Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN INDIVIDU

“Malignant Neoplasm of Thyroid Gland”

Disusun Oleh:

Rismaya Amini /UAD (10)

PKPA RSUD DR. SOETOMO

PERIODE OKTOBER-DESEMBER 2016


Malignant Neoplasm of Thyroid Gland

1. Definisi Penyakit
Banyak jenis pertumbuhan dan tumor yang dapat berkembang di
kelenjar tiroid. Sebagian besar merupakan benigna/jinak (non-kanker) tetapi
beberapa diantaranya adalah maligna/ganas (kanker). Kanker terjadi ketika
sel-sel normal dalam tubuh mulai berubah dan tumbuh tak terkendali. Sel-sel
di hampir setiap bagian tubuh bisa menjadi kanker, dan dapat menyebar ke
area lain dari tubuh (American Cancer Society, 2015).
Kanker tiroid adalah suatu keganasan (pertumbuhan tidak terkontrol
dari sel) yang terjadi pada kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid terletak di bawah
tulang rawan tiroid di bagian leher. Pada kebanyakan orang, tiroid tidak dapat
dilihat atau dirasakan. Kelenjar tiroid berbentuk seperti kupu-kupu, dengan 2
lobus yaitu lobus kanan dan lobus kiri dan dihubungkan oleh isthmus
(American Cancer Society, 2015).

Gambar 1. Anatomi kelenjar tiroid


2. Etiologi
American Cancer Society melaporkan perkiraan terbaru mengenai
kanker tiroid di Inggris tahun 2016 yaitu terdapat 62.450 kasus baru kanker
tiroid (49.350 pada wanita, dan 19.950 pada pria), dan 1.980 kematian akibat
kanker tiroid (1.070 perempuan dan 910 laki-laki). Tingkat kematian dari
kanker tiroid masih sangat rendah dibandingkan dengan kanker lainnya
(American Cancer Society, 2015).
Kanker tiroid umumnya didiagnosis pada usia lebih muda daripada
kebanyakan kanker lainnya. Hampir 3 dari 4 kasus ditemukan pada wanita,
Sekitar 2% dari kanker tiroid terjadi pada anak-anak dan remaja (American
Cancer Society, 2015).
Penyebab terjadinya kanker tiroid masih belum diketahui, faktor risiko
yang berperan dalam terjadinya kanker tiroid yaitu :
 Faktor risiko yang tidak dapat diubah :
a. Jenis kelamin dan usia
Untuk alasan yang tidak jelas kanker tiroid (seperti hampir semua
penyakit tiroid) terjadi sekitar 3 kali lebih sering pada wanita
dibandingkan pada pria. Kanker tiroid dapat terjadi pada semua usia,
tetapi puncak resiko sebelumnya untuk wanita (yang paling sering di
usia 40-an atau 50-an ketika didiagnosis) daripada laki-laki (yang
biasanya di usia 60-an atau 70-an).
b. Riwayat keluarga
 Faktor risiko yang dapat diubah :
a. Diet rendah yodium
Kanker tiroid folikular lebih sering terjadi di daerah dimana
masyarakatnya melakukan diet yang rendah yodium. Diet rendah
yodium juga dapat meningkatkan risiko kanker papiler jika orang
tersebut juga terpapar radioaktivitas.
b. Radiasi
Paparan radiasi merupakan faktor risiko yang terbukti dapat
menyebabkan kanker tiroid. Mendapatkan perawatan radiasi kepala
atau leher di masa kecil merupakan faktor risiko untuk kanker tiroid.
Risiko tergantung dari usia anak dan seberapa banyak radiasi itu
diberikan.
(American Cancer Society, 2015).

3. Patofisiologi
Kelenjar tiroid memiliki 2 jenis sel utama yaitu:
 Sel folikular : memerlukan yodium dari darah untuk memproduksi
hormon tiroid, yang mengatur proses metabolisme. Memiliki terlalu
banyak hormon tiroid (disebut hipertiroidisme) dapat
menyebabkan detak jantung cepat/tidak teratur, sulit tidur, gugup,
kelaparan, penurunan berat badan, dan demam. Memiliki terlalu
sedikit hormon (disebut hipotiroidisme) menyebabkan kelelahan,
tidak bertenaga dan terjadi peningkatan berat badan.
 Sel C (juga disebut sel-sel parafolikular): memproduksi kalsitonin,
hormon yang mengontrol penggunaan kalsium dalam tubuh.

Gambar 2. Mekanisme terbentuknya hormone tiroid


(American Cancer Society, 2015).
Jenis maligna (kanker) tiroid :
 Diferensiasi (termasuk papillary, folikel dan sel Hurthle)
 Medular
 Anaplastik (tumor undifferentiated agresif)

Gambar 3. Patofisiolofi kanker tiroid

(Katoh et al, 2015).

Kanker Tiroid Diferensiasi


Kebanyakan kanker tiroid adalah kanker diferensiasi. Kanker ini berkembang
dari sel-sel tiroid folikular.
a) Kanker Tiroid papillary
Beberapa mutasi (perubahan) DNA telah ditemukan pada kanker
tiroid papillary. Terjadi banyak perubahan pada bagian spesifik dari
gen RET. Perubahan bentuk gen ini, dikenal sebagai onkogen PTC.
Kanker tiroid papillary melakukan mutasi gen BRAF. Kanker dengan
perubahan BRAF cenderung tumbuh dan menyebar ke bagian lain
tubuh lebih cepat. Perubahan BRAF dan RET PTC dianggap membuat
sel-sel tumbuh dan membelah. Perubahan gen lain juga dikaitkan
dengan kanker tiroid papillary, termasuk gen NTRK1 dan gen MET.
b) Kanker Tiroid folikular
Perubahan yang terjadi pada RAS onkogen serta perubahan
dalam penataan ulang PAX8 – PPARγ merupakan penyebab beberapa
jenis kanker tiroid folikular.
c) Kanker Tiroid Anaplastik
Terjadi perubahan pada gen tumor TP53 dan onkogen CTNNB1.
d) Kanker Tiroid Medular (MTC)
Pada kanker tiroid medular (MTC) terjadi mutasi pada bagian
yang berbeda dari gen RET dengan karsinoma papillary. Karsinoma
ini timbul secara sporadik dan familial. MTC sporadis terjadi mutasi
pada gen RET. Pasien dengan MTC familial dan MEN 2 mewarisi
mutasi RET dari orangtuanya. Mutasi ini terjadi pada setiap sel tubuh
pasien dan dapat dideteksi dengan melakukan uji DNA.
(American Cancer Society, 2015).

4. Manifestasi Klinik
Tanda dan gejala kanker tiroid sebagai berikut:
• Adanya benjolan di leher, kadang-kadang pertumbuhannya cepat
• Pembengkakan di leher
• Nyeri di bagian depan leher, dan dapat menjalar ke telinga
• Terjadi perubahan suara
• Sulit menelan
• Gangguan pernapasan
• Batuk terus-menerus bukan karena pilek

(American Cancer Society, 2015).

5. Pemeriksaan penunjang
a. Pemeriksaan laboratorium darah:
• Pemeriksaan Thyroglobulin
• Pemeriksaan kadar TSH, T3 dan T4 untuk menilai fungsi tiroid
• Pemeriksaan kadar kalsitonin hanya untuk pasien yang dicurigai
karsinoma medular.
b. Pemeriksaan radiologi
• Pemeriksaan CT-scan
CT scan merupakan sebuah tes x-ray yang membantu menentukan
lokasi dan ukuran kanker tiroid dan untuk mengetahui penyebarnya.
• Pemeriksaan Ultrasonografi (USG)
Tes ini dapat membantu menentukan apakah nodul tiroid padat atau
berisi cairan (nodul padat lebih cenderung menjadi kanker). Dapat
juga digunakan untuk memeriksa jumlah dan ukuran nodul tiroid.
c. Biopsi
Diagnosis yang akurat untuk kanker tiroid dilakukan dengan biopsi, di
mana sel-sel dari daerah curiga diambil dan diamati dengan mikroskop.
(American Cancer Society, 2015).

6. Penatalaksanaan terapi
Tujuan Terapi :
 Untuk menghancurkan dan menghilangkan sel – sel kanker.
 Mengurangi penderitaan penderita akibat penyakit kanker dan
diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup penderita.

Pilihan pengobatan untuk kanker tiroid yaitu:


 Operasi/pembedahan
 Pengobatan radioaktif iodine
 Terapi hormon tiroid
 Terapi sinar radiasi eksternal
 Kemoterapi
Biasanya dilakukan penggabungan 2 atau lebih terapi.
A. Operasi/pembedahan
Pembedahan adalah pengobatan utama dalam hampir setiap kasus
kanker tiroid.
a. Lobektomi
Lobektomi biasanya dilakukan pada kanker tiroid diferensiasi
(papillary atau folikular) yang kecil dan tidak menyebar.
Keuntungan dilakukannya lobektomi adalah kemungkinan besar
pasien tidak memerlukan penggunaan terapi hormon tiroid sesudah
dilakukan lobektomi, karena pada operasi ini masih meninggalkan
bagian dari kelenjar tiroid. Tetapi menyisakan bagian kelenjar
tiroid dapat mengganggu beberapa tes untuk mendeteksi
kekambuhan setelah pengobatan.
b. Tiroidektomi
Perbedaan tiroidektomi (pengangkatan kelenjar tiroid) dengan
lobektomi adalah pada tiroidektomi diperlukan penggunaan terapi
hormon tiroid harian (levothyroxine). Tapi salah satu keuntungan
dari tiroidektomi dibandingkan lobektomi adalah kemudahan untuk
memantau dan mendeteksi kekambuhan.
B. Pengobatan Radioaktif Iodine
Radioaktif iodin adalah salah satu isotop radioaktif. Radioaktif iodin ini
berkonsentrasi dalam kelenjar tiroid sama seperti iodium pada umumnya
sehingga dapat digunakan untuk diagnosis maupun pengobatan. Jenis
isotop radioaktif iodin yang digunakan untuk pengobatan yang bertujuan
untuk menghancurkan kelenjar tiroid adalah I-131. Radioaktif iodin yang
tidak berada di dalam tiroid akan segera dieliminasi dari tubuh melalui
kelenjar keringat dan urine.
C. Terapi Hormon tiroid
Tujuan penggunaan hormon tiroid yaitu:
1. Membantu menjaga metabolisme tubuh (dengan mengganti hormon
tiroid yang hilang setelah operasi).
2. Membantu menghentikan sel-sel kanker yang tersisa dari tumbuh
(dengan menurunkan kadar TSH).

Setelah tiroidektomi, tubuh tidak bisa lagi memproduksi hormon tiroid


yang dibutuhkan, sehingga hormon tiroid (levothyroxine) diperlukan
untuk menggantikan hilangnya hormon yang diproduksi oleh tubuh.
D. Terapi Sinar Radiasi Eksternal
Terapi radiasi eksternal digunakan untuk menghancurkan sel-sel kanker
atau memperlambat pertumbuhan sel kanker. Terapi radiasi eksternal
biasanya digunakan untuk kanker tiroid medular dan kanker tiroid
anaplastik. Terapi radiasi eksternal biasanya diberikan 5 kali seminggu
selama beberapa minggu.
E. Kemoterapi
Kemoterapi jarang dilakukan dalam kebanyakan kasus kanker tiroid.

(American Cancer Society, 2015).


Daftar Pustaka

American Cancer Society (ACS), 2015. Thyroid Cancer. Atlanta: American


Cancer Society, Inc.

British Thyroid Association. 2014. Guidelines for the management of thyroid


cancer Third Edition.

Katoh, H., Keishi Y., Takumo E. and Masahiko W. 2015. Review Article
Classification and General Considerations of Thyroid Cancer. Ann Clin
Pathol 3(1): 1045.

Medscape.
http://reference.medscape.com

Drugs.com
https://www.drugs.com