Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

PENDEKATAN PEMBELAJARAN BERBASIS LINGKUNGAN DAN


SAINS TEKNOLOGI DAN MASYARAKAT

DI SUSUN OLEH :

NAMA : INDAH SARI HARAHAP (11733110


MARIANA AGUSTINA TURNIP (1173311076)
NENSHY SILVIANITA HARAHAP (11733110

KELAS : B EKSTENSI

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN


FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
2017/2018
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur bagi Tuhan Yang Maha Kuasa atas berkat dan karuniaNya maka penulis
dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “PENDEKATAN
PEMBELAJARAN BERBASIS LINGKUNGAN DAN SAINS DAN TEKNOLOGI”. Atas
dukungan moral dan materi yang diberikan dalam penyusunan makalah ini, maka penulis
mengucapkan banyak terima kasih kepada teman-teman yang sudah membantu.

Penulis menyadari bahwa makalah ini belumlah sempurna. Oleh karena itu, saran dan kritik
yang membangun dari teman-teman sangat dibutuhkan untuk penyempurnaan makalah ini.

Medan, 28 MARET 2017

PENULIS
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I Pendahuluan ..............................................................................................
Latar Belakang..................................................................................................
Tujuan Pembuatan Makalah...............................................................................
Manfaat …………………………………………………………......................
BAB II Pembahasan......................................................................... .........................

BAB III Penutup............................................................................................................


Kesimpulan......................................................................................................
Saran....................................................................................................................

Daftar Pustaka..................................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah


Media lingkungan alam sekitar sebagai pendidikan di luar ruangan kelas yang
berkaitan terutama dengan penggunaan/pemanfaatan sumber daya alam (Lily Barlia, 2008 :
4). Alam sekitar sebagai fundamen pendidikan dan pengajaran memberikan dasar
emosiaonal, sehingga anak menaruh perhatian yang spontan terhadap segala sesuatu yang
diberikan kepadanya asal itu didasarkan atas dan diambil dari alam sekitar.
Secara harfiah, pembelajaran dengan pendekatan lingkungan sekitar dapat diartikan sebagai
proses belajar mengajar yang berorientasi kepada dan berlangsung di lingkungan alam
sekitar.
Berdasarkan tujuannya, proses pembelajaran dengan pendekatan lingkungan alam sekitar
dapat didefinisikan sebagai penggunaan atau pemanfaatan fasilitas-fasilitas yang ada di
lingkungan alam sekitar sekolah (Lily Barlia, 2008 : 5). Pendidikan dengan pendekatan
lingkungan sekitar, dapat membantu pemenuhan kebutuhan pengetahuan anak didik, juga
dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

Pada zaman sekarang ini, pengetahuan dan teknologi begitu familiar dalam kehidupan
kita sehari-hari sehingga memunculkan kata- kata seperti IPTEK, ilmu pengetahuan dan
teknologi. Sedangkan sains sendiri merupakan kata serapan dari bahasa Inggris, science. Dari
segi etimologi, science berasal dari kata scientia, yang mengandung arti pengetahuan filsafat
ilmu, pengetahuan yang terkoordinasi, terstruktur dan sistematik disebut ilmu. Pengertian
sains dibatasi hanya pada pengetahuan yang positif, artinya yang hanya dapat dijangkau oleh
panca indera kita.Pada mulanya ilmu atau sains hanya berkaitan dengan alam, namun dalam
perkembangan selanjutnya akan dikemukakan bahwa ilmu dalam perkembangannya juga
berkaitan dengan masyarakat. Tidak hanya itu saja, hampir di setiap segi kehidupan kita pun
terkait dengan teknologi. Dalam hal itu semua, maka perlu adanya suatu pemahaman yang
menyeluruh tentang sains teknologi masyarakat (STM) itu sendiri.

Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka persoalan mendasar yang hendak ditelaah
dalam makalah ini adalah
1. Bagaimana pendekatan berbasis masalah lingkungan dan masyarakat
2. Apa itu pendekatan sains teknologi masyarakat?
3. Bagaimanakah ciri-ciri pendekatan sains teknologi masyarakat?
4. Bagaimanakah langkah-langkah pendekatan sains teknologi masyarakat?
5. Apa saja kelebihan dan kekurangan pendekatan sains teknologi masyarakat?

Tujuan
1. Untuk mengetahui definisi dari pembelajaran,
2. Untuk mengetahui pengertian lingkungan,
3. Untuk mengetahui pengertian pembelajaran berbasis lingkungan
4. Untuk mengetahui definisi/pengertian dari pendekatan sains teknologi masyarakat.
5. Untuk mengetahui ciri-ciri pendekatan sains teknologi masyarakat.
6. Untuk mengetahui langkah-langkah dalam pendekatan sains teknologi masyarakat.
7. Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan dari pendekatan sains teknologi masyarakat.
.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Pembelajaran
Pembelajaran adalah membelajarkan peserta didik menggunakan asas pendidikan maupun
teori belajar merupakan penentu utama keberhasilan pendidikan. (Syaiful, 2003:61). Menurut
Oemar Hamalik (2007:77) pembelajaran adalah suatu sistem artinya suatu keseluruhan yang
terdiri dari komponen-komponen yang berinteraksi antara satu dengan lainnya dan dengan
keseluruhan itu sendiri untuk mencapai tujuan pengajaran yang telah ditetapkan sebelumnya.
Adapun komponen-komponen tersebut meliputi tujuan pendidikan dan pengajaran, peserta didik
dan peserta didik, tenaga kependidikan khususnya guru, perencanaan pengajaran, strategi
pengajaran, media pengajaran, dan evaluasi pengajaran.
Pembelajaran menurut Dimyati dan Mudjiono (2006:17) adalah kegiatan guru secara
terprogram dalam desain instruksional, untuk membuat peserta didik belajar secara aktif, yang
menekankan pada penyediaan sumber belajar. Sedangkan Coney (dalam Sagala, 2005:61)
mengatakan bahwa pembelajaran sebagai suatu proses dimana lingkungan seseorang secara
sengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu dalam kondisi-
kondisi khusus atau menghasilkan respon terhadap situasi tertentu. Berdasarkan dari teori-teori
tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran adalah suatu proses yang dilakukan oleh guru
yang telah diprogram dalam rangka membelajarkan peserta didik untuk mencapai tujuan
pembelajaran yang telah ditentukan sesuai dengan petunjuk kurikulum yang berlaku.

B. Pengertian Lingkungan
Dalam kamus besar bahasa Indonesia, lingkungan diartikan sebagai sebuah keadaan sekitar
yang mempengaruhi perkembangan dan tingkah laku manusia (Poerwadarminta, Pusat Bahasa
Depdiknas, 2009: 526). “Tempat atau lingkungan alam sekitar yaitu dimana saja seseorang dapat
melakukan belajar atau proses perubahan tingkah laku maka tempat itu dapat dikategorikan
sebagai tempat belajar yang berarti sumber belajar, misalnya perpustakaan, pasar, museum,
sungai, gunung, tempat pembuangan sampah, kolam ikan, dan sebagainya”. (Majid, 2009: 170).

Menurut Mulyasa (Wahyuni, 2009: 11) pendekatan lingkungan merupakan pendekatan


pembelajaran yang berusaha untuk meningkatkan keterlibatan peserta didik melalui
pendayagunaan lingkungan sebagai sumber belajar. Dalam pembelajaran berbasis lingkungan
ini, akan dibentuk kelompok kecil yang akan digunakan untuk pelaksanaan penelitian.
C. Pengertian Pembelajaran Berbasis Lingkungan
Karjiyadi (2012) mengatakan bahwa: “Pembelajaran berbasis lingkungan mengarah pada
pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajarnya. Lingkungan dapat
diformat maupun digunakan sebagai sumber belajar. Dalam hal ini, guru dapat mengaitkan
antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata peserta didik sehingga dapat
mendorong peserta didik membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan
penerapannya dalam kehidupan sehari-hari”. Menurut Mulyasa (Wahyuni, 2010: 12)
pembelajaran berdasarkan pendekatan lingkungan dapat dilakukan dengan dua cara:
1. Membawa peserta didik ke lingkungan untuk kepentingan pembelajaran. Hal ini bisa
dilakukan dengan metode karyawisata, metode pemberian tugas, dan lain-lain.
2. Membawa sumber-sumber dari lingkungan ke sekolah (kelas) untuk kepentingan
pembelajaran. Sumber tersebut bisa sumber asli, seperti narasumber, bisa juga sumber tiruan,
seperti model dan gambar.
Berdasarkan pendapat-pendapat diatas pembelajaran berbasis lingkungan adalah
pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar yang membimbing
peserta didik untuk menghubungkan pengetahuannya dengan kehidupan sehari-hari.
Proses belajar berdasarkan alam sekitar akan membantu anak didik untuk menyesuaikan
dirinya dengan keadaan sekitarnya. Ovide Decroly dikenal dengan teorinya, bahwa sekolah
adalah dari kehidupan dan untuk kehidupan (Ecole pour la vie par lavie). Dikemukakan
bahwa bawalah kehidupan ke dalam sekolah agar kelak anak didik dapat hidup di
masyarakat.
Ada dua istilah yang sangat erat kaitannya, tetapi berbeda secara gradual, ialah alam
sekitar dan lingkungan. Alam sekitar mencakup segala hal yang ada di sekitar kita, baik yang
jauh maupun yang dekat letaknya, baik yang silam maupun yang akan datang, tidak terikat
pada waktu dan tempat. Lingkungan adalah sesuatu yang ada di alam sekitar yang memiliki
makna dan/atau pengaruh tertentu kepada individu.
Lingkungan (environment) sebagai dasar pengajaran adalah faktor kondisi kondisional yang
mempengaruhi tingkah laku individu dan merupakan faktor belajar yang penting.
Lingkungan belajar/ pembelajaran/ pendidikan terdiri dari berikut ini:
1. Lingkungan sosial adalah masyarakat, baik kelompok besar ataupun kecil.
2. Lingkungan personal meliputi individu-individu sebagai suatu pribadi berpengaruh
terhadap individu lainnya
3. Lingkungan alam (fisik) meliputi sumber daya alam yang dapat diberdayakan sebagai
sumber belajar
4. Lingkungan kultural, mencakup hasil budaya dan teknologi yang dapat dijadikan sebagai
sumber belajar, dan dapat dijadikan faktor pendukung pengajaran (Oemar Hamalik, 2003:
194-195).

D. Pengertian Pendekatan Sains, Teknologi, Masyarakat (STM)


Dalam disiplin ilmu ipa ada beberapa pendekatan dalam ipa yang perlu kita ketahui
yaitu pendekatan Sains, Teknologi dan Masyarakat. Dari ketiga pendekatan ini masing-
masing mempunyai pengertian yaitu:
Sains adalah sebagai sejumlah disiplin ilmu, sekumpulan pengetahuan, dan sebagai metode-
metode.Disamping itu ditegaskan pula bahwa sains merupakan suatu rangkaian konsep-
konsep yang berkaitan dan berkembang dari hasil eksperimen dan observasi. Sains juga
merupakan suatu tubuh pengetahuan (body of knowledge) dan proses penemuan
pengetahuan.
Sains juga sebagai proses meliputi cara-cara memperoleh, mengembangkan dan menerapkan
pengetahuan yang mencakup cara kerja, cara berfikir, cara memecahkan masalah, dan cara
bersikap. Sains dirumuskan secara sistematis, terutama didasarkan atas
Pengamatan eksperimen dan Sains melandasi perkembangan teknologi.
Teknologi adalah ilmu pengetahuan dan kepandaian yang maju dalam membuat
sesuatu penemuan yang berkenaan dengan penemuan ilmu alam atau berkaitan dengan hasil
industri. Dalam ilmu Sains teknologi sangat diperlukan karena sangat menunjang terutama
untuk aktivitas dalam upaya memperoleh penjelasan tentang objek dan fenomena alam dan
juga untuk aktivitas penemuan.
Masyarakat adalah suatu lingkungan pergaulan sosial dan juga dapat diartikan sebagai
himpunan orang yang hidup di suatu tempat dengan ikatan-ikatan dan aturan tertentu jadi
dapat dikatakan bahwa masyarakat adalah sekelompok manusia yang memiliki wilayah,
kebutuhan, dan norma-norma sosial tertentu.
Dari ketiga pengertian pendekatan STM ini maka Sains, Teknologi dan Masyarakat adalah
merupakan kecenderungan baru dalam pendidikan Sains, STM juga dapat diartikan sebagai
pembelajaran Sains dan teknologi dalam konteks pengalaman manusia. Jadi Sains ,Teknologi
dan Masyarakat atau STM adalah istilah yang diberikan kepada usaha mutakhir untuk
menyajikan konteks dunia nyata dalam pendidikan Sains dan pendalaman Sains.
Pendekatan sains teknologi dan masyarakat melibatkan siswa dalam penentuan tujuan
pembelajaran, prosedur pelaksanaan pembelajaran, pencarian informasi bahan pembelajaran
dan bahkan pada evaluasi belajar.

E. Ciri-ciri pendekatan sains teknologi masyarakat


1. Identifikasi masalah-masalah setempat yang memiliki kepentingan dan dampak.
2. Penggunaan sumber daya setempat (manusia, benda, lingkungan) untuk mencari
informasi yang dapat digunakan dalam memecahkan masalah.
3. Keikutsertaan yang aktif dari siswa dalam mencari informasi yang dapat diterapkan
untuk memecahkan masalah-masalah dalam kehidupan sehari-hari.
4. Perpanjangan belajar di luar kelas dan sekolah.
5. Fokus kepada dampak sains dan teknologi terhadap siswa.
6. Suatu pandangan bahwa isi dari pada sains bukan hanya konsep-konsep saja yang harus
dikuasai siswa dalam tes.
7. Penekanan pada keterampilan proses dimana siswa dapat menggunakannya dalam
memecahkan masalah.
8. Penekanan pada kesadaran karir yang berkaitan dengan sains dan teknologi.
9. Kesempatan bagi siswa untuk berperan sebagai warga negara dimana ia mencoba untuk
memecahkan isu-isu yang telah diidentiflkasikan.
10. Identifikasi sejauh mana sains dan teknologi berdampak di masa depan.
11. Kebebasan atau otonomi dalam proses belajar.

Dari ciri-ciri sains teknologi masyarakat tersebut, dapat dikatakan bahwa pada pembelajaran
dengan menggunakan pendekatan STM diawali dengan indentifikasi yang hal itu terkait
dengan suatu isu, dan isu itulah yang merupakan ciri utamanya. Karena dengan
mengemukakan isu mendorong peserta didik untuk mencari jawaban atau memecahkan
masalah dengan cara identifikasi yang diakibatkan oleh isu tersebut. Dalam memecahkan
masalah peserta didik akan mencari informasi dari berbagai sumber, bukan hanya di dalam
kelas melainkan di luar kelas dengan menggunakan berbagai cara termasuk memanfaatkan
teknologi. Dengan demikian peserta didik belajar menemukan dan menyusun sendiri
pengetahuan yang diperolehnya dari proses belajar yang dilakukannya.
E. Langkah–langkah pendekatan sains teknolologi masyarakat.
Dalam pendekatan sains teknologi masyarakat ada beberapa langkah-langkah yang harus
ditempuh yaitu sebagai berikut :
1. Tahap apersepsi (inisiasi, invitasi dan eksplorasi), yang mengemukakan isu atau
masalah aktual yang ada di masyarakat dan dapat diamati oleh siswa.
2. Tahap pembentukan konsep, yaitu siswa membangun atau mengkonstruksikan
pengetahuan sendiri melalui observasi, eksperimen, dan diskusi.
3. Tahap aplikasi konsep, atau menyelesaikan masalah yang menganalisis masalah atau isu
yang telah dikemukakan di awal pembelajaran berdasarkan konsep yang telah dipahami
sebelumnya.
4. Tahap pemantapan konsep, di mana guru memberi pemantapan konsep agar tidak
terjadi kesalahan konsep pada siswa.
5. Tahap evaluasi, penggunaan tes untuk mengetahui penguasaan konsep siswa terhadap
materi yang dikaji.

F. Kelebihan dan Kekurangan Pendekatan Sains Teknologi Masyarakat.


1. Kelebihan/keunggulan dari pendekatan sains teknologi masyarakat yaitu :
a. Ditinjau dari segi tujuan
Meningkatkan keterampilan inquiry dan pemecahan, di samping keterampilan proses.
Menekankan cara belajar yang baik yang mencakup ranah kognitif, afektif dan psikomotorik.
Menekankan sains dalam keterpaduan dan antara bidang studi.

b. Ditinjau dari segi pembelajaran


Menekankan keberhasilan siswa.
Menggunakan berbagai strategi.
Menyadarkan guru bahwa kadang-kadang dirinya tidak selalu berfungsi sebagai sumber
informasi.

c. Ditinjau dari segi evaluasi


Ada hubungan antara tujuan, proses dan hasil belajaF.
Perbedaan antara kecakapan, kematangan serta latar belakang siswa juga diperhatikan.
Kualitas efisiensi dan keefektifan serta fungsi program juga dievaluasi.
Guru juga termasuk yang dievaluasi usahanya yang terus menerus dalam membantu siswa.
2. Kekurangan dari pendekatan sains teknologi masyarakat.
Dari kelebihan/keunggulan yang telah kita ketahui tersebut, ternyata dalam pendekatan sains
teknologi masyarakat ada juga sebuah kekurangannya, kekurangan tersebut adalah:
Dilihat pada guru yang belum menguasai sains teknologi sehingga guru susah untuk
mentransfer materi pembelajaran dengan sains teknologi masyarakat.
Selain itu peserta didik khusunya siswa yang berada di kelas rendah, belum mampu
mengoperasikan sains teknologi yang sudah ada.
Fasilitas pendukung pada beberapa sekolah kurang atau hampir tidak ada itu yang menjadi
kendala STM.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari uraian diatas dapat kita simpulkan bahwa :
1. Pendekatan Sains Teknologi dan Masyarakat adalah merupakan kecenderungan baru
dalam pendidikan Sains, STM juga dapat diartikan sebagai pembelajaran Sains dan teknologi
dalam konteks pengalaman manusia.
2. Ciri-ciri pendekatan sains teknologi masyarakat adalah adanya penekanan pada
keterampilan proses dimana siswa dapat menggunakannya dalam memecahkan masalah,
Penekanan pada kesadaran karir yang berkaitan dengan sains dan teknologi, dan identifikasi
sejauh mana sains dan teknologi berdampak di masa depan.
3. Langkah–langkah pendekatan sains teknolologi masyarakat meliputi tahap apersepsi,
tahap pembentukan konsep, tahap pemantapan konsep dan tahap evaluasi.
4. Ada beberapa kelebihan dalam pendekatan sains teknologi masyarakat yaitu ditinjau
dari segi tujuan, ditinjau dari segi pembelajaran dan ditinjau dari segi evaluasi.
5. Kekurangan dari pendekatan sains teknologi masyarakat adalah Dilihat pada guru yang
belum menguasai sains teknologi sehingga guru susah untuk mentransfer materi
pembelajaran dengan sains teknologi masyarakat. Selain itu peserta didik khususnya siswa
yang berada di kelas rendah, belum mampu mengoperasikan sains teknologi yang sudah ada
dan fasilitas pendukung pada beberapa sekolah kurang atau hampir tidak ada itu yang
menjadi kendala STM.

B. Saran
Penulis menyarankan sebaiknya pendekatan sains teknologi masyarakat ini benar benar
dipahami oleh semua pihak yang terkait dalam dunia pendidikan dan tentunya diterapkan
pada sekolah-sekolah atau institusi pendidikan lainya. Hal ini karena, tidak bisa kita pungkiri
bahwa siiring semakin berkembang nya zaman peranan sains dan teknologi menjadi sesuatu
yang sangat vital dan penting yang menyangkut dalam berbagai hal atau pun bidang dalam
kehidupan didunia ini, terutama dalam bidang pendidikan. Apa bila hal ini tidak dipahami
dan di terapkan dengan benar-benar dan sungguh-sungguh maka sudah pasti kita akan
termakan oleh zaman dan menjadi manusia atau bangsa yang tertinggal.
DAFTAR PUSTAKA

Fajar, Arnie. Aplikasi S-T-M Pada Mata Pelajaran IPA. Bandung : Rosda Karya, 2004.
Sukri. Pendekatan Sains Teknologi Masyarakat dalam Pembelajaran Biologi . Malang: Tesis
Magister Program Studi Pendidikan IPA PPS UPI, 2000
JURNAL, Pendidikan Dasar “ Nomor: 9 - April 2008