Anda di halaman 1dari 3

PERBEDAAN TUMBUH KEMBANG PADA BALITA STUNTING DAN

NORMAL USIA 3 -5 TAHUN

Latar Belakang
Prevalensi Stunting Indonesia berada pada peringkat ke 108 dari 132 negara dan
tertinggi ke dua di Asia Tenggara. Stunting tersebut berada di atas ambang yang
ditetapkan WHO sebesar 20%.
Pengaruh stunting terhadap perkembangan kognitif dan prestasi belajar dimana
selain mengalami gangguan pertumbuhan meningkatnya risiko kesakitan,
kematian dan hambatan pada pertumbuhan baik motorik maupun mental.
Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak perlu dilakukan sedini
mungkin, karena bila ada gangguan dapat segera ditangani, selain itu juga untuk
meminimalkan atau mencegah kecacatan yang mungkin timbul. Anak balita yang
sering mendapatkan stimulasi tumbuh kembang memiliki peluang 3,1 kali
mengalami perkembangan yang sesuai.

Tujuan
Mengetahui nilai rata-rata pertumbuhan pada balita stunting dan normal di Xxx.
Mengetahui nilai rata- rata perkembangan pada balita stunting dan normal di Xxx.
Mengetahui nilai rata-rata perilaku emosi pada balita stunting dan normal di Xxx.
Mengetahui perbedaan tumbuh kembang pada balita stunting dan normal di Xxx.

Konsep- konsep utama


Stunting
Stunting (kerdil) adalah kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan
yang kurang jika dibandingkan dengan umur. Kondisi ini diukur dengan panjang
atau tinggi badan yang lebih dari minus dua standar deviasi median standar
pertumbuhan anak dari WHO (Kemkes,2018).
Pertumbuhan
Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan
interseluler, berarti bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh sebagian atau
keseluruhan, sehingga dapat diukur dengan satuan panjang dan berat (Kemkes,
2016).
Perkembangan
Perkembangan adalah bertambahnya struktur dan fungsi tubuh yang lebih
kompleks dalam kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara dan bahasa serta
sosialisasi dan kemandirian (Kemkes, 2016).
Perilaku emosi
Gambaran dari perasaan saat menghadapi berbagai situasi yang berbeda.

Kerangka penelitian
Pertumbuhan
 Status gizi
 Lingkar kepala

Perkembangan
 KPSP
 Kemampuan melihat
 Kemampuan mendengar

Perilaku mental emosional


Perilaku emosional

Metode penelitian
Metode :
Observasional dengan menggunakan desain studi case controll
Populasi
balita stunting yang berjumlah 68 orang
balita normal berjumlah 472 orang
Total jumlah balita 511 orang
Sampel
Cara pengambilan sampel menggunakan metode Probability Sampling dengan
teknik simple random Sampling
sampel menggunakan rumus Lemeshow (2011)
jumlah sampel 15 orang, perbandingan 1:1 antara kelompok kasus dan kelompok
kontrol, sehingga total responden 30 orang

Teknik Pengumpulan data


Observasi, Wawancara
penimbangan, pengukuran dan kuesioner

Teknik Analisa data


1.Uji normalitas
dengan kolmogro-smirnov
2.Univariat
Dengan menggunakan SPSS mencari nilai mean, median, standar deviasi dan nilai
minimal dan maksimal
Nilai rata - rata pertumbuhan, perkembangan dan perilaku emosi balita stunting
dan normal
3.Bivariat
Menggunakan SPSS Mannwhitney
Mencari perbedaan pertumbuhan , perkembangan dan perilaku emosi pada balita
stunting dan normal.

Hasil dan Pembahasan