Anda di halaman 1dari 24

LAPORAN PRAKTIKUM

BIOKIMIA PERTANIAN

ACARA I
KARBOHIDRAT

Oleh:
Khoerul Umam
NIM. 2018 01 05 012
Rombongan 2 0
PJ Asisten : Rifzal Subehi

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
PURWOKERTO
2019

1
I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Biokimia merupakan ilmu yang mempelajari struktur dan fungsi komponen

selular, seperti protein, karbohidrat, lipid, asam nukleat, dan biomolekul lainnya.

Saat ini biokimia lebih terfokus secara khusus pada kimia reaksi

termediasi enzim dan sifat-sifat protein. Secara biokimia karbohidrat adalah

polihidroksil-aldehida atau polihidroksil-keton, atau senyawa yang menghasilkan

senyawa-senyawa ini bila dihidrolisis. Karbohidrat mengandung gugus fungsi

karbonil (sebagai aldehida atau keton) dan banyak gugus hidroksil. Pada awalnya,

istilah karbohidrat digunakan untuk golongan senyawa yang mempunyai rumus

(CH2O)n, yaitu senyawa-senyawa yang n atom karbonnya tampak terhidrasi oleh

molekul air. Namun demikian, terdapat pula karbohidrat yang tidak memiliki rumus

demikian dan ada pula yang mengandung nitrogen, fosforus, atau sulfur.

Karbohidrat menyediakan kebutuhan dasar yang diperlukan tubuh makhluk hidup.

Monosakarida, khususnya glukosa, merupakan nutrien utama sel. Misalnya, pada

vertebrata, glukosa mengalir dalam aliran darah sehingga tersedia bagi seluruh sel

tubuh.

Sel-sel tubuh tersebut menyerap glukosa dan mengambil tenaga yang

tersimpan di dalam molekul tersebut pada proses respirasi selular untuk

menjalankan sel-sel tubuh. Selain itu, kerangka karbon monosakarida juga

berfungsi sebagai bahan baku untuk sintesis jenis molekul organik kecil lainnya,

termasuk asam amino dan asam lemak. Sebagai nutrisi untuk manusia, 1 gram

2
karbohidrat memiliki nilai energi 4 Kalori. Dalam menu makanan orang Asia

Tenggara termasuk Indonesia, umumnya kandungan karbohidrat cukup tinggi,

yaitu antara 70–80%. Bahan makanan sumber karbohidrat ini misalnya padi-padian

atau serealia (gandum dan beras), umbi-umbian (kentang, singkong, ubi jalar), dan

gula.

B. Tujuan

Tujuan praktikum karbohidrat dengan uji molisch agar mahasiswa memahami

reaksi dehidrasi atau pelepasan molekul air dalam suatu senyawa, yang mrupakan

sifat karbohidrat jika direaksikan dengan asam kuat pekat. Sedangkan karbohidrat

dengan uji iodin agar mahasiswa dapat mengetahui adanya ikatan molekul pati

(amilum) dan iod.

3
II. TINJAUAN PUSTAKA

Karbohidrat merupakan persenyawaan antara karbon, hidrogen, dan oksigen

yang terdapat di alam dengan rumus empiris Cn(H2O)n. Melihat rumus empiris

tersebut, maka senyawa ini pernah diduga sebagai ”hidrat dari karbon”, sehingga

disebut sebagai karbohidrat. Sejak tahun 1880 telah disadari bahwa gagasan ”hidrat

dari karbon” merupakan gagasan yang tidak benar. Hal ini karena ada beberapa

senyawa yang mempunyai rumus empiris seperti karbohidrat tetapi bukan

karbohidrat (Almatsier, 2010).

Asam asetat misalnya dapat ditulis (C2(H2O)2 dan formaldehid dengan

rumus CH2O atau HCHO. Dengan demikian suatu senyawa termasuk karbohidrat

tidak hanya ditinjau dari rumus empirisnya saja, tetapi yang paling penting ialah

rumus strukturnya (Almatsier, 2010).

Rumus struktur akan terlihat bahwa ada gugus fungsi penting yang terdapat

pada molekul karbohidrat yaitu gugus fungsi karbonil(aldehid dan keton). Gugus-

gugus fungsi itulah yang menentukan sifat senyawa tersebut. Berdasarkan gugus

yang ada pada molekul karbohidrat dapat didefinisikan sebagai

polihidroksialdehida dan polihidroksiketon atau senyawa yang menghasilkannya

pada proses hidrolisis (Almatsier, 2010).

Negara-negara sedang berkembang kurang lebih 80% energi makanan berasal

dari karbohidrat. Menurut Neraca Bahan Makanan 1990 yang dikeluarkan oleh Biro

Pusat Statistik, di Indonesia energi berasal dari karbohidrat merupakan 72% jumlah

energi rata-rata sehari yang dikonsumsi oleh penduduk. Di negara-negara maju

4
seperti Amerika Serikat dan Eropa Barat, angka ini lebih rendah, yaitu rata-rata

50%. Nilai energi karbohidrat adalah 4 kkal per gram (Almatsier, 2010).

Karbohidrat yang penting dalam ilmu gizi dibagi dalam dua golongan, yaitu

karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks. Sesungguhnya semua jenis

karbohidrat terdiri atas karbohidrat sederhana atau gula sederhana; karbohidrat

kompleks mempunyai lebih dari dua unit gula sederhana dalam satu molekul

(Almatsier, 2010).

Karbohidrat sederhana terdiri atas (Almatsier, 2010) :

1. Monosakarida yang terdiri atas jumlah atom C yang sama dengan molekul air,

yaitu [C6(H2O)6] dan [C5(H2O)5];

2. Disakarida yang terdiri atas ikatan 2 monosakarida di mana untuk tiap 12 atom

C ada 11 molekul air [C12(H2O)11];

3. Gula alkohol merupakan bentuk alkohol dari monosakarida

Monosakrida adalah karbohidrat yang tidak dapat dihidrolisis menjadi

karbohidrat yang lebih sederhana. Monosakarida ini dapat diklasifikasikan sebagai

triosa, tetrosa, pentosa, heksosa, atau heptosa, bergantung pada jumlah atom

karbon; dan sebagai aldosa atau ketosa bergantung pada gugus aldehida atau keton

yang dimilki senyawa tersebut (Murray dkk, 2009).

Gliseraldehid adalah aldosa yang paling sederhana, dan dihidroksiasetan

adalah ketosa yang paling sederhana pula. Aldosa atau ketosa lainnya dapat

diturunkan dari gliseraldehida atau dihidroksiaseton dengan cara menambahkan

atom karbon, masing-masing membawa gugus hidroksil (Almatsier, 2010).

5
Sebagian besar monosakarida dikenal sebagai heksosa, karena terdiri atas 6-

rantai atau cincin karbon. Atom-atom hidrogen dan oksigen terikat pada rantai atau

cincin ini secara terpisah atau sebagai gugus hidroksil (OH). Ada tiga jenis heksosa

yang penting dalam ilmu gizi, yaitu glukosa, fruktosa, dan galaktosa. Ketiga macam

monosakarida ini mengandung jenis dan jumlah atom yang sama, yaitu 6 atom

karbon, 12 atom hidrogen, dan 6 atom oksigen. Perbedaannya hanya terletak pada

cara penyusunan atom-atom hidrogen dan oksigen di sekitar atom-atom karbon.

Perbedaan dalam susunan atom inilah yang menyebabkan perbedaan dalam tingkat

kemanisan, daya larut, dan sifat lain ketiga monosakarida tersebut (Almatsier,

2010).

Disakarida adalah produk kondensasi dua unit monosakarida. Ada empat

jenis disakarida yaitu sukrosa atau sakarosa, maltosa, laktosa, dan trehalosa.

Trehalosa tidak begitu penting dalam ilmu gizi. Kedua monosakarida yang saling

mengikat berupa ikatan glikosidik melalui satu atom oksigen. Ikatan glikosidik ini

biasanya terjadi antara atom C nomor 1 dengan atom C nomor 4 dan membentuk

ikatan alfa, dengan melepaskan satu molekul. Hanya karbohidrat yang unit

monosakaridanya terikat dalam bentuk alfa dapat dicernakan. Disakarida dapat

dipecah kembali menjadi dua molekul monosakarida melalui hidrolisis. Glukosa

terdapat pada empat jenis disakarida; monosakarida lainnya adalah fruktosa dan

galaktosa (Almatsier, 2010).

Gula alkohol terdapat di dalam alam dan dapat pula dibuat secara sintetis.

Ada empat jenis gula alkohol, yaitu sorbitol, manitol, dulsitol, dan inositol. Sorbitol

terdapat di dalam beberapa jenis buah dan secara komersial dibuat dari glukosa.

6
Sorbitol banyak digunakan dalam minuman dan makanan khusus pasien diabetes,

seperti minuman ringan, selai dan kue-kue. Manitol dan dulsitol adalah alkohol

yang dibuat dari monosakarida manosa dan galaktosa. Secara komersial, manitol

diekstraksi dari sejenis rumput laut. Kedua jenis alkohol ini banyak digunakan

dalam industri pangan. Sedangkan inositol merupakan alkohol siklis yang

menyerupai glukosa. Inositol terdapat dalam banyak bahan makanan, terutama

dalam sekam serealia. Bentuk esternya dengan asam fitat menghambat absorpsi

kalsium dan zat besi dalam usus halus (Almatsier, 2010).

Rafinosa, stakiosa, dan verbaskosa adalah oligosakarida yang terdiri atas unit-

unit glukosa, fruktosa dan galaktosa. Ketiga jenis oligosakarida ini terdapat di

dalam biji tumbuh-tumbuhan dan kacang-kacangan.seperti halnya polisakarida

nonpati, oligosakarida ini di dalam usus besar mengalami fermentasi (Almatsier,

2010).

Untuk karbohidrat kompleks terdiri atas (Almatsier, 2010):

1. Polisakarida yang terdiri atas lebih dari dua ikatan monosakarida.

2. Serat yang dinamakan juga polisakarida nonpati.

Polisakarida tersusun dari banyak unit monosakarida yang terikat antara satu

dengan yang lain melalui ikatan glikosida. Hidrolisis total dari polisakarida

menghasilkan monosakarida (Tim Dosen, 2010).

Polisakarida dapat dihidrolisis oleh asam atau enzim tertentu yang kerjanya

spesifik. Hidrolisis sebagian polisakarida menghasilkan oligosakarida dan dapat

digunakan untuk menentukan struktur molekul polisakarida (Sirajuddin dan

Najamuddin, 2011).

7
Karbohidrat kompleks ini dapat mengandung sampai tiga ribu unit gula

sederhana yang tersusun dalam bentuk rantai panjang lurus atau bercaban. Gula

sederhana ini terutama adalah glukosa. Jenis polisakarida yang penting dalam ilmu

gizi adalah pati, dekstrin, glikogen, dan polisakarida nonpati (Almatsier, 2010).

Pati merupakan simpanan karbohidrat dalam tumbuh-tumbuhan dan

merupakan karbohidrat utama yang dimakan manusia di seluruh dunia. Pati

terutama terdapat dalam padi-padian, biji-bijian, dan umbi-umbian. Jumlah unit

glukosa dan susunannya dalam satu jenis pati berbeda satu sama lain bergantung

jenis tanaman asalnya. Rantai glukosa terikat satu sama lain melalui ikatan alfa

yang dapat dipecah dalam proses pencernaan (Almatsier, 2010).

Dekstrin merupakan produk antara pada pencernaan pati atau dibentuk

melalui hidrolisis parsial pati. Dekstrin merupakan sumber utama karbohidrat

dalam makanan. Cairan glukosa dalam hal ini merupakan campuran dekstrin,

maltosa, glukosa, dan air. Dekstrin maltosa, suatu produk hasil hidrolisis parsial

pati, digunakan sebagai makanan bayi karena tidak mudah mengalami fermentasi

dan mudah dicernakan (Almatsier, 2010).

Glikogen dinamakan juga pati hewan karena merupakan bentuk simpanan

karbohidrat di dalam tubuh manusia dan hewan, yang terutama terdapat di dalam

hati dan otot. Glikogen terdiri atas unit-unit glukosa dalam bentuk rantai lebih

bercabang. Struktur yang lebih bercabang ini membuat glikogen lebih mudah

dipecah. Glikogen dalam otot hanya dapat digunakan untuk keperluan energi di

dalam otot tersebut, sedangkan glikogen dalam hati dapat digunakan sebagai

sumber energi untuk keperluan semua sel tubuh. Kelebihan glukosa melampaui

8
kemampuan menyimpannya dalam bentuk glikogen akan diubah menjadi lemak

dan disimpan dalam jaringan lemak. Glikogen tidak merupakan sumber karbohidrat

yang penting dalam bahan makanan, karena hanya terdapat di dalam makanan

berasal dari hewani dalam jumlah terbatas (Almatsier, 2010).

Glikogen mempunyai struktur empiris yang serupa dengan amilum pada

tumbuhan. Pada proses hidrolisis, glikogen menghasilkan pula glukosa karena baik

amilum maupun glikogen, tersusun dari sejumlah satuan glukosa. Glikogen dalam

air akan membentuk koloid dan memberikan warna merah dangan larutan iodium.

Pembentukan glikogen dari glukosa dalam sel tubuh diatur oleh hormon insulin dan

prosesnya disebut glycogenesis. Sebaliknya, proses hidrolisis glikogen menjadi

glukosa disebut glycogenolisis (Sirajuddin dan Najamuddin, 2011)

Mengenai penjelasan tentang serat, akhir-akhir ini banyak mendapat

perhatian karena peranannya dalam mencegah berbagai penyakit. Definisi terakhir

yang diberikan untuk serat makanan adalah polisakarida nonpati yang menyatakan

polisakarida dinding sel. Ada dua golongan serat, yaitu yang tidak dapat larut dan

yang dapat larut dalam air. Serat yang tidak dapat larut dalam air adalah selulosa,

hemiselulosa, dan lignin. Serat yang larut dalam air adalah pektin, gum, mukilase,

glukan dan algal (Almatsier, 2010).

Selulosa, hemiselulosa, dan lignin merupakan kerangka struktural semua

tumbuh-tumbuhan. Selulosa merupakan bagian utama dinding sel tumbuh-

tumbuhan yang terdiri atas polimer linier panjang hingga 10.000 unit glukosa

terikat dalam bentuk ikatan beta. Polimer karbohidrat dalam bentuk ikatan beta

tidak dapat dicernakan oleh enzim pencernaan manusia (Almatsier, 2010).

9
Pektin, gum, dan mukilase terdapat di sekeliling dan di dalam sel tumbuh-

tumbuhan. Ikatan-ikatan ini larut atau mengembang di dalam air sehingga

membentuk gel. Oleh karena itu, di dalam industri pangan digunakan sebagai bahan

pengental, emulsifer,dan stabilizer (Almatsier, 2010).

Pada umumnya, karbohidrat berupa serbuk putih yang mempunyai sifat sukar

larut dalam pelarut nonpolar, tetapi mudah larut dalam air. Kecuali polisakarida

bersifat tidak larut dalam air. Amilum dengan air dingin akan membentuk suspensi

dan bila dipanaskan akan terbentuk pembesaran berupa pasta dan bila didinginkan

akan membentuk koloid yang kental semacam gel (Sirajuddin dan Najamuddin,

2011).

Adapun fungsi dari karbohidrat diantaranya (Almatsier, 2010):

1. Sumber energi : fungsi utama karbohidrat adalah menyediakan energi bagi

tubuh. Karbohidrat merupakan sumber utama energi bagi penduduk di seluruh

dunia, karena banyak didapat alam dan harganya relatif murah. Karbohidrat di

dalam tubuh berada dalam sirkulasi darah sebagai glukosa untuk keperluan

energi segera;sebagian disimpan sebagai glikogen dalam hati dan jaringan otot,

dan sebagian diubah menjadi lemak untuk kemudian disimpan sebagai

cadangan energi di dalam jaringan lemak.

2. Pemberi rasa manis pada makanan : karbohidrat memberi rasa manis pada

makanan, khususnya mono dan disakarida. Sejak lahir manusia menyukai rasa

manis. Alat kecapan pada ujung lidah merasakan rasa manis tersebut. Gula

tidak mempunyai rasa manis yang sama. Fruktosa adalah gula paling manis.

10
3. Penghemat protein : bila karbohidrat makanan tidak mencukupi, maka protein

akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi, dengan mengalahkan

fungsi utamanya sebagai zat pembangun. Sebaliknya, bila karbohidrat

makanan mencukupi, protein terutama akan digunakan sebagai zat pembangun.

4. Pengatur metabolisme lemak : karbohidrat mencegah terjadinya oksidasi

lemak yang tidak sempurna, sehingga menghasilkan bahan-bahan keton berupa

asam asetoasetat,aseton, dan asam beta-hidroksi-butirat.

5. Membantu pengeluaran feses : karbohidrat membantu pengeluaran feses

dengan cara peristaltik usus dan memberi bentuk pada feses. Selulosa dalam

serat makanan mengatur peristaltik usus,sedangkan hemiselulosa dan pektin

mampu menyerap banyak air dalam usus besar sehingga memberi bentuk pada

sisa makanan yang akan dikeluarkan.

Bila tidak ada karbohidrat, asam amino dan gliserol yang berasal dari lemak

dapat diubah menjadi glukosa untuk keperluan energi otak dan sistem saraf pusat.

Oleh sebab itu, tidak ada ketentuan tentang kebutuhan karbohidrat sehari untuk

manusia. Untuk memelihara kesehatan, WHO (1990) menganjurkan agar 50-65%

konsumsi energi total berasal dari karbohidrat kompleks dan paling banyak hanya

10% berasal dari gula sederhana (Almatsier, 2010).

11
III. METODE PRAKTIKUM

A. Alat dan Bahan

Alat yang digunakan meliputi : Tabung reaksi, pipet tetes dan batang pengaduk,

sedangkan bahan yang digunakan antara lain : larutan glukosa 0,02 M, larutan

sukrosa 0,02 M, larutan pati 0,7%. Pada uji Molisch ada tambahan bahan yaitu

pereaksi Molisch dan larutan asam sulfat pekat, sedangkan pada uji Iod bahan

tambahannya ialah pereaksi Iod.

B. Prosedur Kerja

1. Uji Molisch

a. Di dalam 3 tabung reaksi bersih berisi 1 mL larutan glukosa 0,02 M, 1 mL

larutan sukrosa 0,02 M, dan 1 mL Larutan pati 0,7%.

b. Di dalam masing-masing tabung reaksi tersebut ditambahkan 2 tetes

pereaksi Molisch, kemudian dikocok hingga homogen.

c. Ditambahkan dengan hati-hati 2 mL asam sulfat pekat melalui dinding

tabung reaksi (tidak boleh langsung ke larutan), sehingga tejadi 2 lapisan.

d. Amati timbulnya warna pada batas kedua lapisan tersebut, catat dari ketiga

macan karbohidrat yang diuji manakah yang paling pekat terhadap uji

Molisch.

12
2. Uji Iod

a. Di dalam 3 tabung reaksi bersih berisi 1 mL larutan glukosa 0,02 M, 1 mL

larutan sukrosa 0,02 M, dan 1 mL larutan pati 0,7%.

b. Ke dalam masing-masing tabung reaksi tersebut ditambahkan 1 mL larutan

Iodin, dicampur dengan baik.

c. Amati timbulnya warna, catat dari ketiga macam karbohidrat yang diuji

manakah yang positif terhadap uji Iodin.

C. Skema Kerja

1. Uji Molisch

3 tabung reaksi

1. Berisi 1 ml glukosa (0,02M)


2. Berisi 1 ml Sukrosa (0,02M)
3. Berisi 1 ml Pati 0,7 %

Masing-masing di tambah 2 tetes pereaksi molisch

Kocok sampai homogen

Ditambahkan 2 ml asam sulfat pekat melalui


dinding tabung reaksi

Timbul warna ungu pada batas 2 lapisan larutan

13
2. Uji Iod

3 tabung reaksi

4. Berisi 1 ml glukosa (0,02M)


5. Berisi 1 ml Sukrosa (0,02M)
6. Berisi 1 ml Pati 0,7 %

Masing-masing di tambah 1ml larutan Iodin

Campur dengan baik

Amati timbulnya warna, catat dari ketiga macam


karbohidrat yang diuji manakah yang positif terhadap
uji Iodin

14
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil

1. Uji Molish

No. Larutan Warna + Reaksi Warna 2 Lapisan + H2SO4


Molisch
1. Glukosa 0,02 M Agak Keruh Tidak Terbentuk
2. Sukrosa 0,02 M Bening Tidak Terbentuk
3. Pati 0,7 % Keruh Tidak Terbentuk

2. Uji Iod

No. Larutan Warna Larutan + Pereaksi Iod


1. Glukosa 0,02 M Kuning
2. Sukrosa 0,02 M Kuning Pudar
3. Pati 0,7 % Kuning Keruh

B. Pembahasan

Karbohidrat menurut saya dibagi menjadi 3 bagian yaitu Monosakarida,

disakarida, dan Polisakarida. Contoh dari monosakarida ialah glukosa, fruktosa dan

glukosa. Contoh disakarida ialah penggabungan dua karbohidrat seperti laktosa

(gabungan antara glukosa dan galaktosa), maltosa (gabungan anrata glukosa dengan

glukosa). Sukrosa (gabungan antara glukosa dan fruktosa). sedangkan contoh dari

polisakarida ialah amilum (pati).

Ada beberapa pembagian senyawa karbohidrat. Karbohidrat diklasifikasikan

dalam empat golongan yaitu monosakarida, disakarida, oligosakarida, dan

polisakarida. Monosakarida merupakan jenis karbohidrat yang paling sederhana,

15
yang tidak dapat dihidrolisis lagi menjadi karbohidrat yang lebih kecil lagi.

Disakarida merupakan gabungan dari dua unit monosakarida yang digabungkan

dengan ikatan glikosidik. Polisakarida adalah gabungan lebih dari 10 unit

monosakarida, contohnya Amilum, glikogen dan dekstrin.(Novi khila 2017).

Dalam ilmu gizi karbohidrat berdasarkan kompleksitasnya, ada karbohidrat

sederhana dan karbohidrat kompleks. Dikatakan karbohidrat sederhana karena

mudah dicerna dan mudah di pecah menjadi gula darah dan menjadi energi.

Sedangkan karbohidrat kompleks lebih rumit proses cernanya karena lambat pecah

menjadi gula darah dan sumber energi. (Anita et.al. 2014).

Keberadaan karbohidrat dapat direaksikan melalui analisis kualitatif.

Berikut ini adalah analisa kualitatif yang sering digunakan :

1. Uji Molisch

Hidrolisis ikatan glikosidik pada karbohidrat oleh asam sulfat pekat akan

menghasilkan monosakarida, yang terhidratasi menjadi furfural dan

turunannya. Senyawa tersebut kemudian berkondensasi dengan α-naftol

membentuk senyawa berwarna. Reaksi positif ditandai dengan munculnya

cincin ungu di permukaan antara lapisan asam dan lapisan sampel.(Sumardjo

2006).

2. Uji Iodin

Iodine yang diarbsopsi oleh larutan polisakarida akan memberi warna. Warna

yang dihasilkan akan bergantung pada jenis polisakarida pengadsorpsi. Larutan

amilum dengan iodine akan memberikan warna biru, sedangkan larutan

16
glikogen yang terhidrolisa secara parsial akan menghasilkan warna coklat

kemerahan.(Khoirunnisya 2017)

Perbedaan antara uji Molisch dan Uji iodine ialah pada hasil karbohidrat

yang diteliti. Pada uji Molisch akan membentuk monosakarida, ketika positif akan

membentuk cincin violet. Sedangkan pada uji Iodine menggunakan polisakarida

untuk menentukan positif atau tidaknya mengandung polisakarida. Ketika senyawa

tersebut mengandung amilum makan akan membentuk warna biru.

Karbohidrat merupakan salah satu gizi yang diperlukan oleh manusia yang

berfungsi untuk penghasil energi. Selain itu fungsi karbohidrat bagi tubuh ialah

pemberi rasa manis pada makanan, penghemat protein, pengantar metabolisme

lemak dan membantu pengeluaran feces.(Wiworo. Et.al. 2018)

Uji Molisch adalah uji yang memiliki prinsip hidrolisis karbohidrat menjadi

monosakarida, selanjutnya monosakarida jenis pentosa akan mengalami dehidrasi

dengan asam tersebut menjadi furfural, sementara golongan heksosa menjadi

hidroksi-multifurfural menggunakan asam organik pekat. Pereaksi Molisch yang

terdiri dari α-naftol dalam alkohol akan bereaksi dengan furfural tersebut

membentuk senyawa kompleks berwarna ungu. Uji ini bukan uji spesifik untuk

karbohidrat. Warna ungu kemerah-merahan menyatakan reaksi positif, sedangkan

warna hijau adalah negatif (Sumardjo 2006).

Percobaan menunjukkan hasil bahwa larutan yang diuji pada Glukosa 0,2 M

dan Sukrosa 0,02 M, pati 7 % , tidak terbentuk cincin kemerahan pada batas

diantara pereaksi dengan larutan coba. Tidak terbentuknya Cincin kemerahan

karena kurang banyaknya larutan H2SO4. H2SO4 pekat berfungsi untuk

17
menghidrolisis ikatan pada sakarida untuk menghasilkan furfural. Furfural ini

kemudian bereaksi dengan reagent Molisch, α-naphthol membentuk cincin yang

berwarna ungu kemerah-merahan (Rahayu Anny et al 2005).

Uji Iodin bertujuan untuk mengetahui adanya polisakarida. Polisakarida yang

ada dalam sampel akan membentuk komplek adsorpsi berwarna spesifik dengan

penambahan iodium. Polisakarida jenis amilum akan memberikan warna biru.

Desktrin akan memberikan warna merah anggur, sedangkan glikogen dan pati

mengalami hidrolisis parsial akan memberikan warna merah coklat.

Percobaan menunjukkan hasil bahwa larutan yang diuji pada Glukosa 0,02 M

dan Sukrosa 0,02 M, pati 7 % , dari ketiga larutan tersebut di hasilkan warna yang

berbeda-beda pada larutan Glukosa 0,02 M dihasilkan warna kuning (merah

kecoklatan). Pada laruta sukrosa 0,02 M dihasilkan warna kuning pudar (merah

kecoklatan pudar). Sedangkan pada larutan Pati 0,7% dihasilkan warna kuning

keruh (Merah kecoklatan keruh). Ketiga larutan tersebut positif mengandung

glikogen karena warna yang dihasilkan kuning (merah kecoklatan).

18
V. KESIMPULAN DAN SARANA

A. Kesimpulan

1. Dari hasil praktikum uji molisch dapat disimpulkan bahwa larutan yang positif

mengandung karbohidrat akan membentuk cincin berwarna violet.

2. Dari hasil praktikum dengan uji Iodin dapat disimpulkan bahwa ketiga larutan

Glukosa 0,02 M, Sukrosa 0,02 M dan Pati 0,7 % positif mengandung Glikogen

karena membentuk warna merah kecoklatan, dengan kepekatan yang berbeda

antar larutan.

B. Saran

Dalam melakukan praktikum, sebaiknya perhatikan kebersihan, kelengkapan

alat dan bahan serta ketelitian dalam mencampurkan bahan karena hal itu dapat

mempengaruhi hasil percobaan yang dilakukan.

19
DAFTAR PUSTAKA

Almatsier. S. 2010. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama

Murray, R. K. dkk. 2009. Biokimia Harper. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran


EGC

Sirajuddin, S dan Najamuddin, U. 2011. Penuntun Praktikum Biokimia. Makassar


Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin

Khila Firani Novi. 2017. Metabolisme Karbohidrat. Malang : UB Press

Anita. 2014. Menu Karbohidrat Bayi dan Balita. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama

Sumardjo Damin. 2006. Pengantar Kimia. Jakarta : Buku Kedokteran EGC

Khoirunnisa et al, 2017. BIOKIMIA. Jakarta : CV Qiara Media

Wiworo. Et.al., 2018. Hubungan Antara Konsumsi Karbohidrat dengan Keparahan


Karies Gigi pada Anak Usia prasekolah di Kecamatan Depok, Sleman
Yogyakarta” .Yogyakarta : Berita Kedokteran Masyarakat XVII

20
LAMPIRAN

A. Dokumentasi Kegiatan

21
22
B. ACC

23
C. Laporan Sementara

24