Anda di halaman 1dari 3

PENUNTUN PRAKTIKUM BIOKIMIA

PEMERIKSAAN BATU
TRAKTUS URINARIUS

Penyusun
SAFYUDIN
YANTI ROSITA

BAGIAN BIOKIMIA DAN KIMIA MEDIK


FAKULTAS KEDOKTERAN UNSRI
2011
SASARAN PEMBELAJARAN
1. Mahasiswa mengetahui spesifikasi masing-masing jenis batu traktus urinarius
secara makroskopis
2. Mahasiswa mampu melakukan uji laboratorium untuk mengetahui jenis batu
traktus urinarius

DASAR

Zat-zat yang kurang larut di dalam urin dapat mengendap di dalam ginjal atau saluran
urin dan membentuk benda padat. Bentuk dan ukurannya berbeda sesuai dengan tempat
terbentuknya dan zat-zat pembentuknya. Batu urin terdiri dari zat-zat yang juga
membentuk sediment urin, misalnya asam urat, oksalat, fosfat, karbonat, sistin, xantin
dan lain-lain. Zat-zat tersebut biasanya terdapat dalam bentuk larutan di dalam urin dan
dapat mengendap karena perubahan-perubahan atau faktor-faktor tertentu.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan batu traktus urinarius:


1. Perubahan keadaan koloid pelindung di dalam urin
2. Perubahan pH atau kepekatan urin, yang dapat menyebabkan daya larut suatu zat
menurun
3. Radang dapat merubah pH urin. Di samping itu kelompok bakteri, sel epitel atau
nanah dapat menjadi inti pembentukan batu
4. Stasis (bendungan) urin yang berlangsung lama
5. Defisiensi vitamin A (perubahan epitel saluran urin)
6. Gangguan endokrin, misalnya yang mempengaruhi ekskresi elektrolit
(hiperparatiroidisme)

Klasifikasi batu traktus urinarius:


1. Batu Asam Urat
Paling sering ditemukan. Biasanya multipel, permukaannya halus. Berwarna
kuning sampai coklat kemerahan.

2. Batu Oksalat
Merupakan batu yang terbanyak didapatkan setelah batu asam urat. Berwarna
coklat tua sampai hitam. Keras dan biasanya mempunyai permukaan kasar,
terutama batu yang besar.

3. Batu Fosfat
Batu yang didapatkan pada operasi ginjal sebagian besar merupakan batu oksalat
dan fosfat. Berwarna putih sampai abu-abu, biasanya kasar da lebih mudah
dihancurkan daripada batu oksalat dan batu urat. Dapat merupakan campuran
kalsium fosfat, magnesium fosfat atau aluminium magnesium fosfat („triple
phosphate“)
4. Batu Karbonat
Jarang terdapat. Bentuknya agak kecil. Berwarna putih atau abu-abu dengan
permukaan licin.

5. Batu Sistin
Dapat terbentuk pada sistinuria. Warnanya putih, kuning atau kehijauan dan agak
lunak. Batu jenis ini jarang terdapat.

6. Batu Xantin
Lebih jarang terdapat daripada batu sistin. Berwarna coklat sampai merah dan
lebih besar daripada batu sistin

TUJUAN
Identifikasi zat-zat pembentuk batu traktus urinariu

METODE
1. Pemeriksaan jenis batu traktus urinarius secara makroskopis

2. Uji Batu Urat


• Gerusan batu ditambah beberapa tetes HNO3 pekat
• Dipanaskan
• Setelah dingin ditambah beberapa tetes amoniak
• Warna jingga menunjukkan batu mengandung asam urat

3. Uji Batu Fosfat


• Gerusan batu ditambah 2 ml HCl 10%
• Dipanaskan
• Disaring
• Filtrat ditambah 1 ml amoniak
• Warna putih menunjukkan batu mengandung fosat

4. Uji Batu Oksalat


• Gerusan batu ditambah 1 ml amonium molibdat
• Dipanaskan
• Ditambah 2 tetes HNO3 pekat
• Endapan kuning menunjukkan batu mengandung oksalat