Anda di halaman 1dari 8

AKUNTANSI MANAJEMEN

“PENENTUAN HARGA JUAL”

OLEH:

ANDI REZKY ANANDA AMALIA (A021171006)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS HASANUDDIN

2019
Pengertian Harga Jual

Harga jual adalah sejumlah kompensasi (uang ataupun barang) yang dibutuhkan untuk
mendapatkan sejumlah kombinasi barang atau jasa. Perusahaan selalu menetapkan harga
produknya dengan harapan produk tersebut laku terjual dan boleh memperoleh laba yang
maksimal

Tujuan Penentuan Harga Jual


Tujuan penentuan harga jual ada bermacam-macam. Tujuan penentuan harga jual yang dilakukan
perusahaan terhadap produk yang dihasilkan adalah sebagai berikut (Kotler, 1996:356) :

1. Kelangsungan hidup perusahaan


Perusahaan menetapkan tujuan ini apabila menghadapi kelebihan kapasitas produksi,
persaingan yang ketat atau perubahan selera konsumen. Dalam hal ini, bertahan hidup lebih
utama daripada menghasilkan keuntungan. Demi kelangsungan hidup perusahaan, disusun
strategi dengan menetapkan harga jual yang rendah.
2. Peningkatan arus keuntungan
Perusahaan mempunyai keuntungan untuk menetapkan harga yang dapat memaksimalkan
laba jangka pendek dengan anggapan bahwa terdapat hubungan antara permintaan dan
biaya dengan tingkatan harga yang akan menghasilkan laba maksimum yang ingin dicapai.
3. Kepemimpinan kualitas produk
Dalam hal ini, perusahaan menetaphakan harga yang tinggi supaya kualitas produksi tetap
terjamin.
4. Meningkatkan penjualan
Peningkatan penjualan akan mempengaruhi penerimaan perusahaan, jumlah produksi dan
laba perusahaan. Pada satu sisi, perusahaan dapat meningkatkan volume penjualan dengan
tetap mempertahankan tingkat labanya. Sedangkan di sisi lain, manajemen dapat
memutuskan untuk meningkatkan volume penjualan melalui strategi pemotongan harga
atau penetapan harga yang agresif dengan menanggung resiko.
5. Mempertahankan dan meningkatkan bagian pasar
Salah satu strategi yang dapat di tempuh perusahaan adalah mempertahankan dan
meningkatkan pangsa pasar. Banyak perusahaan menetapkan harga yang rendah untuk
mempertahankan dan memperbesar pangsa pasar.
6. Menstabilkan harga
Perusahaan berupaya menstabilkan harga dengan tujuan untuk menghindari adanya perang
harga pada waktu permintaan meningkat atau menurun (tidak stabil).

Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Harga Jual

Terdapat tiga faktor utama yang mempengaruhi harga jual produk, yaitu:

 Customers atau pelanggan, pelanggan dapat mempengaruhi harga berdasarkan fitur yang
terdapat pada produk tersebut serta kualitasnya.
 Competitors atau pesaing, perusahaan harus memperhatikan apa yang dilakukan oleh
pesaingnya, termasuk harga jual produk mereka, yang bisa menjadi substitusi produk
tersebut.
 Costs atau biaya, semakin tinggi biaya produksi produk tersebut, maka semakin mahal
produk tersebut dijual.

Hal – Hal yang Mempengaruhi Harga Jual

 Biaya penuh untuk memproduksi produk/jasa.Biaya penuh tidak boleh lebih besar dari
harga jual, supaya tidak menghasilkan kerugian.
 Aspek di luar biaya :
 Selera konsumen
 Demand dan suplai
 Jumlah pesaing yang memasuki pasar
 Harga jual produk pesaing
Penyusunan Harga Berdasarkan Jenis Pasar yang Dihadapi Perusahaan

Teori ekonomi mikro menyatakan bahwa harga jual yang paling baik atas barang atau jasa adalah
harga jual yang menghasilkan perbedaan paling besar antara total pendapatan dengan total biaya.
Pada model ekonomi, harga jual disusun berdasarkan tipe pasar yang dihadapi oleh perusahaan.
Beberapa tipe pasar yang penting adalah sebagai berikut (Supriyono, 2001:315):
1. Persaingan Sempurna
Pengaruh persaingan sempurna terhadap terhadap penentuan harga jual barang atau jasa
adalah sebagai berikut:
 Harga ditentukan oleh penawaran dan permintaan.
 Semakin tinggi harga jual maka semakin banyak barang atau jasa yang ditawarkan
oleh penjual.
 Semakin rendah harga jual maka semakin banyak barang atau jasa yang diminta
oleh pembeli.
2. Persaingan Monopolistik
Pengaruh persaingan monopolistik terhadap terhadap penentuan harga jual barang atau
jasa adalah sebagai berikut:
 Kemungkinan terdapat differensiasi harga namun tidak ada penjual secara
individual yang mempengaruhi secara nyata terhadap produk yang serupa.
 Kemungkinan terjadi suatu rentang harga dalam persaingan monopolistik.
 Jika harga yang ditentukan lebih tinggi dibandingkan dengan produk pesaing,
kemungkinan perusahaan tersebut kehilangan pelanggan atau penurunan kuantitas
yang dijual.
 Penurunan harga mungkin dapat menambah pelanggan atau jumlah yang dijual.
3. Persaingan Oligopoli
Dalam suatu pasar oligopolistik terdapat satu penjual tunggal yang cukup besar untuk
mempengaruhi harga pasar. Masalah yang dihadapi oleh pemimpin harga adalah
bagaimana menentukan harga jual agar labanya maksimal dan agar harga yang ditentukan
tersebut juga diikuti oleh pengikut harga.
4. Persaingan Monopoli
Karena hanya terdapat satu produsen maka produsen tersebut memegang kendali harga
barang atau jasa yang bersangkutan.

Metode Penentuan Harga Jual

1. Harga Jual Normal (manufaktur dan penjual jasa)


Harga jual harus dapat menutupi biaya penuh dan menghasilkan laba. Laba yang dimaksud
adalah laba yang sepadan dengan investasi yang ditanam untuk menghasilkan produk/jasa.

Harga Jual = Taksiran Biaya penuh + Laba yang diharapkan

Unsur pertama yang diperhitungkan dalam harga jual adalah taksiran biaya penuh. Taksiran
biaya penuh dapat dihitung dengan dua pendekatan : Full Costing dan Variable Costing.

Perbedaan Full Costing dan Variable Costing adalah sebagai berikut :

Unsur kedua yang diperhitungkan dalam harga jual adalah laba yang diharapkan. Cost-plus
pricing adalah penentuan harga jual dengan cara menambahkan laba yang diharapkan di atas biaya
penuh masa yang akan datang untuk memproduksi dan memasarkan produk. Laba yang diharapkan
dihitung berdasarkan investasi yang ditanamkan untuk menghasilkan produk atau jasa. Untuk
memperkirakan berapa laba wajar yang diharapkan, manajer penentu harga jual perlu
mempertimbangkan :

 Cost of Capital, yaitu biaya yang dikeluarkan untuk investasi yang dilakukan dalam
perusahaan. Contoh : Perusahaan membutuhkan dana untuk menjalankan usaha dengan
kredit bank, yang bunganya 24%p.a dan tax dari laba yang dihasilkan 25%. Maka : Cost
of Capital = (100% – 25%) x 0.24 = 18%, dimana semakin besar biaya modalnya, semakin
besar pula laba yang diharapkan dapat diterima oleh perusahaan.
 Resiko Bisnis, semakin besar risiko bisnis yang dihadapi perusahaan, semakin besar
persentase yang ditambahkan pada cost of capital di dalam memperhitungkan laba ynag
diharapkan.
 Capital Employed, Besarnya Capital Employed / jumlah investasi (atau capital employed)
yang ditanamkan untuk memproduksi dan memasarkan produk atau jasa merupakan faktor
yang menentukan besarnya laba yang diharapkan, yang diperhitungkan dalam harga jual.

2. Harga Jual untuk pesanan khusus


Pesanan khusus merupakan pesanan yang diterima oleh perusahaan di luar pesanan regular
perusahaan. Dalam keadaan seperti ini, yang perlu dipertimbangkan oleh manajer penentu
harga jual adalah:
 Pesanan Regular

Pesanan regular adalah pesanan yang dibebani tugas untuk menutup seluruh biaya tetap yang
akan terjadi dalam setahun anggaran. Dengan demikian jika manajer penentu harga jual yakin
bahwa seluruh biaya tetap dalam tahun anggaran akan dapat ditutup oleh pesanan yang regular,
maka pesanan khusus dapat dibebaskan dari kewajiban untuk memberikan kontribusi dalam
menutup biaya tetap.

3. Harga jual dengan Cost type contract


 Cost – type Contract
Cost-type Contract adalah kontrak pembuatan produk atau jasa yang pihak pembeli setuju
untuk membeli produk atau jasa pada harga yang didasarkan pada total biaya yang
sesungguhnya dikeluarkan oleh produsen dengan laba yang dihitung sebesar persentase
tertentu dari total biaya sesungguhnya tersebut.

Rumusan Menghitung Harga Jual Per Unit (Manufaktur)

Rumus perhitungan harga jual atas dasar biaya secara umum dapat dinyatakan dalam persamaan
berikut ini :
Harga Jual / unit = BIAYA* + % Mark-up

Persentase markup dihitung dengan rumus :

Persentase Mark-up = Expectasi Laba + BIAYA**

Keterangan:

* Biaya = Biaya yang berhubungan langsung dengan volume (perunit)

** Biaya = Biaya yang tidak berhubungan langsung oleh volume produk (non produksi)

Penentuan Harga Jual Waktu dan Bahan (Time And Material Pricing)

Biasanya digunakan oleh perusahaan bengkel mobil, dok kapal dan perusahaan-perusahaan
penjual jasa reparasi, bahan dan suku cadang sebagai pelengkap penjualan jasa.

Dalam perusahaan jasa volumenya dihitung berdasarkan waktu yang dibutuhkan untuk melayani
konsumen bukan harga jual/unit tetapi harga jual per satuan waktu yang dinikmati konsumen.

Harga Jual = Biaya Penuh + Ekspetasi Laba

4. Harga Jual Produk Perusahaan yang Diatur Peraturan Pemerintah

Perusahaan yang mengatur hajat hidup orang banyak, sehingga dalam penetapan harga jual produk
dibutuhkan pedoman :

1. Unsur-unsur biaya produksi dan non produksi


2. Cara pengukurannya

Dengan adanya pedoman tsb, diharapkan didapatkan harga yang wajar. Tiap kenaikan harga diatur
peraturan pemerintah yang harus dapat dipertanggungjawabkan (dilihat dari biaya penuh yang
digunakan sebagai dasar dan kewajaran labanya).

Harga Jual = Tafsiran Biaya penuh masa yad + Expectasi Laba