Anda di halaman 1dari 14

12 INDIKATOR MUTU PELAYANAN RS (KEMENKES)

1. Kepatuhan terhadap Clinical Pathway


Kepatuhan terhadap Clinical Pathway

Nama Indikator Kepatuhan terhadap Clinical Pathway


Definisi operasional Kepatuhan terhadap Clinical Pathway adalah kepatuhan para staf
medis/DPJP dalam menggunakan Clinical Pathway untuk memberikan
asuhan klinis pasien secara terstandardisasi dan terintegrasi sehingga
dapat meminimalkan adanya variasi proses asuhan klinis.

Program Peningkatan Mutu dan Keselamtan Pasien


Dimensi mutu Kesinambungan pelayanan dan keselamatan pasien
Tujuan Terselenggaranya standarisasi proses asuhan klinis, mengurangi
risiko proses asuhan klinis, mengurangi adanya variasi asuhan klinis,
dan memberikan asuhan klinis yang tepat waktu serta penggunaan
sumber daya yg efisien dan konsisten sehingga menghasilkan mutu
pelayanan yang tinggi dengan menggunakan praktek klinik yang
berbasis bukti.
Dasar pemikiran / literature SNARS Edisi 1
Numerator -
Denumerator -
Formula Evaluasi atau cara penilaian penerapan Clinical Pathway adalah:
1. Dilakukan audit clinical pathway berupa kegiatan monitoring
dan evaluasi terhadap kepatuhan pelaksanaan asuhan klinis
(indikator proses) dan terhadap lama hari perawatan/LOS
(indikator output). Kepatuhan diukur dengan ketepatan LOS
sesuai CP pada kasus tanpa varian tambahan
2. Dokumen clinical pathway diintegrasikan pada berkas rekam
medis
Metodologi pengumpulan Sensus harian
data
Cakupan data Data rekam medis
Frekuensi pengumpulan 1 bulan sekali
data
Periode analisa 3 bulan sekali
Metodologi analisa data Analisis prosentasi
Sumber data Rekam medis
Wilayah pengamatan Rekam Medis dan rawat inap
Penanggung jawab Kepala bidang pelayanan medis
pengumpul data
Publikasi data Rapat koordinasi bulanan direktur dengan semua kabid, ka.ins,
ka.komite dan kanit
Standar Ada 5 CP KSM bedah sudah terimplementasikan terintegrasi dalam
berkas Rekam medis serta sudah dievaluasi, dan ada 5 CP KSM non
bedah sudah terimplementasikan terintegrasi dalam berkas Rekam
medis serta sudah dievaluasi
12. Kecepatan respon terhadap komplain
Kecepatan respon terhadap komplain

Nama Indikator Kecepatan respon terhadap komplain


Definisi operasional Kecepatan repon terhadap komplain adalah kecepatan RS dalam
menanggapi komplain baik tertulis, lisan, atau melalui mass media
yang sudah diidentifikasi tingkat risiko dan dampak risiko dengan
penetapan grading/dampak risiko berupa ekstrim (merah), tinggi
(kuning), rendah (hijau), dan dibuktikan dengan data , dan tindak lanjut
atas respon time komplain tersebut sesuai dengan
kategori/grading/dampak risiko.

Warna merah:
Cenderung dengan polisi, pengadilan, kematian, mengancam
sistem/kelangsuangan organisasi, potensi kerugian materiil, dll.

Warna kuning:
Cenderung berhubungan dengan pemberitaan media, potensi
kerugian materiil, dll

Warna hijau:
Tidak menimbulkan kerugian berarti baik material maupun immaterial

Kriteria penilaian:
1. Melihat data rekapitulasi komplain yang dikategorikan merah,
kuning, hijau
2. Melihat data tindak lanjut komplain setiap kategori yang
dilakukan dalam kurun waktu sesuai standar
3. Membuat presentase jumlah komplainyang ditindaklanjuti
terhadap seluruh komplain disetiap kategori:
a. Komplain kategori merah (KKM) ditanggapi dan
ditindaklanjuti maksimal 1 x 24 jam
b. Komplain kategori kuning (KKK) ditanggapi dan
ditindaklanjuti maksimal 3 hari
c. Komplain kategori hijauh (KKH) ditanggapi dan
ditindaklanjuti maksimal 7 hari

Program Peningkatan mutu


Dimensi mutu Efektifitas dan mutu pelayanan
Tujuan Terwujudnya kepuasan pelanggan
Dasar pemikiran / literature
SNARS Edisi I, Kamus Indikator Kinerja RS dan Balai Dirjen BUK
Kemenkes
Numerator KKM + KKK + KKH (%)
Denumerator 3
Formula (KKM+KKK+KKH) (%) : 3
Metodologi pengumpulan Survey, sensus
data
Cakupan data Data komplain
Frekuensi pengumpulan 1 bulan
data
Periode analisa 3 bulan
Metodologi analisa data Analisis prosentase
Sumber data Survey kepuasan pelanggan, laporan rekapitulasi keluhan/komplain
pelanggan
Wilayah pengamatan Area RS
Penanggung jawab Case manajer/Kepala bidang umum
pengumpul data
Publikasi data Rapat bulanan dengan Direktur, Kabid, Kains, kanit, dan ka.komite
Standar  75 %
2. Kepatuhan Cuci Tangan
SKP 5. Kepatuhan cuci tangan (hand hygiene) 6 langkah dan 5 moment dokter Spesialis
saat visite di ruang ranap

Nama Indikator Kepatuhan cuci tangan (hand hygiene) 6 langkah dan 5 moment dokter
saat visite di ruang ranap
Definisi operasional Kebersihan tangan (hand hygiene) adalah segala usaha yang di
lakukan untuk membersihkan kotoran yang secara kasat mata terlihat
dan pengangkatan mikroorganisme transien dari tangan dengan
menggunkan sabun dan air mengalir / hand wash dan atau dengan
cairan berbasis alkohol/ handrub dengan menggunakan 6 langkah(
WHO,2009).

Audit kebersihan tangan adalah kepatuhan petugas melakukan


kebersihan tangan sesuai 5 indikasi dari WHO yaitu sebelum kontak
dengan pasien, setelah kontak dengan pasien , sebelum melakukan
tindakan invasif dan aseptik, setelah kontak dengan cairan tubuh, dan
setelah kontak dengan lingkungan dan 6 tahap tehnik melakukan
kebersihan tangan
5 indikasi kebersihan tangan:
1. Sebelum kontak dengan pasien meliputi : sebelum masuk ruangan
2. Kontak dengan pasien meliputi : menyentuh tubuh pasien, baju atau
pakaian
3.Prosedur aseptik contoh : tindakan transfusi, perawatan luka, kateter
urin, suctioning, perawatan daerah pemasangan dan Tindakan invasif
contohnya pemasangan kateter intravena (vena pusat / vena perifer),
kateter arteri, pemasangan
4. Cairan tubuh pasien seperti : muntah, darah, nanah, urine, feces,
produksi drain dll
5.Menyentuh lingkungan meliputi : menyentuh tempat tidur pasien, atau
linen yang terpasang ditempat tidur, alat-alat, disekitar pasien atau
peralatan lain yang digunakan pasien, kertas / lembar untuk menulis
yang ada disekitar pasien
Catatan:
Sebelum dan setelah melepaskan sarung tangan 6 langkah tehnik
melakukan kebersihan tangan sesuai dengan WHO
1. Ratakan dan gosokkan sabun dengan kedua telapak tangan
2. Gosok punggung dan sela-sela jari tangan kiri dengan tangan kanan
dan sebaliknya
3. Gosok kedua telapak dan sela-sela jari
4. Jari-jari sisi dalam dari kedua tangan saling mengunci
5. Gosok ibu jari kiri berputar dalam genggaman tangan kanan dan
lakukan sebaliknya
6. Gosokkan dengan memutar ujung jari–jari tangan kanan di telapak
tangan kiri dan sebaliknya, telapak tangan kiri dan sebaliknya
Program Peningkatan mutu RS dan pengendalian pencegahan infeksi di instalasi
rawat inap
Dimensi mutu keselamatan, ketepatan, kewaspadaan
Tujuan mengetahui angka kepatuhan cuci tangan, menurunkan biaya
perawatan, mencegah kerugian RS dan pasien
Dasar pemikiran / SNARS EDISI 1
literature WHO Guidelines for Hand Hygiene 2008, Buku Pedoman dan
Pengendalian Infeksi Rumah Sakit tahun 2011, Buku Pedoman
Kemenkes 2011 mengenai Surveilans Infeksi Rumah Sakit, Center for
Healthcare Related Infection surveilans and prevention
Numerator Kebersihan tangan dokter spesialis saat visit yang di lakukan sesuai
dengan 5 indikasi
Denominator Total kesempatan melakukan kebersihan tangan dokter spesialis saat
visit sesuai dengan 5 indikasi
Formula Kebersihan tangan yang di lakukan sesuai dengan 5 indikasi ÷ Total
kesempatan melakukan kebersihan tangan sesuai dengan 5 indikasi x
100%
Metode pengumpulan Sensus harian
data
Cakupan data Data Ruang rawat inap
Frekuensi pengumpulan 1 bulan sekali
data
Frekuensi analisa data 3 bulan sekali
Metodelogi analisa data Analisis prosentase dan trend kejadian
Sumber data Catatan data observasi (Formulir Audit Kebersihan Tangan)
Wilayah pengamatan Instalasi rawat inap
Penanggung jawab Tim PPI, ka.unit rawat inap, PIC data mutu rawat inap
pengumpul data
Publikasi data Rapat koordinasi direktur dengan kabid,kains,kanit
Standar 100%
3. Kepatuhan Penggunaan Formularium Nasional

IAM 1. Ketersediaan Obat Untuk Pasien Rawat Inap

Judul Ketersediaan Obat Untuk Pasien Rawat Inap


Definisi operasional Obat yang dapat dilayani oleh farmasi rawat Inap
Tujuan Agar pasien mendapatkan pelayanan yang maksimal
Dasar Review sistem pengadaan di rumah sakit
Pemikiran/Alasan
Pemilihan Indikator
Numerator Semua resep rawat inap yang dapat terlayani dalam 1 bulan
Denominator Jumlah resep rawat inap yang dapat terlayani oleh farmasi dalam 1 bulan
Formula Pengukuran Jumlah resep rawat inap yang terlayani dalam 1 bulan/ jumlah total resep
rawat inap dalam 1 bulan X 100 %
Metodologi Studi Dokumen
Pengumpulan Data
Cakupan Data Jenis obat yang di copy
Frekuensi Tiap Bulan
pengumpulan data
Frekuensi Analisa Per 3 bulan
Data
Metodologi Analisa Perpaduan antara Analisa Kualitatif dan Kuantitatif
Data
Sumber data Jumlah Obat yang di copy
Penanggung jawab Apoteker Penanggung Jawab Unit dan Asisten Apoteker
pengumpulan data
Publikasi Data Internal
Standar 100%
4. Penundaan Operasi Elektif
Waktu Tunggu Operasi elektif

Nama Indikator Waktu Tunggu Operasi elektif ≤ 2 hari


Definisi operasional Waktu tunggu operasi elektif adalah tenggang waktu mulai dokter
memutuskan untuk operasi yang terencana sampai dengan operasi
mulai dilaksanakan
Program PMKP di Instalasi Kamar Bedah
Dimensi mutu Efektifitas, kesinambungan pelayanan, efisiensi
Tujuan Tergambarnya kecepatan penanganan antrian pelayanan bedah
Dasar pemikiran / SPM RS tahun 2008 dan SNARS Edisi 1
literature
Numerator Jumlah waktu tunggu operasi yang terencana ≤ 2 hari dari seluruh
pasien yang dioperasi elektif dalam satu bulan
Denumerator Jumlah seluruh pasien yang dioperasi yang terencana dalam satu bulan
Formula Jumlah waktu tunggu operasi yang terencana ≤ 2 hari dalam satu bulan
dibagi Jumlah seluruh pasien yang dioperasi yang terencana dalam satu
bulan dikali 100%
Metodologi pengumpulan Sensus harian
data
Cakupan data Kamar operasi
Frekuensi pengumpulan 1 bulan sekali
data
Periode analisa 3 bulan sekali
Metodologi analisa data Analisis prosentase
Sumber data Rekam Medis
Wilayah pengamatan Instalasi kamar Bedah
Penanggung jawab Kepala Instalasi Kamar Bedah
pengumpul data
Publikasi data Rapat koordinasi
Standar 100%
5. Waktu Tunggu Rawat Jalan
Waktu Tunggu di Rawat jalan

Nama Indikator Waktu Tunggu di Rawat jalan


Definisi operasional Waktu tunggu adalah waktu yang diperlukan mulai pasien mendaftar
sampai dilayani oleh dokter spesialis
Program Peningkatan mutu unit rawat jalan
Dimensi mutu Akses
Tujuan Tersedianya pelayanan rawat jalan spesialistik pada hari kerja sesuai
jadwal di rumah sakit yang mudah dan cepat diakses oleh pasien
Dasar pemikiran / SPM RS tahun 2008 dan SNARS edisi 1
literature
Numerator Jumlah kumulatif waktu tunggu pasien rawat jalan yang disurvey
(setiap pasien no urut 1)
Denumerator Jumlah seluruh pasien rawat jalan yang disurvey
Formula Jumlah kumulatif waktu tunggu pasien rawat jalan yang disurvey
(setiap pasien no urut 1) dibagi Jumlah seluruh pasien rawat jalan yang
disurvey
Metode pengumpulan Sensus harian
data
Cakupan data Data Rawat jalan
Frekuensi pengumpulan 1 bulan sekali
data
Frekuensi analisa data 3 bulan sekali
Metodelogi analisa data Analisis prosentase dan trend kejadian
Sumber data Sensus rawat jalan
Wilayah pengamatan Unit Rawat Jalan
Penanggung jawab Kepala Unit Rawat Jalan/PIC data unit rawat jalan
pengumpul data
Publikasi data Rapat koordinasi bulanan direktur dengan kabid, kains, kanit
Standar ≤60 menit
6. Ketepatan Jam Visite Dokter Spesialis
Visite dokter spesialis antara pukul 08.00 – 18.00 WIB

Nama Indikator Visite dokter spesialis antara pukul 08.00 – 18.00 WIB

Definisi operasional Visite dokter spesialis yang dilakukan antara pukul 08.00-18.00 di
ruang rawat inap

Program Peningkatan mutu RS di instalasi rawat inap

Dimensi mutu Kenyamanan

Tujuan Mengetahui jam visite dokter spesialis

Dasar pemikiran / literature SNARS EDISI 1 dan SPM RS tahun 2008

Numerator Jumlah hari dokter spesialis visit pasien rawat inap antara pukul
08.00-18.00 WIB

Denominator Total hari dokter spesialis visite dalam 1 bulan

Formula Jumlah hari dokter spesialis visit pasien rawat inap antara pukul
08.00-18.00 WIB ÷ Total hari dokter spesialis visite dalam 1 bulan x
100%

Metode pengumpulan data Sensus harian

Cakupan data Data Ruang rawat inap

Frekuensi pengumpulan data 1 bulan sekali

Frekuensi analisa data 3 bulan sekali

Metodelogi analisa data Analisis prosentase

Sumber data Rekam medis

Wilayah pengamatan Instalasi rawat inap

Penanggung jawab Ka. Ins rawat inap dan PJ pengumpul data Rawat inap
pengumpul data

Publikasi data Rapat koordinasi direktur dengan kabid,kains,kanit

Standar 100%
7. Kepuasan Pasien dan Keluarga
(IAM 5) Tingkat kepuasan pasien diruang rawat inap

Nama Indikator Tingkat kepuasan pasien diruang rawat inap


Definisi operasional Tingkat Kepuasan Pasien adalah pernyataan puas oleh pasien yang
dirawat inap minimal 3 hari melalui form survei terhadap pelayanan rawat
inap terkait SDM, sarana prasarana, kecepatan, dan empati .
Pasien yang dimaksud adalah pasien yang telah dirawat inap minimal 3
hari, tanpa diet khusus dan pulang hidup.
Program Peningkatan Mutu RS
Dimensi mutu REALIBITY (KEHANDALAN) : kemampuan petugas dalam memberikan
pelayanan dengan tepat, ASSURANCE (JAMINAN) : kemampuan petugas
dalam memberikan pelayanan sehingga di percaya,TANGIBLE (BUKTI
LANGSUNG) : ketersediaan sarana dan fasilitas fisik yang dirasakan fisik
yang dirasakan langsung, EMPHATY (EMPATI) : membina hubungan,
perhatian, memahami kebutuhan konsumen, responsiveness (tanggap) :
petugas memberikan pelayanan dengan cepat
Tujuan Tergambarnya persepsi pasien terhadap mutu pelayanan ruang rawat inap
Dasar pemikiran / SNARS Edisi 1
literature Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit tahun 2008
Numerator jumlah pasien survei yang memberi nilai puas dan dirawat inap ≥ 3 hari
dalam 1 bulan
Denominator jumlah pasien survei yang dirawat inap ≥ 3 hari dalam 1 bulan(n=50)
Formula jumlah pasien survei yang memberi nilai puas dan dirawat inap ≥ 3 hari
dalam 1 bulan dibagi jumlah pasien survei yang dirawat inap ≥ 3 dalam 1
bulan (n=50) x 100%
Metode pengumpulan Sensus harian
data
Cakupan data Data Rawat inap
Frekuensi pengumpulan Harian
data
Periode waktu laporan 1 Bulan
Frekuensi analisa data 3 bulan
Metodelogi analisa data Analisis prosentase
Sumber data Survei kepuasan pasien
Wilayah Pengamatan Instalasi rawat inap
Penanggung jawab Kepala Unit Rawat Inap/PIC data unit rawat inap
pengumpul data
Publikasi data Rapat koordinasi bulanan direktur dengan kabid, kains, kanit
Standar ≥80%
8. Emergency Respon Time
Kecepatan pelayanan dokter di gawat darurat

Judul Kecepatan pelayanan dokter di gawat darurat ≤ 5 menit


Definisi operasional Kecepatan pelayanan dokter di gawat darurat adalah kecepatan pasien
dilayani sejak pasien datang sampai mendapat pelayanan dokter
Program Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien Unit IGD
Dimensi Mutu Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien
Tujuan Terselenggaranya pelayanan yang cepat, responsif dan mampu
menyelamatkan pasien gawat darurat
Dasar pemikiran / SMPM RS 2008 dan SNARS EDISI 1
literatur
Numerator Jumlah pasien yang di sampling secara acak dilayani dokter ≤ 5 menit
Denumerator Jumlah seluruh pasien yang di sampling (minimal n = 50)
Formula Jumlah pasien yang di sampling secara acak dilayani dokter ≤ 5 menit
dibagi jumlah seluruh pasien yang di sampling (minimal n = 50) dikali
100%
Metodologi pengumpulan Sensus harian
data
Cakupan data Data pasien IGD
Frekuensi Pengumpulan 1 bulan sekali
Data
Periode Analisa 3 bulan sekali
Metodologi analisa data Analisis prosentase
Sumber Data Sampel, Rekam Medis
Wilayah pengamatan IGD
Penanggung jawab Kepala unit IGD dan PIC data mutu IGD
Pengumpulan data
Publikasi data Rapat koordinasi bulanan direktur dengan kabid dan kanit
Standar 100%
9. Waktu Lapor Hasil Tes Kritis Laboratorium
Waktu Lapor Hasil Tes Kritis Laboratorium

Nama Indikator Waktu Lapor Hasil Tes Kritis Laboratorium ≤ 30 menit


Definisi operasional Waktu lapor hasil tes kritis laboratorium adalah waktu pelaporan
hasil pemeriksaan laboratorium yang memerlukan penanganan
segera dan harus segera dilaporkan kepada DPJP/Dokter
bangsal/perawat (untuk segera disampaikan ke DPJP/dokter
bangsal). ≤ 30 menit

Program Peningkatan mutu dan Keselamatan pasien di Laboratorium


Dimensi mutu Safety
Tujuan Tergambarnya ketelitian pelayanan laboratorium
Dasar pemikiran / Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit th 2008,
literature SNARS Edisi 1,
Permenkes no.43 tahun 3013 tentang penyelenggaraan
laboratorium yang baik
Numerator Jumlah seluruh hasil tes kritis laboratorium yang dilaporkan ≤
30 menit dalam 1 bulan
Denumerator Jumlah seluruh hasil tes kritis laboratorium dalam 1 bulan
Formula Jumlah seluruh hasil tes kritis laboratorium yang dilaporkan ≤ 30
menit : Jumlah seluruh hasil tes kritis laboratorium dalam 1 bulan x
100%
Metodologi pengumpulan Sensus harian
data
Cakupan data Data Laboratorium
Frekuensi pengumpulan 1 bulan sekali
data
Frekuensi analisa data 3 bulan sekali
Metodelogi analisa data Analisis prosentase dan trend kejadian
Sumber data Sensus harian/lembar pantau. Pengumpulan data dilakukan
dengan mencatat setiap hasil tes kritis laboratorium.
Wilayah pengamatan Laboratorium
Penanggung jawab Kepala Unit laboratorium
pengumpul data
Publikasi data Rapat koordinasi bulanan Direktur dengan Kabid, Ka. Ins,
Kanit
Standar 100%
10. Pencegahan Cedera Akibat Pasien Jatuh
Pelaksanaan reasesmen resiko jatuh grading sedang dan tinggi di Instalasi Rawat Inap

Nama Indikator Pelaksanaan reasesmen resiko jatuh grading sedang dan tinggi di
Instalasi Rawat Inap
Definisi operasional reasesmen risiko jatuh adalah penilaian ulang resiko jatuh pada pasien
Rawat Inap untuk pasien assesment awal risiko jatuh kategori sedang
dan tinggi
Pelaksanaan reasesmen resiko jatuh ini dipantau untuk petugas
kesehatan yang berada di ruangan rawat inap
Program Peningkatan mutu RS
Dimensi mutu Safety
Tujuan Untuk mengurangi jumlah pasien jatuh
Dasar pemikiran / SNARS Edisi 1
literature
Numerator jumlah pasien rawat inap yang dilakukan reassesment resiko jatuh
untuk pasien assesment awal risiko jatuh gradingsedang dan tinggi
dalam 1 bulan
Denominator jumlah seluruh pasien rawat inap assesment awal risiko jatuh grading
sedang dan tinggi dalam 1 bulan
Formula jumlah pasien rawat inap yang dilakukan reassesment resiko jatuh
untuk pasien assesment awal risiko jatuh gradingsedang dan tinggi
dalam 1 bulan ÷ jumlah seluruh pasien rawat inap assesment awal
risiko jatuh grading sedang dan tinggi dalam 1 bulan X 100%
Metode pengumpulan Sensus harian
data
Cakupan data Data Rawat inap tentang IKP
Frekuensi pengumpulan 1 bulan sekali
data
Frekuensi analisa data 3 bulan sekali
Metodelogi analisa data Analisis prosentase dan trend kejadian
Sumber data Sensus harian mutu rawat inap
Wilayah pengamatan Instalasi rawat inap
Penanggung jawab Kepala unit ruang ranap/PIC data mutu rawat inap
pengumpul data
Publikasi data Rapat koordinasi bulanan antara direktur, kepala bidang, kepala
instalasi, dan kepala unit
Standar 100%
11. Kepatuhan Identifikasi Pasien
SKP 1. Specimen diberi label dengan 2 tanda pengenal

Nama Indikator Specimen diberi label dengan 2 tanda pengenal


Definisi operasional pemeriksaan di laboratorium baik itu berupa darah, faeces, air ludah,
pus, organ tubuh dll harus diberi label dengan 2 tanda pengenal
(Nama dan No. Rekam Medis)
Specimen diberi label specimen adalah semua bahan atau materi yang
akan dilakukan dengan 2 tanda pengenal
ini dipantau untuk petugas kesehatan yang berada di ruangan
perawatan 1
Program Keselamatan pasien
Dimensi mutu Responsiveness (daya tanggap) yaitu keediaan para staf untuk
memberikan pelayanan yang tepat dan cepat
Tujuan untuk memperoleh angka kepatuhan petugas dalam menerapkan
identifikasi pasien pada speciment yang akan dilakukan pemeriksaan
Dasar pemikiran / SNARS EDISI 1
literature
Numerator jumlah specimen yang dikirim menggunakan minimal 2 identitas pasien
Denominator jumlah semua specimen yang diperiksa
Formula Jumlah specimen yang dikirim menggunakan minimal 2 identitas
pasien ÷ Jumlah semua specimen yang diperiksa X 100%
Metodologi pengumpulan Sensus harian
data
Cakupan data Spesimen Laboratorium
Frekuensi pengumpulan 1 bulan sekali
data
Frekuensi analisa data 3 bulan sekali
Metodelogi analisa data Analisis prosentase dan trend kejadian
Sumber data Data survey
Inklusi : Semua specimen untuk pemeriksaan lab
Eksklusi :
Wilayah pengamatan Laboratorium
Penanggung jawab Kepala Unit Laboratorium
pengumpul data
Publikasi data Rapat koordinasi bulanan Direktur dengan Kabid, Ka.Ins, Kanit
Standar 100%