Anda di halaman 1dari 18

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Satuan Pendidikan : SMK Model Patriot IV Ciawigebang


Program Keahlian : Administrasi
Paket Keahlian : Administrasi Pekantoran
Kelas/Semester : XI AP 1 - 9/5
Mata Pelajaran : Administrasi Kepegawaian
Materi Pembelajaran : Pengertian cuti
Jenis cuti
AlokasiWaktu : 4 x 6 JP (@ 45 menit)

A. Kompetensi Inti (KI)


1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya;
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin tanggungjawab, peduli
(gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif, dan
menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia;
3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuanfaktual, konseptual,
prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian
dalam bidang kerja yang spesifik untuk memecahkan masalah
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak
secara efektif dan kreatif, dan mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah
pengawasan langsung.

B. Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)


3.8 Mengemukakan tentang peraturan cuti
Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
1. Mengidentifikasi pengertian cuti
2. Mengemukakan pengertian cuti
3. Menerangkan jenis cuti
4. Mengklasifikasikan jenis cuti
5. Mengemukakan jenis cuti
6. Menganalisis peraturan cuti

4.8 Melaksanakan tentang peraturan cuti


Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
1. Mengulangi pengertian cuti
2. Melaksanakan pengertian cuti
3. Menunjukkan jenis cuti
4. Merumuskan jenis cuti
5. Menentukan jenis cuti
C. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran siswa dapat melakukan inventarisasi sarana
dan prasarana dengan benar sesuai prosedur
 Siswa dapat mengidentifikasi pengertian Cuti karyawan dengan benar dan santun.
 Siswa dapat mengemukakan pengertian cuti karyawan dengan baik dan benar
 Siswa dapat menerangkan pengertian cuti karyawan dengan santun
 Siswa dapat mengemukakan jenis-jenis cuti dengan baik dan santun
 Siswa dapat mengklasifikasi jenis-jenis cuti dengan baik dan santun.
 Siswa dapat menganalisis pengertian cuti karyawan dengan baik dan santun

D. Materi Pembelajaran
1. Pengertian Cuti
2. Jenis Cuti

E. Pendekatan, Model dan Metode Pembelajaran


 Pendekatan : Saintifik
 Model Pembelajaran : Discovery Learning
 Metode : Paparan, Diskusi, dan Tanya jawab

F. Alat, Bahan, Media, dan Sumber Belajar


 Alat :
Meja, kursi (sarana dan prasarana)

 Bahan :
Buku Inventaris, Buku Golongan, Buku Mutasi Barang

 Media :
LCD projector, dan Laptop

 Sumber Belajar:
Buku Teks Siswa, Buku Pegangan Guru, Modul/bahan ajar, internet, Sumber lain
yang relevan

G. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1
Alokasi
Kegiatan DeskripsiKegiatan
Waktu
Pendahulua 1. Mengondisikan suasana belajar yang 20 menit
n menyenangkan dengan salam pembuka, berdoa
untuk memulai pembelajaran, memeriksa
kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
2. Mendiskusikan kompetensi yang sudah dipelajri
dengan memberikan apersepsi dan pretest
3. Menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan
manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari;
4. Menyampaikan lingkup dan teknik penilaian yang
akan digunakan.
Alokasi
Kegiatan DeskripsiKegiatan
Waktu
5. Menyampaikan strategi pembelajaran yang akan
dilakukan
6. Menyampaikan garis besar cakupan materi dan
kegiatan yang akan dilakukan;

Kegiatan Mengamati (Orientasi Masalah) 230menit


Inti  Siswa mengamati pengertian cuti dari berbagai
sumber secara berkelompok

Menanya (pengumpulan dan Verifikasi)


 Siswa menanyakan hasil pengamatan yang belum
dipahami, tentang pengertian cuti.

Mengumpulkan informasi(Pengumpulan data


melalui eksperimen)
 Siswa dibagi beberapa kelompok untuk mencari
informasi dari berbagai sumber (buku siswa dan
internet) tentang pengertian cuti

Penutup 1. Siswa bersama dengan guru membuat


rangkuman/simpulan materi yang telah dipelajari.
2. Melakukan refleksi terhadap kegiatan yang
sudah dilaksanakan;
3. Guru memberikan tugas individu untuk mencari
artikel yang berhubungan dengan pengertian cuti
4. Memberikan umpan balik terhadap proses
dan hasil pembelajaran
5. Guru merencanakan kegiatan tindak lanjut untuk
pembelajaran remedy, program pengayaan, layanan
konseling dan memberikan tugas baik individual
maupun kelompok
6. Menyampaikan rencana pembelajaran pada
pertemuan selanjutnya
7. Menutup pelajaran dengan salam

Pertemuan 2
Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
Pendahuluan 1. Mengondisikan suasana belajar yang 20menit
menyenangkan dengan salam pembuka, berdoa
untuk memulai pembelajaran, memeriksa
kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
2. Mendiskusikan kompetensi yang sudah dipelajari
dengan memberikan apersepsi dan pretest
3. Menyampaikan kompetensi yang akan dicapai
Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari;
4. Menyampaikan garis besar cakupan materi dan
kegiatan yang akan dilakukan; dan
5. Menyampaikan lingkup dan teknik penilaian yang
akan digunakan.

Kegiatan Inti 230 menit


Menalar
 Guru/pendidik memberikan kesempatan kepada
siswa/peserta didik dalam kelompok membuat
uraian.

Mengkomunikasikan
 Guru/pendidik memberikan kesempatan kepada
siswa/peserta didik untuk mengkomunikasikan
hasil kerja kelompoknya

Penutup 1. Siswabersama dengan guru membuat 20 Menit


rangkuman/simpulan materi yang telah dipelajari.
2. Melakukan refleksi terhadap kegiatanyang
sudah dilaksanakan;
3. Memberikan umpanbalik terhadap proses
danhasil pembelajaran
4. Guru merencanakan kegiatan tindak lanjut untuk
pembelajaran remedy, program pengayaan,
layanan konseling dan memberikan tugas baik
individual maupun kelompok
5. Menyampaikan rencana pembelajaran pada
pertemuan selanjutnya
6. Menutup pelajaran dengan salam

H. Penilaian Hasil Belajar

No. Aspek Jenis/Teknik Instrumen Penilaian *)

1. Sikap Non tes


(KI-1 dan KI-2)  Observasi  Lembar Observasi
 Jurnal  Form Jurnal
2. Pengetahuan Test
KD 3.8. 1. Tertulis 1.1. Soal Test tertulis
mengemukakan 1.2. Lembar jawaban tes tertulis
tentang peraturan Non Test
cuti 1. Penugasan 1.1. Lembar Tugas
1.2. Lembar Penilaian Tugas
3. Keterampilan Non Test
KD 4.8 1. Portofolio 1.1. Dokumen Portofolio
Melaksanakan 2. Observasi 1.2. Lembar pengamatan
peraturan cuti kemampuan
belajar (5M)
Test 3.1. Soal tes unjuk kerja
3. Tes unjuk kerja 3.2. Lembar observasi unjuk kerja

Catatan
:
Setiap karya peserta didik sesuai Kompetensi Dasar yang masuk dalam daftar portofolio
dikumpulkan dalam satu file (tempat) untuk setiap peserta didik sebagai bukti pekerjaannya.
Skor untuk setiap kriteria menggunakan skala penilaian 1 - 4 atau 0 - 100. Semakin baik hasil
penugasan/karya peserta didik, semakin tinggi skor yang diberikan.
Kolom keterangan diisi dengan catatan guru/pendidik tentang kelemahan dan
kekuatan/kelebihan bukti belajar (evidence) yang dinilai.

Ciloto, Juni 2015


Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran

Drs. H. Iip Sabit, M.A. Toto Junarto, S.Pd.


NIP 19670512 199303 1 010 NIP 19720610 200801 1 004

LAMPIRAN
1. PENILAIAN RANAH SIKAP (OBSERVASI)
a. Instrumen dan Rubrik Penilaian
No. Nama Disiplin Jujur Tanggun Santun Rasa Nilai
Siswa gJawab Ingin Akhi
Tahu r
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20
21
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
30.
31.
32.
33.
34.
N

b. Rubrik Penilaian
Kriteria penskoran
4 : selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
3 : sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang
tidak melakukan
2 : kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan sesuai pernyataan dan
sering tidak melakukan
1 : tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan

Kategori nilai sikap:


Sangat baik: apabila memperoleh nilai akhir 4
Baik : apabila memperoleh nilai akhir 3
Cukup : apabila memperoleh nilai akhir 2
Kurang : apabila memperoleh nilai akhir 1
Nilai akhir sikap diperoleh berdasarkan modus (skor yang sering muncul)

Indikator Penilaian Sikap:


Sikap spiritual
1. Berdoa sebelum dan sesudah melakukan aktivitas
2. Beribadah tepat waktu
3. Khusuk dalam beribadah
4. Mengucapkan syukur atas karunia tuhan

Disiplin
1. sMasuk kelas tepat waktu
2. Mengumpulkan tugas tepat waktu
3. Menaati perintah kerja secara lisan dan tertulis
4. Memakai seragam sesuai ketentuan

Jujur
1. Tidak menyontek dalam mengerjakan ujian/ulangan
2. Tidak menjadi plagiat (mengambil/menyalin karya orang lain tanpa
menyebutkan sumber) dalam mengerjakan setiap tugas
3. Mengemukakan perasaan terhadap sesuau apa adanya
4. Melaporkan barang yang ditemukan
5. Melaporkan data atau informasi apa adanya
6. Mengakui kesalahan atau kekurangan yang dimiliki

Tanggung Jawab
1. Melaksanakan tugas individu dengan baik
2. Menerima resiko dari tindakan yang dilakukan
3. Mengembalikan barang yang dipinjam
4. Meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan

Santun
1. Menghormati orang yang lebih tua
2. Mengucapkan terima kasih setelah menerima bantuan orang lain
3. Menggunakan bahasa santun saat menyampaikan pendapat
4. Menggunakan bahasa santun saat mengkritik pendapat orang lain (teman)
5. Bersikap salam, senyum, sapa saat bertemu orang lain

Rasa Ingin Tahu


1. Aktif bertanya permasalahan yang belum diketahui
2. Aktif mencari informasi

2. FORMAT JURNAL

JURNAL
Nama :
Prog. Keahlian : Administrasi
Paket keahlian : Administrasi Perkantoran
Kelas/Semester : XI / 5
Mata pelajaran : Administrasi Kepegawaian
Materi pembelajaran : 3.8 Mengemukakan peraturan cuti
4.8 Melaksanakan peraturan cuti

Hari, tanggal Kegiatan Keterangan

Ciloto, Juni 2015


Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran

Drs. H. Iip Sabit, M.A. Toto Junarto, S.Pd.


NIP 19670512 NIP 19720610 200801 1 004

3. LEMBAR PENGAMATAN OBSERVASI PRESENTASI

Nama :
Prog. Keahlian : Administrasi
Paket keahlian : Administrasi Perkantoran
Kelas/Semester : XI / 5
Mata pelajaran : Administrasi Kepegawaian
Materi pembelajaran : 3.8 Mengemukakan Pengertian Cuti
4.8 Melakukan Pengertian Cui
3.1 Menentukanventarisasivensarana dan prasarana

Presentasi
Kemampuan Kemampun
No. Nama Siswa Isi
Presentasi Bahan Menjawab
(1) (2) (3)
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.

4. PENILAIAN RANAH PENGETAHUAN


a. Kisi-kisi dan Soal
Indikator
Kompetensi
Pencapaian Jenis
Dasar Indikator Soal Soal
Kompetensi Soal
(KD)
(IPK)
3.8 Mengidentifikasi Siswa/peserta didik Tes Apa yang dimaksud
Mengemukakan pengertian cuti dapat mengemukakan tertulis dengan pengertian cuti
tentang peraturan pengertian cuti
cuti

Mengemukakan Siswa/peserta didik Sebutkan Tujuan dari


pengertian cuti dapat cuti?
mengemukankan
pengertian cuti
Menerangkan Siswa/peserta didik Apa yang dimaksud
jenis cuti dapat menerangkan dengan jenis cuti!
jenis cuti

Mengklasifikasi Siswa/peserta didik Sebutkan jenis-jenis


kan jenis cuti dapat menentukan cuti yang kamu
klasifikasi jenis cuti ketahui?

Mengemukakan Siswa/peserta didik Sebutkan jenis-jenis


jenis cuti dapat mengemukakan cuti yang kamu
jenis soal ketahui!

Menganalisis Siswa/peserta didik Apa yang dimaksud


pengertian cuti dapat menganalisis dengan cuti tahunan?
pengertian cuti

4.8 Mengulangi Siswa dapatTes


Melaksanakan pengertian cuti melakukan Tulis
peraturan cuti pengulangan materi
pengertian cuti
Melaksanakan Siswa dapat Apa yang dimaksud
Pengertian cuti melaksanakan dengan cuti besar?
pengertian cuti.

Menunjukkan Siswa dapat Sebutkan peraturan


jeni-jenis cuti menentukan jenis cuti cuti pada jenis cuti
diluar tanggungan
Negara
Merumuskan Siswa dapat Apa yang dimaksud
Jenis cuti merumuskan jenis cuti dengan cuti tahuanan?

Menentukan Siswa dapat Diberikan kepada


jenis cuti menentukan jenis cuti pegawai negeri sipil
yang telah bekerja
sekurang-kurangnya
1 (satu) tahun secara
terus menerus disebut..

b. Lembar Soal Tertulis (Pengetahuan dan keterampilan)


Pengetahuan
1. Apa yang dimaksud dengan pengertian cuti?
2. Sebutkan tujuan cuti?
3. Apa yang dimaksud dengan jenis cuti!
4. Sebutkan jenis-jenis cuti yang kamu ketahui?
5. Apa yang dimaksud dengan cuti tahunan?
6. Apa yang dimaksud dengan cuti besar?
7. Sebutkan 2 peraturan cuti pada jenis cuti diluar tanggungan Negara
8. Apa yang dimaksud dengan cuti bersalin

Keterampilan
1. Amati pengertian dan jenis cuti
2. Berdasarkan soal diatas (No. 1), coba paparkan hasil kerja tersebut!
3. Buatlah laporan tentang pengertian dan jenis cuti!

c. Opsi Kunci Jawaban


Kunci Jawaban soal :
1. Pengertian dari cuti adalah: keadaan tidak masuk kerja yang diizinkan dalam
jangka waktu tertentu.
2. Tujuan Inventarisasi adalah :
a. Untuk menjaga dan menciptakan tertib administrasi sarana dan prasarana yang
dimiliki oleh suatu sekolah.
b. Untuk menghemat keuangan sekolah baik dalam pengadaan maupun untuk
pemeliharaan dan penghapusan sarana dan prasarana sekolah.
c. Sebagai bahan atau pedoman untuk menghitung kekayaan suatu sekolah dalam
bentuk materil yang dapat dinilai dengan uang.
d. Untuk memudahkan pengawasan dan pengendalian sarana dan prasarana yang
dimiliki oleh suatu sekolah.
3. a. Untuk memberikan kesempatan istirahat bagi PNS dalam rangka menjamin
kesegaran jasmani dan rohaninya.
b.Untuk kepentingan PNS yang bersangkutan.
4. a. cuti tahuanan
b.cuti besar
c. cuti sakit
d cuti bersalin
e. cuti karena alasan penting
f. cuti dilaur tangungan Negara
5. cuti yang diberikan kepada pegawai negeri sipil yang telah bekerja sekurang-
kurangnya 1 (satu) tahun secara terus menerus (termasuk calon pegawai negeri
sipil
6. cuti yang diberikan kepada pegawai negeri sipil yang bekerja sekurang-kurangnya
6 (enam) tahun secara terus menerus, dengan lama cuti 3 (tiga) bulan termasuk
cuti tahunan yang sedang berjalan
7.
a. Cuti yang diberikan kepada pegawai negeri sipil yang telah bekerja sekurang-
kurangnya selama 5 (lima) tahun secara terus menerus karena alasan
mendesak dan penting, contoh pegawai negeri sipil wanita mengikuti
suaminya yang tugas di luar negeri.
b. Lama cuti maksimal 3 (tiga) tahun dan dapat diperpanjang paling lama 1
(satu) tahun, permintaan perpanjangan harus sudah diajukan sekurang-
kurangnya 3 (tiga) bulan sebelum masa cuti berakhir
8. Cuti yang diberikan kepada pegawai negeri sipil yang mengalami persalinan
d. Instrumen dan Rubrik Penilaian
Nama Skor setiap nomor soal
No
Siswa/Kelompo No. 5 No.6 Nilai
. No. 1 No. 2 No. 3 No. 4
k
1
2
3
4
5

Perolehan skor peserta didik untuk setiap nomor soal, sebagai berikut:
Indikator penilaian pengetahuan
1. Apa yang dimaksud dengan pengertian cuti? (bobot 5)
2. Sebutkan tujuan cuti (bobot 5)
3. Apa yang dimaksud dengan jenis cuti! (bobot 5)
4. Sebutkan jenis-jenis cuti yang kamu ketahui? (bobot 5)
5. Apa yang dimaksud dengan cuti tahunan? (bobot 5)
6. Apa yang dimaksud dengan cuti besar? ( bobot 5)
7. Sebutkan 2 peraturan cuti pada jenis cuti diluar tanggungan Negara? (bobot 10)
8. Apa yang dimaksud dengan cuti bersalin? (bobot 5)

Pedoman Penilaian

SOAL BOBOT SOAL


1. Tabel 1. Konversi dari skor 1 – 100 ke 1 - 4
2.
3. INTERVAL HASIL KONVERSI PREDIKAT
4. 96 – 100 4.00 A
5. 91 – 95 3.66 A-
6. 86 – 90 3.33 B+
7. 81 – 85 3.00 B
8. 75 – 80 2.67 B-
9. 70 – 74 2.33 C+
10. 65 – 69 2.00 C
11. 60 – 64 1.66 C-
Jmh Skor 55 – 59 1.33 D+
< 54 1.00 D
Nilai = Jumlah Skor * 2

Penilaian Ranah Keterampilan


PENILAIAN PRAKTIK
Nama :
Prog. Keahlian : Administrasi
Paket Keahlian : Administrasi Perkantoran
Kelas/Semester : XI / 5
Mata Pelajaran : Administrasi Kepegawaian
Materi Pembelajaran : Pengertian dan Jenis cuti
Tanggal :
No. Aspek Yang Dinilai Bobot Nilai

1. Persiapan awal 20

2. Pelaksanaan 30

3. Hasil 30

4. Waktu 20

JUMLAH

PENILAIAN PORTOFOLIO
Nama :
Prog. Keahlian : Administrasi
Paket Keahlian : Administrasi Perkantoran
Kelas/Semester : XII / 5
Mata Pelajaran : Administrasi Kepegawaian
Materi Pembelajaran : Pengertian dan Jenis cuti
Tanggal :
Kriteria
No. KD Periode Kualitas / Waktu Ket.
Keaslian Kesesuaian
Kerapihan Pembuatan
1. Mempraktik-
kan
inventarisasi
sarana dan
prasarana
Ciloto, Juni 2015
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran

Drs. H. Iip Sabit, M.A. Toto Junarto, S.Pd.


NIP 19670512 199303 1 010 NIP 19720610 200801 1 004

LAMPIRAN

1. PENGERTIAN CUTI
Cuti adalah keadaan tidak masuk kerja yang diizinkan dalam jangka waktu tertentu.

2. JENIS-JENIS CUTI PEGAWAI:

a. Cuti Tahunan
Setiap Pegawai Negeri Sipil yang telah bekerja sekurang-kurangnya satu tahun secra terus
menerus berhak atas cuti tahunan. Lamanya cuti tahunan adalah 12 (dua belas) hari kerja.
Cuti Tahunan dapat diambil secara terpecah-pecah, dengan ketentuan setiap bagian tidak
boleh kurang dari 3 (tiga) hari kerja.

Cuti tahunan yang tidak diambil dalam tahun yang bersangkutan dapat diambil dalam tahun
berikutnya untuk paling lama 18 (delapan belas) hari kerja termasuk cuti tahunan dalam
tahun yang sedang berjalan.

Cuti tahunan yang tidak diambil dalam kurun waktu 2 (dua) tahun berturut-turut atau lebih,
dapat diambil dalam tahun berikutnya untuk paling lama 24 (dua puluh empat) hari kerja,
termasuk cuti tahunan dalam tahun yang sedang berjalan.
Apabilan cuti tahunan dijalankan ditempat yang sulit perhubungannya, maka waktu cuti
tahunan dapat ditambah untuk paling lama 14 (empat belas) hari. Ketentuan ini tidak berlaku
bagi cuti tahunan yang diambil kurang dari 12 (dua belas) hari kerja.

Untuk kepentingan dinas cuti tahunan dpat ditangguhkan pelaksanaannya oleh pejabat yang
berwenang memberikan cuti tahunan. Penangguhan ini tidak boleh lebih lama dari satu tahun.
Apabila terjadi penangguhan maka cuti tahunan yang ditangguhkan itu dapat diamil oleh PNS
yang bersangkutan dalam tahun berikutnya selama 24 (dua puluh empat) hari kerja termasuk
cuti tahunan yang sedang berjalan.

b. Cuti Besar
Setiap PNS yang telah bekerja sekurang-kurangnya 6 (enam) tahun secara terus-menerus
berhak atas cuti besar selama 3 (tiga) bulan, termasuk cuti tahunan dalam tahun yang
bersangkutan.

Yang dimassud bekerja secara terus-menerus adalah bekerja dengan tidak terputus karena
menjalankan cuti diluar tanggungan negara atau karena diberhentikan dari jabatan negara
dengan menerima uang tunggu.

Cuti besar yang tidak diambil oleh PNS yang bersangkutan tepat pada waktunya, dapat
diambil pada tahun-tahun berikutnya, tetapi keterlambatan pengambilan cuti besar itu tidak
dapat diperhitungkan untuk pengambilan cuti besar yang berikutnya.
Cuti besar dapat digunakan oleh PNS yang bersangkutan untuk memenui kewajiban agama
seperti menunaikan ibadah haji. PNS yang mengambil cuti besar kurang dari 3 (tiga) bulan,
maka sisa cuti besar yang menjadi haknya hapus.

Apabilan ada kepentingan dinas yang mendesak maka pelaksanaan cuti besar dapat
ditangguhkan untuk paling lama 2 (dua) tahun. Dalam hal yang demikian maka waktu
penangguhan itu dihitung penuh untuk perhitungan hak atas cuti besar berikutnya.

c. Cuti Sakit
Setiap Pegawai Negeri Sipil yang menderita sakit berhak atas cuti sakit.
PNS yang sakit selama 1 (satu) atau 2 (dua) hari harus memberitahukan kepada atasannya
baik secara tertulis maupun dengan pesan melalui perantara orang lain.

PNS yang sakit lebih dari 2 (dua) hari sampai dengan 14 (empat belas) hari, harus
mengajukan permintaan cuti sakit secara tertulis kepada pejabat yang berwenang memberikan
cuti dengan melampirkan surat keterangan dokter, baik dokter pemerintah maupun dokter
swasta.

PNS yang sakit lebih dari 14 (empat belas) hari harus mengajukan permintaan cuti sakit
secara tertulis kepada pejabat yang berwenang memberikan cuti dengan melampirkan surat
keterangan dokter pemerintah atau dokter swasta yang ditunjuk oleh Menteri Kesehatan.
Cuti sakit tersebut diberikan untuk paling lama 6 (enam) bulan berdasarkan surat keterangan
dokter pemerintah atau dokter swasta yang ditunjuk oleh Menteri Kesehatan.

PNS yang telah menderita sakit selama 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan dan belum sembuh dari
penyakitnya, harus diuji kembali kesehatannya oleh dokter yang ditunjuk oleh Menteri
Kesehatan.
Apabilan berdasarkan hasil pengujian kesehatan tersebut PNS yang bersangkutan :
1. belum sembuh dari penyakitnya, tetapi ada harapan sembuh dan dapat bekerja
kembali sebagai PNS, maka ia diberhentikan dengan hormat dari jabatan karena sakit,
dengan mendapat uang tunggu menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.
2. belum sembuh dari penyakitnya dan tidak ada harapan untuk dapat bekerja kembali
sebagai PNS, maka ia diberhentikan dengan hormat sebagai PNS dengan
mendapatkan hak-hak kepegawaian menurut peraturan perundng-undangan yang
berlaku.
PNS wanita yang mengalami gugur kandungan berhak atas cuti sakit paling lama 1 ½ (satu
setengah) bulan.

PNS yang mengalami kecelakan dalam dan karena menjalankan tugas kewajibannya yang
mengakibatkan PNS tersebut perlu mendapatkan perawatan, behak atas cuti sakit sampai
sembuh.

d. Cuti Bersalin
PNS wanita berhak atas cuti bersalin untuk persalinan anaknya yang pertama, kedua, dan
ketiga. Persalinan pertama yang dimaksud adalah persalinan pertama sejak yang
bersangkutan menjadi PNS. Sedangkan untuk persalinan anak yang keempat dan seterusnya,
karena PNS wanita tersebut tidak diberikan cuti bersalin, tetapi dapat diberikan cuti diluar
tanggungan negara.

PNS wanita yang akan bersalin untuk yang keempat dan seterusnya, apabila menjelang saat
persalinan tersebut mempunyai hak atas cuti besar, dapat menggunakan cuti besar tersebut
sebagai cuti persalinan.

Lamanya cuti besar adalah 1 (satu) bulan sebelum dan 2 (dua) bulan setelah persalinan.
PNS wanita yang telah selesai menjalankan cuti diluar tanggungan negara untuk persalinan,
dengan keputusan pejabat yang berwenang diaktifkan kembali dalam jabatan semula.

e. Cuti Karena Alasan Penting


PNS dapat cuti karena alasan penting untuk paling lama 2 (dua) bulan. Lamanya cuti karena
alasan penting hendaknya ditetapkan sedemikian rupa, sehingga benar-benar hanya untuk
waktu yang diperlukan saja.
Yang dimaksud cuti karena alasan penting adalah cuti karena :
1. Ibu, bapak, Isteri/suami, anak, adik, kakak, mertua, atau menantu sakit keras atau
meninggal dunia;
2. Salah seorang anggota keluarga yang dimaksud dalam huruf a diatas meninggal dunia
dan menurut ketentuan hukum yang berlaku PNS yang bersangkutan harus mengurus
hak-hak dari anggota keluarganya yang meninggal itu.
3. Melangsungkan perkawinan pertama;
4. Alasan penting lainnya yang ditetapkan oleh Presiden.

Untuk mendapat cuti karena alasan penting, PNS harus mengajukan secara tertulis dengan
menyebutkan alasannya kepada pejabat yang berwenang memberikan cuti. Karena alasan
penting diberikan dengan surat keputusan pejabat yang berwenang.
Dalam hal mendesak, sehingga PNS yang bersangkutan tidak dapat menunggu keputusan dari
pejabat yang berwenang, maka PNS tersebut dapat mengajukan permintaan izin sementara
kepada Kepala Pemerintah setempat.

f. Cuti di Luar Tanggungan Negara


Cuti diluar tanggungan negara dapat diberikan kepada PNS yang telah bekerja sekurang-
kurangnya 5 (lima) tahun secra terus-menerus dan adanya alasan-alasan pribadi yang penting
dan mendesak.

Yang dimasud dengan alas-alasan pribadi yang penting dan mendesak misalnya seorang PNS
wanita yang suaminya bertugas di luar negeri, sehingga mengharuskan PNS wanita tersebut
mendampingi suaminya di tempat tugasnya itu.
Cuti diluar tanggungan negara hanya dapat diberikan dengan surat keputusan pejabat yang
berwenang memberikan cuti setelah mendapat persetujuan dari kepala BKN.

Cuti diluar tanggungan negara bukanlah hak, karena itu permintaan cuti diluar tanggungan
negara dapat dikabulkan atau ditolak oleh pejabat yang berwenang, demi kepentingan dinas.
Cuti diluar tanggungan negara diambil untuk waktu paling lama 3 (tiga) tahun dan apabila
ada alasan penting dapat diperpanjang untuk paling lama satu tahun.

Selama menjalankan cuti diluar tanggungan negara, PNS yang bersangkutan dibebaskan dari
jabatanyan, kecuali dalam hal PNS wanita menjalankan cuti di luar tanggungan negara untuk
persalinan yang keempat dan seterusnya. Jabatan yang lowong karena pemberian cuti di luar
tanggungan negara dapat diisi.

PNS setelah habis menjalankan cuti di luar tanggungan negara wajib melaporkan diri kepada
instansi induknya untuk ditempatkan kembali apabila ada lowongan, PNS yang tidak
melaporkan diri kepada instansi induknya setelah habis masa menjalankan cuti diluar
tanggungan negara, diberhentikan dengan hormat sebagai PNS.