Anda di halaman 1dari 2

SOAL 1

- Tax planning diartikan sebagai usaha- usaha wajib pajak dalam rangka
mengefisienkan pembayaran pajaknya, baik untuk masa sekarang ataupun di masa
yang akan datang. Tax planning merupakan tahap awal dari manajemen
perpajakan, dimana pengertian lainnya yaitu rangkaian strategi untuk mengatur
akuntansi dan keuangan perusahaan untuk meminimalkan kewajiban perpajakan
dengan cara-cara yang tidak melanggar peraturan perpajakan.
- Secara umum, tax avoidance sendiri biasanya diartikan sebagai suatu skema yang
ditujukan untuk meminimalkan beban pajak dengan memanfaatkan kelemahan-
kelemahan ketentuan pajak (loopholes) suatu negara atau bahkan antarnegara.
Karena tidak melanggar ketentuan perpajakan, skema tax avoidance dapat
dikatakan sah–sah saja (legal). Dalam buku manajemen perpajakan, tax avoidance
merupakan strategi dan teknik penghindaran pajak yang dilakukan secara
legal dan aman bagi wajib pajak karena tidak bertentangan dengan ketentuan
perpajakan. Metode dan teknik yang digunakan adalah dengan memanfaatkan
kelemahan (grey area) yang terdapat dalam UU dan peraturan perpajakan itu
sendiri.
- Sedangkan tax evasion diartikan sebagai suatu skema memperkecil beban pajak
dengan cara-cara yang melanggar ketentuan perpajakan (ilegal).

Menurut Klaus Vogel, tax planning merupakan suatu hal yang biasa dilakukan,
namun dalam praktiknya tax planning tersebut seringkali dapat mencapai suatu
titik yang tidak dapat ditoleransi oleh sistem hukum atau tidak sejalan dengan tujuan dari
adanya hukum yang berlaku (spirit of the law). Hal itulah yang memunculkan istilah
“aggressive tax planning” (perencanaan pajak agresif) yang dilakukan di atas level
yang dapat diterima dan mengarah pada area tax avoidance atau tax evasion, karena
memanfaatkan kelemahan sistem perpajakan atau ketidakselarasan antara dua atau lebih
sistem perpajakan dengan tujuan meminimalisasi beban pajak.