Anda di halaman 1dari 4

MENGUKUR POTENSIAL OSMOSIS JARINGAN TUMBUHAN

I. Pelaksanaan Hari : Selasa

Tanggal : 04 Oktober 2011 Pukul : 15.00 17.30 WIB

Tempat :Laboratorium Fisiologi Jurusan Pendidikan Biologi FPMIPA UPI II. Judul Mengukur Potensial Osmosis Jaringan Tumbuhan

III. Tujuan 1. Mengukur potensial osmosis suatu jaringan tumbuhan dengan cara plasmolisis 2. Mengukur besarnya tekanan osmosis cairan sel epidermis daun Rhoeo discolor.

IV. Dasar Teori Osmosis adalah perpindahan air melalui membran permeabel selektif dari bagian yang lebih encer ke bagian yang lebih pekat. Membran semipermeabel harus dapat ditembus oleh pelarut, tapi tidak oleh zat terlarut, yang mengakibatkan gradien tekanan sepanjang membran. Osmosis merupakan suatu fenomena alami, tapi dapat dihambat secara buatan dengan meningkatkan tekanan pada bagian dengan konsentrasi pekat menjadi melebihi bagian dengan konsentrasi yang lebih encer. Gaya per unit luas yang dibutuhkan untuk mencegah mengalirnya pelarut melalui membran permeabel selektif dan masuk ke larutan dengan konsentrasi yang lebih pekat sebanding dengan tekanan turgor. Tekanan osmotik merupakan sifat koligatif, yang berarti bahwa sifat ini bergantung pada konsentrasi zat terlarut, dan bukan pada sifat zat terlarut itu sendiri. Sel tumbuhan dapat mengalami kehilangan air, apabila potensial air di luar sel lebih rendah daripada potensial air di dalam sel. Jika sel kehilangan air cukup besar, maka ada kemungkinan volume isi sel akan menurun besar sehingga tidak dapat mengisi seluruh ruangan yang dibentuk oleh dinding sel. Artinya, membran dan sitoplasma akan terlepas

dari dinding sel, peristiwa ini disebut plasmolisis. Sel yang sudah terplasmolisis dapat disehatkan kembali dengan memasukkannya ke dalam air murni. Potensial air daun mempengaruhi transpirasi terutama melalui pengaruhnya terhadap membukanya stomata, tetapi juga mempengaruhi kadar uap air dalam ruang udara daun. Pengurangan potensial air sedikit tidak akan mempengaruhi transpirasi secara nyata, terutama apabila kadar uap air udara tinggi. Nilai potensial air di dalam sel dan nilainya di sekitar sel akan mempengaruhi difusi air dari dan ke dalam sel tumbuhan. Dalam sel tumbuhan ada tiga faktor yang menetukan nilai potensial airnya, yaitu matriks sel, larutan dalam vakuola dan tekanan hidrostatik dalam isi sel. Hal ini menyebabkan potensial air dalam sel tumbuhan dapat dibagi menjadi 3 komponen yaitu potensial matriks, potensial osmotik dan potensial tekanan. Komponen potensial air pada tumbuhan terdiri atas potennsial osmosis (solut) dan potensial turgor (tekanan). Dengan adanya potensial osmosis cairan sel, air murni cenderung memasuki sel. Sebaliknya potensial turgor di dalam sel mengakibatkan air meninggalkan sel. Pengaturan potensial osmosis dapat dilakukan jika potensial turgornya sama dengan nol yang terjadi saat sel mengalami plasmolisis. Nilai potensial osmotik dalam tumbuhan dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain : tekanan, suhu, adanya partikel-partikel bahan terlarut yang larut di dalamnya, matrik sel, larutan dalam vakuola dan tekanan hidrostatik dalam isi sel. Nilai potensial osmotik akan meningkat jika tekanan yang diberikan juga semakin besar. Suhu berpengaruh terhadap potensial osmotik yaitu semakin tinggi suhunya maka nilai potensial osmotiknya semakin turun (semakin negatif) dan konsentrasi partikel-partikel terlarut semakin tinggi maka nilai potensial osmotiknya semakin rendah. Potensial osmosis menunjukkan status suatu larutan dan menggambarkan perbandingan proporsi zat terlarut dengan pelarutnya. Makin pekat suatu larutan akan makin rendah potensial osmosisnya. Potensial osmosis dari suatu sel dapat diukur dengan berbagai metoda. Metoda yang sering digunakan adalah dengan menggunakan suatu seri larutan yang konsentrasi dan potensial osmosisnya diketahuai, misalnya dengan menggunakan larutan sukrosa. Metoda ini didasarkan pada adanya peristiwa plasmolisis, yaitu dengan menentukan suatu larutan yang hanya menyebabkan terjadinya kondisi incipient plasmolysis.

Pada kondisi incipient plasmolysis, setengah dari seluruh sel yang dimasukan menunjukkan tanda-tanda plasmolisis. Pada asaat ini sel-sel menunjukkan penurunan (pengurangan) volume, sehingga konsentrasi cairan didalam sel akan lebih pekat.. Plasmolisis adalah suatu fenomena pada sel berdinding, dimana sitoplasma mengkerut dan membran plasma tertarik menjauhi dinding sel ketika sel melepaskan airnya ke lingkungan hipertonik. Peristiwa plasmolisis adalah peristiwa lepasnya membran sel dari dinding sel sebagai dampak dari hipertonisnya larutan di luar sel, sehingga cairan yang berada di dalam sel keluar dan sel akibat tekanan turgor sel menjadi 0. Efek selanjutnya yang ditimbulkan adalah karena potensial air dalam sel lebih tinggi dari luar sel, maka air diluar sel bergerak kedalam dinding sel mendesak membran sel yang menyebabkan membran sel terlepas dari dinding sel. Larutan tersebut tidak dapat menembus membran karena memiliki ukuran yang lebih besar dari molekul air. Plasmolisis insipien yaitu kondisi dimana protoplasma hampir terlepas dari dinding sel. Volume sel yang mengalami plasmolisis sama dengan palsmolisis yang mengalami plasmolisis insipien. Plasmolisis insipien dapat ditentukan dengan melihat jumlah sel yang terplasmolisis dari populasi sel yang teramati. Suatu jaringan dalam keadaan plasmolisis insipien bila 50% dari populasi sel yang teramati mengalami plasmolisis. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi potensial osmotik, antara lain adalah : 1. Konsentrasi, meningkatnya konsentrasi suatu larutan akan menurun nilai osmotiknya. 2. Ionisasi zat terlarutnya, potensi osmotik suatu larutan tidak ditentukan oleh macam zat, tetapi ditentukan oleh jumlah pertikel yang ada dalam larutan tersebut. 3. Suhu, Potensial osmotik suatu larutan akan berkurang nilainya dengan naiknya suhu. 4. Hidrasi molekul zat terlarut, air yang berasosiasi dengan partikel zat terlarut disebut air hidrasi, dampak air hidrasi terhadap suatu larutan dapat menyebabkan larutan menjadi lebih pekat.

V.

Alat dan Bahan 1. Alat Tabung reaksi 2 buah Silet tajam 1 buah Mikroskop 1 buah

Objek gelas

2. Bahan Larutan sukrosa 0,14 dan 0,16 masing-masing sebanyak 5 ml. Sayatan epidermis bagian bawah daun Rhoeo discolor sebanyak 6 buah, masingmasing mengandung 25 sel Dartar pustaka Tim fisiologi tumbuhan. 2010. Penuntun Praktikum Fisiologi Tumbuhan. Bandung : Jurusan Pendidikan Biologi FPMIPA UPI. Ayimada. (2008). Tekanan Osmotik. [online]. Tersedia di : ayimada006084.files.wordpress.com /2008/11/tekanan-osmosis3.doc http://id.wikipedia.org/wiki/Osmosis