Anda di halaman 1dari 1

Beberapa Hal yang Tidak Perlu Masuk Dalam CV

http://id.she.yahoo.com/hal-yang-tidak-perlu-masuk-cv.html
Tanggal akses 4 Juni 2012

Saat melamar kerja, kita ingin memastikan CV kita berbeda dari yang lain — tapi bukan untuk alasan
yang salah. Nah, supaya CV kita tidak berakhir di tempat sampah, pastikan lima hal berikut ini tidak
terdapat dalam CV Anda!
1. Objektif atau tujuan
Memang ada masanya ketika para pencari kerja merasa perlu menuliskan tujuan atau
bayangan pekerjaan mereka. Ini memang bagus bagi para pencari kerja, tapi membuang-
buang waktu perusahaan. Kenapa? Soalnya mereka justru sedang mencari seseorang yang
bisa memenuhi kriteria mereka (bukan sebaliknya). Anda boleh-boleh saja menuliskan objektif,
tapi cukup save di komputer.
2. Informasi pribadi
Tidak ada perlunya mencantumkan status pernikahan, selera seksual, jumlah anak, agama,
atau afiliasi politik dalam CV. Jika kamu punya blog, bolehlah masukkan URL bila memang ada
hubungannya dengan pekerjaan. Jangan masukkan nomor SIM — bila CV Anda ditolak,
informasi pribadi Anda bisa disalahgunakan oleh orang tak bertanggungjawab.
3. Gaji yang diinginkan
Diskusi gaji lebih baik dilakukan seiring proses rekrutmen. Jika Anda memang diminta
menuliskan rentang gaji yang diinginkan, tuliskan rentangnya selebar mungkin dan bersiap-
siaplah untuk negosiasi.
4. Pengalaman/kegiatan yang tak berhubungan
Tiada tempat bagi pengalaman kerja Anda yang tidak berhubungan, keanggotaan klub, atau
hobi Anda dalam CV.
5. Kelemahan
Dalam wawancara kerja, sering kali kita ditanya apa kelemahan kita. Tapi itu bukan berarti kita
boleh lebih dahulu memberi tahu pihak perusahaan. Fokuslah pada kelebihan Anda.

Selanjutnya, ingatlah lima hal penting berikut ini ketika menulis CV:
1. Jangan menggunakan CV yang sama untuk semua lamaran kerja. Jauh lebih baik bila
Anda“menjahit” sedikit CV yang dikirim untuk tiap lamaran, sebab jenis pekerjaan yang
berbeda membutuhkan keahlian yang berbeda pula.
2. Jangan lupa surat lamaran. Inilah tempat Anda berkesempatan “menjual diri” —
menunjukkan keahlian Anda serta menjelaskan CV Anda bila ada yang janggal. Ini juga bisa
jadi tempat yang tepat untuk Anda menunjukkan pengetahuan Anda mengenai industri — dan
perusahaan — yang dituju.
3. Jangan sekadar mencantumkan posisi pekerjaan terdahulu. Tapi berikan penjelasan
sedikit kepada calon bos mengenai keahlian apa saja yang telah Anda dapatkan — dan
kaitannya dengan pekerjaan yang sedang Anda incar. Jangan lupa juga cantumkan prestasi
yang diraih.
4. Jangan sampai ada salah ketik. Apalagi bila Anda salah mengetik sapaan yang harusnya
“Bapak” menjadi “Ibu”. Sehebat apa pun Anda, besar kemungkinan CV Anda akan berakhir di
Recycle Bin.
5. Jangan membual. Jika CV Anda lolos persaingan — dan itu memang tujuannya, kan? —
bos yang baik akan memeriksa semua keabsahan fakta. Mengecek fakta lewat Internet
tidaklah sulit. Dia punbisa bertanya ke mantan bos Anda. Jadi jika ada yang janggal di CV
Anda, jelaskanlah di surat lamaran — atau jelaskan langsung saat wawancara.

Anda mungkin juga menyukai