Anda di halaman 1dari 3

ANALISIS PERSAINGAN PRODUK TEPUNG BOGASARI BERDASARKAN SEGMEN

PASAR DAN POSISI PRODUK DALAM PASAR OLIGOPOLI

Dewasa ini makanan berbasis gandum atau tepung terigu telah menjadi makanan pokok
banyak negara. Ketersediaannya yang melimpah di pasaran dunia, proteinnya yang tinggi,
harganya yang relatif tidak mahal dan pengolahannya yang praktis mudah telah menjadikan
makanan berbasis tepung terigu merambah cepat ke berbagai negara. Negara-negara pengekspor
gandum juga cukup banyak antara lain, Australia, Kanada, Amerika, Rusia, Cina, dan masih
banyak lagi.
Praktik oligopoli umumnya dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menahan
perusahaan-perusahaan potensial untuk masuk ke dalam pasar, dan juga perusahaan-perusahaan
melakukan oligopoli sebagai salah satu usaha untuk menikmati laba normal di bawah tingkat
maksimum dengan menetapkan harga jual terbatas, sehingga menyebabkan kompetisi harga di
antara pelaku usaha yang melakukan praktik oligopoli menjadi tidak ada.

Dilihat dari karakteristik ciri pasar oligopoli:


a. Hanya sedikit perusahaan dalam industry (Few Number of Firms)
Pabrik Bogasari di Tanjung Priok, Jakarta mulai beroperasi pada tanggal 29 November
1971. Setahun kemudian, tepatnya pada tanggal 10 Juli 1972, dilakukan peresmian Pabrik
Bogasari di Tanjung Perak, Surabaya. Di Bali hanya terdapat 4 distributor besar yaitu
UD. Cristal, UD. Fenny, UD. Sari Limo dan UD. Sari Jaya. Distributor tersebut yang
menjual ke seluruh pasar, pabrik dan ukm. Dalam pasar oligopoli, setiap distributor
tersebut memposisikan dirinya sebagai bagian yang terikat dengan permainan pasar,
dimana keuntungan yang mereka dapatkan tergantung dari tindak-tanduk pesaing mereka.
b. Produk homogen atau terdiferensiasi (Homogen or Diferentiated Product)
Bogasari memproduksi berbagai tepung terigu yang berkualitas untuk berbagai
kebutuhan dan dipasarkan dengan berbagai merek utama antara lain Cakra Kembar,
Segitiga Biru, Kunci Biru, Cakra Kembar Emas, Lencana Merah, Taj Mahal dan lainnya.
c. Pengambilan keputusan yang saling mempengaruhi (Interdependence Decisions)
Keputusan distributor dalam menentukan harga dan jumlah output akan mempengaruhi
harga pasar, pabrik dan ukm lainnya.
d. Kompetisi Non Harga (Non Pricing Competition)
Semua usaha promosi, iklan, pengenalan produk baru, perubahan harga, dan sebagainya
dilakukan dengan tujuan untuk menjauhkan konsumen dari pesaing mereka.

BARU - CONFIDENTIAL

CAKRA
CAKRA SEGITIGA KUNCI LENCANA
NO PENJUALAN KEMBAR
KEMBAR BIRU BIRU MERAH
EMAS
1 Harga 175.670 165.330 161.810 150.810 128.810
Pabrik/Tebusan
2 Harga D/O 177.670 167.330 163.810 152.810 130.810
3 Harga Jual 10 > 184.700 174.400 170.800 159.800 137.850
zak
4 Harga Eceran / 0- 185.200 174.900 171.300 160.300 138.350
10 zak
5 Bon 1 Bulan 186.200 175.900 172.300 161.300 139.350

Keterangan:

Harga D/O khusus untuk 4 konsersium


Harga sudah termasuk PPn
Perubahan harga efektif berlaku tanggal 3 November 2015

Dalam pasar oligopoli berdasarkan tabel diatas, para distributor dalam price fixing saling
bergantung satu sama lain dan mengikuti perusahaan yang menjadi price leadernya.
HUKUM PERSAINGAN BISNIS
STUDI KASUS OLIGOPOLI

NAMA : NI WAYAN PIPIT PRABHAWANTY


NIM : 1303005067
KELAS :A

FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS UDAYANA
DENPASAR
2015