Anda di halaman 1dari 30

PENGANTAR MANAJEMEN

Komunikasi Dan Pengendalian

Disusun oleh :

Ali Mudin

1534020004

Manajemen S1

Dosen Pengampu : Lukiyana, S.E., M.M.

Program S1 Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Semester II (GENAP)

UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

2016

1
KATA PENGANTAR

Puji Syukur kami Panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat Rahmat-Nya kami mampu
menyelesaikan tugas makalah ini guna memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Manajemen
Dalam penyusunan tugas ini, tidak sedikit hambatan yang kami (penulis) hadapi.
Namun kami (penulis) menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak lain
berkat bantuan, dorongan, dan bimbingan orang tua dan kerabat, sehingga kendala-kendala
yang penulis hadapi dapat teratasi.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu mengenai Komunikasi dan
Pengendalian yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber informasi,
dan Refrensi.
Semoga makalah ini, dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan menjadi
penambahan pemikiran mengenai Komunikasi dan Pengendalian, khususnya para Mahasiswa
Universitas 17 Agustus 1945. Kami sadar bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan
jauh dari kata sempurna. Untuk itu kami membuka saran dan kritik bagi para pembaca
khususnya Dosen guna perbaikan pembuatan Makalah dimasa yang akan datang.

Jakarta, 20 juni 2016


Penyusun

Ali Mudin

2
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ................................................................................................ 2

Daftar Isi ......................................................................................................... 3

BAB I PENDAHULUAN (COMMUNICATION)

 Latar Belakang .................................................................................... 5


 Rumusan Masalah ............................................................................... 5
 Tujuan ................................................................................................. 5

BAB II PEMBAHASAN (COMMUNICATION)

 Pengertian Komunikasi ....................................................................... 6


 Fungsi Komunikasi ............................................................................. 6
 Komunikasi Antarpribadi .................................................................... 7
a) Metode Komunikasi Antarpribadi ................................................ 7
b) Proses Komunikasi Antarpribadi .................................................. 8
c) Komunikasi Non Verbal ............................................................... 9
d) Komunikasi Antarpribadi Yang Efektif ........................................ 10
 Komunikasi Organisasi ....................................................................... 12
a) Komunikasi Formal Dan Informal ................................................ 12
b) Arah Aliran Komunikasi ............................................................... 13
c) Jaringan Komunikasi Oraganisasi ................................................. 14
d) Selentingan (Grapevine) ............................................................... 14
 Teknologi Informasi Dan Komunikasi ............................................... 15

BAB III KESIMPULAN DAN SARAN

 Kesimpulan ......................................................................................... 16
 Saran .................................................................................................... 16

BAB IV PENDAHULUAN (CONTROLLING)

 Latar Belakang .................................................................................... 17


 Rumusan Masalah ............................................................................... 17
 Tujuan ................................................................................................. 17

BAB V PEMBAHASAN (CONTROLLING)

 Pengertian Pengendalian ..................................................................... 18

3
 Proses Pengendalian ............................................................................ 18
a) Pengukuran ................................................................................... 19
b) Perbandingan ................................................................................. 20
c) Mengambil Tindakan Manajerial .................................................. 20
d) Rangkuman Keputusan Manajerial ............................................... 21
 Pengendalian Bagi Kinerja Organisasi ............................................... 22
a) Apa Itu Kinerja Organisasi? .......................................................... 22
b) Ukuran Kinerja Perusahaan .......................................................... 22
 Perangkat Pengukuran Kinerja Organisasi ......................................... 25
a) Pengendalian Feedforward, Concurrent & Feedback .................. 25
b) Pengelolaan Keuangan .................................................................. 26
c) Pendekatan Balance Scorecard ..................................................... 27
d) Pengendalian Informasi ................................................................ 28
e) Membuat Tolok Ukur Dari Praktik Terbaik ................................. 28

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN


 Kesimpulan ......................................................................................... 29
 Saran ................................................................................................... 29

Daftar Pustaka ................................................................................................. 30

4
BAB I (COMUNNICATION)
PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang

Komunikasi merupakan aktifitas manusia yang sangat penting. Bukan hanya dalam
kehidupan organisasi, namun dalam kehidupan manusia secara umum. Komunikasi
merupakan hal yang esensial dalam kehidupan kita. Kita semua berinteraksi dengan sesama
dengan cara melakukan komunikasi. Komunikasi dapat dilakukan dengan cara yang
sederhana sampai yang kompleks, dan teknologi kini telah merubah cara manusia
berkomunikasi secara drastis.
Komunikasi tidak terbatas pada kata-kata yang terucap belaka, melainkan bentuk dari
apa saja interaksi, senyuman, anggukan kepala yang membenarkan hati, sikap badan,
ungkapan minat, sikap dan perasaan yang sama. Diterimanya pengertian yang sama adalah
merupakan kunci dalam komunikasi. Tanpa penerimaan sesuatu dengan pengertian yang
sama, maka yang terjadi adalah “dialog antara orang satu”.

1.2.Rumusan Masalah

Untuk memudahkan proses penjabaran dan penjelasan, makalah ini memiliki beberapa
rumusan masalah, yaitu :

1) Apa pengertian dari komunikasi?


2) Bagaimana proses komunikasi?
3) Apa saja yang menjadi hambatan komunikasi?
4) Apa saja jenis-jenis komunikasi?
5) Apa tu komunikasi organisasi?

1.3.Tujuan

Tujuan penulisan makalah ini adalah agar mahasiswa/i universitas 17 Agustus 1945
khususnya untuk Fakultas Ekonomi Dan Bisnis mengetahui pengertian dari komunikasi
dalam organisasi, proses komunikasi, apa saja hambatan komunikasi, bagaimana mengatasi
hambatan komunikasi, apa saja jenis-jenis komunikasi, dan komunikasi-komunikasi yang
efektif dalam organisasi. Di samping itu, makalah ini ditulis sebagai tugas kelompok pada
mata kuliah Pengantar Manajemen yang diberikan oleh dosen pengajar.

5
BAB II
PEMBAHASAN

2.1.Pengertian Dan Fungsi Komunikasi

Komunikasi adalah perpindahan dan pemahaman makna. perpindahan makna ini


berarti bahwa jika informasi atau ide-ide belum disampaikan, komunikasi belum dilakukan.
Lebih penting lagi, komunikasi melibatkan pemahaman makna, agar komunikasi berhasil
maka harus disampaikan dan dipahami. Komunikasi yang sempurna akan terjadi jika
pemikiran atau ide yang dikirimkan telah diterima dan dipahami oleh penerima, persis seperti
yang dibayangkan oleh pengirim. Komunikasi meliputi komunikasi antar pribadi dan
komunikasi organisasi, kedua jenis komunikasi tersebu penting bagi para manajer.

A. Fungsi Komunikasi

Komunikasi mempunyai 4 fungsi utama yaitu :

1) Pengendalian

Fungsi komunikasi ini untuk mengendalikan perilaku anggota. Setiap organisasi


mempunyai wewenang dan garis panduan formal yang harus dipatuhi oleh pegawai.
Bila pegawai, misalnya, diminta untuk terlebih dahulu mengkomunikasikan setiap
keluhan yang berkaitan dengan pekerjaan ke atasan langsungnya, sesuai dengan
uraian tugasnya, atau sesuai dengan kebijakan perusahaan, komunikasi itu
menjalankan fungsi pengendalian.

2) Motivasi

Komunikasi memperkuat motivasi dengan menjelaskan ke para pegawai apa yang


harus dilakukannya. Seberapa baik mereka bekerja, dan apa yang dapat dikerjakan
untuk memperbaiki kinerja yang dibawah standar.

3) Mengungkapkan Ekspresi Secara Emosional

Komunikasi yang terjadi di dalam kelompok atau organisasi merupakan mekanisme


fundamental dimana para anggota berbagi perasaan frustasi dan kepuasan. Oleh
karena itu, mengungkapkan ekspresi secara emosional memfasilitasi pelepasan
ungkapan emosi perasaan dan pemenuhan kebutuhan sosial.

4) Informasi

Komunikasi memberikan informasi yang diperlukan dalam kelompok untuk


mengambil keputusan melalui penyampaian data guna mengenali dan mengevaluasi
pilihan-pilihan alternatif.

6
2.2.Komunikasi Antarpribadi (Interpersonal Communication)

Komunikasi antarpribadi adalah komunikasi antara 2 orang atau lebih dalam suatu
masyarakat maupun organisasi (bisnis dan nonbisnis), dengan menggunakan media
komunikasi tertentu dan bahasa yang mudah dipahami. dalam suatu organisasi komunikasi
antarpribadi merupakan komunikasi yang terjadi antara manajer dengan karyawan atau
karyawan dengan karyawan.

A. Metode-Metode Komunikasi Antarpribadi

Beberapa metode komunikasi antar pribadi anatra lain :

1) Tatap muka 9) Papan reklame


2) Telepon 10) Rekaman audio video
3) Rapat kelompok 11) Hotline
4) Presentasi formal 12) Surat elektronok
5) Memo 13) Konferensi computer
6) Surat pos 14) Surat suara
7) Facsimile 15) Teleconference
8) Publikasi 16) Videoconference

Beberapa manajer memiliki beberapa metode yang dipilih dan dapat menggubakan 12
pertanyaan untuk membantu menilai metode tersebut :

1) Umpan balik : seberapa cepat penerima dapat menanggapi


pesan ?
2) Kompleksitas kapasitas : dapatkah metode ini memproses pesan-pesan
yang kompleks secara efektif?
3) Luasnya potensi : berapa banyak pesan berbeda yang dapat
dikirim dengan menggunakan metode ini?
4) Kerahasiaan : dapatkah komunikator merasa yakin bahwa
pesan-pesan mereka hanya diterima oleh khalayak yang dimaksud?
5) Kemudahan encoding : dapatkah pengirim dengan mudah dan cepat
menggunakan saluran ini?
6) Kemudahan decoding : dapatkah penerima dengan mudah dan cepat
menerjemahkan kembali pesan-pesan?
7) Kendala waktu-ruang : apakah pengirim dan penerima perlu
berkomunikasi pada waktu dan ruang yang sama?
8) Biaya : barapa biaya yang diperlukan untuk
menggunakan metode ini?
9) Keramahan antarpribadi : seberapa baik metode ini menyampaikan
keramahan antar pribadi?
10) Formalitas : apakah metode ini memiliki sejumlah
formalitas yang diperlukan?

7
11) Scanability : apakah metode ini memungkinkan pesan
dengan mudah ditelusuri atau diteliti untuk informasi yang relevan?
12) Lama penggunaan : apakah pengirim atau penerima banyak
mengendalikan dalam menangani pesan?

Gambar 2.1.perbandingan metode-metode komunikasi


kriteria
potensi kemudahan
kompleksitas luasnya kemudahan kendala kahangatan lama
saluran umpan kerahasiaan decoding biaya formalitas scanability
kapasitas potensi encoding ruang pribadi penggunaan
balik waktu
tatap muka 1 1 1 1 1 1 1 2 1 4 4 pengirim/penerima
telepon 1 4 2 2 1 1 3 3 2 4 4 pengirim/penerima
Rapat kelompok 2 2 2 4 2 2 1 1 2 3 4 pengirim/penerima
presentasi formal 4 2 2 4 3 2 1 1 3 3 5 penerima
memo 4 4 2 3 4 3 5 3 5 2 1 penerima
surat pos 5 3 3 2 4 3 5 3 4 1 1 penerima
faksimile 3 4 2 4 3 3 5 3 3 3 1 penerima
publikasi 5 4 2 5 5 3 5 2 4 1 1 penerima
papan reklame 4 5 1 5 3 2 2 4 5 3 1 penerima
rekaman audio/video 4 4 3 5 4 2 3 2 3 3 5 penerima
hotline 2 5 2 2 3 1 4 2 3 3 4 penerima
surat elektronik 3 4 1 2 3 2 4 2 4 3 4 penerima
konferensi komputer 1 2 2 4 3 2 3 2 3 3 4 pengirim/penerima
surat suara 2 4 2 1 2 1 5 3 2 4 4 penerima/pengirim
teleconference 2 3 2 5 2 2 2 2 3 3 5 penerima/pengirim
videoconference 3 3 2 4 2 2 2 1 2 3 5 penerima

Catatan : peringkat berada pada skala 1-5 dimana 1=tinggi dan 5=rendah. Lama penggunaan
menunjukan siapa yang mengendalikan penerima komunikasi. Pengirim/penerima berarti pengirim
dan penerima berbagi kontrol

B. Proses Komunikasi Antarpribadi

Sebelum komunikasi dapat dilakukan, suatu tujuan, yang dinyatakan sebagai pesan
yang akan disampaikan harus ada. Pesan ini lewat diantara sumber (pengirim) dan
penerima. Pesan ini di konversikan kedalam bentuk simbolik disebut encoding dan
melewati beberapa media (saluran) ke penerima, yang menerjemahkan kembali pesan
pengirim disebut decoding. Maka hasilnya adalah perpindahan makna dari orang ke
orang lain.

Gambar 2.2. Proses Komunikasi Antar Pribadi

pesan media penerima

Encoding Decoding
Gangguan
pengirim pesan

Umpan balik

7 elemen yang terdapat dalam proses komunikasi antar pribadi yaitu :

8
1) Sumber (Source)

seseorang yang membuat keputusan untuk berkomunikasi. Sering disebut


juga pengirim (sender), penyandi (encoder), komunikator, pembicara
(speaker)

2) Pesan (Message)

Pesan adalah apa yang dikomunikasikan oleh sumber kepada penerima

3) Saluran (Chanel)

Media yang digunakan dalam menyampaikan pesan

4) Penerima (Receiver)

orang yang menerima pesan. Penerima sering juga disebut sasaran/tujuan


(destination), penyandi-balik (decoder) atau khalayak (audience),
pendengar (listener), atau penafsir (interpreter).

5) Gangguan (Noise)

faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesalahan pemaknaan pesan


yang komunikator sampaikan kepada penerima. Hambatan ini bisa berasal
dari pesan, saluran, dan pendengar. Macam-macam gangguan ada 2 yaitu
internal dan eksternal, gangguan eksternal (External noise) meliputi latar
belakang pembicaraan, lingkungan, dan teknis saluran. Sedangkan
gagguan internal (internal noise) meliputi aspek psikologi peserta
komunikasi maupun aspek semantik. Misalnya sebuah kata yang
mengandung arti ambiguitas.

6) Umpan Balik (Feedback)

reaksi dan respons pendengar atas komunikasi yang komunikator lakukan.


Feedback bisa dalam bentuk komentar langsung atau tertulis, surat, atau
public opinin polling. Umpan balik juga berperan sebagai pengatur
(regulator). Umpan balik mengontrol atau mengatur aksi komunikasi kita.
Feedback negatif misalnya berupa kritikan, atau penolakan.

7) Situasi (Situation)

salah satu elemen paling penting dalam proses komunikasi pidato (speech
communication). Situasi atau keadaan selama komunikasi berlangsung
berpengaruh terhadap mood pembicara maupun pendengar, saluran/ media
yang dipakai, dan feedback audience.

C. Komunikasi Non Verbal

9
Bagian terpenting dalam komunikasi antarpribadi adalah komunikasi nonverbal yaitu
komunikasi yang disampaikan tanpa kata-kata. Suatu komunikasi yang paling
memiliki bukanlah secara lisan maupun tertulis

1) Bahasa Tubuh

Mengacu pada gerak tubuh, ekspresi wajah dan gerakan tubuh lainnya
yang menyampaikan makna. Gerakan tangan, ekspresi wajah dan gerakan
tubuh lainnya dapat mengkomunikasikan emosi atau tempramen seperti
penyerangan, ketakutan, rasa malu, kesombongan, suka cita dan
kemarahan,

2) Intonasi Verbal

penekanan yang diberikan seseorang terhadap kata-kata atau ungkapan


yang mengandung makna. Nada vocal yang lembut dan halus
menyampaikan minat serta menciptakan arti yang berbeda dari nada yang
kasar dengan penekanan yang kuat saat mengucapkan kata terakhir.
Komponen nonverbal biasanya membawa dampak yang paling. Ini
bukanlah apa yang anda katakan tetapi bagaimana nada mengatakannya.

D. Komunikasi Antarpribadi Yang Efektif

Para manajer menghadapi hambatan-hambatan yang dapat mengganggu proses


komunikasi antarpribadi.

1. Hambatan-Hambatan Komunikasi

Beberapa hambatan-hambatan yang dapat mmpengaruhi keefektifan


komunikasi antara lain :

1) Penyaringan (Filtering)

Manipulasi (pengubahan-pengubahan) informasi yang disengaja untuk


membuat informasi tersebut tampak lebih menyenangkan bagi
penerima.

2) Emosi

Perasaan penerima ketika menerima pesan akan mempengaruhi cara ia


menafsirkan pesan itu. Kita sering mengabaikan proses pemikiran
yang rasional dan obyektif dan menggantikan dengan pertimbangan
yang emosional.

3) Informasi Yang Berlebih

Ketika informasi melebihi kapasitas pengolahan seseorang.

4) Defensive

10
Ketika seseorang merasa terancam, ia cenderung bereaksi dengan cara
mengurangi kemampuan mereka untuk saling pengertian. Contoh :
memberi jawaban yang kasar, membuat komentar sarkastik, menjadi
terlalu menghakimi atau mempertanyakan motif orang lain.

5) Bahasa

Kata-kata mempunyai arti yang berbeda bagi orang yang berbeda.


Dalam departemen yang berbeda sering mempunyai bahasa berbeda.

6) Budaya Nasional

Pengaruh budaya, formalitas, terbuka, pola dan penggunaan imformasi


dalam komunikasi.

2. Mengatasi Hambatan-Hambatan Dalam Komunikasi

Yang dapat dilakukan manajer untuk mengatasi hambatan-hambatan dalam


komunikasi antara lain :

1) Menggunakan Umpan Balik

setiap orang yang berbicara memperhatikan umpan balik yang diberikan


lawan bicaranya baik bahasa verbal maupun non verbal, kemudian
memberikan penafsiran terhadap umpan balik itu secara benar.

2) Menyederhanakan Bahasa

Karena bahasa dapat menjadi penghalang, para manajer harus


mempertimbangkan kepada siapa pesan tersebut diarahkan dan
menyesuaikan bahasa untuk individu-individu tersebut. Komunikasi yang
efektif dapat dicapai jika pesan dapat diterima dan dipahami.

3) Menyimak Dengan Aktif

Ketika seseorang berbicara , kita mendengar tetapi terkadang tidak


menyimak. Menyimak adalah pencarian makna secara aktif, sedangkan
mendengar adalah pasif. Dalam menyimak, penerima juga ikut berupaya
dalam komunikasi. tidak seperti mendengar menyimak dengan aktif yang
artinya menyimak untuk mendapatkan makna yang menyeluruh tanpa
lebih dahulu membuat penilaian atau interpretasi beberapa perilaku
menyimak secara aktif sebagai berikut :

a) Jangan berbicara d) Menunjukan


yang berlebihan persetujuan dengan
b) Berempati anggukan kepala
c) Membuat kontak dan ekspresi wajah
mata yang tepat

11
e) Mengajukan gerakan yang
pertayaan mengganggu
f) Menghindari g) Paraphrase
tindakan atau h) Hindari menyela
pembicaraan

4) Membatasi Emosi

Seorang manajer yang kesal tentang suatu masalah cenderung salah


mengartikan pesan yang masuk dan gagal mengkomunikasikan pesan yang
dikeluarkannya dengan jelas dan akurat. yang harus dilakukan dalam
membatasi emosi adalah menenangkan diri dan mengendalikan emosi
sebelum berkomunikasi

5) Memperhatikan Isyarat Nonverbal

Seorang komunikator yang efektif memperhatikan isyarat-isyarat


nonverbalnya untuk memastikan bahwa isyarat-isyarat itu menyampaikan
pesan yang dikehendaki.

2.3.Komunikasi Organisasi

Suatu pemahaman tentang komunikasi manajerial tidaklah mungkin tanpa melihat


komunikasi organisasi. Beberapa aspek pentil dalam komunikasi termasuk komunikasi
formal yang dibandingkan dengan komunikasi informal, pola-poa aliran komunikasi, serta
jaringan komunikasi formal dan informal.

A. Komunikasi Formal Versus Informal

Komunikasi dalam suatu organsasi digambarkan sebagai formal maupun informal :

1. Komunikasi Formal

Mengacu pada komunikasi yang berlangsung dalam aturan-aturan kerja


organisasi yang ditetapkan. Sebagai contoh, ketika seorang manajer
meminta karyawannya untuk menyelesaikan sebuah tugas dan karyawan
mengkomunikasikan suatu masalah kepada manajernya.

2. Komunikasi Informal

Komunikasi organisasi yang tidak didefinisikan dalam hierarki struktur


organisasi. Contoh ketika para karyawan saling berbincang diruang makan.
Sistem komunikasi informal memenuhi 2 tujuan dalam organisasi :

1) Memungkinkan karyawan untuk memenuhi kebutuhan mereka


akan interaksi social

12
2) Meningkatkan kinerja organisasi dengan menciptakan saluran
komunikasi alternative, yang sering kali lebih cepat dan lebih
efisien.

B. Arah Aliran Komunikasi

Macam-macam arah aliran komunikasi antara lain :

1. Komunikasi Kebawah (Downward Communication)

Setiap komunikasi yang mengalir dari seoran manajer kepada para karyawan.
Komunikasi ini digunakan untuk memberikan informasi, arahan, koordinasi,
dan mengevaluasi para karyawan. Ketika para manajer menetapkan tujuan
kepada para karyawan mereka menggunakan komunikasi kebawah. Para
manajer juga menggunakan komunikasi kebawah ketika mereka memberikan
deskripsi pekerjaan, menginformasikan kebijakan-kebijakan dan prosedur-
prosedur organisasi.

2. Komunikasi Keatas (Upward Communication)

Komunikasi yang mengalir dari para karyawan kepada para manajer. Hal ini
membuat para manajer menyadari apa yang dirasakan oleh karyawan terhadap
pekerjaannya, tegadap rekan kerjanya dan terhadap oraganisasi secara
keseluruhan. Para manajer juga dapat mengandalkan komunikasi keatas untuk
ide-ide tentang bagaimana meningkatkan sesuatu. Contoh komunikasi keatas
meliputi laporan-laporan kinerja yang disiapkan oleh para karyawan, pesan-
pesan karyawan pada kotak saran, survey sikap karyawan, prosedur keluhan,
diskusi antara manajer dan karyawan. seberapa banyak komunikasi keatas
dapat digunakan tergantung pada budaya organisasi. Dalam lingkungan yang
lebih terstruktur dan bersifat otoriter, komunkasi yang mengarah keatas masih
dapat dilakukan, tetapi terbatas.

3. Komunikasi Kesamping (Lateral Communication)

Komunikasi yang terjadi diantara para karyawan pada tingkatan organisasi


yang sama. Dalam lingkungan yan dinamis, komunikasi horizontal sering
dilakukan untuk menghemat waktu dan memfasilitasi koordinasi. Tim
fungsionalitas sebagai contoh, sangat bergantung pada bentuk interaksi
komunikasi ini, namun konflik dapat terjadi jika para karyawan tidak
memberitahu para manajernya tentang keputusan yang telah mereka buat atau
tindakan yang mereka pilih.

4. Komunikasi Diagonal (Diagonal Communication)

Komunikasi yang memotong bidang kerja dan tingkatan organisasi agar lebih
efisien dan lebih cepat. Meningkatanya penggunaan surat elektronik
memfasilitasi komunikasi diagonal. Dibanyak oraganisasi, setiap karyawan

13
dapat berkomunikasi dengan karyawan lain melalui surat surat elektronik,
terlepas dari wilayah kerja atau tingkatan oraganisasi bahkan tingkat atas..
namun komunikasi diagonal juga berpotensi untuk menciptakan masalah jika
para karyawan tidak memberikan informasi kepada para manajernya.

C. Jaringan Komunikasi Organisasi

Aliran komunikasi organisasi secara vertical dan horizontal dapat


dikombinasikan kedalam berbagai pola. Ada beberapa 3 jaringan komunikasi secara
umum antara lain :

1. Jaringan Rantai (Chain)

Komunikasi mengalir sesuai dengan rantai komando formal, baik ke bawah


maupun ke atas.

2. Jaringan Roda (Wheel)

Komunikasi mengalir melalui pimpinan kelompok untuk seluruh anggota


kelompok.

3. Jaringan Semua Saluran (All Chanel)

Komunikasi mengalir dengan bebas di antara semua anggota tim kerja.

D. Selentingan (Grapevine)

Jaringan komunikasi organisasi yang informal dan seringkali efektif dalam setiap
organisasi. Selentingan merupakan bagian penting dari setiap jaringan komunikasi
dan bernilai untuk dipahami. Selentingan biasanya disebarluaskan melalui desas-
desus atau kabar angin dari mulut ke mulut dari satu orang ke orang yang lainnya
dalam suatu organisasi di mana kebenarannya tidak bisa dijamin karena kadang-
kadang bertentangan dengan perusahaan. Manfaat komunikasi informal (grapevine)
antara lain :

1) Menyediakan saluran informasi yang tidak sesuai dengan saluran


komunikasi formal.
2) Dampak dari informasi melalui jaringan komunikasi informal dapat diatasi
dengan komunikasi yang terbuka dan jujur dengan karyawan.

2.4.Teknologi Informasi Dan Komunikasi

Teknologi secara radikal mengubah cara berkomunikasi para anggota organisasi.


Teknologi informasi (TI) sekarang menyentuh hamper setiap aspek dalam setiap bisnis
perusahaan. Implikasi dalam cara para manajerberkomunikasi membutuhkan pemikiran yang
mendalam.

14
A. Bagaimana Teknologi Mempengaruhi Komunikasi Manajerial

Teknologi informasi secara radikal telah mengubah cara para anggota organisasi
berkomunikasi. Keuntungan-keuntungan teknologi informasi antara lain :

a) Memungkinkan para manajer untuk memonitor kinerja individu dan kelompok


b) Memungkinkan para karyawan memiliki informasi yang lebih lengkap untuk
membuat keputusan yang lebih cepat
c) Memberikan lebih banyak kesempatan pada para karyawan untuk berbagi
informasi

Dua pengembangan TI yang sangat signifikan untuk berkomunikasi manajerial antara


lain :

A. Sistem Jaringan

Menghubungkan komputer individu dalam menciptakan jaringan organisasi


untuk berkomunikasi dan berbagi informasi. Para anggota organisasi dapat
berkomunikasi satu sama laindan memanfaatkan informasi, entah ketika
mereka sedang berada dilorong, melintasi kota, atau dalam perjalanan
berkeliling dunia. Aplikasi-aplikasi komunikasi termasuk :

1) Surat elektronik 5) Faksimile’


2) Pesan instan 6) Konferensi suara
3) Blog dan wiki 7) Konferensi video
4) Pesan suara 8) intranet

B. Kapabilitas Nirkabel

teknologi komunikasi nirkabel memiliki kemampuan untuk meningkatkan


kerja para manajer dan karyawan. Akses internet tersedia melalui hot spot,
Wi-Fi, dan WiMax, yang merupakan lokasi dimana pengguna mendapatkan
akses nirkabel.

B. Bagaimana Teknologi Informasi Mempengaruhi Organisasi

Para karyawan yang bekerja dalam kelompokatau sebagai individu membutuhkan


informasi untuk membuat keputusan dan untuk melakukuan pekerjaan mereka. Sudah
jelas bahwa teknologi dapat secara signifikan mempengaruhi cara para anggota organisasi
berkomunikasi , berbagi informasi dan melakukan pekerjaan mereka. Manfaatnya antara
lain :

1) Menghilangkan kendala waktu dan jarak


2) Memungkinkan untuk berbagi informasi
3) Mengintegrasikan pengambilan keputusan dan pekerjaan

15
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

3.1.Kesimpulan

komunikasi di dalam suatu organisasi maupun di masyarakat sangat penting untuk


digunakan. Karena komunikasi digunakan untuk menyalurkan suatu informasi dan suatu
makna melalui media tertentu sesuai dengan situasi. Peranan komunikasi juga sangat
berpengaruh dalam dunia pendidikan karena tanpa komunikasi ilmu yang akan disampaikan
tidak akan bisa diterima, begitu juga komunikasi dalam lingkungan sosial, komunikasi dalam
lingkungan keluarga. Dan dapat dipastikan jika di dalam suatu keluarga tidak ada komunikasi
yang terbuka tidak akan ada keharmonisan, komunikasi dalam kelompok dan organisasi.
Komunikasi merupakan suatu proses yang mempunyai komponen dasar sebagai
berikut : pengirim pesan, penerima pesan dan pesan. Semua fungsi manajer melibatkan
proses komunikasi. Proses komunikasi dimulai dengan adanya pengirim pesan yang
mempunyai ide untuk disampaikan kepada seseorang agar dapat dipahami sesuai apa yang ia
sampaikan. Kemudian pesan (informasi) tersebut disampaikan melalui isyarat (simbol), baik
verbal (kata-kata) maupun non verbal (bahasa tubuh) melalui media komunikasi langsung
(tatap muka), TV, Radio, internet, dll. Setelah pesan diterima melalui indera, maka si
penerima mengartikan, atau menterjemahkan agar dapat dipahami olehnya. Setelah pesan
tersebut dimengerti, maka ada tanggapan atau isyarat yang berisi pesan dari penerima agar
pengirim pesan tahu dampak pesannya terhadap penerima pesan (balikan). Disamping proses
komunikasi diatas, juga ada gangguan yang menghalangi suatu proses komunikasi yang
akibatnya penerima salah mentafsirkan pesan/isyarat tersebut.
Keseluruhan faktor yang telah dibahas dalam hubungan dengan komunikasi antar
pribadi juga berlaku untuk komunikasi dalam organisasi, yang juga mencakup penyampaian
pesan secara akurat dari satu orang kepada satu atau lebih orang lain. Selain faktor-faktor
tersebut, struktur, wewenang, desain pekerjaan organisasi, dan lain-lain merupakan factor-
faktor unik yang turut berpengaruh terhadap efektifitas komunikasi.

3.2. Saran

Sebagai makhluk sosial, tentunya komunikasi merupakan hal yang mutlak ada dalam
kehidupan kita. Tentunya kita tidak akan bisa hidup tanpa berkumunikasi dengan orang lain.
Maka dari itu, penting bagi kita untuk memperhatikan faktor-faktor komunikasi verbal & non
verbal untuk menciptakan suatu komunikasi yang baik dan bisa dimengerti oleh si penerima.
Dengan adanya makalah ini, maka diharapkan kita dapat menciptakan suatu komunikasi yang
baik agar tidak terjadi miss komunikasi yang akan berakibat fatal dan bisa mendorong
terjadinya konflik.

16
BAB IV CONTROLLING
PEMBAHASAN

4.1.Latar Belakang

Pengendalian merupakan suatu proses dasar untuk mendapatkan sesuatu yang identik
dan apa saja yang akan dikendalikan. Pengendalian membantu mengidentifikasikan masalah-
masalah manajemen.Usaha-usaha untuk mengidentifikasikan masalah-masalah merupakan
tantangan bagi para manajer. Seorang manajer akan menyadari suatu masalah apabila terjadi
penyimpangan dari sasaran yang ingin dicapai. Salah satu fungsi daripada manajemen adalah
pengendalian.
Pengendalian harus dikaitkan dengan pola organisasinya, sehingga memudahkan
pembagian tanggung jawab untuk mengendalikan orang-orang yang diberi tugas untuk
melaksanakan kegiatan-kegiatan yang bersangkutan dan menyediakan data pengendalian
untuk anggota-anggota manajemen.
Pengendalian biasanya diaplikasikan pada fungsi-fungsi utama dari suatu organisasi,
yakni bidang produksi, penjualan, keuangan dan kepegawaian serta faktor-faktor utama
seperti: kuantitas, kualitas, penggunaan waktu dan biaya. Fungsi dari faktor-faktor tersebut
saling berhubungan dalam sebuah organisasi yang menjalankan pengendalian.

4.2.Rumusan Masalah

Untuk memudahkan proses penjabaran dan penjelasan, makalah ini memiliki beberapa
rumusan masalah, yaitu :

1. Apa itu pengendalian


2. Bagaimana proses-proses dalam pengendalian
3. Menjelaskan cara mengukur kinerja perusahaan
4. Apa saja perangkat pengukuan kinerja organisasi

4.3.Tujuan

Tujuan penulisan makalah ini adalah agar mahasiswa/i universitas 17 Agustus 1945
khususnya untuk Fakultas Ekonomi Dan Bisnis mengetahui pengertian dari pengandalian,
proses-proses pengendalian, menjelaskan cara mengukur kinerja perusahaan,
mendeskripsikan perangkat yang digunakan dalam pengukuran kinerja perusahaan.. Di
samping itu, makalah ini ditulis sebagai tugas kelompok pada mata kuliah Pengantar
Manajemen yang diberikan oleh dosen pengajar.

17
BAB V
PEMBAHASAN

5.1.pengertian pengendalian

Pengendalian adalah proses mengawasi (monitoring), membandingkan (comparing),


dan mengoreksi (correcting) kinerja. Semua manajer harus tetap mengendalikan, bahkan jika
mereka mengira bahwa unitnya telah berjalan sesuai rencana, manajer tidak akan benar-benar
mengetahui unitnya kecuali mereka mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukan dan
membandingkan kinerja sebenarnya dengan standar yang diinginkan. Tujuan utama dari
pengendalian adalah untuk mencegah adanya penyimpangan atau setidaknya memperkecil
kesalahan yang mungkin akan terjadi. Sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai
dengan baik.

A. Mengapa Pengendalian Penting

Ada beberapa alasan yang menjadikan pengendalian itu penting, yaitu :

1) Perencanaan

Pengendalian itu penting karena pengendalian membantu manajer mengetahui


apakah tujuan perusahaan telah tercapai.

2) Pemberdayaan Karyawan

Banyak manajer enggan memberdayakan karyawan karena tajut jika terjadi


Sesutu yang salah, manajer yang harus bertanggungjawab. Tetapi sistem
pengendalian yang efektif dapat memberi informasi dan umpan balik atas
kinerja karyawan sehingga meminimalkan timbulnya masalah.

3) Melindungi Perusahaan Dan Asetnya

Lingkungan saat ini memancaman bencana alam, skandal keuangan, kekerasan


ditempat kerja. Manajer harus melindungi asset perusahaan jika hal-hal
tersebut terjadi. Pengendalian menyeluruh dan rencana cadangan dapat
meminimalkan gangguan kerja.

5.2.Proses Pengendalian

Proses pengendalian adalah proses 3 tahap, yaitu mengukur kinerja actual,


membandingkan kinerja actual, membandingkan kinerja actual dengan standar, dan

18
mengambil tindakan manajerial untuk memperbaiki penyimpangan atau untuk mengetahui
ketidak sesuaian dengan standar. Proses pengendalian mengamsusikan standar kinerja sudah
ada lebih dulu. Standar adalah tujuan-tujuan spesifik yang dibuat selama proses perencanaan.

A. Tahap 1 : Pengukuran

Untuk menentukan apakah kinerja aktual itu. Pertama-tama seorang manajer harus
mendapatkan inforasi tentang hal tersebut.

1. Bagaimana Kita Mengukurnnya

4 pendekatan yang digunakan manajer dalam mengukur dan melaporkan


kinerja actual adalah :

1) observasi pribadi 3) laporan lisan


2) laporan statistic 4) laporan tertulis

Tabel 5.1. sumber-sumber informasi untuk mengukur kinerja

2. Apa Yang Diukur ?

beberapa kriteria pengendalian dapat digunakan untuk situasi apapun


misalnya, semua manajer berhubungan dengan orang, sehingga kriteria seperti
kepuasan atau perputaran karyawan dan tingkat absensi dapat diukur. Menjaga
agar biaya masih sesuai dengan anggaran juga merupakan pengukuran
pengendalian yang umum. Kriteria pengendalian lainya harus mengenali
berbagai aktifitas yang disupervisi oleh manajer. Kebanyakan aktifitas kerja
dapat diekspresikan dalam satuan kuantitas, tetapi jika tidak, manajer harus
menggunkan pengukuran subjektif. Meskipun pengukuran seperti ini memiliki

19
keterbatasan, lebih baik menggunakan pengukuran itu daripada tidak ada
standar sama sekali dan tidak melakukan pengendalian.

B. Tahap 2 : Perbandingan

Langkah ini menentukan perbedaan antara kinerja aktual dan standar. Meski variasi
kinerja sudah dapat diduga dalam semua aktifitas, perlu ditentukan batasan variasi
(range of variatiom) yang dapat diterima (lihat gambar 5.1). Penyimpangan diluar
batasan ini perlu diperhatikan. Chris Tanner adalah seorang manajer Earth Gardening
Supply, distributor tanaman dan bibit khusus. Chris menyiapkan laporan di minggu
pertama setiap bulan yang menggambarkan penjualan bulan sebelumnya,
diklasifikasikan berdasarkan lini produk. Table 5.2 menunjukkan tujusn penjualan
(standar) dan penjualan actual dibulan juni, setelah melihat angka-angka tersebut
harus kah Chris khawatir? Penjualan sedikit lebih tinggi dari target awal, tetapi apakh
itu berarti tidak ada penyimpangan yang signifikan? Itu tergantung dari apa yang
menurut Chris signifikan yaitu, diluar batasan variasi yan dapat diterima. Walaupun
keseluruhan kinerja secara umum menguntungkan, beberapa lini produk memerlukan
pengawasan cermat,. Contohmya, jika penjualan bibit heirloom, umbi-umbian bunga,
dan bunga-bungaan terus melebihi yang diharapkan, Chris harus memesan lebih
banyak pembibitan untuk memenuhi permntaaan pelanggan. Karena penjualan
sayuran 15% dibawah standar, Chris harus melakukan sesuatu terhadap tanaman itu.
Seperti yang ditunjukkan dalm contoh ini, penyimpangan lebih atau kurang
membutuhkan perhatian manajerial, yang merupakan tahap ketiga dalam proses
pengendalian.

Gambar 5.1.Batasan Variasi Yang Dapat Table 5.2.Contoh Menentukan Variasi Yang
Diterima Signifikan

C. Tahap 3 : Mengambil Tindakan Manajerial

Manajer dapat memilih dari 3 kemungkinan tindakan : tidak melakukan apa-apa,


memperbaiki kinerja actual, atau merevisi standar. Istilah “tidak melakukan apa-apa”
sudah cukup jelas, dan berikut penjabaran dari kemungkinan-kemungkinan lainnya :

20
1. Mengoreksi Kinerja Actual

Tergantung dari masalah yang dihadapi, seseorang manajer dapat mengambil


aksi yang berbeda. Misalnya, jika pekerjaan yang tidak memuaskan adalah
alasan dari perbedaan kinerja. Manajer dapat mengoreksinya dengan
menerapkan program pelatihan, mengambil langkah-langkah disipliner,
mengubah struktur kompensasi dan sebagainya. Satu keputusan yang harus
diambil oleh manajer adalah dengan mengambil tindakan perbaikan segera
(Immediate Corrective Action), yaitu mengoreksi masalah saat itu jugaagar
segera kembali pada jalurnya, atau dengan tindakan perbaikan dasar (Basic
Corrective Action), yaitu melihat bagaimanadan mengapa kinerja
menyimpang. Sudah biasa bagi para manajer untuk berpikir bahwa mereka
tidak punya waktu untuk menemukan sumber masalah (tindakan perbaikan
dasar) sehingga mereka terus-menerus "memadamkan api" dengan tindakan
perbaikan segera. Para manajer yang efektif menganalisa penyimpangan dan
jika manfaat membenarkannya, meluangkan waktu untuk menentukan dan
memperbaiki penyebab dari penyimpangan tersebut.

2. Merevisi Standar
\
Pada beberapa kasus, penyimpangan adalah hasil dari standar yang tidak
realistis, tujuan yang terlalu rendah atau terlalu tinggi. Dalam situasi itu, yang
membutuhkan tindakan korektif adalah standarnya, bukan kinerjanya. Jika
kinerja secara konsisten melebihi tujuan, maka manajer harus melihat apakah
tujuannya terlalu mudah dan perlu ditingkatkan. Di sisi lain, manajer harus
berhati-hati dalam merevisi standar ke bawah. Sangat lazim untuk
menyalahkan tujuan ketika seorang karyawan atau tim tidak mencapainya.
Misalnya , siswa yang mendapat skor rendah pada tes sering menyalahkan soal
ujian yang terlalu sulit. Alih-alih menerima kenyataan bahwa kinerja mereka
tidak memadai, mereka akan berpendapat bahwa standar tersebut tidak masuk
akal. Demikian juga, penjual yang tidak memenuhi kuota bulanan mereka
sering ingin menyalahkan apa yang mereka pikir kuota yang tidak realistis.
Intinya adalah bahwa ketika kinerja tidak mencapai standar, jangan langsung
menyalahkan tujuan atau standar tersebut. Jika Anda yakin standar tersebut
realistis, adil dan dapat dicapai, beritahukan karyawan bahwa anda
mengharapkan pekerjaan mereka di masa depan harus meningkatkan dan
kemudian mengambil tindakan perbaikan yang diperlukan untuk membantu
membuat hal itu terjadi

D. Rangkuman Keputsan Manajerial

Gambar 5.1 merangkum keputusan yang dibuat manajer dalam pengendalian. Standar
adalah tujuan yang dikembangkanselama proses perencanaan. Tujuan ini memberikan
dasar bagi proses pengendalian, yang melibatkan pengukuran kinerja actual dan

21
membandingkannya dengan standar. Tergantung dari hasilnya keputusan manajer
adalah untuk tidak melakukan apa-apa, memperbaiki kinerja dan merevisi standar.

Gambar 5.2 : Keputusan Manajerial Dalam Proses Pengendalian

5.3.Pengendalian Bagi Kinerja Organisasi

Efisiensi biaya. Lamanya pelanggan dapat dipertahankan. Kepuasan pelanggan


terhadap pelayanan yang diberikan. Ini adalah sedikit dari indicator penting kinerja yang
diukur oleh eksekutuf di industri jasa call centre. Untuk membuat keputusan yang baik,
manajer di industry ini ingin dan perlu jenis informasi ini sehingga mereka dapat mengatur
kinerja organisasi. Manajer disemua tipe bisnis bertanggung jawab untuk mengatur kinerja
organisasi.

A. Apakah Kinerja Organisasi Itu?

Kinerja (performance) adalah hasil akhir dari sebuah aktivitas. Entah aktivitas
tersebut adalah berham-jam latihan intensif sebelum konser atau balap atau
melaksanakankewajiban kerja seefisien dan seefektif mungkin, kinerja adalah apa
yang dihasilkandari aktivitas tersebut. Manajer berurusan dengan kinerja organisasi
(organizational performance) hasil akumulatif dari semua aktivitas kerja dalam
perusahaan. konsep ini bersifat multisegi, tetapi manajer harus memahami factor-
faktor penyumbang kinerja organisasi. Bagaimanapun, para manajer itu tidak ingin
(tidak bermaksud) untuk mencapai kinerja yang setengah-setengah. Mereka ingin
organisasi, unit kerja, atau kelompok kerja untuk mencapai kinerja tertinggi.

B. Ukuran Kinerja Perusahaan

Semua manajer harus mengetahuipengukuran yang mana akan memberikan informasi


yang dibutuhkan bagi kinerja organisasi. Pengukuran yang umun digunakan antara
lain meliputi :

22
1) Produktivitas Organisasi

Produktifitas adalah jumlah barang atau jasa yang diproduksi dibagi input yang
dibutuhkan untuk menghasilkan output tersebut. Organisasi dan masing-masing
unit kerja ingin menjadi produktif. Mereka ingin memproduksi banyak barang dan
jasa menggunakan sedikit input. Output diukur dengan pendapatan yang diterima
perusahaan ketika barang dijual ( harga jual x jumlah barang terjual). Input diukur
dengan menghitung biaya perolehan dan biaya mengubah sumber daya menjadi
output.

2) Efektivitas Organisasi

Adalah pengukuran kesesuaian tujuan organisasi dan bagaimana tjuan tersebut


dapat dicapai. Efektivitas itulah keuntungan bagi manajer dan yang mengarahkan
keputusan manajer dalam mendesain strategi dan aktivitas kerja, juga dalam
mengkoordinasi kerja para karyawan.

3) Peringkat Industry Dan Perusahaan

Mempelajari peringkat merupakan cara ynag umum bagi manajer untuk mengukur
kinerja perusahaan. Terdapat beberapa klasifikasi peringkat seperti ditunjukkan
pada table 5.3. peringkat ditentukan oleh pengukuran kinerja secara spesifik yang
berbeda disetiap daftarnya. Contohnya, majalah fortune memilih perusahaan mana
yang berhak masuk dalam daftar “tempat bekerja terbaik” dengan mempelajari
respons yang diberikan oleh ribuan karyawan yang terpilih secara acak dalam
sebuah kuesioner berjudul “indeks tempat terbaik untuk bekerja” materi diberikan
oleh ribuan manajer perusahaan, termasuk audit budaya perusahaan yang dibuat
oleh great place to work institute dan kuesioner sumber daya manusiadidesain
oleh konsultan SDM Hewitt Associates. Peringkat-peringkat tersebut memberikan
indicator bagi manajer dalam menilai kinerja perusahaan dan perbandingannya
dengan perusahaan lain.

Table 5.3.industri yang popular dan peringkat perusahaan

23
5.4.Perangkat Pengukuran Kinerja Organisasi

Semua manajer membutuhkan perangkat yang tepat untuk mengawasi dan mengukur
kinerja perusahaan. Perangkat-perankat pengukuran kinerja organisasi antara lain :

A. Pengendalian Feedforward, Concurrent, Dan Feedback.

Manajer dapat menerapkan pengendalian sebelum aktivitas terjadi, selama aktivitas


berlangsung dan setelah aktivitas diselesaikan. Jenis pertama disebut pengendalian
feedforwad, kedua concurrent, dan terakhir feedback.
Gambar 5.3.jenis-jenis pengendalian

1) Pengendalian Feedforward

Jenis pengendalian yang paling diinginkan, pengendalian feedforward mencegah


masalah karena pengendalian dilakukan sebelum aktivitas sebenarnya. Kunci
pengendalian feedforward adalah mengambil tindakan manajerial sebelum terjadi
masalah. Dengan begitu masalah dapat dicegah dan bukan memperbaiki setelah
timbul kerusakan, misalnya kualitas produk yang buruk, kehilangan pelanggan,
kehilangan pendapatan dan sebagainya. Namun pengendalian feedforward
membutuhkan informasi tepat dan akurat, yang tidak selalu dapat diperoleh
dengan mudah, jika demikian, manajer akhirnya menggunkan 2 jenis
pengendalian yang lain.

2) Pengendalian Concurrent

Pengendalian ini dilakukan selama aktivitas pekerjaan berlangsung. Bentuk yang


paling dikenal dari pengendalian concurrent adalah supervisi langsung. Istilah
lainnya management by walking around (MBWA), yaitu keberadaan manajer
didaerah kerja berinteraksi langsung dengan para karyawan. Semua manajer dapat
mengambil manfaat dari pengendalian concurrent karena pengendalian itu
membantu mereka memperbaiki kesalahan sebelum menjadi lebih memakan
biaya.

3) Pengendalian Feedback

Jenis pengendalian yang paling popular bergantung pada feedback. Pada


pengendalian feedback, pengendalian dilakukan setelah aktifitas dilakukan.

24
Kerusakan telah terjadi, meskipun perusahaan mengoreksi ketika telah terjadi
masalah, itulah masalah utama jenis pengendalian ini. Disaat manajer
mengetahuinya, masalah telah terjadi sehingga menyebabkan kerusakan atau
terbuang sia-sia.. namun dibanyak bidang kerja seperti bidang keuangan, feedback
adalah satu-satunya jenis pengendalian yang dapat dijalankan.
Pengendalian feedback memiliki 2 keunggulan yaitu :

1. Feedback memberikan informasiyang erarti bagi manajer mengenai


keefektifan usaha perencanaan yang mereka lakukan. Feedback yang
menunjukkan sedikit perbedaan antara kinerja standard an
aktualmenunjukan bahwa secara umum perencanaan telah sesuai target.
Jika penyimpangan bersifat signifikan, manajer dapat menggunakan
iformasi tersebut untuk membuat perencanaan baru
2. Feedback dapat meningkatkan motivasi. Orang-orang ingin mengetahui
bagaimana kerja mereka dan feedback memberikan informasi tersebut.

B. Pengendalian Keuangan

Setiap bisnis ingin mendapat laba. Untuk mencapai tujuan ini manajer memerlukan
pengendalian keuangan. Contohnya, manajer mungkin menganalisis laporan
keuangan triwulan jika ada biaya yang berlebihan. Manajer akan menghitung rasio
keuangan untuk menjamin ketersediaan kas dalam membiayai pengeluaran, tingkat
hutang yang tidak terlalu tinggiatau asset telah digunakan dengan produktif.

1) Pengukuran Pengendalian Keuangan Tradisional

Manajer yang mengukur pengendalian keuangan dengan cara tradisional


memasukan analisis rasio dan analisis anggaran. Beberapa rasio popular antara
lain :

a) Rasio Likuiditas : Mengukur kemampuan perusahaan memebuhi


kewajiban utang lancarnya
b) Rasio Leverage : melihat penggunaan utang perusahaan dalam membiayai
asetnya dan apakah perusahaan mampu memenuhi pembayaran bunga
utang.
c) Rasio Aktivitas : Menilai efisiensi perusahaan dalam menggunakan
asetnya
d) Rasio Profitabilitas : mengukur efisiensi dan efektifitas perusahaan
dalam menggunakan asetnya untuk menghasilkan laba.

Rasio-rasio ini dihitung menggunakan informasi tertentu dari 2 laporan keuangan


utam perusahaan (Neraca dan laporan laba-rugi). Yang kemudian dinyatakan
dalam presentase atau rasio.

25
Anggaran merupakan perangkat perencanaan dan pengendalian. Ketika anggaran
disusun, itu merupakan merupakan perangkat perancanaan karena menunjukkan
mana aktivitas kerja yang penting, juga apa dan berapa banyak sumber daya yang
harus dialokasikan. Anggaran juga digunakan untuk pengendalian karena
memberikan standar kuantitatif terhadap apa ynang diukur dan membandingkan
konsumsi sumber daya. Jika penyimpangan cukup signifikan dan memerlukan
tindakan, manajer mempelajari apa yang telah terjadi dan berusaha mencari
penyebabnya. Dengan informasi ini, tindakan yang penting dapat diambil.
Misalnya, anda menggunakan anggaran pribadi untuk mengawasi dan
mengendalikan biaya bulanan anda. Jika dalam satu bulanpengeluaran tak terduga
anda lebih besar dari yang telah dianggarkan, anda dapat mengurangi pengeluaran
lain atau bekerja lembur untuk menambah pendapatan.

2) Mengelola Pendapatan

Praktik yang dihasilkan dari pengawasan seksama adalah mengelola pendapatan.


Ketika perusahaan “mengelola” pendapatan, perusahaan “mencatat waktu”
penghasilan dan pengeluaran untuk menambah hasil keuangan saat ini, dimana itu
tidak memberikan gambaran yang realistis mengenai kinerja keuangan
perusahaan. Misalnya, banyak perusahaan menggunakan program kompensasai
tertunda (deffered compensation) untuk eksekutif puncak mereka. Karena
kompensasi tertunda tidak harus dihitung sebagai biaya saat ini meski biasanya
ada catatan singkat mengenai hai ini melalui catatan kaki laporan keuangan
pendapatan terlihat lebih baik. Masalahnya hal ini dapat memperbesar kewajiban
utang masa depan.

C. Pendekatan Balance Scorecard

Manajer dapat menggunakanpendekatan balance scorecard untuk mengevaluasi


kinerja organisasi lebih dari sekedar perspektif keuangan. Balance scorecard melihat
secara tipikal 4 area yang menyumbang kinerja perusahaan yaitu :

1) Keuangan
2) Pelanggan
3) Proses internal
4) Asset manusia/inovasi/perkembangan

Berdasarkan pendekatan ini manajer harus mengembangkan tujuan di masing-masing


4 area, kemudian mengukur apakah tujuan telah tercapai. Meskipun balance scorecard
dapat dimengerti, manajer cenderung pada area yang menggerakan kesuksesan
perusahaan dan menggunakan kartu skor (scorecard) yang mencerminkan strategi
tersebut. Jika strateginya berfokus pada pelanggan, maka area pelanggan yang akan
mendapat perhatian lebihdaripada 3 area lainnya. Namun, anda tidak dapat berfokus

26
pada pengukuran terhadap 1 area kinerja saja karena kinerja yang lain pun
terpengaruh.

D. Pengendalian Informasi

Manajer mengendalikan informasi dengan dua cara yaitu (1) sebagai perangkat untuk
membantu manajer mengendalikan aktivitas perusahaan dan (2) sebagai area
organisasi, manajer perlu mengendalikan.

1) Bagaimana Informasi Digunakan Untuk Pengendalian

Manajer membutuhkan informasi yang benar pada saat yang tepat dan dalam
jumlah yang tepat untuk mengawasi dan mengukur aktifitas dan kinerja
organisasi. Dalam mengukur kinerja actual, manajer memerlukan informasi
tentang apa yang terjadi di area yang menjadi tanggung jawab manajer dan
standarnya, agar dapat membandingkan kinerja actual dengan standarnya. Mereka
juga mengandalkan informasi untuk menentukan apakah penyimpangan masih
dapat diterima. Akhirnya mereka mengandalkan informasi untuk mangambil
tindakan yang tepat. Biasanya informasi yang digunakan manajer berasal dari
sistem informasi manajemen. Sistem informasi manajemen (MIS) adalah sistem
yang digunakan untuk memeberikan informasi yang dibutuhkanoleh manajer
secara teratur. Teorinya MIS dapat berbasis computer atau manual, meskipun
kebanyakan perusahaan telah berpindah ke aplikasi berasis computer. Istilah
sistem MIS menyiratkan urutan, pengaturan dan tujuan. Lebih lanjut, MIS
berfokus secara spesifik untuk menyediakan informasi bagi manajer (data yang
telah diproses dan dianalisis), bukan hanya data (mentah, fakta yang belum
dianalisis).

2) Mengendalikan Informasi

Informasi sangat penting bagi apapun yang dilakukan organisasi, manajer harus
memiliki pengendalian yang komprehensif dan aman untuk melindungi informasi.
Pengendalian tersebut bervariasi, mulai dari enkripsi data ke sistem firewall,
hingga data cadangan, seperti halnya teknologi lain. Masalah dapat tersembunyi di
tempat yang tidak pernah dibayangkan oleh organisasi sebelumnya, misalnya
pada mesin pencari . informasi organisasi yan sifatnya sensitive, fitnah dan rahasia
atau memalukan telah berada dihasil pencarian mesin pencari. Contoh, rincian
pengeluaran bulanan dan gaji karyawan situs web national speleological societyat
dicari dari google .

E. Membuat Tolok Ukur Dari Praktik Terbaik

Manajer di industry yang beragam seperti layanan kesehatan, pendidikan dan jasa
keuangan baru menemukan apa yang telah lama diketahui oleh manajer manufaktur.

27
Membuat tolok ukur (benchmarking) yaitu pencarian praktik terbaik yang
menjadikannya unggul diantara pesaing dan non pesaing. Tujuan dari benchmarking
ini adalah membuat tolok ukur (benchmark). Yaitu standar kesempurnaan sebagai
dasar pengukuran dan perbandingan. Pengertian paling sederhananya, tolok ukur
berarti belajar dari orang lain. Sebagai perangkat untuk pengawasan pengukuran
kinerja perusahaan, tolok ukur dapat digunakan untuk mengindetifikasi senjang
kinerja spesifik dan potensi area pengembangan. Praktik terbaik tidak hanya ada
diluar perusahaan. Kadang praktik terbaik dapat ditemukan didalam perusahaan dan
hanya perlu diinformasikan. Salah satu tempat terbaik untuk menemukan ide
pengembangan kinerja adalah kotak saran karywan.

Table 5.4. beberapa saran untuk membuat tolok ukur internal.

28
BAB VI
KESIMPULAN

6.1.Kesimpulan

Pengendalian merupakan suatu usaha sistematik untuk menetapkan standar


pelaksanaan tujuan dengan tujuan-tujuan perencanaan,merancang system informasi umpan
balik, membandingkan kegiatan nyata dengan standar yang telah ditetapkan
sebelumnya,menentukan dan mengukur penyimpangan-penyimpangan serta mengambil
tindakan koreksi yang diperlukan.
Tipe-tipe pengawasan yaitu; Pengawasan Pendahuluan (feedforward
control),Pengawasan pada saat kerja berlangsung (cocurrent control), Pengawasan Feed
Back (feed back control). Tahap Proses Pengawasan ; Menetapkan standar pelaksanaan
(perencanaan), Penentuan pengukuran pelaksanaan kegiatan, Pembandingan pelaksanaan
kegiatan dengan standard dan penganalisa penyimpangan-penyimpangan, Pengambilan
tindakan koreksi.
Pengendalian penting disebabkan karena Perubahan lingkungan organisasi,
Peningkatan kompleksitas organisasi, Meminimalisasikan tingginya kesalahan-kesalahan,
Kebutuhan manager untuk mendelegasikan wewenang, Komunikasi dan Menilai informasi
dan mengambil tindakan koreksi.
Perancangan proses pengendalian diantaranya yaitu; Merumuskan hasil yang di
inginkan, Menetapkan penunjuk hasil, Menetapkan standar penunjuk dan hasil, Menetapkan
jaringan informasi dan umpan balik dan Menilai informasi dan mengambil tindakan koreksi.
Bidang strategik dalam pengawasan ialah Transaksi Keuangan, Hubungan Manajer dan
Bawahan, dan Operasi-operasi Produktif. Alat-alat pengawasan yang paling umum ialah
Manajemen Pengecualian (Management by Exception), Management Information System
(MIS), Analisa Rasio dan Penganggaran.

6.2.Saran

Pengendalian dirasa sangat dibutuhkan dalam suatu organisasi. Karena jika tidak ada
pengendalian dalam suatu organisasi akan menimbulkan banyaknya kesalahan-kesalahan
yang terjadi baik yang berasal dari bawahan maupun lingkungan.
Pengendalian menjadi sangat dibutuhkan karena dapat membangun suatu komunikasi yang
baik antara pemimpin organisasi dengan anggota organisasi. Serta pengendalian dapat
memicu terjadinya tindak pengoreksian yang tepat dalam merumuskan suatu masalah.
Pengendalian lebih baik dilakukan secara langsung oleh pemimpin organisasi. Disebabkan
perlu adanya hak dan wewenang ketegasan seorang pemimpin dalam suatu organisasi.
Pengendalian disarankan dilakukan secara rutin karena dapat merubah suatu lingkungan
organisasi dari yang baik menjadi lebih baik lagi.

29
DAFTAR PUSTAKA

 Robbins, P, Stephen. & Coulter, Mary. 2009, Manajemen, Edisi Bahasa Indonesia, 10th
Edition, Jilid 2, Prentince Hall.

30