Anda di halaman 1dari 9

MUSKULOSKELETAL

1. Laki-laki usia 26 tahun datang ke klinik dengan keluhan nyeri lengan bawah
(Fraktur 1/3 medial os ulna dan os radius dextra komplit (displaced?) tertutup non komplikata)
a) Lakukan autoanamnesis pada pasien standar tersebut
KU: nyeri
Onset: akut
Lokasi: lengan bawah 1/3 tengah
Kualitas: nyeri terus menerus
Kuantitas: sangat nyeri, mengganggu aktivitas
F+: aktivitas
F-:
Mechanism of injury: bagaimana kejadiannya?
Injury sustains:
Sign and symptom: saraf (kesemutan, kebas)? Gerak (ROM)? Bengkak? Keluar darah?
Treatment: sudah diobati sebelumnya?
RPD: riw. patah tulang sebelumnya?
RPK
RSE

b) Lakukan pemeriksaan fisik yang sesuai pada pasien tersebut


KU
TV
VAS
PF lokalis (antebrachii)
Look: deformitas? Bengkak? Angulasi? Eksorotasi? Endorotasi? Pemendekan? Fragmen tulang?
Feel: step off deformity? Nyeri tekan? Nyeri sumbu? Pulsasi distal? CRT? Hangat/dingin?
Sensibilitas?
Move: gerak aktif  ROM dan saraf
gerak pasif  ROM

Cari jejas di tempat lain

Pemeriksaan penunjang: X foto antebrachii AP/lateral kanan dan kiri

c) Tuliskan diagnosis
Fraktur 1/3 medial os ulna dan os radius dextra komplit (displaced?) tertutup non komplikata

 Fraktur colles (1/3 distal radius + displacement fragmen distal ke dorsal)


o Pasien akan mengeluh nyeri pada pergelangan tangan.
o Pembengkakan yang nyata disertai memar umumnya ditemukan.
o Jatuh dengan tangan yang terentang merupakan penyebab tersering.
o Biasanya ditemukan pada wanita usia paruh baya dan usia lanjut dengan osteoporosis
o Displacement fragmen distal fraktur ke arah dorsal  x foto
o Secara klasik deformitas dinner fork dapat terlihat.  x foto
 Fraktur Smith (1/3 distal radius + displacement fragmen distal ke volar)
o Jatuh pada punggung tangan atau akibat benturan langsung.
o Pasien datang dengan nyeri dan bengkak pada pergelangan tangan disertai dengan deformitas.
o Fraktur transversal melalui bagian distal dari metafisis radius yang disertai angulasi ke arah
volar dan pergeseran ke volar.

 Monteggia  fraktur 1/3 proksimal Ulna dengan dislokasi radioulnar joint


 Galeazzi  fraktur 1/3 distal radius dengan dislokasi radioulnar joint
Dx:
FRAKTUR (nama tulang) (dextra/sinistra) 1/3 (proksimal/medial/distal) (obliq/transversal/kominutif)
(inkomplit/komplit undisplaced/komplit displaced) (tertutup/terbuka) (komplikata/non komplikata)
Displaced  geser >1/2 ketebalan korteks

d) Berikan tatalaksana non farmakologis


Bidai
e) Berikan tatalaksana farmakologis dan edukasi
R/ Ketorolac inj. 30 mg amp no I
Simm
Atau
R/ Asam mefenamat tab 500 mg no IX
S prn 3 dd tab I pc (nyeri)

Dx: patah tulang lengan bawah


Tx: mengurangi gerakan fragmen tulang agar tidak merusak jaringan sekitar
Displaced  rujuk Sp.OT untuk ORIF/FSE

ORIF  plate and screw


FSE

2. Seorang laki laki 22 tahun datang ke IGD RS setelah mengalami KLL 30 menit yang lalu. Pasien
sadar penuh, pingsan (-), mual (-), muntah (-). Pasien mengeluhkan kesakitan pada lengan kanan atas.
(Fracture 1/3 distal os humeri dekstra komplit obliq displace tertutup nonkomplikata)
a) Anamnesis
b) Pemeriksaan Fisik terkait
c) Usulkan pemeriksaan penunjang dan tanyakan hasil kpd penguji
d) Diagnosa [tuliskan]
e) Terapi nonfarmakologis [kerjakan]
f) Terapi faramkologis [tuliskan]
g) Edukasi dan konseling
3. Laki-laki dewasa datang ke IGD dengan nyeri bahu kiri, post kecelakaan 1 jam lalu.
(Fraktur clavicula)
a) Lakukan pemeriksaan fisik dan status lokalis
A
B  RR? Regular? dada simetris statis dan dinamis? Jejas di dada? Pasang SpO2
C  pucat? perdarahan aktif? Sianosis? tensi, nadi? IV line, DC? ambil sampel darah (DR dan GDS)
D  GCS, pupil, reflek cahaya
E  log roll cari jejas yg mengancam nyawa
VAS?
Status lokalis bahu kiri
Look: deformitas, angulasi, bengkak, rotasi, pemendekan, luka terbuka, perdarahan?
Feel: nyeri tekan, nyeri sumbu, krepitasi, step off deformity,perabaan hangat, CRT?
Move: ROM pasif, ROM aktif?

b) pemeriksaan penunjang
x foto clavicula AP kanan kiri
c) Tatalaksana farmako dan non farmako
R/ Ketorolac inj. 30 mg amp no I
Simm
Atau
R/ Asam mefenamat tab 500 mg no IX
S prn 3 dd tab I pc (nyeri)

 1/3 medial undisplaced/displaced  pasang figure of eight 4-6 minggu, yg displaced bisa diterapi
tanpa operasi atau dioperasi agar lebih cepat sembuhnya
 Complete displaced, tulang menonjol ke kulit, fraktur shortening 2 cm, open fracture, kominutif, ada
otot yang terjepit, symptomatic nonunion  rujuk untuk operasi

4. Seorang laki laki usia 21 tahun datang dengan keluhan tumit nyeri dan bengkak post terkilir dan
dipijat.
(Ankle Sprain Dx)
a) lakukan anamnesis
Sprain  ligament  keseleo, dll
Strain  otot  overuse
b) lakukan pemeriksaan fisik
KU
TV
VAS
PF lokalis (ankle)
Look : bengkak
Feel: nyeri tekan
Move: ROM
ankle sprain  ROM aktif dan pasif terbatas krn nyeri
ankle dislocation  ROM aktif dan pasif tdk bisa (karena di sendi)
ankle fracture  ROM aktif tdk bisa, ROM pasif bisa

PP: x foto ankle AP/lateral  normal / soft tissue swelling


c) tuliskan diagnosis dan diagnosis banding
Ankle sprain DD/ ankle dislocation, ankle fracture
d) lakukan tindakan non farmakologi
pemasangan elastic bandage
e) tuliskan terapi farmakologi
R/ Asam mefenamat tab 500 mg no IX
S prn 3 dd tab I (nyeri)
f) berikan edukasi
Dx: ankle sprain (ada cedera pada ligament tumit)
RICE
Rest  maksimal 48 jam
Ice pack  kompres es 20 menit tiap jam
Compression  elastic bandage
Elevation  disangga dg bantal saat tidur

5. Seorang pria 18 tahun datang ke igd dengan keluhan lutut kanan sakit setelah bermain futsal dengan
temannya
(Sprain genu)
a) Lakukan anamnesis
Sacred 7 and fundamental 4
Mechanism of injury:
Sign and symptom:
nyeri?
bengkak? kecepatan bengkak?
Lutut tidak stabil  perasaan bahwa lutut yang cedera akan melengkung atau tdk kuat jika pasien
mencoba untuk berdiri
Treatment: sudah diobati?

b) Lakukan pemeriksaan fisik terkait kasus


KU
TV
VAS
Look
Feel
Move
PF genu
Lachman test
Anterior drawer test  ACL
Posterior drawer test  PCL
Mc Murray test  meniscus tear
Valgus stress test  MCL
Varus stress test  LCL
c) Usulkan pemeriksaan penunjang dan interpretasikan
X foto genu
USG genu
d) Tentukan diagnosis
Sprain genu grade I/II/III
Grade I (mild) — Robekan mikroskopis tidak signifikan mengganggu kemampuan genu
menopang berat tubuh
Grade II (moderate) — Robek sebagian, ketidakstabilan ringan sampai sedang dari lutut
saat berdiri/berjalan
Grade III (severe) — Robekan komplit atau terpisahnya dengan tulang, lutut lebih tidak
stabil
e) Lakukan tatalaksana non farmakologis
RICE
Rest  grade I-II 2-4 minggu, grade III 4-12 bulan
Ice pack  kompres es 20 menit tiap jam
Compression  elastic bandage
Elevation  disangga dg bantal saat tidur
f) Berikan tatalaksana farmakologis
R/ Asam mefenamat tab 500 mg no XV
S prn 3 dd tab I (nyeri)
g) Berikan edukasi tentang diagnosis/tatalaksana/prognosis
 Dx: sprain genu (cedera ligament pada lutut)
 Tx: RICE, Grade III / injury of multiple ligaments  ligament repair (rujuk Sp.OT)
 Prognosis: baik, jika mendapatkan penanganan tepat dan terapi fisik tepat
 Jika ROM sudah kembali dan dapat berjalan tanpa pincang  boleh kembali olahraga bertahap (jog,
sprint, full running, kiciking the ball)
 Pemanasan sebelum olahraga
 Latihan menguatkan otot sekitar lutut
 Pakai sepatu olahraga yang nyaman sesuai tipe olahraga

6. Seorang laki2 40 tahun datang dg keluhan nyeri sendi


(RA)
a) Anam,
KU:
Onset: > 6 minggu (skor +1)
Lokasi: Sendi mana? Simetris? Jumlah?  untuk scoring ACR EULAR 2010 (RA minimal skor 6)
1 sendi besar 0
2 sendi besar +1
1-3 sendi kecil (+/- sendi besar) +2
4-10 sendi kecil (+/- sendi besar) +3
>10 sendi (minimal 1 sendi kecil) +5
Dapat mengenai sendi spine, sacroiliac, hip, knee, ankle, MTP, sendi ekstremitas superior kecuali
DIP

Kualitas: hilang timbul


Kuantitas:
F+:
F-: beraktivitas
Gejala penyerta: apakah ada keluhan lain? kaku sendi pada pagi hari ≥1 jam? demam?
RPD: merokok?
RPK: ada
RSE:

b) PF
KU
TV
VAS
PF lokalis (manus dextra sinistra)
Look: boutonniere, swan neck deformity MCP dan PIP, tidak edem, tidak hiperemis
Feel:
Move: gangguan ROM MCP dan PIP
c) PP
x foto manus AP-lateral kanan dan kiri  erosi sendi
Darah lengkap
Rheumatoid Factor (+)  low (+2), high (+3)
ANA (-)  menyingkirkan SLE
CRP  abnormal (+1)
LED

d) Terapi farmakologi
R/ Meloxicam tab 7.5 mg no VII R/ Metilprednisolon tab 4 mg no VII
S 1 dd tab 1 on S 1 dd tab I om
e) Edukasi
Dx: RA, merupakan penyakit yang dikarenakan sistem kekebalan tubuh menyerang sel tubuh sendiri
Tx: akan diberikan terapi awal untuk meredakan nyeri dan antiradang, yaitu meloxicam diminum 1x
sehari malam hari dan metilprednisolon diminum 1x. Selanjutnya bila tidak membaik akan saya rujuk
ke Sp.PD untuk mendapatkan terapi lebih lanjut

OA (SKDI 3A)
PIP (bouchard node) dan DIP (heberden node), hip, knee
overuse joints, kronik, lansia, obesitas, edem minimal, kaku pagi hari
x foto  celah sendi menyempit, osteofit
Tx: antinyeri, penurunan BB. Rujuk bila ada komplikasi, komorbid
Gout arthritis (4A)
Monoartritis, edem, hiperemis, akut (gout attack), tarsal, MTP 1
Lab  Hiperurisemia
Tx akut: NSAID
Tx hiperurisemia: allopurinol
SLE (SKDI 3A)  skor ACR SLE minimal 4/11
1. Artritis  poliartritis simetris nonerosif. wrist, MCP, PIP, shoulder, elbow (sendi ekstremitas superior
kecuali PIP)
2. ANA
3. Malar rash
4. Discoid rash
5. Photosensitivity
6. Oral ulcer
7. Pleuritis, pericarditis
8. Kelainan darah,
9. Kelainan saraf,
10. Kelainan imun,
11. Kelainan ginjal
Tx awal: NSAID, steroid