Anda di halaman 1dari 3

Nama : Endah Novitaningrum (2620152732)

Restu Anjarwati (2620152750)


Vienanda Anggita Sari (2620152755)
Kelas : 1C

1. Mengapa PAI diajarkan di Keperawatan?

Pendidikan Agama Islam diajarkan di Keperawatan karena pendidikan agama


merupakan salah satu mata kuliah pengembangan kepribadian yang wajib diajarkan
kepada mahasiswa dan mahasiswi karena eksistensinya memosisikan diri sebagai
sesuatu yang penting dalam rangka pembentukan kepribadian mahasiswa dan
mahasiswi agar berpendidikan agama yang baik dan mampu memenuhi kebutuhan
terhadap kerangka nilai, dapat memberi orientasi yang jelas dalam konteks kehidupan
yang senantiasa berubah seiring kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pendidikan agama baik secara historis maupun konstitusional menempati
posisi yang sangat strategis dalam membentuk “character building” anak bangsa.
Dengan adanya pendidikan agama, seseorang dapat memahami dan mengamalkan
ajaran agamanya secara benar, memahami kedudukan, peranan dan tujuan hidup
sebagai hamba dan khalifah. Selain itu, pendidikan agama ditujukan agar mahasiswa
dan mahasiswi memiliki kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual, dapat
merespon perkembangan iptek yang dilandasi nilai-nilai kemanusiaan, keimanan dan
ketakwaan kepada Allah swt. Tujuan lainnya adalah agar mampu menghargai agama
yang diyakininya dalam konteks kehidupan modern serta sanggup menemukan
kebenaran dalam tataran ideologis (iman) maupun kebenaran dalam tataran empirik
melalui pengkajian ilmu–ilmu umum (ayat-ayat kauniyah) yang dipelajarinya.
Dalam hal ini, ada dua peran penting agama yang perlu diaplikasikan kepada
mahasiswa dan mahasiswi yaitu: Directive System dan Differentia System. Dalam
peran pertama pendididikan agama ditempatkan sebagai referensi utama dalam proses
perubahan sebagai supreme morality yang memberikan landasan dan kekuatan etik
spritual bagi mahasiswa dan mahasiswi. Peran yang kedua adalah pendidikan agama
menjadi kekuatan resistance bagi mahasiswa dan mahasiswi ketika berada dalam
lingkup kehidupan yang semakin kompleks di tengah derasnya arus modernisasi di
era global.
Demikian penting dan strategisnya pendidikan agama, maka eksitensinya tidak
dapat dinafikan karena menempati posisi kunci dalam membentuk kepribadian anak
bangsa, sekaligus untuk mengintegrasikan secara fungsional dengan berbagai disiplin
ilmu atau bidang studi lain yang diajarkan pada pendidikan tinggi. Fungsi agama yang
dimaksud adalah sublimatif, dan fungsi kreatif.
Fungsi agama secara motivatif adalah menjadi etos atau pendorong bagi para
pemeluknya untuk berbuat baik kepada orang lain, masyarakat, lingkungan, dan
negara. Adapun fungsi agama sebagai sublimatif adalah mendorong pemeluknya
untuk meletakkan setiap sikap dan perbuatannya sebagai suatu ibadah yang diniatkan
untuk mencari ridha Allah swt. bukan dengan pamrih untuk kepentingan duniawi.
Sedangkan fungsi kreatif adalah mendorong pemeluknya untuk menciptakan hal-hal
baru demi kemudahan dan peningkatan kualitas hidup manusia.

Dalam keperawatan, Pendidikan Agama Islam dijadikan sebagai pedoman


yang digunakan perawat dalam melakukan suatu tindakan terhadap klien oleh karena
itu pemahamaan tentamg peranan agama sangat penting dan pendasar dalam
memberikan asuhan keperawatan dimana nilai spiritual pasien selalu menjadi
pertimbangan dan dihormati. Dengan demikian setiap perawat harus menunjukkan
sikap etis professional yang baik dalam setiap penampilan dan tindakannya, termasuk
dalam mengambil keputusan ketika merespon sebuah situasi yang sulit. Pendidikan
Agama Islam juga mengajarkan perawat untuk tidak hanya menjalankan pekerjaannya
sebagai profesi tetapi sebagai bentuk syiar islam, yang mengintegrasikan nilai-nilai
keislaman serta mengaplikasikannya dalam praktik keperawatan.

Misalnya ketika seorang perawat mendapati pasien yang beragama islam, dan
pasien tersebut memiliki penyakit yang apabila terkena air maka penyakit tersebut
bertambah. Maka seorang perawat tersebut perlu untuk mengajarkan bertayamum
kepada pasien/klien agar klien tidak bertambah sakitnya, namun tidak pula
meninggalkan ibadahnya.
2. Menurut Anda, apa beda Pendidikan Agama Islam pada perguruan tinggi umum
dengan Keperawatan?
Apa yang Anda inginkan terjadi pada diri anda setelah mengikuti kuliah Pendidikan
Agama Islam?
Menurut kami Pendidikan Agama Islam pada perguruan tinggi umum dengan
Keperawatan sama saja karena dalam perguruan tinggi umum dan Keperawatan
Pendidikan Agama Islam selalu dijadikan pedoman dalam hidup dan berperilaku
sehari-hari agar mereka bertindak tidak menyimpang dari aturan-aturan agama.

Intine nek fakultas perguruan tinggi umum agama hanya digunakan untuk
memperbaiki akhlak memperdalam agama dan memenuhi mata kuliah pendidikan agama

Untuk keperawatan berhubungan dengan akhlak dan penerapan agama di masa yang akan
dating untuk penerapan dibidang profesi keperawatan seperti halnya contoh : ada pasien yang
mengalami sakaratul maut , tugas perawat disini memberikan dorongan untuk keluarga agar
mendoakan agar dipermudah setelah itu