Anda di halaman 1dari 6

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

I.). APLIKASI DATA RASTER DALAM GIS


A. Pengertian Data Raster
Data raster (atau disebut juga dengan sel grid) adalah data yang dihasilkan dari system Penginderaan Jauh. Pada data raster, obyek geografis direpresentasikan sebagai struktur sel grid yang disebut dengan pixel (picture element). Pada data raster, resolusi (definisi visual) tergantung pada ukuran pixel-nya. Dengan kata lain, resolusi pixel menggambarkan ukuran sebenarnya di permukaan bumi yang diwakili oleh setiap pixel pada citra. Semakin kecil ukuran permukaan bumi yang direpresentasikan oleh satu sel, semakin tinggi resolusinya. Data raster sangat baik untuk merepresentasikan batas-batas yang berubah secara gradual, seperti jenis tanah, kelembaban tanah, vegetasi, suhu tanah, dsb. Keterbatasan utama dari data raster adalah besarnya ukuran file; semakin tinggi resolusi grid-nya semakin besar pula ukuran filenya. Pemanfaatan Data Raster untuk Pengelolaan DAS dan Danau Ekosistem DAS dan Danau wilayah Indonesia antara lain menyimpan kekayaan 25% plasma nutfah ; 72% suplai air permukaan; dan penyediaan air untuk pertanian, sumber air baku masyarakat, perikanan, pembangkit listrik, pariwisata, dll. Tetapi pada saat ini DAS dan danau mulai mengalami degradai karena pertambahan penduduk, konversi lahan, polusi,erosi yang menyebabkan dampak sebagai berikut : Dampak bagi DAS antara lain; debit sungai sangat fluktuatif; daerah sekitar DAS tersebut menjadi rawan kekeringan/banjir; penurunan cadangan air; tingginya laju erosi dan sedimentasi pencemaran air sungai. Dampak bagi danau antara lain; pendangkalan dan penyempitan danau; penurunan kualitas air; penurunan volume air; penurunan produktivitas perikanan. Berdasarkan Pedoman tekniis pengelolaan DAS, criteria dan indicator kesehatan DAS mempunyai beberapa parameter yaitu :

Penggunaan Lahan : penutupan oleh vegetasi, kesesuaian penggunaan, erosi dan pengelolaan lahan Tata air : Debit air sungai, kandungan sedimen, kandungan pencemaran. Sosial : Kepedulian Individu. Ekonomi : Ketergantungan penduduk pada lahan, tingkat pendapatan, produktivitas lahan dan jasa lingkungan. Kelembagaan : Keberdayaan lembaga local.

B. Pengertian Data Vektor


Data vektor adalah data yang direkam dalam bentuk koordinat titik yang menampilkan, menempatkan dan menyimpan data spasial dengan menggunakan titik, garis atau area (polygon) .Dalam data format vektor, bumi kita direpresentasikansebagai suatu mosaik dari garis (arc/line), polygon (daerah yang dibatasi oleh garis yang berawal dan berakhir pada titik yang sama), titik/point (node yang mempunyai label), dan nodes (merupakan titik perpotongan antara dua buah garis).

C. Aplikasi Data Raster & Vektor dalam GIS :

Bidang Telekomunikasi, digunakan untuk manajemen inventarisasi jaringan telekomunikasi, perencanaan jaringan tahun berikutnya, seperti halnya penentuan letak sentral, RK, DP yang optimal dan seterusnya sampai ke pelanggan, dll.

Bidang Sumberdaya Alam, mencakup inventarisasi, manajemen, dan kesesuaian lahan untuk pertanian, perkebunan, perikanan, kehutanan, perencanaan tata guna lahan, analisa daerah rawan bencana alam, dsb.

Bidang Lingkungan, mencakup perencanaan sungai, danau, laut, evaluasi pengendapan lumpur/sedimen, pemodelan pencemaran udara, limbah berbahaya dsb.

Bidang Ekonomi, Bisnis, marketing, mencakup penentuan lokasi bisnis yang prospektif untuk bank, pasar swalayan, mesin ATM dsb.

Bidang Trasportasi dan Perhubungan, mencakup inventarisasi jaringan transportasi, analisa kesesuain dan penentuan rute-rute alternatif transportasi, manajemen pemeliharaan dan perencanaan perluasan jalan,dsb.

Bidang Kesehatan, mencakup penyediaan data atribut dan spasial yang menggambarkan distribusi penderita suatu penyakit,pola penyebaran penyakit, distribusi unit kesehatan, dsb.

II.). KELEBIHAN DAN KEKURANGAN


1. Data Raster
Kelebihan Data Raster : Struktur data yang sederhana Overlay dan kombinasi data pemetaan dengan remote sensing mudah dilakukan Mudah membangun berbagai jenis data spasial Memiliki kemampuan-kemampuan permodelan dan analisis spasial tingkat lanjut Gambaran permukaan bumi dalam bentuk citra raster yang didapat dari radar atau satelit penginderaan jauh selalu lebih aktual dari pada bentuk vektornya.

Kekurangan Data Raster : Memerlukan Storage yang besar Sulit untuk analisis keterkaitan jaringan Penampilan model raster biasanya kurang menarik dan akurat Penggunaan sel atau ukuran grid yang lebiih besar untuk menghemat ruang penyimpanan akan menyebabkan kehilangan informasi dan ketelitian. Sangat sulit untuk merepresentasikan hubungan topologi (juga network).

2. Data Vektor
Kelebihan data vektor : ketepatan dalam merepresentasikan fitur titik, batasan dan garis lurus. Hal ini sangat berguna untuk analisa yang membutuhkan ketepatan posisi, misalnya pada basisdata batas-batas kadaster. Contoh penggunaan lainnya adalah untuk mendefinisikan hubungan spasial dari beberapa fitur. Hubungan topologi dan network dapat dilakukan dengan mudah. Memiliki batas-batas yang teliti, tegas dan jelas sehingga sangat baik untuk pembuatan peta-peta administrasi dan persil tanah milik.

Dengan banyak atribut yang banyak dikandung oleh satu layer, banyak peta tematik lain yang dapat dihasilkan sebagai peta turunannya. Representasi grafis data spasialnya sangat mirip dengan peta garis buatan tangan manusia.

Kekurangan data vektor : ketidakmampuannya dalam mengakomodasi perubahan gradual. Pengguna tidak mudah berkreasi untuk membuat programnya sendiri untuk memenuhi kebutuhan aplikasinya. Hali ini disebabkan oleh struktur data vector yang lebih kompleks dan prosedur fungsi dan analisisnya memerlukan kemampuan tinggi karena lebih sulit. Pengguna harus membeli system perangkat lunaknya karena teknologinya masih mahal. Prosedurnyapun terkadang lebih sulit. Overlay beberapa layers vector secara simultan memerlukan waktu yang relative lama. Datanya tidak mudah untuk dimanipulasi. Karena proses keseluruhan untuk mendapatkannya lebih lama, peta vector seringkali mengalami out of date atau kadaluarsa.

DAFTAR PUSTAKA
http://nilaamallia.blogspot.com/2011/01/data-vektor-dan-data-raster.html Anonim.2009. BASIS DATA PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR DI PULAU JAWA Pramukanto,Qodarian.2010.Pengolahan dan Editing Citra II.IPB - Fakultas Pertanian.Departemen Arsitektur Lanskap. http://sapoelidie.webatu.com/