Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN HASIL OBSERVASI

BIMBINGAN KONSELING

“Kendala Peserta Didik Dalam Proses Belajar & Pembelajaran”

Diajukan sebagai salah satu tugas Ujian Tengah Semester

Mata Kuliah Bimbingan dan Konseling

Disusun Oleh:

Aan Diana

1172020001

PAI/IV/A

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Bimbingan adalah bantuan yang diberikan kepada siswa dalam rangka
upaya menentukan pribadi, mengenal lingkungan, dan merencanakan masa
depan. Dalam bimbingan dibutuhkan tenaga ahli untuk melakukannya,
bimbingan sekolah berlaku untuk semua siswa yang sekolah di sekolah
tersebut, bukan hanya untuk siswa yang bermasalah maupun yang merasa
kesulitan belajar.
Bimbingan dan Konseling merupakan mata kuliah yang wajib dikuasai
oleh calon guru, mengingat peran guru di sekolah sebagai pembimbing yang
harus bisa mengarahkan anak didiknya dalam pembelajaran sehingga tercapai
tujuan dari pendidikan. Sebagaimana kita ketahui bahwa anak didik di sekolah
bersifat unik, karenanya guru dituntut untuk bisa mengakomodasi seluruh
keunikan peserta didik dengan memberikan bimbingan secara individual serta
mengarahkannya kepada hal yang positif.
Tugas ini merupakan bagian dari tugas Bimbingan dan Konseling. Dengan
tugas ini diharapkan mahasiswa mengetahui dan belajar secara langsung
tentang pelaksanaan bimbingan dan konseling di suatu sekolah, serta
menganalisis permasalahan dan solusinya. Observasi ini merupakan
pembelajaran bagi mahasiswa sebagai calon pendidik sebelum terjun langsung
pada dunia pendidikan yang sesungguhnya.
B. Rumusan Masalah
1) Apa masalah yang menjadi kendala dalam proses belajar dan pembelajaran
peserta didik?
2) Apa saja yang melatarbelakangi terjadinya masalah tersebut?
3) Bagaimana sudut pandang Bimbingan Konseling dalam memberi solusi
terhadap masalah tersebut?
C. Tujuan Observasi
Berdasarkan latar belakang diatas, maka tujuan penyusunan observasi ini
adalah sebagai berikut:
1) Dapat mengetahui jenis jenis masalah yang dialami peserta didik.
2) Dapat mengetahui penyebab masalah tersebut.
3) Dapat mengetahui peran Bimbingan Konseling dalam memberi solusi
terhadap masalah tersebut.
BAB II

PEMBAHASAN

Hasil Wawancara

Tema: “Bagaimana menyikapi permasalahan yang dialami peserta didik


sehingga menjadi hambatan dalam proses belajar dan pembelajarannya”

Pertanyaan: Masalah apa saja yang menjadi penghambat dalam proses belajar
dan pembelajaran, baik disekolah maupun di lingkungan keluarga dan
masyarakat??

Jawaban: Ada beberapa faktor yang menjadi penghambat narasumber dalam


proses belajar dan pembelajarannya selama ia menempuh pedidikan. Penulis akan
mendeskripsikan hasil wawancara yang telah dilakukan beranjak dari teori teori
yang berkaitan dengan Bimbingan dan Konseling, maka hasilnya seperti dibawah
ini.

A. Masalah yang ditemukan


Menurut Prayitno dalam Badarudin (2011), masalah adalah sesuatu yang
tidak disukai adanya, menimbulkan kesulitan bagi diri sendiri dan atau orang
lain, ingin atau perlu dihilangkan. Jenis jenis masalah yang ditangani oleh
ruang lingkup BK di sekolah adalah masalah akademik, masalah sosial, maslah
pribadi, dan masalah karir.
Menurut narasumber masalah yang mendasar berawal dari permulaan
masuk penjurusan, kemudian di ikuti oleh masalah penunjang seperti masalah
pola belajar yang kurang baik, narasumber dan kawan-kawannya banyak
menemukan masalah dengan proes belajar yang dilakukan oleh guru, menurut
narasumber ada beberapa faktor yang menjadi latar belakang yang
mempengaruhi pola belajar tersebut.
Dari berbagai jenis masalah yang di dapat, menurut narasumber masalah
yang paling penting adalah masalah pribadi dan masalah akademik, masalah
akademik meliputi masalah belajar dan juga masalah mengenai penjurusan.
Terkait dengan masalah siswa di sekolah, Badarudin (2011) berpendapat
bahwa dalam interaksi belajar mengajar, siswa merupakan kunci utama
keberhasilan belajar selama proses belajar yang dilakukan. Namun demikian,
tidak semua murid dapat mencapai tujuan atau sasaran belajar itu dengan cepat
dan tepat. Menyimpulkan dari pendapat Badarudin (2011), dapat dikatakan
bahwa terdapat sesuatu yang janggal dalam proses belajar siswa, sehingga
sesuatu yang janggal tersebut dapat disebut sebagai masalah belajar bagi siswa.
Dalam wawancara yang dilakukan penulis dengan metode wawancara,
narasumber mengaku bermasalah dalam belajar mata pelajaran eksak yaitu
matematika, kimia, biologi dan fisika hal ini disebakan karena mata pelajaran
eksak lebih berfokuskan pada hitung-hitungan dan konsep berpikir yang pasti.
Kemudian untuk masalah pribadi
B. Penyebab Masalah Yang Terjadi Tersebut
Tentunya masalah yang timbul pasti ada penyebabnya, dari hasil
wawancara kami dengan narasumber menjelaskan bahwa ada beberapa faktor
yang menyebabkan siswa melanggar aturan dan melakukan masalah disekolah
yang pertama karena faktor pribadi yaitu broken home, karena kedua orang
tuanya berbisah, ibu/bapak kawin lagi dan tidak tinggal dengan kedua orang
tua. Hal inilah yang menjadi alasan siswa menjalani sekolah (belajar dan
pembelajaran) asal asalan, karena kebutuhan akan kasih sayang yang ia miliki
masih kurang sehingga kurangnya pula motivasi belajarnya.
kemudian faktor teman sebaya juga sangat berpengaruh, saat murid ini
memilih mengikuti kawan-kawannya pada saat penjurusan dulu, karena murid
ini hanya mengikuti kemauan temanya bukan berdasarkan minat dan bakat
yang dia miliki sehingga proses belajarnya menjadi terhambat dan bermasalah
dalam penerimaan materri nantinya. Itulah beberapa penyebab umum yang
didapat berdasakan wawancara, adapun beberapa faktor penyebab timbulnya
masalah pada siswa diantaranya metode belajar guru bidang studi yang sulit
dipahami, hubungan sosial, faktor ekonomi dan faktor psikologis
C. Sudut Pandang BK dalam menangani masalah
Menurut Ahmadi dan Supriyono (2004, h.77) menyatakan bahwa kesulitan
belajar adalah dalam keadaan dimana anak didik/siswa tidak dapat belajar
sebagaimana mestinya. Sedangkan menurut Djamarah (2002, h.200) kesulitan
belajar adalah masalah yang mengganggu keberhasilan siswa dalam
keberhasilan belajarnya. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kesulitan
belajar adalah suatu keadaan siswa yang memiliki masalah sehingga tidak bisa
belajar sebagaimana mestinya yang berdampak pada keberhasilan belajar.
Dalam hasil wawancara penulis masalah yang dihadapi siswa adalah pada
pelajaran hitung-hitungan seperti matematika, fisika dan juga kimia. Hal ini
disebabkan karena kesalahan diawal yang dilakukan oleh narasumber dalam
menentukan jurusan yang ia pilih berdasarkan temannya, sehingga
mengesampingkan potensi dan kemauannya.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari hasil wawancara tentang “Bagaimana menyikapi

permasalahan yang dialami peserta didik sehingga menjadi hambatan dalam

proses belajar dan pembelajarannya” kesimpulan yang penulis dapat, kepada

calon pendidik nantinya dapat mengetahui tentang beberapa masalah yang

biasa terjadi pada peserta didik di sekolah (terutama masalah belajar),

sehingga seorang guru nantinya dapat melakukan tindakan preventif pada

siswa dengan memilih pendekatan, model, dan metode pembelajaran yang

sesuai dengan peserta didik yang memiliki latar belakang, karakteristik, dan

permasalahan yang berbeda. Selain itu, jika seorang guru menemukan

beberapa siswa yang terlihat kurang bersemangat dalam kelas, guru

melakukan beberapa pendekatan terlebih dahulu kemudian guru mugkin

dapat membantu terhadap permasalahan yang dialami beberapa siswa tersebut

dengan strategi-strategi tertentu, sebelum permasalahan tersebut ditangani

oleh guru BK (hal tersebut mungkin harus dilakukan, karena guru bidang

studi merupakan guru yang sehari-harinya bertatap muka/bertemu langsung

dengan siswa, lebih – lebih untuk seorang wali kelas yang kedudukannya

sebagai orang tua siswa dalam kelas tertentu).

B. Saran
Kepada pendidik pada umumnya untuk lebih memahami bagaimana
karateristik, kebutuhan dan berkembangan dari peserta didik, sehingga
nantinya dapat terwujud proses belajar yang efekif dan efisien demi
tercapainya dunia pendidikan yang lebih baik lagi, terima kasih.
DAFTAR PUSTAKA

Nurihsan, Achmad Juntika. 2006. Bimbingan dan Konseling dalam Berbagai


Latar Kehidupan. Bandung: PT. Refika Aditama.

Yusuf L. N., Syamsu. 2014. Program Bimbingan dan Konseling di sekolah.


Bandung: Rizqi Press.

BIODATA NARASUMBER

Nama : Indri Ayu Anggraeni

Tempat/Tanggal Lahir : Bandung, 01 Juni 2001

Sekolah : SMA Negeri 1 Soreang

Alamat : Komplek Paledang Indah Blok K 25, Rt/Rw


05/011 Bojongkunci, Pameungpeuk, Bandung.

Status : Pelajar