Anda di halaman 1dari 3

Pengaruh Rokok Terhadap Metabolisme Obat

Metabolisme obat merupakan proses perubahan struktur dan sifat suatu obat , perubahan
sifat yang terjadi yaitu dari senyawa aktif menjadi senyawa metabolit tidak aktif secara
farmakologi. Metabolisme memiliki tujuan utama diantaranya adalah memecah suatu senyawa
menjadi struktur yang lebih sederhana dan merubahnya dalam bentuk struktur yang terionisasi
sehingga mudah di eliminasi dari tubuh. Pada proses metabolisme obat melibatkan dua enzim
mikromosom, diantaranya adalah flavoprotein yaitu NADPH-sitokrom P-450 (NADPH sitokrom
c reduktase) dan suatu hemoprotein (sitokrom P-450) . Ada beberapa factor yang dapat
mempengaruhi metabolisme obat, diantaranya usia, jenis kelamin, genetik, penyakit tertentu,
obat-obatan dan makanan dan juga pengaruh lingkungan. Beberapa studi menunjukkan adanya
interaksi yang terjadi antara obat dengan senyawa rokok, yang menyebabkan terjadinya
perbedaan kadar obat antara perokok dan non perokok. Perbedaan tersebut terjadi karena
senyawa Polycyclic Aromatic Hydrocarbons yang terkandung dalam rokok dapat menginduksi
aktivitas enzim CYP1A2. Peningkatan aktivitas CYP1A2 menyebabkan peningkatan
metabolisme obat, sehingga dapat terjadi penurunan kadar obat dalam plasma. Selain itu,
senyawa nikotin yang terkandung dalam rokok akan dimetabolisme oleh enzim CYP2A6. Kadar
nikotin yang tinggi dalam darah dapat menyebabkan terjadinya kompetisi metabolisme antara
nikotin dengan substrat (obat) CYP2A6 lainnya, hal tersebut akan menyebabkan terjadinya
penurunan kadar substrat (obat) dalam plasma sehingga efek terapi yang dihasilkan juga akan
berkurang. Untuk mengatasi masalah interaksi yang terjadi antara obat dengan senyawa
Polycyclic Aromatic Hydrocarbons dan nikotin yang terdapat di dalam rokok, diperlukan
penyesuaian dosis obat agar kadar obat dalam plasma mencapai indeks terapi dan tujuan terapi
dapat tercapai (Rahman,2015).
Pengaruh Struktur Propanolol dan Nadolol

Struktur Propanolol Struktur Nadolol

Pada propranolol, terdapat 2 cincin aromatik yang akan menyebabkan propranolol


mengalami metabolisme melalui jalur hidroksilasi aromatik dan N-dealkilasi sehingga jika
propranolol mudah mengalami metabolisme fase 1 maka akan menyebabkan terjadinya
perubahan senyawa obat dari bentuk aktif menjadi bentuk inaktif. Obat dalam bentuk inaktif
dapat dengan mudah dieliminasi dari tubuh, hal tersebut menyebabkan durasi dari obat
propanolol menjadi lebih singkat sehingga pemberiannya lebih sering. Selain itu, adanya 2 cincin
aromatik pada propranolol menyebabkan propanolol menjadi lebih bersifat lipofilik. Obat yang
bersifat lipofilik akan dengan mudah diabsorbsi pada sawar darah otak dan juga penetrasi obat
yang bersifat lipofilik akan meningkat di SSP. Hal tersebut akan meningkatkan efek samping
dari propanolol diantaranya insomnia, kelelahan, dan kejadian mimpi buruk (Alsharif et al ,
2001).

Pada nadolol, adanya penambahan gugus 4,5 dihidroksi menyebabkan jalur hidroksilasi
aromatik pada C-4 tidak terjadi, dan jalur metabolisme terjadi hanya pada satu jalur yaitu N-
dealkilasi. Hal tersebut menyebabkan metabolisme fase 1 pada nadolol menjadi lebih lambat.
Apabila metabolismenya diperlambat, maka kadar obat aktif yang berada dalam plasma akan
semakin lama, sehingga durasi aksi obat lebih panjang dan frekuensi pemberian obat menjadi
berkurang (1x sehari) bila dibandingkan dengan propanolol menyebabkan kepatuhan pasien
meningkat. Selain itu, adanya pengurangan cincin aromatik dan penambahan dua gugus hidroksi
pada nadolol akan menyebabkan penurunan lipofilisitas obat, sehingga penetrasi obat di SSP
atau sawar darah otak akan menurun. Berkurangnya penetrasi obat di SSP, akan meminimalisir
terjadinya efek samping obat seperti insomnia, kelelahan, dan kejadian mimpi buruk (Alsharif et
al ,2001)
Dafpus

Alsharif, Naser Z., Shara, Mohd A., and Roche, Victoria F. 2001. The Structurally-Based
Therapeutic Evaluation (SBTE) Concept: An Opportunity for Curriculum
Integration and Interdisciplinary Teaching. American Journal of Pharmaceutical
Education. Vol 65

Rahman, A., 2015, Pengaruh Rokok Pada Metabolisme Obat, Jambi Medical Journal, 3 (1).