Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN PRAKTIKUM PEMANENAN HASIL HUTAN

ACARA 4
TAKSIRAN PRODUKTIVITAS TRANSPORTASI

Oleh :
Nama : Siti Afifah Amelia
Nim : 18/427466/KT/08778
CoAss : Criesna Monetha Dewy
Shift : Selasa, 15.30 WIB

LABORATORIUM PEMANENAN HASIL HUTAN


DEPARTEMEN MANAJEMEN HUTAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2020
ACARA IV

TAKSIRAN PRODUKTIVITAS TRANSPORTASI

I. TUJUAN
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah:
1. Mempelajari waktu dengan “formula speed”
2. Menaksir produksi kegiatan transportasi berdasarkan waktu kegiatan angkut

II. DASAR TEORI


Kegiatan pemanenan kayu merupakan tahap awal dari produksi kayu.
Pemanenan kayu berperan penting guna mengeluarkan kayu dari dalam hutan menuju
lokasi industri atau konsumen. Kegiatan utama dalam pemanenan kayu adalah
penebangan, penyaradan, pengangkutan dan muat bongkar. Faktor kunci dalam
mencapai pemanenan yang efisien biaya dan produktivitas tinggi di medan yang
curam adalah pengurangan pekerjaan manual dan padat karya serta penggunaan alat
untuk mencapai hasil yang lebih besar (Kaakkurivaara, 2018).
Untuk tercapainya target yang ditetapkan maka kegiatan muat bongkar sangat
diperlukan. Muat bongkar adalah menaikkan kayu ke atas alat angkut dan
menurunkannya dengan menggunakan alat dan cara tertentu. Penggunaan alat muat
bongkar dapat berpengaruh langsung terhadap produktivitas dan biaya pengangkutan
kayu. Sistem kerja muat bongkar harus secepat mungkin supaya alat angkut dapat
segera berjalan. Apabila kapasitas alat muat bongkar lebih kecil daripada kapasitas
alat angkut menyebabkan banyak alat angkut harus menunggu demikian pula
sebaliknya. Produktivitas adalah hasil kerja dalam waktu tertentu. Produktivitas
pemanenan kayu dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain : dimensi kayu, waktu
kerja, volume kayu, keterampilan operator, kondisi lapangan dan kondisi alat.
Produktivitas sangat erat kaitannya dengan biaya pemanenan. Semakin besar
produktivitas maka semakin rendah biaya pemanenan, demikian juga sebaliknya
(Suhartana, 2016).
Salah satu penghambat dalam kelancaran transportasi pengangkutan kayu
adalah selip. Selip merupakan keadaan berkurangnya kecepatan maju kendaraan
dimana salah satu ban kendaraan tidak dapat melaju dengan sempurna. Kegiatan
tersebut sangat penting, apabila kayu terlambat diangkut keluar hutan, kualitas kayu
menjadi menurun karena lapuk dan banyak ditumbuhi jamur. Diperlukan kelancaran
dalam pengangkutan kayu. Akibat selip, produktivitas pengangkutan kayu menjadi
tidak optimal sehingga biaya produksi pengangkutan menjadi mahal (Yuniawati,
2015).
Pengangkutan kayu biasanya dilakukan menggunakan truk, dikenal juga
sebagai ekspeditor, digunakan untuk mengangkut kayu dari lokasi pemuatan ke lokasi
pengiriman. Ekspeditor dilengkapi dengan pemuat (loader) yang memuat dan
menurunkan log, sedangkan truk adalah mesin pengangkut yang digunakan tanpa
loader yang terpasang. Produktivitas ekspeditor didapat dengan catatan waktu
pemuatan dan pembongkaran kayu, dan perjalanan yang dimuat, serta perjalanan
yang kosong dalam perjalanan. Komposisi spesies, ukuran batang, kondisi iklim, dan
resep panen mempengaruhi produktivitas pengangkutan kayu. Keterampilan operator
juga memengaruhi prediksi produktivitas pengangkutan kayu. Variabel yang diukur
adalah jarak angkut, volume potongan, total volume muatan, dan kemiringan yang
ditempuh. Produktivitas pengangkutan dapat dipengaruhi oleh jarak pengangkutan
dan ukuran muatan (Norizah, 2016).

III. ALAT DAN BAHAN


Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah:
1. Kondisi jalan hasil praktikum acara 3
2. Spesifikasi kendaraan angkut
3. Alat tulis dan kalkulator
IV. CARA KERJA
Cara kerja yang dilakukan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut:

Menghitung waktu (WR, WN,


Menghitung kecepatan
WS) dan prestasi kerja (PK 1,
kendaraan dengan
PK 2) dalam kegiatan bongkar
formula speed dalam
muat yang berdasarkan data
keadaan kodong dan
spesifikasi alat dan jalan
isi.
angkutan pada acara 3.

Menghitung jumlah
trip per harinya untuk Menghitung volume
alat angkut berdasar
tebangan setiap blok.
waktu (WS jam)
bongkar dan muat.

Menghitung taksiran
produktivitas dan waktu
pengangkutan total dalam
hari, bulan, dan tahun.

Uraian cara kerja:


Pertama siapkan data-data yang dibutuhkan antara lain : data spesifikasi jalan
angkut dalam hutan, data tebangan RTWT, spesifikasi alat wheel loader dan data
spesifikasi kendaraan angkutan. Lalu dicari nilai WR, WN, WS, PK1 dan PK2 dari
kegiatan bongkar dan muat, kemudian dimasukkan dalam tabel truk logging sesuai
dengan petak yang didapat. Kemudian hitung kecepatan rata-rata kendaraan dengan
formula speed saat kosong dan isi. Selanjutnya hitung jumlah trip per hari berdasar
data waktu pengangkutan, waktu bongkar dan waktu muat. Lalu hitung volume
tebangan setiap blok dari tabel potensi hutan. Kemudian dicari perhitungan
produktivitas transportasi perhari, per bulan dan per tahun. Setelah itu dihitung
produktivitas transportasi keseluruhan pada setiap blok dan waktu yang dibutuhkan
dalam sekali siklus transportasi totalnya.
V. DATA DAN PERHITUNGAN
Tabel 1. Rekapitulasi Jatah Tebang

Jalan Utama
Segme Jatah Tebang
Blok
n (m^3)
1 A 576
2 A+B+L+E 2302
3 E+D 1261
4 D+F+J 1244
5 J+K 1173
6 K 647
Jumlah 7203
Jalan Cabang
Segme Jatah Tebang
Blok
n (m^3)
1.1 A 576
2.1 E 671
4.1 F+G+D 1148
5.1 J+I 1172
Jumlah 3567
Jalan Ranting
Segme Jatah Tebang
Blok
n (m^3)
1.1.1 A+B 1242
2.1.1 E+H 1567
4.1.1 D+C 677
Jumlah 3486
Total 14256

Tabel 2. Wheel Loader

WR WN All WS WS
Item PK 1 PK 2
(Detik) (Rf=1,182) (15%) (Detik) (Jam)
Bongka
1486,8 1757,40 263,61 2021,01 0,5614 62,3452 436,4161
r
Muat 1666,8 1970,16 295,52 2265,68 0,6294 55,6124 389,2869

Perhitungan:
1. WN bongkar = WR bongkar × 1,182 = 1486,8 × 1,182 = 1757,40
2. WN muat = WR muat × 1,182 = 1666,2 × 1,182 = 1970,16
3. All bongkar = 15% × WN bongkar = 15% × 1757,40 = 263,61
4. All muat = 15% × WN muat = 15% × 1970,16 = 295,52
( WN + All ) 1757,40+263,61
5. WS bongkar = = =0,5614 jam
3.600 3.600
( WN + All ) 1970,16+ 295,52
6. WS muat = = =0,6294 jam
3.600 3.600
1 1
7. PK 1 bongkar = × vol . angkut = × 35=62,3452 m³/jam
WS bongkar 0,5614
8. PK 2 bongkar = PK 1 bongkar × 7 jam kerja/hari = 62,3452 × 7 = 436,4161
m³/HOK
1 1
9. PK 1 muat = × vol . angkut = × 35=55,6124 m³/jam
WS muat 0,6294
10. PK 2 muat = PK 1 muat × 7 jam kerja/hari = 55,6124 × 7 = 389,2869 m³/HOK

Tabel 3. Logging Truck JU, JC, JR

JU
V rata-
rata Waktu
Jatah Kelerengan Kecepatan
Segme Panjang (km/ja (jam)
Blok Tebang
n (km) m)
(m^3)
V-
% Jenis V-isi
kosong
Tanjaka
1,0007 36,00 51,43 42,35 0,0236
1 A 576 3,75 n
Turunan 1,0007 50,00 60,00 54,55 0,0183
Tanjaka
A+B+L+ 1,0013 36,00 51,43 42,35 0,0236
2 2302 5 n
E
Turunan 1,0013 50,00 60,00 54,55 0,0184
Tanjaka
1,0020 36,00 51,43 42,35 0,0237
3 E+D 1261 6,25 n
Turunan 1,0020 50,00 60,00 54,55 0,0184
Tanjaka
1,0020 36,00 51,43 42,35 0,0237
4 D+F+J 1244 6,25 n
Turunan 1,0020 50,00 60,00 54,55 0,0184
5 J+K 1173 7,5 Tanjaka 1,0028 32,73 50,00 39,56 0,0253
n
Turunan 1,0028 45,00 54,54 49,31 0,0203
Tanjaka
0,8772 32,73 50,00 39,56 0,0222
6 K 647 7,14 n
Turunan 0,8772 45,00 54,54 49,31 0,0178
35,8
Total 7203   11,7718 499,46 654,80 565,35 0,2537
9
JC
V rata-
rata Waktu
Jatah Kelerengan Kecepatan
Segme Panjang (km/ja (jam)
Blok Tebang
n (km) m)
(m^3)
V
% Jenis V isi
kosong
Tanjaka
0,7509 31,00 46,43 37,18 0,0202
1.1 A 576 5,0 n
Turunan 0,7509 45,00 55,00 49,50 0,0152
Tanjaka
0,7517 27,73 45,00 34,31 0,0219
2.1 E 671 6,7 n
Turunan 0,7517 40,00 49,54 44,26 0,0170
Tanjaka
0,7526 27,73 45,00 34,31 0,0219
4.1 F+G+D 1148 8,3 n
Turunan 0,7526 40,00 49,54 44,26 0,0170
Tanjaka
0,7517 27,73 45,00 34,31 0,0219
5.1 J+I 1172 6,7 n
Turunan 0,7517 40,00 49,54 44,26 0,0170
Total 3567 26,7   6,0137 279,19 385,05 322,41 0,1521
JR
V rata-
rata Waktu
Jatah Kelerengan Kecepatan
Segme Panjang (km/ja (jam)
Blok Tebang
n (km) m)
(m^3)
V
% Jenis V isi
kosong
Tanjaka
0,5002 35,00 50,00 41,18 0,0121
1.1.1 A+B 1242 2,5 n
Turunan 0,5002 44,43 50,00 47,05 0,0106
Tanjaka
0,5025 14,00 35,00 20,00 0,0251
2.1.1 E+H 1567 10,0 n
Turunan 0,5025 22,73 41,43 29,35 0,0171
Tanjaka
0,5025 14,00 35,00 20,00 0,0251
4.1.1 D+C 677 10,0 n
Turunan 0,5025 22,73 41,43 29,35 0,0171
Total 3486 22,5 0 3,0103 152,89 252,86 186,94 0,1073
Contoh Perhitungan:
1. JU segmen 1 tanjakan
2(V 1 × V 2) 2(36,00 ×51,43)
 Kecepatan (V) rata-rata = = = 42,35 km/jam
V 1+V 2 36,00+ 51,43
Panjang ( s) 1,0007
 Waktu (t) (jam) = = =0,0236 jam
V rata−rata 42,35
2. JC segmen 1.1 tanjakan
2(V 1 × V 2) 2(31,00 ×46,43)
 Kecepatan (V) rata-rata = = = 37,18 km/jam
V 1+V 2 31,00+ 46,43
Panjang (s) 0,7509
 Waktu (t) (jam) = = =0,0202 jam
V rata−rata 37,18
3. JR segmen 1.1.1 tanjakan
2(V 1 × V 2) 2(35,00 ×50,00)
 Kecepatan (V) rata-rata = = = 41,18 km/jam
V 1+V 2 35,00+ 50,00
Panjang (s) 0,5002
 Waktu (t) (jam) = = =0,0121 jam
V rata−rata 41,18

Tabel 4. Hasil dan Rekapitulasi

Sigma Trip Produktivitas Transportasi Produksi


Waktu Total
(N) (m^3) Transport Waktu
Vol.Te
Jalan asi Total Total
per per per banga
Asli Bulat Hari Bulan Tahun (m^3/tah (tahun)
Hari Bulan Tahun n
un)
Jalan 24,9
4,12 5 288,56 7214,02 43284,13 0,9985 0,17 7203
Utama 6
Jalan 10,8 144754,2
4,68 5 327,78 8194,50 49167,00 0,4353 0,07 3567 0,10
Cabang 8 4
Jalan 10,0
4,98 5 348,69 8717,19 52303,12 0,3999 0,07 3486
Ranting 0

Perhitungan:
1. Jalan utama
 Waktu/trip (tpt) = 2 × Ʃt = 2 × 0,2537 = 0,51 jam
 Jumlah trip/hari (N) =

Jumlah jam kerja 7


= =4,12 ≈ 5 trip
t bongkar +t muat+ tpt 0,5641+0,6294 +0,51
 Produktivitas transportasi/hari = Kapasitas angkut × N × 2 = 35 × 4,12 × 2 =
288,56 m³/hari
ƩJatah tebang 7203
 Waktu pengangkutan/hari = = = 24,96
Produktivitas transportasi/hari 288,56
hari
 Produktivitas transportasi/bulan = Produktivitas transportasi/hari × 25 =
288,56 × 25 = 7214,02 m³/bulan
ƩJatah tebang 7203
 Waktu pengangkutan/bulan = = =
Produktivitas transportasi/bulan 7214,02
1,00 bulan
 Produktivitas transportasi/tahun =Produktivitas transportasi/bulan × 6 =
7214,02 × 6 = 43284,13 m³/tahun
ƩJatah tebang 7203
 Waktu pengangkutan/tahun = = =
Produktivitas transportasi/ tahun 43284,13
0,17 tahun
2. Jalan cabang
 Waktu/trip (tpt) = 2 × Ʃt = 2 × 0,1521 = 0,30 jam
 Jumlah trip/hari (N) =

Jumlah jam kerja 7


= =4,68≈ 5 trip
t bongkar +t muat+ tpt 0,5641+0,6294 +0,30
 Produktivitas transportasi/hari = Kapasitas angkut × N × 2 = 35 × 4,68 × 2 =
327,78 m³/hari
ƩJatah tebang 3567
 Waktu pengangkutan/hari = = = 10,88
Produktivitas transportasi/hari 327,78
hari
 Produktivitas transportasi/bulan = Produktivitas transportasi/hari × 25 =
327,78 × 25 = 8194,50 m³/bulan
ƩJatah tebang 3567
 Waktu pengangkutan/bulan = = =
Produktivitas transportasi/bulan 8194,50
0,44 bulan
 Produktivitas transportasi/tahun =Produktivitas transportasi/bulan × 6 =
8194,50 × 6 = 49167,00 m³/tahun
ƩJatah tebang 3567
 Waktu pengangkutan/tahun = = =
Produktivitas transportasi/ tahun 49167,00
0,07 tahun
3. Jalan ranting
 Waktu/trip (tpt) = 2 × Ʃt = 2 × 0,1073 = 0,21 jam
 Jumlah trip/hari (N) =

Jumlah jam kerja 7


= =4,98 ≈ 5 trip
t bongkar +t muat+ tpt 0,5641+0,6294 +0,21
 Produktivitas transportasi/hari = Kapasitas angkut × N × 2 = 35 × 4,98 × 2 =
348,69 m³/hari
ƩJatah tebang 3486
 Waktu pengangkutan/hari = = = 10,00
Produktivitas transportasi/hari 348,69
hari
 Produktivitas transportasi/bulan = Produktivitas transportasi/hari × 25 =
348,69 × 25 = 8717,19 m³/bulan
ƩJatah tebang 3486
 Waktu pengangkutan/bulan = = =
Produktivitas transportasi/bulan 8717,19
0,40 bulan
 Produktivitas transportasi/tahun =Produktivitas transportasi/bulan × 6 =
8717,19 × 6 = 52303,12 m³/tahun
ƩJatah tebang 3486
 Waktu pengangkutan/tahun = = =
Produktivitas transportasi/tahun 52303,12
0,07 tahun

VI. PEMBAHASAN
Praktikum kali ini membahas tentang taksiran produktivitas trasnportasi dalam
kegiatan pemanenan. Transportasi dalam pemanenan yaitu usaha untuk memindahkan
hasil hutan dari suatu tempat ke tempat lainnya menggunakan berbagai jenis
kendaraan. Transportasi dibagi menjadi dua yaitu transportasi minor dan transportasi
mayor. Transportasi minor atau penyaradan yaitu transportasi jarak pendek yang
memindahkan hasil hutan dari petak tebangan menuju ke TPn, dengan besar muatan
yang dapat diangkut lebih sedikit. Sarana prasarananya menggunakan bulldozer,
skidder, sapi dan lain-lain, dimana kecepatan transportasi lebih lambat. Sedangkan
transportasi mayor atau disebut pengangkutan yaitu transportasi jarak jauh yang
memindahkan hasil hutan dari TPn menuju ke TPK, dengan besar muatan yang dapat
diangkut lebih banyak daripada transportasi minor. Sarana prasarananya
menggunakan truk, dimana kecepatan transportasi lebih cepat daripada transportasi
minor.
Faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas transportasi yaitu jalan
kendaraan, spesifikasi jalan angkutan, kecepatan bongkar muat, jarak tempuh, dan
beban muatan. Umumnya kendaraan yang dipakai yaitu truk angkut. Jalan yang
digunakan berupa jalan umum sehingga tidak memerlukan biaya untuk membuat
jalan lagi. Jenis kendaraan mempengaruhi kemampuan kendaraan dalam melakukan
pengangkutan hasil hutan karena memiliki spesifikasi dan kecepatan yang berbeda.
Jalan angkutan dibuat berdasarkan jalan hutan, jalan yang ada tanjakan, turunan,
belokan, perkerasan jalan sangat mempengaruhi kececpatan kendaraan. Efek
ketinggian tempat dapat mempengaruhi kecepatan bongkar muat, karena semakin
tinggi tempat semakin banyak belokan sehingga waktu angkut lebih lama. Jarak
tempuh yang semakin jauh dapat menyebabkan waktu angkut lebih lama karena
panjang jalan yang jauh. Semakin banyak beban yang dimuat menyebabkan
kecepatan kendaraan menurun daripada yang bermuatan ringan. Kecepatan kendaraan
dipengaruhi oleh tipe perkerasan jalan angkutan, efek adanya tanjakan maupun
turunan, efek tinggi tempat, dan kebutuhan panjang jalan angkutan.
Berdasarkan hasil perhitungan, WN dan WS muat yaitu 1970,16 detik dan
0,6294 jam, lebih besar dibandingkan nilai WN dan WS bongkar yaitu 1757,40 detik
dan 0,5614 jam. Hasil ini menunjukkan bahwa produktivitas muat lebih kecil
dibandngkan produktivitas bongkar. Hal ini juga karena aktivitas bongkar mempuat
pekerjaan lebih ringan dibandingkan aktivitas muat. Pada saat muat cenderung
melakukan pekerjaan lebih berat sehingga waktu yang dibutuhkan muat lebih
banyak/lama. Dari perhitungan WN dan WS dapat diketahui prestasi kerja (PK). PK 1
muat sebesar 55,6124 m³/jam dan PK 2 sebesar 389,2869 m³/HOK. Lalu PK 1
bongkar diperoleh sebesar 62,3452 m³/jam dan PK 2 sebesar 436,4161 m³/HOK. PK
ini dilakukan dalam 7 jam operasional kerja. Perhitungan kecepatan kendaraan dapat
dilakukan dengan menggunakan formula speed yang merupakan rumus yang
digunakan untuk menghitung kecepatan rata-rata kendaraan yang melalui ruas jalan
tertentu. Makin besar nilai kelerengan jalan maka makin lambat kecepatan rata-rata
kendaraannya, sehingga makin lama waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan
pekerjaan.
Jumlah trip per hari menunjukkan jumlah trip yang diperlukan untuk
menyelesaikan pekerjaan bolak-balik tiap hari. Berdasarkan hasil hitungan pada 3
jalan, jumlah semua trip per hari sebanyak 5 trip. Artinya dalam 1 hari kegiatan
pengangkutan dilakukan 5 trip, yaitu 5 trip bolak-balik. Hubungan antara jumlah trip
dan produktivitas berbanding lurus, makin banyak jumlah trip maka makin banyak
volume yang diangkut. Hubungan biaya dengan jarak berbanding lurus juga, makin
jauh jarak angkut maka makin besar biaya yang dikeluarkan.
Produktivitas transportasi merupakan kemampuan suatu perusahaan
menyelesaikan kegiatan transportasi berdasarkan angkutan dan kapasitas yang
dimiliki. Perhitungan produktivitas transportasi digunakan untuk mengetahui waktu
yang diperlukan untuk menyelesaikan pengangkutan. Produktivitas transportasi jalan
utama yaitu 288,56/hari, 7214,02/bulan, dan 43284,13/tahun, serta waktu yang
dibutuhkan untuk menyelesaikan pengangkutan yaitu 24,96 hari, 0,9985 bulan, dan
0,17/tahun dengan jatah tebang 7203 m³. Pada produktivitas transportasi jalan cabang
yaitu 327,78/hari, 8194,50/bulan, dan 49167,00/tahun, serta waktu yang dibutuhkan
untuk menyelesaikan pengangkutan yaitu 10,88 hari, 0,4353 bulan, dan 0,07 tahun
dengan jatah tebang 3567 m³. Kemudian produktivitas transportasi jalan ranting yaitu
348,69/hari, 8717,19/bulan, dan 52303,12/tahun, serta waktu yang dibutuhkan untuk
menyelesaikan pengangkutan adalah 10,00 hari, 0,3999 bulan, dan 0,07 tahun dengan
jatah tebang 3458 m³. Dari hasil tersebut diperoleh produktivitas transportasi total
yaitu 144754,24 m³/tahun dan memerlukan waktu untuk menyelesaikan kegiatan
pengangkutan total selama 0,10 tahun. Lama waktu pengangkutan tergantung pada
jumlah volume tebangan yang akan diangkut. Semakin besar volume tebangan yang
diangkut maka waktu pengangkutan juga menjadi lebih lama. Jenis kendaraan yang
dipakai juga mempengaruhi lamanya waktu pengangkutan tergantung kapasitan
memuat dan kecepatan kendaraannya.
Pengaruh fisik jalan yang ada terhadap produktivitas transportasi seperti jarak
jalan angkut, kemiringan jalan, pengerasan jalan, tanjakan, turunan, dan belokan.
Semakin panjang jarak angkut maka produktivitas berkurang dibandingkan jarak
angkut yang dekat karena memerlukan waktu lama di jalan saat pengangkutan.
Semakin besar kemiringan jalan sehingga semakin banyak belokan yang harus dibuat
sehingga akan mengurangi kecepatan alat angkut yang kemudian dapat menurunkan
produktivitas transportasi. Tanjakan dapat menurunkan kecepatan kendaraan
sehingga memperlambat waktu pengangkutan, turunan menyebabkan kendaraan
kehilangan daya mesin. Belokan dapat mengurangi kecepatan karena harus berhati-
hati sehingga menurunkan produktivitas transportasi.

VII. KESIMPULAN
Adapun kesimpulan yang diperoleh dari praktikum ini adalah:
1. Formula speed merupakan cara yang digunakan untuk mencari kecepatan rata-
rata proses pengangkutan. Formula speed digunakan untuk menghitung kecepatan
rata-rata truk dalam kegiatan bongkar muat yang nantinya akan digunakan untuk
menaksir kegiatan pengangkutan.
2. Dari hasil perhitungan:
 Produktivitas transportasi jalan utama yaitu 288,56/hari, 7214,02/bulan, dan
43284,13/tahun, serta waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan
pengangkutan yaitu 24,96 hari, 0,9985 bulan, dan 0,17/tahun dengan jatah
tebang 7203 m³.
 Produktivitas transportasi jalan cabang yaitu 327,78/hari, 8194,50/bulan, dan
49167,00/tahun, serta waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan
pengangkutan yaitu 10,88 hari, 0,4353 bulan, dan 0,07 tahun dengan jatah
tebang 3567 m³.
 Produktivitas transportasi jalan ranting yaitu 348,69/hari, 8717,19/bulan, dan
52303,12/tahun, serta waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan
pengangkutan adalah 10,00 hari, 0,3999 bulan, dan 0,07 tahun dengan jatah
tebang 3458 m³.

VIII. DAFTAR PUSTAKA


Kaakkurivaara, Nopparat, and Tomi Kaakkurivaara. 2018. Productivity and Cost
Analysis of Three Timber Extraction Methods on Steep Terrain in Thailand.
Cration Journal of Forest Engineering, 39(2) : 213-221.
Norizah, K, I Mohd-Hasmadi, S Husna, and W Chung. 2016. Log Hauling
Productivity In Timber Harvesting Operation In Peninsular Malaysia Forest.
Journal of Tropical Forest Science, 28(3) : 207-216.
Suhartana, Sona, dan Yuniawati. 2016. Produktivitas dan Biaya Pemanenan Kayu di
Hutan Tanaman Rawa Gambut. Jurnal Hutan Tropis, 4(3) : 273-281.
Yuniawati. 2015. Pengurangan Selip Pada Jalan Tanah Angkutan Kayu Acacia
mangium. Jurnal Mechanical, 6(1) : 36-42.

LAMPIRAN