0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
323 tayangan11 halaman

Pisang Karbit

Studi ini bertujuan mengetahui pengaruh dosis karbid (CaC2) dan jenis kemasan terhadap waktu pematangan dan mutu buah pisang raja bulu. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap faktorial dengan 4 dosis karbid dan 4 jenis kemasan. Hasilnya menunjukkan pemberian karbid 6 g/kg mampu mempercepat pematangan menjadi 2 hari tanpa pengaruh signifikan terhadap mutu buah, baik menggunakan kar

Diunggah oleh

ARHAM SUDRIAWAN
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
323 tayangan11 halaman

Pisang Karbit

Studi ini bertujuan mengetahui pengaruh dosis karbid (CaC2) dan jenis kemasan terhadap waktu pematangan dan mutu buah pisang raja bulu. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap faktorial dengan 4 dosis karbid dan 4 jenis kemasan. Hasilnya menunjukkan pemberian karbid 6 g/kg mampu mempercepat pematangan menjadi 2 hari tanpa pengaruh signifikan terhadap mutu buah, baik menggunakan kar

Diunggah oleh

ARHAM SUDRIAWAN
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Firmansyah : Uji Dosis Karbid (Cac2) Dan Jenis Kemasan Terhadap Waktu Pematangan Dan Mutu Buah

Pisang Raja Bulu (Musa Paradisiaca L. Var Sapientum)

UJI DOSIS KARBID (CaC2) DAN JENIS KEMASAN TERHADAP WAKTU


PEMATANGAN DAN MUTU BUAH PISANG RAJA BULU
(Musa paradisiaca L. var sapientum)

Firmansyah1, St, Sabahannur2, Suraedah Alimudin3


1
Mahasiswa Program Studi Agroteknologi, Faperta UMI, Makassar
2,3
Dosen Program Studi Agroteknologi, Faperta UMI, Makassar
1
e-mail : firsyahsyair@gmail.com siti_sabahan@yahoo.com alimuddinsuraedah@yahoo.co.od

ABSTRACT
This study aimed to determine the effect of carbide dose (CaC2) on ripening time and quality of plantain fruit,
determine the effect of packaging type on ripening time and quality of plantain fruit, determine the effect of
interaction between carbide dose (CaC2) and type of packaging on ripening time and quality. plantain fruit.
The research was carried out from September to October 2021 at the Post-Harvest Laboratory of the Faculty of
Agriculture, Indonesia Moesliem University. The study was arranged using a two-factor randomized block
design (RAK) method and repeated 3 times. The first factor was carbide consisting of 4 doses: No carbide, with
carbide 2 g, 4 g, and 6 g / kg of banana. The second factor was packaging/container consisting of 4 types:
Polypropylene Plastic, Burlap Sack, Plastic Sack, Cardboard. Parameters observed were ripening time, weight
loss, Total Dissolved Solids, vitamin C content, color and texture organoleptic tests. The results showed that
carbide and packaging had no significant effect on ripening time and quality of plantain fruit. Giving carbide 6
g/kg bananas was able to speed up the ripening time to 2 days of storage both in burlap sacks, plastic sacks and
cardboard.
Keywords: Plantain Bulu; carbide; Gunny sack; plastic sacks; cardboard box

PENDAHULUAN Produksi pisang di Indonesia selama tiga


Pisang raja termasuk keluarga tahun berturut-turut mulai dari 2016 hingga 2018
Musaceae, tanaman pisang raja saat ini terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data
dikenal sebagai tanaman buah yang dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Direktorat
ditanam dan dimanfaatkan secara luas Jenderal Hortikultura pada tahun 2016 Indonesia
oleh masyarakat Indonesia tanaman memproduksi pisang sebanyak 7 juta ton, di
pisang memiliki nilai ekonomi yang tahun 2017 sebanyak 7,16 juta ton dan di tahun
tinggi karena beragam manfaat yang 2018 semakin meningkat sebanyak 7,26 juta ton.
dimilikinya. Pisang raja merupakan buah Sedangkan produksi buah pisang di Sulawesi
yang bergizi karena mengandung Selatan pada tahun 2016 yaitu 159,788 ton buah
vitamin, mineral dan karbohidrat serta pisang dan pada tahun 2017 meningkat menjadi
mudah dicernah, rendah lemak dan 172,444 ton sedangkan di tahun 2018 produksi
kolestrol, sementara daun pisang dapat buah pisang yaitu 136,099 ton (BPS,2018).
dipakai sebagai pembungkus berbagai Buah pisang merupakan bahan pangan
makanan serta jantung pisang dapat yang menghasilkan berbagai zat gizi terutama
digunakan sebagai sayuran dalam vitamin dan mineral yang berguna untuk
masakan (Paul dan Duarte, 2011). kesehatan, diantaranya vitamin A , vitamin B1,
Menurut ahli sejarah dan botani vitamin B2, vitamin B3, vitamin B5, vitamin B6,
secara umum pisang raja berasal dari vitamin B9, vitamin C, protein, lemak,
kawasan Asia Tenggara dan pulau-pulau karbohidrat, kalsium, fosfor, zat besi,
pasifik barat. Selanjutnya menyebar ke magnesium, potasium, serat, kalori dan air
berbagai negara baik negara tropis (Kaleka, 2013).
maupun negara subtropis. Akhirnya buah Buah pisang tergolong buah klimakterik
pisang dikenal di seluruh dunia. Jadi yaitu buah yang mengalami peningkatan laju
pisang raja termasuk tanaman asli respirasi yang tinggi selama proses pematangan.
Indonesia dan kultivar-kultivarnya Jenis buah klimaterik adalah buah yang tetap
banyak ditemukan di pulau Jawa melanjutkan proses pematangan meskipun sudah
(Sampieri et al., 2001). dipetik (Setiono, 2011). Buah yang cukup tua
akan menjadi matang dalam 7-8 hari setelah
Jurnal AGrotekMAS Vol. 3 No. 3 Desember 2022
ISSN : 2723-620X
https://jurnal.fp.umi.ac.id/index.php/agrotekmas 9
Firmansyah : Uji Dosis Karbid (Cac2) Dan Jenis Kemasan Terhadap Waktu Pematangan Dan Mutu Buah
Pisang Raja Bulu (Musa Paradisiaca L. Var Sapientum)

panen tanpa perlakuan pemeraman. sayuran, sehingga dapat mempengaruhi dalam


Hanya saja kematangan yang diperoleh proses pemeraman buah klimakterik.
tidak seragam dan warnanya tidak Pengemasan dapat dilakukan dengan kotak atau
menarik. Tujuan pemeraman tidak lain peti kayu, kardus, karung goni dan plastik.
untuk mempercepat dan menyeragamkan Namun, pengemasan yang sering dilakukan
kematangan buah. Banyak cara yang adalah menggunakan plastik, karena selain dapat
dilakukan untuk pemeraman/pematangan menekan proses respirasi buah, plastik juga
pisang, diantaranya adalah pematangan dapat membuat buah cepat matang dibandingkan
dengan karbid, pematangan dengan gas dengan kardus karung plastik atau karung goni
etilen, pematangan dengan ethrel atau yang memiliki celah untuk masuknya udara
Ethepon. (Rochman 2007).
Salah satu cara yang dilakukan Dari uraian di atas, dilakukan penelitian
untuk pemeraman pisang adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh dosis
pemeraman dengan karbid (Satuhu dan karbid (CaC2) dan jenis kemasan terhadap waktu
Supriyadi, 2005). Karbid (CaC2) adalah pematangan dan mutu buah pisang raja
bahan penghasil gas karbid atau asetilen
yang dapat memacu pematangan buah.
METODE PENELITIAN
Pemeraman menggunakan kalsium
Penelitian ini di Laksanakan mulai bulan
karbida (CaC2) sering dilakukan oleh
September sampai Oktober 2021 di
petani pisang dan masyarakat di
Laboratorium Pasca Panen Fakultas Pertanian
Indonesia. Akan tetapi informasi terkait
Universitas Muslim Indonesia. Alat yang
perubahan sifat buah pisang selama
digunakan dalam penelitian ini antara lain pisau,
proses pemeraman menggunakan karbit
gunting, Handrefractometer, timbangan analitik,
belum banyak diketahui oleh masyarakat.
timbangan kue, kamera dan alat tulis lainnya.
Penelitian yang dilakukan Murtiningsih,
Bahan-bahan yang digunakan antara lain
et al. (1993) dalam Prabawati, dkk.,
pisang raja bulu, tali rafia, kain, kardus, karung
(2008), memperlihatkan bahwa buah
plastik, karung goni, plastik Polipropilen dan
pisang Ambon yang mendapat stimulasi
karbid (CaC2).
dengan kalsium karbida lebih cepat
Penelitian ini menggunakan metode
matang, ditunjukkan dengan puncak
Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial
produksi etilen yang telah tercapai pada
dua factor. Faktor pertama karbid (K) terdiri dari
hari ke-3 sampai hari ke-4, sementara
4 taraf dosis:
pada buah tanpa perlakuan baru
K0 = Tanpa karbid
mencapai puncak pada hari ke-7. Hasil
K1 = 2 g karbid/kg pisang
penelitian Arianto (2000) menunjukkan
K2 = 4 g karbid/kg pisang
bahwa pemberian karbid sebanyak 4 g/kg
K3 = 6 g karbid/kg pisang
mampu mempercepat kematangan buah
Faktor ke dua jenis kemasan/wadah (P)
mangga selama 4 hari dibandingkan
terdiri dari 3 taraf:
dengan pemberian karbid sebanyak 1, 2,
P1 = Plastik polypropilen (pp)
dan 3 g/kg.
P2 = Karung Goni
Selain penggunaan karbid yang
P3 = Karung Plastik
tepat, penggunaan kemasan selama
P4 = Kardus
pemeraman juga harus diperhatikan.
Jumlah kombinasi perlakuan 16 dan
Pengemasan merupakan suatu cara dalam
masing-masing kombinasi perlakuan diulang tiga
memberikan kondisi sekeliling yang tepat
kali, sehingga terdapat 48 satuan percobaan.
bagi bahan pangan (Buckle, 1987).
Setiap unit percobaan digunakan 1 kg pisang raja
Menurut Afrianti (2008), pengaturan
dengan demikian keseluruhan pisang raja yang
pengemasan akan menghasilkan kondisi
digunakan yaitu 48 kg pisang raja.
tertentu melalui interaksi beberapa
penyerapan dan pernapasan buah atau
Jurnal AGrotekMAS Vol. 3 No. 3 Desember 2022
ISSN : 2723-620X
https://jurnal.fp.umi.ac.id/index.php/agrotekmas 10
Firmansyah : Uji Dosis Karbid (Cac2) Dan Jenis Kemasan Terhadap Waktu Pematangan Dan Mutu Buah
Pisang Raja Bulu (Musa Paradisiaca L. Var Sapientum)

HASIL DAN PEMBAHASAN perlakuan berbagai dosis karbid dan kemasan


serta interaksi antara keduanya berpengaruh
Hasil
sangat nyata terhadap waktu pematangan buah
Waktu Pematangan
pisang raja.
Berdasarkan Hasil Sidik Ragam
pada Tabel Lampiran 1b bahwa

Tabel 1. Rata-rata Waktu Pematangan (hari) Buah Pisang Raja pada Perlakuan Dosis Karbid dan Jenis
Kemasan.
Kemasan Karbid (g) Rata-rata
K0 (0) K1 (2) K2 (4) K3 (6)
P1 (Plastik PP) 5,5
P2 (Karung goni) 3,5
P3 (Karung plastik) 3,75
P4 (Kardus) 4,5
Rata-rata 6,25 4,5 4 2,5
NP BNJ 5% 0,42%
Keterangan : angka yang diikuti huruf yang berbeda pada baris (a, b, c, d) dan kolom (w,x, y, z) berbeda
nyata pada uji BNJ 5%

Hasil uji BNJ 5% pada Tabel 4 dengan kemasan karung goni menunjukkan
menunjukkan bahwa perlakuan plastik waktu pematangan tercepat pada hari ke 6,
polipropilen, dengan pemberian karbid berbeda tidak nyata dengan kemasan kardus dan
dosis 6 g/kg pisang menunjukkan waktu karung plastik namun berbeda nyata dengan
pematangan tercepat pada hari ke 4 dan kemasan plastik polipropilen. Pemberian karbid
berbeda nyata dengan pemberian karbid 4 2 g dengan kemasan karung goni menunjukkan
g, karbid 2 g dan tanpa pemberian karbid. waktu pematangan tercepat pada hari ke 3,
Penggunaan kemasan karung goni berbeda nyata dengan kemasan karung plastik,
dengan pemberian karbid 6 g kardus dan polipropilen. Pemberian karbid 4 g
menunjukkan waktu pematangan tercepat dengan kemasan karung goni menunjukkan
pada hari ke 2 dan berbeda nyata pada waktu pematangan tercepat pada hari ke 3
pemberian karbid 4, karbid 2 dan tanpa berbeda tidak nyata dengan kemasan karung
pemberian karbid. Penggunaan Kemasan plastik namun berbeda nyata dengan kemasan
karung plastik dengan pemberian karbid kardus dan plastik polipropilen. Pemberian
6 g menunjukkan waktu pematangan karbid 6 g dengan kemasan karung goni
tercepat pada hari ke 2 dan berbeda nyata menunjukkan waktu pematangan tercepat pada
pada perlakuan tanpa pemberian karbid, hari ke 2 berbeda tidak nyata dengan kemasan
karbid 2 g dan karbid 6 gram. karung plastik dan kardus namun berbeda nyata
Penggunaan kemasan kardus dengan dengan kemasan plastik polipropilen.
pemberian karbid 6 g menunjukkan
Susut Bobot
waktu pematangan tercepat pada hari ke Berdasarkan Hasil Sidik Ragam pada
2, berbeda nyata dengan pemberian Tabel Lampiran 2b bahwa perlakuan berbagai
karbid 4 g, karbid 2 g dan tanpa dosis karbid dan kemasan serta interaksi antara
pemberian karbid. keduanya berpengaruh sangat nyata terhadap
Perlakuan tanpa pemberian karbid susut bobot buah pisang raja.

Jurnal AGrotekMAS Vol. 3 No. 3 Desember 2022


ISSN : 2723-620X
https://jurnal.fp.umi.ac.id/index.php/agrotekmas 11
Firmansyah : Uji Dosis Karbid (Cac2) Dan Jenis Kemasan Terhadap Waktu Pematangan Dan Mutu Buah
Pisang Raja Bulu (Musa Paradisiaca L. Var Sapientum)

Tabel 2. Rata-rata Susut Bobot (%) Buah Pisang Raja pada Perlakuan Dosis Karbid dan Jenis Kemasan.
Kemasan Karbid (g) Rata-rata
K0 (0) K1 (2) K2 (4) K3 (6)
P1 (Plastik PP) 1,75
P2 (Karung goni) 10,24
P3 (Karung plastik) 9,91
P4 (Kardus) 15,33
Rata-rata 11,08 8,08 10,95 7,16
NP BNJ 5% 2,77%
Keterangan: angka yang diikuti huruf yang berbeda pada baris (a, b, c, d) dan kolom (x, y, z) berbeda nyata
pada uji BNJ 5%

Hasil uji BNJ 5% pada Tabel 5 Perlakuan tanpa pemberian karbid pada
menunjukkan bahwa perlakuan plastik kemasan plastik polipropilen menghasilkan susut
polipropilen, dengan pemberian karbid bobot 3,67% berbeda nyata dengan penggunaan
dosis 4 g/kg pisang menghasilkan susut kemasan karung plastik, kardus dan karung goni.
bobot 1,00% berbeda tidak nyata dengan Penggunaan kemasan plastik polipropilen
perlakuan tanpa pemberian karbid, dosis dengan pemberian karbid 2 g menghasilkan
2 g dan 6 g. Penggunaan kemasan karung susut bobot 1,33% berbeda nyata dengan
goni dengan perlakuan karbid 4 g kemasan karung goni, karung plastik dan kardus.
menghasilkan susut bobot 8,83% berbeda Penggunaan kemasan plastik polipropilen
tidak nyata pada pemberian karbid 2 g dengan pemberian karbid 4 g menghasilkan
namun berbeda nyata dengan Pemberian susut bobot 1,00% berbeda nyata dengan
karbid 6 g dan tanpa pemberian karbid. kemasan karung plastik, karung goni dan kardus.
Penggunaan Kemasan karung plastik Penggunaan kemasan plastik polipropilen
dengan pemberian karbid 4 g dengan pemberian karbid 6 g menghasilkan
menghasilkan susut bobot 8,67% berbeda susut bobot 1,33% berbeda nyata dengan
nyata pada tanpa pemberian karbid, kemasan kardus, karung plastik dan karung goni.
karbid 2 g dan karbid 6 gram.
Total Padatan Terlarut
Penggunaan kemasan kardus dengan Berdasarkan uji Sidik Ragam pada Tabel
pemberian karbid 6 g menghasilkan susut Lampiran 3b bahwa perlakuan karbid, kemasan
bobot 8,33% berbeda nyata dengan tanpa dan interaksi antara karbid dan kemasan
pemberian karbid, karbid 2 g dan karbid berpengaruh sangat nyata terhadap total padatan
4 g. terlarut buah pisang raja.

Tabel 5. Rata-rata Total Padatan Terlarut (%) Buah Pisang Raja pada Perlakuan Dosis Karbid dan Jenis
Kemasan.
Kemasan Karbid (g) Rata-rata
K0 (0) K1 (2) K2 (4) K3 (6)
P1 (Plastik PP) 70,41
P2 (Karung goni) 62,08
P3 (Karung plastik) 68,33
P4 (Kardus) 67,08
Rata-rata 62,50 74,99 67,91 62,50
NP BNJ 5% 7,37
Keterangan: angka yang diikuti huruf yang berbeda pada baris (a, b, c, d) dan kolom (x, y, z) berbeda nyata pada
uji BNJ 5%

Hasil Uji BNJ 5% pada Tabel 6 g menghasilkan total padatan terlarut 83,33
menunjukkan bahwa pada penggunaan berbeda tidak nyata dengan pemberian karbid 4
perlakuan dengan kemasan plastik g dan tanpa pemberian karbid namun berbeda
polipropilen dengan pemberian karbid 2 nyata dengan pemberian karbid 6 g. Penggunaan
Jurnal AGrotekMAS Vol. 3 No. 3 Desember 2022
ISSN : 2723-620X
https://jurnal.fp.umi.ac.id/index.php/agrotekmas 12
Firmansyah : Uji Dosis Karbid (Cac2) Dan Jenis Kemasan Terhadap Waktu Pematangan Dan Mutu Buah
Pisang Raja Bulu (Musa Paradisiaca L. Var Sapientum)

kemasan karung goni dengan pemberian karung plastik menujukkan bahwa total padatan
karbid 6 g menghasilkan total padatan terlarut 88,33% berbeda tidak nyata dengan
terlarut 71,76% berbeda tidak nyata kemasan plastik polipropilen, namun berbeda
dengan pemberian karbid 2 g dan karbid nyata dengan kemasan karung goni dan kardus.
4 g namun berbeda nyata dengan tanpa Pemberian karbid 4 g dengan penggunaan
pemberian karbid. Penggunaan kemasan kemasan plastik polipropilen menunjukkan
karung plastik dengan pemberian karbid bahwa total padatan terlarut 80,00% berbeda
2 g menghasilkan total padatan terlarut tidak nyata dengan kemasan kardus namun
88,33% berbeda nyata dengan pemberian berbeda nyata dengan kemasan karung goni dan
karbid 6 g, tanpa pemberian karbid dan karung plastik. Pemberian karbid 6 g dengan
karbid 4 g. Penggunaan kemasan kardus penggunaan kemasan karung goni menunjukkan
dengan pemberian karbid 4 g total padatan terlarut 71,67% berbeda tidak nyata
menghasilkan total padatan terlarut dengan kemasan karung plastik dan kardus
73,33% berbeda nyata dengan perlakuan namun berbeda nyata dengan kemasan plastik
tanpa pemberian karbid, karbid 6 g dan polipropilen.
karbid 2 g.
Vitamin C
Tanpa pemberian karbid dengan Berdasarkan uji Sidik Ragam pada Tabel
penggunaan kemasan plastik Polipropilen Lampiran 4b bahwa perlakuan karbid, kemasan
menunjukan bahwa total padatan terlarut dan interaksi antara karbid dan kemasan
76,67%, berbeda nyata dengan berpengaruh sangat nyata terhadap vitamin C
penggunaan kemasan kardus, karung buah pisang raja.
plastik dan karung goni. Pemberian
karbid 2 g dengan penggunaan kemasan

Tabel 6. Rata-rata Vitamin C (%) Buah Pisang Raja pada Perlakuan Dosis Karbid dan Jenis Kemasan.
Kemasan Karbid (g) Rata-rata
K0 (0) K1 (2) K2 (4) K3 (6)
P1 (Plastik PP) 0,603
P2 (Karung goni) 0,642
P3 (Karung plastik) 0,614
P4 (Kardus) 0,606
Rata-rata 0,546 0,566 0,649 0,709
NP BNJ 5% 0,006
Keterangan: angka yang diikuti huruf yang berbeda pada baris (a, b, c, d) dan kolom (w, x, y, z) berbeda
nyata pada uji BNJ 5%

Hasil Uji BNJ 5% pada Tabel 7 menghasilkan vitamin C dengan nilai 0,729
menujukkan bahwa pada penggunaan berbeda nyata dengan pemberian karbid 4 g,
kemasan plastik polipropilen dengan karbid 2 g dan tanpa pemberian karbid.
pemberian karbid 4 g menghasilkan Penggunaan kemasan kardus dengan pemberian
vitamin C dengan nilai 0,647% berbeda karbid 6 g menghasilkan vitamin C dengan nilai
tidak nyata dengan pemberian karbid 2 g 0,717% berbeda nyata dengan pemberian karbid
namun berbeda nyata dengan tanpa 4 g, karbid 2 g dan tanpa pemberian karbid.
pemberian karbid dan karbid 6 g. Tanpa pemberian karbid dengan
Penggunaan kemasan karung goni penggunaan kemasan karung goni menunjukkan
dengan pemberian karbid 6 g vitamin C dengan nilai 0,672% berbeda nyata
menghasilkan vitamin C dengan nilai dengan perlakuan kemasan karung goni, karung
0,749% berbeda nyata dengan tanpa plastik dan kardus. Pemberian karbid 2 g dengan
pemberian karbid, karbid 2 g dan karbid penggunaan kemasan plastik polipropilen
4 g. Penggunaan kemasan karung plastik munjukkan vitamin C dengan nilai 0,645%
dengan pemberian karbid 6 g berbeda nyata dengan kemasan karung goni,

Jurnal AGrotekMAS Vol. 3 No. 3 Desember 2022


ISSN : 2723-620X
https://jurnal.fp.umi.ac.id/index.php/agrotekmas 13
Firmansyah : Uji Dosis Karbid (Cac2) Dan Jenis Kemasan Terhadap Waktu Pematangan Dan Mutu Buah
Pisang Raja Bulu (Musa Paradisiaca L. Var Sapientum)

karung plastik dan kardus. Pemberian 0,749 berbeda nyata dengan penggunaan
karbid 4 g dengan penggunaan kemasan kemasan karung plastik, kardus dan plastik
kardus menunjukkan vitamin C dengan polipropilen.
nilai 0,696% berbeda nyata dengan
Indeks Skala Warna
kemasan karung goni, plastik Pengamatan indeks skala warna
polipropilen dan karung plastik. menggunakan metode organoleptik dengan skala
Pemberian karbid 6 g dengan 1-7.
penggunaan kemasan karung goni
menunjukkan vitamin C dengan nilai
Tabel 7. Rata-rata Indeks Warna Buah Pisang Raja pada Dosis Karbid dan Jenis Kemasan
Perlakuan Lama penyimpanan (Hari)
2 3 4 5 6 7
K0P1 1,0 2,0 2,0 2,0 2 3,0
K0P2 1,0 2,0 2,0 3,0 4,0 -
K0P3 1,0 2,0 2,0 3,0 3,7 0,0
K0P4 1,0 2,0 2,0 3,0 3,0 4,0
K1P1 1,0 2,0 2,0 2,0 3,0 -
K1P2 2,3 3,0 6,0 - - -
K1P3 1,0 2,0 3,0 1,3 - -
K1P4 1,3 2,0 2,0 2,3 2,3 -
K2P1 1,0 3,0 - - - -
K2P2 3,0 6,0 - - - -
K2P3 1,3 5,0 - - - -
K2P4 1,0 2,0 2,0 3,7 - -
K3P1 2,0 2,7 3,0 1,0 - -
K3P2 5,0 - - - - -
K3P3 2,7 5,0 - - - -
K3P4 2,7 5,0 - - - -
Keterangan: (-) : Penelitian berakhir. 1,0-1,9 : Sudah tua tetapi masih hijau semua. 2,0-2,9, : Mulai ada warna
kuning. 3,0-3,9: Warna sudah dominan dari pada warna kuning. 4,0-4,9 : Warna kuning sudah
dominan dari pada warna hijau. 5,0-5,9 : Warna kulit buah sudah kuning semua kecuali pada
ujung. 6,0-6,9: warna kulit buah kuning semua termasuk ujungnya. 7,0-7,9 : Warna permukaan
kulit buah dan sedikit bintik coklat.

Perubahan warna kulit buah polipropilen.


pisang raja tercepat terjadi pada
Tekstur
perlakuan karbid 6 g dengan jenis Pengamatan perubahan tekstur
kemasan karung goni pada penyimpanan menggunakan metode organoleptik dengan skala
hari kedua. Sedangkan perubahan warna 5-1 (Tabel Lampiran 6a).
terlama pada perlakuan tanpa karbid
dengan jenis kemasan plastik

Jurnal AGrotekMAS Vol. 3 No. 3 Desember 2022


ISSN : 2723-620X
https://jurnal.fp.umi.ac.id/index.php/agrotekmas 14
Firmansyah : Uji Dosis Karbid (Cac2) Dan Jenis Kemasan Terhadap Waktu Pematangan Dan Mutu Buah
Pisang Raja Bulu (Musa Paradisiaca L. Var Sapientum)

Tabel 8. Rata-rata Perubahan Tekstur Buah Pisang Raja pada Dosis Karbid dan Jenis Kemasan.
Perlakuan Lama penyimpanan (Hari)
2 3 4 5 6 7
K0P1 5,0 4,0 3,0 2,0 2,0 1,0
K0P2 5,0 4,0 3,0 3,0 2,0 -
K0P3 5,0 4,0 3,0 3,0 2,0
K0P4 5,0 4,0 4,0 3,0 3,0 2,0
K1P1 5,0 2,0 2,0 2,3 1,0 -
K1P2 4,0 2,0 2,0 - - -
K1P3 5,0 2,0 2,3 0,7 - -
K1P4 4,0 3,0 2,7 3,7 1,3 -
K2P1 5,0 2,0 1,0 1,0 - -
K2P2 3,0 1,0 - - - -
K2P3 5,0 1,0 - - - -
K2P4 5,0 4,0 4,0 2,3 - -
K3P1 3,0 2,0 1,3 0,3 - -
K3P2 1,3 - - - - -
K3P3 2,0 2,0 - - - -
K3P4 2,0 2,0 - - - -
Keterangan: 5,0-4,1 Sangat keras, 4,0-3,1 Keras, 3,0-2,1 Agak keras, 2,0-1,1 Lunak, 1,0-0,1 Sangat lunak,
(-) Penelitian berakhir.

Penyimpanan buah pisang raja untuk waktu pematangan. Proses pematangan


pada hari kedua perubahan tekstur buah melibatkan proses perombakan biokimia
tercepat terjadi pada buah pisang raja yang terjadi didalam buah. Salah satu contoh
pemberian karbid 6 g dengan perombakan biokimia yaitu dengan adanya
menggunakan kemasan karung goni. hormon etilen yang berpengaruh dalam proses
Artinya semakin rendah nilai skor maka pematangan. Etilen dapat menyebabkan suatu
semakin lunak dan semakin masak. perubahan pada masa penyimpanan, dimana
etilen dapat merubah warna hijau buah, serta
Pembahasan
mempercepat proses pemasakan.
Waktu Pematangan
Selama proses pematangan akan Susut Bobot
Susut bobot merupakan salah satu faktor
terjadi perubahan sifat fisik dalam buah.
yang mengindikasikan penurunan mutu buah
Perubahan sifat fisik yang terjadi yaitu
yang sebagian besar terjadi karena proses
berupa aroma, rasa, tekstur, dan warna.
respirasi dan transpirasi. Transpirasi merupakan
Daging buah yang masih mentah
faktor dominan penyebab susut bobot, yaitu
memiliki rasa pekat yang disebabkan
terjadi perubahan fisik kimia berupa penyerapan
oleh senyawa tanin. Selama proses
dan pelepasan air ke lingkungan. Kehilangan air
pemasakan buah rasa pekat berangsur-
ini berpengaruh langsung terhadap kerusakan
angsur kurang, hal ini disebabkan
tekstur dan kandungan gizi. Peningkatan susut
kandungan tanin aktif menurun pada
bobot ditunjukkan pada Tabel 5, rata-rata
buah yang masak. Timbulnya aroma
persentase susut bobot menunjukkan
yang khas pada buah pisang disebabkan
peningkatan pada seluruh perlakuan.
terbentuknya senyawa kompleks dari
Hasil penelitian (Tabel 5) menunjukkan
senyawa yang mudah menguap dan
bahwa pemberian karbid 2 g dengan kemasan
beberapa minyak esensial yang ada.
plastik polipropilen memberikan susut bobot
Hasil penelitian (Tabel 4)
terendah dengan nilai 1,00%. Sedangkan dengan
menunjukkan bahwa pemberian karbid 6
p pemberian karbid 2 g dengan kemasan kardus
g dengan kemasan karung goni dapat
memberikan susut bobot tertinggi dengan nilai
mempercepat waktu pematangan pada
25,33%. Penyusutan bobot pada buah tersebut
hari penyimpanan ke 2. Sedangkan
pemberian tanpa karbid dengan kemasan terjadi karena proses respirasi dan transpirasi,
sehingga kandungan air dalam buah berkurang.
plastik polipropilen membutuhkan 7 hari
Jurnal AGrotekMAS Vol. 3 No. 3 Desember 2022
ISSN : 2723-620X
https://jurnal.fp.umi.ac.id/index.php/agrotekmas 15
Firmansyah : Uji Dosis Karbid (Cac2) Dan Jenis Kemasan Terhadap Waktu Pematangan Dan Mutu Buah
Pisang Raja Bulu (Musa Paradisiaca L. Var Sapientum)

Buah pisang merupakan buah klimakterik polipropilen dengan nilai 41,67%. Kematangan
yang respirasinya akan terus meningkat buah akan berpengaruh terhadap peningkatan
seiring dengan semakin matangnya buah kadar total padatan terlarut. Hal ini disebabkan
tersebut sehingga mengakibatkan bobot karena buah yang sudah masak mengandung
buah mengalami penyusutan terutama gula total yang lebih tinggi, semakin tinggi
ketika buah tersebut telah mencapai konsentrasi sukrosa yang terkandung dalam
puncak klimakteriknya (Rudito, 2005). suatu buah yang sudah matang akan
Kehilangan air selama proses menghasilkan total padatan terlarut yang tinggi.
penyimpanan yang terjadi karena Sukrosa dan pektin berperan untuk
respirasi dan transpirasi tidak hanya meningkatkan kadar total padatan terlarut
menyebabkan penyusutan bobot, tetapi Menurut Buckle dkk. (2014), bahwa total
juga dapat menurunkan mutu dan padatan terlarut dipengaruhi oleh pektin yang
menimbulkan kerusakan pada buah larut, sedangkan penambahan gula pasir juga
(Hartuti, 2006). merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi
Buah pisang raja termasuk dalam total padatan terlarut.
buah klimaterik yang secara alami buah
Vitamin C
dapat memproduksi etilen lebih banyak Menurut Kartika (2010), Peningkatan
dibandingkan buah non klimaterik yang kadar vitamin C dapat terjadi karena adanya
memicu meningkatnya respirasi dan biosintesis dari glukosa yang terdapat pada buah,
transpirasi, hal tersebut diduga kadar vitamin C maksimum terjadi saat buah
menyebabkan terjadinya susut bobot sudah matang yang ditandai dengan adanya
selama pemeraman. Hal ini senada
perubahan warna, sehingga biosintesis vitamin C
dengan hasil penelitian Julianti (2011) akan menunjukan kondisi optimumnya.
dan Gupta dan Jawandha (2010) yang Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji
menyatakan adanya susut bobot buah lanjut BNJ 5% pada (Tabel 7) menunjukkan
selama pemeraman. Hal ini disebabkan bahwa perlakuan karbid 6 g dengan kemasan
plastik polipropilen (PP) mempunyai karung goni memberikan nilai vitamin C
permeabelitas yang rendah terhadap uap tertinggi yakni 0,749%. Sedangkan tanpa
air. Tingginya kelembaban udara dapat pemberian karbid dengan kemasan plastik
mempertahankan keluarnya air dari
polipropilen memberikan nilai rata-rata vitamin
permukaan buah (Lamona et al, 2015). C terendah yakni 0,499%. Hasil penelitian ini
Rendahnya permeabelitas bahan dapat menyatakan bahwa pisang raja dengan
menekan keluarnya air sehingga penambahan kalsium karbida memiliki kadar
menghambat kehilangan susut bobot vitamin C lebih tinggi dibandingkan dengan
pada buah. Plastik polipropilen memiliki pisang raja yang tanpa diperam dengan
denisitas yang lebih rendah dan memiliki menggunakan kalsium karbida. Hal tersebut
titik lebih lunak dibandingkan dengan disebabkan karena kalsium karbida sebagai
kemasan lain (Johansyah et al, 2014). senyawa perangsang pembentuk etilen pada
Total Padatan Terlarut buah akan mempercepat proses pematangan
Total padatan terlarut adalah yang juga memicu laju respirasi pada buah
terlarutnya zat padat baik berupa ion, pisang, sehingga nantinya akan semakin banyak
senyawa dan kaloid dalam air (Nia, vitamin C yang disintesis selama pematangan
2015). Pada (Tabel 6) menunjukkan tersebut. Kalsium Karbida sebagai senyawa
bahwa total padatan terlarut tertinggi perangsang etilen akan mempercepat terjadinya
diperoleh pada pemberian karbid 2 g proses pematangan pada buah, dengan demikian
dengan kemasan karung plastik dengan akan semakin banyak vitamin yang dapat
nilai 88,33%. Sedangkan total padatan disintesis dalam pisang selama pemeraman
terlarut terendah terdapat pada pemberian (Sadat, Tamrin dan Sugianti, 2015). Vitamin C
karbid 6 g dengan kemasan plastik yang terkandung dalam buah pisang tersebut

Jurnal AGrotekMAS Vol. 3 No. 3 Desember 2022


ISSN : 2723-620X
https://jurnal.fp.umi.ac.id/index.php/agrotekmas 16
Firmansyah : Uji Dosis Karbid (Cac2) Dan Jenis Kemasan Terhadap Waktu Pematangan Dan Mutu Buah
Pisang Raja Bulu (Musa Paradisiaca L. Var Sapientum)

akan mengalami peningkatan kadar kematian jaringan dengan ditandai meningkatnya


seiring meningkatnya tingkat kematangan laju respirasi. Laju respirasi dapat ditingkatkan
buah pisang. Gula hasil perombakan dari dengan penambahan karbid, sehingga buah akan
pati didalamnya dapat disintesis menjadi mencapai tingkat kematangan maksimum
vitamin C, sehingga kadar vitamin C (Muyasroh, 2007).
dapat terus meningkat selama proses
Tekstur
pematangan (Ridhyanty, Julianti dan Menurut Sadat (2015) perubahan
lubis 2015). kekerasan pada buah salah satunya
Warna Kulit Buah dipengaruhi adanya udara panas yang terkurung
Warna merupakan komponen di dalam kemasan selama masa
yang sangat penting dalam menentukan pemeraman. Hasil penelitian menunjukkan
kualitas dan derajat penerimaan dari bahwa perubahan tekstur atau tingkat kekerasan
suatu bahan pangan. Suatu bahan pangan pada buah pisang raja tercepat terjadi pada
yang dinilai enak dan teksturnya baik pemberian karbid 6 g dengan kemasan karung
tidak tidak akan dimakan apabila goni memberikan rata-rata skor tekstur pisang
memiliki warna yang kurang sedap raja yaitu 1,3 pada hari ke-2. Sedangkan
dipandang atau telah menyimpang dari perubahan tekstur pada buah pisang raja terlama
warna yang seharusnya. (Pantastico, terjadi pada tanpa pemberian karbid dengan
1986) menyatakan bahwa kebanyakan kemasan kardus memberikan rata-rata skor
buah tanda kematangan pertama adalah tekstur pisang raja yaitu 2,0 pada hari ke-7.
hilangnya warna hijau karena kandungan Perubahan tekstur disebabkan karena perubahan
klorofil buah yang sedang masak lambat komponen senyawa pada dinding sel menjadi
laun berkurang. senyawa yang lebih sederhana sehingga
Hasil penelitian buah pisang raja melemahkan dinding sel dan ikatan kohesi antar
mengalami perubahan warna yang jaringan (Mutia et al, 2014). Selama
tercepat terjadi pada pemberian karbid 6 penyimpanan, buah mengalami proses respirasi
g dengan kemasan karung goni dengan memecah karbohidrat (senyawa
memberikan rata-rata skor warna buah kompleks) menghasilkan H2O, CO2 dan energi
pisang raja yaitu 5,0 pada hari ke-2. dalam bentuk panas (Silaban et al, 2013).
Sedangkan perubahan warna paling lama Pematangan buah menggunakan kemasan
terjadi pada tanpa pemberian karbid lebih cepat mengalami kelunakan dibandingkan
dengan kemasan plastik polipropilen tanpa kemasan, karena energi panas yang
rata-rata warna skor buah pisang raja dihasilkan dari reaksi semakin besar. Hal ini
yaitu 3,0 pada hari ke-7. Artinya semakin sejalan dengan hasil penelitian Taufik (2011)
tinggi skor maka semakin cerah warna bahwa panas yang dihasilkan akan
buah pisang, maka kematangan buah mengakibatkan buah menjadi layu, respirasi
akan semakin cepat terjadi. Hal ini makin cepat dan jaringan sel mati.
karena pada saat proses pematangan,
KESIMPULAN DAN SARAN
buah akan mengalami degradasi
khlorofil, yaitu hilangnya zat hijau buah, Kesimpulan
yang disebabkan terjadinya degradasi Berdasarkan hasil penelitian pada buah
khlorofil tersebut, maka xanthophyl yang pisang raja bulu dengan perlakuan dosis karbid
sudah ada tetapi tidak nyata akan berubah dan jenis kemasan terhadap waktu pematangan
menjadi nyata sehingga buah berubah yang diamati, dapat disimpulkan :
menjadi kuning (Apandi 1984 dalam 1. Pemberian karbid (CaC2) 6 g/kg pisang raja
Muyasroh, 2007). Buah pisang termasuk bulu memberikan pengaruh lebih baik terhadap
buah klimakterik, karena proses waktu pematangan karena mampu mempercepat
perubahan yang terjadi, dari mulai waktu pematangan menjadi 2 hari penyimpanan
perkembangan buah hingga terjadinya serta mempertahankan mutu kandungan vitamin
C dengan nilai 0,749 %.
Jurnal AGrotekMAS Vol. 3 No. 3 Desember 2022
ISSN : 2723-620X
https://jurnal.fp.umi.ac.id/index.php/agrotekmas 17
Firmansyah : Uji Dosis Karbid (Cac2) Dan Jenis Kemasan Terhadap Waktu Pematangan Dan Mutu Buah
Pisang Raja Bulu (Musa Paradisiaca L. Var Sapientum)

2. Penggunaan kemasan karung goni pada Universitas Indonesia, Jakarta.


pisang raja bulu memberikan pengaruh El-ishaq, A dan Obrinakem, S. 2015. Effect of
lebih baik terhadap waktu pematangan Temperature And Strorage on Vitamin C
karena mampu mempercepat waktu Content In Fruits Juice. International
pematangan menjadi 2 hari penyimpanan Jurnal of Chemical and Biomolecular
serta mempertahankan mutu kandungan Science, 1(2), 17-21.
vitamin C dengan nilai 0,749 %. Johansyah. 2014. Pengaruh Plastik Pengemasan
3. Pemberian karbid dosis 6 g/kg buah Low Density Polyethylene (LDPE), High
pisang raja bulu dengan penggunaan Density Polyethlene (HDPE) dan
kemasan karung goni berpengaruh lebih Polipropilen (PP) Terhadap
baik terhadap waktu pematangan karena Penundaan Ksematangan Buah Tomat (
mampu mempercepat waktu pematangan lycopercison Eskulentum . Mill).Buletin
menjadi 2 hari penyimpanan serta Anatomi dan Fisiologi. Https://Doi.Org/10.
mempertahankan mutu kandungan 14710Baf.V22il.7808.
vitamin C dengan nilai 0,749% juga Julianti, E. 2011. Pengaruh Tingkat Kematangan
mempercepat perubahan warna dan dan Suhu Penyimpanan Terhadap Mutu
tekstur. Buah Terong Belanda. Jurnal Hortikultura
Indonesia 2(1): 14-20.
Saran
Kaleka, N. 2013. Pisang-pisang Komersial.
Dari hasil penelitian yang telah
Penerbit Arcita. Surakarta. Cetakan1, 82
dilakukan maka disarankan, pada saat
hlm
pemeraman dengan pemberian dosis
Lamona, A., Aris, Y./ S urtisno. 2015. Pengaruh
karbid (CaC2) 6 g/kg pisang raja bulu
Jenis Kemasan dan Suhu Rendah Terhadap
dengan kemasan karung goni karena dapat
Kualitas Cabai Merah Keriting Segar.
lebih mempercepat waktu pematangan,
Jurnal Keteknikam
warna, tekstur dan juga mempertahankan
Pertanian. 3(2),145http://jurnal.ipb.ac.id/i
kandungan vitamin C.
ndex.php/jtep/article/view/10843/8366.
DAFTAR PUSTAKA Maiti, & Bidinger. (1981). Utami, dkk., 2013.
Arianto, M. S. 2000. Pengaruh Journal of Chemical Information and
Penambahan Kalsium Karbida Modeling, 53(9), 1689–1699.
terhadap Konsentrasi Vitamin C Muyasroh, S. 2007. Pengaruh Cara dan Lama
pada Mangga Samosir (Mangifera Pemeraman terhadap Kadar Gula
Indica). Stikes Mutiara Indonesia. Reduksi dan Kandungan Vitamin C pada
BPS. 2018. Produksi Buah Pisang di Buah Pisang (Musa paradisiaca
Indonesia Tahun 2016- L.) Kultivar Ambon Kuning. Fakultas
2018.http://www.bps.go.id. Diakses Sains dan Teknologi Universitas
pada tanggal 1 Maet 2021 Islam Negeri Malang. Malang.
Buckle, K. A., R. A. Edwards, G. H. Nia. 2015. Total Padatan Terlarut pada
Fleet dan, M. Wootton, 2014. Ilmu Pembuatan Es Krim Kacang Merah.
Pangan. Terjemahan H. Purnomo [Skripsi]Yogyakarta: Fakultas Teknik
dan Adiano. Universitas Indonesia UNY. Yogyakarta
Press. Jakarta Olya, S. 2008. Studi Pemeraman dan
Dinagunata, Widia. 2009. Perbandingan Penyimpanan Pada Beberapa
Aktivitas Antioksidan Ekstrak jenisKemasan Terhadap Sifat Fisik Buah
Daging Pisang Mas (Musa AA Kuini (mangifera odorata G.)
‘Pisang Mas’) dengan Vitamin A, denganTingkat Ketuaan yang Berbeda.
Vitamin C, dan Katekin Melalui Fakultas Teknologi PertanianUniversitas
Perhitungan Bilangan Peroksida. Andalas. Padang.
Skripsi Program Studi Pendidikan Pantastico. 1997. Fisiologi Pasca Panen,
Dokter Umum Fakultas Kedokteran Penanganan dan Pemanfaatan Buah
Jurnal AGrotekMAS Vol. 3 No. 3 Desember 2022
ISSN : 2723-620X
https://jurnal.fp.umi.ac.id/index.php/agrotekmas 18
Firmansyah : Uji Dosis Karbid (Cac2) Dan Jenis Kemasan Terhadap Waktu Pematangan Dan Mutu Buah
Pisang Raja Bulu (Musa Paradisiaca L. Var Sapientum)

buahan dan Sayur-sayuran Tropika Sadat, A., Tamrin dan Sugiyanti, C. 2015.
dan Sub Tropika. Gajah Mada Pengaruh Pemeraman dengan
University Press. Yogyakarta Menggunakan Batu Karbid (CaC2)
Paul, R.E danO. Duarte, 2011, Tropical terhadap Sifat Fisik dan Kimia Buah
Fruits, 2ndedition, Available at: Pisang Ambon (Musa paradisiaca var.
http://www.cabi.org, pp: 185 –189 sapientum (L.) Kunt)). Fakultas Pertanian
Polignano, M. V. (2019). Ongelina, 2013. Universitas Lampung. Bandar Lampung.
Journal of Chemical Information Jurnal Rekayasa pangan dan Pertanian,
and Modeling, 53(9), 1689–1699 3(4)
Prabawati, S., Suyanti dan Setyabudi, D. Satuhu, S dan Supriyadi A. 2011. Budidaya
2008. Teknologi Pasca Panen Pengolahan dan Prospek Pasar. Penebar
danTeknik Pengolahan Buah Swadaya, Jakarta.
Pisang. Balai Besar Penelitian Silaban, SD, Prihastanti E, Saptiningsih E. 2013.
danPengembangan Pasca Panen Pengaruh Suhu dan Lama Penyimpanan
Pertanian, Badan penelitian Terhadap Kandungan Total Asam serta
danPengembangan Pertanian Kematangan Buah Terung Belanda.
Pradipta, Amalia; Firdaus, Muhammad. Buletin Anatomi dan Fisiologi 11(1) : 55-
Posisi daya saing dan faktor-faktor 63.
yang memengaruhi ekspor buah- Suyanti dan Supriyadi, A. 2008. Pisang (edisis
buahan Indonesia.Jurnal revisi) Budidaya, Pengolahan danProspek
Manajemen & Agribisnis, 2014, Pasar. Penebar Swadaya. Jakarta. Cetakan
11.2: 129-143. III, 132 hlm
Ridhyanty, Julianti dan Lubis. 2015. Taufik M. 2011. Analisis pendapatan usaha tani
Jurnal Pengaruh Pemberian dan penanganan pascapanen cabai merah.
Ethepon Sebagai Bahan J. Litbang Pertanian 30(2) : 66-72.
Perangsang Pematangan Terhadap Tim Bina Karya Tani. 2009. Pedoman Bertanam
Mutu Buah Pisang Barangan (Musa Pisang. CV. Yrama Widya.Bandung.
paradisiaca L) Vol. 3 No. 1 Tahun Cetakan II, 112 hlm
2015

Jurnal AGrotekMAS Vol. 3 No. 3 Desember 2022


ISSN : 2723-620X
https://jurnal.fp.umi.ac.id/index.php/agrotekmas 19

Anda mungkin juga menyukai