Anda di halaman 1dari 4

Cr : http://karlaherlina.blogspot.co.id/2013/07/dampak-penumpukan-sampah-terhadap.

html

DAMPAK PENUMPUKAN SAMPAH TERHADAP KESEHATAN MASYARAKAT

Masalah sampah semakin hari semakin meningkat terus sejalan dengan semakin bertambahnya
jumlah penduduk, tingkat aktivitas, pola kehidupan, tingkat social ekonomi, serta kemajuan teknologi.
Untuk itu penanganan masalah ini perlu dikelola dengan baik dan penuh tanggung jawab agar tidak
menimbulkan pencemaran lingkungan terhadap tanah, air, sehingga hasil pengelolaan sampah tersebut
bermanfaat bagi kehidupan dan kesehatan masyarakat. Pengelolaan sampah yang baik bukan berarti
menghilangkan sampah dari pendangan mata, dari lingkungan di mana sampah berada, tetapi lebih dari itu
yang diinginkan dari pengelolaan sampah yang memenuhi kesehatan lingkungan seperti:

1. Terciptanya lingkungan yang bersih dan nyaman


2. Tidak menimbulkan bau yang tidak sedap
3. Tidak mencemari permukaan tanah, air maupun udara
4. Tidak menjadi tepat berkembangbiaknya vector penyakit

Sampah (wastes) dapat diartikan sebagai benda yang berasal dari aktivitas seseorang kemudian
dibuang sehingga tidak dapat dipergunakan kembali dan tidak diinginkan keberadaannya. Kita masih banyak
beranggapan bahwa sampah ini merupakan barang yang disepelekan dan membuangnya dengan di mana
saja kita berada. Tidak jarang kita melihat para pemakai jalan raya membuang sampahnya di tengah jalan
tanpa merasakan risih atau tiidak menganggap masalah terhadap perbuatanya tersebut. Adanya tumpukan-
tumpukan sampah ataupun sampah yang tercecer di sekitar jalan dan di parit (roil-riol/ got) yang dipenuhi
dengan bermacam-macam jenis sampah.
Dari kejadian tersebut dapat disimpulkan bahwa masyarakat masih belum mengerti dan menyadari
bahwa sampah yang dibuang ini mempunyai dampak terhadap kesehatan masyarakat. Dalam kehidupan
sehari-hari sampah yang dihasilkan masyarakat terdiri dari berbagai macam, seperti sampah basah (sampah
organik) yang sangat mudah terurai atau membusuk seperti sisa-sisa bahan makanan dan sisa-sisa makanan,
dan sampah kering (sampah anorganik) yang sukar terurai atau membusuk seperti kaleng-kaleng bekas,
pecahan kaca, plastik, besi, dsb. Adapum jenis sampah lainnya yang dikatagorikan sebagai jenis sampah
yang berbahaya dan beracun seperti bekas batu batrai , kaleng bekas baygon, kaleng bekas pestisida, bekas
pembungkus obat-obatan hama tanaman, dsb. Dimana seluruh jenis sampah ini masing-masing mempunyai
konstribusi yang sangat besar terhadap terjadinya pencemaran lingkungan dan dapat menyebabkan
terjadinya penyakit bagi masyarakat ataupun terjadinya keracunan yang dapat merenggut nyawa manusia.
Pada awal kehidupan manusia, sampah belum menjadi masalah, tetapi dengan bertambahnya jumlah
penduduk dimana runag tetap, makin hari masalahnya semakin bertambah besar. Hal ini dapat terlihat jelas
dimana kehidupan saat ini berkembang sangat pesat ditandai dengan kemajuan teknologi, sehingga
meningkatnya aktivitas manusia. Maka dengan peningkatan aktivitas manusia itulah masalah sampah
meningkat disesuaikan dengan social ekonomi maupun budayanya.
Kesehatan pribadi maupun masyarakat merupakan masalah sosial yang selalu berkaitan antara
komponen-komponen yang ada di masyarakat. Dengan adanya masalah sampah yang tidak terkelola
sehingga tidak menjamin keamanan lingkungan dan menimbulkan dampak terhadap kesehatan lingkungan.
Sampah yang tidak dikelola dengan baik ini akan menjadi bermacam-macam fungsinya, antara lain:

1. Sebagai sarana penularan penyakit, yaitu berasal dari pembusukan sampah basah atau sampah
organik yang kemudian menjadi tempat bersarangnya vektor penyakit
2. Penyebab penyakit lainnya seperti penyakit kulit dan jamur.
3. Pembuangan sampah sembarangan akan mengganggu kenyamanan dan keindahan (estetika) dan
mengakibatkan pencemaran lingkungan meliputi pencemaran tanah, air, dan udara.

Pembusukan/ dekomposisi sampah organik di badan-badan air mengakibatkan peningkatan populasi


tumbuhan air seperti eceng gondok selain itu pendangkalan badan-badan air yang mengakibatkan
peningkatan volume air saat hujan (banjir), selain itu dapat disebabkan dari sampah anorganik misalnya
sampah plastik yang menyumbat saluran (roil-riol/ got).

Cr : http://www.kompasiana.com/shendyadam/produk-inovatif-balitbang-pupr-sebagai-solusi-penumpukan-
sampah-di-bantargebang_567ae9b4b49373d716592ef6

Pengaruh meningkatnya populasi penduduk terhadap kerusakan lingkungan.

Meningkatnya populasi penduduk mengakibatkan meningkatnya kebutuhan perumahan, sehingga


menyebabkan bertambahnya kebutuhan kayu dan banyak terjadi penebangan hutan secara liar. Adanya
penebangan hutan secara liar dapat mengakibatkan erosi dan banjir. Pertambahan jumlah penduduk
mengakibatkan pula bertambahnya penggunaan bahan bakar, hal tersebut dikhawatirkan menyebabkan
persediaan sumber daya alam semakin menipis dan mengakibatkan pencemaran lingkungan.
Pencemaran lingkungan merupakan dampak negative yang ditimbulkan oleh kepadatan populasi manusia
serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, misalnya dalam bidang pertanian, penggunaan buatan
dan obat-obat anti hama, ternyata dapat menimbulkan pencemaran air dan tanah.

Peningkatan populasi penduduk yang tidak terkendali juga dapat merusak lingkungan:

1. Terjadinya penebangan hutan untuk arel permukiman maupun areal pertanian. Penebangan hutan yang tidak
terkendali dapat menyebabkan bencana seperti banjir dan tanah longsor. Disamping itu kekayaan atau
sumber daya hayati di hutan itu akan hilang akibat habitatnya terganggu.

2. Meningkatnya jumlah populasi menyebabkan peningkatan jumlah kebutuhan pangan sehingga dibukalah arel
pertanian untuk mencukupi kebutuhan pangan. Di samping itu tanah atau lahan pertanian dipaksa untuk
menghasilkan jumlah pangan yang dapat mencukupi kebutuhan penduduk. Akibatnya tanah sering dipupuk
untuk memperoleh hasil yang cukup. Pemupukan yang tidak terkendali dapat menyebabkan tanah menjadi
rusak karena terpolusi oleh pupuk buatan, sehingga lama-kelamaan tanah tidak dapat ditanami kembali
karena bersifat asam.

3. Penggunaan pestisida secara berlebihan. Pestisida yang seharusnya menghilangkan atau mematikan hama
tanaman, teryata juga memusnahkan organisme-organisme lain yang merupakan mata rantai dari jarring-
jaring makanan.
4. Sampah rumah tangga meningkat, sedangkan tempat pembuangan terbatas sehingga sampah menjadi
bertumpuk. Sampah yang bertumpuk merupakan pusat penyebaran penyakit tertentu, misalnya tifus, kolera,
dan disentri. Selain itu, sisa deterjen yang tidak dapat dihancurkan atau diuraikan oleh mikroorganisme
dapat mencemari air sungai.

5. Jumlah kendaraan bermotor yang semakin meningkat akan menyebabkan pencemaran udara yang dapat
mengganggu pernapasan.

6. Perkembangan industri yang semakin pesat guna mengimbangi kebutuhan penduduk dapat menimbulkan
masalah pencemaran udara dan air. Pencemaran udara disebabkan pembuangan zat-zat sisa dari hasil
pembakaran yang tidak sempurna, seperti SO2 dan NOx. Pencemaran air terjadi karena limbah padat sering
dibuang ke sungai sehingga mengancam kesehatan penduduk sekitar.

Untuk memperbaiki keadaan lingkungan, penduduk dihimbau untuk melakukan usaha-usaha berikut:

1. Menanam tanaman di sekitar rumah agar oksigen yang dihasilkan tumbuhan melalui proses fotosintesis
bertambah dan udara menjadi segar.

2. Meningkatkan kesadaran pada diri masyarakat agar mencintai lingkungannya.

3. Membuat penampung kotoran yang tertutup agar tidak mencemari lingkungan.

4. Tidak membuat rumah disekitar daerah industri.

5. Memanfaatkan sampah untuk pupuk kompos atau didaur ulang untuk dijadikan benda lain yang bermanfaat.

Pencemaran Lingkungan

Peningkatan jumlah penduduk diikuti dengan laju pertumbuhan penduduk yang tinggi. Hal itu menyebabkan
kebutuhan akan barang,jasa, dan tempat tinggal meningkat tajam dan menuntut tambahan sarana dan
prasarana untuk melayani keperluan masyarakat. Akan tetapi, alam memiliki daya dukung lingkungan yang
terbatas. Kebutuhan yang terus-menerus meningkat tersebut pada gilirannya akan menyebabkan penggunaan
sumber daya alam sulit dikontrol. Pengurasan sumber daya alam yang tidak terkendali tersebut
mengakibatkan kerusakan lingkungan.
Aktivitas manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sering menimbulkan dampak buruk pada
lingkungan. Misalnya untuk memenuhi kebutuhan bahan bangunan dan kertas, maka kayu di hutan
ditebang. Untuk memenuhi kebutuhan lahan pertanian, maka hutan dibuka dan rawa/lahan gambut
dikeringkan. Untuk memenuhi kebutuhan sandang, didirikan pabrik tekstil. Untuk mempercepat transportasi,
diciptakan berbagai jenis kendaraan bermotor. Apabila tidak dilakukan dengan benar, aktivitas seperti
contoh tersebut lambat laun dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dan kerusakan ekosistem. Misalnya
penebangan hutan yang tidak terkendali dapat mengakibatkan berbagai bencana seperti banjir dan tanah
longsor, serta dapat melenyapkan kekayaan keanekaragaman hayati di hutan tersebut. Apabila daya dukung
lingkungan terbatas, maka pemenuhan kebutuhan penduduk selanjutnya menjadi tidak terjamin.

Di daerah yang padat, karena terbatasnya tempat penampungan sampah, seringkali sampah dibuang di
tempat yang tidak semestinya, misalnya di sungai. Akibatnya timbul pencemaran air dan tanah. kebutuhan
transportasi juga bertambah sehingga jumlah kendaraan bermotor meningkat. Hal ini akan menimbulkan
pencemaran udara dan suara. Jadi kepadatan penduduk yang tinggi dapat mengakibatkan timbulnya berbagai
pencemaran lingkungan dan kerusakan ekosistem.

Terbatasnya Ruang Gerak

Suatu daerah dengan kepadatan penduduk yang tinggi kalau tidak memperhatikan kesehatan lingkungan
(sanitasi) dengan baik maka keadaan lingkungan menjadi tidak nyaman bagi penduduknya. Di daerah
dengan kepadatan penduduk yang tinggi, umumnya rumah-rumah penduduk saling berdekatan atau
berhimpitan. Keadaan yang demikian menyebabkan terbatasnya ruang gerak. Akibatnya, dapat memberikan
dampak negatif pada kesehatan penduduk. Misalnya penduduk mudah terjangkit penyakit menular,
kebutuhan udara bersih tidak terpenuhi, atau banyaknya sampah rumah tangga yang tidak dibuang pada
tempatnya.

http://duniabiologi45.blogspot.co.id/2015/03/pengaruh-meningkatnya-populasi-penduduk.html