Anda di halaman 1dari 2

Peran petugas kesehatan Berdasarkan analisis univariat perilaku responden di Desa Sidomulyo,

Sidokarto dan Sidoluhur diperoleh hasil bahwa peran petugas kesehatan sudah baik, yaitu sebanyak 26
responden dari total responden sebanyak 34 atau sebanyak 76,5 %. Petugas kesehatan berperan pada
tingkat kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet besi. Peran petugas kesehatan antara lain:

1) Sebagai komunikator, petugas seharusnya memberikan informasi secara jelas kepada pasien.
Pemberian informasi sangat diperlukan karena menurut Notoatmodjo (2003), komunikasi diperlukan
untuk mengkondisikan faktor kurangnya pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap kesehatan dan
penyakit, mereka berperilaku sesuai dengan nilai-nilai kesehatan. Untuk itu diperlukan komunikasi yang
efektif dari petugas kesehatan. Dalam penanganan anemia kehamilan, petugas harus bersikap ramah,
sopan pada setiap kunjungan.7

2) Sebagai motivator, petugas harus menanyakan kepatuhan ibu hamil minum tablet besi sesuai dengan
ketentuan dan ketersediaannya cukup. Tablet zat besi harus diminum satu tablet sehari selama 90 hari.
ISSN: 1978-0575 KESMAS Vol. 7, No. 2, September 2013 : 55 - 112 86 Dengarkan keluhan yang
disampaikan ibu dengan penuh minat dan yang perlu diingat adalah semua ibu memerlukan dukungan
moril selama kehamilannya.8

3) Sebagai fasilitator bagi klien untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal. Sebagai fasilitator bidan
dilengkapi dengan buku pedoman pemberian tablet besi dengan tujuan agar petugas mampu
melaksanakan pemberian tablet besi pada kelompok sasaran dalam upaya menurunkan prevalensi
anemia.

4) Petugas sebagai konselor dengan membantu ibu hamil mencapai perkembangan yang optimal dalam
batas-batas potensi yang dimiliki dan secara khusus bertujuan untuk mengarahkan perilaku yang tidak
sehat menjadi perilaku sehat, membimbing ibu belajar membuat keputusan dan membimbing ibu
mencegah timbulnya masalah. 2. Kepatuhan Ibu dalam Mengkonsumsi tablet besi Berdasarkan analisis
univariat perilaku responden di Desa Sidomulyo, Sidokarto dan Sidoluhur diperoleh hasil bahwa
mayoritas konsumsi tablet besi pada ibu hamil baik, yaitu sebanyak 22 responden dari total responden
sebanyak 34 (64,7%). Menurut Letsky & Warwick, 1994;Jordan, 2004, kebutuhan total zat besi pada
kehamilan berkisar antara 540 1340 mg, dan 440 1050 mg diantaranya akan hilang dalam tubuh ibu
pada saat melahirkan. Untuk mengatasi kehilangan ini, ibu hamil memerlukan rata-rata 3,5 4 mg zat
besi per hari. Kebutuhan ini akan meningkat secara signifikan dalam trimester terakhir, yaitu rata-rata
2,5 mg/hari pada awal kehamilan menjadi 6,6 mg /hari. Pada penelitian ini, diperoleh tingkat kepatuhan
ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet besi yang tidak baik sebanyak 12 responden (36%). Hal ini dapat
disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain karena faktor internal diantaranya timbul rasa bosan dari
ibu hamil karena tablet besi yang didapat dari puskesmas harus diminum setiap hari sampai habis
sebanyak 90 tablet selama kehamilan. Faktor lainnya adalah ibu hamil lupa mengkonsumsi tablet besi
karena kurangnya pengawasan dari keluarga. Perasaan mual dan ingin muntah karena bau yang kurang
sedap dari tablet besi yang diminum oleh ibu hamil, sehingga ibu hamil tidak mengkonsumsi
Peran Petugas Kesehatan

1. Definisi Menurut Barbara (2008) Peran adalah seperangkat tingkah laku yang diharapkan oleh orang
lain terhadap seseorang sesuai kedudukannya dalam suatu sistem. Peran dipengaruhi oleh keadaan
sosial baik dari dalam maupun dari luar dan bersifat stabil. Setiadi (2008) mengatakan Peran petugas
kesehatan adalah suatu kegiatan yang diharapkan dari seorang petugas kesehatan yang memberikan
pelayanan kesehatan kepada masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Mubarak
(2011) mengatakan Peran Bidan yang dimaksud adalah cara untuk menyatukan aktifitas Bidan dalam
praktik dan telah 16 menyelesaikan pendidikan formalnya yang diakui dan diberi kewenangan oleh
pemerintah untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab kebidanan secara profesional. Bidan
profesional tidak hanya dilihat dari kemampuan menjaga dan merawat klien, tetapi juga kemampuan
memberikan pelayanan secara menyeluruh, baik dari aspek biologis, psikologis, sosial serta spiritual
dengan penuh semangat yang diiringi dengan senyuman ikhlas dan tulus (Mubarak, 2011). Menurut
Depkes RI (2009) pelayanan kesehatan adalah setiap upaya yang diselenggarakan sendiri atau secara
bersama-sama dalam suatu organisasi untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah dan
menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan perorangan, keluarga, kelompok dan atupun
masyarakat. Kemampuan Provider Kesehatan dalam mengenal gejala dan tanda Baby blues sejak dini,
sehingga dapat menghindari keadaan psikosis pada Ibu sangat diharapkan. Jika seorang provider
kesehatan dapat menangani keadaan Baby blues dengan baik dan benar sejak dini melalui konseling,
penyuluhan makanan bergizi, pelatihanpelatihan fisik ringan pasca persalinan yang dapat menghindari
stress dan menggunakan support group serta keluarga untuk mendukung serta memahami keadaan Ibu,
akan membuat masa-masa Baby blues menjadi lebih mudah dilalui oleh seorang Ibu (Beardeslee, 2006).