Nama : Mar’ie Muhammad Iskandar
NIM : J3I116041
Istilah dalam ayam bibit
1. Chick Istilah yang digunakan untuk ayam yang masih kecil
2. Clutch Banyaknya peneluran pada suatu periode tanpa
istirahat
3. Hen Day Production produksi telur yang didasarkan pada jumlah ayam
yang ada setiap saat
4. Hen House Production produksi telur berdasarkan jumlah ayam yang
dimasukkan dalam kandang
5. Interval Jarak waktu tidak bertelur antara dua clutch size
6. Pause Interval bertelur selama tujuh hari atau lebih
7. Rate of Production Presentase produksi telur yang dihasilkan dihitung
tiap tahun
8. Pullet Sekelompok ayam muda betina yang umurnya 14
minggu sampai menjelang bertelur
9. Brooder Peralatan yang digunakan untuk memberikan
kehangatan tambahan selama tahap awal kehidupan
ayam
10. Dewattling Pemotongan pial
11. Dubbing Pemotongan jengger
12. Toe Clipping Pemotongan kaki ke empat
13. Debeaking Pemotongan paruh
14. Ad libitum Sitem pemberian pakan tidak dibatasi
15. Restricted Feeding Sistem pemberian pakan yang dibatasi
16. Deplesi Kematian ayam
17. Mortalitas Ukuran jumlah kematian
18. Laying Sekelompok ayam betina muda yang produksi
telurnya sudah mencapai 5%
19. Hatching Egg Telur yang ditetaskan
20. Table Egg Telur untuk dikonsumsi
21. Afkir Ayam yang sudah tidak produktif lagi
22. Flock Mating Metode perkawinan dengan menggunakan pejantan
lebih dari atau sama dengan 2 ekor dan
menggunakan betina lebih dari atau sama dengan 2
ekor. Metode ini umumnya digunakan oleh
peternak. Karena efisien dari segi waktu, tenaga,
tempat dan biaya.
23. Pens Mating Metode perkawinan dengan menggunakan 1 ekor
pejantan untuk betina sama dengan atau lebih dari 2
ekor. Metode ini cenderung menghasilkan fertilitas
yang rendah.
24. Stud Mating Metode perkawinan dengan menggunakan 1 ekor
pejantan dan 1 ekor betina.
25. Artificial Insemination Metode perkawinan dengan cara menyemprotkan
(AI) sperma melalui saluran reproduksi. Pada ayam AI
tidak seefisien pada sapi, oleh karena itu banyak
yang tidak menerapakan metode perkawinan ini
pada ayam.