Anda di halaman 1dari 41

KATA PENGANTAR

Guna memenuhi salah satu syarat dalam pekerjaan “Inventarisasi Kepemilikan


Lahan (IPL) Kabupaten Siak, Provinsi Riau” pada Dinas Transmigrasi dan Tenaga
Kerja Kabupaten Siak Tahun Anggaran 2019, bersama ini kami sampaikan Draft
Laporan Akhir ini.

Sesuai dengan petujuk teknis pelaksanaan dalam buku rencana kerja dan syarat -
syarat (RKS) maka laporan pendahuluan ini kami bagi dalam empat bab sebagai
berikut:
BAB I Pendahuluan
BAB II Landasan Teoritis Dan Kebijakan
BAB III Metodologi Pekerjaan
BAB IV Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan
Laporan Pendahuluan ini menguraikan Tahapan Pekerjaan Inventarisasi
Kepemilikan Lahan (IPL) Transmigrasi Kabupaten Siak, yang didalam
penyusunannya diperlukan keterlibatan seluruh instansi yang terkait di
Kabupaten Siak.

Semoga Draft Laporan Akhir ini dapat memberikan gambaran mengenai rencana
pelaksanaan pekerjaan sampai dengan akhir pelaksanaan, kami megucapkan
terima kasih kepada pihak-pihak yang telah memberikan bantuan secara
langsung maupun tidak langsung sehingga buku Laporan Pendahuluan ini dapat
diselesaikan.
Pekanbaru, 18 Desember 2019
Konsultan Perencana

PT. PRADA INTI MAHESATAMA


DAFTAR ISI

Draft Laporan Akhir


Inventarisasi Kepemilikan Lahan Kabupaten Siak
Tahun Anggaran 2019
KATA PENGANTAR.............................................................................................i

DAFTAR ISI........................................................................................................ii

DAFTAR GAMBAR.............................................................................................iii

DAFTAR TABEL..................................................................................................iv

BAB I PENDAHULUAN........................................................................................1

1.1. Latar Belakang...............................................................................................1

1.2. Tujuan dan Sasaran.......................................................................................1

1.3. Ruang Lingkup Kegiatan................................................................................2

1.4. Dasar Hukum.................................................................................................3

1.5. Lokasi Kegiatan..............................................................................................3

1.6. Dukungan Dana.............................................................................................4

1.7. Jangka Waktu Pelaksanaan...........................................................................5

BAB II LANDASAN TEORITIS DAN KEBIJAKAN.....................................................6

2.1. Rencana Kawasan Transmigrasi........................................................................6

2.2. Inventarisasi Kepemilikan Lahan.......................................................................9

BAB III METODOLOGI PEKERJAAN....................................................................13

3.1. Pendekatan Pekerjaan....................................................................................13

3.2. Metode Pelaksanaan Kegiatan.......................................................................13

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN....................................................................29

LAMPIRAN..............................................................................................................33

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1. Lokasi Kegiatan....................................................................................3


Draft Laporan Akhir
Inventarisasi Kepemilikan Lahan Kabupaten Siak
Tahun Anggaran 2019
YGambar 2.1. Tahapan Pelaksanaan Transmigrasi..................................................8
YGambar 3.1. Diagram Tahapan Pelaksanaan Kegiatan........................................11
Gambar 3.2.Diagram Alir Pekerjaan......................................................................16

Draft Laporan Akhir


Inventarisasi Kepemilikan Lahan Kabupaten Siak
Tahun Anggaran 2019
DAFTAR TABEL

Tabel 1.1. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan..................................................................4


YTabel 3.1. Daftar Personil.....................................................................................20
Tabel 3.2. Daftar Peralatan....................................................................................20
Tabel 3.3. Koordinat Patok BM..............................................................................25
Tabel 3.4. Daftar Rekapitulasi IPL..........................................................................26

Draft Laporan Akhir


Inventarisasi Kepemilikan Lahan Kabupaten Siak
Tahun Anggaran 2019
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan pertanahan di lokasi transmigrasi, masih


terdapat beban tugas cukup besar yang harus ditangani secara terpadu,
khususnya dalam pengurusan dan penyelesaian sertipikat hak milik atas tanah
transmigran.
Dalam rangka mendukung penyelesaian beban tugas penerbitan sertipikat hak
milik para transmigran yang akan dilakukan oleh pihak BPN, maka kebijakan
Direktorat Pelayanan Pertanahan Transmigrasi, Ditjen Pengembangan Kawasan
(PKTrans) Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi
perlu melakukan kegiatan strategis yaitu Inventarisasi Kepemilikan Lahan (IPL)
dalam rangka memastikan keberadaan obyek lahan (LP, LU. I dan LU. II) dan
subyek (nama transmigran yang wajib dan berhak menerima sertipikat hak milik).
Dengan langkah tersebut diharapkan dapat diperoleh data dan peta obyek dan
subyek lahan transmigrasi yang akan diusulkan untuk mendapatkan sertipikat
hak milik dari BPN.

1.2. Tujuan dan Sasaran

Tujuan dalam kegiatan Inventarisasi Kepemilikan Lahan Transmigrasi SKP B


Kabupaten Siak tahun 2019 ini adalah:

a) Untuk memperoleh kepastian obyek lahan berupa: luas, peruntukan dan


penggunaan lahan transmigrasi baik LP, LU.I dan LU.II.
b) Untuk memperoleh kepastian subyek lahan berupa: nama transmigran
yang berhak untuk mendapatkan sertifikat hak milik.

Laporan Pendahuluan
Inventarisasi Kepemilikan Lahan Kabupaten Siak
Tahun Anggaran 2019
c) Untuk memperoleh informasi tentang permasalahan pertanahan yang
berhubungan dengan legal aspek khususnya proses sertifikasi hak milik
transmigran.
d) Untuk memperoleh data terhadap obyek dan subyek kepada BPN untuk
melakukan proses pengukuran kadasterial dan penerbitan sertifikat hak
milik tanah transmigran.
e) Untuk memperoleh data potensi lahan (jenis tanaman kebun) pada lahan
usaha I dan lahan II.

Adapun sasaran yang hendak dicapai dalam kegiatan ini adalah sebagai
berikut :

a. Tersedianya data Subyek dan Obyek baik LP, LU.I dan LU.II.
b. Tersedianya copy SK.HPL dan sertifikat HPL (jika ada).
c. Tersedianya peta ukur bagi lahan skala 1.10.000
d. Tersedianya data kependudukan (copy KTP dan KK) / Identitas diri.
e. Tersedianya data surat bebas kawasan hutan / BPKH.
f. Tersedianya data potensi lahan.

g. Tersedianya informasi tentang permasalahan lahan.

1.3. Ruang Lingkup Kegiatan

Adapun lingkup kegiatan inventarisasi Kepemilikan Lahan Transmigrasi


Transmigrasi SKP B Kabupaten Siak tahun 2019 meliputi:
a. Tahap persiapan
b. Tahap pelaksanaan
c. Tahap pelaporan

Laporan Pendahuluan
Inventarisasi Kepemilikan Lahan Kabupaten Siak
Tahun Anggaran 2019
1.4. Dasar Hukum

Landasan hukum dari pelaksanaan kegiatan Inventarisasi dan Registrasi P4T


adalah berbagai peraturan yang berkaitan dengan upaya penataan P4T,
diantaranya:

a. Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2014 tentang Ketransmigrasian


b. Undang – undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa
c. IX/ MPR/ 2001 tentang Pembaruan Agraria dan Pengelolaan Sumber Daya
Alam. Pasal 2, Pasal 4 dan Pasal 5 ayat (1)

d. Keputusan Presiden Nomor 34 Tahun 2003 tentang Kebijakan Nasional di


Bidang Pertanahan.

1.5. Lokasi Kegiatan

Pekerjaan ini dilaksanakan di lokasi Inventarisasi Kepemilikan Lahan (IPL) di


wilayah SKP B Kabupaten Siak, Provinsi Riau.

Laporan Pendahuluan
Inventarisasi Kepemilikan Lahan Kabupaten Siak
Tahun Anggaran 2019
Gambar 1.. Lokasi Kegiatan

1.6. Dukungan Dana

Dukungan dana kegiatan Inventarisasi Kepemilikan Lahan Transmigrasi SKP B


Kabupaten Siak ini dibebankan pada DPA Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja
Kabupaten Siak Tahun 2019 pada Anggaran Perubahan (APBD P).

Laporan Pendahuluan
Inventarisasi Kepemilikan Lahan Kabupaten Siak
Tahun Anggaran 2019
1.7. Jangka Waktu Pelaksanaan

Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan adalah 45 (Empat Puluh Lima) Hari


Kalender, terhitung mulai tanggal dikeluarkan Surat Perjanjian Kontrak sampai
penyerahan akhir kegiatan.

Tabel 1.. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan

Bulan I Bulan II
No Pekerjaan
1 2 3 4 1 2 3 4
1 Studi Pustaka dan Pembuatan KAK                
2 Persiapan Administrasi dan Persiapan Teknis                
3 Pembuatan Peta Kerja                
Koordinasi dan Pelaksanaan Penyuluhan ke Dinas
4
Terkait                
5 Penyuluhan terhadap warga dan Orientasi Lapangan                
6 Pengecekan Nomor Kapling                
7 Pembuatan dan Pemasangan BM                
Pengukuran dan Pembuatan Peta Baru jika tidak
8
tersedia peta 1:10000                
9 Penggambaran Daftar Rekapitulasi Subjek dan Objek                
Pembuatan Berita Acara Peninjauan Lapangan dan
10
Presentasi Akhir                
11 Pengolahan Data Lapangan                
12 Penggambaran                
13 Laporan Pendahuluan                
14 Laporan Akhir Sementara                
15 Presentasi                
16 Pembuatan Berita Acara Presentasi Laporan Akhir                
Pembuatan Laporan Akhir, Compact Disk, dan Peta-
17
peta                

Laporan Pendahuluan
Inventarisasi Kepemilikan Lahan Kabupaten Siak
Tahun Anggaran 2019
BAB II
LANDASAN TEORITIS DAN KEBIJAKAN

2.1. Rencana Kawasan Transmigrasi

Pemberlakuan UU No 15 Tahun 1997 tentang Ketransmigrasian sebagaimana


diubah dengan UU No. 29 tahun 2009 tentang perubahan atas UU No 15 Tahun
1997 tentang Ketransmigrasian, mengamanatkan adanya perubahan paradigma
(paradigm shift) transmigrasi, yaitu ; “Pembangunan Transmigrasi Berbasis
Kawasan.” yang memiliki keterkaitan fungsional, hirarki keruangan dengan pusat
pertumbuhan dalam satu kesatuan sistem pengembangan ekonomi wilayah.
Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi dimaksudkan untuk
meningkatkan daya saing daerah, dengan mengandalkan keberadaan
[ketersediaan] SDA (resources endowment), tetapi juga factor letak lokasi
kawasan transmigrasi yang dipilih. Dalam perspektif sistem ketatakeruangan,
pemilihan kawasan transmigrasi merujuk pada Rencana Tata Ruang Perdesaan
dengan beranjak pada: (1) penyiapan kawasan transmigrasi yang ada sepanjang
memenuhi persyaratan minimal suatu kawasan, (2) pengembangan kawasan
transmigrasi sebagai PKSN, PKW dan PKL sesuai dengan potensi wilayah masing-
masing, (3) pengembangan kawasan transmigrasi sebagai hinterlanddari
pusat-pusat kegiatan yang ada (PKN, PKSN, PKW dan PKLP), (4) perwujudan
reformasi agraria 9 juta ha, dengan rincian: (i) redistribusi tanah seluas 4,5 juta
ha terdiri dari tanah pada kawasan hutan yang dilepaskan, dan tanah hak,
termasuk di dalamnya tanah HGU akan habis masa berlakunya dan tanah
terlantar; dan (ii) legalisasi aset seluas 4,5 juta ha, yang meliputi tanah
transmigrasi yang belum legalisasi aset (sertifikasi kepemilikan lahan: 340.940
bidang). Untuk tindak lanjut pelaksanaan program transmigrasi tidak hanya
mendukung redistribusi tanah tetapi juga melakukan program pembangunan
permukiman baru dan pemberdayaan masyarakat di daerah tertinggal dan

Laporan Pendahuluan
Inventarisasi Kepemilikan Lahan Kabupaten Siak
Tahun Anggaran 2019
perbatasan, serta strategis dan cepat tumbuh, sesuai amanat RPJMN 2015-2019
dari pelaksanaan Nawa Cita (5).

Adapun kebijakan dan strategi pembangunan dan pengembangan kawasan


transmigrasi adalah: Pengembangan Kawasan Transmigrasi meliputi
pembangunan dan pengembangan kawasan transmigrasi yang diarahkan pada
daerah tertinggal, dan perbatasan serta strategis cepat tumbuh, mencakup :
1) Pengembangan Promosi dan Kemitraan meliputi Promosi dan Publikasi,
Kemitraan Lembaga Pemerintah dan Non Pemerintah.
2) Pembangunan dan Pengembangan Sarana dan Prasarana kawasan
transmigrasi, meliputi Pengembangan Sarana dan Prasarana di Satuan
Permukiman (SP), Pembangunan dan Pengembangan Sarana dan
Prasarana di KPB, SKP, Kawasan Transmigrasi; dan Penyerasian
Lingkungan.
3) Pengembangan usaha ekonomi transmigrasi, meliputi: peningkatan
produksi, pengolahan hasil dan pemasaran, pengembangan kelembagaan
ekonomi dan permodalan, serta pengembangan kewirausahaan di
kawasan Transmigrasi.
4) Pengembangan Sosial Budaya Transmigrasi meliputi : Pangan, fasilitasi
Kesehatan, Pendidikan, Mental Spiritual dan Kelembagaan di kawasan
Transmigrasi.
5) Pelayanan Pertanahan Transmigrasi meliputi Fasilitasi penerbitan
sertipikat hak milik lahan atas nama transmigran dan penanganan
masalah pertanahan.
Adapun tahapan pelaksanaan transmigrasi meliputi penepatan RKT menjadi
kawasan trans, kemudian dilanjutkan dengan perencanaan perwujudan kawasan
transmigrasi melalui RSKP dan RKPB yang mana nantinya dilakukan Inventarisasi
Kepemilikan Lahan (IPL) untuk penyelesaian status tanah. Kemudian dilakukan
Rencana Teknis Satuan Permukiman (RTSP) sebagai dasar acuan dalam
pengembangan kawasan lahan transmigrasi yang telah ditetapkan sebagaimana
terdapat pada gambar dibawah ini.

Laporan Pendahuluan
Inventarisasi Kepemilikan Lahan Kabupaten Siak
Tahun Anggaran 2019
Identifikasi potensi
RSKP
kawasan

Perencanaan
Perwujudan
Advokasi kawasan KT
Kawasan
Transmigrasi

Penetapan RKT
Pencadangan
menjadi kawasan RKPB
tanah
Trans

Penyusunan
RKT
rencana kawasan

Gambar 2.. Tahapan Pelaksanaan Transmigrasi

Laporan Pendahuluan
Inventarisasi Kepemilikan Lahan Kabupaten Siak
Tahun Anggaran 2019
2.2. Inventarisasi Kepemilikan Lahan
2.2.1. Konsep dan Pengertian

Tap MPR Nomor IX tahun 2001 tentang PPAN khususnya pasal 5 ayat (1.c)
menyatakan bahwa untuk menentukan arah kebijakan Pembaruan Agraria perlu
diselenggarakan pendataan pertanahan melalui inventarisasi dan registrasi
Penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah secara
komprehensif dan sistematis dalam pelaksanaan landreform. Ketetapan MPR
tersebut bertujuan untuk mewujudkan konsepsi, kebijakan dan sistem
pertanahan nasional yang utuh dan terpadu, sehingga pengelolaan pertanahan
benar-benar dapat menjadi sumber bagi sebesar-besar kemakmuran rakyat
sebagaimana yang diamanatkan dalam Pasal 33 ayat (3) UUD 1945 dalam
kerangka Negara Republik Indonesia. Menindaklanjuti amanat Tap MPR No. IX/
MPR/ 2001 tentang Pembaruan Agraria dan Pengelolaan Sumber Daya Alam
tersebut, Presiden selaku pemegang mandataris MPR dan pelaksana utama
bidang pembangunan termasuk di dalamnnya pembangunan bidang agraria,
Tahun 2003 mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 34 Tahun 2003 tentang
Kebijakan Nasional di Bidang Pertanahan dalam rangka mewujudkan konsepsi
kebijakan dan sistem pertanahan nasional yang utuh dan terpadu.

Sejalan dengan perkembangan teknologi informasi maka proses pendataan atau


inventarisasi data sampai dengan penyajian informasi dalam bentuk tabulasi dan
pemetaan dapat dilakukan dengan menggunakan sisitem informasi. Sistem
informasi yang digunakan untuk mengelola data pertanahan dengan satuan data
terkecil adalah bidang tanah atau sering disebut juga Sistem Informasi Geospasial
Berbasis Bidang (Parcel Based Geo Information System) dikenal sebagai Sistem
Informasi Pertanahan atau Land informastion System. Proses pengumpulan atau
inventarisasi, tabulasi data, analisis data, sampai penyajiannya dalam format

Laporan Pendahuluan
Inventarisasi Kepemilikan Lahan Kabupaten Siak
Tahun Anggaran 2019
data tekstual maupun dalam bentuk peta dapat dilakukan melalui tahapan –
tahapan pelaksanaan.

Berikut adalah istilah yang berkaitan dengan kegiatan Inventarisasi Kepemilikan


Lahan (IPL) serta pengelolaanya dalam Sistem Informasi Pertanahan.

a) Pendataan atau Inventarisasi adalah kegiatan pengumpulan atau


pencarian keterangan mengenai penguasaan, pemilikan, penggunaan dan
pemanfaatan tanah.
b) Penguasaan Tanah adalah hubungan penguasaan langsung secara fisik
antara orang per orang, kelompok orang, atau badan hukum dengan
tanah yang didasarkan kepada hubungan hukum tertentu seperti sewa,
gadai, hak milik serta hubungan hukum lainnya sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.
c) Pemilikan Tanah adalah hubungan hukum antara per orang, kelompok
orang, atau badan hukum yang dilengkapi dengan bukti kepemilikan baik
yang sudah terdaftar (sertipikat hak atas tanah) maupun yang belum
terdaftar.
d) Penggunaan Tanah adalah wujud tutupan permukaan bumi baik yang
merupakan bentukan alami maupun buatan manusia (PP Nomor 16
Tahun 2004).
e) Pemanfaatan Tanah adalah kegiatan untuk mendapatkan nilai tambah
tanpa mengubah wujud fisik penggunaan tanahnya. (PP Nomor 16 Tahun
2004).
f) Peta bidang tanah adalah Penggambaran Bidang Tanah dalam bentuk
digital yang diolah dari Peta Pendaftaran.
g) Hak Atas Tanah adalah hak-hak atas tanah sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 16 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1960, seperti: HM, HGB, HGU,
HP dan hak atas tanah lainnya sebagaimana dimaksud dalam pasal 76
PMNA 3 Tahun 1997.

Laporan Pendahuluan
Inventarisasi Kepemilikan Lahan Kabupaten Siak
Tahun Anggaran 2019
h) Bidang Tanah adalah bagian permukaan bumi yang merupakan satuan
bidang berbatas (Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997).
i) Data Fisik adalah keterangan mengenai letak, batas dan luas bidang
tanah serta satuan rumah susun, termasuk keterangan mengenai adanya
bangunan atau bagian bangunan di atasnya (Peraturan Pemerintah
Nomor 24 Tahun 1997).
j) Data Yuridis adalah keterangan mengenai status hukum bidang tanah dan
satuan rumah susun, pemegang haknya dan pihak lain serta beban-beban
lain yang membebaninya (Peraturan Pemerintah Nomor 24 Nomor 3
Tahun 1997).

k) Sistem Informasi Pertanahan adalah sistem informasi yang digunakan


untuk entri data tekstual, yang kemudian digabungkan dengan data
spasial bidang tanah menggunakan field kunci NIB atau No Identifikasi
Bidang, sehingga memperoleh basis data yang terintegrasi data spasial
dan tekstualnya. Basis data memngkinkan pengolahan dan analisis data
secara digital dan menghasilkan informasi Inventarisasi Kepemilikan
Lahan (IPL).

2.2.2. Pemilihan Lokasi Pendataan Inventarisasi Kepemilikan Lahan (IPL)

Berdasarkan Petunjuk Pelaksanaan Landreform yang diterbitkan oleh Badan


Pertanahan Nasional Tahun 2015 pemilihan lokasi kegiatan Inventarisasi
Kepemilikan Lahan diarahkan pada desa atau kelurahan yang memenuhi prioritas
atau pertimbangan sebagai berikut.

a) Desa atau Kelurahan yang merupakan lokasi tanah objek landreform


(TOL) sesuai SK. Kepala Inspeksi Agraria yang belum teridentifikasi secara
tepat bidang-bidang Tanah dimaksud dalam SK.
b) Desa atau kelurahan yang memiliki potensi Tanah Negara dengan
penggunaan tanah pertanian maupun non pertanian sebagai potensi
Tanah Objek Landreform.

Laporan Pendahuluan
Inventarisasi Kepemilikan Lahan Kabupaten Siak
Tahun Anggaran 2019
c) Desa atau kelurahan yang terdapat tanah pertanian atau tanah pertanian
dalam rangka LP2B.
d) Desa atau kelurahan yang masih terdapat indikasi banyak terjadinya
kegiatan pemanfaatan tanah bersama (seperti bagi hasil, sewa, dan
gadai) dan atau terdapat indikasi tanah kelebihan maksimal dan atau
absentee.
e) Desa atau Kelurahan dengan kategori IDT/miskin/jumlah penduduk
miskin atau penerima BLT relatif banyak.

Adapun hasil kegiatan Inventarisasi harus dikelola dalam sebuah Sistem


informasi Pertanahan. Pengelolaan data harus mendukung proses analisa Data
P4T Per Dusun sehingga dapat diperoleh :

a) Gambaran penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah.


b) Struktur penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah.
c) Potensi obyek landreform (tanah kelebihan maksimum, tanah absente,
tanah bekas swapraja dan tanah-tanah yang telah ditegaskan sebagai
tanah objek landreform) serta tanah-tanah garapan yang berstatus tanah
negara.

Laporan Pendahuluan
Inventarisasi Kepemilikan Lahan Kabupaten Siak
Tahun Anggaran 2019
BAB III
METODOLOGI PEKERJAAN

3.1. Pendekatan Pekerjaan

Proses pelaksanaan pekerjaan memiliki pendekatan pekerjaan sesuai dengan


karakteristik kegiatan dan sasaran yang diharapkan dari pelaksanaan kegiatan
tersebut. Pendekatan umum yang akan digunakan dalam penanganan pekerjaan
ini dikelompokkan kedalam karakteristik kebutuhan penanganan kegiatan, yaitu:
a) Pendekatan terhadap kebijakan, peraturan, standar, dan manual serta
landasan teori tentang penataan bangunan.
b) Pendekatan terhadap kegiatan pengumpulan data dan informasi.
c) Pendekatan terhadap kegiatan identifikasi dan kajian materi dan
permasalahan.

3.2. Metode Pelaksanaan Kegiatan

Metode pelaksanaan pada kegiatan ini terbagi menjadi 5 (lima) tahapan yaitu,
tahapan persiapan, pelaksanaan pekerjaan di lapangan, pengolahan data
lapangan, penggambaran dan pelaporan. Lingkup tahapan pelaksanaan memiliki
metode yang berbeda – beda yang dipilih berdasarkan kebutuhan pelaksanaan
kegiatan.

Laporan Pendahuluan
Inventarisasi Kepemilikan Lahan Kabupaten Siak
Tahun Anggaran 2019
Gambar 3.. Diagram Tahapan Pelaksanaan Kegiatan

3.2.1. Tahap Persiapan

a) Persiapan Administrasi

Pengurusan surat pengantar dari Dinas Provinsi atau Kabupaten yang


membidangi ketransmigrasian tembusannya kepada instansi lintas sektor
terkait dan kepala desa/KUPT setempat, yang dilampiri daftar personil dan
peralatan yang akan digunakan di lapangan serta surat tugas untuk
personil/tim yang bersangkutan.

b) Pengumpulan Data dan Peta Penunjang

Data dan peta yang diperlukan ádalah data yang berhubungan dengan
Sertifikat Hak Milik. Data dan peta tersebut dapat diperoleh melalui
koordinasi dengan Dinas Transmigrasi Provinsi dan Kabupaten hingga ke
tingkat dibawahnya. Adapun data dan peta tersebut antara yakni:

 Daftar nama transmigran (SK. Penempatan Transmigrasi Awal)


 Peta Ukur Bagi Lahan LP, LU. I dan LU. II Skala 1:10.000

Laporan Pendahuluan
Inventarisasi Kepemilikan Lahan Kabupaten Siak
Tahun Anggaran 2019
 Dukungan aspek legalitas lahan (SK. Pencadangan Areal, SK. HPLdan
Setipikat HPL/ SK bebas kawasan hutan, copy surat dari BPKH yang
merupakan lokasi tersebut tidak masuk kawasan hutan
 Data penempatan, masalah pertanahan, SK. HPL, Gambar Situasi, Peta
 Rancang Kapling, RTSP/RTUPT, peta ABD, SK. Pencadangan Areal, dan
data pendukung lainnya

 Form A, B, C, dan D

c) Personil Pelaksana Pekerjaan


 Team Leader (Tenaga Ahli Geodesi)
 Surveyor Topografi
 Operator Komputer
 Buruh Lokal
- Tenaga Pencacah

- Pembantu Surveyor

d) Peralatan yang digunakan


Dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut dibutuhkan peralatan dan
perlengkapan sebagai berikut:

 Global Positioning Sistem (GPS)


 Perlengkapan gambar
 Kamera
 Perlengkapan Lapangan.

Jumlah peralatan ukur maupun perlengkapan disesuaikan dengan komposisi


dan volume pelaksanaan pekerjaan.

e) Pembuatan Peta Rencana Kerja


Peta Rencana Kerja akan dibuat berdasarkan peta dan data penunjang yang
telah diperoleh dengan skala 1 : 10.000. Peta Rencana Kerja digunakan
sebagai pedoman dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan. Peta Rencana
Kerja memuat informasi dan rencana survei yang akan dilakukan, meliputi :
Laporan Pendahuluan
Inventarisasi Kepemilikan Lahan Kabupaten Siak
Tahun Anggaran 2019
 Batas-batas areal yang akan diukur (Peta Trayek Lokasi Transmigrasi)
 Rencana Titik Ikat dan jalur pengikatan
 Rencana pemasangan Patok Beton (BM), Patok Bantu (PVC).
 Rencana Pengamatan Matahari
 Aksesibilitas yang ada di sekitar areal survei

3.2.2. Tahap Pekerjaan di Lapangan

a) Koordinasi dengan Dinas Terkait


Koordinasi dengan Dinas Provinsi/Kabupaten serta lintas sektor terkait
ditingkat Kabupaten, Kecamatan, Desa / KUPT, untuk mendapatkan data
penempatan, masalah pertanahan, SK. HPL, Gambar Situasi, Peta Rancang
Kapling, RTSP/RTUPT, peta ABD, SK. Pencadangan Areal, dan data pendukung
lainnya.

b) Penyuluhan Terhadap Warga


Penyuluhan terhadap warga transmigran bersama Camat/Kepala Desa/KUPT,
Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama dalam rangka menjelaskan maksud dari
kegiatan ini dan untuk menghindari adanya konflik kepentingan.

c) Orientasi Lapangan
Dimaksudkan untuk mengetahui kondisi areal survei secara umum dan posisi
areal yang satu dengan areal yang lain, juga untuk menentukan base camp,
posisi titik ikat, strategi penentukan jalur poligon dan persiapan tenaga lokal
yang akan membantu proses pengukuran.

d) Pengecekan Nomor Kapling


Pengecekan nomor kapling dan nama transmigran, sesuai dengan SK.
Penempatan transmigran, yaitu:
 Melakukan pengecekkan terhadap nomor persil lahan dan nama
transmigran yang berhak berdasarkan peta pembagian lahan dan SK.
Penempatan transmigran. (tersedia form A).
 Mendata nama subyek dan obyek yang berubah. (tersedia form A).

Laporan Pendahuluan
Inventarisasi Kepemilikan Lahan Kabupaten Siak
Tahun Anggaran 2019
 Mendata nama subyek dan obyek yang ter okupasi dari pihak ketiga.
(dibuatkan form B).
 Mendata permasalahan tanah. (tersedia Form C)
 Mendata potensi lahan (Rekapitulasi Form A)

 Mendata titik koordinat (tersedia Form D).

e) Pembuatan dan Pemasangan Patok Bench Mark (BM)

 Ukuran patok (BM) adalah PVC 3 panjang 100 cm, yang isinya dibuat
dari bahan beton, semen, pasir dan kerikil dengan perbandingan 1 :
2 : 3 dan diberi air secukupnya.
 Patok BM ditanam dengan kedalaman 60 cm dibawah permukaan
tanah dan 40 cm diatas permukaan tanah.
 Patok BM dipasang pada titik ikat sebanyak 1 (satu) buah yang diberi
notasi 0 dan kemudian pada batas lahan dipasang sebanyak 2 (dua)
buah diberi notasi BM 1, dan 2 setiap lokasi/UPT/Desa yang dipasang
pada sudut-sudut terluar dari keseluruhan lahan yang diukur dan
bagian atasnya (20 cm) dicat warna kuning dan tulisan nomor BM
dengan warna hitam.
f) Dalam hal jika tidak tersedia peta ukur bagi lahan 1 : 10.000 diharuskan
mengukur dan membuat petanya
g) Penggambaran dan pengeplotan nomor kapling dan nama transmigran
yang berhak mendapat sertifikat hak
h) Membuat daftar rekapitulasi subjek dan objek
i) Pembuatan Berita Acara Peninjauan Lapangan dan Berita Acara
Presentasi Laporan Akhir

3.2.3. Pengolahan Data Lapangan

Pekerjaan pengolahan data dititik beratkan pada pengolahan data hasil


pengamatan persil/kapling yang telah dilakukan dengan alat ukur GPS dan diplot

Laporan Pendahuluan
Inventarisasi Kepemilikan Lahan Kabupaten Siak
Tahun Anggaran 2019
terhadap peta Dasar sampai semua persil/kapling yang berada pada masing-
masing lokasi tergambarkan berikut nama-nama transmigran.

3.2.4. Penggambaran

Penggambaran peta adalah peta orientasi lokasi kegiatan survey serta peta hasil
Inventarisasi Kepemilikan Lahan skala 1 : 10.000, menggunakan kertas ukuran
A1, yang didalamnya dibuat tabel nama, luas dan nomor masing-masing kapling.

3.2.5. Pelaporan

a) Bentuk dan Jenis laporan yang harus dibuat dan digandakan meliputi :
 Laporan Pendahuluan, jumlah 5 buah.
 Laporan Draft Final, jumlah 5 buah.
 Laporan Final/Akhir, jumlah 10 buah.
b) Lampiran dan laporan tersebut antara lain :
 Rekap nama subjek dan objek
 Peta Rancang kapling lokasi skala 1 : 10.000
 Deskripsi BM
 Daftar koordinat BM secara Geografis dan UTM
 Foto Copy KTP dan Foto Copy KK/identitas diri
 Berita acara pelaksanaan pekerjaan lapangan
 Softcopy peta format SHP
 Dokumentasi lokasi
 Softcopy hasil pekerjaan dalam bentuk CD/flash disk sebanyak 8
Keping
 Form A, B, C, dan D sudah diisi oleh tim pencatat.
 Fotocopy SK HPL, sertifikat, SK pelepasan kawasan hutan.
 Rekap potensi lahan

Laporan Pendahuluan
Inventarisasi Kepemilikan Lahan Kabupaten Siak
Tahun Anggaran 2019
Persiapan

Pengumpulan Data dan


Peta Penunjang

Pembuatan Peta
Rencana Kerja

Pengumpulan Data
Kepemilikan Lahan
(Pengecekan Nomor Kapling)

Peta Bidang
Kepemilikan Lahan
Sementara Tidak

Sepakat

Pembuatan Peta Inventarisasi


Kepemilikan Lahan

Penyerahan Peta

Peta IPL
Final
Pelaporan

Gambar 3..Diagram Alir Pekerjaan

Laporan Pendahuluan
Inventarisasi Kepemilikan Lahan Kabupaten Siak
Tahun Anggaran 2019
3.2.6. Personil Pelaksana Pekerjaan
Untuk melaksanakan pekerjaan Inventarisasi Kepemilikan Lahan, yang perlu
dipersiapkan adalah personil-personil dengan persyaratan sebagai berikut :

a) Ketua Tim (Geodesi)


Bertugas memimpin, mengawasi dan bertanggung jawab atas Pelaksanaan
pekerjaan lapangan serta mengadakan koordinasi dengan instansi lintas
sektor terkait, sampai dengan pembuatan laporan akhir. Ketua Tim dalam
pelaksanaan pekerjaan ini adalah seorang Geodet (geodesi) disyaratkan
lulusan Starata 1 Geodesi dengan pengalaman minimal 3 (tiga) tahun yang
memiliki SKA Geodesi, NPWP, SPT Tahun Terakhir dan foto copy KTP yang
masih berlaku.
b) Surveyor Topografi
Bertugas melaksanakan seluruh pekerjaan survey lapangan sesuai data yang
diberikan oleh Ketua Tim maupun tenaga pendukung lainnya, melakukan
sosialisasi, mengawasi juru cacah dan membantu ketua dalam membuat
laporan. Disyaratkan minimal SLTA yang telah mempunyai pengalaman
survey lapangan dan ahli dalam pengoperasian GPS yang telah mempunyai
pengalaman survey 2 (dua) tahun yang dilengkapi dengan CV (Curiculum
Vite).
c) Operator Komputer
Bertugas melaksanakan pengetikan semua laporan-laporan yang
dibutuhkan, surat menyurat, diisyaratkan pelaporan hasil pekerjaan sesuai
yang diberikan Ketua Tim maupun surveyor.
Operator disyaratkan minimal lulusan SLTA yang telah mengikuti
pelatihan/menguasai soft ware Auto Cad atau GIS untuk pembuatan peta
hasil survey lapangan yang telah berpengalaman minimal 1 (satu) tahun
yang dilengkapi dengan CV (Curiculum Vite).

Laporan Pendahuluan
Inventarisasi Kepemilikan Lahan Kabupaten Siak
Tahun Anggaran 2019
d) Juru Cacah
Bertugas melaksanakan seluruh pekerjaan pencacahan dan mendaftar
seluruh warga transmigran sesuai dengan pembagian lahan yang dimiliki
saat ini. Diisyaratkan tenaga lokal yang mengetahui kondisi lapangan.
e) Tenaga Lokal
Bertugas membantu surveyor selama pengukuran masing-masing persil
lahan serta pembuatan dan pemasangan patok BM PVC 3” cor beton.

Kegiatan Inventarisasi Kepemilikan Lahan dilaksanakan dengan melibatkan


tenaga ahli dan tenaga pendukung dapat dilihat pada tabel 3.2 dibawah ini.

Tabel 3.. Daftar Personil


NO. NAMA JABATAN KET
1. ASWIN. ST TENAGA AHLI
2. IRSYAD DALIMO PUTRA, ST SURVEYOR
3. AGUSTINA RIA, SE OPERATOR KOMPUTER
4. PURWANTI, ST JURU CACAH
5. FRANS DESMAN GULO PEMBANTU SURVEYOR

Sedangkan Peralatan yang digunakan pada kegiatan Invetarisasi Kepemilikan


Lahan pada tabel 3.2 di bawah ini:

Tabel 3.. Daftar Peralatan


Jumlah
No Jenis Alat Type Keterangan
(Unit)
1 GPS Navigation 4 Garmin 76 CSX Baik
2 Kamera Digital 2 Canon Baik
3 Perlengkapan Survey 4 Sepatu/obat/Kertas dll Baik
4 Perlengkapan Gambar 4 Notebook/CAD/Printer Baik

Laporan Pendahuluan
Inventarisasi Kepemilikan Lahan Kabupaten Siak
Tahun Anggaran 2019
3.3.Pekerjaan Lapangan

a. Koordinasi dengan Dinas Provinsi/Kabupaten serta lintas sektor terkaitditingkat


Kabupaten, Kecamatan, Desa / KUPT, untuk mendapatkan datapenempatan,
masalah pertanahan, SK. HPL, Gambar Situasi, peta rancangkapling,
RTSP/RTUPT, pea ABD, SK. Pencadangan Areal dan datapendukung lainnya.

b. Seluruh Tim Survey dengan melibatkan tim dari Dinas Tenaga Kerja
danTransmigrasi Provinsi Riau dan Kabupaten Siak, aparat lokasi,
tokohmasyarakat mengadakan penyuluhan tentang lingkup kegiatan yang
akandilakukan kepada masyarakat setempat, dengan tujuan agar pekerjaanyang
akan dilakukan nantinya tidak ada hambatan dan semua masukandata
mencerminkan data terbaru dan akurat. Kegiatan ini mengharapkanadanya
masukan permasalahan yang ada di saat ini serta melihat secaralangsung
faktanya di lapangan agar solusi yang disampaikan nantinyamerupakan
cerminan permasalahan yang ada.
Pada dasarnya pelaksanaan penyuluhan berjalan lancar, sangatdisayangkan
banyak warga yang tidak datang menghadiri atau diwakilkankepada orang lain.

c. Agar mendapatkan data yang akurat didapatkan dari warga transmigranserta


ketersediaan lahan (LP dan LU I) masing-masing warga, diperlukanformat
khusus dan mudah dimengerti oleh warga transmigran (contoh format
terlampir).
Guna memudahkan input data ke computer dan menjaga keakuratandata,
penyebaran kuesioner disebarkan per blok ataupun per kelompok unit rumah
transmigrasi. Kemungkinan terdapatnya perbedaan nama yang ada sekarang
dengan nama yang tertera di SK Bupati selalu ada terutama sekali di eks. Lokasi
Transmigrasi SKP B Kabupaten Siak, hal ini disebabkan perpindahan status hak
atas tanah kepada orang lain, baik disebabkan penjualan kepihak ketiga
ataupun kepada ahli warisnya. Sehingga semua perubahan yang didapat
dilapangan dilaporkan ke kantor Dinas Transmigrasi Kabupaten agar dibuatkan
akta perubahannya.

Laporan Pendahuluan
Inventarisasi Kepemilikan Lahan Kabupaten Siak
Tahun Anggaran 2019
Dari kedua lokasi yang disurvey semua data diisi oleh aparat yang ada dilokasi
sendiri karena banyak pemilik saat ini tidak datang baik untuk menyerahkan
identitas maupun menunjukkan posisi lahan yang digarap sewaktu pelaksanaan
IPL sehingga baik subjek maupun objek tidak diketahui dengan pasti, sehingga
banyak data yang menurut kami masih kurang valid kebenarannya atau pun
banyak yang tidak terinventarisasi.
Untuk pengecekan nomor kapling dan nama transmigran, sesuai SK.
Penempatan transmigran, yaitu: Melakukan pengecekan terhadap nomor persil
lahan dan namatransmigran yang berhak berdasarkan peta pembagian lahan
danSK. Penempatan transmigran. (tersedia form A)

o Mendata nama subyek dan obyek yang berubah. (tersedia FormA)


o Mendata nama subyek dan obyek yang terokupasi dari pihakketiga
(dibuatkan Form B)
o Mendata permasalahan tanah. (tersedia Form C)
o Mendata potensi lahan (Rekapitulasi Form A)
o Mendata titik koordinat (tersedia Form D).

d. Penggambaran dan pengeplotan nomor kapling dan nama transmigran yang


berhak mendapatkan sertifikat hak milik.
Penggambaran dilakukan dengan menggunakan software autocad
untukmendigitasi peta yang ada, kebetulan semua lokasi mempunyai
petapembagian lahan. Sehingga memudahkan konsultan mengerjakan
penggambaran.
Pertama kali semua peta yang ada discan baik yang ukuran A-0 ataupun yang
mempunyai ukuran A-3, pekerjaan selanjutnya adalah mendigit dilayar
monitor computer semua data yang ada seperti:
o Jalan Raya

o Sungai

o Batas Wilayah dan Sebagainya.

Laporan Pendahuluan
Inventarisasi Kepemilikan Lahan Kabupaten Siak
Tahun Anggaran 2019
Informasi peta lengkap dengan nomor persil lahan pekarangan dan lahan
usaha I lengkap nama-nama pemiliknya, koordinat yang digunakan adalah
koordinat UTM dan geografis.
Pada umumnya keadaan dilapangan terdapat kapling baik itu lahan
pekarangan maupun lahan usaha I yang sudah dipindah nama kepemilikan
kepada pihak lain yang tidak berhak menerimanya.
Dalam hal jika tidak tersedia peta ukur bagi lahan 1 : 10.000 diharuskan
mengukur dan membuat petanya.

e. Orientasi Lapangan
Dimaksud untuk mengetahui kondisi areal survey secara umum dan
posisiareal yang satu dengan areal yang lain, juga untuk menentukan
basecamp, posisi titik ikat dan persiapan tenaga lokal yang akan membantu
proses pengukuran.

f. Pembuatan dan Pemasangan Patok Benchmark (BM)


o Ukuran Patok (BM) adalah PVC 3 panjang 100 cm, yang isinyadibuat dari
bahan beton, semen, pasir dan kerikil denganperbandingan 1 : 2 : 3 dan
diberi air secukupnya.
o Patok BM ditanam dengan kedalaman 60 cm dibawah permukaantanah
dan 40 cm diatas permukaan tanah.
o Patok BM di pasang pada titik ikat sebanyak 1 buah yang diberinotasi 0
dan pada awal batas lahan diberi notasi BM 1, 2, 3 dan 4kemudian
dipasang sejumlah 4 buah setiap lokasi/UPT/Desa yangdipasang pada
sudut-sudut terluar dari keseluruhan lahan yang diukur dan bagian atasnya
(20 cm) di cat warna kuning dan tulisan nomor BM dengan warna hitam.
Jumlah patok BM pada Desa Jati Baru dan Desa Langsat Permai masing-
masing terdiri dari 3 buah patok BM yang diberi notasi IPL 0 sampai dengan
IPL 2. Koordinat masing-masing patok BM dapat dilihat pada tabel 3.3.

Laporan Pendahuluan
Inventarisasi Kepemilikan Lahan Kabupaten Siak
Tahun Anggaran 2019
Tabel 3.. Koordinat Patok BM
Koordinat
No Desa
X Y
I Jati Baru
1 IPL 0 1,018185889 102,0598184
2 IPL 1 1,014172912 102,0644775
3 IPL 2 1,007672565 102,0710138
II Langsat Permai
1 IPL 0 1,021535006 102,0578469
2 IPL 1 1,02738051 102,0528758
3 IPL 2 1,021906183 102,0449242

g. Pengukuran Persil
o Karena data peta pengukuran dan pembagian lahan untuk kedua lokasi ini
masih ada lengkap dengan nomor-nomor persilnya sertain formasi koordinat
baik UTM maupun secara geografis. Berarti pengukuran masing - masing
persil tidak perlu dilakukan danhanya dilakukan beberapa sampel lahan saja
untuk cross chek tehadap peta yang ada.
o Berdasarkan hal point tersebut diatas, maka peninjauan ke Lahan
Pekarangan dan Lahan Usaha I dilakukan oleh Juru Cacah yang dipantau
langsung oleh Team Leader, dengan tujuan memastikan lahan yang ada
sesuai dengan pemilik yang tertera di SK Bupati. Pembagian lahan usaha
biasanya dilakukan per blok sehingga warga dalam kawasan satu blok
mengetahui posisi, luas lahan usaha, kepemilikannya sehingga metoda
yang dipilih adalah mengajak beberapa warga dari blok yang sama untuk
menunjukan lokasi dan siapa pemiliknya. Pada dasarnya data yang
didapat antara pemilik awal dengan kondisi sekarang sudah banyak yang
tidak sesuai lagi sehingga mengalami kesulitan sangat berarti dilapangan.
Dari pengamatan kami dilapangan banyak warga yang namanya ada tapi
sudah tidak dilokasi (pindah ketempat asal) dan juga sudah banyak
digantikan oleh pihak lain namun juga tidak berada ditempat, untuk Desa
Langsat Permai terdapat sekitar 18% tanah yang belum ada pemiliknya

Laporan Pendahuluan
Inventarisasi Kepemilikan Lahan Kabupaten Siak
Tahun Anggaran 2019
dan Desa Jati Baru terdapat sekitar 20% tanah yang belum ada pemiliknya
dan berpotensi konflik.
o Secara legalnya, sampai saat ini untuk transmigran pengganti belum
punya SK pengganti dari Pemerintah Kabupaten Siak.

h. Membuat daftar rekapitulasi subjek dan objek


Dari hasil pelaksanaan Inventarisasi Kepemilikan Lahan (IPL)
rekapitulasisubyek dan obyek hanya untuk lahan yang belum terbit
sertifikatnya seperti pada tabel 3.4.

Tabel 3.. Daftar Rekapitulasi IPL


IPL 2019 (Bidang) Keterangan
No Lokasi
LP LU I LU II Jumlah
1 Desa Jati Baru 62 13 769 844
2 Desa Langsat 178 111 587 876
Permai
Total 240 124 1.35 1.720
6

i. Pembuatan Berita Acara Peninjauan Lapangan


Untuk Berita Acara hasil pelaksanaan Inventarisasi Kepemilikan Lahan (IPL)
lokasi Desa Jati Baru ditanda tangani oleh Lurah Desa Jati Baru dan untuk lokasi
Desa Langsat Permai ditanda tangani oleh Lurah Desa Langsat Permai.

Laporan Pendahuluan
Inventarisasi Kepemilikan Lahan Kabupaten Siak
Tahun Anggaran 2019
3.4.Analisa Survey

Hasil yang didapat selama proses survey lapangan yang dilakukan di Kawasan
Transmigrasi SKP B (Desa Jati Baru dan Desa Langsat Permai) Kabupaten Siak
menunjukan adanya perbedaan antara rencana penempatan melalui S.K Bupati
dengan keadaan dilapangan cukup besar begitu juga dengan keadaan saat ini
baik nama warga transmigran maupun posisi atau letak lahan, baik Lahan
Pemukiman, Lahan Usaha I maupun Lahan Usaha II.
Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan, dari jumlah 1.212,274 Ha
luas Desa Jati Baru hanya sekitar 560,478 Ha saja yang sesuai dengan SK Bupati.
Sehingga dapat dikatakan bahwa kurang dari 50% kawasan yang berada di Desa
Jati Baru sesuai dengan deliniasi yang terdapat pada SK Bupati. Selain itu, sekitar
20% lahan pada Desa Jati Baru belum ada pemiliknya yang mana berpotensi
terjadinya konflik. Karena selama konsultan mengadaan pendataan dilapangan
jumlah warga yang terlihat/bertemu masih sangat kurang daripada yang
diharapkan.
Menurut pengakuan warga yang sering ditemui sebagian besar warga lainnya
sudah menjual lahan pekarangan dan lahan usaha 1 ke orang lain, kemudian
mereka kembali ke tempat asal dan menunggu untuk diberangkatkan ketempat
lain lagi.
Berdasarkan pada hasil survey yang dilakukan di lokasi Desa Langsat Permai dari
1.093,184 Ha hanya sekitar 499,550 Ha yang sesuai dengan deliniasi dari SK
Bupati atau bisa dikatakan bahwa persentase kesesuaiannya sekitar 49%. Selain
itu, 18% lahan yang berada di sekitar deliniasi SK Bupati pada Desa Langsat
Permai tidak ada pemiliknya sehingga menyulitkan pengadaan data yang
dilakukan oleh konsultan. Sebagian warga sampai saat ini belum mendapat
Sertifikat Hak Milik (SHM) atas tanah baik untuk Lahan Pekarangan, lahan Usaha I
dan lahan usaha II.
Banyaknya transmigran yang meninggalkan lokasi disebabkan, sewaktu masih
dalam masa pembinaan terlalu lamanya pembagian lahan usaha II tidak
dilaksanakan sehingga lahan yang sudah dicadangkan untuk lahan usaha II

Laporan Pendahuluan
Inventarisasi Kepemilikan Lahan Kabupaten Siak
Tahun Anggaran 2019
diambil/diserobot oleh pihak lain baik dari pihak pemerintah (instansi lain) maupun
pihak swata yang telah mendapat izin dari pemerintah setempat.

Laporan Pendahuluan
Inventarisasi Kepemilikan Lahan Kabupaten Siak
Tahun Anggaran 2019
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

4.1. Kesimpulan
Kegiatan Inventarisasi Kepemilikan Lahan di SKP B Kabupaten Siak Desa Jati Baru
dan Desa Langsat Permai yang telah dilaksanakan menunjukkan bahwa masih
banyak hal yang perlu dibenahi. Berdasarkan informasi dari masyarakat dan
pengamatan di lapangan ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian.
Adapun beberapa kesimpulan yang didapatkan pada kegiatan Inventarisasi
Kepemilikan Lahan di lokasi transmigrasi diuraikan sebagai berikut:
 Kegiatan Inventarisasi Kepemilikan Lahan terletak di lokasi transmigrasi
Desa Jati Baru dan Desa Langsat Permai berdasarkan Surat Keputusan
HakPengelolaan Nomor : 16/HPL/DA/80, tahun 1980 dengan luas
11.298,90 Ha.
 Secara Geografis Lokasi SKT B Desa Jati Baru dan Desa Langsat Permai
terletak antara 0°59’0” - 1°2’40” Lintang Utara dan 102°1’25” - 102°5’20”
Bujur Timur.
 Desa Langsat Permai terdapat sekitar 18% tanah yang belum ada
pemiliknya dan Desa Jati Baru terdapat sekitar 20% tanah yang belum ada
pemiliknya dan berpotensi konflik.
 Desa Jati Baru terdapat rincian area survey sebagai berikut : 62 bidang
LP,13 bidang LU I dan 769 bidang LU II, sehingga Desa Jati Baru memiliki
844 bidang inventarisasi kepemilikan lahan.
 Desa Langsat Permai terdapat rincian area survey sebagai berikut :
178bidang LP, 111 bidang LU I dan 587 bidang LU II, sehingga Desa Jati
Baru memiliki 876 bidang inventarisasi kepemilikan lahan.
 Seluas 1.212,274 Ha luas Desa Jati Baru hanya sekitar 560,478 Ha saja
yangsesuai dengan SK Bupati. Sehingga dapat dikatakan bahwa kurang

Laporan Pendahuluan
Inventarisasi Kepemilikan Lahan Kabupaten Siak
Tahun Anggaran 2019
dari 50% kawasan yang berada di Desa Jatibaru sesuai dengan deliniasi
yang terdapat pada SK Bupati.
 1.093,184 Ha hanya sekitar 499,550 Ha yang sesuai dengan deliniasi
dariSK Bupati atau bisa dikatakan bahwa persentase kesesuaiannya
sekitar49%. Selain itu, 18% lahan yang berada di sekitar deliniasi SK
Bupati.
 Banyaknya transmigran yang meninggalkan lokasi disebabkan,
sewaktumasih dalam masa pembinaan terlalu lamanya pembagian lahan
usaha IItidak dilaksanakan sehingga lahan yang sudah dicadangkan untuk
lahanusaha II diambil/diserobot oleh pihak lain baik dari pihak
pemerintah(instansi lain) maupun pihak swata yang telah mendapat izin
daripemerintah setempat.

Laporan Pendahuluan
Inventarisasi Kepemilikan Lahan Kabupaten Siak
Tahun Anggaran 2019
4.2. Saran
Berdasarkan uraian Kesimpulan diatas, maka kegiatan yang direkomendasikan
merupakan prioritas kegiatan jangka pendek (dalam 1 tahun ke depan). Kegiatan
yang diusulkan merupakan salah satu upaya untuk menindaklanjuti
permasalahan yang mendesak yang dirasakan penduduk serta berbagai aspirasi
yang secara nyata akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di lokasi
transmigrasi Desa Jati Baru dan Desa Langsat Permai disarankan hal-hal sebagai
berikut:
 Pengukuran ulang baik lahan pekarangan, lahan usaha I dan lahan usahaII
dilakukan bersamaan dengan BPN bagi lokasi yang belum
mendapatkanlahan uasaha II dan juga sertifikat kepemilikan agar nama
dan lokasitanah terpadu.
 Lahan yang diterlantarkan atau dipindah tangankan kepihak lain
sebaiknya tidak diberikan sertifikat, sehingga warga yang masih menghuni
tidak memindah tangankan kepemilikan lahannya.
 Perlunya diadakan penyuluhan mengenai kepemilikan hak atas tanah
bagiwarga transmigran dengan berpindahnya kepemilikan suatu lahan
yang sudah dibuatkan SK Gubernur akan merugikan warga lainnya dan
jugauntuk kelangsungan program transmigran yang akan datang,
mengingatharga tanah yang setiap saat naik dan kenaikan harga sangat
dipengaruhi oleh kondisi tanah disekitarnya. Hal ini untuk mencegah
menghilangnya tanah yang sudah dicadangkan untuk transmigran diambil
atau ditempati oleh orang lain.
 Lahan yang sudah direncanakan sebaiknya dibuatkan tanda batas,
sehingga tidak dihuni atau ditempati oleh orang atau instansi lain.
Mengingathampir semua lahan tersisa sudah banyak yang dikelola oleh
orang atau instansi yang tidak berhak memilikinya
 Diadakan pendataan ulang bersamaan dengan pengukuran kapling atau
lahan usaha II sehingga semua penghuni yang ada mendapatkan haknya.

Laporan Pendahuluan
Inventarisasi Kepemilikan Lahan Kabupaten Siak
Tahun Anggaran 2019
 Diterbitkan Surat Keputusan (SK) pengganti kepada warga yang sudah
menguasai lahan baik itu melalui ganti rugi atau ahli waris dari
Bupati/Walikota.
 Salah satu upaya untuk meningkatkan perekonomian dan peningkatan
kesejahteraan di lokasi transmigrasi dan sekitarnya adalah sarana
transportasi jalan, untuk itu agar segera ada perkerasan jalan utama
danjembatan, karena dampak belum adanya jembatan dan rusaknya jalan
mengakibatkan para transmigran kesulitan dalam memasarkan hasil
pertaniannya.
 Pembangunan jembatan akan mempercepat dan memperlancar
kegiatanperekonomian di lokasi transmigrasi.
 Perlu dibangun kembali fasilitas umum seperti kantor unit, rumah
petugas, rumah ibadah dan balai desa dimana bangunan yang lama
sudahpada rusak.
 Perlu segera dibentuk lembaga ekonomi berupa koperasi untuk
membantu masyarakat, hendaknya dilakukan penyuluhan atau pelatihan
secara simultan kepada transmigran, sebagai salah satu upaya untuk
menghindari atau menurunkan angka kemiskinan.

Laporan Pendahuluan
Inventarisasi Kepemilikan Lahan Kabupaten Siak
Tahun Anggaran 2019
LAMPIRAN

A. Salinan SK Menteri Kehutanan Tentang Kawasan Hutan yang dilepaskan


untuk Lokasi Pemukiman Transmigrasi Kabupaten Siak

B. SK Bupati Siak No.263/HK/KPTS/2018 Tentang Penetapan Pencadangan


Lahan Calon Kawasan Transmigrasi

Laporan Pendahuluan
Inventarisasi Kepemilikan Lahan Kabupaten Siak
Tahun Anggaran 2019
Laporan Pendahuluan
Inventarisasi Kepemilikan Lahan Kabupaten Siak
Tahun Anggaran 2019
Laporan Pendahuluan
Inventarisasi Kepemilikan Lahan Kabupaten Siak
Tahun Anggaran 2019
Laporan Pendahuluan
Inventarisasi Kepemilikan Lahan Kabupaten Siak
Tahun Anggaran 2019
Laporan Pendahuluan
Inventarisasi Kepemilikan Lahan Kabupaten Siak
Tahun Anggaran 2019