Anda di halaman 1dari 9

Resume 10 CAPITAL MARKET RESEARCH

Wisnu Adi Setyanto/ 9-1 Alih Program/ 37/ 1401160293

A. PHILOSOPHY OF POSITIVE ACCOUNTING THEORY


Teori positif mencari pemahaman fenomena akuntansi dengan mengobservasi kejadian
empiris dan menggunakan hasilnya untuk membuat prediksi tentang pengamatan yang lebih luas
dan / atau untuk memprediksi kejadian di masa depan. Pendekatan ini didukung oleh Milton
Friedman yang menyatakan: Tujuan utama dari ilmu pengetahuan positif adalah memprediksi
perkembangan teori atau hipotesis yang menghasilkan informasi yang valid dan bermakna
(yaitu tidak truistic) tentang fenomena yang belum diamati.

Sejalan dengan pandangan tersebut, Watts dan Zimmerman berpendapat the objective of
accounting theory is to explain and predict accounting practice. Explain: memberikan alasan
atas praktik yang diamati. Prediction: teori memprediksi fenomena yang belum diamati (tidak
harus selalu fenomena di masa depan).
Teori akuntansi positif juga bertujuan menjawab beberapa pertanyaan berikut

Apa saja biaya dan manfaat dari metode-metode akuntansi alternatif?


Apa saja biaya dan manfaat dari regulasi dan proses penetapan standar akuntansi?
Apakah pengaruh dari laporan keuangan yang dilaporkan terhadap harga-harga saham?
Apakah model penilaian akuntansi lebih unggul dalam memprediksi harga-harga di masa
depan, tingkat pengembalian, laba atau arus kas?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut teori akuntansi positif didasari beberapa asumsi,
yaitu:

Individu diasumsikan rasional dan mengevaluasi atas maksimalisasi utilitas keuangan


Manajer memiliki diskresi dalam memilih kebijakan akuntansi yang secara langsung
memaksimalkan kepentingan mereka atau mengubah kebijakan-kebijakan pendanaan,
investasi dan produksi yang secara tidak langsung memaksimalkan kepentingan mereka
Manajer mengambil tindakan-tindakan untuk memaksimalkan nilai perusahaan.
Pendukung teori akuntansi positif berargumen bahwa apapun model akuntansi normatif
yang diusulkan untuk diuji dan diverifikasi untuk menilai dampaknya sebelum dijadikan standar
akuntansi. Mereka berpendapat melawan penggunaan anecdotal evidence dan penerimaan yang
naf dari rekomendasi politik atau akademis. Pendukung teori positif berargumen bahwa teori
mereka lebih ilmiah dalam hal metodologi.

B. STRENGTH OF POSITIVE THEORY


Salah satu kritik atas standar akuntansi yang berubah adalah mereka membuat rekomendasi
tertentu untuk praktik akuntansi dan audit yang tidak secara keseluruhan berdasarkan metode atau
pengamatan yang empiris dan teridentifikasi. Watts dan Zimmerman menyatakan bahwa
rekomendasi yang valid mempersyaratkan spesifikasi tujuan dan fungsi tujuan. Suatu tujuan bisa
jadi mengawasi dan mengendalikan penghasilan tambahan manajemen, atau pembuatan keputusan
ekonomi dan meramalkan arus kas di masa mendatang, atau alternatifnya, pendistribusian
kekayaan yang lebih adil.

Teori normatif berdasarkan pertimbangan nilai, bagaimanapun, menghasilkan


rekomendasi yang tidak dapat dibantah, meskipun dikembangkan secara logika. Teori akuntansi
normatif, dalam membuat rekomendasi, tidak menetapkan tujuan atau fungsi tujuan yang
independen atas preferensi subjektif. Permasalahan terkait pendekatan ini adalah validitas dari
rekomendasi tidak dapat dibantah. Teori, karenanya, tidak dapat digolongkan secara objektif
karena tidak mungkin untuk menyetujui atau menyanggah klaim apakah tujuan lebih penting dari
yang lain. Karenanya, menurut standar Popper, teori normatif dan preskriptif lemah secara
metodologi. Selanjutnya ada masalah metodologi terkait teori normatif dan preskriptif, bahkan jika
mereka dapat ditiru, pilihan untuk fungsi tujuan tetap harus diberikan alasan. Jika kita
menghubungkan teori normatif dengan tujuan termasuk peningkatan terkait kualitas informasi
dalam laporan keuangan, akan menjadi suatu keharusan utuk menunjukkan rekomendasi mereka
benar-benar sesuai dengan tujuannya.

C. SCOPE OF POSITIVE ACCOUNTING THEORY


Pengembangan teori akuntansi positif terdiri dari dua tahap. Tahap awal teori positif adalah
melibatkan riset ke dalam akuntansi dan perilaku pasar modal. Meneliti hubungan antara
pengumuman data akuntansi dan reaksi harga saham.Teori-teori yang digunakan adalah efficient
market hypothesis dan capital asset pricing model. Tahap kedua berupaya menjelaskan dan
memprediksi praktik-praktik akuntansi antar perusahaan dengan dua fokus. Teori ex-post
opportunism yang menjelaskan apakah perusahaan membuat pilihan-pilihan akuntansi tertentu
untuk tujuan-tujuan oportunistik, misal pemindahan kekayaan dari pemegang klaim atas
perusahaan kepada manajer. Teori ex-ante efficient contracting yang mengasumsikan perusahaan
memilih praktik-praktik akuntansi untuk tujuan-tujuan efisiensi.

D. CAPITAL MARKET RESEARCH AND THE EFFICIENT MARKET HYPTHESIS


Dua jenis dari riset pasar modal secara khusus penting bagi teori akuntansi positif : (1)
studi yang berusaha untuk menentukan dampak atas pengeluaran informasi akuntansi pada
pengembalian saham, dan (2) studi yang mempertimbangkan efek atas pergantian kebijakan
akuntansi dalam harga saham. Kedua riset ini didasarkan pada efficient markets hypothesis (EMH),
yang menekankan pada permintaan dan penawaran, analisis ekuilibrium dan pasar-pasar
kompetitif. Fama dan rekan menciptakan frase pasar efisien sebagai pasar yang menyesuaikan
dengan cepat terhadap informasi baru. Fama kemudian merumuskan definisi dari pasar efisien
sebagai di mana harga mencerminkan secara penuh informasi yang tersedia berdasarkan
asumsi bahwa :

Tidak ada biaya transaksi dalam perdagangan surat berharga


Informasi yang tersedia bebas biaya terhadap seluruh pihak di pasar
Terdapat perjanjian bahwa implikasi dari informasi saat ini untuk harga sekarang dan
distribusi harga di masa mendatang
Untuk menampung berbagai jenis kumpulan informasi dan memungkinkan pengujian
empiris, Fama membedakan 3 kumpulan informasi :

Efisiensi bentuk lemah mengasumsikan bahwa harga sekuritas pada suatu waktu
mencerminkan sepenuhnya informasi yang terkandung dalam serangkaian harga-harga di
masa lalu
Efisiensi bentuk semikuat menyatakan bahwa harga sekuritas mencerminkan semua
informasi yang tersedia, termasuk harga-harga di masa lalu
Efisiensi bentuk kuat mengisyaratkan bahwa harga sekuritas mencerminkan seluruh
informasi, termasuk informasi yang tidak tersedia secara publik
Dari ketiga bentuk di atas, bentuk semi kuat yang secara langsung berhubungan dengan
riset akuntansi karena informasi akuntansi merupakan bagian dari informasi yang tersedia bagi
publik. Efisiensi pasar dalam EMH berarti security price yang mencerminkan agregat dari
informasi yang relevan yang tidak bias dan cepat; fair game dan mendekati nilai fundamental.
(mekanisme harga pada security market).

Riset pasar modal (CMR) merupakan riset empiris yang menggunakan metode-metode
statistic untuk menguji hipotesa tentang perilaku pasar modal. Model yang digunakan adalah
model pasar yang didasarkan pada capital asset pricing model (CAPM)

Market Model
Harga saham dan pengembalian dipengaruhi oleh market-wide dan kejadian spesifik
perusahaan. Jika kita berusaha untuk meneliti dan mengidentifikasi dampak dari informasi unik
perusahaan termasuk pengeluaran laba yang didapat, pengembalian yang berasal dari informasi
umum terkait pasar (misalnya keadaan ekonomi, inflasi, dll.) harus terlebih dahulu dikendalikan.
Untuk memisahkan bagian dari pengembalian surat berharga yang unik bagi perusahaan, kami
menggunakan model pasar :
Regresi untuk menentukan dan umumnya menggunakan data pengembalian bulanan
untuk periode 5 tahun. Model pasar memiliki beberapa asumsi yang harus jelas :

Investor adalah penghindar risiko


Pengembalian didistribusikan secara normal (mean dan deviasi standar cukup menjelaskan
pengembalian surat berharga) dan investor memilih portofolionya berdasarkan hal ini
Investor memiliki ekspektasi yang homogeny
Pasar lengkap (seluruh peserta adalah pengambil harga, tidak ada biaya transaksi dan ada
ekspektasi yang rasional dari investor).
E. IMPACT OF ACCOUNTING PROFITS ANNOUNCEMENTS ON SHARE PRICES
Direction
Studi yang dilakukan Ball dan Brown adalah pondasi dari akuntansi positif. Salah satu
motivasi di balik teori akuntansi positif adalah untuk menentukan isi informasi yang dimiliki laba
akuntansi untuk pasar saham, atas kritik pendukung teori normatif atas metode biaya historis dalam
menghitung laba. Ball dan Brown menguji kegunaan figur laba biaya historis untuk keputusan
investasi. Mereka berargumen bahwa jika informasi yang terdapat pada figur laba berguna dan
informatif bagi pembuatan keputusan investasi, maka harga saham akan menyesuaikan untuk
mencerminkan informasi tersebut. Ball dan Brown berargumen bahwa peningkatan tak terduga
laba mewakili informasi baru bagi pasar. Ball dan Brown menggunakan data Amerika Serikat
untuk 261 perusahaan pada tahun 1946-1966 untuk memeriksa dampak harga atas pengumuman
laba tak terduga dan mengklasifikasikan pengumumannya menjadi menyenangkan atau tidak
menyenangkan.

Hasil dari penelitian Ball dan Brown memiliki beberapa implikasi terhadap teori akuntansi
yaitu:
Laba akuntansi historis mengandung informasi yang cukup berarti.
Diketahui adanya informasi yang berkelanjutan di pasar, jadi akuntansi bukan satu-satunya
informasi mengenai perusahaan.
Pasar secara konsisten mengantisipasi informasi laporan akuntansi dan pasar tidak
mungkin untuk memperdagangkan informasi akuntansi setelah adanya publikasi, untuk
mendapatkan keuntungan ekonomi setelah biaya transaksi turut diperhitungkan.
Magnitude
Mungkin saja dilakukan penelitian hubungan antara magnitude (jarak, ukuran) atas
perubahan tak terduga dari laba dan pengembalian abnormal. Teori yang mendasari pengujian ini
adalah jika pengeluaran laba akuntansi memiliki isi informasi, magnitude atas pengembalian
abnormal akan berhubungan dengan magnitude atas laba tak terduga. Beaver, Clarke, dan Wright
pertama kali meneliti hal ini. Perusahaan yang terdaftar di New York Stock Exchange dibagi
menjad 25 portofolio berdasarkan magnitude dari laba tak terduga tiap perusahaan (sebagai
persentase laba yang diharapkan). Mean tingkat pengembalian abnormal untuk 12 bulan yang
berakhir 3 bulan setelah tahun keuangan perusahaan dihitung untuk setiap portofolio. Ukuran ini,
bersama dengan laba tak terduga, diberikan peringkat dari yang paling positif ke paling negatif
dan hubungan yang kuat ditemukan atas magnitude.

Information asymmetry and firm size


Kadar informasi dari pengumuman laba tak terduga berkebalikan terkait ukuran
perusahaan, yakni, semakin kecil perusahaan, semakin banyak informasi yang terkandung dalam
laporan keuangan. Dalil informasi yang berbeda ini bersandar kepada fakta bahwa jumlah
informasi yang tersedia dari sumber selain laporan keuangan adalah fungsi yang meningkat atas
ukuran perusahaan dan dikembangkan dari teori biaya transaksi dan insentif yang berbeda atas
pencarian informasi. Tetapi Freeman berargumen bahwa kemungkinan peningkatan biiiaya
pencarian terkati meningkatnya kompleksitas perusahaan besar diimbangi dengan :

Perusahaan yang lebih besar menyediakan varietas informasi yang lebih besar daripada
perusahaan yang lebih kecil
Perusahaan yang lebih besar memiliki tingkat pemaparan yang lebih tinggi atas pelaporan
yang konstan atas tekanan keuangan dan oleh kegiatan pencarian analis keuangan.
Lembaga investor lebih menyukai perdagangan di perusahaan besar karena likuiditas dan
pembatas kontraktual. Singkatnya, hipotesis informasi diferensial menyatakan bahwa informasi
yang terkandung dalam pengeluaran akuntansi seharusnya lebih penting bagi perusahaan yang
lebih kecil dibanding bagi perusahaan yang lebih besar. Freeman berfokus pada perbedaan waktu
dalam proses penyesuaian perusahaan kecil dan besar dalam pengumuman laba. Dia menunjukkan
bahwa :

Harga surat berharga dari perusahaan besar mencerminkan informasi laba sebelumnya
daripada harga surat berharga di perusahaan kecil
Magnitude atas pengembalian abnormal kumulatif terkait pengumuman laba lebih besar
bagi perusahaan kecil dibandingkan dengan perusahaan besar
Magnitude of Profit Releases from Other Firms

Riset pasar modal yang lain telah meneliti tidak hanya ketanggapan dari pengembalian
perusahaan kepada pengumuman laba mereka, namun juga ketanggapan atas pengembalian dari
pengumuman laba perusahaan lain. Foster memeriksa transfer informasi menggunakan data
Amerika Serikat untuk 10 industri dan menemukan varians dari pengembalian abnormal untuk
perusahaan yang bersaing meningkat ketika perusahaan lain dalam industri yang sama
mengumumkan laba. Clinch dan Sinclair melaporkan hasil yang mirip dan menunjukkan bahwa
perusahaan yang terakhir mengumumkan labanya dalam industri untuk periode tertentu memiliki
reaksi harga saham yang paling rendah. Studi selanjutnya menemukan hubungan antara reaksi
pengumuman harga yang lambat dan berita pengumuman yang cepat adalah paling kuat bagi
industri dengan korelasi laba tertinggi.

Volatility
Peneliti yang lain telah menggunakan alternatif indeks atas kadar informasi pengumuman
laba. Teori yang mendasari pengujian ini adalah jika ada kadar informasi dalam pengumuman laba,
kita akan mengharapkan untuk mengamati perubahan harga yang lebih besar pada tanggal
pengumuman. Hasil yang didapat Beaver konsisten dengan hipotesis ini, karena pada minggu
pengumuman varians dari pengembalian perusahaan 67% lebih besar dari normal. Ada volatility
yang abnormal dalam pengembalian atau volume perdagangan pada tanggal pengumuman laba.

Association Studies and Earning Response Coefficients


Terdapat pendekatan lain atas pasar modal yang dinamakan studi asosiasi. Studi ini
mengukur dampak ukuran akuntansi pada hrga saham terhadap event window yang lebih lama
(biasanya satu tahun atau lebih). Pada dasarnya, tujuan dari pengujian ini adalah dampak dari
variabel akuntansi dan rangkaian informasi lebih luas yang mencerminkan pengembalian surat
berharga terhadap periode yang lebih lama. ERC diperoleh dengan menjalankan least-squares
regression dengan pengembalian (atau pengembalian tak terduga) sebagai variabel dependen dan
laba (atau laba tak terduga) sebagai variabel independen.

Determinants of Firm Value


Brown menerapkan versi yang disederhanakan atas model penilaian perusahaan
Modigliani dan Miller untuk menggambarkan ERC sebagai biaya timbal balik modal perusahaan.
Model Modigliani Miller adalah sebagai berikut :
V tD = X (1-t) / + G
Di mana :
V tD = nilai kapitalisasi perusahaan disesuaikan dengan manfaat pajak atas leverage
X = pendapatan sustainable sebelum pajak dan bunga
X (1-t) = pendapatan setelah disesuaikan dengan pajak
= biaya modal
G = nilai kesempatan untuk tumbuh
Fakor-faktor yang mempengaruhi ERC:

risk and uncertainty


audit quality
firm size
industry
interest rates
financial leverage
firm growth
permanent and temporary profits
non-linear modeling
disaggregating profits
cash flows
balance sheet and balance sheet components
Methodological Issue
Williams dan Finlay berpendapat bahwa hasil dari penelitian adalah mendukung EMH dan
bentuk akuntansi tidak penting bagi asal tujuan penilaian, sebagian, dari kenyataan bahwa EMH
diasumsikan mendeskripsikan secara valid. Watts dan Zimmerman menyatakan tidak ada usaha
untuk membedakan EMH dari 2 hipotesis manajer menggunakan akuntansi memperdaya pasar
saham ataukah pasar efisien dan mengabaikan perubahan akuntansi yang tidak mempunyai
konsekuensi arus kas.

F. TRADING STRATEGIES
Post-announcement Drift
Post-Announcement Drift muncul dimana abnormal return muncul setelah pengumuman
laba, sehingga kandungan informasi pengumuman laba tidak sepenuhnya dimasukkan ke dalam
harga saham pada tanggal pengumuman. Sebuah fraksi besar drift terjadi pada tanggal
pengumuman laba dan drift berikutnya konsisten memiliki tanda yang diperkirakan untuk
keuntungan portofolio ekstrim.

Penelitian Ou dan Penman's memeriksa apakah laporan informasi akuntansi keuangan


tahun berjalan dapat digunakan untuk meramalkan perubahan laba tahun berikutnya dan
mencukupi untuk mengaktifkan abnormal return positif. Bukti-bukti juga menunjukkan bahwa
pasar gagal untuk mengenali manipulasi laba. Ada banyak penelitian yang menunjukkan bahwa
analis keuangan tertipu oleh angka-angka keuntungan dan kepercayaan dalam perkiraan mereka.
Efek winner-loser adalah contoh dari sebuah anomali asosiasi jangka panjang. Efek ini
menghasilkan strategi trading. Saham yang menghasilkan pengembalian positif yang ekstrim
(pemenang) atau pengembalian negatif yang ekstrim (loser) diurutkan berdasar pada kinerja tiga
tahun terakhir dan ditempatkan dalam portofolio. Terlalu percaya diri tentang informasi pribadi
juga menyebabkan investor meremehkan pentingnya informasi publik yang disebarluaskan.

Mechanistic Behavioural Effects


Hipotesis yang dikembangkan:

1. Pasar bereaksi secara mekanik untuk perubahan dalam angka akuntansi, tanpa memperhatikan
apakah angka tersebut hanya perias atau memiliki implikasi arus kas, seperti pasar secara
sistematis diperdaya oleh perubahan akuntansi yang menaikkan atau menurunkan keuntungan
(hipotesis mekanistik).
2. Pasar mengabaikan perubahan akuntansi yang tidak memiliki konsekuensi arus kas yaitu, pasar
tidak bereaksi terhadap perubahan akuntansi selain perubahan yang meningkatkan nilai
sekarang dari penghematan pajak atau mempengaruhi arus kas perusahaan (hipotesis no-
effect diturunkan dari Efficient Market Hypothesis).
Manipulating Accounting Numbers
Manajemen memiliki insider knomledge mengenai kualitas performa perusahaan.
Perrusahaan dapat memilih untuk menggerakan angka akuntansi menuju fundamental value
(pandangan informasional) atau menjauh dari fundamental value (pandangan oportunis).

Detecting the Quality and Probability of Accounting Management


Kita dapat menggunakan harga saham sebagai indikator kualitas. Namun riset dari Sloan
menunjukkan bahwa pasar secara keseluruhan tidak paham akrual dan bereaksi berlebihan
terhadap peningkatan positif pendapatan akrual. Reaksi analis keuangan dapat digunakan untuk
menilai kualitas. Laporan auditor dan opini dapat dijadikan proxy untuk kualitas tetapi ada debat
apakah auditor independen.

G. ISSUES FOR AUDITORS


Blackwell, Noland, dan Winters meneliti efek dari membayar biaya audit atau hutang
modal adalah contoh bahwa secara hukum perusahaan tidak perlu di audit. Mereka menemukan
bahwa perusahaan pribadi kecil membayar jasa audit lebih rendah dari tingkat bunga. Mansi,
Maxwell, dan Miller menyediakan bukti bahwa kualitas audit yang lebih tinggi menurunkan biaya
hutang modal.