Anda di halaman 1dari 17

TUGAS MANAJEMEN STRATEJIK

PT HM Sampoerna Tbk.

Identifikasi Jenis Struktur Organisasi dan

Analisis Kelemahan dan Keunggulan Struktur Organisasi

Kelompok 3:

Kelas D

Brian Anthony (3203014047)

Catherine Natalia S. (3203014130)

Carolina Novitasari (3203014153)

Steavi C. Tan (3203014202)

Maria Rosalinda (3203014347)

Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

2016
APENDIKS B:

SURAT PERNYATAAN ORISINALITAS


Tugas ini adalah hasil karya kami sendiri

Dan semua sumber baik yang dikutip maupun dirujuk

Telah kami nyatakan dengan benar

Kami bersedia menerima konsekuensi berdasarkan ketentuan yang berlaku apabila terbukti
melakukan tindakan plagiarisme

Kelas :D

Kelompok :3

No Nama NRP Tanda tangan

1. Brian Anthony (3203014047)

2. Catherine Natalia S. (3203014130)

3. Carolina Novitasari (3203014153)

4. Steavi C. Tan (3203014202)

5. Maria Rosalinda (3203014347)

Tgl 2 November 2016

I. GAMBARAN UMUM PT HM SAMPOERNA Tbk.


A. PROFIL PERUSAHAAN
PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. (Sampoerna) merupakan salah satu produsen
rokok terkemuka di Indonesia yang didirikan di Indonesia pada tanggal 19 Oktober
1963.Sampoerna berkedudukan di Surabaya, dengan kantor pusat berlokasi di Jl. Rungkut
Industri Raya No. 18, Surabaya, serta memiliki pabrik yang berlokasi di Surabaya, Pandaan,
Malang dan Karawang. Sampoerna juga memiliki kantor perwakilan korporasi di Jakarta.
Saham Sampoerna tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode perdagangan sahamnya
HMSP.

Ruang lingkup kegiatan Sampoerna meliputi industri dan perdagangan rokok serta
investasi saham pada perusahaan-perusahaan lain. Kegiatan produksi rokok secara komersial
telah dimulai pada tahun 1913 di Surabaya sebagai industri rumah tangga.Pada tahun 1930,
industri rumah tangga ini diresmikan dengan dibentuknya NVBM Handel Maatschapij
Sampoerna.

. PT HM Sampoerna Tbk. memproduksi sejumlah merek rokok kretek yang dikenal luas,
seperti Sampoerna Kretek (sebelumnya disebut Sampoerna A Hijau), A Mild, serta Raja
Kretek yang legendaris Dji Sam Soe.PT HM Sampoerna Tbk. adalah afiliasi dari PT Philip
Morris Indonesia dan bagian dari Philip Morris International, produsen rokok terkemuka di
dunia.Misi PT HM Sampoerna Tbk. adalah menawarkan pengalaman merokok terbaik
kepada perokok dewasa di Indonesia.Hal ini PT HM Sampoerna Tbk. lakukan dengan
senantiasa mencari tahu keinginan konsumen, dan memberikan produk yang dapat memenuhi
harapan mereka.PT HM Sampoerna Tbk. bangga atas reputasi yang PT HM Sampoerna Tbk.
raih dalam hal kualitas, inovasi dan keunggulan.

Pada tahun 2009, Sampoerna memiliki pangsa pasar sebesar 29,1% di pasar rokok
Indonesia, berdasarkan hasil AC Nielsen Retail Audit-Indonesia Expanded. Pada akhir 2009,
jumlah karyawan Sampoerna dan anak perusahaan mencapai sekitar 28.300 orang.
Sampoerna mengoperasikan enam pabrik rokok di Indonesia dan Sampoerna menjual dan
mendistribusikan rokok melalui 59 kantor penjualan di seluruh Indonesia.

B. SEJARAH SAMPOERNA

Sejarah dan keberhasilan PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) tidak terpisahkan dari


sejarah keluarga Sampoerna sebagai pendirinya.Pada tahun 1913, Liem Seeng Tee, seorang
imigran asal Cina, mulai membuat dan menjual rokok kretek linting tangan di rumahnya di
Surabaya, Indonesia.Perusahaan kecilnya tersebut merupakan salah satu perusahaan pertama
yang memproduksi dan memasarkan rokok kretek maupun rokok putih.

Popularitas rokok kretek tumbuh dengan pesat. Pada awal 1930-an, Liem Seeng Tee
mengganti nama keluarga sekaligus nama perusahaannya menjadi Sampoerna, yang berarti
kesempurnaan. Setelah usahanya berkembang cukup mapan, Liem Seeng Tee
memindahkan tempat tinggal keluarga dan pabriknya ke sebuah kompleks bangunan yang
terbengkalai di Surabaya yang kemudian direnovasi olehnya.Bangunan tersebut kemudian
juga dijadikan tempat tinggal keluarganya, dan hingga kini, bangunan yang dikenal sebagai
Taman Sampoerna tersebut masih memproduksi kretek linting tangan.Bangunan tersebut kini
juga meliputi sebuah museum yang mencatat sejarah keluarga Sampoerna dan usahanya, serta
merupakan salah satu tujuan wisata utama di Surabaya.

Generasi ketiga keluarga Sampoerna, Putera Sampoerna, mengambil alih kemudi


perusahaan pada tahun 1978. Di bawah kendalinya, Sampoerna berkembang pesat dan
menjadi perseroan publik pada tahun 1990 dengan struktur usaha modern, dan memulai masa
investasi dan ekspansi. Selanjutnya Sampoerna berhasil memperkuat posisinya sebagai salah
satu perusahaan terkemuka di Indonesia.

Keberhasilan Sampoerna menarik perhatian Philip Morris International Inc. (PMI), salah
satu perusahaan rokok terkemuka di dunia.Akhirnya pada bulan Mei 2005, PT Philip Morris
Indonesia, afiliasi dari PMI, mengakuisisi kepemilikan mayoritas atas Sampoerna.Jajaran
Direksi dan manajemen baru yang terdiri dari gabungan profesional Sampoerna dan PMI
meneruskan kepemimpinan Perseroan dengan menciptakan sinergi operasional dengan PMI,
sekaligus tetap menjaga tradisi dan warisan budaya Indonesia yang telah dimilikinya sejak
hampir seabad lalu.

C.Visi dan Misi Sampoerna

Visi PT HM Sampoerna Tbk. ("Sampoerna") terkandung dalam Falsafah Tiga


Tangan.Yang menggambaran mengenai lingkungan usaha dan peranan Sampoerna di
dalamnya. Masing-masing dari ketiga Tangan, yang mewakili perokok dewasa, karyawan
dan mitra bisnis, serta masyarakat luas yang merupakan pihak yang harus dirangkul oleh
Sampoerna untuk meraih visi menjadi perusahaan paling terkemuka di Indonesia.

Kami meraih ketiga kelompok ini dengan cara sebagai berikut:

Memproduksi rokok berkualitas tinggi dengan harga yang wajar bagi perokok
dewasa. Sampoerna berkomitmen penuh untuk memproduksi sigaret berkualitas
tinggi dengan harga yang wajar bagi konsumen dewasa. Ini dicapai melalui
penawaran produk yang relevan dan inovatif untuk memenuhi selera konsumen yang
dinamis.
Memberikan kompensasi dan lingkungan kerja yang baik kepada karyawan dan
membina hubungan baik dengan mitra usaha. Karyawan adalah aset terpenting
Sampoerna. Kompensasi, lingkungan kerja dan peluang yang baik untuk
pengembangan adalah kunci utama membangun motivasi dan produktivitas karyawan.
Di sisi lain, mitra usaha kami juga berperan penting dalam keberhasilan kami, dan
kami mempertahankan kerjasama yang erat dengan mereka untuk memastikan
vitalitas dan ketahanan mereka.

Memberikan sumbangsih kepada masyarakat luas. Kesuksesan Sampoerna tidak terlepas dari
dukungan masyarakat di seluruh Indonesia. Dalam memberikan sumbangsih, kami
memfokuskan pada kegiatan pengentasan kemiskinan, pendidikan, pelestarian lingkungan,
penanggulangan bencana dan kegiatan sosial karyawan.

II. Tinjauan Pustaka

Dalam buku Manajemen Strategis yang ditulis oleh Fred R. David Buku 1 Ed. 12,
dijelaskan bahwa ada 2 alasan utama mengapa perubahan dalam strategi seringkali
mengharuskan adanya perubahan dalam struktur. Pertama, struktur sangat menentukan
bagaimana tujuan dan kebijakan ditetapkan. Bentuk struktural untuk pengembangan tujuan
dan kebijakan bisa secara signifikan memengaruhi semua aktivitas penerapan strategi yang
lain. Dan alasan yang kedua adalah karena struktur mendikte bagaimana sumber daya akan
dialokasikan.

Selain itu, dalam buku tersebut (Fred R. David. Manajemen Strategis.Buku 1. Ed. 12)
juga dijelaskan teori tentang jenis jenis struktur organisasi. Ada 7 jenis struktur organsasi
dasar yang dibahas dalam buku tersebut. Dimana yang 4 merupakan bentuk utama struktur
organisasi, dan sisanya merupakan bentuk sub-struktur sebuah organisasi.

1. Struktur Fungsional
Struktur ini tersentralisasi, yaitu dengan mengelompokkan tugas dan aktivitas
berdasarkan fungsi bisnis seperti produksi / operasi, pemasaran, keuangan/akuntansi,
penelitian dan pengembangan, dan sistem informasi manajemen. Struktur ini paling
luas digunakan karena struktur ini yang paling sederhana dan tidak mahal, mendorong
spesialis tenaga kerja, meningkatkan efisiensi talenta manajerial dan teknis,
meminimalkan kebutuhan akan sistem pengendalian yang pelik, dan memungkinkan
pengambilan keputusan yang cepat jika dibandingkan dengan tujuh alternatif yang
ada. Namun ada kelemahan pada struktur organisasi ini, yaitu spesialisasi yang
berlebihan pada fungsi, meminimalkan peluang pengembangan karir, dan terkadang
dicirikan oleh semangat kerja karyawan yang rendah, konflik lini/staf, pendelegasian
wewenang yang buruk diakrenakan komunikasi seringkali tidak berjalan dengan baik,
serta perencanaan akan produk dan pasar yang tidak memadai.

2. Struktur Divisional
Struktur ini terdesentralisasi. Beberapa bentuk struktur divisional menjadi penting
untuk memotivasi karyawan, mengendalikan operasi, dan bersaing dengan baik di
lokasi yang berbeda-beda. Dengan struktur divisional, aktivitas aktivitas fungsional
dijalankan baik secara terpusat maupun di tiap tiap divisi yang terpisah. Struktur ini
dapat diorganisasikan dengan empat cara, yaitu berdasarkan wilayah geografis,
berdasarkan produk /jasa, berdasarkan konsumen, atau berdasarkan proses.
Keunggulan dari struktur divisional adalah kejelasan tanggung jawab. Oleh karena
struktur divisional didasarkan pada pendelegasian wewenang yang laus, para manajer
dan karyawan dapat dengan mudah melihat hasil atau akibat dari kinerja baik atau
buruk mereka. Konsekuensinya, semangat kerja karyawan menjadi lebih tinggi. Selain
itu struktur divisional menawarkan peluang pengembangan karir bagi para manajer,
memungkinkan pengendalian lokal atas situasi, menciptakan iklim persaingan dalam
organisasi, serta memungkinkan bisnis dan produk baru ditambahkan secara mudah.
Namun dalam struktur divisional terbatas mahal karena setiap divisi membutuhkan
tenaga ahli atau pakar fungsional yang harus dibayar, terjadi beberapa duplikasi
layanan staf, fasilitas dan personel, manaher harus benar-benar berkualifikasi karena
rancangan divisional mengharuskan pendelegasian wewenang, persaingan antardivisi
bisa menjadi begitu ketat sehingga bersifat disfungsional yang mengakibatkan
keengganan untuk berbagai gagasan dan sumber daya demi kebaikan bersama
perusahaan.
a. Struktur Divisional berdasarkan wilayah geografis
Jenis struktur ini paling sesuai untuk organisasi yang memiliki fasilitas cabang
yang serupa yang terletak di wilayahyang tersebar luas. Struktur ini
memungkinkan partisipasi lokal dalam pengambilan keputusan dan koordinasi
yang lebih baik di dalam suatu wilayah
b. Struktur Divisional berdasarkan produk/jasa
Jenis struktur ini digunakan secara luas ketika sebuah organisasi hanya
menawarkan beberapa produk/jasa atau ketika produk/jasa sebuah organisasi
secara substansial berbeda.
c. Struktur Divisional berdasarkan konsumen
Struktur divisional berdasarkan konsumen bisa menjadi cara yang paling efektif
untuk menerapkan strategi ketika beberapa konsumen besar sangat penting dan
banyak layanan yang berbeda disediakan untuk konsumen tersebut. Struktur ini
memungkinkan sebuah organisasi untuk melayani secara lebih efektif kebutuhkan
dari kelompok konsumen yang telah teridentifikasi dengan jelas.
d. Struktur Divisional berdasarkan proses
Serupa dengan struktur fungsional, karena aktivitas diorganisasikan menurut cara
bagaimana pekerjaan dilakukan. Namun perbadaan utama antara 2 rancangan
tersebut adalah bahwa departemen fungsional tidak bertanggungjawab atas laba
atau pendapatan, sementara departemen proses divisional dievaluasi berdasarkan
kriteria tersebut.

3. Struktur Unit Bisnis Strategis


Struktur SBU mengelompokkan divisi divisi yang sama ke dalam unit bisnis strategi
serta mendelegasikan wewenang dan tanggung jawab untuk setiap unit kepada
seorang kepala divisi yang secara langsung melapor kepada direktur eksekutif.
Perubahan dalam struktur ini bisa memfasilitasi penerapan strategi dengan cara
memperbaiki koordinasi antara divisi divisi yang sama dan menyalurkan tanggung
jawab ke unit unit bisnis yang berbeda. Kelemahan struktur SBU adalah
membutuhkan lapisan manajemen tambahan, dimana lapisan manajemen ini
meningkatkan beban gaji. Selain itu, peran kelompok wakil direktur sering kali
ambigu. Namun keunggulan dari struktur SBU adalah membuat tugas perencanaan
dan pengendalian yang dilakukan oleh kantor perusahaan menjadi lebih mudah dan
tertata.

4. Struktur Matriks
Struktur Matriks merupakan struktur yang paling kompleks dari semua struktur yang
ada, karena bergantung baik pada alur otoritas dan komunikasi vertikal maupun
horizontal. Struktur matriks memiliki kelemahan, yaitu bisa mengakibatkan overhead
yang lebih tinggi karena menciptakan lebih banyak posisi manajemen. Selain itu
adanya kewenangan ganda (pelanggaran terhadap prinsip kesatuan komando), sumber
penghargaan dan hukuman yang ganda, kepemimpinan ganda, saluran pelaporan
ganda, dan membutuhkan sistem komunikasi yang ekstensif dan efektif. Namun
struktur ini digunakan secara luas di banyak industri, di antaranya perusahaan
konstruksi, rumah sakit, laboratorium riset, dan perusahaan ruang angkasa.
Keunggulan dari struktur matriks adalah bahwa tujuan proyeknya jelas, ada banyak
saluran komunikasi, pekerja dapat melihat hasil kerja mereka secara kasat mat, dan
penutupan proyek yang dapat diselesaikan dengan relatif mudah. Selain itu struktur
ini dapat memfasilitasi penggunaan personel, perlengkapan dan fasilitas khusus.
Sumber daya fungsional digunakan bersama dalam struktur matriks, bukannya
diduplikasi seperti dalam struktur divisional. Supaya struktur matriks efektif,
organisasi membutuhkan perencanaan partisipatif, pelatihan, kesepahaman akan peran
dan tanggung jawab, komunikasi internal yang bagus, serta sikap saling percaya dan
bisa diandalkan.

III. Identifikasi Jenis Struktur Organisasi dan Analisis Kelemahan dan


Keunggulan Struktur Organisasi PT. HM Sampoerna
Struktur organisasi yang digunakan oleh PT. HM Sampoerna Tbkdiatas merupakan
bentuk struktur organisasi lini (
Line OrganizationStructure),
yaitu organisasi yang wewenang atasan langsung ditujukankepada bawahan, karena
bawahan bertanggung jawab langsung kepadaatasannya dan adanya suatu perintah.

Kelebihan Line Organization Structure :


1. Adanya pembagian tugas yang jelas antara kelompok lini yang melakukan tugas
pokok dengan kelompok staf yang melakukan kegiatan pendukung.
2. Spesialisasi tugas yang ada dapat dilanjutkan menurut bakat bawahan masing-masing.
3. Koordinasi dalam setiap unit kegiatan dapat diterapkan dengan mudah.
4. Dapat dilakukan dalam organisasi yang lebih besar (skala besar).

Kekurangan Line Organization Structure :


1. Pimpinan lini sering mengabaikan saran atau nasehat dari staf, Karena menganggap
dirinya paling benar dalam mengambil keputusan.
2. Adanya kemungkinan pimpinan staf melampaui batas kewenangannya, Karena
berpikiran dia memiliki kekuasaan diantara yang lainnya.
3. Perintah lini dan perintah staf sering membingungkan anggota organisasi karena
kadang perintah yang diberikan tidak sama atau bertentangan.
Gambar pada halaman sebelumnya menunjukkan struktur organisasi PT. HM Sampoerna
Tbk.

IV. Kesimpulan
Dengan adanya struktur organisasi, suatu perusahaan dapat mengkoordinasi pekerjaan
atau tanggung jawab sesuai dengan fungsi dan kegiatan-kegiatan yang berbeda. Disini PT
HM Sampoerna memiliki struktur organisasi yang sangat jelas. Dapat dilihat dari gambar
struktur organisasinya, PT HM Sampoerna membeagi tugas dan tanggung jawab dengan
baik. Meskipun begitu, struktur organisasi yang dimiliki PT HM Sampoerna juga
memiliki kekurangan. Dengan adanya identifikasi stuktur organisasi diharapkan
pembagian tanggung jawab dapat lebih baik lagi.

V. Referensi

David, Fred R. 2009. Manajemen Strategis Konsep. Buku ke 1. Edisi ke 12.


Diterjemahkan oleh: Dono Sunardi. Jakarta: Salemba Empat.

http://www.sampoerna.com/id_id/investor_information/corporate_governance/documents
/2015%20-%201126%20-%20organizational%20structure.pdf
MANAJEMEN STRATEGIK
RUBRIK PENILAIAN ANTAR KOLEGA (PEER REVIEW)

Nama Mahasiswa Yang Dinilai : Brian Anthony


NRP : 3203014047
Kelompok :3

Pernyataan Nilai Mahasiswa Penilai


Maks.
Catherine Carolina Steavi C. Tan Maria
Nama Mahasiswa Penilai Natalia S. Novitasari (3203014202) Rosalinda
(3203014130) (3203014153) (3203014347)
Kemampuan bekerja sama 20
dalam kelompok
Kemauan untuk membantu
memberikan penjelasan 20
kepada saya dan anggota
kelompok lainnya
Kemauan untuk mencari
tahu hal-hal baru pada saat 20
mengerjakan tugas
Ketepatan waktu dalam 20
mengerjakan tugas

Komitmennya dalam 20
mengerjakan tugas

Total 100

Paraf Mahasiswa Penilai

MANAJEMEN STRATEGIK
RUBRIK PENILAIAN ANTAR KOLEGA (PEER REVIEW)

Nama Mahasiswa Yang Dinilai : Catherine Natalia S.


NRP : 3203014130
Kelompok :3

Pernyataan Nilai Mahasiswa Penilai


Maks.
Brian Carolina Steavi C. Tan Maria
Nama Mahasiswa Penilai Anthony Novitasari (3203014202) Rosalinda
(3203014047) (3203014153) (3203014347)
Kemampuan bekerja sama 20
dalam kelompok
Kemauan untuk membantu
memberikan penjelasan 20
kepada saya dan anggota
kelompok lainnya
Kemauan untuk mencari
tahu hal-hal baru pada saat 20
mengerjakan tugas
Ketepatan waktu dalam 20
mengerjakan tugas

Komitmennya dalam 20
mengerjakan tugas

Total 100

Paraf Mahasiswa Penilai

MANAJEMEN STRATEGIK
RUBRIK PENILAIAN ANTAR KOLEGA (PEER REVIEW)

Nama Mahasiswa Yang Dinilai : Carolina Novitasari


NRP : 3203014153
Kelompok :3

Pernyataan Nilai Mahasiswa Penilai


Maks.
Brian Catherine Steavi C. Tan Maria
Nama Mahasiswa Penilai Anthony Natalia S. (3203014202) Rosalinda
(3203014047) (3203014130) (3203014347)
Kemampuan bekerja sama 20
dalam kelompok
Kemauan untuk membantu
memberikan penjelasan 20
kepada saya dan anggota
kelompok lainnya
Kemauan untuk mencari
tahu hal-hal baru pada saat 20
mengerjakan tugas
Ketepatan waktu dalam 20
mengerjakan tugas

Komitmennya dalam 20
mengerjakan tugas

Total 100

Paraf Mahasiswa Penilai

MANAJEMEN STRATEGIK
RUBRIK PENILAIAN ANTAR KOLEGA (PEER REVIEW)

Nama Mahasiswa Yang Dinilai : Steavi C. Tan


NRP : 3203014202
Kelompok :3

Pernyataan Nilai Mahasiswa Penilai


Maks.
Brian Catherine Carolina Maria
Nama Mahasiswa Penilai Anthony Natalia S. Novitasari Rosalinda
(3203014047) (3203014130) (3203014153) (3203014347)
Kemampuan bekerja sama 20
dalam kelompok
Kemauan untuk membantu
memberikan penjelasan 20
kepada saya dan anggota
kelompok lainnya
Kemauan untuk mencari
tahu hal-hal baru pada saat 20
mengerjakan tugas
Ketepatan waktu dalam 20
mengerjakan tugas

Komitmennya dalam 20
mengerjakan tugas

Total 100

Paraf Mahasiswa Penilai

MANAJEMEN STRATEGIK
RUBRIK PENILAIAN ANTAR KOLEGA (PEER REVIEW)

Nama Mahasiswa Yang Dinilai : Maria Rosalinda


NRP : 3203014347
Kelompok :3

Pernyataan Nilai Mahasiswa Penilai


Maks.
Brian Catherine Carolina Steavi C. Tan
Nama Mahasiswa Penilai Anthony Natalia S. Novitasari (3203014202)
(3203014047) (3203014130) (3203014153)
Kemampuan bekerja sama 20
dalam kelompok
Kemauan untuk membantu
memberikan penjelasan 20
kepada saya dan anggota
kelompok lainnya
Kemauan untuk mencari
tahu hal-hal baru pada saat 20
mengerjakan tugas
Ketepatan waktu dalam 20
mengerjakan tugas

Komitmennya dalam 20
mengerjakan tugas

Total 100

Paraf Mahasiswa Penilai