pada 02 maret 2017


pukul 03.35 WIB

McCabe,warren L,dkk.1993.Unit Operations Of chemical Engineering Seventh


Edition. Jakarta:Erlangga

Redypta,aziis.2015.Fluidisasi.(fenomenafluidisasi.blogspot.co.id). diakses pada 02


maret 2017 pukul 03.40 WIB

Rosalina,hilda.2013.fluidisasi.(Hilda-
rosalina.blogspot.co.id/2013/03/fluidisasi.html). diakses pada 02 maret 2017
pukul 03.45 WIB

Laporan Praktikum Operasi Teknik Kimia I Page 25


UPN Veteran Jawa Timur
LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I
FLUIDISASI

APPENDIX

1. Densitas () Air Ledeng


Berat pikno kosong = 11.98 gr
Berat pikno isi = 21.19 gr
Volume pikno = 10 ml

Densitas Air Ledeng () =
21.19 11.98
= = 0.921
10

2. Densitas Pasir
Berat pasir = 26.155 gr
Volume air tumpah = 5 ml

Densitas pasir () =

26.155
= = 5.231
10

3. Densitas Aquadest
= 1 gr/ml

4. Luas Kolom
A =D
= x 3.14 x 12.6
= 124.6266 cm2

5. Viskositas Air Ledeng


Viskositas Aquadest (mc. Cabe) = 0.0085 gr/cm.s
t = 5 detik

=

15
= 0.0085 = 0.0092
0.921 5

Laporan Praktikum Operasi Teknik Kimia I Page 26


UPN Veteran Jawa Timur
LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I
FLUIDISASI

6. Porositas Minimum Pasir (mf)


46
= = = 0.46
100
7. Laju Alir (bukaan 1/3)
340
= = = 68 /
5

8. Laju linier (bukaan 1/3)

68
= = =0,54562 /
124.6266

9. Menghitung Nre (bukaan 1/3)


0
=

0.03 0,54562 0.921


= =16,3862
0.0092

10. Porositas Hamparan Pasir (f) (bukaan 1/3)

10,46 10,46
(1-f) = tinggi unggun = 7,2/7
tinggi unggun diam

(1-f) = 0,525

f = 1- 0,525

f = 0,475

11. P persamaan Ergun (bukaan 1/6)


s = 1
gc = 980,67
150 (1 )2 02 1.75 02 (1 )
= +
2s x Nre x Dp x gc x 2 2s x Dp x gc x 2

Laporan Praktikum Operasi Teknik Kimia I Page 27


UPN Veteran Jawa Timur
LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I
FLUIDISASI

150 (0,525)2 0.921 (0,54562)20


=
1 ^2x16,3862 x 0.03 x 980.67 x (0,475)2
1.75 0.921 (0,54562)2 (0,525)
+
1^2 x 0.03 x 980.67 x (0,475)2

= 0,01421641 gmol/cm2

12. P pengamatan (bukaan 1/3)


air raksa = 13.6 gr/cm3
air raksa = 0.015 gr/cm.detik
P = RM (g/gc)( air raksa - air ledeng)
= 1 x 1 x (13.6 0,921)

= 2,5358 gmol/cm2

13. Umf Persamaan Ergun (bukaan 1/3)


[2 ( ))]
=

[0,01421641 2 (13.6 0.921)980,67)]
=
0.0092

= -819,098

14. Umf dari Pengamatan (bukaan 1/3)


[2 ( ))]
=

[2,53582 (13.6 0.921)980,67)]
=
0.0092

= -818,674878

15. Persen kesalahan



%= x 100%

819,098( 818,674878)
= x 100%
819,098

=0,05171 %

Laporan Praktikum Operasi Teknik Kimia I Page 28


UPN Veteran Jawa Timur