PREPARASI SAMPLE BATUBARA
Preparasi sample batubara adalah
PREPARASI DAN rangkaian tahapan pengurangan
berat dan ukuran dari gross
sample secara sistematis sampai
PENGUJIAN SAMPLE pada berat dan ukuran yang
sesuai untuk analisa di
BATUBARA laboratorium.
Bagaimana preparasi sample yang TAHAPAN PROSES PREPARASI SAMPLE
benar ?
Air Drying/Pengeringan
Yang penting diketahui sebelum melakukan Crushing/Pengecilan ukuran butiran
preparasi sample:
Mixing/Pencampuran sample
Berapa tingkat variasi kualitas dari batubara?
Berapa top size batubara tersebut ?
Dividing/Pengecilan berat sample
Apa metode Standard yang dipersyaratkan ?
Untuk analisa apa sample dipersiapkan ? Metoda Preparasi Sample :
Berapa jumlah partai sample batubara tersebut? Off-line sample preparation
On-line sample preparation
ONLINE SAMPLE
PREPARATION
SECONDARY SAMPLING PLANT
SECONDARY SAMPLER
HAMMER
CRUSHER
1
PENGERINGAN UDARA
CONTOH FLOW CHART PREPARASI SAMPLE (AIR DRYING) SAMPLE
GROSS SAMPLE
TIMBANG, KERINGKAN DAN TENTUKAN KADAR AIR DRY LOSS (ADL) 1. Tujuannya :
CRUSH KE 4.75 MM Untuk menghitung hasil Persentase Air Dry Loss atau Free
ADUK DAN BAGI DENGAN RSD Moisture
Untuk memudahkan batubara dicrusher atau dimill
SAMPLE GA SAMPLE HGI SAMPLE UNTUK GA/HGI SAMPLE RESIDUAL
KERINGKAN DALAM
OVEN MAX. 35 C
KERINGKAN DALAM
OVEN MAX. 35 C
FILE MOISTURE
2. Air dried/pengeringan udara sample tidak boleh lebih dari 40
MILL 0,212 mm PENGUJIAN HGI
derajat Celcius dengan waktu terbatas untuk menghindari
ISO / BS
ASTM terjadinya oksidasi dan perubahan kualitas.
SPOT CONTOH SPOT CONTOH
RM UNDER AIR
200 GRAM UNTUK SISANYA
OVEN 107 C
3. Perlakuan air dry loss sample diequilibrium di ruangan
ANALISA DISIMPAN 200 GRAM LAB RM
UNDER NITROGEN
SISANYA
DISIMPAN
laboratorium terlebih dahulu sebelum penimbangan akhir dan
OVEN 107 C
proses preparasi selanjutnya agar tidak ada perubahan air dry
loss.
Masalah yang mungkin terjadi dalam proses
pengeringan udara (air-drying) sample :
Pencatatan berat sample salah.
Jika contoh dibiarkan di lokasi berangin, butiran yang
halus bisa hilang/terbang.
Kelebihan waktu pengeringan.
Pengeringan diatas 40 C.
Kurangnya waktu pengeringan sehingga menyebab-kan
sample lengket di Crusher atau Mill.
Pengeringan (Air Drying) Sample dengan
Drying Oven
Crushing / Pengecilan Ukuran Butiran Crushing / Pengecilan Ukuran Butiran
Tujuan Crushing : Crusher ataupun mill dirancang sedemikian rupa sehingga
Memperkecil ukuran butiran sample tanpa menyebabkan tidak menimbulkan kontaminasi ataupun penurunan kualitas
perubahan apapun terhadap berat sample, agar mencapai selama proses.
ukuran yang dipersyaratkan dalam pengujian. Roll Crusher, Jaw crusher dan Hammer Crusher digunakan
Meningkatkan homogenitas sample. untuk memperkecil ukuran dari 50 mm menjadi 11.2 mm,
4.75 mm atau 2.36 mm.
Alat yang digunakan : Dalam proses crushing perlu diperhatikan aspek kadar free
Roll Crusher moisture untuk menghindari loss moisture pada saat proses
Hammer Crusher crushing.
Jaw Crusher
Raymond Mill digunakan untuk menghancurkan sample
Raymond Mill sampai ukuran 0.250 mm (No. 60) untuk analisa
Plate mill/coffee mill (HGI) laboratorium.
2
Crushing / Pengecilan Ukuran Butiran
Cara kerja setiap peralatan crusher :
Crusher dengan jalan penghancuran sample
Raymond mill menghaluskan sample oleh putaran
hammer yang sangat tinggi melewati suatu ayakan.
Plate mill atau coffee mill adalah penggerusan sample
antara dua lempengan.
Pengkondisian crusher berarti memasukkan sedikit sample
ke crusher terlebih dahulu sebelum proses crushing untuk
keseluruhan sample.
Pengkondisian crusher sebelum digunakan bertujuan
untuk menghindari kontaminasi dan hilangnya kadar air.
Crushing / Pengecilan Ukuran Butiran
menggunakan Hammer Crusher
Mixing / Pencampuran Dividing/Pengecilan Berat Sample
Tujuan Dividing :
Tujuan mixing ialah mencampur sample tersebut Proses pengecilan berat dari gross sample untuk menda-
supaya lebih homogen. patkan sample yang representatif tanpa harus memper-kecil
ukuran butiran.
Pencampuran ini dapat dilakukan secara manual Meningkatkan homogenitas sample.
atau mechanical, dan biasanya diulangi sampai tiga Memenuhi berat sample yang dipersyaratkan.
kali.
Metode yang digunakan :
Untuk mengecek apakah pencampuran/
pengadukan sample itu sempurna dapat dilakukan Manual Mekanik :
dengan menganalisa bagian-bagian sample tersebut Manual Increment Rotary Sample Divider
dan membandingkan hasilnya (ash content). Riffle Splitter Oscillating.
Coning-Quatering
Manual Increment Manual Increment
Sample ditebarkan di atas tempat yang bersih dan
permukaannya halus.
Kemudian sample tersebut dibagi dalam beberapa
segmen.
Tiap segmen diambil samplenya. Sample ini
kemudian dikombinasikan/digabung.
Pada umumnya metode ini hanya dipakai untuk
sample division batubara yang ukurannya > 25 mm.
3
RIFFLE ROTARY SAMPLE DIVIDER
Pembagian contoh dilakukan dengan cara
Pengecilan jumlah sample ini dilakukan dengan memasukkan sample kedalam hopper Rotary Sample
membagi-bagi batubara dengan riffle, berupa Divider sehingga sample mengalir dengan bebas.
sekat-sekat yang berlawanan. Jumlah pengambilan minimum 20 increment untuk
Jumlah lubang riffle ini harus minimal 16 buah dan setiap segmen, bila sample tercampur sempurna.
ukuran lubangnya adalah 3 x ukuran top size Biasanya Rotary Sample Divider dibagi menjadi 6 atau
sample batubara tersebut. 8 segmen.
Metode ini banyak digunakan untuk ukuran Setiap segmen diambil sesuai dengan kebutuhan.
batubara < 11.2 mm. Metode ini banyak digunakan untuk ukuran batubara <
11.2 mm.
Sebelum penggunaan RSD yang baru harus dilakukan
variance test masing-masing bucket/canister.
CONING - QUARTERING
Pembagian contoh secara quartering, dilakukan dengan
menumpahkan batubara di tempat yang bersih, yang
bentuknya seperti kerucut.
Kemudian kerucut itu didatarkan dan kemudian dibagi
dalam 4 (empat) segmen.
Dari empat segmen tadi diambil 2 segmen yang
berlawanan.
Cara ini dilakukan berulang-ulang sehingga jumlah
contoh sesuai dengan yang disyaratkan.
Pembagian sample menggunakan
Rotary Sample Divider
Berat Sample Minimum PENYIMPANAN FILE SAMPLE
setelah pembagian (ISO Standard) File sample harus disimpan untuk tujuan tertentu dikemudian hari.
Ukuran Batubara (mm) General Analysis Sample (Kg)
Moisture Sample Masa penyimpanan sample tergantung kebutuhan.
(Kg) Sample Explorasi paling lama 6 bulan kemudian diserahkan ke
150 2600 500 pelanggan
125 1700 350 Sample Produksi/Shipment 3 s/d 6 bulan.
90 750 125 Untuk menjaga integritas sample, menghindari deteriorasi dan atau
63 300 60 oksidasi, maka sebaiknya sample:
45 125 25 Disimpan dalam kantong plastik ganda.
31.5 55 10 Disimpan dalam freezer
22.4 32 7 Disimpan dalam air atau nitrogen
11.2 13 2.5 Untuk memudahkan pencarian, sample diberi label yang mengambarkan
8.0 6 1.5 identitas sample dengan jelas :
5.6 3 1.2 No. Referensi
4.0 1.5 1 Kode sample atau Nama Tongkang/Kapal
Nama Pelanggan
2.8 0.65 0.65
Tanggal Sampling
2.0 0.25 -
Jenis Sample (GA/HGI/RM)
1.0 0.10 -
4
Pengoperasian Timbangan
1. Pindahkan benda dari permukaan timbangan dan bersihkan
bagian bawah pinggan.
2. Pastikan posisi timbangan rata dengan mengamati
gelembung udara. Atur jika diperlukan sehingga
gelembung udara berada dalam lingkaran.
3. Hidupkan timbangan dan tekan TARE untuk
mengenolkan. Jika timbangan tidak stabil, cek bahwa
tidak ada kotoran dan timbangan bersih
4. Letakkan benda yang ditimbang pada bagian tengah
permukaan timbangan, tunggu sampai penunjukan angka
stabil
PENYIMPANAN FILE SAMPLE DALAM 5. Catat beratnya pada lembar kerja
FREEZER CONTAINER 6. Angkat bendanya dan cek bahwa penunjukan angka
kembali ke nol.
TOTAL MOISTURE TOTAL MOISTURE
1. Hal terpenting dalam penanganan sample untuk pengujian Total Moisture (air) ada dalam batubara sebagai inherent
Moisture : moisture, surface atau free moisture, air terikat di mineral
Proses pengumpulan, penanganan, pengecilan dan pembagian matter dan dekomposisi moisture. Pengukuran secara
sample harus dilakukan secara cepat dan sesingkat mungkin analisa yaitu moisture holding capacity, total moisture, air
untuk mencegah perubahan hasil total moisture/hilangnya dry loss, residual moisture dan moisture in analysis sample.
kadar air.
Sample disimpan dalam tempat yang tertutup rapat untuk Total Moisture adalah total moisture dalam sample
mencegah perubahan hasil total moisture/ hilangnya kadar air batubara pada saat pemeriksaan.
akibat dari pengaruh udara sekitar, hujan, angin dan sinar Total moisture dipengaruhi oleh cuaca, metode
matahari atau bahan bahan penyerap.
penambangan, pengolahan, penumpukan dan tranportasi
2. Kegunaan pengujian total moisture :
Sebagai ukuran kualitas batubara Total moisture dapat ditentukan melalui metode satu
Ditulis dalam kontrak sebagai faktor pinalti terhadap berat tahap atau dengan metoda dua tahap.
Digunakan untuk konversi ke basis as received.
TOTAL MOISTURE TOTAL MOISTURE
Pengunaan metoda tergantung kondisi sample. Bila kondisi
sample cukup kering dan dapat langsung crushing dan Kesalahan-kesalahan dalam pengujian total
dividing, maka digunakan metoda satu tahap. moisture adalah
Metoda satu tahap adalah pengeringan sample ukuran 11,2 Sample tidak dipanaskan sampai berat
mm pada 107 oC dalam kondisi standard. tetap.
Metoda dua tahap digunakan bila sample terlalu basah jika sample tidak ditimbang sesegera
untuk langsung dicrushing dan didividing. Gross sample mungkin setelah pemanasan air kembali ke
pertama di kering udarakan pada kondisi udara ambient sample
untuk mendapatkan hasil air dry loss. Sample air dried
dicrushing dan didividing untuk mendapatkan sample gas nitrogen harus dialirkan melewati
residual moisture. Sample RM berukuran 2,8 mm desicant (penyerap uap air) karena jika gas
dikeringkan pada 107 oC dalam kondisi standard. tidak kering mungkin hasilnya rendah.
5
Hardgrove Grindability Index Hardgrove Grindability Index
Hardgrove Grindability Index merupakan metoda pengujian Sample batubara sebelum dipreparasi dilakukan pengeringan (air-
yang paling umum digunakan untuk menggambarkan/ dry) sampai berat tetap dengan tujuan untuk memudahkan
mengukur kekerasan dari contoh batubara. proses pengecilan ukuran partikel menggunakan crusher/mill.
Sample batubara untuk pengerjaan HGI dicrusher secara
Hasil pengujian Hardgrove Grindability Index umumnya bertahap menggunakan plate mill/coffee mill menjadi material
1.18 mm x 0.600 mm untuk menghindari terbentuknya material
berkisar antara 30 dan 100 atau lebih, nilai yang besar halus secara berlebihan (material -0.600 mm)
menggambarkan batubara tersebut lebih mudah untuk
digerus. Jadi artinya jika ada hasil HGI sebagai berikut: 30 = Kesalahan-kesalahan dalam pengerjaan pengujian HGI :
keras, 50 = medium dan 80 = lunak/rapuh Pengeringan contoh batubara kurang sempurna
Kesalahan dalam kalibrasi mesin HGI
Hardgrove Grindability Index dari batubara sangat penting Kesalahan dalam pengayakan contoh.
dalam merancang dan pengoperasian peralatan milling. Menghasilkan material -0.600mm lebih dari 50 % sehingga akan
Nilai HGI digunakan untuk menentukan tenaga yang didapatkan nilai HGI yang rendah (kurang akurat)
diperlukan dalam proses penggilingan dan pemakaian mesin
penggilingan (crusher/mill).
Hardgrove Grindability Index DRY SIZING
Dalam pengujiannya, HGI Hal yang penting adalah sample harus ditangani secara hati-hati
dipengaruhi moisture dalam untuk mencegah sample hancur selama proses penanganannya.
sample uji maka penetapan HGI Digunakan untuk menentukan efisiensi dari crusher dan proses
harus dilengkapi dengan hasil pencucian. Produk sizing sangat penting dalam pemenuhan
spesifikasi batubara. Terlalu banyak batubara yang halus
pengujian residual moisture. menyebabkan masalah dalam penanganan dan penggunaan
HGI merupakan sifat fisik batubara.
sehingga tidak dapat di blending Kualitas tiap fraksi ukuran batubara berbeda.
secara kalkulasi matematis Kesalahan dalam pengujian ini adalah :
Dalam prakteknya, HGI selain pengeringan sample tidak sempurna
dipengaruhi moisture juga pengeringan dilokasi berangin sehingga menyebabkan hilangnya
dipengaruhi oleh unsur-unsur partikel halus
jumlah sample yang diambil untuk topsize batubara tersebut
mineral dalam batubara kurang
kondisi ayakan yang rusak.
WET SIZING BULK DENSITY
Pengujian ini dilakukan untuk mensimulasi proses Bulk density adalah berat jenis batubara dalam keadaan
penyaringan di washing plant. curah yang dinyatakan dalam satuan ton/m3 atau kg/m3
atau lb/ft3.
Dalam pengujian ini digunakan kawat baja untuk
Digunakan untuk menghitung tonase batubara dari
menyamakan dengan kondisi dalam washing plant. volume batubara yang diketahui (hasil survey)
Kesulitan dalam pengujian ini adalah : Kesulitan dalam pengujian ini adalah :
pada kecukupan waktu dalam penyaringan adanya pengaruh kadar air dalam batubara curah
lamanya waktu yang dibutuhkan untuk pengeringan pengaruh distribusi ukuran partikel yang luas
sulit melakukan penimbangan. sulit menyamakan kondisi lapangan dengan kondisi
uji di laboratorium.
6
FLOAT & SINK FLOAT & SINK
Pengujian float/sink adalah pemisahan fraksi sample batubara Bahan-bahan kimia yang digunakan untuk pengujian float/sink
berdasarkan densitas/berat jenis dengan mengunakan larutan adalah white spirit, perchloroethylene dan tetrabromoethane.
kimia tertentu yang berbeda berat jenisnya. Setiap fraksi
densitas/berat jenis dipreparasi dan dianalisa biasanya kadar Dalam pelaksanaan pengujian ini harus memperhatikan K3 karena
abunya. Persentase fraksi densitas/berat jenis dihitung juga. menggunakan bahan kimia yang membahayakan kesehatan antara
Pengujian float/sink ini digunakan untuk menentukan karak- lain :
teristik pencucian batubara guna merancang washing plant dan Gunakan jas laboratorium, masker pernapasan, sarung tangan
memonitor kinerja washing plant.
dan kaca mata
Kesulitan dalam melakukan pengujian ini : Tidak boleh merokok dan menyalakan api.
Apabila berat jenis larutan kimia tidak tepat, maka pemisahan
yang ideal tidak terjadi. Pastikan sirkulasi udara baik/gunakan ruang asam.
Batubaranya rapuh atau mudah pecah pada saat dicampur Bahan kimia disimpan dalam tempat yang tertutup rapat.
dengan bahan kimia Bahan kimia tidak boleh dibuang langsung ke saluran
Sample harus dikering-udarakan untuk menghilangkan pembuangan.
pelarutnya.
7