Anda di halaman 1dari 16

DINAMIKA DAN FUNGSI KEPEMIMPINAN

MAKALAH

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah

Perilaku Organisasi dan Kepemimpinan

Dosen Pembimbing:

Anggi Pasca Arnu SE.,MM

Oleh:

Dinda Naza Febriani (1710631030062)

Dini Nurfadilah (1710631030063)

Dwi Yulianingtias (1710631030067)

PROGRAM STUDI AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG

2019

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan Rahmat, Inayah,
Taufik dan Hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini tepat
pada waktunya. Adapun judul dari makalah ini adalah Dinamika dan Fungsi Kepemimpinan.
Makalah ini di susun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Perilaku Organisasi dan
Kepemimpinan.

Terimakasih kepada Ibu Anggi Pasca Arnu SE.,MM selaku dosen mata kuliah
Perilaku Organisasi dan Kepemimpinan yang telah memberikan tugas dan petunjuk, sehingga
kami dapat menyelesaikan tugas ini. Harapan kami semoga makalah ini dapat membantu,
menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga kami dapat
memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.

Makalah ini kami akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang kami
miliki masih sangat kurang. Oleh kerena itu kami harapkan kepada para pembaca untuk
memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.

Karawang, 24 November 2019

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR....................................................................................................................i

DAFTAR ISI..................................................................................................................................ii

BAB I : PENDAHULUAN..........................................................................................................1

1.1 Latar Belakang.........................................................................................................................1

1.2 Rumusan Masalah...................................................................................................................2

1.3 Tujuan......................................................................................................................................2

BAB II : PEMBAHASAN..........................................................................................................3

2.1 Dinamika Kepemimpinan.......................................................................................................3

2.2 Fungsi Kepemimpinan............................................................................................................7

BAB III : PENUTUP...................................................................................................................12

3.1 Kesimpulan.............................................................................................................................12

DAFTAR PUSTAKA...................................................................................................................13

iii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kepemimpinan (leadership) telah sejak lama menarik perhatian para ilmuwan


dan praktisi. Istilah kepemimpinan itu sendiri sering kali diasosiasikan dengan orang-
orang yang dinamis dan kuat yang memimpin bala tentara, mengendalikan perusahaan
besar dari puncak gedung pencakar langit atau menentukan arah suatu bangsa dan
masyarakat dalam sesuatu, kebanykan deskripisi kepemimpinan berkenaan dengan sejarh
para pemimpin militer, politik, agama dan masyarakat.

Meski berbagai pertanyaan tentang kepemimpinan telah lama menjadi sumber


bagi berbagai spekulasi, penelitian ilmiah tentang kepemimpinan baru dimulaipada abad-
20. Adapun fokus dari kebanyakan penelitian itu adalah pada hal-hal yang menjadi
penentu efektifitas kepemimpinan. Karena itu para ilmuwan perilaku (behavioral
scientist) telah berusaha mengungkapkan berbagai faktor seperti ciri-ciri, kemampuan
perilaku, sumber-sumber kekuasaan dan situasi yang menentukan baik tidaknya seorang
pemimpin mempengaruhi para pengikutnya, dan mencapai tujuan-tujuan kelompok.

Oleh karena itu membicarakan masalah kepemimpinan dapat dimulai dari sudut
pandang mana saja ia akan diteropong. Ada yang berpendapat masalah kepemimpinan itu
sama tuanya dengan sejarah manusia, karena adanyasuatu keterbatasan dan kelebihan
tertentu pada manusia, di satu pihak manusia terbatas kemampuannya untu memimpin
dipihak lain, ada orang yang memiliki kelebihan kemampuan untuk memimpin. Disinilah
timbulnya kebutuhan akan pemimpin dan kepemimpinan. Hampir di setiap tulisan-
tulisan tentang kepemimpinan memberikan gambaran yang ideal tentang kepmimpinan
dan berakhir dengan kesenangan. Hal ini dapat dimengerti, karena manusia
membutuhkan kepemimpinan itu. Dan dari waktu ke waktu kepemimpinan menjadi
tumpuan harapan dari manusia.

Didalam organisasi, di mana terdapat kegiatan-kegiatan kelompok, adanya


kepemimpinan sangatlah diperlukan. Sebab dengan adanya kepemimpinan, maka
kegiatan kelompok akan menjadi terarah dan pencapaian tujuan lebih mudah dan efektif.
Dengan kata lain kepemimpinan merupakan syarat mutlak bagi berlangsung nya

iv
kehidupan kelompok atau organisasi yang sehat, sesuai dengan tujuan pembentukan
kelompok atau organisasi tersebut.

1.2 Rumusan Masalah

a. Apa yang dimaksud dengan dinamika kepemimpinan?


b. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi dinamika kepemimpinan?
c. Apa yang dimaksud fungsi kepemimpinan?
d. Apa saja jenis-jenis fungsi kepemimpinan?

1.3 Tujuan

a. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan dinamika kepemimpinan.


b. Untuk mengetahui apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi dinamika
kepemimpinan.
c. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan fungsi kepemimpinan.
d. Untuk mengetahui apa saja jenis-jenis fungsi kepemimpinan.

v
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Dinamika Kepemimpinan


Pengertian dinamika menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai
gerak atau kekuasaan yang dimiliki sekumpulan orang di masyarakat yang dapat
menimbulkan perubahan dalam tata hidup masyarakat yang bersangkutan. Hal yang
sama juga diartikan oleh Rivai (2003) dalam buku “Kepemimpinan dan Perilaku
Organisasi”, yang menyatakan bahwa dinamika kepemimpinan dapat berubah dan
berkembang sesuai dengan kehidupan manusia yang bersifat dinamis. Lebih lanjut Rivai
(2003), mengemukakan bahwa kepemimpinan merupakan masalah manusia yang bersifat
unik. Masalahnya tidak sekedar menyentuh kehidupan manusia sebagai individu, tetapi
juga sebagai makhluk sosial. Oleh karena itu, setiap proses kepemimpinan dalam
keunikannya masing-masing, tidak dapat melepaskan diri dari kondisi yang bersifat dan
bernilai manusiawi. Pemimpin adalah manusia dan orang yang dipimpin pun manusia
juga. Dalam keadaan seperti itu bilamana proses kepemimpinan dilaksanakan secara
tidak manusiawi, maka berbagai masalah akan terjadi, yang akhirnya akan berakibat
prosesnya berlangsung tidak efektif. Pemimpin harus mampu mempelopori semua
perbuatan baik, agar diikuti oleh bawahan nya bukan hanya memerintah dan
menganjurkan, sedangkan pemimpin tetap unggul dibelakang meja saja.

Salah satu hal penting yang perlu dperhatikan untuk jangka waktu ke depan
adalah bagaimama seorang pemimpin dapat menerapkan prinsip-prinsip manajemen
mutu terpadu, artinya bagaimana pemimpin mengikusertakan seluruh potensi yang ada di
dalam organisasi yang dipimpinnya untuk mncapai tujuan yang disepakati sebelumnya
secara bersama-sama. Persoalan kepemimpinan juga adalah masalah yang sangat pelik.
Keunikan masalah kepemimpinan seunik manusianya itu sendiri, banyak persoalan yang
perlu dipahami jika seorang ingin menjadi pemimpin yang baik dan efektif, dinamika
kepemimpinan, fungsi dan tipe kepemimpinan serta keterbatasan kepemimpinan
mauupun gaya kepemimpinan adalah persoalan yang perlu dipahami. Demikian pula
bagaimana seorang pemimpin bertindak sesuai perkembangan situasi yang dihadapinya.

vi
Dinamika kepemimpinan dipengaruhi oleh beberapa faktor (Rivai,2003:43) antara
lain :
a. Hubungan Manusia Dalam Kepemimpinan
kepemimpinan memerlukan bentuk hubungan manusiawi yang efektif,
artinya hubungan manusiawi dalam kepemimpinan adalah cara seorang pemimpin
dalam memperlakukan orang yang dipimpinnya, yang akan memberikan
tanggapan berupa kegiatan - kegiatan yang menunjang atau tidak bagi pencapaian
tujuan kelompok atau organisasi. Kegiatan - kegiatan itu bukan suatu yang statis,
tetapi dapat berubah dan berkembang, sehingga aktualisasi kelompok organisasi
menjadi dinamis. Adanya hubungan yang manusiawi ini, khususnya dalam
hubungannya dengan kehidupan nyata dimana terjadi interaksi antara seseorang
dengan orang lain yang membutuhkan rasa saling menghormati dengan prinsip
utama adanya musyawarah. Dengan demikian menciptakan hubungan manusia
yang efektif merupakan alat dalam kepemimpinan. Hubungan iltu harus
dipelihara dikembangkan dan dibina, untuk itu perlu diperjelas lebih dahulu
pengertian kedua bentuk hubungan manusiawi yaitu:

1) Hubungan manusiawi yang efektif (positif)


Yaitu komunikasi dan perlakuan yang menimbulkan rasa senang dan
puas antar kedua pihak. Kondisi seperti ini akan menimbulkan rasa ikut
memiliki (sense of belonging), rasa ikut bertanggung jawab (sense of
participatory), pada orang-orang yang di pimpin maupun para pemimpin unit
masing - masing.
2) Hubungan manusiawi yang tidak efektif
Yaitu komunikasi dan perlakuan yang menimbulkan perasaan tidak
senang, tidak puas dan saling menolak antar kedua pihak. Setiap pemimpin
perlu menyadari bahwa untuk mewujudkan hubungan manusiawi yang
efektif, perlu memiliki kemampuan memperlakukan orang lain sebagai
subyek bukan sebagai obyek sebagaimana layaknya benda mati, yang dapat
diperlakukan sekehendak hati. Istilah dalam kepemimpinan “Return On
Individual" (ROI) yang artinya agar pemimpin menaruh perhatian pada setiap
individu yang dipimpinya. Perhatian itu diperlukan karena keberhasilan
kepemimpinannya, sangat ditentukan oleh dukungan dari setiap individu.
Dukungan itu hanya akan diperoleh yang dalam suasana hubungan

vii
manusiawi yang efektif. Dengan demikian hubungan manusia yang efektif,
merupakan faktor yang penting dalam mewujudkan dinamika kepemimpinan.
Pemimpin memperoleh kesempatan untuk menyerap segaIa sesuatu yang
baik, untuk dipergunakannya dalam mengembangkan dan memajukan
organisasinya, dan orang yang dipimpinnya, sehingga akan ikut berfungsi
memajukan dan mengembangkan organisasi yang sama.

b. Proses Pengambilan Keputusan


Keputusan dari seorang pemimpin tidak datang secara tiba-tiba, tetapi
melalui suatu proses. Pengambilan keputusan yang akan diwujudkan menjadi
kegiatan kelompok merupakan ahak dan kewajiban pimpinan berupa wewenang,
dan wewenang itu dapat dilimpahkan. Dalam pelimpahan wewenang tidak berarti
pihak penerima wewenang boleh membuat keputusan atau melakukan kegiatan
sekehendak hatinya, tetapi harus tetap dalam batas norma - norma dan kebijakan
umum yang berlaku dalam organisasinya. Pelimpahan wewenang harus diiringi
dengan pelimpahan yang bertanggung jawab. Tanggung Jawab diartikan sebagai
keharusan melaksanakan wewenang yang dimiliki dengan cara yang baik dan
benar, dan menyampaikan laporan pelaksanaan atau hasilnya kepada pemberi
wewenang, agar tidak terjadi penyalahgunaan atau penyimpangan. Melalui
pelimpahan wewenang dan tanggung jawab dapat diperoleh beberapa manfaat
(Rivai, 2003:46) antara lain :
1. Pimpinan tertinggi mendapat kesempatan yang cukup untuk memikirkan
keputusan - keputusan dan melaksanakan tugas - tugas yang penting saja
dalam melaksanakan tugas pokok organisasmya.
2. Setiap keputusan dan perintah sesuai dengan sifat penting atau tidak, dapat
ditetapkan pada jenjang kepemimpinan yang tepat, sehingga dapat
meningkatkan efisiesi dan efektifitas, sehingga dapat mengurangi atau
meniadakan birokrasi yang tidak perlu.
3. Keputusan-keputusan dan perintah-perintah dapat diadakan secara tepat,
tanpa kekhawatiran terjadi penyalahgunaan wewenang, karena setiap
pemimpin berkewajiban menyampaikan pertanggung jawabannya.
4. Memperbesar partisipasi dan meningkatkan dedikasi serta loyalitas pada
kebersamaan dan bahkan pada pemimpin, karena setiap anggota kelompok
merasa ikut berperan serta sesuai dengan posisinya masing-masing.
viii
5. Mendorong dan mengembangkan inisiattf, kreatifitas, dan kemauan untuk
berprestasi dibidang masing-masing.
6. Menghilangkan sifat dan sikap menunggu perintah atau keputusan pusat
pimpinan atau pimpinan lainnya, sehingga kehidupan organisasi menjadi
dinamis.
7. Pelaksanaan pekerjaan tidak terhambat, meskipun pusat pimpinan
berhalangan, karena sesuai wewenang yang dilimpahkan tetap dapat di ambil
keputusan-keputusan oleh para pembantu para pimpinan di bidang masing-
masing.
8. Pusat pimpinan berkesempatan memberikan latihan kepemimpinan, sehingga
selalu tersedia kader-kader pengganti yang bekualitas, yang meneruskan
kepemimpinan organisasi pada masa-masa rentang.

Pengambilan keputusan oleh seorang pemimpin yang bersifat apriori selalu


merupakan proses, baik yang berlangsung dalam pikiran maupun dalam kegiatan
operasional pemecahan masalah proses pengambilan keputusan itu berlangsung
dengan tahapan sebagai berikut :
a. Menghimpun data melalui pencatatan dan bahkan mungkin berupa kegiatan
penelitian.
b. melakukan analisis data.
c. Menetapkan keputusan yang di tempuh.
d. Mengoperasionalkan keputusan, menjadi kegiatan atau tindakan.
e. Selama berlangsungnya kegiatan sebagai pelaksanaan keputusan akan diperoleh
data operasional baru.

Proses pengambilan keputusan seperti diuraikan di atas telah menggambarkan


bahwa dinamika kelompok sangat tergantung pada keputusan-keputusan yang
ditetapkan, dari proses itu dihasilkan keputusan-keputusan yang pelaksanaannya
menjadi kegiatan yang berpengaruh langung pada perkembangan dan kemajuan
organisasi. Jelas bahwa proses pengambilan keputusan berpengaruh pada dinamika
kepemimpinan.

ix
2.2 Fungsi Kepemimpinan

Fungsi Kepemimpinan adalah menciptakan struktur untuk pencapaian tujuan,


mempertahankan dan mengamankan integritas organisasi dan mendamaikan perbedaan
yang terjadi dalam kelompok menuju kearah kesepakatan bersama.
1. Fungsi Perencanaan
Seorang pemimpin perlu membuat perencanaan yang menyeluruh bagi organisasi dan
bagi diri sendiri selaku penanggung jawab tercapainya tujuan organisasi.
Manfaat – manfaat tersebut antara lain:
1) Perencanaan merupakan hasil pemikiran dan analisa situasi dalam pekerjaanuntuk
memutuskan apa yang akan dilakukan.
2) Perencanaan berarti pemikiran jauh ke depan disertai keputusan – keputusan yang
berdasarkan atas fakta – fakta yang diketahui.
3) Perencanaan berarti proyeksi atau penempatan diri ke situasi pekerjaan yang akan
dilakukan dan tujuan atau target yang akan dicapai.

Perencanaan meliputi dua hal, yaitu:


a. Perencanaan tidak tertulis yang akan digunakan dalam jangka pendek, pada
keadaan darurat, dan kegiatan yang bersifat terus menerus.
b. Perencanaan tertulis yang akan digunakan untuk menentukan kegiatan – kegiatan
yang akan dilakukan atas dasar jangka panjang dan penentukan prosedur –
prosedur yang diperlukan.
2. Fungsi memandang ke depan
Seorang pemimpin yang senantiasa memandang ke depan berarti akan mampu
mendorong apa yang akan terjadi serta selalu waspada terhadap kemungkinan. Hal
ini memberikan jaminan bahwa jalannya proses pekerjaan ke arah yang dituju akan
dapat berlangusng terus menerus tanpa mengalami hambatan dan penyimpangan
yang merugikan. Oleh sebab seorang pemimpin harus peka terhadap perkembangan
situasi baik di dalam maupun diluar organisasi sehingga mampu mendeteksi
hambatan-hambatan yang muncul, baik yang kecil maupun yang besar.
3. Fungsi pengembangan loyalitas
Pengembangan kesetiaan ini tidak saja diantara pengikut, tetapi juga unutk para
pemimpin tingkat rendah dan menengah dalam organisai. Untuk mencapai kesetiaan
ini, seseorang pemimpin sendiri harus memberi teladan baik dalam pemikiran, kata-

x
kata, maupun tingkah laku sehari – hari yang menunjukkan kepada anak buahnya
pemimpin sendiri tidak pernah mengingkari dan menyeleweng dari loyalitas segala
sesuatu tidak akan dapat berjalan sebagaimana mestinya.
4. Fungsi Pengawasan
Fungsi pengawasan merupakan fungsi pemimpin untuk senantiasa meneliti
kemampuan pelaksanaan rencana. Dengan adanya pengawasan maka hambatan –
hambatan dapat segera diketemukan, untuk dipecahkan sehingga semua kegiatan
kembali berlangsung menurut rel yang elah ditetapkan dalam rencana .
5. Fungsi mengambil keputusan
Pengambilan keputusan merupakan fungsi kepemimpinan yang tidak mudah
dilakukan. Oleh sebab itu banyak pemimpin yang menunda untuk melakukan
pengambilan keputusan. Bahkan ada pemimpin yang kurang berani mengambil
keputusan. Metode pengambilan keputusan dapat dilakukan secara individu,
kelompok tim atau panitia, dewan, komisi, referendum, mengajukan usul tertulis dan
lain sebagainya.
6. Fungsi memberi motivasi
Seorang pemipin perlu selalu bersikap penuh perhatian terhadap anak buahnya.
Pemimpin harus dapat memberi semangat, membesarkan hati, mempengaruhi anak
buahnya agar rajinbekerja dan menunjukkan prestasi yang baik terhadap organisasi
yang dipimpinnya. Pemberian anugerah yang berupa ganjaran, hadiah, piujian atau
ucapan terima kasih sangat diperlukan oleh anak buah sebab mereka merasa bahwa
hasil jerih payahnya diperhatikan dan dihargai oleh pemimpinnya.

Menurut William R. Lassey dalam bukunya Dimension of Leadership, menyebutkan dua


macam fungsi kepemimpinan, yaitu kepemimpinan, yaitu :

1. Fungsi menjalankan tugas


Fungsi ini harus dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Yang
tergolong fungsi ini adalah :
a. Kegiatan berinisiatif, antara lain usul pemecahan masalah, menyarankan
gagasan – gagasan baru, dan sebagainya.
b. Mencari informasi, antara lain mencari klasifikasi terhadap usul – usul atau
saran serta mencari tambahan informasi yang diperlukan.

xi
c. Menyampaikan data atau informasi yang sekiranya ada kaitannya dengan
pengalamannya sendiri dalam menghadapi masalah yang serupa.
d. Menyampaikan pendapat atau penilaian atas saran – saran yang diterima.
e. Memeberikan penjelasan dengan contoh – contoh yang lebih dapat
mengembangkan pengertian.
f. Menunjukkan kaitan antara berbagai gagasan atau saran-saran dan mencoba
mengusulkan rangkuman gagasan atau saran menjadi satu kesatuan.
g. Merangkum gagasan-gagasan yang ada kaitannya satu sama lain menjadi satu
dan mengungkapkan kembali gagasan tersebut setelah didiskusikan dalam
kelompok.
h. Menguji apakah gagasan-gagasan tersebut dapat dilaksanakan dan menilai
keputusan-keputusan yang akan dilaksanakan.
i. Membandingkan keputusan kelompok dengan standar yang telah ditetapkan dan
mengukur pelaksanaannya dengan tujuan yangb telah ditetapkan.
j. Menentukan sumber-sumber kesulitan, menyiapkan langkah-langkah
selanjutnya yang diperlukan, dan mengatasi rintangan yang dihadapi untuk
mencapai kemajuan yang diharapkan.

2. Fungsi Pemeliharaan
Fungsi ini mengusahakan kepuasan, baik bagi pemeliharaan dan pengembangan
kelompok untuk kelangsungan hidupnya. Yang termasuk fungsi ini antara lain :
a. Bersikap ramah, hangat dan tanggap terhadap orang lain, mau dan dapat
memujiorang lain atau idenya, serta dapat menerima dan menyetujui sumbangan
fikiran orang lain.
b. Mengusahakan kepada kelompok, mengusahakan setiap anggota berbicara
dengan waktu yang dibatasi, sehingga anggota kelompok lain berkesempatan
untuk mendengar.
c. Menentukan penggunaan standar dalam pemilihan isi, prosedur dan penilaian
keputusan serta mengingatkan kelompok untuk meniadakan keputusann yang
bertentangan dengan pedoman kelompok.
d. Mengikuti keputusan kelompok, menerima ide orang lain, bersikap sebagai
pengikut/pendengar sewaktu kelompok sedang berdiskusi dan mengambil
keputusan.

xii
e. Menyelesaikan perbedaan-perbedaan pendapat dan bertindak sebagai untuk
mengkompirmasikan pemecahan masalah.

Kesemua perilaku fungsional di atas perlu dilakukan oleh pemimpin agar pencapaian
tujuan dan kepuasan anggota kelompok dan para pengikutnya dapat dicapai dengan efektif.

Perilaku non fungsional di lain pihak adalah perilaku-perilaku yang sedapat mungkin
harus dihindari karena dapat menghambat pencapaian tujuan-tujuan organisasi, perilaku-
perilaku non fungsional yang dimaksud adalah sebagai berikut:
1) Agresi
2) Memanfaatkan kelompok untuk pribadi
3) Bersaing tak sehat
4) Mencari simpati (mencari muka)
5) Mencari pengakuan
6) Mengalihkan pokok soal
7) Menghalang-halangi kemajuan

Perilaku-perilaku fungsional dan non fungsional yang disebutkan di atas akan selalu
dapat ditemukan ditempat-tempat dimana kepemimpinan dilaksanakan, karenanya perlu
sekali diperhatikan.

Sedarmayanti (2013), fungsi kepemimpinan merupakan gejala sosial, karena harus


diwujudkan dalam interaksi antar individu dalam situasi sosial kelompok atau organisasi.
Adapun fungsi kepemimpinan memiliki dua dimensi antara lain :

a. Dimensi berkenaan dengan tingkat kemampuan mengarahkan dalam tindakan atau


aktivitas pemimpin.
b. Dimensi berkenaan dengan tingkat dukungan atau keterlibatan orang-orang yang
dipimpin dalam melaksanakan tugas pokok kelompok atau organisasi.

Sehubungan dengan kedua dimensi tersebut, menurut Hadari Nawawi, secara


operasional dapat dibedakan lima fungsi pokok kepemimpinan, yaitu:

1. Fungsi Instruktif

Pemimpin berfungsi sebagai komunikator yang menentukan apa (isi perintah),


bagaimana (cara mengerjakan perintah), bilamana (waktu memulai, melaksanakan

xiii
dan melaporkan hasilnya), dan dimana (tempat mengerjakan perintah) agar keputusan
dapat diwujudkan secara efektif. Sehingga fungsi orang yang dipimpin hanyalah
melaksanakan perintah.

2. Fungsi Konsultatif

Pemimpin dapat menggunakan fungsi konsultatif sebagai komunikasi dua


arah. Hal tersebut digunakan manakala pemimpin dalam usaha menetapkan keputusan
yang memerlukan bahan pertimbangan dan berkonsultasi dengan orang-orang yang
dipimpinnya.

3. Fungsi Partisipasi

Dalam menjalankan fungsi partisipasi pemimpin berusaha mengaktifkan


orang-orang yang dipimpinnya, baik dalam pengambilan keputusan maupun dalam
melaksanakannya. Setiap anggota kelompok memperoleh kesempatan yang sama
untuk berpartisipasi dalam melaksanakan kegiatan yang dijabarkan dari tugas-tugas
pokok, sesuai dengan posisi masing-masing.

4. Fungsi Delegasi

Dalam menjalankan fungsi delegasi, pemimpin memberikan pelimpahan


wewenang membuat atau menetapkan keputusan. Fungsi delegasi sebenarnya adalah
kepercayaan seorang pemimpin kepada orang yang diberi kepercayaan untuk
pelimpahan wewenang dengan melaksanakannya secara bertanggungjawab. Fungsi
pendelegasian ini, harus diwujudkan karena kemajuan dan perkembangan kelompok
tidak mungkin diwujudkan oleh seorang pemimpin seorang diri.

5. Fungsi Pengendalian

Fungsi pengendalian berasumsi bahwa kepemimpinan yang efektif harus


mampu mengatur aktivitas anggotanya secara terarah dan dalam koordinasi yang
efektif, sehingga memungkinkan tercapainya tujuan bersama secara maksimal. Dalam
melaksanakan fungsi pengendalian, pemimpin dapat mewujudkan melalui kegiatan
bimbingan, pengarahan, koordinasi, dan pengawasan

xiv
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan

Kepemimpinan adalah suatu kegiatan dalam membimbing suatu kelompok atau


organisasi sehingga mencapai tujuan bersama. Kepemimpinan adalah kemampuan dan
kesiapan yang dimiliki seseorang untuk dapat mempengaruhi, mendorong, mengajak,
menuntun menggerakkan orang lain agar ia menerima pengaruh itu. Teori kepemimpinan
membicarakan bagaimana seseorang menjadi pemimpin serta melaksanakan bagaimana
seharusnya menjadi pemimpin yang melakukan fungsi nya dengan benar.

Dinamika kepemimpinan adalah gerak atau kekuasaan yang dimiliki sekumpulan


orang di suatu kelompok atau organisasi yang dapat menimbulkan perubahan dalam tata
hidup suatu kelompok yang bersangkutan.

Fungsi Kepemimpinan adalah menciptakan struktur untuk pencapaian tujuan,


mempertahankan dan mengamankan integritas organisasi dan mendamaikan perbedaan yang
terjadi dalam kelompok menuju kearah kesepakatan bersama.

3.2 Saran

Hendaknya pembaca jika menjadi seorang pemimpin dalam suatu organisasi dapat
melakukan fungsi kepemimpinan yang semestinya dan dapat mengambil keputusan yang
tepat sesuai dengan berbagai pertimbangan yang telah diperhitungkan secara matang

xv
DAFTAR PUSTAKA

http://tugaskuliahku09.blogspot.com/2014/02/makalah-kepemimpinan.html?m=1

Syamsu, Novianty, 2017. Kepemimpinan dan perilaku organisasi, Gorontalo: Ideas


Publishing

Zainuddin Mustafa, Maryadi, 2018. Kepemimpinan Pelayan : Dimensi baru dalam


kepemimpinan, Makasar: Celebes media perkasa

xvi