Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Rumple leed test adalah salah satu cara yang paling mudah dan cepat
untuk menentukan apakah terkena demam berdarah atau tidak. Rumple leed
adalah pemeriksaan bidang hematologi dengan melakukan pembendungan
pada bagian lengan atas selama 10 menit untuk uji diagnostik kerapuhan
vaskuler dan fungsi trombosit. Prosedur pemeriksaan Rumple leed tes yaitu:
Rumple leede test dimaksudkan untuk menguji ketahanan kapiler darah
menggunakan pembendungan pada lengan sehingga darah akan menekan
dinding kapiler. Jika dinding kapiler kurang kuat ,maka darah dari kapiler
keluar dan merembes dalam jaringan sekiternya sehingga tampak bercak
petechiae. Petechiae adalah bintik-bintik merah akibat perdarahan didalam
kulit,warna terkadang bervariasi dari merah menjadi biru/ungu. Petechiae
umumnya muncul pada kaki bagian bawah tetapi bisa muncul diseluruh tubuh.
Petechiae mungkin terlihat pada pasien-pasien dengan jumlah platelet yang
sangat rendah.Petechiae terjadi kerena perdarahan keluar dan pembuluh –
pembuluh darah yang kecil sekali di bawah kulit atau selaput lendir,petechiae
umumnya tidak jelas dan menyakitkan. Faktor yang mempengaruhi Rumple
leede test
1. Perempuan yang menstruasi
2.Post menstrual dengan sedikit hormon
3.Kulit rusak karena akan meningkatkan kerapuhan kapiler
Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi kelainan sistem
vaskuler dan trombosit. Pada pemeriksaan ini, probandus tidak menunjukkan
tanda-tanda keluarnya petachi, setelah vena dibendung selama 5 menit.
Pembendungan ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan dari dinding kapiler.
Apabila dinding kapiler kurang kuat akan rusak/pecah dan akan terjadi
perdarahan dibawah kulit. Pemeriksaan Rumple Leed pada praktikum ini
dapat diketahui bahwa RL probandus negatif. Dari hasil ini dapat diketahui
bahwa probandus tidak mengalami gangguan vaskuler atupun gangguan
trombosit
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Rumple leede test (percobaan pembendungan) dimaksudkan untuk
menguji ketahanan kapiler darah menggunakan pembendungan pada vena
sehingga darah akan menekan dinding kapiler. Jika dinding kapiler kurang kuat
,maka darah dari kapiler keluar dan merembes dalam jaringan sekitarnya sehingga
tampak bercak petechiae. (Gandosoebrata,1969) Petechiae adalah bintik-bintik
merah akibat perdarahan didalam kulit,warna terkadang bervariasi dari merah
menjadi biru/ungu. Petechiae umumnya muncul pada kaki bagian bawah tetapi
bisa muncul diseluruh tubuh.
Petechiae mungkin terlihat pada pasien-pasien dengan jumlah platelet
yang sangat rendah. Petechiae terjadi kerena perdarahan keluar dan pembuluh –
pembuluh darah yang kecil sekali di bawah kulit atau selaput lendir,petechiae
umumnya tidak jelas dan menyakitkan.
Pemeriksaan dilakukan dengan menahan tekanan manset atau tensi sebesar
setengah dari jumlah tekanan sistol dan tekanan diastol. Sistole adalah bunyi yang
pertama terdengar, diastole adalah bunyi yang menghilang diantara bunyi yang
berdetak cepat, atau dapat pula dikatakan bunyi yang terakhir didengar. Kemudian
tekanan manset tersebut dipertahankan selama sepuluh menit. Walaupun
percobaan pembendungan ini dimaksudkan untuk mengukur ketahanan kapiler,
hasil tes ini ikut dipengaruhi juga oleh jumlah dan fungsi trombosit.
Trombositopenia sendiri dapat menyebabkan percobaan ini berhasil positif.
Manifestasi perdarahan yang paling sering ditemukan pada DBD ialah
perdarahan kulit, uji Tourniquet positif, memar dan perdarahan pada tempat
pengambilan darah vena. Uji Tourniquet merupakan tes yang sederhana untuk
melihat gangguan pada vaskuler maupun trombosit. Tes ini akan positif bila ada
gangguan pada vaskuler maupun trombosit.
Uji Tourniquet sebagai manifestasi perdarahan kulit paling ringan dapat
dinilai sebagai uji presumtif, oleh karena tes ini positif pada hari-hari pertama
demam pada 53% penderita DBD tanpa renjatan yang dirawat di Bagian Anak
Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta dalam tahun 1985-1986. Petekie
merupakan manifestasi perdarahan yang paling sering dijumpai, yaitu pada 51%
penderita.
Di daerah endemis DBD, uji Tourniquet merupakan pemeriksaan
penunjang presumtif bagi diagnosis DBD apabila dilakukan pada anak yang
menderita demam lebih dari 2 hari tanpa sebab yang jelas.
Sebagian orang mungkin menunjukkan hasil positif tergantung pada
tekstur, ketipisan, dan suhu kulit, sehingga uji Tourniquet ini bukan merupakan
satu-satunya pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk menentukan diagnosis
DBD. Untuk memastikannya perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium darah
BAB III
METODE PRAKTIKUM
A. ALAT DAN BAHAN
- Tensimeter
- Stetoskop
- Timer

B. PRINSIP KERJA
Dipasang manset tensimeter pada lengan atas, carilah tekanan sistolil dan
diastolik, kemudian pasang lagi tensimeter dan buatlah tekanan ½ x (ts + td),
pertahankan tekanan selama 5 menit, kemudian lepaskan manset lalu
perhatikan adanya patechie.

C. CARA KERJA
1. Tentukan lokasi daerah tubuh yang akan dilakukan uji Rumple leed.
Umumnya uji Rumple leed dilakukan pada lengan bawah atau tungkai
bawah
2. Lakukan pemeriksaan tekanan darah penderita kemudian catat nilai
tekanan sistol dan diastolenya
3. Setelah dapat hasil tekanan darahnya maka jumlah nilai tekanan darah
sistole dan diastole. Nilai penjumlahan kemudian dibagi dua. Catatlah
hasil tersebut.
4. Istirahatkan pasien selama ± 2 menit sebelum melakukan uji Rumple
Leed
5. Lakukan Rumple leed test dengan membendung aliran darah penderita
dengan menggunakan tensimeter sampai dengan nilai yang dicatat tadi
6. Beri lingkaran dengan menggunkan pena pada kulit lengan bawah bagian
volar, dengan garis tengah ± 5 cm, kira-kira 4 cm sebelah distal dari fossa
cubiti
7. Pertahankan tekanan itu selama 5 menit
8. Setelah itu maka lepaskan bendungan dan tunggulah sampai tanda- tanda
statis darah lenyap. Statis darah telah berhenti jika warna kulit pada
lengan yang dibendung tadi kembali seperti semula.
9. Carilah adanya patekie yang timbul pada lingkaran pada kulit lengan
bawah bagian volar, kemudian hitung jumlah patekie yang timbul
BAB IV
HASIL PENGAMATAN
BAB V
KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA

Ahmad Furqon, 2015, uji tourniquet (rumple leede)

dasar-teori-retraksi-bekuan-dan-rumple-leed.pdf

211453952-Dasar-Teori.pdf