Anda di halaman 1dari 8

Klasifikasi dan Fungsi Jalan

Berdasarkan peraturan perencanaan geometrik jalan raya No. 13/1970. Fungsi jalan
terdiri dari hal berikut;
a. Jalan Utama: melayani lalu lintas tinggi antara kota-kota penting, sehingga
harus direncanakan untuk dapat melayani lalu lintas cepat dan berat.
b. Jalan Sekunder: melayani lalu lintas yang cukup tinggi antara kota-kota
penting dan kota-kota yang lebih kecil serta sekitarnya.
c. Jalan penghubung: untuk keperluan aktivitas daerah yang juga dipakai sebagai
penghubung antara jalan-jalan dari golongan yang sama atau berjalan.
Persyaratan Teknis jalan
Berikut ini merupakan persyaratan teknis jalan terdapat beberapa bagian diantaranya:
- Kecepatan rencana
- Lebar badan jalan
- Kapasitas
- Jalan masuk
- Persimpangan sebidang
- Bangunan pelengkap
- Perlengkapan jalan
- Penggunaan jalan sesuai dengan fungsinya
- Tidak terputus
- Memenuhi ketentuan: keamanan, keselamatan dan lingkungan.
Tabel Kriteria Rencana Teknis Pembangunan Jalan
Persyaratan teknis Arteri Kolektor Lokal
Kecepatan rencana Min 60 km/jam Min 40 km/jam Min 20 km/jam
Lebar badan jalan Min 11 m Min 9 m Min 7,5 m
Kapasitas  Dari vol lalin  Vol lalin rata-rata
rata-rata
Jalan masuk Lalin jarak jauh Dibatasi dan
tidak boleh direncanakan
terganggu oleh lalu sehingga memenuhi
lintass lokal, dan kecepatan rencana
kegiatan lokal, jalan dan kapasitas.
Persyaratan teknis Arteri Kolektor Lokal
masuk ke arteri
primer dibatasi.
LHR dalam SMP Kelas 1 = > 20.000 Kelas IiA = 6.000 –
20.000
Kelas IIB = 1.500 –
2.000
Kelas IIC = < 2.000
Sumber: Permen PU No: 19/prt/m/2011 tentang persyaratan teknis jalan dan kriteria perencanaan teknis jalan

Rencana Pembangunan Jalan Pantai Selatan Cianjur


Pembangunan jalan pantai selatan jawa barat salah satunya yaitu pada jalur yang
menghubungkan antara ruas jalan di Provinsi Jawa Barat daerah pantia selatan yang
menghubungkan Kabupaten Cianjur dengan Kabupaten Garut, Kabupaten Bandung
dan Kabupaten Sukabumi dengan panjang jalan untuk daerah administrasi Kabupaten
Cianjur yaitu sepanjang 84,5 km. Pembangunan jalan tersebut untuk mempermudah
konektivitas antar wilayah yang akan berpengaruh juga terhadap waktu tempuh.
Pembangunan jalan tersebut dalam Perda No.17 Tahun 2012 RTRW Kabupaten
Cianjur arahan rencana struktur ruang pembangunan jalan tersebut termasuk kedalam
rencana pengembangan sistem jaringan jalan di Kabupaten Cianjur Tahun 2011-2031
yang pengembangan jaringan jalan kolektor dengan ruas jalan jalan Cidaun-Naringgul-
Purutwates-Ciwidey dan ruas jalan Tegallbuleud-Agrabinta-Sindangbarang-Cidaun.
Tabel Rencana Pengembangan Sistem Jaringan Jalan di Kabupaten Cianjur Tahun
2011-2031

Jenis/Fungsi Jalan Segmen/Ruas Jalan


 jaringan jalan kolektor primer :
 jalan raya Puncak – batas Kota Cianjur
 jalan raya Cipanas
 jalan Ir. H. Juanda
Pengembangan dan
 jalan Dr. Muwardi
Peningkatan jalan kolektor
 jalan Selajambe–Cibogo–Cinangsi–Cibeet
 jalan Sp.Perintis Kemerdekaan–Cibeber–Sukanagara–
Sindangbarang
 jalan Cidaun–Naringgul–Purutwates–Ciwidey
Jenis/Fungsi Jalan Segmen/Ruas Jalan
 jalan Tegalbuleud–Agrabinta–Sindangbarang–Cidaun
 jaringan jalan kolektor sekunder :
 jalan lingkar perkotaan Sukanagara
 jalan lingkar perkotaan Sindangbarang
 jaringan jalan pada ruas Warungkondang–Cipadang–
Karyamukti–Sukajembar–Paldua–Kadupandak–Cijati–Leles
–Agrabinta
 jaringan jalan ruas Bandung–Cianjur– Sukabumi pada
segmen:
- Nyalindung–Paldua–Simpang Leuwimanggu
- Simpang Leuwimanggu–Sukanagara
- Citiis–Cisokan
- Sinagar–Cipelah
- Baros - Sukasirna
- Paldua - Sukajembar
- Sukajembar - Wangunjaya
- Wangunjaya - Cikulit
Sumber: RTRW Kabupaten Cianjur Tahun 2011-2031

Pembangunan jalan cianjur selatan melalui beberapa Kecamatan yang terkena dampak
langsung dari pembangunan jalan pantai selatan tersebut yaitu Kecamatan yaitu
Kecamatan Agrabinta, Kecamatan Sindangbarang dan Kecamatan Cidaun. Serta
apabila dilihat dari pola ruang pembangunan jalan pantai selatan yang melalui 3
kecamatan tersebut melalui berbagai kawasan, baik itu kawasan lindung dan kawasan
budidaya.
Kondisi Eksisting Jalan Pantai Selatan Kabupaten Cianjur
Jalan merupakan infrastruktur yang penting untuk menghubungkan satu daerah ke
daerah lain atau satu pusat perekonomian ke pusat perekonomian lainnya. Ketersediaan
infrastruktur jalan yang baik akan melancarkan penyaluran barang serta mobilitas
manusia atau tenaga kerja. Hubungan antara desa dan kota juga dibantu oleh
ketersediaan infrastruktur jalan
Persentase panjang jalan menurut kondisi menunjukkan bahwa 100 persen jalan berada
dalam keadaan baik. Jalan berkondisi baik adalah jalan yang dapat dilalui oleh
kendaraan dengan kecepatan 60 kilometer per jam dan hingga dua tahun ke depan tanpa
pemeliharaan pada pengerasan jalan. Sedangkan jalan berkondisi sedang pada tahun
2018 adalah sebesar 0 persen. Jalan dengan kondisi sedang adalah jalan yang bisa
dilalui oleh kendaraan dengan kecepatan 40 hingga 60 kilometer per jam dan selama
satu tahun ke depan tanpa rehabilitasi pada pengerasan jalan. Adapun jalan berkondisi
Rusak, yaitu jalan yang dapat dilalui oleh kendaraan dengan kecepatan 20 hingga 40
kilometer per jam serta perlu perbaikan kondisi jalan adalah sebesar 0 persen. Jalan
dengan kondisi rusak berat adalah sebesar 0 persen. Jalan dengan kategori rusak berat
adalah jalan yang bisa dilalui oleh kendaraan dengan kecepatan nol hingga 20 kilometer
per jam. Berikut ini merupakan gambar kondisi jalan dan peta kondisi eksisting jalan
pantai selatan kabupaten cianjur sebagai berikut:

Gambar Kondisi Jalan Pantai Selatan Kab. Cianjur


Kondisi Geometrik Jalan Pantai Selatan Kabupaten Cianjur
Kondisi geometrik wilayah studi yaitu Jalan Pantai selatan (Pansela) Kabupaten
Cianjur mulai dari perbatasan Kecamatan Agrabingta dengan Kabupaten Sukabumi
sampe Kecamatan Cidaun yang berbatasan dengan Kabupaten Garut.dapat dilihat pada
Tabel di bawah ini :
Tabel Rata-rata Geometrik Jalan Pantai Selatan Kab. Cianjur
trotoar
Beban Lalu
Wilayah Panjang Arah Tinggi Lebar
Lebar (m) Lintas
Studi Jalan (km) Arus Permukaan Trotoar (smp/jam)
(cm) (cm)
Jalan Pantai
Selatan
84,5 6-8 2/2 UD 20-25 - 1000
Kab.
Cianjur

Jalan Pantai Selatan termasuk dalam tipe jalan 1 lajur 2 arah tak terbagi (2/2UD)
dengan lebar jalur jalan 8.0 – 8.0 m. Jalan Pantai Selatan merupakan jalan kolektor
primer, yaitu jalan yang melayani angkutan pengumpulan/pembagian dengan ciri-ciri
perjalanan jarak sedang, kecepatan rata-rata sedang, dan jumlah jalan masuk dibatasi
dengan persyaratan kecepatan rencana minimal 40 km/jam, lebar badan jalan minimal
6 meter, kapasitas sama dengan atau lebih besar dari pada volume lalu lintas rata-rata,
jalan masuk dibatasi, direncanakan sehingga tidak mengurangi kecepatan rencana dan
kapasitas jalan.
Jalan Pantai Selatan sebagai jalan kolektor primer yang pelayanannya diutamakan bagi
lalu lintas regional, maka berdasarkan klasifikasi menurut fisik (struktur, perkerasan,
dan fungsi jalan) maka ruas Jalan Pantai Selatan termasuk kategori jalan kelas II,
dimana kelas jalan ini mencakup semua jalan dengan fungsi sekunder, komposisi lalu
lintasnya terdapat lalu lintas lambat tapi tanpa kendaraan tak bermotor. Jumlah jalur
minimal adalah dua jalur dengan kontruksi terbaik.
Beberapa pertimbangan yang dapat menentukan kelas jalan ini, yaitu :
- Struktur perkerasan jalan berupa aspal/hotmix
- Dimensi geometris dengan jumlah jalur hanya dua jalur komposisi lalu lintas
yang masih bercampur antara kendaraan cepat dan lambat
Kondisi Fasilitas Pendukung di Jalan Pantai Selatan Kabupaten
Cianjur
A. Kondisi Fasilitas Pedestrian
Trotoar
Salah satu fasilitas yang diperuntukan bagi pejalan kaki yaitu trotoar.
Berdasarkan survey yang dilakukan kondisi trotoar terlihat buruk, ditandai
dengan halhal sebagai berikut:
 Tidak ratanya permukaan jalur pejalan kaki, sehingga pejalan harus naik
turun, hal ini mempersulit bagi pejalan kaki.
 Kondisi permukaan trotoar rusak, ada tiang utilitas jalan dan pohon
ditengah trotoar bahkan digunakan sebagai parkir kendaraan yang
menghalangi orang untuk berjalan.
 Jalur pejalan yang terlalu sempit sehingga tidak mencukupi kapasitas
pejalan kaki.
 Kurangnya pelindung di sepanjang jalur pejalan kaki. Pelindung dari
kecelakaan kendaraan bermotor maupun dari panas matahari dan hujan.
Pelindung yang ada hanya disebagian kecil yaitu didepan mess Bank
Mandiri.
 Kurangnya lebar efektif trotoar karena adanya PKL (pedegang kaki lima)
yang berjualan, sehingga mempersempit ruang gerak pejalan, dan pejalan
kaki terpaksa menggunakan bahu jalan dan badan jalan untuk berjalan yang
menyebabkan kaadaan yang tidak teratur baik pejalan maupun kendaran
bermotor.
Penyebrangan
Selain trotoar, salah satu fasilitas yang diperuntukan bagi pejalan kaki yaitu
fasilitas penyeberangan. Di sepanjang Jalan Pantai Selatan terdapat
penyeberangan dan ada beberapa zebra cross. Akan tetapi terdapat beberapa
segmen jalan yang tidak dilengkapi zebra cross contohnya pada SDN 1
Agrabinta dimana disana banyak anak anak yang melintas tanpa dilengkapi
zebra cross dan beberapa segmen lainnya.
B. Rambu Rambu Lalu Lintas dan Penerangan Jalan
Rambu lalu lintas adalah bagian datri perlengkapan jalan yang memuat
lambang, huruf, angka, kalimat dan atau perpaduan diantaranya, yang
digunakan untuk memberikan peringatan, larangan, perintah dan petunjuk bagi
pemakai jalan. Rambu lalu lintas diatur menurut Peraturan Menteri
Perhubungan Nomor 13 tahun 2014. Agar rambu terlihat baik siang ataupun
malam atau pada waktu hujan maka bahan harus terbuat dari material retro-
reflektif.
Setiap jenis lalu lintas mempunyai tata tertib masing-masing. Sebagai peraturan
lalu lintas yang berlaku di Indonesia xdibuat dalam bentuk rambu-rambu lalu
lintas yang bersifat internasional. Terdapat beberapa rambu yang kurang di
beberapa ruas jalan diantaranya petunjuk jalan menuju beberapa wisata yang
terdapat disana kemudian kurangnya penerangan jalan sehingga jika
menggunakan jalan pada malam hari rambu yang sudah ada kurang terlihat dan
sedikit membahayakan pada pengguna jalan.