Anda di halaman 1dari 19

HAK CIPTA DALAM LINGKUP EKONOMI dan BISNIS

Untuk memenuhi tugas mata kuliah


Aspek Hukum Ekonomi dan Bisnis
Yang diampu oleh Ibu Andy Prasetyo Wati, M.Pd

Oleh:
1. Adiniar Monicha Haque (160412607131 )
2. Aditya Wahyu Pradana ( 160412607110 )
3. Chifni Darun Naja ( 160412607079 )
4. Muhammad Ali Isnandar ( 130412616396 )

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS EKONOMI
JURUSAN MANAJEMEN
PRODI PENDIDIKAN ADMINISTRASI PERKANTORAN
FEBRUARI 2018
KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena dengan berkat
rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah tentang Hak Kekayaan
Itelektual Khususnya Hak Cipta Dalam Kegiatan Ekonomi dan Bisnis tepat pada waktunya.
Shalawat dan Salam selalu tercurah pada Rasulullah Muhammad SAW sang pembawa
kebenaran dan kebahagiaan bagi seluruh umat dan membawa umatnya ke zaman yang penuh
dengan ilmu pengetahuan sebagaimana yang kita rasakan sekarang ini.
Pada proses pembuatan makalah ini penulis tidak merasa kesulitan karena penulis
selalu mendapat bantuan dari pembimbing akademik Ibu Andy Prasetyo Wati maupun pihak-
pihak yang telah memberikan dukungan kepada penulis sehingga penulis dapat
menyelesaikan makalah tepat pada waktunya, oleh karena itu dengan rasa penuh hormat,
tulus , serta ikhlas penulis mengucapka terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu dalam proses penyusunan makalah ini.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak
terdapat kekurangan-kekurangan dan masih jauh dari kesempurnaan, hal ini disebabkan
karena keterbatasannya pengetahuan dan wawasan yang penulis miliki. Untuk itu penulis
sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak untuk
penyempurnaan dari makalah ini. Akhir kata hanya kepada Allah SWT jualah semua kita
serahkan, semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya dan penulis berharap semoga
laporan ini bisa bermanfaat khususnya bagi penulis sendiri dan juga bagi pembaca umumnya.

Malang, Februari 2018

Penulis

Makalah Aspek Hukum Ekonomi dan Bisnis 2


DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ........................................................................................................i


KATA PENGANTAR ...................................................................................................... ii
DAFTAR ISI .....................................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................................1
1.1 Latar Belakang ...................................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah ........................................................................................1
1.3 Tujuan Penulisan ................................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN ....................................................................................................3
2.1 Ruang Lingkup Hak Cipta ...................................................................................3
2.2 Fungsi dan Sifat Hak Cipta ..................................................................................4
2.3 Hak Ekonomis dan Hak Moral ............................................................................6
2.4 Ciptaan Deviratif .................................................................................................7
2.5 Pendaftaran Hak Cipta .........................................................................................7
2.6 Lisensi dan Lisensi Wajib ...................................................................................9
2.7 Pelanggaran Hak Cipta dan Ketentuan Pidana ..................................................10
BAB III PENUTUP ............................................................................................................15
3.1 Kesimpulan ........................................................................................................15
3.2 Saran ..................................................................................................................15
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................................16

Makalah Aspek Hukum Ekonomi dan Bisnis 3


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Hak Cipta merupakan hak khusus bagi pencipta atau pemegangnya untuk
memperbanyak atau menggandakan hasil karya ciptaannya yang tumbuh bersamaan
dengan lahirnya suatu ciptaan. Pencipta berhak pula atas manfaat ekonomi yang lahir dari
ciptaannya tersebut, baik dibidang ilmu pengetahuan, seni, dan sastra. Pelanggaran Hak
Cipta itu dihukum sebagaimana yang tercantum menurut Pasal 44 Undang-undang No. 12
Tahun 1997 dan Pasal 72 undang-undang No. 19 Tahun 2002
Hingga saat ini ternyata masih banyak dijumpai terjadinya pelanggaran terutama
dalam bentuk tindak pidana pembajakan terhadap hak cipta. Pelanggaran hak cipta ini
telah mencapai tingkat yang membahayakan dan dapat merusak tatanan kehidupan
masyarakat pada umumnya dan minat untuk mencipta pada khusunya. Dalam arti luas
pelanggaran – pelanggaran tersebut juga akan membahayakn sendi – sendi kehidupan
dslsm arti seluas- luasnya. Sudah tentu perkembangan kegiatan pelanggaran hak cipta
dipengaruhi oleh berbagai faktor.
Rendahnya tingkat pemahaman masyarakat akan arti dan fungsi hak cipta, sikap, dan
keinginan untuk memperoleh keuntungan dagang dengan cara yang mudah, ditambah
belum cukup terbinanya kesamaan pengertian, sikap dan tindakan aparat hukum dalam
menghalangi pelanggaran hak cipta merupakan faktor yang perlu memperoleh perhatian.
Dengan diberlakukanya Undang – Undang No. 19 Tahun 2002 diharapkan dapat
menagkal terjadinya pelanggaran hak cipta.

1.2 Rumusan Masalah .


Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah pada makalah ini sebagai
berikut:
1. Bagaimana ruang lingkup hak cipta?
2. Apa fungsi dan sifat dari hak cipta?
3. Apa itu hak ekonomis dan hak moral pada hak cipta?
Makalah Aspek Hukum Ekonomi dan Bisnis 4
4. Apa itu ciptaan deviratif?
5. Bagaimana prosedur pendaftaran hak cipta?
6. Apa itu lisensi dan lisensi wajib?
7. Bagaimana bila terjadi pelanggaran hak cipta dan apa ketentuan pidananya?
1.3 Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui Bagaimana ruang lingkup hak cipta
2. Untuk memahami fungsi dan sifat hak cipta
3. Untuk mengetahui hak ekonomis dan hak moral pada hak cipta
4. Untuk mengetahui ciptaan deviratif
5. Untuk memehami bagaimana prosedur pendaftaran hak cipta
6. Untuk memahami tentang lisensi dan lisensi wajib
7. Untuk memahami bagaimana bila terjadi pelanggaran hak cipta dan ketentuan
pidananya.

Makalah Aspek Hukum Ekonomi dan Bisnis 5


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Ruang Lingkup Hak Cipta


Didalam Bab II Undang-undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta diatur
mengenai ruang Lingkup Hak Cipta. Dalam bab tersebut yang mana terdiri atas delapan
bagian menjelaskan mengenai fungsi dan sifat hak cipta, pencipta, hak cipta atas pencipta
yang penciptanya tidak diketahui, ciptaan yang dilindungi, pembatasan hak cipta, hak cipta
atas potret serta hak moral.
Beberapa istilah dan pengertian dalam lingkup hak cipta, antara lain sebagai berikut :
a. Hak cipta adalah Hak eksklusif bagi pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau
memperbanyak ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi
pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku
b. Pencipta adalah seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama yang atas inspirasinya
melahirkan suatu ciptaan berdasarkan kemampuan pikiran, imajinasi, kecekatan,
keterampilan atau keahlian yang dituangkan kedalam bentuk yang khas dan bersifat pribadi;
c. Pemegang hak cipta adalah penciptas sebagai pemilik hak cipta atau pihak yang menerima
hak tersebut dari pencipta atau pihak lain yang menerima lebih lanjut hak dari pihak yang
menerima hak tersebut.
d. Perbanyakan adalah penambahan jumlah sesuatu ciptaan baik secara keseluruhan maupun
bagian yang sangat substansial dengan menggunakan bahan-bahan yang sama ataupun tidak
sama, termasuk mengalih wujudkan secara permanen atau temporer;
e. Program komputer adalah sekumpulan instruksi yang diwujudkan dalam bentuk bahasa,
kode, skema, ataupun bentuk lain yang apabila digabungkan dengan media yang dapat dibaca
dengan komputer akan mampu membuat komputer bekerja untuk melakukan fungsi-fungsi
khusus atau untuk mencapai hasil yang diinginkan.
Pengalihan hak cipta dapat dilakukan baik sebagian ataupun seluruhnya dengan cara :
a. Pewarisan
b. Hibah
c. Wasiat
Makalah Aspek Hukum Ekonomi dan Bisnis 6
d. Perjanjian tertulis, dan
e. Sebab-sebab lain yang dibenarkan oleh peraturan perundang-undangan.
Dalam Pasal 12 ayat (1) Undang-Undang Hak Cipta 19 Tahun 2002, menjabarkan
macam-macam ciptaan yang dilindungi oleh undang-undang ini, antara lain :
a. Buku, program komputer, pamflet, perwajahan (lay out) karya tulis yang diterbitkan, dan
semua hasil karya tulis lainnya
b. ceramah, kuliah pidato dan ciptaan lain yang sejenis dengan itu;
c. alat peraga yang dibuat untuk kepentingan pendidikan dan ilmu pengetahuan;
d. lagu atau musik dengan atau tanpa teks;
e. drama atau drama musical, tari, koreografi, pewayangan dan pantomime;
f. seni rupa dalam segala bentuk seperti seni lukis, gambar, seni ukir, seni kaligrafi, seni
pahat, seni patung, kolase, dan seni terapan;
g. arsitektur
h. peta
i. seni batik
j. fotografi
k. sinematografi
l. terjemahan, tafsir, saduran, bunga rampai, database, dan karya lain dari hasil
pengalihwujudan.
Dalam pasal selanjutnya menjelaskan bahwa tidak terdapat hak cipta atas :
a. hasil rapat terbuka lembaga-lembaga Negara;
b. peraturan perundang-undangan;
c. pidato kenegaraan atau pidato pejabat pemerintahan;
d. putusan pengadilan atau penetapan hakim; atau
e. keputusan badan arbitrase atau keputusan badan-badan sejenis lainnya.
Bahwa pengumuman atau perbanyakan lambang negara dan lagu kebangsaan tidak dianggap
sebagai pelanggaran hak cipta, begitu juga dengan pengumuman/perbanyakan segala sesuatu
yang diumumkan/diperbanyak oleh atau atas nama pemerintah serta kegiatan pengambilan
berita aktual baik seluruhnya maupun sebagian dari kantor berita, lembaga penyiaran dan
surat kabar dengan syarat sumbernya harus dituliskan secara lengkap. Hal ini sebagaimana
diatur dalam Pasal 14 Undang-undang Hak Cipta.

2.2 Fungsi dan Sifat Hak Cipta


A. Fungsi Hak Cipta
Makalah Aspek Hukum Ekonomi dan Bisnis 7
Pada pasal 2 UU No.19 tahun 2002 dalam hal ini menjelaskan mengenai fungsi dan
sifat hak cipta itu sendiri. Bunyi dari pasal tersebut adalah sebagai berikut:
a) Hak Cipta merupakan hak eksklusif bagi Pencipta atau Pemegang Hak Cipta untuk
mengumumkan atau memperbanyak Ciptaannya, yang timbul secara otomatis setelah suatu
ciptaan dilahirkan tanpa mengurangi pembatasan menurut peraturan perundang - undangan
yang berlaku.
b) Pencipta dan/atau Pemegang Hak Cipta atas karya sinematografi dan Program Komputer
memiliki hak untuk memberikan izin atau melarang orang lain yang tanpa persetujuannya
menyewakan Ciptaan tersebut unt uk kepentingan yang bersifat komersial.

B.Sifat Hak Cipta

Sifat-sifat hak cipta terdiri dari enam bagian, sifat-sifat tersebut antara lain adalah
sebagai berikut.
a. Pencipta atau Pemegang Hak Cipta atas karya sinematografi dan Program Komputer
memiliki hak untuk memberikan izin atau melarang orang lain yang tanpa persetujuannya
menyewakan Ciptaan tersebut untuk kepentingan yang bersifat komersial.
b. Hak Cipta dianggap sebagai benda bergerak. Hak Cipta dapat beralih atau dialihkan, baik
seluruhnya maupun sebagian karena :
o Pewarisan
o Wasiat
o Hibah;
o Perjanjian tertulis atau Sebab-sebab lain yang dibenarkan oleh peraturan perundang-
undangan
c. Jika suatu Ciptaan terdiri atas beberapa bagian tersendiri yang diciptakan oleh dua orang
atau lebih, yang dianggap sebagai Pencipta ialah orang yang memimpin serta mengawasi
penyelesaian seluruh Ciptaan itu, atau dalam hal tidak ada orang tersebut, yang dianggap
sebagai Pencipta adalah orang yang menghimpunnya dengan tidak mengurangi Hak Cipta
masing-masing atas bagian Ciptaannya itu.
d. Jika suatu Ciptaan yang dirancang seseorang diwujudkan dan dikerjakan oleh orang lain di
bawah pimpinan dan pengawasan orang yang merancang, Penciptanya adalah orang yang
merancang Ciptaan itu.
e. Jika suatu Ciptaan dibuat dalam hubungan dinas dengan pihak lain dalam lingkungan
pekerjaannya, Pemegang Hak Cipta adalah pihak yang untuk dan dalam dinasnya Ciptaan itu

Makalah Aspek Hukum Ekonomi dan Bisnis 8


dikerjakan, kecuali ada perjanjian lain antara kedua pihak dengan tidak mengurangi hak
Pencipta apabila penggunaan Ciptaan itu diperluas sampai ke luar hubungan dinas.
f. Jika suatu Ciptaan dibuat dalam hubungan kerja atau berdasarkan pesanan, pihak yang
membuat karya cipta itu dianggap sebagai Pencipta dan Pemegang Hak Cipta, kecuali apabila
diperjanjikan lain antara kedua pihak.

2.3 Hak Ekonomis dan Hak Moral


A. Hak Moral
Menurut penjelasan Undang-undang Nomor 19 Tahun 2002 mendefinisikan hak moral
sebagai hak yang melekat pada diri pencipta atau pelaku yang tidak dapat dihilangkan atau
dihapus karena tanpa alasan apapun, walaupun hak cipta atau hak terkait telah dialihkan.
Kemudian pada penjelasan Pasal 24 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2002 menjelaskan
mengenai bentuk hak moral, antara lain:
a. dicantumkan nama atau nama samarannya di dalam Ciptaannya ataupun salinannya dalam
hubungan dengan penggunaan secara umum;
b. mencegah bentuk-bentuk distorsi, mutilasi atau bentuk perubahan lainnya yang meliputi
pemutarbalikan, pemotongan, perusakan, penggantian yang berhubungan dengan karya cipta
yang pada akhirnya akan merusak apresiasi dan reputasi pencipta.

Hak moral pencipta untuk :


a. Tetap mencantumkan atau tidak mencantumkan namanya pada salinan sehubungan
dengan pemakaian ciptaannya untuk umum.
b. Menggunakan nama samarannya
c. Mempertahankan haknya dalam hal terjadi distorsi ciptaan, mutilasi ciptaan, modifikasi
ciptaan, atau hal yang bersifat merugikan kehormatan dari atau reputasinya, berlaku
tanpa batas waktu ( Pasal 57 ayat (1) UU No. 28 Tahun 20014).
Adapun hak moral untuk :
a. Mengubah ciptaannya sesuai dengan keputusan dalam masyarakat.
b. Mengubah judul dan anak judul ciptaan, berlaku selama berlangsungnya jangka waktu
hak cipta atau ciptaan yang bersangkutan ( Pasal 57 ayat (2) UU No. 28 Tahun 2014).

B. Hak Ekonomis
Hak ekonomi adalah hak yang dimiliki seseorang untuk mendapatkan keuntungan atas
ciptaanya. Hak ekonomi atas ciptaan, perlindungan hak cipta berlaku selama hidup pencipta
Makalah Aspek Hukum Ekonomi dan Bisnis 9
dan terus berlangsung selama 70 tahun setelah penciptanya meninggal dunia, terhitung mulai
tanggal 1 Januari tahun berikutnya ( Pasal 58 ayat (1) UU No. 28 Tahun 2014). Adapun jika
hak cipta tersebut dimiliki oleh badan hukum, maka berlaku selama 50 tahun sejak pertama
kali dilakukan pengumuman.
Perlindungan sebagaimana diatur dalam Pasal 58 tersebut hanya berlaku bagi ciptaan
berupa :
a. Buku, pamflet, dan semua hasil karya tulis lainnya;
b. Ceramah, kuliah, pidato, dan Ciptaan sejenis lain;
c. Alat peraga yang dibuat untuk kepentingan pendidikan dan ilmu pengetauan;
d. Lagu atau musik dengan atau tanpa teks;
e. Drama, drama musikal, tari, koreografi, pewayangan dan pantomim;
f. Karya seni rupa dalam segala bentuk;
g. Karya arsitektur;
h. Peta; dan
i. Karya seni batik atau seni motif lain
Akan tetapi, bagi ciptaan seperti : karya fotografi, potret, karya sinematografi,
permainan video, program komputer, perwajahan karya tulis, terjemahan, tafsiran, sanduran,
komplitasi ekspresi budaya tradisional selama komplikasi tersebut merupakan karya yang
asli; berlaku selama 50 tahun sejak pertama kali dilakukan pengumuman. (Pasal 59 ayat (1)
UU No. 28 Tahun 2014). Kemudian untuk ciptaan berupa karya seni terapan, perlindungan
hak cipta berlaku selama 25 tahun sejak pertama kali dilakukan penciptaan. (Pasal 59 ayat (2)
UU No. 28 Tahun 2014)

2.4 Ciptaan Deviratif


Ciptaan devirantif adalah karya turunan yang didasarkan atas salah satu atau beberapa
karaya terdahulu yang menggambarkan pengarang orisinil, seperti terjemahan, aransemen
musik dramatisasi, fiksionalisasi, film, recording, dan lain-lain. Dalam ciptaan deviratif
pemegang hak cipta mempunyai hak untuk mengecualikan orang lain atas karya kreatif dari
daya ciptanya sendiri.

2.5 Pendaftaran Hak Cipta


Menurut Pasal 64 UU No. 28 Tahun 2014 menyatakan, Menteri menyelenggarakan
Pencatatan dan Penghapusan Ciptaan dan produk Hak Terkait, ketentuan tentang pendaftaran
hak cipta tidak merupakan kewajiban untuk mendapatkan hak cipta. Hak cipta diperoleh
Makalah Aspek Hukum Ekonomi dan Bisnis 10
secara otomatis, bagi yang tidak didaftarkan tetap memperoleh perlindungan hukum,
meskipun demikian pendaftaran diperlukan sebagai bukti awal dari pemilik hak cipta
(peraturan Menteri Hukum dan HAM). Pendaftaran ciptaan dalam Daftar Umum Ciptaan
dilakkan atas permohonan yang diajukan oleh pencipta atau oleh pemegang hak cipta atau
kuasanya, sedangkan kekuatan hukum dari suatu pendaftaran ciptaan hapus karena
penghapusan atas permohonan orang atau badan hukum yang namanya tercatat sebagai
penciptaan atau pemegang hak cipta, lampau waktu, atau dinyatakan batal oleh putusan
pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.
a. Pendaftaran hak cipta dilakukan di Kantor Hak Cipta, Direktorat Jenderal Hak
Kekayaan Intelektual.
b. Pendaftaran hak cipta dalam daftar umum ciptaan tidak mengandung arti sebagai
pengesahan atas isi , arti atau bentuk dari ciptaan yang didaftarkan.
Berikut adalah bagaimana prosedur pendaftaran hak cipta;
1. Permohonan pendaftaran hak cipta diajukan kepada Menteri Kehakiman melalui
Dirjen HAKI dengan surat rangkap dua, ditulis di kertas folio dengan berbahasa
Indonesia.
2. Dalam surat permohonan tersebut tertera:
a. Nama, kewarganegaraan dan alamat pencipta
b. Nama, kewarganegaraan dan alamat pemegang hak cipta
c. Nama, kewarganegaraaan dan alamat kuasa
d. Jenis dan judul ciptaan
e. Tanggal dan tempat ciptaan diumumkan untuk pertama kali
f. Uraian ciptaan rangkap tiga
3. Surat permohonan hak cipta hanya dapat diajukan untuk satu c iptaan dan
ditandatangani oleh pemohon atau kuasanya
4. Apabila pemohon adalah suatu badan hukum, maka dalam surat permohonanya
harus dilampirkan turunan resmi akta pendirian badan hukum tersebut
5. Apabila surat permohonan diajukan oleh seorang kuasa, maka harus
ditandatangani oleh penerima kuasa dengan dilampiri surat kuasa
6. Kuasa tersebut harus WNI dan bertempat tinggal di Indonesia. Apabila pemohon
tidak bertempat tinggal di Indonesia, maka untuk keperluan permohonan
pendaftaran ciptaan ia harus memilih tempat tinggal dan menunjuk seorang kuasa
di Indonesia

Makalah Aspek Hukum Ekonomi dan Bisnis 11


7. Surat permohonan tanda terima yang berisikan nama Pencipta, pemegang Hak
cipta, nama Kuasa , jenis dan judul ciptaan, tanggal dan surat permohona diterima,
berfungsi sebagai bukti penyerahan permohonan pendaftaran ciptaan
8. Apabila surat permohona tidak memenuhi persyaratan maka dirjen HAKI atas
nama menteri kehakiman memberitahukan secara tertulis kepada pemohon agar
melengkapinya dalam jangak waktu 3 bulan sejak pemberitahuan
9. Permohonan yang telah memenuhi persyaratan diperiksa secara administratif oleh
Dirjen HAKI , yang kemudian hasilnya dilaporkan kepada Menteri Kehakiman
untuk mendapatkan keputusan
10. Keputusan Menteri Kehakiman diberitahukan kepada pemohon melalui Dirjen
HAKI

2.6 Lisensi dan Lisensi Wajib


A. Lisensi
Lisensi dapat diartikan izin yang diberikan oleh Pencipta kepada ihak lain melalui suatu
perjanjian berdasarkan pada pemberian hak untuk menggunakan merk, baik untuk seluruh
yang didaftarkan dalam waktu dan syarat tertentu. Pemberian lisensi kepada pihak lain , harus
dituangkan dalam bentuk perjanjian lisensi, dan setiap pelepasan hak dengan perjanjian harus
dituangkan dalam bentuk akta perjanjian.
Menurut ketentuan pasal 80-86 UU No .28 Tahun 2014:
a. Pemegang hak cipta berhak memberikan lisensi dengan perjanjian lisensi untuk
mejalankan ciptaanya kecuali diperjanjikan lain, maka pelaksana wajib untuk membayar
royalti kepada pemegang hak cipta
b. Perjanjian lisensi dilarang memuat ketentuan yang langsung maupun tidak langsung yang
merugikan perekonomian negara
c. Perjanjian lisensi wajib dicatat di Dirjen HAKI, agar dapat mempunyai akibat hukum
terhadap pihak ketiga.

B. Lisensi Wajib
Lisensi wajib merupakan lisensi untuk pelaksanaan penerjemahan dan atau penggandan
ciptaaan dalam bidang ilmu pengetahuan dan sastra yang diberikan berdasarkan keputusan
menteri atas dasar permohonan untuk kepentingan pendidikan dan atau ilmu pengetahuan
serta kegiatan penelitian dan pengembangan.

Makalah Aspek Hukum Ekonomi dan Bisnis 12


2.7 Pelanggaran Hak Cipta dan Ketentuan Pidana
A. Pelanggaran Hak Cipta
Pelanggaran hak cipta adalah penggunaan suatu karya berhak cipta yang melanggar hak
eksklusif pemegang hak cipta, seperti hak untuk memproduksi, mendistribusikan,
menampilkan atau memamerkan karya berhak cipta, atau membuat karya turunan tanpa izin
dari pemegang hak cipta, yang biasanya penerbit atau usaha lain yang mewakili atau
ditugaskan oleh pencipta karya tersebut.
Umumnya pelanggaran hak cipta didorong untuk mencari keuntungan finansial secara
cepat dengan mengabaikan kepentingan para pencipta dan pemegang izin hak cipta.
Perbuatan para pelaku jelas melanggar fatsun hukum yang menentukan agar setiap orang
dapat mematuhi, menghormati, dan menghargai hak-hak orang lain dalam hubungan
keperdataan termasuk penemuan baru sebagai ciptaan orang lain yang diakui sebagai hak
milik oleh ketentuan hukum.
Faktor-faktor yang mempengaruhi warga masyarakat untuk melanggar Hak Kekayaan
Intelektual (HKI) menurut Parlugutan Lubis antara lain adalah :
1. Pelanggaran HKI dilakukan untuk mengambil jalan pintas guna mendapatkan keuntungan
yang sebesar-besarnya dari pelanggaran tersebut;
2. Para pelanggar menganggap bahwa sanksi hukum yang dijatuhkan oleh pengadilan selama
ini terlalu ringan bahkan tidak ada tindakan preventif maupun represif yang dilakukan oleh
para penegak hukum;
3. Ada sebagian warga masyarakat sebagai pencipta yang bangga apabila hasil karyanya
ditiru oleh orang lain, namun hal ini sudah mulai hilang berkat adanya peningkatan
kesadaran hukum terhadap HKI;
4. Dengan melakukan pelanggaran, pajak atas produk hasil pelanggaran tersebut tidak perlu
dibayar kepada pemerintah, dan
5. Masyarakat tidak memperhatikan apakah barang yang dibeli tersebut asli atau palsu
(aspal), yang penting bagi mereka harganya murah dan terjangkau dengan kemampuan
ekonomi
Bentuk-bentuk pelanggaran hak cipta antara lain berupa pengambilan, pengutipan,
perekaman, pertanyaan, dan pengumuman sebagian atau seluruh ciptaan orang lain dengan
cara apapun tanpa izin pencipta/pemegang hak cipta, bertentangan dengan undang-undang
Makalah Aspek Hukum Ekonomi dan Bisnis 13
atau melanggar perjanjian. Dalam Pasal 72 UU No.19 Tahun 2002 ditentukan pula bentuk
perbuatan pelanggaran hak cipta sebagai delik undang-undang (wet delict) yang dibagi tiga
kelompok, yakni:
a. Dengan sengaja dan tanpa hak mengumumkan, memperbanyak suatu ciptaan atau

memberi izin untuk itu. Termasuk perbuatan pelanggaran ini antara lain melanggar
larangan untuk mengumumkan, memperbanyak atau memberi izin untuk itu setiap ciptaan
yang bertentangan dengan kebijaksanaan pemerintah di bidang pertahanan dan keamanan
negara, kesusilaan, dan ketertiban umum;
b. Dengan sengaja memamerkan, mengedarkan atau menjual kepada umum suatu ciptaan

atau barang-barang hasil pelanggaran hak cipta. Termasuk perbuatan pelanggaran ini
antara lain penjualan buku dan VCD bajakan
c. Dengan sengaja dan tanpa hak memperbanyak penggunaan untuk kepentingan komersial

suatu program komputer.


Sedangkan Berdasarkan rumusan pasal 72 ayat (1), (2), (3) Undang-Undang Hak Cipta
Nomor 19 Tahun 2002, maka unsur-unsur pelanggaran adalah sebagai berikut :
a. Barang siapa, ini menandakan yang menjadi subjek delik adalah siapapun.
b. Dengan sengaja, kebanyakan tindak pidana mempunyai dasar kesengajaan atau opzet
bukan unsur culpa (kelalaian)
c. Tanpa hak, Mengenai arti tanpa hak dari sifat melanggar hukum, dapat dikatakan, bahwa
mungkin seseorang, tidak mempunyai hak untuk melakukan suatu perbuatan, yang sama
sekali tidak dilarang oleh suatu peraturan hukum
d. Mengumumkan, memperbanyak, menyiarkan, memamerkan, mengedarkan atau menjual
e. Hak cipta dan hak terkait, menurut pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Hak Cipta Nomor 19

Tahun 2002, adalah hak eksklusif bagi pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan
atau memperbanyak ciptaannya atau memberi izin untuk itu, dengan tidak mengurangi
pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hak
terkait menurut pasal 1 ayat (9) Undang-Undang Hak Cipta Nomor 19 Tahun 2002, adalah
hak yang berkaitan dengan hak cipta, yaitu hak eksklusif bagi pelaku untuk
memperbanyak atau menyiarkan pertunjukannya; bagi produser rekaman suara untuk
memperbanyak atau menyewakan karya rekaman suara atau rekaman bunyinya; dan bagi
lembaga penyiaran untuk membuat, memperbanyak, atau menyiarkan karya siarannya.

B.Ketentuan Pidana

Makalah Aspek Hukum Ekonomi dan Bisnis 14


Ketentuan pidana bagi pelanggar hak cipta ini telah diatur di dalam Undang Undang
Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta pada Pasal 112 – Pasal 120
yang berbunyi sebagai berikut:

Pasal 112
Setiap Orang yang dengan tanpa hak melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 7 ayat (3) dan/atau Pasal 52 untuk Penggunaan Secara Komersial, dipidana dengan
pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan/atau pidana denda paling banyak
Rp300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah).

Pasal 113
1) Setiap Orang yang dengan tanpa hak melakukan pelanggaran hak ekonomi sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) huruf i untuk Penggunaan Secara Komersial dipidana
dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau pidana denda paling banyak
Rp100.000.000 (seratus juta rupiah).
2) Setiap Orang yang dengan tanpa hak dan/atau tanpa izin Pencipta atau pemegang Hak
Cipta melakukan pelanggaran hak ekonomi Pencipta sebagaimana dimaksud dalam Pasal
9 ayat (1) huruf c, huruf d, huruf f, dan/atau huruf h untuk Penggunaan Secara Komersial
dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan/atau pidana denda paling
banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).
3) Setiap Orang yang dengan tanpa hak dan/atau tanpa izin Pencipta atau pemegang Hak
Cipta melakukan pelanggaran hak ekonomi Pencipta sebagaimana dimaksud dalam Pasal
9 ayat (1) huruf a, huruf b, huruf e, dan/atau huruf g untuk Penggunaan Secara Komersial
dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau pidana denda
paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).
4) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud pada ayat (3) yang dilakukan
dalam bentuk pembajakan, dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh)
tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp4.000.000.000,00 (empat miliar rupiah).

Pasal 114
Setiap Orang yang mengelola tempat perdagangan dalam segala bentuknya yang dengan
sengaja dan mengetahui membiarkan penjualan dan/atau penggandaan barang hasil
pelanggaran Hak Cipta dan/atau Hak Terkait di tempat perdagangan yang dikelolanya
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10, dipidana dengan pidana denda paling banyak
Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah).

Makalah Aspek Hukum Ekonomi dan Bisnis 15


Pasal 115
Setiap Orang yang tanpa persetujuan dari orang yang dipotret atau ahli warisnya melakukan
Penggunaan Secara Komersial, Penggandaan, Pengumuman, Pendistribusian, atau
Komunikasi atas Potret sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 untuk kepentingan reklame
atau periklanan untuk Penggunaan Secara Komersial baikdalam media elektonik maupun non
elektronik, dipidana dengan pidana denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta
rupiah).
Pasal 116
1) Setiap Orang yang dengan tanpa hak melakukan pelanggaran hak ekonomi sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 23 ayat (2) huruf e untuk Penggunaan Secara Komersial dipidana
dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau pidana denda paling banyak
Rp100.000.000 (seratus juta rupiah).
2) Setiap Orang yang dengan tanpa hak melakukan pelanggaran hak ekonomi sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 23 ayat (2) huruf a, huruf b, dan/atau huruf f, untuk Penggunaan
Secara Komersial dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan/atau
pidana denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).
3) Setiap Orang yang dengan tanpa hak melakukan pelanggaran hak ekonomi sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 23 ayat (2) huruf c, dan/atau huruf d untuk Penggunaan Secara
Komersial dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau pidana
denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).
4) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud pada ayat (3) yang dilakukan
dalam bentuk Pembajakan dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh)
tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp4.000.000.000,00 (empat miliar rupiah).

Pasal 117
1) Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak melakukan pelanggaran hak ekonomi
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 ayat (2) huruf c untuk Penggunaan Secara
Komersial dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau pidana
denda paling banyak Rp100.000.000 (seratus juta rupiah).
2) Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak melakukan pelanggaran hak ekonomi
sebagaimana dimaksud dalam pasal 24 ayat (2) huruf a, huruf b, dan/atau huruf d untuk
Penggunaan Secara Komersial, dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat)
tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).\
Makalah Aspek Hukum Ekonomi dan Bisnis 16
3) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud pada ayat (2) yang dilakukan
dalam bentuk Pembajakan dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh)
tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp4.000.000.000,00 (empat miliar rupiah).

Pasal 118
1) Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak melakukan pelanggaran hak ekonomi
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (2) huruf a, huruf b, huruf c, dan/atau huruf
d untuk Penggunaan Secara Komersial, dipidana dengan pidana penjara paling lama 4
(empat) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar
rupiah).
2) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (2)
huruf d yang dilakukan dengan maksud Pembajakan dipidana dengan pidana penjara
paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau pidana denda paling banyak
Rp4.000.000.000,00 (empat miliar rupiah)

Pasal 119
Setiap Lembaga Manajemen Kolektif yang tidak memiliki izin operasional dari Menteri
sebagaimana dimaksuddalam Pasal 88 ayat (3) dan melakukan kegiatan penarikan Royalti
dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau pidana denda paling
banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Makalah Aspek Hukum Ekonomi dan Bisnis 17


BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Hak cipta adalah Hak eksklusif bagi pencipta atau penerima hak untuk
mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak
mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pengaturan mengenai hak cipta dimuat dalam Undang-Undang No. 19 Tahun 2002 yang
bertujuan untuk merealisasi amanah Garis Besar Haluan Negara (GBHN) dalam rangka
pembangunan di bidang hukum, dimaksudkan untuk mendorong dan melindungi pencipta
dan hasil karya ciptaanya.
Yang dapat diambil dari pembahasan adalah dapat mengetahui bagaimana seharusnya
sanksi pidana atas pelanggaran Hak Cipta. Upaya dan penegakan hukum yang dapat
dilakukan terhadap pelanggaran Hak Moral karya lagu/musik dan rekaman suara antara lain
dengan memperkuat kelembagaan hak cipta, sosialisasi dan peningkatan kesadaran hukum
masyarakat, dan penindakan hukum terhadap pelanggaran hak moral.

3.2 Saran
Dengan adanya pembahasan makalah ini, disarankan kepada masyarakat agar
mengetahui pentingnya menghargai HKI dalam kehidupan. - Pemerintah harus memberikan
sosialisasi kepada semua masyarakat untuk menghargai hasil karya cipta seseorang.
Pemerintah harus bertindak tegas untuk menghukum pelaku yang terlibat dalam kasus
pelanggaran hak cipta di Indonesia. Sehingga negara Indonesia ini dapat mencapai tujuannya
untuk menjadi bangsa yang lebih baik dari sebelumnya dalam segala bidang.

Makalah Aspek Hukum Ekonomi dan Bisnis 18


DAFTAR PUSTAKA

Hutagulung, Shophar, Maru, S.H.,M. H. 2012. Hak Cipta: Kedudukan dan Perananya Dalam
Pembangunan. Sinar Grafika: Jakarta
Saliman, A.R., Dr. 2015. Hukum Bisnis untuk Perusahaan: Teori dan Contoh Kasus. Jakarta:
Kencana
http://id.m.wikipedia.org/wiki/pelanggaran_hak_cipta (diakses tanggal 7 Februari 2018)
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta

Makalah Aspek Hukum Ekonomi dan Bisnis 19