Anda di halaman 1dari 6

SELLAA GURUS MUSIKA

16431.002
Kamis, 8 MARET 2018

”PGRI Sebagai Organisasi Profesi”


Jika mengacu pada ketentuan perundang-undangan, PGRI telah memenuhi seluruh
persyaratan sebagai organisasi profesi guru. “PGRI telah memenuhi kriteria dan persyaratan
serta terbukti telah banyak berperan melaksanakan fungsinya untuk membela dan
memperjuangkan kepentingan para guru” Dr. Muhdi, S.H, M.Hum.
Keberadaan organisasi profesi guru merupakan amanat UU nomor 14 tahun 2005
tentang Guru dan Dosen. Fungsi organisasi profesi sesuai pasal 41 ayat (2) adalah untuk
memajukan profesi, meningkatkan kompetensi, karier, wawasan kependidikan, perlindungan
profesi, kesejahteraan, dan pengabdian kepada masyarakat. Begitu pentingnya organisasi
profesi guru, bahkan pasal 41 ayat (3) mengamanatkan, guru wajib menjadi anggota organisasi
profesi.

Apakah setiap perkumpulan guru dapat disebut organisasi profesi guru itu?
Organisasi Profesi Guru menurut UU Guru dan Dosen pasal 1 poin (13) adalah perkumpulan
yang berbadan hukum yang didirikan dan diurus oleh guru untuk mengembangkan
profesionalitas guru. Sedangkan menurut Prof. Dr. Azrul Azwar, MPH (1998), organisasi
profesi memiliki ciri-ciri; 1) umumnya untuk satu profesi hanya terdapat satu organisasi profesi
yang para anggotanya berasal dari satu profesi, dalam arti telah menyelesaikan pendidikan
dengan dasar ilmu yang sama; 2) misi utama organisasi profesi adalah untuk merumuskan kode
etik dan kompetensi profesi serta memperjuangkan otonomi profesi; dan 3) kegiatan pokok
organisasi profesi adalah menetapkan serta merumuskan standar pelayanan profesi, standar
pendidikan dan pelatihan profesi serta menetapkan kebijakan profesi. Demikian diungkapkan
oleh Sekretaris Umum PGRI Jawa Tengah, Dr. Muhdi, S.H, M.Hum saat berbicara dalam acara
FGD PGRI Jawa Tengah dalam rangka menyongsong HUT PGRI dan HGN 2015 di Upgris,
Selasa (08/09). Selain dibentuk oleh guru, berbadan hukum, bersifat independen, memiliki
fungsi dan tujuan yang jelas untuk kepentingan para guru, serta dibentuk sesuai peranturan
peundangan, organisasi profesi guru juga harus memiliki kode etik dan memiliki Dewan
Kehormatan untuk menegakkan kode etik. Selain itu juga harus memiliki lembaga (LKBH)
untuk membela dan melindungi guru.
Sedangkan menurut draft perubahan PP 74/2008 tentang Guru pasal 44 (3) disebutkan,
bahwa Organisasi profesi guru harus memenuhi syarat ; 1) Keanggotaannya terdata dan
tersebar diseluruh provinsi dan Kabupaten/Kota Minimal 25% dari jumlah Guru di wilayah
yang bersangkutan; 2) Kepengurusannya berada di Pusdat dan disemua Provinsi serta minimal
75 % di Kabupaten/Kota; 3) Memiliki Kode Etik yang mengikat perilaku guru dalam tugas
keprofesionalannya; 4) Memiliki Dewan Pusat Kehormatan Guru sampai di Tingkat
Kabupaten/Kota.
1. Organisasi Profesi

Guru sebagai sebuah profesi haruslah mempunyai komitmen semakin meningkatkan


eksistensi profesi tersebut. Meski secara resmi guru diakui sebagai sebuah profesi pada
Tahun 2005 bersamaan dengan diberlakukannya Undang-Undang Guru dan Dosen,
namun tentu saja jauh sebelum itu guru sudah eksis bahkan ikut aktif dalam berjuang
demi kemerdekaan negri ini. Oleh karena itu, guru bukanlah “ kekuatan tak bergigi “
tetapi justru merupakan suatu modal yang paling besar dalam kemajuan bangsa ini. Hal
inilah yang mendorong diperlakukannya organisasi profesi guru yang menghimpun
kekuatan tadi sehingga dapat tersalurkan, dapat menjadi semakin besar, dan pada
akhirnya dapat mempermudah tercapainya tujuan besar guru.

Seiring bergeraknya bangsa ini ke era reformasi, turut memberi angin segar terhadap
bermunculannya organisasi guru. Jika masa sebelum reformasi, guru hanya mengenal
organisasinya adalah Persatuan Guru Republik Indonesia ( PGRI ), saat ini organisasi
guru serta organisasi yang banyak melibatkan guru telah menjamur. Hal ini berdampak
positif terhadap variasi pilihan guru dalam menghimpun diri. Selain itu, organisasi guru
yang berharap tetap eksis akan semakin memacu diri untuk lebih baik sehingga mampu
memberi suatu yang memang dibutuhkan dan diharapkan oleh guru. Organisasi guru
yang hanya ada namanya saja di suatu wilayah karena diisi oleh pengurus yang asal-
asalan tentu sedikit demi sedikit akan ditinggalkan oleh guru. Asal-asalan maksudnya
: asal pilih, asal masuk, asal ikut, asal ada, dan asal duduk.

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen secara eksplisit, lugas
dan jelas bahwa seorang guru harus menjadi angota organisasi profesi guru. Hal ini
tentu saja tidak sekedar guru aturan yang harus dijalankan oleh seorang guru, namun
dimaksudkan agar guru tersebut lebih meyakinkan dalam meningkatkan
kompetensinya, dan agar profesi guru yang disandangnya lebih bermartabat, serta
berkenaan dengan terjaminnya kesejahteraan guru. Organisasi profesi guru harus
mampu meyakinkan bahwa semua harapan guru dan Undang-Undang dapat
direalisasikan. Apabila organisasi profesi guru yang yang beranggotakan guru sebagai
orang-orang terdidik dan terpelajaran, tentu akan semakin besar resistensinya terhadap
kualitas organisasi tersebut. Namun demikian, dari sekian banyak organisasi guru saat
ini, tentu saja PGRI merupakan organisasi guru yang paling siap, baik regulasi maupun
jaringan untuk menjadi organisasi profesi guru.
2. Fungsi dan Kewenangan PGRI Terhadap Guru

2.1 Fungsi PGRI

Fungsi PGRI dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang juga sejalan
dengan amanat UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen ( Pasal 41 ayat 2 ),
yaitu :

1. Memajukan profesi.
2. Meningkatkan kompetensi.
3. Meningkatkan karier.
4. Meningkatkan Wawasan Kependidikan.
5. Memberikan Perlindungan Profesi.
6. Meningkatkan kesejahteraan.
7. Melaksanakan pengabdian masyarakat.

2.2 Kewenangan PGRI

Pada Tahun 2004, Presiden RI menyatakan guru sebagai sebuah profesi. Pada Tahun
2005, ditetapkannya Undang-Undang No. 14 tentang guru dan dosen. Sesuai amanat
dalam UU tersebut, PGRI sebagai organisasi profesi terhadap guru memiliki
kewenangan ( Pasal 42 ), yaitu :

1. Menetapkan dan menegakkan kode etik guru.


2. Memberikan bantuan hukum kepada guru.
3. Memeberikan perlindungan terhadap profesi guru.
4. Melakukan pembinaan dan pengembangan profesi guru.
5. Memajukan pendidikan nasional.

3. Tanggung Jawab PGRI Sebagai Profesi Terhadap Guru

Tanggung jawab PGRI sebagai organisasi profesi adalah ikut serta secara aktif dan
konstruktif dalam melaksanakan tugas keprofesionalan guru sebagai anggota
terdepan PGRI yang dapat memahami dan memperjuangkan hak-hak guru. Hak-hak
guru sebagaimana yang diamanatkan Peraturan Pemerintah Nomor 74 tahun 2008
tentang Guru adalah sebagai berikut :

1. Guru berhak mendapatkan promosi sesuai dengan tugas dan prestasi kerja.
Promosi yang dimaksud tersebut meliputi kenaikan pangkat dan/atau kenaikan
jenjang jabatan.
2. Guru memiliki kebebasan memberikan penilaian hasil belajar kepada peserta
didiknya. Guru juga ikut menentukan kelulusan peserta didik dari satuan
pendidikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
3. Guru memiliki kebebasan memberikan sanksi kepada peserta didiknya yang
melanggar norma agama, norma kesusilaan, norma kesopanan, peraturan tertulis
maupun tidak tertulisyang ditetapkan guru, peraturan tingkat kesatuan
pendidikan, dan peraturan perundang-undangan dalam proses pembelajaran yang
berada dibawah kewenangannya.
4. Guru berhak mendapatkan perlindungan dalam melaksanakan tugas dalam
bentuk rasa aman dan jaminan keselamatan dari Pemerintah, Pemerintah Daerah,
satuan pendidikan, Organisasi Profesi Guru, dan masyarakat sesuai dengan
kewenangan masing-masing.
5. Guru berhak mendapatkan perlindungan hukum dan tindak kekerasan, ancaman,
perlakuan tidak adil, perlakuan diskriminatif, intimidasi. Guru juga berhak
mendapatkan perlindungan profesi terhadap pemutusan hubungan kerja yang
tidak sesuai dengan ketuntuan peraturan perundang-undangan.
6. Guru juga berhak mendapatkan perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja
dari satuan pendidikan dan penyelenggaraan satuan pendidikan terhadap resiko
gangguan keamanan kerja.
7. Guru berhak memperoleh akses memanfaatkan sarana dan prasarana
pembelajaran yang disediakan oleh satuan pendidikan, penyelenggara
pendidikan, Pemerintah Daerah, dan Pemerintah.
8. Guru memiliki kebebasan untuk berserikat dalam organisasi profesi guru.
9. Guru memiliki kesempatan untuk berperan dalam penentuan kebijakan
pendidikan ditingkat satuan pendidikan,kabupaten atau kota, provinsi, dan
nasional.
10. Guru memiliki kesempatan untuk mengembangkan dan meningkatkan
Kualifikasi Akademik dan kompetensi, serta untuk memperoleh pelatihan dan
pengembangan profesi dalam bidangnya.
11. Guru yang diangkat Pemerintanh atau Pemerintah Daerah berhak memperoleh
cuti sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Tanggung jawab PGRI sebagai organisasi profesi adalah juga ikut serta secara aktif
dan konstruktif dalam membangun kesadaran guru untuk melaksanakan kewajiban
keprofesional guru. Kewajiban guru sesuai dengan Undang-Undang No. 14 tahun
2005 tentang Guru dan Dosen adalah merencanakan pembelajaran, melaksanakan
proses pembelajaran yang bermutu, serta menilai dan mengevaluasi hasil
pembelajaran.Guru juga berkewajiban untuk meningkatkan dan mengembangkan
kualifikasi akademik dan kompetensinya secara berkelanjutan sejalan dengan
perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, bertindak objektif dan tidak
diskriminatif atas atas dasar pertimbangan kelamin, agama, suku, ras, dan kondisi fisik
tertentu, atau latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi peserta didik dalam
proses pembelajaran, menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum, dan
kode etik guru, serta nilai-nilai agama dan etik, dan memelihara serta memupuk
persatuan dan kesatuan bangsa.

https://lusi27mstf.wordpress.com/2013/05/04/pgri-sebagai-organisasi-profesi/
Tanggapan Dan Saran
By: Sella Gurus Musika
Dari artikel diatas menjelasakan mengenai PGRI sebagaai organisasi profesi yang resmi
yang telah di atur di UU Guru dan Dosen beserta fungsi, kewajiban dan tanggung jawab.
Meski banyak guru telah menikmati hasil perjuangan PGRI, tetapi persoalan guru dan
pendidikan saat ini masih sangat banyak. Banyak guru yang belum bisa menikmati hak-
haknya dengan baik. Selain belum semua guru tersertifikasi, banyak guru kesulitan untuk
naik pangkat, guru yang sudah bersertifikat pun kini makin sulit mendapatkan hak-
haknya. Sebab itu PGRI harus berkomitmen terus mengawal pelaksanaan UU Guru dan
Dosen, memperjuangkan hak-hak guru, dan mendorong peningkatan mutu profesi dan
kompetensi para guru. Hal terpenting yang harus diketahui oleh segenap anggota PGRI
dimanapun adalah upaya dan perjuangan PGRI selama ini bagi kepentingan guru dan
masa depan pendidikan. Dengan kata lain, PGRI Sebagai organisasi profesi dan
perjuangan, terutama pada era reformasi ini telah banyak menunaikan tugas pokok dan
fungsinya melalui perjuangan yang tiada henti dalam rangka merespon aspirasi dan
kepentingan guru, melindungi dan memperjuangkan kepentingan guru serta pendidikan.
Tantangan kedepan masih terbentang luas dan semua tantangan itu hanya bisa
diselesaikan jika seluruh elemen guru bersatu dan solid dalam wadah PGRI.
Ke-PGRI-an
ARTIKEL PGRI SEBAGAI ORGANISASI PROFESI
DOSEN PENGAMPU : Nurul Kusuma Dewi, S.Si., M.Sc

Nama :

SELLA GURUS MUSIKA (16341.002)

PROGAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PGRI MADIUN
2018