Anda di halaman 1dari 7

PENGENALAN ALAT EKOSISTEM AKUATIK

Hartini¹, Rizal Maulana Hasby²,R.Ajeng Syahar D.R.P ³


JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG
hartinihamzah5598@gmail.com
Jln A.H Nasution No 105 Bandung

ABSTRAK
Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara makhluk
hidup dengan lingkungannya. Ekosistem bisa dikatakan juga suatu tatanan kesatuan secara utuh dan
menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi.Komponen-komponen
pembentuk ekosistem adalah:Komponen hidup (biotik)Komponen tak hidup (abiotitik). Ekosistem
akuatik adalah tipe ekosistem yang sebagai lingkungan fisiknya didominasi oleh air dan interaksi antar
makhluk hidup dan lingkungannya.Faktor yang dapat mempengaruhi kenyaman suatu organisme
tersebut di lingkunganya yaitu faktor fisika,kimia dan biologis.Menurut salinitasnya ekosistem perairan
di bedakan menjadi tiga ekosistem yaitu ekosistem perairan tawar,ekosistem perairan payau,dan
ekosistem perairan laut. Adapun tujuan praktikum kali ini yaitu mengetahui nama dan fungsi alat-alat
utuk penelitian ekologi akuatik serta mengetahui cara penggunaan alat-alat untuk penelitian ekologi
akuatik.Alat yang di jelaskan antara lain LA Motte,Ekman Grab,Jala Plankton,Termometer,Ph
Meter,Secchi Disk,DO Meter,COD BOD meter,Refaktometer,SCT meter.
(Kata Kunci : Ekosistem,Ekologi akuatik,organisme,biotik,abiotik,La Motte,Ekman Grab )

I.PENDAHULUAN kesatuan. Di dalam ekosistem perairan


danau terdapat faktor-faktor abiotik dan
I.1 DASAR TEORI biotik (produsen, konsumen dan pengurai)
Ekologi didefinisikan sebagai ilmu yang membentuk suatu hubungan timbal
tentang hubungan timbal balik antara balik dan saling mempengaruhi..
makhluk hidup dengan lingkungan. Istilah Berdasarkan pustaka lain, telaga adalah
ekologi pertama kali ditemukan oleh suatu badan air alami yang selalu tergenang
Haeckel, seorang ahli biologi pada akhir sepanjang tahun dan mempunyai mutu air
pertengahan dasawarsa 1960. Ekologi
tertentu yang beragam dari satu telaga ke
berasal dari bahasa Yunani, oikos yang
berarti rumah dan logos yang berarti ilmu, telaga yang lain serta mempunyai
sehingga secara harfiah ekologi berarti ilmu produktivitas biologi yang tinggi (Salmin
tentang rumah tangga makhluk 2010).
hidup.Ekologi adalah ilmu mengenai
hubungan organisme dengan Ekosistem perairan merupakan suatu
lingkungannya– mempelajari hubungan unit ekologis yang mempunyai komponen
antara tempat hidup organisme dan biotik dan abiotik yang saling berhubungan
interaksi mereka dengan lingkungan secara di habitat perairan. Komponen biotik terdiri
alami atau linjungan yang sedang atas komponen flora dan fauna. Sedangkan
berkembang. Ekologi perairan adalah ilmu komponen atbiotik terdiri atas komponen
yang mempelajari hubungan organime tidak hidup misalnya air dan sifat fisik dan
dengan lingkungan perairan (Kristanto, kimianya. Ilmu yang mempelajari peranan
2002). laut terbuka tersebut oceanografi,
Ekosistem merupakan suatu sistem sedangkan ilmu yang mempelajari perairan
ekologi yang terdiri atas komponen- tawar dan asin di bawah pesisir disebut
hymnologi (Sudaryanti dan Wijarni, 2006).
komponen biotik dan abiotik yang saling
Dalam ekosistem perairan (tawar,
berintegrasi sehingga membentuk satu pesisir dan lautan) berbagai jasad hidup
(biotik) dan lingkungan fisik (abiotik) suatu aliran energi yang akan mendukung
merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan stabilitas ekosistem tersebut (Endri, 2010).
dan saling terkait. Dua komponen ini saling Ekosistem air tawar selalu diikuti
berinteraksi antara satu dengan lainnya, oleh organisme dari tingkat sesderhana
sehingga terjadi pertukaran zat (energi) seperti bakteri, jamur dan lainnya sampai
diantara keduanya. Tidak kurang dari 70% organisme tingkat tinggi. Ekologi perairan
dari permukaan bumi adalah laut dengan adalah ilmu tentang lingkungan yang
kata lain ekosistem laut merupakan mempelajari hubungan timbal
lingkungan hidup manusia yang terluas. balik/interaksi antara organisme dan
Dikatakan bahwa laut merupakan cadangan lingkungannya di perariran. Dimana
terbesar untuk bahan-bahan mineral, lingkungan tersebut akan mempengaruhi
energi, dan bahan makanan. Selain itu keyamanan hidup ornagisme dengan
masih banyak bahan-bahan mineral lain faktor-faktor yang terdapat didalamnya
yang terdapat dalam cairan air laut. Daerah meliputi faktor fisika (suhu, kecerahan,
laut yang produktif adalah daerah yang arus), faktor kimia (DO,pH), faktor biologi
dalamnya maksimal 200 meter dari (plankton, substrat) (Arfiati, 2009).
permukaan laut (Hadi, 2005). Tumbuhan akuatik mempunyai
Ekologi laut merupakan ilmu yang peranan penting dalam ekosistem perairan,
mempelajari tentang ekosistem air laut. terutama dalam menyediakan makanan dan
Ekosistem air laut dibedakan atas lautan, merupakan habitat hidup bagi berbagai
pantai, estuari, terumbu karang, dan padang organisme. Dalam ekosistem perairan,
lamun. Berikut penjelasan tentang ekologi tumbuhan akuatik juga berperan dalam
laut. Habitat air laut (oceanic) ditandai menstabilkan sedimen, meningkatkan
oleh salinitas yang tinggi dengan ion kejernihan air dan menambah
Cl- mencapai 55% terutama di daerah laut keanekaragaman hayati dalam perairan
tropik, salinitasnya sekitar 30 sampai 40, (Izzati, 2016).
karena suhunya tinggi dan penguapan Dalam kegiatan praktikum Ekologi,
besar. Di daerah tropik, suhu laut sekitar pengumpulan data banyak melibatkan
25°C. Di daerah dingin, suhu air laut merata pengukuran. Pengukuran cuplikan tersebut
sehingga air dapat bercampur, maka daerah
biasanya melibatkan alat-alat tertentu.
permukaan laut tetap subur dan banyak
plankton serta ikan. Gerakan air dari pantai Supaya alat yang kita gunakan dapat
ke tengah menyebabkan air bagian atas mengukur dengan benar, sehingga
turun ke bawah dan sebaliknya, sehingga diperoleh data yang representative, maka
memungkinkan terbentuknya rantai alat yang digunakan harus dikenali dan
makanan yang berlangsung baik(Dahuri, diketahui prosedur operasinya. Alat - alat
2006). yang digunakan dalam ekologi mempunyai
Sungai merupakan suatu bentuk
fungsi dan cara kerja yang berbeda. Oleh
ekositem aquatik yang mempunyai peran
penting dalam daur hidrologi dan berfungsi karena itu perlu adanya pengenalan alat-alat
sebagai daerah tangkapan air bagi daerah di yang meliputi fungsi atau kegunaan alat,
sekitarnya, sehingga kondisi suatu sungai cara pemakaian dan prinsip kerja. Sehingga
sangat dipengaruhi oleh karakteristik yang ketika praktikum di lapangan mahasiswi
dimiliki oleh lingkungan. Perairan sungai
mempunyai komponen biotik dan abiotik
yang saling berinteraksi membentuk
ekosistem yang saling mempengaruhi.
Komponen ekosistem sungai akan
terintegrasi satu sama lainnya membentuk
mampu menggunakan alat-alat dengan diberitahu bagaimana cara penggunaannya.
benar dan tepat. Kesesuaian dan cara Alat-alat tersebut adalah sebagai berikut.
pemakaian alat akan sangat berpengaruh 3.1 Van Dorn (Lamotte)
pada data yang diambil (Wirakusumah,
2003). a b
Pada saat akan melakukan c
penelitian, tentu kita akan memerlukan
beberapa alat untuk membantu kita dalam
penelitian. Beberapa alat tersebut
diantaranya adalah untuk mengukur suhu e d
(thermometer), mengukur salinitas
(refractometer), pengukuran pH (pH meter) f
dan sebagainya (Natania dkk, 2017). a)tali
Adapun tujuan praktikum ini yaitu b)mesin trip
mengetahui nama dan fungsi alat-alat utuk c)akhir pembuangan
penelitian ekologi akuatik serta mengetahui d)Tubuh tabung
cara penggunaan alat-alat untuk penelitian e)katup pendingin
ekologi akuatik. f)Logam pemacu
II. METODE KERJA Sumber :
2.1 Alat dan Bahan https://sites.google.com/site/gettinwikiw
Pada praktikum ini digunakan ithit/tools-and-me
beberapa alat untuk menengenalkan alat- Pada gambar 3.1 di visualisasikan
alat ekologi akuatik, diantaranya yaitu alat perairan yaitu Van Dorn (Lamotte),Van
laptop dan infocus yang digunakan untuk Dorn atau botol nansen adalah alat untuk
menayangkan video penjelasan mengenai mendapatkan/mengambil sampel air pada
nama serta cara penggunaan alat-alat kedalaman tertentu. Botol diturunkan
ekologi akuatik. Serta alat tulis untuk dengan tali kedalam air dan ketika telah
mencatat nama alat-alat yang telah mencapai kedalaman yang diinginkan,
dijelaskan. pemberat dijatuhkan melalui tali sampai ke
2.2 Cara Kerja botol untuk menutup tutup botol dengan air
Pada praktikum mengenai yang sudah terjebak didalamnya. Botol
pengenalan alat-alat ekologi akuatik ini, yang berisi air kemudian diambil keatas
langkah pertama yang dengan menarik tali.Alat ini di gunakan
dilakukan yaitu disiapkan terlebih untuk pemeriksaan oksigen yang terlarut
dahulu alat tulis yang akan digunakan untuk dalam air.
mencatat nama alat-alat serta penjelasan
yang disampaikan. Pada saat video
ditayangkan, diamati video tersebut dan
dicatat nama serta penjelasan mengenai
fungsi dari alat-alat yang digunakan pada
penelitiian ekologi akuatik.

III.HASIL DAN PENGAMATAN


praktikum kali ini, kami dikenalkan
dengan alat-alat yang biasa digunakan pada
penelitian ekosistem akuatik dan juga
3.2 Ekman Grab Pada gambar 3.2 di visualisasikan alat
perairan yaitu jala plankton Jala ini

a berfungsi untuk mengambil sampel dari


d
perairan. Alat pengambil sampel secara
b
vertical biasanya terbuat dari bahan nilon
dan pada bagian ujungnya diletakkan
pemberat seperti botol penampung
plankton.Jala lankton diturunkan sampai ke
c
kedalaman yang diinginkan dengan
a)tali logam pemacu
b)logam pemacu pemberat dibawahnya. Setelah itu plankton
c)jaws/pengeruk net ditariknya keatas dengan kecepatan
d)hinged Lids
Pada gambar 3.2 di visualisasikan konstan. Untuk mesh size halus digunakan
alat perairan yaitu Ekman Grab adalah alat kecepatan 0,5 m/detik untuk mata jaring
yang di gunakan untuk mengambil sedimen kasar 1,0 m/detik.
lumpur di dasar air yang ketebalannya
tergantung dari tinggi dan dalamnya grab 3.4 Termometer air
masuk kedalam lapisan sedimen. Alat ini
biasa digunakan untuk mengambil sampel
sedimen pada perairan dangkal.Alat ini
a
menggunakan satu atau dua rahang/jepitan
untuk menyekop sedimen. Grab diturunkan
dengan posisi rahang/jepitan terbuka
sampai mencapai dasar perairan dan
b c
sewaktu diangkat keatas rahang ini tertutup
dan sampel sedimen akan terambil.
3.3 Jala Plankton

a)Layar on/of
b
b)Probe

c)Penutup
a
Pada gambar 3.4 di visualisasikan
c
alat perairan yaitu Termometer air
a)jala Termometer air merupakan alat yang
b)tali
c)tabung berfungsi untuk mengukur temperatur air
atau suhu. Dimana temperatur air adalah
salah satu parameter fisika-kimia air. Pada sensor dan tunggu hingga layar lcd
menunjukan angka hasil. Lalu setelah
umumnya, thermometer terbuat dari tabung
digunakan, matikan alat. Lalu bilas sensor
kaca yang diisi zat cair termometrik (air dengan aquades dan keringkan. Simpan
ditempat semula.
raksa). Thermometer air biasanya adalah
3.6 Secchi Disk
thermometer digital yang dilengkapi
dengan bunyi (misalnya bip) yang akan a

memberitahukan bahwa pengukuran suhu


b
telah selesai dilakukan. Cara
penggunaannya, nyalakan alat
(termometer) pada knob on. Lalu kalibrasi
ulang termometernya untuk menstabilkan
sensor agar hasilnya sesuai dengan kondisi a)keping secchhi
b)Tali
awal atau kondisi netral. Lalu masukan Pada gambar 3.6 di visualisasikan
batang sensor ke air yang akan di uji. alat yaitu Secchi Disk Alat ini berfungsi
untuk mengukur penetrasi cahaya atau
3.5 DO Meter mengukur tingkat kejernihan suatu
pearairan. Alat ini terdiri dari bagian plat
c pipih bulat berwarna putih dan hitam yang
berfungsi sebagai penangkap cahaya
sehingga jika tembus cahaya akan terlihat
perbedaan warna dan ada tali yang sudah
memiliki skala dalam meter. Jika keping
a masih terlihat maka dapat dikatakan
intenistas cahaya masih ada pada
kedalaman tersebut. Cara penggunaannya
b
yaitu dengan menenggelamkan disknya ke
a)Layar Lcd air sampai disk itu tidak terlihat lagi, lalu
b)Sensor melihat skala yang ada pada tali sebagai
c)Kabel indikator dari kejernihan airnya. Namun
langkah kerja ini harus dilakukan berulang
Pada gambar 3.5 di visualisasikan
alat yaitu DO meter, DO (Disolved Oxygen) untuk mendapatkan nilai rata-rata sebagai
artinya oksigen terlarut, merupakan salah hasil yang maksimal.
satu parameter penting dalam penelitian.
Sedangkan DO Meter merupakan alat yang
digunakan untuk mengukur oksigen terlarut
tersebut. Penggunaan DO meter banyak
dibutuhkan untuk bidang perikanan,
kualitas air bersih dan segala hal yang
menyangkut penggunaan air untuk
kehidupan, Cara penggunaannya, nyalakan
alat. Lalu kalibrasi ulang. Masukan batang
3.7 pH Meter Skala kemudian dilihat ditempat yang
bercahaya dan dibaca skalanya. Kaca dan
b
prisma dibilas dengan aquades / NaCl 5%
serta dikeringkan dengan tisu.
Refraktometer disimpan di tempat kering.
c
3.9 COD BOD Meter

b
a

a)Layar Lcd
b)Kabel
c)Sensor/probe
Pada gambar 3.7 di visualisasikan
alat yaitu pH meter Alat ini berfungsi untuk a
mengukur derajat keasaman atau kebasaan
suatu zat. Pada pH meter digital terdapat a)Layar Lcd
electrode khusus yang berfungsi untuk b)tombol on/of
mengukur pH bahan-bahan semi padat.
Cara penggunaannya, nyalakan alat. Lalu Pada gambar 3.9di visualisasikan
kalibrasi ulang. Masukan batang sensor dan alat yaitu COD BOD Meter adalah alat
tunggu hingga layar lcd menunjukan angka untuk mengukur kandungan COD BOD
hasil. Lalu setelah digunakan, matikan alat. yang ada didalam air atau mengukur jumlah
Lalu bilas sensor dengan aquades dan oksigen yang dibutuhkan dalam suatu
keringkan. Simpan ditempat semula. kawasan perairan. Cara menggunakan alat
3.8 Refraktometer ini yaitu dengan memasukkan sampel ke
kuvet lalu menambah sampel dengan
kalium dikromat, kuvet dikocok baru
dimasukkan kedalam COD BOD meter,
setelah itu dilakukan pembacaan nilai pada
monitor. Cara penggunaannya, nyalakan
alat. Lalu kalibrasi ulang. Masukan batang
sensor dan tunggu hingga layar lcd
menunjukan angka hasil. Lalu setelah
a)Rubber eyes digunakan, matikan alat. Lalu bilas sensor
b)Large daylight plate dengan aquades dan keringkan. Simpan
c)Smooth Focus ditempat semula.
d)secure rubber grib Pada saat melakukan penelitian,
Pada gambar 3.7 di visualisasikan maka kita harus memperhatikan beberapa
alat yaitu Refraktometer.Alat ini berfungsi hal diantaranya pada saat setelah
untuk mengukur salinitas atau kadar garam mengambil sampel, maka sampel tersebut
pada air. Refraktometer dibersihkan harus langsung dimasukkan kedalam
terlebih dahulu dengan tisu ke arah bawah. botol/wadah yang gelap agar tidak ada
Refraktometer ditetesi dengan aquadest reaksi kimia yang terjadi pada sampel
atau larutan NaCl 5% pada bagian prisma selama didalam wadah. Juga pada saat
dan day light plate. Refraktometer memasukkan sampel pada wadah sama
dibersihkan dengan kertas tissue sisa sekali tidak boleh ada gelembung dalam
aquadest / NaCl yang tertinggal. Sampel sampel tersebut, hal ini agar kadar oksigen
cairan diteteskan pada prisma 1 – 3 tetes. didalam sampel tidak berubah. Kemudian
hal yang tak kalah penting adalah sampel Izzati, M. 2016. Perbandingan Nilai Nutrisi
yang telah dimasukkan ke botol harus pada Beberapa Spesies Tumbuhan
dimasukkan lagi kedalam ice box untuk Akuatik Perairan Rawa Pening. E-
mendormankan mikroorganisme yang ada Jurnal 2 Undip. 1(1): 13.
dalam botol. Kristanto, Philip. 2002. Ekologi Industri.
Untuk mendapatkan nilai awal yang LPPM. Universitas Kristen Petra :
akurat sehingga data yang kita dapatkan- Surabaya
pun akan menjadi akurat,sebelum alat-alat Natania, T., Ervina, H. dan Aradea, B.K.
yang akan digunakan pada saat penelitian 2017. Struktur Komunitas Kepiting
harus dikalibrasi terlebih dahulu. jika kita Biola (Uca sp) di Ekosistem
telah menggunakan alat apapun itu maka Mangrove Desa Kahyapu Pulau
kita harus membilasnya dengan aquades Enggano. Jurnal Enggano. 2(1):
agar alat tersebut kembali steril dari 15.
berbagai zat maupun mikroba yang
menempel pada alat tersebut.
IV. KESIMPULAN Sudaryanti, S dan Wijarni. 2006.
Dari praktikum kali ini, kami dapat Biomonitoring. Fakultas Perikanan
mengetahui berbagai alat ekosistem akuatik Universitas Brawijaya: Malang
seperti Van Dorn yang berfungsi untuk
mencuplik air, Ekman Grab yang berfungsi
untuk mengambil sedimen lumpur, Salmin. 2010. Kadar Oksigen Terlarut di
thermometer yang berfungsi untuk Perairan Sungai Dadap, Goba,
mengukur suhu, DO meter yang berfungsi Muara Karang dan Teluk
untuk mengukur kadar oksigen, Secchi Banten. Dalam : Foraminifera
Disk yang berfungsi untuk mengukur Sebagai Bioindikator
tingkat kejernihan air, jala plankton yang Pencemaran, Hasil Studi di
berfungsi untuk mengambil plankton, pH Perairan Estuarin Sungai
meter yang berfungsi megukur tingkat Dadap,Tangerang (Djoko P.
keasaman atau kebasaan larutan, Praseno, Ricky Rositasari
DAFTAR PUSTAKA dan S. Hadi Riyono, eds.)P3O -
Arfiati, D. 2009. Strategi Peningkatan LIPI hal 42 – 46.
Kualitas Sumberdaya pada
Ekosistem Perairan Tawar.
Wirak Wirakusumah Sambas. 2003. Dasar - Dasar
Malang. Universitas Brawijaya Ekologi. Jakarta: UI Press.

Dahuri, R., J. Rais., S. P. Ginting & M. J.


Sitepu. 2006. Pengelolaan Sumber
Daya Wilayah Pesisir dan Lautan
Secara Terpadu. Cetakan Ketiga.
Edisi Revisi. PT Pradnya
Paramita.Jakarta:

Endri, et al, 2010. Peraturan Pemerintah


Republik Indonesia Nomor 82
Tahun 2001 tentang Pengelolaan
Kualitas.Kanisus.Yogyakarta
Hadi, A. 2005. Prinsip Pengelolaan Pe
ngambilan Sampel Lingkungan.P
T Gramedia Utama. Jakarta.