0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
248 tayangan58 halaman

Percobaan Sedimentasi: Metode dan Teori

Percobaan ini bertujuan untuk mempelajari proses sedimentasi dengan melakukan eksperimen sedimentasi batch. Eksperimen ini akan menghasilkan grafik hubungan kecepatan sedimentasi dan konsentrasi suspensi berdasarkan data percobaan, serta menentukan kecepatan free settling. Proses sedimentasi melibatkan pemisahan padatan dan cairan menggunakan gaya gravitasi, yang dapat diamati selama settling partikel dalam gelas silinder. Hasil akhir akan meng

Diunggah oleh

Yasmine Nadhira
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
248 tayangan58 halaman

Percobaan Sedimentasi: Metode dan Teori

Percobaan ini bertujuan untuk mempelajari proses sedimentasi dengan melakukan eksperimen sedimentasi batch. Eksperimen ini akan menghasilkan grafik hubungan kecepatan sedimentasi dan konsentrasi suspensi berdasarkan data percobaan, serta menentukan kecepatan free settling. Proses sedimentasi melibatkan pemisahan padatan dan cairan menggunakan gaya gravitasi, yang dapat diamati selama settling partikel dalam gelas silinder. Hasil akhir akan meng

Diunggah oleh

Yasmine Nadhira
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERCOBAAN 4

SEDIMENTASI

4.1 PENDAHULUAN

4.1.1 Tujuan Percobaan


Tujuan dari percobaan ini adalah :
1. Mencari data dan membuat grafik hubungan kecepatan sedimentasi (VL)
dengan konsentrasi suspensi (CL) berdasarkan data percobaan sedimentasi
batch.
2. Mencari kecepatan free settling (Vt).

4.1.2 Latar Belakang


Sedimentasi merupakan salah satu proses pemisahan padatan dari suatu
suspense yang cukup praktis dan ekonomis. Pemisahan dapat dilakukan tanpa
menggunakan medium penyaring seperti proses filtrasi. Sedimentasi memiliki
prinsip gaya gravitasi dan gaya berat partikel yang akan diendapkan.
Sedimentasi dapat dijalankan secara batch dalam bak pengendap atau
secara kontinyu dalam thickener. Sedimentasi merupakan observasi yang terjadi
selama batch settling solid dan slurry dalam bak penampung. Pada permukaan
seluruh partikel diasumsikan secara acak mendekati kecepatan terminal atau
kecepatan jatuh.
Aplikasi dalam dunia industri misalnya sedimentasi pada industri kertas.
Aplikasi lainnya adalah pada proses penjernihan air dan proses pemisahan nira
yang diolah menjadi gula. Oleh Karena itu, praktikum ini penting untuk dilakukan
agar praktikan memahami dan mengetahui proses sedimentasi sehingga dapat
diaplikasikan dalam dunia industri.

IV-1
4.2 DASAR TEORI

Sedimentasi adalah pemisahan padatan dan cairan (Solid-Liquid) dengan


menggunakan gaya gravitasi untuk mengendapkan partikel suspensi. Ada empat
jenis pengendapan partikel secara umum didasarkan pada konsentrasi partikel
yang saling berhubungan. Kriteria ini secara langsung mempengaruhi konsentrasi
dan desain sedimentasi. Empat jenis pengendapan tersebut adalah Discrete
settling, Hindered settling( zone settling), Flocuilant settling dan Compression
settling (Geankoplis, 1994).
Keadaan sedimentasi yang bias dikriteriakan untuk pegukuran
pengendapan pada baskom adalah waktu pengendapan, laju overflow, lama
kecepatan horizontal, waktu penahanan diekspresikan dalam jam, dikalkukasikan
dengan membagi volume baskom dengan aliran rata-rata perhari, yaitu
(Speltman,2003) :

𝑉 ×24
𝑡= ... (4.1)
𝑄

Dimana :
t = waktu penahanan (jam)
V = Volume baskom (m3)
Q = Aliran rata-rata perhari (m3/jam)

Laju ovevrflow adalah sama dengan aliran rata-rata perhari dibagi dengan total
area dari permukaan baskom :

𝑄
𝑉𝑜 = ... (4.2)
𝐴

Dimana :
Vo = Laju overflow (m/jam)
Q = Aliran rata-rata perhari (m3/jam)
A = Total permukaan baskom (m2)

IV-2
IV-3

Asumsi-asumsi dasar dalam sedimentasi yaitu (Richardson, 2002) :


a. Konsentrasi partikel seragam membentuk beberapa lapisan horizontal.
b. Efek dinding dapat diabaikan.
c. Tidak ada diferential settling dari partikel sebagai hasil pemisahan, shape, size,
atau komposisi.
d. Kecepatan jatuh dari partikel hanya tergantung pada konsentrasi partikel.
e. Konsentrasi awal juga seragam atau meningkat ke dasar suspensi.
f. Kecepatan sedimentasi cenderung mendekati nol sebagai pendekatan
konsentrasi yang membatasi nilai sesuai dengan lapisan sedimen.
Tahap pemisahan suspense sebagian besar terjadi dari partikel yang mudah
mengendap. Pemisahan lebih efektif dilakukan dengan operasi sedimentasi.
Proses sedimentasi melibatkan perpindahan partikel, solid, suspense dan cairan
dengan pengendapan gravitasi. Operasi ini dibagi menjadi thickening, klasifikasi
dengan gerakan solid (Cherenusoff, 2002).
Tawas (Al2(SO4)3) berfungsi untuk mengikat partikel dalam air hingga
menggumpal dan mengendap ke dasar. Tawas yang ada dipasaran umumnya
berbentuk putih dan ada yang masih berbentuk bongkahan besar (untuk proses
penjernihan air sebaiknya kita menggunakan tawas berbentuk bubuk). Tawas ini
efektif menjernihkan air dan proses dari pengendapan lebih cepat daripada apabila
menggunakan kapur gamping. Pada awal dari pencampuran di air tidak ada
menyebabkan air berwarna putih susu sebagaimana jika menggunakan kapur
gamping. Takaran tawas berbeda-beda harus disesuaikan dengan kondisi air yang
akan dijernihkan. Untuk air yang sudah keruh tidak merah dan kuning, tidak
berlumpur takarannya tiga sendok makan per 1000 liter air. Tawas dikenal
memiliki banyak manfaat untuk kehidupan sehari-hari seperti misalnya pada
proses penjernihan air (Brown, 1978).
Mekanisme dari sedimentasi dapat dideskripsikan dengan observasi yang
terjadi selama batch settling solid dan slurry dalam gelas silinder. Pada
permukaan seluruh partikel diasumsikan secara acak mendekati kecepatan
terminal atau kecepatan jatuh bebas. Gambar 4.1 mendeskripsikan proses yang
terjadi (Brown,1978) :
IV-4

Gambar 4.1 Mekanisme Sedimentasi Batch

Sedimetasi biasanya berlangsung secara batch atau kontinyu (thickener).


Secara klasifikasi dapat dijabarkan yang dimaksud dengan pembagian sedimentasi
adalah (Geankoplis, 1994):
1. Sedimentasi Batch
Sedimentasi batch adalah pemisahan padatan dan cairan dalam beberapa tahap
sehingga dapat menghasilkan suspense padatan dan adanya perbedaan zona
dalam proses sedimentasi ini, biasanya dari konsentrasi partikel padatan dalam
sedimentasi batch ini cukup tinggi.
2. Sedimentasi Kontinyu
Dalam proses industri operasi sedimentasi ini sering dijalan dalam proses
kontinyu yang disebut thickener. Sedimentasi kontinyu adalah suatu proses
pemisahan padatan dan cairan menggunakan media yang berbentuk kerucut
dalam silinder tangka vessel dengan pengaduk putaran lambat untuk
memindahkan endapan padatan ke dalam central discharge. Operasi
sedimentasi kontinyu tergantung pada karakteristik slurry yang sama seperti
pada operasi sedimentasi batch, perbedaan antara operasi kontinyu dan batch
ditunjukkan oleh konsentrasi pada ketinggian yang berbeda.
Selama proses sedimentasi berlangsung terdapat tiga (3) gaya yaitu
(Foust,1980):
1. Gaya Gravitasi
IV-5

Pada gaya ini, berat jenis larutan lebih kecil dari berat jenis partikel, sehingga
partikel lebih cepat mengendap. Gaya ini bisa terlihat pada saat terjadi
pengendapan atau mulai turunnya partikel padatan menuju ke dasar tabung
untuk membentuk endapan. Pada kondisi ini sangat dipengaruhi oleh hukum
Newton 2 yaitu :

𝐹𝑔 = 𝑚 × 𝑔 ... (4.3)

Keterangan : Fg = Gaya (Kg/ms3)


m = massa (Kg)
g = gravitasi (m/s2)
𝜌𝑠 = densitas benda (Kg/m3)
v = kecepatan (m/s)

2. Gaya Apung atau Melayang


Gaya apung terjadi jika massa jenis partikel lebih kecil dari massa jenis fluida.
Sehingga partikel padatan berada pada permukaan cairan.

𝑚 × 𝜌 ×𝑔
𝐹𝐴 = ... (4.4)
𝜌𝑝

Keterangan : Fa = gaya apung ( kgm/s2)


m = massa (Kg)
g = gravitasi (m/s2)
𝜌𝑝 = densitas padatan (Kg/m3)

3. Gaya Dorong
Gaya dorong terjadi pada saat larutan dipompakan ke dalam tabung kapiler.
Gaya dorong dapat juga dilihat pada saat mulai turunnya partikel padatan
karena adanya gaya gravitasi, maka fluida akan memberikan gaya yang
besarnya sama dengan berat padatan itu sendiri

(𝜌𝑠 − 𝜌)×𝑔 ×𝑉 2
𝐹𝑑 = ... (4.5)
18𝜇
IV-6

Keterangan : Fd = gaya gesek (N)


𝜌𝑠 = densitas padatan (Kg/m3)
𝜌 = densitas air (Kg/m3)
g = gravitasi (m/s2)
v = kecepatan padatan (m/s)
𝜇 = Viskositas campuran (N/m2)

Kalsium karbonat adalah senyawa kimia dengan rumus kimia CaCO3.


Kalsium karbonat merupakan zat yang umumnya ditemukan pada batuan.
Kalsium karbonat umumnya berwarna putih dan bila dipanaskan akan pecah dan
menjadi serbuk yang lunak yang dinamakan kalsium oksida (CaO). kalsium
karbonat digunakan dalam industri konstruksi, baik sebagai bahan bangunan atau
sebagai bahan awal untuk persiapan kapur pembangunan. Selain itu juga
digunakan untuk pemurnian besi dari bijih besi (Arifin, 2014).
Sifat fisik dan kimia dari NaOH diantaranya adalah (Sciencelab,2005):

1. Keadaan fisik = Padat


2. Bau = Tidak bau
3. Titik didih = 318 oC (604 oF)
4. Titik lebur = 1390 oC (2534 oF)
5. Titik nyala = Tidak mudah terbakar
6. Kepadatan uap = >1
4.3 METODOLOGI PERCOBAAN
4.3.1 Alat dan Deskripsi Alat
Alat-Alat yang digunakan pada percobaan ini adalah :
- Gelas ukur 1000 mL - Stopwatch
- Gelas beker 1000 mL - Pipet volume 10 mL
- Sudip - Penggaris 60 cm
- Cawan porselin - Botol semprot
- Senter - Propipet
- Neraca analitik - Pengaduk gelas

Deskripsi alat :

1. Gelas ukur 1000 ml


2. Zona A (jernih)
3. Zona B (keruh)
4. Zona C (endapan)

Gambar 4.2 Rangkaian Alat Sedimentasi

4.3.2 Bahan
Bahan-bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah :
- CaCO3 30 gram
- Akuades
- NaOH 1% 6 mL
- Tawas (Al2(SO4)3) 1% 6 mL

IV-7
IV-8

4.3.3 Prosedur Kerja


1. CaCO3 ditimbang sebanyak 30 gram.
2. Akuades diambil sebanyak 1000 mL dengan menggunakan gelas ukur.
3. CaCO3 dan akuades dimasukkan ke dalam gelas beker 1000 mL kemudian
diaduk selama 7 menit.
4. Larutan CaCO3 dimasukkan ke dalam gelas ukur 1000 mL. Perhitungan
dimulai setelah tetesan terakhir larutan CaCO3. Tinggi awal diukur pada
masing-masing zona yang terbentuk setiap menit hingga tinggi endapan pada
dasar gelas ukur konstan.
5. Hasil pengamatan dicatat.
6. Langkah 1-5 diulangi untuk variasi 2 yaitu massa CaCO3 sebanyak 30 gram
dan ditambah larutan NaOH 1% sebanyak 6 mL. Untuk variasi 3 ditambahkan
6 mL larutan tawas (Al2(SO4)3).
4.4 HASIL DAN PEMBAHASAN

4.4.1 Hasil Pengamatan


Tabel 4.1 Hasil Pengamatan
Variasi 3 +
CaCO3 Variasi 1 + H2O Variasi 2 + NaOH
Al2(SO4)3
Jumlah H2O 1000 mL 1000 mL 1000 mL
Tinggi cairan (awal) 30,5 cm 30,5 cm 30,5 cm
Tinggi cairan (akhir) 30,5 cm 30,5 cm 30,5 cm
Volume cairan total 1000 mL 1006 mL 1006 mL
Volume sampel 1000 mL 6 mL 6 mL
Jumlah CaCO3 30 gram 30 gram 30 gram

Tabel 4.2 Hasil Pengamatan Sedimentasi CaCO3 + H2O


Waktu Ketinggian (cm) Zona B+C
(menit) Zona A Zona B Zona C (cm)
1 6 24,2 0,3 24,5
2 11 19 0,5 19,5
3 12,6 17,3 0,6 17,9
4 15,5 14,3 0,7 15
5 22 7,7 0,8 8,5
6 25 4,5 1 5,5
7 29,4 0 1,1 1,1
8 29,4 0 1,1 1,1
9 29,4 0 1,1 1,1
10 29,4 0 1,1 1,1
11 29,4 0 1,1 1,1
12 29,4 0 1,1 1,1
13 29,4 0 1,1 1,1
14 29,4 0 1,1 1,1

IV-9
IV-10

Tabel 4.2 Hasil Pengamatan Sedimentasi CaCO3 + H2O (lanjutan)


15 29,4 0 1,1 1,1
16 29,4 0 1,1 1,1
17 29,4 0 1,1 1,1
18 29,4 0 1,1 1,1
19 29,4 0 1,1 1,1
20 29,4 0 1,1 1,1
21 29,4 0 1,1 1,1
22 29,4 0 1,1 1,1
23 29,4 0 1,1 1,1
24 29,4 0 1,1 1,1
25 29,4 0 1,1 1,1
26 29,4 0 1,1 1,1
27 29,4 0 1,1 1,1
28 29,4 0 1,1 1,1
29 29,4 0 1,1 1,1
30 29,4 0 1,1 1,1

Tabel 4.3 Hasil Pengamatan Sedimentasi CaCO3 + H2O + NaOH


Waktu Ketinggian (cm) Zona B+C
(menit) Zona A Zona B Zona C (cm)
1 5 25,2 0,3 25,5
2 9 21,1 0,4 21,5
3 13 16,9 0,6 17,5
4 18 11,7 0,8 12,5
5 24 5,5 1 6,5
6 29,4 0 1,1 1,1
7 29,4 0 1,1 1,1
8 29,4 0 1,1 1,1
9 29,4 0 1,1 1,1
IV-11

Tabel 4.3 Hasil Pengamatan Sedimentasi CaCO3 + H2O + HCl (lanjutan)


10 29,4 0 1,1 1,1
11 29,4 0 1,1 1,1
12 29,4 0 1,1 1,1
13 29,4 0 1,1 1,1
14 29,4 0 1,1 1,1
15 29,4 0 1,1 1,1
16 29,4 0 1,1 1,1
17 29,4 0 1,1 1,1
18 29,4 0 1,1 1,1
19 29,4 0 1,1 1,1
20 29,4 0 1,1 1,1
21 29,4 0 1,1 1,1
22 29,4 0 1,1 1,1
23 29,4 0 1,1 1,1
24 29,4 0 1,1 1,1
25 29,4 0 1,1 1,1
26 29,4 0 1,1 1,1
27 29,4 0 1,1 1,1
28 29,4 0 1,1 1,1
29 29,4 0 1,1 1,1
30 29,4 0 1,1 1,1

Tabel 4.4 Hasil Pengamatan Sedimentasi CaCO3 + H2O + Al2(SO4)3


Waktu Ketinggian (cm) Zona B+C
(menit) Zona A Zona B Zona C (cm)
1 6 24,2 0,3 24,5
2 11 19 0,5 19,5
3 16 13,8 0,7 14,5
4 20,5 9,1 0,9 10
IV-12

Tabel 4.4 Hasil Pengamatan Sedimentasi CaCO3 + H2O + Al2(SO4)3 (lanjutan)


5 27 2,4 1,1 3,5
6 29,3 0 1,2 1,2
7 29,3 0 1,2 1,2
8 29,3 0 1,2 1,2
9 29,3 0 1,2 1,2
10 29,3 0 1,2 1,2
11 29,3 0 1,2 1,2
12 29,3 0 1,2 1,2
13 29,3 0 1,2 1,2
14 29,3 0 1,2 1,2
15 29,3 0 1,2 1,2
16 29,3 0 1,2 1,2
17 29,3 0 1,2 1,2
18 29,3 0 1,2 1,2
19 29,3 0 1,2 1,2
20 29,3 0 1,2 1,2
21 29,3 0 1,2 1,2
22 29,3 0 1,2 1,2
23 29,3 0 1,2 1,2
24 29,3 0 1,2 1,2
25 29,3 0 1,2 1,2
26 29,3 0 1,2 1,2
27 29,3 0 1,2 1,2
28 29,3 0 1,2 1,2
29 29,3 0 1,2 1,2
30 29,3 0 1,2 1,2
IV-13

4.4.2 Hasil Perhitungan


Tabel 4.5 Hasil Perhitungan VL dan CL CaCO3 + H2O
Zi ϴi ZL ϴL VL
No CL (g/mL) Vt
(cm) (menit) (cm) (menit) (cm/menit) (cm/s)
1 23 7,3 1,1 7 3,129 0,032 7,826
2 22 7,3 1,1 7 2,986 0,033 7,826
3 21 7,3 1,1 7 2,843 0,034 7,826
4 20 7,3 1,1 7 2,700 0,036 7,826
5 19 7,3 1,1 7 2,557 0,038 7,826
6 18 7,3 1,1 7 2,414 0,040 7,826
7 17 7,3 1,1 7 2,271 0,042 7,826
8 16 7,3 1,1 7 2,129 0,044 7,826
9 15 7,3 1,1 7 1,986 0,047 7,826
10 14 7,3 1,1 7 1,843 0,050 7,826

Tabel 4.6 Hasil Perhitungan VL dan CL CaCO3 + H2O + NaOH


Zi ϴi ZL ϴL VL
No CL (g/mL) Vt
(cm) (menit) (cm) (menit) (cm/menit) (cm/s)
1 24 6,2 1,1 6 3,817 0,038 12,0015
2 23 6,2 1,1 6 3,650 0,040 12,0015
3 22 6,2 1,1 6 3,483 0,042 12,0015
4 21 6,2 1,1 6 3,317 0,044 12,0015
5 20 6,2 1,1 6 3,150 0,046 12,0015
6 19 6,2 1,1 6 2,983 0,048 12,0015
7 18 6,2 1,1 6 2,817 0,051 12,0015
8 17 6,2 1,1 6 2,650 0,054 12,0015
9 16 6,2 1,1 6 2,483 0,057 12,0015
10 15 6,2 1,1 6 2,317 0,061 12,0015
IV-14

Tabel 4.7 Hasil Perhitungan VL dan CL CaCO3 + H2O + Al2(SO4)3


Zi ϴi ZL ϴL VL
No CL(g/mL) Vt
(cm) (menit) (cm) (menit) (cm/menit) (cm/s)
1 23 6,2 1,2 6 3,633 0,040 11,8811
2 22 6,2 1,2 6 3,467 0,042 11,8811
3 21 6,2 1,2 6 3,300 0,044 11,8811
4 20 6,2 1,2 6 3,133 0,046 11,8811
5 19 6,2 1,2 6 2,967 0,048 11,8811
6 18 6,2 1,2 6 2,800 0,051 11,8811
7 17 6,2 1,2 6 2,633 0,054 11,8811
8 16 6,2 1,2 6 2,467 0,057 11,8811
9 15 6,2 1,2 6 2,300 0,061 11,8811
10 14 6,2 1,2 6 2,133 0,065 11,8811

4.4.3 Pembahasan
Sedimentasi adalah cara pemisahan campuran padatan cair berbentuk
suspensi (disebut slurry) menjadi cairan bebas padatan dan slurry pekat dengan
pengendapan partikel – partikel padatan akibat gaya beratnya sendiri. Percobaan
ini merupakan aplikasi operasi sedimentasi batch, dimana suspensi dipisahkan
secara sederhana menggunakan suatu bak pengendap (gelas ukur). Prinsipnya
adalah pengendapan secara gravitas menja cairan jernih dan slurry yang lebih
pekat. Suspensi yang digunakan adalah CaCO3. Akuades ditambahkan untuk
melarutkan CaCO3 sehingga membentuk slurry yang encer dan keruh. CaCO3
digunakan sebagai zat terlarut, sementara itu NaOH dan tawas yang ditambahkan
berperan sebagai koagulan. Koagulan sendiri berfungsi untuk membentuk flok
dari partikel – partikel tersuspensi sehingga menjadi lebih berat dan mengendap.
Suspensi CaCO3 yang dibuat pada percobaan ini memiliki tiga variasi.
Variasi ini bertujuan untuk dapat mengetahui perbandingan antara kecepatan
pengendapan dengan konsentrasi suspensi, serta membuktikan teori sedimentasi
mengenai suspensi. Variasi pertama adalah 30 gram CaCO3 dengan 1000 mL
akuads. Variasi kedua adalah 30 gram CaCO3, 1000 mL akuades dan 6 mL NaOH
IV-15

1%. Sedangkan untuk variasi ketiga adalah 30 gram CaCO3, 1000 mL akuads dan
6 mL Al2(SO4)3 atau larutan tawas. NaOH dan tawas ditambahkan sebagai
koagulan yang berfungsi untuk memudahkan partikel yang tersuspensi dengan
ukuran yang sangat kecil dan membentuk flok dalam air sehingga dapat
dipisahkan pada proses sedimentasi, selain itu juga untuk dapat mempercepat
proses sedimentasi.
Garam CaCO3 merupakan garam yang sulit larut dalam air, sehingga
memerlukan asam karbonat berlebih. Pengadukan yang dilakukan selama 7 menit
agar proses pengadukan terjadi secara homogen. Jika didiamkan akan terjadi
pengendapan di dasar gelas. Larutan CaCO3 dengan akuades mengalami
penguraian menjadi anion CO32- dan kationn Ca2+. Adanya hal ini menyebabkan
anion bergabung dengan ion hidrogen dari akuades menjadi HCO3- dan
membentuk asam lemah yang sedikit terdisosiasi menjadi basa kuat. Adapun
reaksinya adalah sebagai berikut :

CaCO3 + H2O Ca2+ + HCO3- + OH- ... (4.6)


CaCO3 + H2O CaCO3 + H2O ... (4.7)

Proses sedimentasi ini dipengaruhi oleh tiga gaya, gaya ini terjadi secara
berkala. Pertama adalah gaya gravitasi dimana massa jenis akuades (1 gr/mL)
lebih kecil daripada massa jenis CaCO3 (2,711 g/mL) (Triswanto, 2014).
Sehingga CaCO3 dapat jatuh ke dasar gelas ukur dan mengendap dengan cepat.
Gaya yang kedua adalah gaya apung yang membuat beberapa partikel berada
dalam zona keruh pada beberapa menit pertama, karena partikel CaCO3 yang
massa jenisnya lebih kecil dari air menyebabkan partikel dari CaCO3 mengapung
dan membentuk zona B. Gaya yang ketiga adalah gaya dorong yang dihasilkan
oleh zat padat saat CaCO3 mulai turun karena pengaruh gaya gravitasi, sehingga
air akan memberi gaya yang sama besar dengan berat CaCO3 tersebut.
Pengamatan dilakukan untuk melihat pemisahan larutan yang terjadi
dengan melihat zona yang terbentuk pada suspensi. CaCO3 yang terbagi menjadi
tiga zona yaitu zona A adalah zona jernih, zona B adalah zona keruh dan zona C
IV-16

adalah zona endapan. Data yang diperoleh melalui grafik 1 yaitu suspensi 30 gram
CaCO3 dan 1000 mL akuades dengan waktu pengamatan tiap menit selama 30
menit dapat dilihat pada Gambar 4.3 berikut :

30

25

20
Z (cm)

15

10 Variasi I
Zona B+C
5

0
1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112131415161718192021222324252627282930
θ (menit)

Gambar 4.3 Hubungan antara Waktu (ϴ) terhadap Ketinggian Endapan


(z) pada Campuran CaCO3 dengan H2O

Berdasarkan Gambar 4.3 terlihat bahwa ketinggian endapan pada awalnya


berbanding lurus terhadap waktu, namun pada menit ke-7 dan seterusnya
ketinggian menjadi konstan. Banyaknya partikel yang mengendap sepanjang
waktu pengendapan menyatakan ketinggian yang diambil dari jumlah ketinggian
zona B dan C dapat dilihat pada Gambar 4.3. Pada zona A (zona bening)
sepanjang waktu pengendapan mengalami kenaikan tinggi. Sedangkan zona B
akan mengalami penurunan tinggi hingga menjadi tidak terlihat sama sekali, yaitu
pada menit ke-7 sehingga endapan terkumpul di zona C. Ketinggian yang konstan
disebabkan karena partikel telah mencapai titik jenuhnya dan disebabkan pula
karena banyaknya partikel yang mengendap, sehingga konsentrasi interface
bertambah dan gerak partikel turun lalu menjadi sangat lambat dan pada endapan
tidak mengalami kenaikan ketinggian dengan ketinggian endapan akhir adalah 1,1
cm. Pada percobaan ini didapatkan grafik yang tidak linier untuk interval waktu
IV-17

menit ke-1 sampai 7, hal ini karena adanya perbedaan kecepatan jatuhnya partikel
CaCO3 tiap menit atau karena tidak konstannya kecepatan jatuh partikel CaCO3.
Percobaan variasi kedua yaitu 30 gram CaCO3 dengan 6 mL NaOH 1%
dan 1000 mL akuades dengan waktu pada pengamatan tiap menit selama 30 menit
dapat dilihat pada Gambar 4.4 berikut :

30

25

20
Z (cm)

15
Variasi II
10 Zona B+C
5

0
1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112131415161718192021222324252627282930
θ (menit)

Gambar 4.4 Hubungan antara Waktu (ϴ) terhadap Ketinggian Endapan


(z) pada Campuran CaCO3 dengan NaOH

Berdasarkan Gambar 4.4 terlihat bahwa penambahan NaOH akan


mengakibatkan pengendapan menjadi lebih cepat. Proses sedimentasi lebih cepat
terjadi dikarenakan CaCO3 tidak stabil pada suasana basa. Penambahan NaOH ini
menyebabkan pH dari suspensi menjadi netral sehingga proses sedimentasi lebih
cepat terjadi. NaOH merupakan larutan basa dan akan membentuk garam apabila
dicampurkan dengan CaCO3 terdisosiasi, sehingga akan terbentuk garam asam
yang memiliki masssa lebih besar dari CaCO3 murni lalu menimbulkan gaya
tarik-menarik antara partikel sejenis, yaitu CaCO3 dan NaOH. Reaksi antara
NaOH dan suspensi adalah :

CaCO3 + 2Na+ + H2O Ca2+ + Na2CO3 + H2O ... (4.8)


CaCO3 +2NaOH + H2O Ca2+ + Na2CO3 + 2OH- + H2O ... (4.9)
IV-18

CaCO3 + 2 NaOH + H2O Ca2+ + Na2CO3 + H2O ... (4.10)

Pada percobaan ini zona B terbentuk saat menit ke-1 hingga ke-5. Partikel
endapan CaCO3 terbentuk pada menit ke-6 dan konstan sampai menit ke-30
dengan ketinggian endapan 1,1 cm. Grafik yang tidak linier dikarenakan data
ketinggian zona B+C terdapat perbedaan yang cukup signifikan sebelum
mencapai keadaan konstan, sehingga tidak bisa dipakai pendekatan secara linier.
Percobaan pada variasi ke-3 yaitu 30 gram CaCO3 dengan penambahan
1000 mL akuades dan 6 mL larutan tawas (Al2(SO4)3) dengan waktu pengamatan
tiap menit sampai menitt ke-30 dapat dilihat pada Gambar 4.5 :

30

25

20
Z (cm)

15
Variasi III
10
Zona B+C
5

0
1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112131415161718192021222324252627282930
θ (menit)

Gambar 4.5 Hubungan antara Waktu (ϴ) terhadap Ketinggian Endapan


(z) pada Campuran CaCO3 dengan larutan tawas (Al2(SO4)3).

Berdasarkan Gambar 4.5 menunjukkan bahwa ketinggian zona C


mengalami peningkatan dengan cepat. Hal ini karena tawas merupakan suatu
bahan yang dapat mempercepat proses pengendapan karena jika tawas dilarutkan
pada suatu suspensi partikelnya dan memperkuat gaya tarik menarik antar partikel
padatan dalam suspensi tersebut sehingga partikel menggumpal (koagulasi).
Akibatnya endapan terbentuk karena ion Ca2+ mengikat ion SO42- yang terbentuk
menjadi partikel yang lebih besar sehingga lebih cepat dalam proses pengendapan
IV-19

adalah pada menit ke-6 dengan ketinggian endapan 1,2 cm. Pada percobaan ini
didapatkan grafik yang tidak linier, hal itu dikarenakan data ketinggian dari zona
B+C terdapat perbedaan yang cukup signifikan sebelum mencapai keadaan
konstan. Reaksi yang terjadi pada percobaan ini adalah :

Al2(SO4)3.8H2O + Ca(HCO3) 2Al(OH)3 + 3CaSO4 ... (4.11)


Al2(SO4)3.8H2O + CaCO3 + H2O 2Al(OH)3 + 3 CaSOH ... (4.12)

Pada variasi II dan III memiliki tujuan yang sama yaitu dapat mempercepat
pengendapan suspensi CaCO3. Suspensi variasi II dan III menjadi konstan tepat
pada menit ke-6. Ketinggian endapan pada variasi II dan III yaitu 1,1 cm dan 1,2
cm. Sedangkan pada variasi I menjadi konstan pada menit ke-7 dengan ketinggian
endapan 1,1 cm. Penambahan tawas membuat ketinggian endapan lebih tinggi
karena tawas lebih cepat reaksi pengendapannya dibandingkan NaOH. Pada
ketiga variasi percobaan yang dilakukan, dapat diketahui bahwa proses
pengendapan paling baik adalah dengan menggunakan tawas. Penambahan tawas
membuat partikel tidak stabil sehingga membentuk flok yang mudah mengendap.
Sementara itu proses pengendapan paling baik yang kedua yaitu dengan
penambahan NaOH, karena NaOH akan membuat pH suspensi menjadi netral,
sehinggan proses pengendapan lebih cepat dan yang ketiga adalah variai I (CaCO3
+ H2O).
Hasil perhitungan sedimentasi variasi I dapat dilihat pada grafik hubungan
antara konsentrasu dan kecepatan pengendapan dapat dilihat pada Gambar 4.6
berikut :
IV-20

3.5

2.5
VL (cm/menit)

1.5

0.5

0
0.04 0.05 0.06 0.07
CL (g/mL)

Gambar 4.6 Hubungan antara Konsentrasi Suspensi (CL) terhadap


Kecepatan Sedimentasi (VL) Campuran CaCO3 dengan H2O

Berdasarkan Gambar 4.6 menunjukkan bahwa konsentrasi berbanding


terbalik dengan kecepatan pengendapan. Hal ini dikarenakan berkurangnya
kecepatan pengendapan yang dipengaruhi oleh lamanya waktu pengendapan,
konsentrasi yang semakin tinggi, gaya apung yang menarik partikel ke atas, jarak
antar partikel yang terbatas dan partikel lain yan tidak dapat jatuh. Maka semakin
kecil kecepatan pada pengendapan semakin besar konsentrasi endapannya. Nilai
VL terbesar 3,129 cm/menit dan CL terbesar adalah 0,065 g/mL.
Hasil perhitungan konsentrasi suspensi dan kecepatan sedimentasi variasi
II dapat dilihat pada Gambar 4.7 berikut :
IV-21

4.5
4
VL (cm/menit) 3.5
3
2.5
2
1.5
1
0.5
0
0.04 0.05 0.06 0.07
CL (g/mL)

Gambar 4.7 Hubungan antara Konsentrasi Suspensi (CL) terhadap


Kecepatan Sdimentasi (VL) Campuran CaCO3 dengan NaOH

Berdasarkan Gambar 4.6 menunjukkan bahwa semakin besar konsentrasi


endapan (CL) maka semakin kecil kecepatan endapannya (VL). Hal ini disebabkan
karena penambahan dari koagulan, yaitu NaOH. Koagulasi berupa NaOH yang
ditambah ke dalam suspensi yang menyebabkan kecepatan endapannya lebih
cepat dibandingkan tanpa NaOH, karena NaOH dapat menyebabkan massa suatu
partikel lebih berat sehingga mampu mengendapkan CaCO3 lebih cepat. Nilai VL
terbesar adalah 3,817 cm/menit dal CL terbesar adalah 0,061 g/mL.
Hasil perhitungan konsentrasi suspensi dan kecepatan pengendapan pada
variasi III dapat dilihat pada Gambar 4.8 berikut ini :
IV-22

4
3.5
3
VL (cm/menit)

2.5
2
1.5
1
0.5
0
0.04 0.05 0.06 0.07
CL (g/mL)

Gambar 4.8 Hubungan antara Konsentrasi Suspensi (CL) terhadap Kcepatan


Suspensi (VL) Campuran CaCO3 dengan Al2(SO4)3

Berdasarkan Gambar 4.8 menunjukkan bahwa semakin besar konsentrasi


endapan maka kecepatan endapannya kecil. Hal ini disebabkan oleh penambahan
koagulan tawas. Koagulan berupa tawas yang ditambahkan ke dalam suspensi
dapat menyebabkan kecepatan endapannya lebih cepat dibandingkan dengan
variasi I dan II karena tawas merupakan suatu bahan yang dapat mempercepat
proses pengendapan. Nilai VL terbesar adalah 3,633 cm/menit dan CL terbesar
adalah 0,065 g/ml.
Berdasarkan grafik hasil perhitungan variasi I, II dan III menunjukkan
bahwa variasi I memiliki nilai VL yang lebih kecil dibandingkan variasi II dan III.
Nilai VL pada variasi I, II dan III berturut – turut adalah 3,129 ; 3,817 dan 3,633
cm/menit. Semakit tinggi nilai VL maka suspensi akan semakin mengendap.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa variasi II adalah variasi yang paling baik.
Sementara itu nilai CL pada variasi I, II dan III secara berturut – turut yaitu 0,065 ;
0,061 dan 0,065. Sehingga dapat dinyatakan penambahan senyawa lain dapat
mempengaruhi kecepatan pengendapan.
Nilai kecepatan free settling (Vt) pada variasi I, II dan III berturut – turut
yaitu 7,826 ; 12,0015 dan 11,811 cm/s. Nilai Vt NaOH lebih besar karena densitas
NaOH lebih besar daripada tawas. Hal ini menunjukkan bahwa pada penambahan
IV-23

senyawa lain mempengaurhi pengendapan. Kecepatan konstan terlihat dari


hubungan antara ϴL dan zL membentuk garis menekuk turun untuk periode awal.
Periode ini disebut free setting, dimana padatan turun dan mengendap karena
adanya gaya gravitasi. Hindered setting pada pengendapan ini mempunyai
konsentrasi partikel yang tidak terlalu tinggi, kemudian partikel lainnya dengan
pengendapan secara bersamaan.
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, diketahui bahwa faktor –
faktor yang mempengaruhi proses sedimentasi diantaranya adalah gaya gravitas,
gaya apumg, gaya dorong dan konsentrasi suspensi. Gaya gravitasi dapat
membuat suspensi jatuh ke dasar dan mengendap lebih cepat, gaya apung
membuat beberapa partikel mengapung karena perbedaan densitasnya, gaya
dorong dihasilkan dari suspensi yang turun akibat gaya gravitasi dan konsentrasi
suspensi dimana semakin besar konsentrasi suspensi maka pengendapan semakin
lambat.
IV-24
4.5 PENUTUP

4.5.1 Kesimpulan
Kesimpulan dari percobaan ini adalah :
1. Nilai VL dan CL secara berturut – turut adalah pada variasi I yaitu 3,129
cm/menit – 1,843 cm/menit dan 0,40 gram/mL – 0,065 gram/mL ; Pada variasi
ke II yaitu 3,817 cm/menit – 2,317 cm/menit dan 0,038 gram/mL – 0,061
gram/mL ; Pada variasi III yaitu 3,633 cm/menit – 2,133 cm/menit dan 0,040
gram/mL – 0,065 gram/mL.
2. Berdassarkan hasil perhitungan diperoleh nilai Vt secara berturut – turut adalah
7,826 cm/s; 12,0815 cm/s dan 11,8811 cm/s.

4.5.2 Saran
Saran yang dapat diberikan untuk percobaan ini adalah sebaiknya
menggunakan koagulan lainnya, seperti actovated silica atau bentanic clay untuk
mengetahui kecepatan waktu pengendapan pada maca,-macam koagulan lainnya.

IV-24
DAFTAR PUSTAKA

Arifin, Zainal. 2014. Penelitian Pendidikan. PT Remaja Rosda Karya. Bandung .

Austin, G.T.1996. Industri Proses Kimia. Erlangga. Jakarta.

Brown, G. G. 1978. Unit Operation. McGraw Hill Co. New York.

Cheremisinoff, D.D. 2002. Handbook Of Chemical Process Equipment.


Butterworth Hanemann. New York.

Foust, A.S. 1980. Principles of Unit Operation 2nd Edition. John Willey and Sons.
New York.

Geankoplis, C. J. 1994. Transport Process Separation Process Principles 4th


Edition. Prentice Hall. New York.

Richardson, J.E, J.H. Karter.2002. Coulson and Richardson Chemical


Engineering Vol. 2 6th Edition. Butterworth Hanemann. New York.

Rifai, N.M. 2007. Osomatisasi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Industry
Surabaya. Jurnal Riset Industri Vol. 5(2). Surabaya.

Sciencelab, 2005.MSDS NaOH.


www.sciencelab.com/msds.php?msdsid:9924285
Diakses pada tanggal 16 November 2018

Speltman, R.F. 2003. Handbook of Water and Waste Water Treatment Plant
Operation . Lewis Publisher’s. Washington DC

DP.IV-1
IV-27
LAMPIRAN PERHITUNGAN

1. Variasi I (CaCO3 + H2O)

Data 1

30

25
zi

20
Z (cm)

15
Variasi I
10 Zona B+C

5
ZL
0
ᶿL ᶿi
1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112131415161718192021222324252627282930
θ (menit)

Diketahui : zi = 23 cm
zL = 1,1 cm
ϴi = 7,3 menit
ϴL = 7 menit
zo = 30,5 cm
𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝐶𝑎𝐶𝑂3 30 𝑔𝑟𝑎𝑚
Co = = = 0,03 g/mL
𝑣 𝑎𝑘𝑢𝑎𝑑𝑒𝑠 1000 𝑚𝐿
Ditanya : VL dan CL = ....?
𝑧𝑖−𝑧𝐿 (23−1,1)𝑐𝑚
Jawab : VL = = = 3,129 cm/menit
𝜃𝐿 7 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡
𝑔
𝐶𝑜×𝑧𝑜 0,03 ⁄𝑚𝐿 ×30,5 𝑐𝑚
CL = = = 0,040 g/mL
𝑧𝑖 23 𝑐𝑚

LP.IV-1
LP.IV-2

Data 2

30

25
zi

20
Z (cm)

15
Variasi I
10 Zona B+C

5
ZL
0
ᶿL ᶿi
1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112131415161718192021222324252627282930
θ (menit)

Diketahui : zi = 22 cm
zL = 1,1 cm
ϴi = 7,3 menit
ϴL = 7 menit
zo = 30,5 cm
𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝐶𝑎𝐶𝑂3 30 𝑔𝑟𝑎𝑚
Co = = = 0,03 g/mL
𝑣 𝑎𝑘𝑢𝑎𝑑𝑒𝑠 1000 𝑚𝐿
Ditanya : VL dan CL = ....?
𝑧𝑖−𝑧𝐿 (22−1,1)𝑐𝑚
Jawab : VL = = = 2,986 cm/menit
𝜃𝐿 7 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡
𝑔
𝐶𝑜×𝑧𝑜 0,03 ⁄𝑚𝐿 ×30,5 𝑐𝑚
CL = = = 0,042 g/mL
𝑧𝑖 22 𝑐𝑚
LP.IV-4

Data 3

30

25
zi

20
Z (cm)

15
Variasi I
10 Zona B+C

5
ZL
0
ᶿL ᶿi
1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112131415161718192021222324252627282930
θ (menit)

Diketahui : zi = 21 cm
zL = 1,1 cm
ϴi = 7,3 menit
ϴL = 7 menit
zo = 30,5 cm
𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝐶𝑎𝐶𝑂3 30 𝑔𝑟𝑎𝑚
Co = = = 0,03 g/mL
𝑣 𝑎𝑘𝑢𝑎𝑑𝑒𝑠 1000 𝑚𝐿
Ditanya : VL dan CL = ....?
𝑧𝑖−𝑧𝐿 (21−1,1)𝑐𝑚
Jawab : VL = = = 2,843 cm/menit
𝜃𝐿 7 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡
𝑔
𝐶𝑜×𝑧𝑜 0,03 ⁄𝑚𝐿 ×30,5 𝑐𝑚
CL = = = 0,044 g/mL
𝑧𝑖 21 𝑐𝑚
LP.IV-5

Data 4

30

25
zi
20
Z (cm)

15
Variasi I
10 Zona B+C

5
ZL
0
ᶿL ᶿi
1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112131415161718192021222324252627282930
θ (menit)

Diketahui : zi = 20 cm
zL = 1,1 cm
ϴi = 7,3 menit
ϴL = 7 menit
zo = 30,5 cm
𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝐶𝑎𝐶𝑂3 30 𝑔𝑟𝑎𝑚
Co = = = 0,03 g/mL
𝑣 𝑎𝑘𝑢𝑎𝑑𝑒𝑠 1000 𝑚𝐿
Ditanya : VL dan CL = ....?
𝑧𝑖−𝑧𝐿 (20−1,1)𝑐𝑚
Jawab : VL = = = 2,700 cm/menit
𝜃𝐿 7 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡
𝑔
𝐶𝑜×𝑧𝑜 0,03 ⁄𝑚𝐿 ×30,5 𝑐𝑚
CL = = = 0,046 g/mL
𝑧𝑖 20 𝑐𝑚
LP.IV-6

Data 5
30

25

20
zi
Z (cm)

15
Variasi I
10 Zona B+C

5
ZL
0
ᶿL ᶿi
1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112131415161718192021222324252627282930
θ (menit)

Diketahui : zi = 19 cm
zL = 1,1 cm
ϴi = 7,3 menit
ϴL = 7 menit
zo = 30,5 cm
𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝐶𝑎𝐶𝑂3 30 𝑔𝑟𝑎𝑚
Co = = = 0,03 g/mL
𝑣 𝑎𝑘𝑢𝑎𝑑𝑒𝑠 1000 𝑚𝐿
Ditanya : VL dan CL = ....?
𝑧𝑖−𝑧𝐿 (19−1,1)𝑐𝑚
Jawab : VL = = = 2,575 cm/menit
𝜃𝐿 7 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡
𝑔
𝐶𝑜×𝑧𝑜 0,03 ⁄𝑚𝐿 ×30,5 𝑐𝑚
CL = = = 0,048 g/mL
𝑧𝑖 19 𝑐𝑚
LP.IV-7

Data 6

30

25

20
zi
Z (cm)

15
Variasi I
10 Zona B+C

5
ZL
0
ᶿL ᶿi
1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112131415161718192021222324252627282930
θ (menit)

Diketahui : zi = 18 cm
zL = 1,1 cm
ϴi = 7,3 menit
ϴL = 7 menit
zo = 30,5 cm
𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝐶𝑎𝐶𝑂3 30 𝑔𝑟𝑎𝑚
Co = = = 0,03 g/mL
𝑣 𝑎𝑘𝑢𝑎𝑑𝑒𝑠 1000 𝑚𝐿
Ditanya : VL dan CL = ....?
𝑧𝑖−𝑧𝐿 (18−1,1)𝑐𝑚
Jawab : VL = = = 2,414 cm/menit
𝜃𝐿 7 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡
𝑔
𝐶𝑜×𝑧𝑜 0,03 ⁄𝑚𝐿 ×30,5 𝑐𝑚
CL = = = 0,051 g/mL
𝑧𝑖 18 𝑐𝑚
LP.IV-8

Data 7
30

25

20
zi
Z (cm)

15
Variasi I
10 Zona B+C

5
ZL
0
ᶿL ᶿi
1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112131415161718192021222324252627282930
θ (menit)

Diketahui : zi = 17 cm
zL = 1,1 cm
ϴi = 7,3 menit
ϴL = 7 menit
zo = 30,5 cm
𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝐶𝑎𝐶𝑂3 30 𝑔𝑟𝑎𝑚
Co = = = 0,03 g/mL
𝑣 𝑎𝑘𝑢𝑎𝑑𝑒𝑠 1000 𝑚𝐿
Ditanya : VL dan CL = ....?
𝑧𝑖−𝑧𝐿 (17−1,1)𝑐𝑚
Jawab : VL = = = 2,271 cm/menit
𝜃𝐿 7 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡
𝑔
𝐶𝑜×𝑧𝑜 0,03 ⁄𝑚𝐿 ×30,5 𝑐𝑚
CL = = = 0,054 g/mL
𝑧𝑖 17 𝑐𝑚
LP.IV-9

Data 8
30

25

20
zi
Z (cm)

15
Variasi I
10 Zona B+C

5
ZL
0
ᶿL ᶿi
1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112131415161718192021222324252627282930
θ (menit)

Diketahui : zi = 16 cm
zL = 1,1 cm
ϴi = 7,3 menit
ϴL = 7 menit
zo = 30,5 cm
𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝐶𝑎𝐶𝑂3 30 𝑔𝑟𝑎𝑚
Co = = = 0,03 g/mL
𝑣 𝑎𝑘𝑢𝑎𝑑𝑒𝑠 1000 𝑚𝐿
Ditanya : VL dan CL = ....?
𝑧𝑖−𝑧𝐿 (16−1,1)𝑐𝑚
Jawab : VL = = = 2,129 cm/menit
𝜃𝐿 7 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡
𝑔
𝐶𝑜×𝑧𝑜 0,03 ⁄𝑚𝐿 ×30,5 𝑐𝑚
CL = = = 0,057 g/mL
𝑧𝑖 16 𝑐𝑚
LP.IV-10

Data 9

30

25

20
zi
Z (cm)

15
Variasi I
10 Zona B+C

5
ZL
0
ᶿL ᶿi
1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112131415161718192021222324252627282930
θ (menit)

Diketahui : zi = 15 cm
zL = 1,1 cm
ϴi = 7,3 menit
ϴL = 7 menit
zo = 30,5 cm
𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝐶𝑎𝐶𝑂3 30 𝑔𝑟𝑎𝑚
Co = = = 0,03 g/mL
𝑣 𝑎𝑘𝑢𝑎𝑑𝑒𝑠 1000 𝑚𝐿
Ditanya : VL dan CL = ....?
𝑧𝑖−𝑧𝐿 (15−1,1)𝑐𝑚
Jawab : VL = = = 1,986 cm/menit
𝜃𝐿 7 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡
𝑔
𝐶𝑜×𝑧𝑜 0,03 ⁄𝑚𝐿 ×30,5 𝑐𝑚
CL = = = 0,061 g/mL
𝑧𝑖 15 𝑐𝑚
LP.IV-11

Data 10

30

25

20
Z (cm)

15
zi
Variasi I
10 Zona B+C

5
ZL
0
ᶿL ᶿi
1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112131415161718192021222324252627282930
θ (menit)

Diketahui : zi = 14 cm
zL = 1,1 cm
ϴi = 7,3 menit
ϴL = 7 menit
zo = 30,5 cm
𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝐶𝑎𝐶𝑂3 30 𝑔𝑟𝑎𝑚
Co = = = 0,03 g/mL
𝑣 𝑎𝑘𝑢𝑎𝑑𝑒𝑠 1000 𝑚𝐿
Ditanya : VL dan CL = ....?
𝑧𝑖−𝑧𝐿 (14−1,1)𝑐𝑚
Jawab : VL = = = 1,843 cm/menit
𝜃𝐿 7 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡
𝑔
𝐶𝑜×𝑧𝑜 0,03 ⁄𝑚𝐿 ×30,5 𝑐𝑚
CL = = = 0,065 g/mL
𝑧𝑖 14 𝑐𝑚
LP.IV-12

2. Variasi II (CaCO3 + NaOH + H2O)

Data 1

30
zi
25

20
Z (cm)

15
Variasi II
10
Zona B+C
5
ZL
0
ᶿLᶿi
1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112131415161718192021222324252627282930
θ (menit)

Diketahui : zi = 24 cm
zL = 1,1 cm
ϴi = 6,2 menit
ϴL = 6 menit
zo = 30,5 cm
𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝐶𝑎𝐶𝑂3 30 𝑔𝑟𝑎𝑚
Co = = = 0,03 g/mL
𝑣 𝑎𝑘𝑢𝑎𝑑𝑒𝑠 1000 𝑚𝐿
Ditanya : VL dan CL = ....?
𝑧𝑖−𝑧𝐿 (24−1,1)𝑐𝑚
Jawab : VL = = = 3,817 cm/menit
𝜃𝐿 6 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡
𝑔
𝐶𝑜×𝑧𝑜 0,03 ⁄𝑚𝐿 ×30,5 𝑐𝑚
CL = = = 0,038 g/mL
𝑧𝑖 24 𝑐𝑚
LP.IV-13

Data 2

30

25
zi
20
Z (cm)

15
Variasi II
10
Zona B+C
5
ZL
0
ᶿLᶿi
1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112131415161718192021222324252627282930
θ (menit)

Diketahui : zi = 23 cm
zL = 1,1 cm
ϴi = 6,2 menit
ϴL = 6 menit
zo = 30,5 cm
𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝐶𝑎𝐶𝑂3 30 𝑔𝑟𝑎𝑚
Co = = = 0,03 g/mL
𝑣 𝑎𝑘𝑢𝑎𝑑𝑒𝑠 1000 𝑚𝐿
Ditanya : VL dan CL = ....?
𝑧𝑖−𝑧𝐿 (23−1,1)𝑐𝑚
Jawab : VL = = = 3,650 cm/menit
𝜃𝐿 6 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡
𝑔
𝐶𝑜×𝑧𝑜 0,03 ⁄𝑚𝐿 ×30,5 𝑐𝑚
CL = = = 0,040 g/mL
𝑧𝑖 23 𝑐𝑚
LP.IV-14

Data 3

30

25
zi
20
Z (cm)

15
Variasi II
10
Zona B+C
5
ZL
0
ᶿLᶿi
1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112131415161718192021222324252627282930
θ (menit)

Diketahui : zi = 22 cm
zL = 1,1 cm
ϴi = 6,2 menit
ϴL = 6 menit
zo = 30,5 cm
𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝐶𝑎𝐶𝑂3 30 𝑔𝑟𝑎𝑚
Co = = = 0,03 g/mL
𝑣 𝑎𝑘𝑢𝑎𝑑𝑒𝑠 1000 𝑚𝐿
Ditanya : VL dan CL = ....?
𝑧𝑖−𝑧𝐿 (22−1,1)𝑐𝑚
Jawab : VL = = = 3,483 cm/menit
𝜃𝐿 6 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡
𝑔
𝐶𝑜×𝑧𝑜 0,03 ⁄𝑚𝐿 ×30,5 𝑐𝑚
CL = = = 0,042 g/mL
𝑧𝑖 22 𝑐𝑚
LP.IV-15

Data 4

30

25
zi
20
Z (cm)

15
Variasi II
10
Zona B+C
5
ZL
0
ᶿLᶿi
1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112131415161718192021222324252627282930
θ (menit)

Diketahui : zi = 21 cm
zL = 1,1 cm
ϴi = 6,2 menit
ϴL = 6 menit
zo = 30,5 cm
𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝐶𝑎𝐶𝑂3 30 𝑔𝑟𝑎𝑚
Co = = = 0,03 g/mL
𝑣 𝑎𝑘𝑢𝑎𝑑𝑒𝑠 1000 𝑚𝐿
Ditanya : VL dan CL = ....?
𝑧𝑖−𝑧𝐿 (21−1,1)𝑐𝑚
Jawab : VL = = = 3,317 cm/menit
𝜃𝐿 6 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡
𝑔
𝐶𝑜×𝑧𝑜 0,03 ⁄𝑚𝐿 ×30,5 𝑐𝑚
CL = = = 0,044 g/mL
𝑧𝑖 21 𝑐𝑚
LP.IV-16

Data 5

30

25
zi
20
Z (cm)

15
Variasi II
10
Zona B+C
5
ZL
0
ᶿLᶿi
1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112131415161718192021222324252627282930
θ (menit)

Diketahui : zi = 20 cm
zL = 1,1 cm
ϴi = 6,2 menit
ϴL = 6 menit
zo = 30,5 cm
𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝐶𝑎𝐶𝑂3 30 𝑔𝑟𝑎𝑚
Co = = = 0,03 g/mL
𝑣 𝑎𝑘𝑢𝑎𝑑𝑒𝑠 1000 𝑚𝐿
Ditanya : VL dan CL = ....?
𝑧𝑖−𝑧𝐿 (20−1,1)𝑐𝑚
Jawab : VL = = = 3,150cm/menit
𝜃𝐿 6 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡
𝑔
𝐶𝑜×𝑧𝑜 0,03 ⁄𝑚𝐿 ×30,5 𝑐𝑚
CL = = = 0,046 g/mL
𝑧𝑖 20 𝑐𝑚
LP.IV-17

Data 6

30

25
zi
20
Z (cm)

15
Variasi II
10
Zona B+C
5
ZL
0
ᶿLᶿi
1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112131415161718192021222324252627282930
θ (menit)

Diketahui : zi = 19 cm
zL = 1,1 cm
ϴi = 6,2 menit
ϴL = 6 menit
zo = 30,5 cm
𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝐶𝑎𝐶𝑂3 30 𝑔𝑟𝑎𝑚
Co = = = 0,03 g/mL
𝑣 𝑎𝑘𝑢𝑎𝑑𝑒𝑠 1000 𝑚𝐿
Ditanya : VL dan CL = ....?
𝑧𝑖−𝑧𝐿 (19−1,1)𝑐𝑚
Jawab : VL = = = 2,983 cm/menit
𝜃𝐿 6 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡
𝑔
𝐶𝑜×𝑧𝑜 0,03 ⁄𝑚𝐿 ×30,5 𝑐𝑚
CL = = = 0,048 g/mL
𝑧𝑖 19 𝑐𝑚
LP.IV-18

Data 7

30

25

20
zi
Z (cm)

15
Variasi II
10
Zona B+C
5
ZL
0
ᶿLᶿi
1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112131415161718192021222324252627282930
θ (menit)

Diketahui : zi = 18 cm
zL = 1,1 cm
ϴi = 6,2 menit
ϴL = 6 menit
zo = 30,5 cm
𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝐶𝑎𝐶𝑂3 30 𝑔𝑟𝑎𝑚
Co = = = 0,03 g/mL
𝑣 𝑎𝑘𝑢𝑎𝑑𝑒𝑠 1000 𝑚𝐿
Ditanya : VL dan CL = ....?
𝑧𝑖−𝑧𝐿 (18−1,1)𝑐𝑚
Jawab : VL = = = 2,817 cm/menit
𝜃𝐿 6 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡
𝑔
𝐶𝑜×𝑧𝑜 0,03 ⁄𝑚𝐿 ×30,5 𝑐𝑚
CL = = = 0,051 g/mL
𝑧𝑖 18 𝑐𝑚
LP.IV-19

Data 8

30

25

20
zi
Z (cm)

15
Variasi II
10
Zona B+C
5
ZL
0
ᶿLᶿi
1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112131415161718192021222324252627282930
θ (menit)

Diketahui : zi = 17 cm
zL = 1,1 cm
ϴi = 6,2 menit
ϴL = 6 menit
zo = 30,5 cm
𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝐶𝑎𝐶𝑂3 30 𝑔𝑟𝑎𝑚
Co = = = 0,03 g/mL
𝑣 𝑎𝑘𝑢𝑎𝑑𝑒𝑠 1000 𝑚𝐿
Ditanya : VL dan CL = ....?
𝑧𝑖−𝑧𝐿 (17−1,1)𝑐𝑚
Jawab : VL = = = 2,650 cm/menit
𝜃𝐿 6 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡
𝑔
𝐶𝑜×𝑧𝑜 0,03 ⁄𝑚𝐿 ×30,5 𝑐𝑚
CL = = = 0,054 g/mL
𝑧𝑖 17 𝑐𝑚
LP.IV-20

Data 9

30

25

20
zi
Z (cm)

15
Variasi II
10
Zona B+C
5
ZL
0
ᶿLᶿi
1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112131415161718192021222324252627282930
θ (menit)

Diketahui : zi = 16 cm
zL = 1,1 cm
ϴi = 6,2 menit
ϴL = 6 menit
zo = 30,5 cm
𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝐶𝑎𝐶𝑂3 30 𝑔𝑟𝑎𝑚
Co = = = 0,03 g/mL
𝑣 𝑎𝑘𝑢𝑎𝑑𝑒𝑠 1000 𝑚𝐿
Ditanya : VL dan CL = ....?
𝑧𝑖−𝑧𝐿 (16−1,1)𝑐𝑚
Jawab : VL = = = 2,483 cm/menit
𝜃𝐿 6 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡
𝑔
𝐶𝑜×𝑧𝑜 0,03 ⁄𝑚𝐿 ×30,5 𝑐𝑚
CL = = = 0,057 g/mL
𝑧𝑖 16 𝑐𝑚
LP.IV-21

Data 10

30

25

20
zi
Z (cm)

15
Variasi II
10
Zona B+C
5
ZL
0
ᶿLᶿi
1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112131415161718192021222324252627282930
θ (menit)

Diketahui : zi = 15 cm
zL = 1,1 cm
ϴi = 6,2 menit
ϴL = 6 menit
zo = 30,5 cm
𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝐶𝑎𝐶𝑂3 30 𝑔𝑟𝑎𝑚
Co = = = 0,03 g/mL
𝑣 𝑎𝑘𝑢𝑎𝑑𝑒𝑠 1000 𝑚𝐿
Ditanya : VL dan CL = ....?
𝑧𝑖−𝑧𝐿 (15−1,1)𝑐𝑚
Jawab : VL = = = 2,317 cm/menit
𝜃𝐿 6 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡
𝑔
𝐶𝑜×𝑧𝑜 0,03 ⁄𝑚𝐿 ×30,5 𝑐𝑚
CL = = = 0,061 g/mL
𝑧𝑖 15 𝑐𝑚
LP.IV-22

3. Variasi III (CaCO3 + Al2(SO4)3 + H2O)

Data 1

30

25
Zi
20
Z (cm)

15

10 Variasi III
Zona B+C
5
ZL
0
ᶿL ᶿi
1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112131415161718192021222324252627282930
θ (menit)

Diketahui : zi = 23 cm
zL = 1,2 cm
ϴi = 6,2 menit
ϴL = 6 menit
zo = 30,5 cm
𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝐶𝑎𝐶𝑂3 30 𝑔𝑟𝑎𝑚
Co = = = 0,03 g/mL
𝑣 𝑎𝑘𝑢𝑎𝑑𝑒𝑠 1000 𝑚𝐿
Ditanya : VL dan CL = ....?
𝑧𝑖−𝑧𝐿 (23−1,2)𝑐𝑚
Jawab : VL = = = 3,633 cm/menit
𝜃𝐿 6 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡
𝑔
𝐶𝑜×𝑧𝑜 0,03 ⁄𝑚𝐿 ×30,5 𝑐𝑚
CL = = = 0,040 g/mL
𝑧𝑖 23 𝑐𝑚
LP.IV-23

Data 2

30

25
Zi
20
Z (cm)

15

10 Variasi III
Zona B+C
5
ZL
0
ᶿL ᶿi
1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112131415161718192021222324252627282930
θ (menit)

Diketahui : zi = 22 cm
zL = 1,2 cm
ϴi = 6,2 menit
ϴL = 6 menit
zo = 30,5 cm
𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝐶𝑎𝐶𝑂3 30 𝑔𝑟𝑎𝑚
Co = = = 0,03 g/mL
𝑣 𝑎𝑘𝑢𝑎𝑑𝑒𝑠 1000 𝑚𝐿
Ditanya : VL dan CL = ....?
𝑧𝑖−𝑧𝐿 (22−1,2)𝑐𝑚
Jawab : VL = = = 3,467 cm/menit
𝜃𝐿 6 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡
𝑔
𝐶𝑜×𝑧𝑜 0,03 ⁄𝑚𝐿 ×30,5 𝑐𝑚
CL = = = 0,042 g/mL
𝑧𝑖 22 𝑐𝑚
LP.IV-24

Data 3

30

25
Zi
20
Z (cm)

15

10 Variasi III
Zona B+C
5
ZL
0
ᶿL ᶿi
1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112131415161718192021222324252627282930
θ (menit)

Diketahui : zi = 21 cm
zL = 1,2 cm
ϴi = 6,2 menit
ϴL = 6 menit
zo = 30,5 cm
𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝐶𝑎𝐶𝑂3 30 𝑔𝑟𝑎𝑚
Co = = = 0,03 g/mL
𝑣 𝑎𝑘𝑢𝑎𝑑𝑒𝑠 1000 𝑚𝐿
Ditanya : VL dan CL = ....?
𝑧𝑖−𝑧𝐿 (21−1,2)𝑐𝑚
Jawab : VL = = = 3,300 cm/menit
𝜃𝐿 6 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡
𝑔
𝐶𝑜×𝑧𝑜 0,03 ⁄𝑚𝐿 ×30,5 𝑐𝑚
CL = = = 0,044 g/mL
𝑧𝑖 21 𝑐𝑚
LP.IV-25

Data 4

30

25
Zi
20
Z (cm)

15

10 Variasi III
Zona B+C
5
ZL
0
ᶿL ᶿi
1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112131415161718192021222324252627282930
θ (menit)

Diketahui : zi = 20 cm
zL = 1,2 cm
ϴi = 6,2 menit
ϴL = 6 menit
zo = 30,5 cm
𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝐶𝑎𝐶𝑂3 30 𝑔𝑟𝑎𝑚
Co = = = 0,03 g/mL
𝑣 𝑎𝑘𝑢𝑎𝑑𝑒𝑠 1000 𝑚𝐿
Ditanya : VL dan CL = ....?
𝑧𝑖−𝑧𝐿 (20−1,2)𝑐𝑚
Jawab : VL = = = 3,133 cm/menit
𝜃𝐿 6 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡
𝑔
𝐶𝑜×𝑧𝑜 0,03 ⁄𝑚𝐿 ×30,5 𝑐𝑚
CL = = = 0,046 g/mL
𝑧𝑖 20 𝑐𝑚
LP.IV-26

Data 5

30

25
Zi
20
Z (cm)

15

10 Variasi III
Zona B+C
5
ZL
0
ᶿL ᶿi
1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112131415161718192021222324252627282930
θ (menit)

Diketahui : zi = 19 cm
zL = 1,2 cm
ϴi = 6,2 menit
ϴL = 6 menit
zo = 30,5 cm
𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝐶𝑎𝐶𝑂3 30 𝑔𝑟𝑎𝑚
Co = = = 0,03 g/mL
𝑣 𝑎𝑘𝑢𝑎𝑑𝑒𝑠 1000 𝑚𝐿
Ditanya : VL dan CL = ....?
𝑧𝑖−𝑧𝐿 (19−1,2)𝑐𝑚
Jawab : VL = = = 2,967 cm/menit
𝜃𝐿 6 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡
𝑔
𝐶𝑜×𝑧𝑜 0,03 ⁄𝑚𝐿 ×30,5 𝑐𝑚
CL = = = 0,048 g/mL
𝑧𝑖 19 𝑐𝑚
LP.IV-27

Data 6

30

25

20
Zi
Z (cm)

15

10 Variasi III
Zona B+C
5
ZL
0
ᶿL ᶿi
1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112131415161718192021222324252627282930
θ (menit)

Diketahui : zi = 18 cm
zL = 1,2 cm
ϴi = 6,2 menit
ϴL = 6 menit
zo = 30,5 cm
𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝐶𝑎𝐶𝑂3 30 𝑔𝑟𝑎𝑚
Co = = = 0,03 g/mL
𝑣 𝑎𝑘𝑢𝑎𝑑𝑒𝑠 1000 𝑚𝐿
Ditanya : VL dan CL = ....?
𝑧𝑖−𝑧𝐿 (18−1,2)𝑐𝑚
Jawab : VL = = = 2,800cm/menit
𝜃𝐿 6 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡
𝑔
𝐶𝑜×𝑧𝑜 0,03 ⁄𝑚𝐿 ×30,5 𝑐𝑚
CL = = = 0,051 g/mL
𝑧𝑖 18 𝑐𝑚
LP.IV-28

Data 6

30

25

20
Zi
Z (cm)

15

10 Variasi III
Zona B+C
5
ZL
0
ᶿL ᶿi
1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112131415161718192021222324252627282930
θ (menit)

Diketahui : zi = 18 cm
zL = 1,2 cm
ϴi = 6,2 menit
ϴL = 6 menit
zo = 30,5 cm
𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝐶𝑎𝐶𝑂3 30 𝑔𝑟𝑎𝑚
Co = = = 0,03 g/mL
𝑣 𝑎𝑘𝑢𝑎𝑑𝑒𝑠 1000 𝑚𝐿
Ditanya : VL dan CL = ....?
𝑧𝑖−𝑧𝐿 (18−1,2)𝑐𝑚
Jawab : VL = = = 2,800cm/menit
𝜃𝐿 6 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡
𝑔
𝐶𝑜×𝑧𝑜 0,03 ⁄𝑚𝐿 ×30,5 𝑐𝑚
CL = = = 0,051 g/mL
𝑧𝑖 18 𝑐𝑚
LP.IV-29

Data 7

30

25

20
Zi
Z (cm)

15

10 Variasi III
Zona B+C
5
ZL
0
ᶿL ᶿi
1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112131415161718192021222324252627282930
θ (menit)

Diketahui : zi = 17 cm
zL = 1,2 cm
ϴi = 6,2 menit
ϴL = 6 menit
zo = 30,5 cm
𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝐶𝑎𝐶𝑂3 30 𝑔𝑟𝑎𝑚
Co = = = 0,03 g/mL
𝑣 𝑎𝑘𝑢𝑎𝑑𝑒𝑠 1000 𝑚𝐿
Ditanya : VL dan CL = ....?
𝑧𝑖−𝑧𝐿 (17−1,2)𝑐𝑚
Jawab : VL = = = 2,633 cm/menit
𝜃𝐿 6 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡
𝑔
𝐶𝑜×𝑧𝑜 0,03 ⁄𝑚𝐿 ×30,5 𝑐𝑚
CL = = = 0,054 g/mL
𝑧𝑖 17 𝑐𝑚
LP.IV-30

Data 8

30

25

20
Zi
Z (cm)

15

10 Variasi III
Zona B+C
5
ZL
0
ᶿL ᶿi
1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112131415161718192021222324252627282930
θ (menit)

Diketahui : zi = 16 cm
zL = 1,2 cm
ϴi = 6,2 menit
ϴL = 6 menit
zo = 30,5 cm
𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝐶𝑎𝐶𝑂3 30 𝑔𝑟𝑎𝑚
Co = = = 0,03 g/mL
𝑣 𝑎𝑘𝑢𝑎𝑑𝑒𝑠 1000 𝑚𝐿
Ditanya : VL dan CL = ....?
𝑧𝑖−𝑧𝐿 (16−1,2)𝑐𝑚
Jawab : VL = = = 2,467 cm/menit
𝜃𝐿 6 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡
𝑔
𝐶𝑜×𝑧𝑜 0,03 ⁄𝑚𝐿 ×30,5 𝑐𝑚
CL = = = 0,057 g/mL
𝑧𝑖 16 𝑐𝑚
LP.IV-31

Data 9

30

25

20
Zi
Z (cm)

15

10 Variasi III
Zona B+C
5
ZL
0
ᶿL ᶿi
1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112131415161718192021222324252627282930
θ (menit)

Diketahui : zi = 15 cm
zL = 1,2 cm
ϴi = 6,2 menit
ϴL = 6 menit
zo = 30,5 cm
𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝐶𝑎𝐶𝑂3 30 𝑔𝑟𝑎𝑚
Co = = = 0,03 g/mL
𝑣 𝑎𝑘𝑢𝑎𝑑𝑒𝑠 1000 𝑚𝐿
Ditanya : VL dan CL = ....?
𝑧𝑖−𝑧𝐿 (15−1,2)𝑐𝑚
Jawab : VL = = = 2,300 cm/menit
𝜃𝐿 6 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡
𝑔
𝐶𝑜×𝑧𝑜 0,03 ⁄𝑚𝐿 ×30,5 𝑐𝑚
CL = = = 0,061 g/mL
𝑧𝑖 15 𝑐𝑚
LP.IV-32

Data 10

30

25

20
Zi
Z (cm)

15

10 Variasi III
Zona B+C
5
ZL
0
ᶿL ᶿi
1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112131415161718192021222324252627282930
θ (menit)

Diketahui : zi = 14 cm
zL = 1,2 cm
ϴi = 6,2 menit
ϴL = 6 menit
zo = 30,5 cm
𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝐶𝑎𝐶𝑂3 30 𝑔𝑟𝑎𝑚
Co = = = 0,03 g/mL
𝑣 𝑎𝑘𝑢𝑎𝑑𝑒𝑠 1000 𝑚𝐿
Ditanya : VL dan CL = ....?
𝑧𝑖−𝑧𝐿 (14−1,2)𝑐𝑚
Jawab : VL = = = 2,133 cm/menit
𝜃𝐿 6 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡
𝑔
𝐶𝑜×𝑧𝑜 0,03 ⁄𝑚𝐿 ×30,5 𝑐𝑚
CL = = = 0,065 g/mL
𝑧𝑖 14 𝑐𝑚

Anda mungkin juga menyukai