0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
244 tayangan52 halaman

Praktikum Farmakognosi: Pembuatan Simplisia

Dokumen tersebut membahas tentang empat jenis tanaman yaitu paku gunung, srikaya, daun matoa, dan daun alang-alang. Diberikan deskripsi singkat mengenai ciri-ciri fisik keempat tanaman tersebut seperti bentuk, ukuran, daun, buah, dan habitat tumbuhnya.

Diunggah oleh

Indah Pide
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
244 tayangan52 halaman

Praktikum Farmakognosi: Pembuatan Simplisia

Dokumen tersebut membahas tentang empat jenis tanaman yaitu paku gunung, srikaya, daun matoa, dan daun alang-alang. Diberikan deskripsi singkat mengenai ciri-ciri fisik keempat tanaman tersebut seperti bentuk, ukuran, daun, buah, dan habitat tumbuhnya.

Diunggah oleh

Indah Pide
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Farmakognosi merupakan bagian biokimia dan kimia sintesis
sehingga ruang lingkupnya menjadi luas seperti yang didefinisiakan
fluduger, yaitu penggunaan secara serentak sebagai cabang ilmu
pengetahuan untuk memperoleh segala segi yang perlu diketahui tentang
obat (Gunawan dan mulyani, 2004).
Simplisia adalah bahan alamiah yang dipergunakan sebagai obat
yang belum mengalami pengolahan apapun juga dan kecuali dinyatakan
lain, berupa bahan yang telah dikeringkan (farmakope indonesia edisi III,
1979).
Amilum merupakan suatu senyawa organik yang tersebar luas pada
kandungan tanaman. Amilum dihasilkan dari daun-daun hijau sebagai
wujud penyimpanan sementara dari produk fotosintesis. Amilum juga
tersimpan dalam bahan makanan cadangan yang permanen untuk tanaman,
dalam biji, jari-jari teras, kulit batang, akar tanaman dan umbi. Amilum
juga merupakan 50 % - 65% berat kering biji gandum dan 80 % bahan
kering umbi kentang (Gunawan dan mulyani, 2004).
Uji pendahuluan atau identifikasi pendahuluan adalah uji yang
digunakan untuk mengetahui golongan senyawa yang terdapat pada suatu
tanaman. Hal ini berfungsi sebagai data awal untuk menentukan metode
ekstraksi yang akan digunakan agar komponen aktif yang terdapat pada
sampel dapat diekstrasi secara optimal (Mutiatikum, dkk., 2010).
Aplikasi dalam bidang farmasi yaitu agar seorang farmasis dapat
mengetahui tumbuhan yang bisa digunakan sebagai obat dan mengetahui
kandungan kimia dalam tumbuhan yang bisa digunakan sebagai zat aktif
dari sediaan farmasi.

1
I.2 Maksud Percobaan
I.2.1 Percobaan Pembuatan Simplisia Tanaman
1. Mempelajari cara pembuatan simplisia yang baik
2. Mempelajari bahan baku simplisia
I.2.2 Percobaan Pengamatan Amilum Secara Mikroskop
1. Memahami cara mengidentifikasi simplisia yang mengandung
amilum secara organoleptik
2. Memahami cara pemeriksaan mikroskopik pada berbagai jenis
amilum
I.2.3 Percobaan Pengamatan Simplisia Umum Secara Mikroskopik
1. Memahami cara mengidentifikasi berbagai jenis simplisia
secara organoleptik
2. Memahami cara pemeriksaan mikroskopik pada berbagai jenis
simplisia
I.2.4 Percobaan Identifikasi Pendahuluan
1. Memahami kandungan kimia pada simplisia
2. Memahami cara mengidentifikasi kandungan senyawa aktif
alkaloid, saponin dan glikosida antarkuinon yang terdapat pada
simplisia

I.3 Tujuan Percobaan


I.3.1 Percobaan Pembuatan Simplisia Tanaman
1. Mempelajari cara pembuatan simplisia yang baik
2. Mempelajari bahan baku simplisia

I.3.2 Percobaan Pengamatan Amilum Secara Mikroskop


1. Memahami cara mengidentifikasi simplisia yang mengandung
amilum secara organoleptic
2.Memahami cara pemeriksaan mikroskopik pada berbagai jenis
amilum

2
I.3.3 Percobaan Pengamatan Simplisia Umum Secara Mikroskopik
1. Memahami cara mengidentifikasi berbagai jenis simplisia secara
organoleptic
2. Memahami cara pemeriksaan mikroskopik pada berbagai jenis
simplisia
I.3.4 Percobaan Identifikasi Pendahuluan
1.Memahami kandungan kimia pada simplisia
2. Memahami cara mengidentifikasi kandungan senyawa aktif
alkaloid, saponin dan glikosida antarkuinon yang terdapat pada
simplisia

I.4 Manfaat Percobaan


I.4.1 Pembuatan simplisia tanaman
Agar mahasiswa farmasi dapat mengetahui dan memahami cara
pembuatan simplisia yang baik dan juga mengetahui dan memahami
cara mengidentifikasikan simplisia untuk menjadi sediaan farmasi.
I.4.2 Pengamatan amilum secara mikroskopik
Agar mahasiswa farmasi dapat mengetahui dan memahami cara
identifikasi simplisia yang mengandung amilum secara organoleptik
dan juga dapat mengetahui dan memahami cara pemeriksaan
mikroskopik pada berbagai jenis amilum.
I.4.3 Pengamatan simplisia umum secara mikroskopik
Agar mahasiswa farmasi dapat mengetahui dan memahami
engetahui cara mngidentifikasi jenis simplisia secara organoleptik dan
juga dapat mengetahui dan memahami cara pemeriksaan mikroksopik
pada berbagai jenis simplisia.
I.4.4 Identifikasi pendahuluan
Agar mahasiswa farmasi dapat mengetahui dan memahami
mengetahui kandungan kimia dari simplisia dan juga mengetahui dan
memahami cara mengidentifikasi senyawa alkohol, saponin dan
gliksida antarkuinon yang terdapat pada simplisia.

3
I.5 Prinsip Percobaan
I.5.1 Pembuatan simplisia tanaman
Prinsip percobaan pada praktikum kali ini didasarkan pada
pengklasifikasian simplisia yang baik dengan pengambilan sampel,
sortasi basah, pencucian, pengubahan bentuk, pengeringan, sortasi
kering, penimbangan sampel, pembuatan serbuk simplisia, timbang
lagi serbuk simplisia dan hitung persen redisu.
I.5.2 Pengamatan amilum secara mikroskopik
Prinsip pada percobaan ini dilakukan dengan meletakkan sampel
amylum oryzae dan amylum maydis pada objek glass, lalu ditetesi
aquadest dan diamati, sampel amylum oryzae dan amylum meydis
dengan menggunakan mikroskop dengan perbesaran 10 x, 40 x, dan
100 x.
I.5.3 Pengamatan simplisia umum secara mikroskopik
Prinsip pada percobaan ini dilakukan dengan melakukan
identifikasi pada simplisia secara organoleptik yaitu dengan menguji
rasa, bau, warna, tekstur, dan manfaat serta dengan melakukan
pemeriksaan secara mikroskopik dengan menggunakan larutan
kloralhidrat.
I.5.4 Identifikasi pendahuluan
Prinsip pada percobaan ini dilakukan yaitu dengan melihat
kandungan kimia pada simplisia tanaman, lalu mengidentifikasi
kandungan senyawa aktif alkaloid, saponin, tanin, dan flavonoid pada
masing-masing simplisia tanaman.

4
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

II.1 Deskripsi Tanaman

1. Paku Gunung
Paku gunung memiliki batang dan daun. Memiliki pembuluh
angkut xylem dan floem. Ukuran tumbuhan bervariasi, mulai dari berapa
milimeter hingga mencapai 6 meter. Penampilan luar tumbuhan paku
beraneka ragam, mulai yang berupa pohon, semak, epifik, tumbuhan
berambut, hingga hidrofit. Daun mudanya memiliki ciri khas
menggulung pada bagian ujungnya. Tumbuhan ini tidak menghasilkan
bunga melainkan spora.
2. Srikaya
Srikaya (Annona squamosa L.) merupakan tanaman buah tropis.
Tanaman ini dapat berkembang dan berbuah lebat di daerah tropis
maupun daratan tingg. Tanaman srikaya beradaptasi dengan baik
didataran renda sampai dataran tinggi namun demikian, tempat yang
paling cocok untuk pertumbuhannya adala daerah tropis dan subtropis.
Daerahh tersebut terkena matahari langsung serta mendapatkan curah
hujan sekitar 1500-2000 mm pertahun dengan kelembapan 50-60%,
temperatur yang sesuai adalah 20c sampai dengan 35c dan sangat cocok
pada daratan sampai dengan 800mdpl (dari permukaan laut) tanaman
srikaya menyukai iklim panas, tidak terlalu dingin atau banyak hujan
tetapi dapat beradaptasi bila terhadap iklim lembab.

3. Daun Matoa
Tanaman ini memiliki tinggi rata-rata 18 meter, dengan diametar
maksimum 100 cm. Pohon matoa memiliki batang dan kayu yang keres,
buahnya berbentuk lonjong atau bulat telut. Memiliki waran buah muda
hijau dan warna matang buah berwarna kemerahan. Bentuk bulat telur

5
ini memiliki panjang 1,5-5 cm dan berdiameter 1-3 cm. sedangkan kulit
pada buah ini licin dengan warna kehitaman. Serta miliki biji berwarna
hitam kecoklatan dan berorama harum di dalam buah ketika mengambil
biji. Daun buah ini memiliki tangkai besar yaitu daun majemuk , anak
dauan bersirip genap 4-13 pasang dan memiliki akar yang rindang. Buah
pada tanaman ini memiliki rasa seprti rambutan dan kelengkeng.
Matoa (Pometia pinnata) adalah tanaman buah khas Papua, tergolong
pohon besar dengan tinggi rata-rata 18 meter dengan diameter rata-rata
maksimum 100 cm.Umumnya berbuah sekali dalam setahun. Berbunga
pada bulan Juli sampai Oktober dan berbuah 3 atau 4 bulan
kemudian. Penyebaran buah matoa di Papua hampir terdapat di seluruh
wilayah dataran rendah hingga ketinggian ± 1200 m dpl.Tumbuh baik
pada daerah yang kondisi tanahnya kering (tidak tergenang) dengan
lapisan tanah yang tebal. Iklim yang dibutuhkan untuk pertumbuhan
yang baik adalah iklim dengan curah hujan yang tinggi
(>1200 mm/tahun). Matoa juga terdapat di beberapa daerah
di Sulawesi, Maluku, dan Papua New Guinea. Buah matoa memiliki rasa
yang manis.
4. Daun Alang-Alang
Alang-alang merupakan tumbuhan berdaun tajam yang tumbuh di
lahan pertanian dan di tepi jalan tumbuh berumpun, tunas batang akan
tumbuh memanjang menjelang hingga menjelang berbunga rimpang
alang-alang terdiri atas beberapa ruas pendek, sedangkan tunas yang
membawa bunga beruas panjang terdiri atas satu sampai tiga
ruas,rimpang alang-alang tumbuh memanjang dan bercabang cabang
ditana pada kedalaman 0-20cm, helai daun alang-alang tumbuhh tegak
berbentuk garis-garis yang menyempit kebaguan pangkal.

6
5. Daun Cincau Hijau
Tumbuhan cincau hijau (Premna oblongifolia merr.) merambat,
daun berwarna hijau pucat dengan rambut di atas permukaannya. Selain
sebagai penghasil cincau, ekstrak tumbuhan ini mengandung zat anti-
protozoa, tetrandine, suatu alkaloid, khususnya terhadap penyebab
malaria Plasmodium falciparum.

7
II.2 Uraian Bahan dan Sampel
1. FeCl3 (FI Edisi III : 659)
Nama Resmi : FERRI CHLORIDUM
Nama Lain : Besi (III) Klorida
RM/BM : FeCl3/102,206
Rumus Struktur : Cl
Fe
Cl Cl
Pemerian : Hablur atau serbuk hablur hitam kehijauan bebas
warna jingga dari garam hidrad yang terpengaruh
oleh kelembapan
Kelarutan : Larut dalam air, larutan berupa valensi
Khasiat : Zat tambahan
Kegunaan : Sebagai sampel
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat
Persyaratan Kadar : Mengandung tidak kurang dari 99,0% dan tidak
lebih dari 101,0% FeCl3

8
2. C2H5OH (FI Edisi IV : 63-64)
Nama Resmi : AETHANOLUM
Nama Lain : Etanol, Alkohol
RM/BM : C2H5OH /46,07
Rumus Struktur : H H
H C C OH
H H
Pemerian : Cairan mudah menguap, jernih, tidak berwarna,
bau khas dan menyebabkan rasa terbakar pada
lidah, mudah menguap walaupun suhu rendah dan
mendidih pada suhu 78o
Kelarutan : Bercampur dengan air dan praktis bercampur
dengan seluruh pelarut organik
Khasiat : Zat tambahan
Kegunaan : Sebagai pereaksi
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat
Persyaratan Kadar : Mengandung tidak kurang dari 92,3%b/b dan tidak
lebih dari 93,8%b/b

9
3. Aquadest (FI Edisi III : 96)
Nama Resmi : AQUA DESTILLATA
Nama Lain : Etanol / Alkohol
RM/BM : H2O / 18,00
Rumus Struktur : O
H H
Pemerian : Cairan jernih, tidak berwarna, tidak berbau, tidak
mempunyai rasa.
Kelarutan :-
Kegunaan : Sebagai Pelarut
Khasiat : Sebagai Pelarut
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
Persyaratan Kadar :-

10
4. Kloralhidrat (FI edisi III : 142)
Nama Resmi : CHORALIAYDRAS
Nama Lain : Kloralhidrat
RM/BM : C2H3Cl3O2 / 162,40
Rumus Struktur : CCl3– CHCOH12
Pemerian : Hablur, transparan, tidak meleleh basah, agak
pahit, melebur pada suhu lebih kurag 95o dan \
perlahan-lahan menguap.
Kelarrutan : Sangat mudah larut dalam air dan dalam minyak
zaitun, mudah larut dalam etanol ( 95 % dalam
kloroform dan dalam eter).
Khasiat : Sedativum
Kegunaan : Pelarut
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat

11
5. Asam Klorida (FI edisi III : 146)
Nama Resmi : ACIDUM HYDROCHLORIDUM
Nama Lain : Asam Klorida
RM/BM : HCl / 36,46
Rumus Struktur :
H – Cl
Pemerian : Cairan , tidak berwarna, berasap, bau
merangsang, jika diencerkan dengan 2 bagian air,
asap dan bau hilang.
Kelarutan : Larut dalam air
Khasiat : Zat Tambahan
Kegunaan : Sebagai Pereaksi
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat

12
6. Dragondraf ( Pudjaatmaka, 659)
Terbuat dari : 1,5 gram Bismuth Subnitrat
20 ml air panas
7 gram kalium iodida
20 Asam Klorida
a. Bismuth subnitrat (FI edisi III, 1979)
Nama Resmi : BISMUTH SUBNITRAT
Nama Lain : Bismut Subnitrat
Pemerian : Serbuk halus putih, tidak berbau, tidak berasa.
Kelarutan : Praktis tidak larut dalam air, dalam pelarut
organik, larut dalam asam klorida p. dan asam
sitrat p.
Khasiat : Astrigen
Kegunaan : Bahan pereaksi dragendraff
b. Kalium Iodida ( FI edisi III : 330)
Nama Resmi : KALIUM IODIDUM
Nama Lain : Kalium Iodida
RM/BM : KI / 166,00
Pemerian : Hablur heksahidrat transparan atau tidak berwarna
opak dan putih atau serbuk butiran putih
higroskopik.
Kelarutan : Sangat mudah larut dalam air, lebih mudahlarut
Dalam air mendidih. Larut dalam etanol 95% P
mudah larut dalam etanol.
Khasiat : Zat tambahan
Kegunaan : Bahan pereaksi dragendraf
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat

13
c. Asam Klorida ( FI III : 53)
Nama Resmi : ACIDUM HYDROCHLORIDUM
Nama Lain : Asam Klorida
RM/BM : HCl / 36,46
Pemerian : Cariran ; tidak berwarna, berasap, bau
merangsang, jika diencerkan dengan 2 bagian air,
asap dan bau hilang.
Kelarutan : Larut dalam air
Khasiat : Zat Tambahan
Kegunaan : Bahan Pereaksi dragen dragendaff

7. Pati Beras ( FI III : 93)


Nama Resmi : AMYLUM ORYZAE
Nama Lain : Pati Beras
RM/BM : C6H10O5 / 162,00
Rumus bangun :-
Pemerian : Serbuk sangat halus, putih, tidak berbau, tidak
berasa.
Kelarutan : Praktis tidak larut dalam air dingin dan dalam
etanol (95%)P
Khasiat : -
Kegunaan : Sebagai sampel
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik.

14
8. Pati Jagung ( FI III : 108)
Nama Resmi : AMYLUM MAYDIS
Nama Lain : Pati Jagung
RM/BM : C6H8O6 / 176,13
Rumus bangun :-
Pemerian : Serbuk sangat halus, putih.
Kelarutan : Praktis tidak larut dalam air dingin dan dalam
etanol (95%)P
Khasiat :-
Kegunaan : Sebagai sampel
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik.

15
II.3 Klasifikasi Tanaman

1. Paku Gunung (Nephrolepis exaltata) (www.plantamor.com)


Kingdom : Plantae
Divisi : Pteridophyta
Kelas : Pteridopsida
Ordo : Polypodiales
Famili : Dryopteridaceae
Genus : Nephrolepis
Spesies : Nephrolepis exaltata

2. Daun Matoa (Pometia Pinnata) (www.plantamor.com)


Kindom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Sapindales
Famili : Sapindaceae
Genus : Pometia
Spesies : Pometia pinnata

3. Alang-Alang (Impreta cyindrica) (www.plantamor.com)


Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Poales
Famili : Poaceae
Genus : Impreta
Spesies : Impreta cyindrica
.

16
4. Cincau Hijau (Premna oblongifolia merr) (www.plantamor.com)
Kingdom : Plantae
Divisi : Tracheobionta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Lamiales
Famili : Verbenaceae
Genus : Premna
Spesies : Premna oblongifolia merr

5. Srikaya (Annona squamosa L.) (www.plantamor.com)


Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magoliopsida
Ordo : Magnoliales
Famili : Annonaceae
Genus : Annona
Spesies : Annona squamosa L.

17
BAB III
METODOLOGI PERCOBAAN
III.1 Waktu dan Tempat
III.1.1 Percobaan 1
1. Waktu : 23 Oktober 2017. Pukul 15.00 – selesai
2. Tempat : Laboratorium Farmakognosi - Fitokimia, Jurusan
Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam, Universitas Tadulako.
III.1.2 Percobaan 2
1. Waktu : 30 Oktober 2017. Pukul 15.00 – selesai
2. Tempat : Laboratorium Farmakognosi - Fitokimia, Jurusan
Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam, Universitas Tadulako.
III.1.3 Percobaan 3
1. Waktu : 6 November 2017. Pukul 15.00 – selesai
2. Tempat : Laboratorium Farmakognosi - Fitokimia, Jurusan
Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam, Universitas Tadulako.
III.1.4 Percobaan 4
1. Waktu : 13 Oktober 2017. Pukul 15.00 – selesai
2. Tempat : Laboratorium Farmakognosi - Fitokimia, Jurusan
Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam, Universitas Tadulako.

18
III.2 Alat dan Bahan

III.2.1 Alat

1. Pisau/Cutter
2. Gunting
3. Pot salep
4. Blender
5. Ayakan
6. Kamera
7. Neraca analitik
8. Mikroskop
9. Object glass
10. Deck glass
11. Pipet tetes
12. Tabung reaksi
13. Rak tabung
14. Corong kaca
15. Gelas ukur
16. Gelas kimia
17. Hot plate
18. Sendok tanduk
19. Botol semprot
20. Cawan porslin

III.2.2 Bahan

1. Koran
2. Karung
3. Kertas label
4. Isolasi
5. Aquades
6. Amilum Oryzae

19
7. Amilum Maydis
8. Tissue
9. Alkohol
10. Kloralhidrat
11. HCl
12. FeCl3
13. Pereaksi dragndaff
14. Kertas saring
15. Paku Gunung (Nephrolepi sexaltata)
16. Daun Matoa (Pometia pinnata)
17. Alang-Alang (Impreta cyindrica)
18. Cincau Hijau (Premna oblongifolia merr)
19. Srikaya (Annona squamosa L.)

20
III.3 CARA KERJA
III.3.1 Pembuatan simplisia
A. Pembuatan simplisia tanaman
1. Disiapkan alat dan bahan
2. Di lakukan pemilihan bahan baku untuk simplisia
3. Di lakukan sortasi basah untuk memisahkan tanah atau
kerikil, rumput atau bahan-bahan yang tidak berguna
4. Dilakukan pencucian untuk menghilangkan bahan-bahan
yang melekat pada bahan baku simplisia
5. Dilakukan pengubahan bentuk berupa perajangan untuk
mempercepat proses pengeringan
6. Dilakukan pengeringan dengan cara di angin-anginkan
untuk mendapatkan bahan baku simplisia yang tidak mudah
rusak atau berjamur
7. Di lakukan sortasi kering untuk menghilangkan bahan-
bahan yang tidak layak digunakan
8. Di lakukan penghalusan bahan baku simplisia dengan cara
di blender kemudian di ayak untuk mendapatkan serbuk
halusnya
9. Disimpan dalam 2 wadah pot salep 100 gram dalam bentuk
rajangan dan serbuk halusnya

B. Pembuatan herbarium
1. Disiapkan alat dan bahan
2. Diambil tanaman utuh dari sampel simplisia
3. Di cuci tanaman menggunakan air lalu di beri alkohol 70
4. Di lapisi sampel dengan kertas Koran dan kardus lalu di
ikat dengan tali rafia atau isolasi dengan isolasi bening agar
semakin rapat
5. Di simpan di bawah beban yang berat selama kurang lebih
3 hari

21
6. Di beri etiket setelah sempurna
7. Dilaminating

III.3.2 Pengamatan amilum secara mikroskopik


1. Di identifikasi tiap amilum secara organoleptis
2. Di siapkan alat dan bahan
3. Di ambil amilum dengan sendok tanduk, lalu di letakkan di atas
objek gelas
4. Di teteskan satu tetes aquadest lalu tutup dengan deck glass
5. Di amati sampel dengan menggunakan mikroskop
6. Di dokumentasi
III.3.3 Pengamatan simplisia umum secara mikroskopik
A. Pengamatan secara organoleptik
1. Disiapkan alat dan bahan
2. Diambil serbuk simplisia tanaman
3. Dicium bau, dirasakn, diperhatikan warna, di amati
teksturnya dan dilihat khasiatnya pada etiket
4. Di catat hasil uji organoleptik untuk satu kelompok
5. Di dokumentasi serbuk simplisia

B. Pengamatan mikroskopik
1. Disiapkan alat dan bahan
2. Diambil sedikit serbuk simplisia dan di letakkan pada objek
gelas
3. Ditetesi kloralhidrat secukupnya
4. Dipanaskan diatas Bunsen
5. Ditutup dengan deck glass
6. Diletakan pada meja preparat mikroskop
7. Di amati
8. Di dokumentasi

22
III.3.4 Identifikasi pendahuluan
A. Alkaloid
1. Disiapkan alat dan bahan
2. Diambil 0,1-0,5 gram simplisia
3. Dimasukan ke dalam tabung reaksi
4. Dimasukan aquadest 5-10 ml
5. Disaring menggunakan corong
6. Di teteskan 5 tetes dragendraff
7. Diamati perubahan warna yang terjadi
8. Di dokumentasikan

B. Flavonoid
1. Disiapkan alat dan bahan
2. Diambil 0,1-0,5 gram simplisia
3. Dimasukan kedalam tabung reaksi
4. Dimasukan aquadest 5-10 ml, dikocok
5. Dimasukan 0,1 gram serbuk Mg, dikocok
6. Dimasukan 3 ml hcl pekat , dikocok
7. Diamati perubahan warna yang terjadi
8. Didokumentasikan

C. Saponin
1. Disiapkan alat dan bahan
2. Diambil 0,1-0,5 gram simplisia
3. Dimasukan kedalam tabung reaksi
4. Dimasukan 5-10 ml aquadest
5. Dikocok dan diamati
6. Didokumentasikan

23
D. Tanin
1. Disiapkan alat dan bahan
2. Di ambil 0,1-0,5 gram simplisia
3. Dimasukan kedalam tabung reaksi
4. Dimasukan 5-10 ml aquadest, kocok
5. Disaring menggunakan corong
6. Ditempatkan pada cawan porselin
7. Ditetesi FeCl3
8. Diamati perubahan warna yang terjadi
9. Di dokumentasikan

24
III.4 SKEMA KERJA
III.4.1. PembuatanSimplisiaTanaman
A. Pembuatan Simplisia
AlatdanBahan

Pengambillanbahanba
ku

SortasiBasah

Pencucian

Perubahan bentuk
(Perajangan)

Pengeringan

SortasiKering

Timbang sampel

Pembuatan Serbuk Simplisia

Timbang sampel

Penyimpanan

% Residu

25
B. Pembuatan Herbarium

AlatdanBahan

AmbilTumbuhanUt
uh

CuciBersih

Oleskan Alkohol

TanamanLapisi Koran Dan


Dos

TempelPadaKertasKuarto

BeriEtiket

Laminating

26
III.4.2Pengamatan Amilum Secara Mikroskopis

Alat Dan Bahan

-Diambil

Amilum Amilum
Oryzae Megdis

Object Glass

+ teteskan 1-2 tetesaquadest


- tutup

Deck Glass

- amati

MIkroskop

Perbesaran 10 x, 40 x, dan 100 x

Dokumentasi

Gambar Hasil

27
III.4.3 Pengamatan Simplisia Umum Secara Mikroskopik
A. Pengamatan Mikroskopik
AlatdanBahan

-ambil

SerbukSimplisia

-letakkan

Objek glass

+ 1 tetes klaralhidrat

-Panaskan

Bunsen

-Tutup

Deck glass

-Amati

Mikroskopis dan
Makroskopis

Dokumentasi

28
B. Pengamatan Organoleptik
AlatdanBahan

-ambil

SerbukSimplisia

-ambil

Warna Rasa Bau Teksture Khasiat

Dokumentasi

-Catat

Hasil

29
III.4.1 Identifikasi Pendahuluan
III.4.1.1 Alkoloid

AlatdanBahan

+ Timbang 0,5 g

Simplisia

-Masukkan

TabungReaksi

+ 5-10 ml aquadest

=
Saring
=
+ 5 tetesDragendrof

TabungReaksi

Amati

Dokumentasi

30
III.4.1.2 Saponin

AlatdanBahan

+ Timbang 0,5 g

Simplisia

Masukkan

TabungReaksi

+ 5-10 ml air panas


-kocok

Amati

Dokumentasi

31
III.4.1.3 Tanin

AlatdanBahan

+ Timbang 0,5 g

Simplisia

-Masukkan

TabungReaksi

5 – 10 ml aquadest

Saring

-Tetesi FeCl3

TabungReaksi

Amati

Dokumentasi

32
III.4.1.4 Flavonoid

AlatdanBahan

Timbang 0,5 gram

Simplisia

Masukka
n
TabungReaksi

+5-10 ml aquadest
+0,1 g serbuk mg
+ 3ml HCL pekat

Amati

Dokumentasi

33
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
IV.1. Hasil Pengamatan
IV.1.1 Hasil Pengamatan Percobaan 1 (Pembuatan Simplisia
Tanaman)
IV.1.1.1 Tahap-tahap pembuatan simplisia
No Gambar Keterangan

Pengambilan Bahan
1
Baku

2 Sortasi Basah

3 pencucian

4 Perubahan Bentuk

5 pengeringan

6 Penyimpanan

34
IV.1.1.2 Tahap-tahap pembuatan simplisia
No Gambar Nama tanaman % residu
tanaman ( nama latin )
1 Cincau hijau 33,3%
( Cyclea barbata M
)

2 Daun alang-alang 86,440%


( Imperata cylindia
)

3 Daun paku gunung 86,440%


( Nephrolepis
exaltata )

4 Daun srikaya 34,78%


( Annona squamosa
)

5 Daun matoa 12,46%


( Pomelia dinata )

35
IV.1.2 Percobaan 2
No Sampel Gambar Percobaan Gambar literatur
1. Amilum
oryzae

Padi (Oriza sativa)


Perbesaran 100 x
Perbesaran 10 x ( Ellenora 2014)

Padi (Zea Mays)


Perbesaran 40 x
perbesara 100x
( Ellenora 2014)

Padi (Oriza sativa)


Perbesaran 100 x Perbesaran 100 x
( Ellenora 2014)

36
2. Amylum
maydis

Perbesaran 10 x

Padi (Zea Mays)


perbesara 100x
( Ellenora 2014)

Padi (Oriza sativa)

Perbesaran 40 x Perbesaran 40 x
( Ellenora 2014)

Perbesaran 100x
Perbesaran 100 x
( Zea Mays L)
( Ellenora 2014)

37
IV.1.3 Percobaan 3
No Gambar Hasil pengamatan
1 Bau : bau khas tumbuhan paku
Rasa : tidak berasa
Warna : coklat kekuningan
Khasiat : diuretik
Tekstur : halus
2 Bau : berbau lemah
Rasa : tidak berasa
Warna : hijau tua
Khasiat : melancarkan pencernaan
Tekstur : agak kasar
3 Bau : menyengat
Rasa : tidak berasa
Warna : hijau kekuningan
Khasiat : obat demam
Tekstur : kasar
4 Bau : khas akar
Rasa : tidak berasa
Warna : kekuningan
Khasiat : obat mimisan
Tekstur : kasar berserat

38
IV.1.2. Pengamatan mikrokopik
No Nama simplisia gambar literatur Keterangan
1 Cincau hijau 1.Korteks
(Cyclea barbata) 2.Jaringan
pembuluh
3.epidermis
2 Paku gunung 1.gelombang udara
(Nepnorodens 2.mesofil dan
oxaltata) berkas pembuluh

3 Daun matoa 1.korteks


(Pomelia 2.jaringan
pinnata ) pembuluh
3.epidermis bawah
4 Alang-alang 1.stomata
( Imperata 2.epidermis bawah
cylindria )

39
IV.1.4 Percobaan 4
Kelompok 6
No Sampel Pengujiam

Alkaloid Tanin Saponin Flavonoid


1 Cincau hijau
(Cyclea
barbata )

(+) (+)
2 Daun paku
gunung
(Nephrolepis
exaltata ) (+)

3 Alang-alang
(Imperata
squamosa )
(-)
4 Cincau hijau
(Cyclea
barbata )

(+) (+)

40
IV.2 Pembahasan
Simplisia adalah bentuk sediaan tanman obat yang belum tercampur
dan belum diolah. Namun, wujudnya sudah dalam keadaan bersih dan
telah dikeringkan (Utami, Lentera, 2002).
Amilum merupakan suatu senyawa organik yang tersebar luas pada
kandungan tanaman. Amilum dihasilkan dari dalam daun-daun hijau
sebagai wujud penyimpanan sementara dari produk fotosintesis. Amilum
juga tersimpan dalam bahan makanan cadangan yang permanen untuk
tanaman, dalam biji, jari-jari teras, kulit batag, akar tanaman menahun dan
umbi (Gunawan, 2004).
Simplisia adalah bahan alamiah yang dipakai sebagai obat yang
belum mengalami proses setengah jadi , seperti pengeringan. Simplisia
nabati adalah simplisia yanga berupa tanaman utuh, bagian tanaman , atau
eskudat tanaman adalah isis yang secara spontan kljuar dari tanamannya
(Depkes RI, 1978).
Uji pendahuluan atau identifikasi pendahuluan adalah uji yang
digunakan untuk mengetahui golongan senyawa yang terdapat pada suatu
tanaman. Hal ini berfungsi sebagai data awal untuk menentukan metode
ekstraksi yang akan digunakan agar komponen aktif yang terdapat pada
sampel dapat diekstrasi secara optimal (Mutiatikum, dkk., 2010).
Pada percobaan 1 pembuatan simplisia Tujuan praktikum kali ini
yaitu mengetahui cara pembuatan simplisia ang baik dan mengidentifikasi
bahan baku simplisia.Cara pembuatan simplisia dilakukan dengan cara
pengambilan bahan baku, yang kemudian dilakukan sortasi basah, lalu
proses pencucian bahan baku, selanjutnya dilakukan pengubahan bentuk
(perajangan), setelah itu bahan baku dijemur untuk proses pengeringan,
lalu dilakukan sortasi kering dan terakhir di blender serta disimpan dalam
pot salep 100 gram dan diberi label. Menurut (Suharmiati, 2003) masing-
masing cara pembuatan simplisia memiliki tujuan yaitu pengumpulan
bahan baku bertujuan untuk mengambil sampel yang akan di jadikan
bahan baku pembuata simplisia, sortasi basah bertujuan untuk membuang

41
bahan lain yang tidak berguna atau berbahaya seperti rumput, koatoran
binatang, pencucian bertujuan agar bahan baku bebas dari tanah atau
kotoran yang melekat dan bersih, perjarangan bertujuan untuk
mempermudah pengeringan, pengepakkan, dan penggilingan. Pengeringan
bertujuan untuk mimisahkan benda-benda asing setelah pengeringan,
pengepakkan dan penyimpanan berujuan untuk melndungi agar simplisia
tidak rusak atau berubah mutunya karena faktor seperti cahaya, oksigen,
dehidrasi, kotoran dan serangga.Tumbuhan yang dijadikan bahan baku
pembuatan simplisia yaitu paku gunung (Nephrolepis exaltata). Paku
gunung (Nephrolepis exaltata) memiliki khasiat digunakan untuk
pengobatan diuretik. Kandungan kimia yag terdapat dalam paku gunung
mengandung omega 3, vitamin A, flavonoid, vitamin C, kalium dan
beberapa senyawa vitamin B kompleks.. Persen (%) residu yang dihasilkan
pada pembuatan simplisia daun Paku gunung (Nephrolepis exaltata) yaitu
sebesar 86,440 %.Pembuatan herbarium disbuat dengn cara mengambil
tanaman utuh yang lengkap bagiannya, lalu di cuci dengan air bersih,
setelah itu di rendam tanaman dengan alkohol 70 % kemudian tanaman
dilapisi dalam koran dan dos, hingga menjadi herbrium. Tujuan pembuatan
herbarium yaitu sebagai media penelitian, sebagai bukti adanya
keanekaragaman dan sebagai koleksi.
Pada percobaan II pengamatan amilum Percobaan ini bertujuan
untuk simplisia yang mengandung amilum secara organoleptik fan
mengetahui cara pemeriksaan mikroskop jenis amilum. Hal ini dilakukan
dengan dua sampel yaitu amilum maydis dan amilum oryzae. Pada
praktikum kali ini dilakukan dengan mengidentifikasi amilum meydis dari
jagung dan amilum oryzae dari beras dengan menggunakan mikroskop,
pada uji mikroskopik dilakukan dengan mengambil secukupnya sampel
amilum maydis dan amilum oryzae lalu diletakkan diatas object glass
dengan tujuan agar amilum dapat diamati dengan mikroskop, sebab kaca
objektif merupakan wadah untuk pengamatan menggunakan mikroskop,
sejumlah sampel yang telah berada dia tas object glass lalu ditetesi dengan

42
aquadest sebanyak 1 tetes dengan tujuan agar sampel atau preparat dapat
dilihat dengan jelas atau dapat memeperjelas hasil pengamatan. Stelah itu
object glass ditutup menggunakan deck glass, hal ini bertujuan agar
preparat benar-benar menempel pada object glass, selain itu juga agar
mencegah tidak terjadinya gelembung udara. Dengan adanya gelembung
udara yang terbentuk dapat mempengaruhi penglihatan pengamatan
sehingga hasi yang diperoleh kurang baik.stelah itu letakkan masing-
masing sampel diatas meja preparat. Lalu diamati sampel dengan
menggunakan perbesarann 10 x, 40 x, dan 100 x. Hasil pengamatan uang
diperoleh pada maisng masing sampel amilum oryzae dan amilum maydis
berdasarkan literatur (FI edisi IV , 1995) pada pati jagung (maydis) secara
mikroskopik butir persegi banyak bersudut ukuran 2 µm sampai 32
µm.hillus ditengah rongga yang nyala atau cerah berjumlah 3-5, tidak ada
lamela. Sedangkan pada pati beras (oryzae) secara mikroskopik butir
persegi banyak ukuran 2µm samoai 20 µm. Hilus dilegant tidak terikat
jelas tidak ada lamela konsentris. Prinsip kerja mikroskop adalah sumber
sinar menuju pada cermin lalu ke kondensor menuju lubang meja objek ke
preparat lanjut ke lensa objectif dan selanjutnya lensa okuler menuju mata
pengamat dan tampaklah bayangan benda diperbesar, maya dan terbalik.
Hasil pengamatan pada laboratorium yaitu pada perbesaran 100 x hasilnya
terlihat struktur butir-butir amilum secara mikroskopi pada amilum oryzae
dan pada amilum maydis perbesaran 100 x hasilnya terlihat struktur butir-
butir amilum.
Pada percobaan III pengamatan mikroskopik Tujuan
dilakukannya praktikum ini yaitu untuk mengetahui cara mengidentifikasi
berbagai jenis simplisia secara organoleptik yang meliputi rasa, bau,
warna, tekstur, dan khasiatnya. Serta mengetahui cara pemeriksaan
simplisia secara mikroskopik dengan menggunakan alat mikroskop.
Sampel yang digunakan yaitu serbuk simplisa Cincau Hijau (Cyclea
barbata), daun paku gunung (Nephrolepi exaltata), dan daun alang-alang
(Imperata squamosal).

43
Prinsip kerja mikroskop yaitu bayangan pada mikrsokop diperoleh melalui
proses benda yang akan diamati diletakkan di depan lensa objektif.
Bayangan yang ada di lensa objektif akan dilihat sebagai benda lain oleh
lensa okuler agar diperbesar, maka harus terletak di depan lensa okuler.
Prinsip kerja organoleptik yaitu dengan menggunakan indera manusia
meliputi rasa, bau, warna, dan tekstur. Pada praktikum kali ini pada uji
mikroskopik yang pertama dilakukan yaitu menyiapkan alat dan bahan
kemudian simplisia yang telah diserbukkan diletakkan diatas deck glass
dan ditetesi kloralhidrat LP 10% dan dipanaskan diatas spritus,
penambahan kloralhidrat berfungsi agar pada hasil pengamatan
mendapatkan hasil yang jelas karena kloralhidrat menghilangkan senyawa
sel partikel yang akan mengganggu pengamatan. Pemanasan dilakukan
untuk mematikan dengan cepat spesimen yang berupa jaringan dan sel-sel
serta mempertahankan struktur sel dan jaringan. Selanjutnya ditutup
dengan object glass dan diamati dengan perbesaran tertentu. Pada uji
organoleptik Paku gunung (Nephrolepis exaltata) menghasilkan bau khas
tumbuhan paku, tidakberasa, memiliki tekstur halus dan coklat
kekuningan. Khasiat tanaman ini adalah sebagai deuretik. Adapun hasil
yang diperoleh dari Paku gunung (Nephrolepis exaltata) uji mikroskopik
yaitu terdapat gelembung udara mesofil dan berkas pembuluh. Hal ini
sama dengan hasil literature (Dalimartha, Setiawan, 2003) dimana
tumbuhan paku gunung, hamper tidak berasa, bau khas lemak, serbuk
berwarna hiajau kecoklatan agak kekuningan, teksturnya halus. Secara
mikroskopik terdapat mesofil dan berkas pembuluh dalam sampel.
Pada percobaan IV uji pendahuluan Tujuan dilakukannya
praktikum ini yaitu untuk mengetahui kandungan zat aktif pada simplisia
dan cara identifikasi senyawa alkaloid, saponin, tanin dan flavonoid.
Sampel yang digunakan yaitu serbuk simplisa Cincau Hijau (Premna
oblongifolia merr.), daun paku gunung (Nephrolepis exaltata), dan daun
alang-alang (Imperata squamosl). Pada pengujian alkaloid digunakan
sampel /serbuk dari Cincau Hijau (Premna oblongifolia merr.) dengan cara

44
kerja dimasukkan ke dalam tabung reaksi kemudian ditambahkan 5-10 mL
aquadest. Setelah itu disaring . penyaringan dilakukan agar cairan bdari
serbuk simplisia dapat diambil sehingga mempermudah mereaksikannya
dengan pereaksi lainnya. Setelah itu ditambahkan 5 tetes pereaksi
dragendroft. Tujuan penambahan dragendorft agar dapat mengetahui
senyawa alkaloid yang terdapat pada sampel tersebut. Hasil yang terbentuk
adalah positif mengandung alkaloid adanya perubahan merah bata pada
larutan. Hal ini telah sesuai dengan literatur (Muhlisah, 2007) yang
menyatakan bahwa cincau hijau mengandung alkaloid. Pada pengujian
saponin digunakan sampel Cincau Hijau (Premna oblongifolia merr) yaitu
sampel dimasukkan kedalam tabung reaksi, setelah itu ditambahkan 5-10
mL air panas. Tujuannya agar larutan terbentuk koloidal saponin dalam
air. Setelah itu kocok tabung reaksi selama kurang lebih 1 menit dan
diamkan selama 5 menit. Tujuannya untuk melihat busa atau buih yang
terbentuk selama 5 menit. Jika buasanya tidak hilang selama 5 menit maka
simplisia tersebut mengandung senyawa saponin. Hasil yang terbentuk
adalah negatif mengandung sapnin karena tidak adanya buih. Hal ini telah
sesuai dengan literatur (Dalimartha, 2006). Pada pengujian tanin
digunakan serbuk daun alang-alang (Imperata squamosa). yaitu dengan
cara dimasukkan serbuk simplisia kedalam tabung reaksi, setelah itu
ditambahkan dengan aquadest 5-10 mL setelah itu dikocok kuat.
Tujuannya agar senyawa zat aktif sampel larut dalam aquadest. Setelah itu
dilakukan penyaringan. Tujuannya yaitu dilakukan agar cairan dari serbuk
simplisia dapat diambil sehingga mempermudah mereaksikannya dengan
pereaksi lainnya. Selanjutnya ditambahkan pereaksi FeCL3. Tujuannya
untuk mengidentifikasi senyawa tanin yang ada pada sampel tersebut. Jika
positif mengandung tanin akan berubah warna menjadi hijau kehitaman
atau hijau kecoklatan. Hasil yang terbentuk adalah positif mengandung
sapnin karena adanya perubahan warna menjadi hijau kehitaman. Hal ini
telah sesuai dengan literatur (Muhlisah, 2006) yang menyatakan bahwa
sampel terdapat saponin. Pada pengujian flavonoid digunakan

45
sampel/serbuk simplisia daun paku gunung (Nephrolepis exaltata) dengan
cara kerja dimasukkan kedalam tabung reaksi kemudian ditambahkan 5-10
ml aquadest. Setelah itu disaring. Penyaringan dilakukan agar cairan dari
serbuk simplisia dapat diambil sehingga mempermudah mereaksikannya
dengan pereaksi lainnya. Setelah itu ditambahkan 3 mL HCL pekat,
tujuannya yaitu untuk mengetahui kandungan flavonoid pada tanaman
tersebut. Hasil menunjukkan bahwa paku gunung terdapat senyawa
flavonoid karena sampel berubah menjadi merah kuat. Hasil yang
terbentuk adalah positif mengandung sapnin karena adanya perubahan
warna menjadi kekuningan. Hal ini telah sesuai dengan literatur
(Muhlisah, 2007) yang menyatakan bahwa dalam sampel daun paku
gunung mengandung senyawa flavonoid.
Aplikasi dalam bidang farmasi tentang pembuatan silmplisia yaitu
agar seorang farmasis dapat mengenal lebih baik lagi tentang zat-zat yang
terkandung simplisia sehingga dapat di jadikan sediaan obat dalam bentuk
serbuk, ekstak kering, kapsul maupun tablet. Serta dapat melakukan
pegujiaan secara mikroskopik dan makroskopik untuk mengetahui
berbagai macam fragmen dan kendungan kimia yang terdapat pada
simplisia yang akan di gunakan sebagai obat. Hal inilah yang
melatarbelakangi percobaan ini.

46
BAB V
PENUTUP
V.1 Kesimpulan
Berdasarkan praktikum ini, dapat disimpulkan bahwa :
1. Simplisia adalah bentuk sediaan tanman obat yang belum tercampur
dan belum diolah. Namun, wujudnya sudah dalam keadaan bersih dan
telah dikeringkan
2. Amilum merupakan suatu senyawa organik yang tersebar luas pada
kandungan tanaman. Amilum dihasilkan dari dalam daun-daun hijau
sebagai wujud penyimpanan sementara dari produk fotosintesis.
Amilum juga tersimpan dalam bahan makanan cadangan yang
permanen untuk tanaman, dalam biji, jari-jari teras, kulit batag, akar
tanaman menahun dan umbi.
3. Hasil pengamatan pada laboratorium yaitu pada perbesaran 100 x
hasilnya terlihat struktur butir-butir amilum secara mikroskopi pada
amilum oryzae dan pada amilum maydis perbesaran 100 x hasilnya
terlihat struktur butir-butir amilum.
4. Hasil pada uji organoleptik Paku gunung (Nephrolepis exaltata)
menghasilkan bau khas tumbuhan paku, tidak berasa, memiliki tekstur
halus dan coklat kekuningan. Khasiat tanaman ini adalah sebagai
deuretik. Adapun hasil yang diperoleh dari Paku gunung (Nephrolepis
exaltata) uji mikroskopik yaitu terdapat gelembung udara mesofil dan
berkas pembuluh.
5. Hasil yang terbentuk dalam uji flavonoid adalah positif mengandung
flavonoid karena adanya perubahan warna menjadi kekuningan. Hal
ini telah sesuai dengan literatur (Muhlisah, 2007) yang menyatakan
bahwa dalam sampel daun paku gunung mengandung senyawa
falvonoid.

47
V.2 Saran
V.2.1 Percobaan 1
Menyarankan agar praktikan lebih teliti lagi dalam
pembuatan simplisia yang benar agar lebih memudahkan tahap
selanjutnya juga dalam perkembangan pengobata tradisional.
V.2.2 Percobaan 2
Menyarankan agar pada praktikum farmakognosi
selanjutnya dapat mencoba berbagai sampel amylum lainnya
guna lebih menambah wawasan praktikum.
V.2.1 Percobaan 3
Sebaiknya pada praktikum lebih teliti dalam melakukan
pengamatan agar hasil yang diperoleh dapat sesuai.
V.2.2 Percobaan 4
Sebaiknya pada praktikum selanjutnya kualitas alat dan
bahan lebih diperhatikan dan dijaga agar pada saat praktikum
mendapatkan hasil yang sesuai

48
LABORATORIUM FITOKIMIA-FARMAKOGNOSI
PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI
UNIVERSITAS TADULAKO
LAPORAN LENGKAP
PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI

PERCOBAAN :

1. PEMBUATAN SIMPLISIA
2. PENGAMATAN AMILUM SECARA MIKROSKOPIK
3. PENGAMATAN SIMPLISIA UMUM SECARA MIKROSKOPIK
4. IDENTIFIKASI PENDAHULUAN

DISUSUN OLEH :

NAMA : INDRIANA
STAMBUK : G 701 16 173
KELAS/KELOMPOK : C/II (DUA)
ASISTEN : SITI NURABIAH

JURUSAN FARMASI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS TADULAKO
PALU
2017

49
DAFTAR PUSTAKA

Afifa (2003) Khasiat Dan Manfaat Temulawak Rimpang Penyebuh Aneka Macam
Penyakit. Agro Media.Jakarta.

Departemen Kesehatan Republic Indonesia (1979) Farmakope Indonesia Edisi III


Departemen Kesehatan Republic Indonesia Jakarta.

Devi Nirmala(2010) Nutrion And Food Gizi Untuk Keluarga. Penerbit Kompas.
Jakarta.

Delimartha S. (2013) Ramuan Herbal Tanpa Penyakit Penebar Swadaya Grub.


Jakarta.

Gunawan.(2004)Ilmu Obat Alam(Farmakognosi) Jilid 1 Penebar


Swadaya.Jakarta.

Hyman M.(2004) Ultra Metabolisme Tujuan Langkah Sehat Mengurangi Berat


Badan Anda Secara Otomatis. Penerbit Kenya Ilmu. Jakarta.

Kartasapoetra G. (1999) Budaya Tanaman Berkhasiat Obat. Rineka Cipta.Jakarta.

Mulyani S. (2013). Anatomi Tumbuhan. Penerbit Swadaya. Surabaya.

Muhlisah F.(1999) Temu Temuan Dan Emon Empon. Karnisius.Yogyakarta.

Noerhendy F. Dkk. (2009) Farmakognosi Volume 1. Buku Kedokteran EGC.


Yogyakarta.

Said, A,(2007) Khasiat Dan Manfaat Temulawak. Sinar Wadja Lestari.Jakarta.

50
Sastrohamidjojo.(1996) Sistem Bahan Alami . Universitas Gadja Mada Press.
Yogyakarta.
Soeharto.(2004) Penyakit Jantung Koroner Dan Serangan Jantung Edisi Kedua
Gramedia.Jakarta.

Suharmianti. Herti M.(2004) Khasiat Dan Manfaat Daun Dewa Dan Sambung
Nyawa. Agro Media Pustaka.Jakarta.
Suranto A.(2004) Terbukti Pome Tumpaskan Penyakit. Pustaka Bunda.Jakarta.

Sumardjo D,(2009). Pengantar Kimia Buku Paduan Kuliah Mahasiswa


Kedokteran Dasar Program Strata 1 Fakultas Boesakta Penerbit Buku
Kedokteran EGC.Jakarta.

Tim Dosen.(2017) Penuntun Biokimia Farmasi Fakultas Matematika Dan Ilmu


Pengetahuan Alam Univesitas Tadulako.Palu.
Tini N. (2002) Mengembungkan Jati Unggul Pilihan Investasi Prosfektif Hows
Media Pustaka.Jakarta.
Umar Efrizon. (2008). Buku Pintar Fisika. Media Pustaka.Jakarta.

Parawati(2009). Manfaat Tanaman Sayur Untuk Mengatasi Aneka Penyakit. Agro


Media. Pustaka .Jakarta.
Pitojo.(2002) Ceplukan Herbal Berkhasiay obat. Karnisius. Yogyakarta

Poedjadi A Dkk.(2009).Dasar Dasar Biokimia. Penwrbit Universitas Indonesia

Www. Plantamor.Com

51
BIOGRAFI
Penyusun bernama Indriana lahir di Palu tanggal 22
Mei 1998, sebagai anak pertama dari pasangan
Sudirman dan Amaliyah. Penyusun menamatkan
pendidikannya di SDN NEGERI 2 PALU pada tahun
2010, setelah itu penyusun melanjutkan studinya di
SMP NEGRI 3 PALU dan tamat pada tahun 2013,
tahun 2016 penyusun menyelesaikan pendidikannya di
SMK NUSANTARA PALU, pada tahun yang sama penyusun melanjutkan
pendidikannya kejenjang perguruan tinggi di Palu tepatnya di Universitas
Tadulako pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Jurusan
Farmasi, sekarang berada pada semester tiga (ganjil).

52

Anda mungkin juga menyukai