Anda di halaman 1dari 3

Pengertian dan Definisi Belajar Konsep) – Definisi konsep menurut sebagian besar orang adalah

sesuatu yang diterima dalam pikiran atau ide yang umum dan abstrak.

Menurut salah satu ahli, konsep adalah suatu abstraksi yang mewakili suatu kelas objek, kejadian,
kegiatan, atau hubungan yang mempunyai atribut yang sama (Croser, 1984). Konsep mengacu pada
serangkaian fitur atau atribut satu atau lebih sifat-sifat umum yang dihubungkan oleh sebuah aturan.

Konsep atau pengertian adalah satuan arti yang mewakili sejumlah objek yang mempunyai ciri-ciri yang
sama. Orang yang memilikki konsep mampu mengadakan abstraksi terhadap objek-objek yang dihadapi
sehingga objek ditempatkan pada golongan tertentu.konsep sendiri dapat dilambangkan dengan suatu
kata (lambang bahasa).

Konsep yang dimaksud disini tidak lain dari kategori-kategori yang kita berikan dari stimulus atau
rangsangan yang ada di lingkungan kita. Konsep yang ada di dalam struktur kognitif individu merupakan
hasil dari pengalaman yang ia peroleh. Jika keadaannya demikian, sebagian konsep yang dimiliki individu
merupakan hasil dari proses belajar yang mana proses hasil dari proses belajar ini akan menjadi pondasi
(building blocks) dalam struktur berpikir individu.

Konsep-konsep inilah yang dijadikan dasar oleh seseorang dalam memecahkan masalah, mengetahui
aturan-aturan yang relevan, dan hal-hal lain yang ada keterkaitannya dengan apa yang harus dilakukan
oleh individu.

Belajar konsep mengacu pada setiap kegiatan di mana pelajar harus belajar mengklasifikasikan dua atau
lebih peristiwa yang agak berbeda atau benda ke dalam satu kategori. Pembelajaran konsep mencakup
belajar untuk membuat tanggapan umum kepada sekelompok stimulus yang memiliki beberapa fitur atau
sifat yang sama.

Belajar konsep di sisi lain mencakup belajar respon tunggal untuk dua atau lebih rangsangan yang
merupakan perbandingan antara stimuli dan respon. Belajar konsep mengharuskan pelajar datang untuk
menanggapi fitur yang relevan dengan konsep dan mengabaikan fitur yang tidak relevan dalam
mengklasifikasikan peristiwa.

Belaja konsep merupakan salah satu cara belajar dengan pemahaman. Ciri khas dari konsep yang
diperoleh sebagai hasil belajar pengertian ini adalah adanya skema konseptual. Skema konseptual
adalah suatu keseluruhan kognitif, yang mencakup semua ciri khas yang terkandung dalam suatu
pengertian.

Konsep dibedakan atas konsep konkrit dan konsep yang harus didefinisikan. Konsep konkrit adalah
pengetian yang menunjuk pada objek-objek dalam lingkungan fisik. Konsep ini mewakili benda tertenti
sepertia meja, kursi, tumbuhan, mobil, dll.

Konsep yang didefinisikan adalah konsep yang mewakili realitas hidup, tetapi tidakklangsung menunjuk
pada realitas dalam lingkungan fisik, kkarena realitas itu tidak berbadan. Hanya dirasakan melalui proses
mental. Misalnya saudara sepupui, paman, bibi, perkawinan, dll. Untuk memberikan pengertian pada
semua kata itu diperlukan konsep yang didefinisikan dengan menggunakan lambang bahasa.

Menurut Flavell (1970) ada tujuh dimensi konsep , yaitu:


 Atribut
 Struktur
 Keabstrakan
 Keinklusifan
 Generalitas/keumuman
 Ketepatan
 Kekuatan atau power

Belajar konsep merupakan taraf komprehensif. Taraf kedua dalam taraf berpikir. Taraf pertamanya adalah
taraf pengetahuan, yaitu berpikir reseptif atau menerima.
Teori-teori belajar konsep

Salah satu pendekatan yang digunakan dalam belajar konsep berasal dari konsepsi respon stimulus
asosiasionistik dari proses belajar dan mengadopsi prinsip pengkondisian untuk menjelaskan perilaku
konseptual. Pendekatan kedua dalam pembelajaran konsep menekankan pentingnya hipotesis dan
strategi. Di mana pendekatan ini bersifat kognitif.

1) Teori asosiasi S-R


Teori S-R berpendapat bahwa kekuatan asosiasi antara dimensi yang relevan dan respon yang benar
dibangun secara bertahap dimana seseorang dapat dikatakan telah memperoleh konsep. Teori S-R
mediational berasumsi bahwa konsep pembelajaran berkembang karena mediasi respon dibuat untuk
stimulus tersebut. Ada dua dasar masalah pengalihan pemecahan digunakan dalam studi pembelajaran
konsep. Pertama, yang disebut reversal (pembalikan) atau intradimensional, kedua disebut nonreversal
atau extradimensional.
2) Teori pengujian hipotesis
Teori pengujian hipotesis dari pembelajaran konsep menekankan manusia untuk lebih aktif dalam tugas
dalam arti bahwa kita secara aktif memilih dan menguji solusi yang mungkin dilakukan untuk pemecahan
masalah. Ada dua strategi, yakni strategi konservatif focusing dan strategi focus gambling.
3) Teori pengolahan informasi
Teori ini menekankan pada karakter pengolahan informasi dalam belajar konsep. Teori-teori ini berasal
dari analogi komputer dan melihat belajar konsep dalam hal urutan proses pengambilan keputusan yang
dibuat oleh pelajar.
Factor-faktor yang mempengaruhi individu memperoleh konsep
Secara umum, faktor-faktor ini dapat diklasifikasikan ke dalam dua kategori: variabel tugas dan variabel
pelajar. Yang termasuk variabel tugas yaitu contoh positif dan negatif, atribut relevan dan tidak relevan,
arti-penting stimulus dan abstractness-konkrit, umpan balik dan faktor temporal dan variabel pelajar
adalah kecerdasan dan memori.
1) Contoh positif dan negatif
Dalam hal ini, kecenderungan manusia menggunakan positif instance dalam mempelajari konsep
daripada negative instance. Hal ini disebabkan oleh kurangnya informasi pada negatif instance dan
kebanyakan manusia menggunakan positif instance.
2) Atribut relevan dan tidak relevan
Semakin besar jumlah atribut tidak relevan dalam tugas konseptual semakin sulit tugas tersebut. Dan
semakin banyak tugas dengan atribut yang relevan, semakin mudah tugas pembelajaran tersebut.
3) Stimulus arti-penting dan abstractness-konkrit
Arti-penting kekhasan dari isyarat yang relevan menentukan kemudahan belajar konsep. Konsep seperti
“rumah”,”anjing” dan “mobil” dipelajari lebih mudah dari konsep-konsep abstrak yang melibatkan bentuk
misalnya spasial.
4) Umpan balik dan faktor sementara
Umpan balik dalam bentuk respon menunjukkan apakah benar atau tidak menyediakan pelajar dengan
informasi tentang kebenaran tanggapannya. Selain itu, umpan balik dapat berfungsi untuk membimbing
tanggapan berikutnya dalam tugas-tugas konseptual.
5) Aturan konseptual
Cara penggabungan aturan konseptual akan menentukan kemudahan pembelajaran konsep. Konsep
yang menggunakan aturan konjungtif lebih mudah dipelajari dari konsep yang menggunakan aturan
kondisional dan bikondisional.
6) Memori dan kecerdasan
Memori dan kecerdasan adalah variabel perbedaan individual yang diketahui mempengaruhi kemudahan
pembelajaran konsep. semakin cerdas seseorang memecahkan tugas konseptual, semakin cepat
mempelajari konsep.