Anda di halaman 1dari 19

INDIKATOR MUTU PRIORITAS PUSKESMAS

UPTD PUSKESMAS SERUWAY

TAHUN 2021

INDIKATOR No INDIKATOR TARGET


PRIORITAS
PUSKESMAS

1. Pemberi Pelayanan Kegawatdaruatan yang 50%


bersertifikat
(ATLS/ACLS/BTLS/GELS/PPGD) yang
Masih berlaku

2. Rerata Waktu Tanggap Pelayanan Gawat 100%


darurat ≤ 5 menit

3. Pelaporan hasil Kritis Laboratorium < 5 menit 100%

4. Kepatuhan Penggunaan Formularium 100%


Puskesmas

5. Persentase Desa/ Kelurahan yang 25%


Melaksanakan Posbindu PTM Berbasis
Masyarakat

6. Persentase bufas yang diberikan vitamin A 80%

7. Tenaga kesehatan yang melayani pasien 100%


memiliki SIP

8. Membuat kartu inventaris dan menempatkan 100%


dimasing-masing ruangan

1. PEMBERI PELAYANAN KEGAWATDARUATAN YANG BERSERTIFIKAT


(ATLS/ACLS/BTLS/GELS/PPGD) YANG MASIH BERLAKU
Judul Indikator Pemberi pelayanan kegawatdaruratan yang bersertifikat
(ATLS/ACLS/GELS/BTLS/PPGD) yang masih berlaku
Dasar pemikiran Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 11 Tahun 2017 tentang
Keselamatan Pasien
Dimensi Mutu 1. Keselamatan
2. Fokus kepada pasien
Tujuan Menjamin kompetensi petugas dalam penanganan pasien
kegawatdaruratan yang dibuktikan dengan sertifikat pernah
mengikuti pelatihan Manajemen Kegawatdaruratan.
Definisi Operasional Tenaga kompeten pada Unit Gawat Darurat adalah tenaga yang
sudah memiliki sertifikat pelatihan ATLS/BTLS/ACLS/PPGD
Tipe Indikator Kuantitatif
Satuan Pengukuran Persentase
Numerator Jumlah tenaga yang bersertifikat
(pembilang) ATLS/BTLS/ACLS/PPGD/GELS
Denumerator Jumlah tenaga yang memberikan pelayanan kegawatdaruratan
(penyebut)
Target Pencapaian 35%

Kriteria:
- Inklusi Semua Pemberi pelayanan UGD
- Eksklusi
Formula Jumlah tenaga yang bersertifikat kegawatdaruratan x 100%
Jumlah tenaga yang memberikan pelayanan kegawatdaruratan

Desain Pengumpulan Survey


Data
Sumber data Data Sub Bag Tata Usaha
Besar Sampel Sampel:100 % populasi
Frekuensi Bulanan
pengumpulan data
Periode Pelaporan Bulanan
Data
Periode Analisa Data Triwulan
Penyajian Data Control Chart

Insrumen
Pengambilan Data
Penanggung Jawab Tim Mutu

DATA KEPEMILIKAN SERTIFIKAT ATLS/ACLS/GELS/PPGD/BTCLS PETUGAS


UGD UPTD PUSKESMAS SERUWAY TAHUN 2021
2. RERATA WAKTU TANGGAP PELAYANAN UGD

Judul Indikator Rerata Waktu Tanggap PelayananGawatdarurat ≤ 5 menit


Dasar Pemikiran PERMENKES No. 43 tahun 2019 tentang Puskesmas
Dimensi Mutu 1. Keselamatan
2. Fokus kepada pasien
3. Tepat waktu
4. Effective
5. Efficient
Tujuan Terselenggaranya pelayanan kegawatdaruratan yang cepat dan
tepat sehingga mampu mengoptimalkan upaya menyelamatkan
pasien gawat darurat.
Definisi Operasional Emergency Response Time (waktu tanggap) adalah waktu yang
dibutuhkan sejak pasien tiba di UGD, di triage, sampai
mendapat pelayanan dokter UGD.
Triage adalah proses pemilahan pasien berdasarkan tingkat
kegawatdaruratannya
Standar waktut anggap UGD adalah ≤ 5 menit.
Tipe Indikator Proses
Satuan Pengukuran Menit
Numerator Jumlah kumulatif waktu yang dibutuhkan sejak pasien tiba di
(pembilang) UGD, di triage sampai mendapat pelayanand okter UGD.
Denominator Jumlah pasien UGD yang di survey
(penyebut)
Target Pencapaian ≤ 5 menit
Kriteria: Pasien UGD
- Inklusi Situasi bencana (disaster) ,tidak gawat dan tidak darurat (False
- Eksklusi emergency)
Formula Jumlah kumulatif waktu yang dibutuhkan
Sejak pasien tiba di UGD,
di triage sampai mendapat pelayanan
dokter UGD (menit) × 100%
Jumlah pasien UGD yang di survey
Desain Pengumpulan Retrospektif
Data
Sumber Data Formulir waktu tunggu pasien gawat darurat di UGD

Besar Sampel Besar sampel:< 64 = 100 % populasi


Frekuensi Harian
pengumpulan data
Periode Pelaporan Bulanan
data
Periode analisa data Triwulan

Penyajian data Control Chart

Instrumen Formulir waktu tunggu pasien gawat darurat di UGD


Pengambilan Data
Penanggung Jawab Unit Gawat Darurat
RERATA WAKTU TUNGGU PASIEN GAWAT DARURAT

PADA BULAN OKTOBER 2021

NO NAMA PASIEN LAMA WAKTU TUNGGU (MENIT)


1 SALMIAH 5
2 SAIFUL 5
3 KHAIRAN 10
4 DEDE ANGGRAINI 10
5 ZULKIFLI 10
6 NURAIDA 5
NUR DAHLIA
7 LUBIS 5
8 ANDRE 5
9 SRI WAHYUNI 10
10 MAILANI 5
11 SITI HAWA 15
12 ANDIKA PRATIWI 10
13 NUR FARADILA 10
14 AUREL NOVITA 5
15 SAIFUL BAHRI 5
16 SITI AISYAH 7
  RATA-RATA 7,625
LAMA WAKTU TUNGGU (MENIT)
16

14

12

10

2
1. RERATA
0 WAKTU TUNGGU PASIEN GAWAT DARURAT ADALAH 7,625
MENIT.0 2 4 6 8 10 12 14 16 18

2. PERSENTASE RERATA WAKTU TUNGGU PASIEN GAWAT DARURAT ≤ 5


MENIT =
8 × 100% = 50 %

16

3. PELAPORAN HASIL KRITIS LABORATORIUM <5 MENIT (PHKL)

Judul Indikator Pelaporan hasil Kritis Laboratorium < 5 menit


Dasar Pemikiran 1. PERMENKES No.37 Tahun 2012 tentang
Penyelenggaraan Laboratorium Puskesmas.
2. PERMENKES No.11 Tahun 2017 tentang Keselamatan
Pasien
3. PERMENKES No. 43 Tahun 2019 tentang Puskesmas.
Dimensi Mutu 1. Keselamatan
2. Fokus kepada pasien
3. Tepat waktu
4. Integrated
Tujuan Tergambarnya kecepatan pelayanan laboratorium
Definisi Operasional  Hasil kritis adalah hasil pemeriksaan yang termasuk
kategori kritis sesuai kebijakan Puskesmas dan
memerlukan penatalaksanaan segera.
 Waktu lapor hasil kritis laboratorium adalah waktu
yang dibutuhkan sejak hasil pemeriksaan keluar dan
telah dibaca oleh dokter / analis yang diberi
kewenangan hingga petugas melaporkan hasilnya
kepada dokter yang memintap emeriksaan.
 Standar Waktu lapor hasil kritis laboratorium adalah
waktu pelaporan < 5 menit.
Tipe Indikator Proses
Satuan Pengukuran Persentase
Numerator (Pembilang) Jumlah hasil kritis laboratorium yang dilaporkan < 5
menit
Denomirator Jumlah hasil kritis laboratorium yang survey
(Penyebut)
Target Pencapaian 100%
Kriteria: Semua hasil pemeriksaan laboratorium yang kritis.
- Inklusi Semua hasil pemeriksaan laboratorium yang tidak kritis
- Eksklusi

Formula Jumlah hasil kritis laboratorium yang


dilaporkan <5 menit x 100%
Jumlah hasil kritis laboratorium yang survey
Desain Pengumpulan Retrospektif
Data
Sumber Data  Catatan data Laporan Hasil Tes kritis Laboratorium
 Buku kunjungan ruang pelayanan laboratorium

Besar Sampel Besar sampel < 64 = 100 % populasi


Frekuensi Harian
Pengumpulan Data
Periode Pelaporan Data Bulanan
Periode analisis data Triwulan
Penyajian Data Control chart
Instrumen Pengambilan Formulir Pelaporan Hasil Kritis Laboratorium
Data
Penanggung Jawab Unit Laboratorium
HASIL PENGUMPULAN DATA PELAPORAN

HASIL KRITIS LABORATORIUM < 5 MENIT

LAMANYA
WAKTU
JAM KELUAR JAM PELAPORAN PELAPORAN
NO TANGGAL NAMA PASIEN HASIL (WIB) (WIB) (MENIT)
1 04/10/2021 KASRI 10.00 10.05 5
2 04/10/2021 KAOY 10.20 10.25 5
3 04/10/2021 SYARIANI AS 11.35 11.40 5
4 05/10/2021 KHAIRIAH 8,55 09.00 5
5 07/10/2021 WAFATIAH 09.45 09.55 10
6 08/10/2021 MULYANA 10.18 10.23 5
7 11/10/2021 SUMI 10.33 10.38 5
8 11/10/2021 SAFARUDIIN 11.05 11.10 5
9 11/10/2021 SUPARDI 11.22 11.27 5
10 12/10/2021 ALAMSYAH 11.35 11.40 5
11 12/10/2021 NY. AISYAH 11.50 11.55 5
12 12/10/2021 SYARIAH 12.00 12.05 5
13 12/11/2021 JURIAH 12.15 12.20 5
14 13/10/2021 ASIAH 08.45 08.50 5
15 14/10/2021 RIDWAN BAKAR 09.03 09.08 5
16 18/10/2021 NURIATIK 08.35 08.40 5
17 18/10/2021 SITI ASNAH 10.08 10.17 9
18 18/10/2021 M.IDRIS 11.05 11.10 5
19 19/10/2021 SRI RAHAYU 08.50 09.00 5
20 25/10/2021 SUSILAWATI 10.00 10.10 10
21 25/10/2021 NURHAYATI 10.45 10.50 5
22 26/10/2021 SUSLIANA 09.53 09.57 4
DEWI
23 26/10/2021 SYAHPUTRI 10.35 10.45 10
24 28/10/2021 SUMIATI 11.20 11.30 10
25 29/10/2021 ALAMSYAH 10.05 10.10 5
  RATA-RATA     5,92
4. KEPATUHAN PENGGUNAAN FORMULARIUM PUSKESMAS

Judul Indikator Kepatuhan Penggunaan Formularium Puskesmas


Dasar Pemikiran 1. PERMENKES No. 26 Tahun 2020 tentang
Penyelenggaraan Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas.
2. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor
HK.02.02/ MENKES/137/2016 tentang Perubahan Atas
Keputusan Menteri Kesehatan Nomor
HK.02.02/MENKES/ 523/2015 tentang Formularium
Nasional.
Dimensi Mutu 1. Efisiensi
2. Efektifitas
Tujuan Terwujudnya efisiensi pelayanan obat kepada pasien
berdasarkan daftar yang ditetapkan dalam Formularium
Puskesmas.
Definisi Operasional  Formularium Nasional adalah daftar obat yang
disusun berdasarkan bukti ilmiah muktahir oleh komite
nasional penyusunan Formularium Nasional.
 Formularium Puskesmas adalah daftar obat yang
disusun Puskesmas berdasarkan kebutuhan Puskesmas
sebagai Fasilitas Kesehatan Pelayanan Primer, yang jenis
obat-obatannya diambil dari daftar Formularium Nasional.
 Kepatuhan Penggunaan Formularium Puskesmas
adalah Peresepan obat oleh DPJP kepada pasien sesuai
daftar obat di Formularium Puskesmas.
Tipe Indikator Proses
Satuan Pengukuran Persentase
Numerator (pembilang) Jumlah R/ yang sesuai dengan Formularium Puskesmas.
Denominator Jumlah R/ yang disurvei
(penyebut)
Target Pencapaian 100%
Kriteria:  Resep yang dilayani di Puskesmas.
- Inklusi - Obat yang diresepkan diluar Formularium
- Eksklusi Puskesmas tetapi dibutuhkan pasien dan telah
mendapatkan persetujuan Kepala Puskesmas.
Formula Jumlah R/ yang sesuai dengan
Formularium Puskesmas x 100%
Jumlah R/ yang disurvei
Desain Pengumpulan Retrospektif
Data

Sumber data Lembar resep di Unit Farmasi


Besar Sampel Populasi
ƒ Sampel : Metode : Ketersediaan / Convinience
Besar sampel >= 640 = 128 sampel
320 – 639 =20% dari total
populasi
64 – 319 = 64 Sampel
< 64 = 100 % populasi

Frekuensi pengumpulan Harian


data
Periode pelaporan data Bulanan
Periode analisis Data Triwulan
Penyajian Data ƒControl chart
Instrumen Pengambilan Formulir Kesesuaian Penggunaan Formularium Puskesmas.
Data
Penanggung Jawab Unit Farmasi
5. PERSENTASE DESA/ KELURAHAN YANG MELAKSANAKAN POSBINDU
PTM BERBASIS MASYARAKAT

Judul Indikator Persentase desa/kelurahan yang melaksanakan posbindu PTM


berbasis masyarakat
Dasar Pemikiran PERMENKES No. 71Tahun 2015tentang Penanggulangan
Penyakit Tidak Menular

Dimensi Mutu 1. Efisiensi


2. Efektifitas
Tujuan Dalam upaya pencegahan factor risiko PTM sehingga
kejadian PTM di masyarakat dapat ditekan
Definisi Operasional  Posbindu PTM adalah kegiatan yang memerlukan
peran serta masyarakat dalam melakukan kegiatan
deteksi dini dan pemantauan factor risiko PTM utama
yang dilaksanakan secara terpadu, rutin dan periodik.
 Tujuan posbindu PTM adalah meningkatkan peran
serta masyarakat dalam pencegahan dan penemuan
dini factor risiko PTM sehingga kejadian PTM
dimasyarakat dapat ditekan.
Tipe Indikator Proses
Satuan Pengukuran Persentase
Numerator (pembilang) Jumlah capaian
Denominator Jumlah sasaran
(penyebut)
Target Pencapaian 6 Desa (25%)
Kriteria:  
- Inklusi
- Eksklusi
Formula Jumlah capaian x 100%
Jumlah sasaran
DesainPengumpulan Retrospektif
Data

Sumber data Program PTM


BesarSampel Populasi: 100 % populasi

Frekuensi pengumpulan Bulanan


data
Periode pelaporan data Bulanan
Periode analisis Data Triwulan
Penyajian Data Control chart
Instrumen Pengambilan Laporan hasil kinerja program tingkat Puskesmas
Data berdasarkan indikator SPM
Penanggung Jawab Penanggungjawab program PTM
6. PERSENTASE BUFAS YANG DIBERIKAN VITAMIN A

Judul Indikator PersentaseBufas Yang Diberikan Vitamin A


Dasar Pemikiran PERMENKES No. 21 Tahun 2015 tentang Satandar Kapsul
Vitamin A Bagi Bayi, AanakBalita dan IbuNifas

Dimensi Mutu 1. Aman


2. Berorientasi pasien
Tujuan Untuk menjamin terpenuhinya pemberian vitamin A pada
Bufas
Definisi Operasional  Bufas (IbuNifas) adalah ibu setelah melahirkan yang
dihitung dari sejak seorang perempuan melahirkan
hingga 6 minggu sesudahnya
 Vitamin A yang diberikan kepada bufas adalah
vitamin A dosis tinggi yang diberikan pada bufas yang
menyususi hingga usia 42 hari.

Tipe Indikator Proses


Satuan Pengukuran Persentase
Numerator (pembilang) Jumlah capaian
Denominator Jumlah sasaran
(penyebut)
Target Pencapaian ≥ 80%
Kriteria:  
- Inklusi
- Eksklusi

Formula Jumlah capaian x 100%


Jumlah sasaran
Desain Pengumpulan Retrospektif
Data
Sumber data Program Gizi
Besar Sampel Populasi: 100 % populasi

Frekuensi pengumpulan Bulanan


data
Periode pelaporan data Bulanan
Periode analisis Data Triwulan
Penyajian Data Control chart
Instrumen Pengambilan Laporan cakupan Pemberian Vitamin A pada ibunifas
Data
Penanggung Jawab Penanggung jawab program Gizi
7. MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA

Judul Indikator Tenaga Kesehatan Yang Melayani Pasien Memiliki SIP


Dasar Pemikiran Undang-Undang No. 36 Tahun 2014 tentang Tenaga
Kesehatan

Dimensi Mutu 1. Aman


2. Berorientasi pasien
3. Efektif
Tujuan Tersedianya petugas yang berkompeten dalam memberikan
pelayanan kepada pengguna layanan untuk menjamin
keselamatan pengguna layanan
Definisi Operasional Tenaga kesehatan yang melayani memiliki SIP adalah tenaga
kesehatan yang memberikan pelayanan kepada pasien wajib
melengkapi persyaratan perizinan yang telah ditetapkan oleh
undang-undang yang berlaku bagi setiap profesi

Tipe Indikator Proses


Satuan Pengukuran Persentase
Numerator (pembilang) Jumlah tenaga kesehatan yang memiliki SIP
Denominator Jumlah seluruh tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan
(penyebut)
Target Pencapaian 100%
Kriteria:  
- Inklusi
- Eksklusi

Formula Jumlah tenaga kesehatan yang memiliki SIP x 100%


Jumlah seluruh tenaga kesehatan yang memberi pelayanan
Desain Pengumpulan Retrospektif
Data

Sumber data Data dari Tata Usaha


Besar Sampel Populasi: 100 % populasi
Frekuensi pengumpulan Bulanan
data
Periode pelaporan data Bulanan
Periode analisis Data Triwulan
Penyajian Data Control chart
Instrumen Pengambilan Data kepegawaian
Data
Penanggung Jawab Kepala Tata Usaha
8. MEMBUAT KARTU INVENTARIS DAN MENEMPATKAN DIMASING-
MASING RUANGAN

Judul Indikator Membuat kartu inventaris dan menempatkan di masing-


masing ruangan
Dasar Pemikiran Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 17 Tahun 2007 tentang
Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah

Dimensi Mutu 1. Efektif


2. Efisien
Tujuan Agar seluruh inventaris terdata dan tercatat dengan baik untuk
menjamin ketersediaan barang/alkes terpenuhi di masing-
masing ruangan
Definisi Operasional Kartu inventaris adalah kartu yang berisikan daftar inventaris
barang maupun alkes yang tersedia di masing-masing
ruangan.

Tipe Indikator Proses


Satuan Pengukuran Persentase
Numerator (pembilang) Jumlah ruangan yang memiliki kartu inventaris
Denominator Jumlah seluruh ruangan di UPTD Puskesmas Seruway
(penyebut)
Target Pencapaian 100%
Kriteria:  
- Inklusi
- Eksklusi

Formula Jumlah ruangan yang memiliki kartu inventaris x 100%


Jumlahs eluruh ruangan di UPTD Puskesmas Seruway
Desain Pengumpulan Retrospektif
Data

Sumber data Tata Usaha


BesarSampel Populasi: 100 % populasi

Frekuensi pengumpulan Bulanan


data
Periode pelaporan data Bulanan
Periode analisis Data Triwulan
Penyajian Data Control chart
Instrumen Pengambilan Data kepegawaian
Data
Penanggung Jawab Penanggung jawab pengelola barang

Anda mungkin juga menyukai