Anda di halaman 1dari 38

LIMNOLOGI PERAIRAN MENGALIR

Oleh : Setya Widi Ayuning P., SPi

DAFTAR ISI
1. EKOSISTEM PERAIRAN LOTIK 2. PERBEDAAN PERAIRAN LOTIK DENGAN LENTIK 3. INPUT DAN OUTPUT PERAIRAN LOTIK 4. ZONASI PERAIRAN LOTIK 5. SIFAT FISIK PERAIRAN LOTIK 6. MORFOLOGI SUNGAI

EKOSISTEM PERAIRAN TAWAR

PERAIRAN LOTIK
Air mengalir atau lotik barasal dari kata lotus yang berarti tercuci), contohnya mata air, aliran air (brook-creek) atau sungai (Odum 1998). Air mengalir mempunyai ciri-ciri, yaitu mempunyai arus, suhu relatif rendah, substratnya berupa batu-batuan, nekton yang hidup di dalamnya adalah jenis ikan yang sudah beradaptasi hidup di tempat yang berarus dan lain-lain.

PERAIRAN MENGALIR (LOTIK)


Sebagai perairan terbuka yang dicirikan adanya arus dan perbedaan gradient lingkungan (elevasi) dimana di dalamnya terjadi interaksi antara komponen biotik dan abiotik Arus menjadi faktor pembatas utama pada habitat air mengalir

PERBEDAAN PERAIRAN LENTIK DENGAN LOTIK


PERAIRAN LENTIK mempunyai kecepatan arus yang lambat serta terjadi akumulasi massa air dalam periode waktu yang lama PERAIRAN LOTIK mempunyai kecepatan arus yang tinggi, disertai perpindahan massa air yang berlangsung dengan cepat

Proses pertukaran antara air & tanah relatif intensif mengakibatkan ekosistem sungai bersifat lebih terbuka dan metabolisme komunitas bersifat heterotrofik (pencampuran massa air menyeluruh) Tekanan O2 di sungai lebih seragam, sedikit sekali atau sama skali tdk didapatkan stratifikasi suhu dan kimia. Air sungai tdk pernah panas ttp dingin krn O2 byk&tetap ada pergerakan air (Tidak membentuk stratifikasi)

INPUT PERAIRAN LOTIK


Presipitasi secara langsung (Air hujan) Limpasan aliran dari daerah tangkapan air (Catchment area) Air tanah (Groundwater) Aliran dari hulu sungai

OUTPUT PERAIRAN LOTIK


Evaporasi sangat penting di wilayah beriklim panas Mengalir menuju dataran rendah melalui cabang-cabang sungai, dan kebanyakan kembali masuk lagi ke sungai. Mengalir ke bagian hilir sungai Mengalir masuk ke dalam tanah, dan kemudian keluar lagi di bagian hilirnya

ZONASI PERAIRAN LOTIK


Mengarah ke longitudinal - yang menunjukkan bahwa tingkat yang lebih atas berada di bagian hulu dan kemudian mengarah ke hilir. perubahan-perubahan yang terjadi akan lebih nampak pada bagian atas dari aliran air karena adanya kemiringan, volume air atau komposisi kimia yang berubah.

ZONASI PERAIRAN LOTIK


a. Menurut Gradien b. Menurut Aliran Air c. Berdasarkan habitat

ZONASI PERAIRAN LOTIK


A. MENURUT GRADIEN

1. Hulu Ciri : Daerahnya sempit dan berjenjang, pada dataran tinggi, arus deras, kandungan O2 tinggi, kedalaman rendah, dan kepadatan organisme rendah, substrat berupa batuan besar.

ZONASI PERAIRAN LOTIK


2. Hilir Ciri : Daerahnya lebar, pada dataran rendah, arus lambat, kandungan O2 rendah, substrat berupa batuan kecil, kerikil, pasir dan lumpur. 3. Muara Sungai letaknya hampir mencapai laut atau pertemuan sungai-sungai lain, arus air sangat lambat dengan volume yang lebih besar, banyak mengandung bahan terlarut. Lumpur dari hilir membentuk suatu delta dan warna air sangat keruh

ZONASI PERAIRAN LOTIK B. MENURUT ALIRAN AIR


1. ZONA CEPAT
Terdapat pada bagian yang dangkal dengan arus yang kuat sehingga mencegah terjadinya akumulasi lumpur dan partikel lainnya, Zona ini mempunyai dasar yang keras untuk tempat benthos (organisme penghuni dasar perairan) menempel

ZONASI PERAIRAN LOTIK


2. ZONA LAMBAT
Terdapat di bagian yang lebih dalam dengan arus yang lemah sehingga lumpur dan detritus dapat mengendap dan membentuk dasar yang lunak. Pada zona ini terdapat organisme seperti benthos yang meliang di dasar perairan serta nekton yang tergantung pada benthos dan detritus sebagai makanannya.

ZONASI PERAIRAN LOTIK


Zonasi yang dingin, dangkal, dasar sungai batuan atau kerikil atau liat (silty). Misalnya Sungai-sungai dataran tinggi (riffle) Zonasi yang lebih dalam, umumnya tergenang dan menjadi daerah akumulasi organik debris. Misalnya Sungai -sungai di dataran rendah (river) adalah berlumpur, lebih lebar, lebih dalam dan umumnya tidak mempunyai riffle

SIFAT FISIK PERAIRAN LOTIK


1. 2. 3. 4. 5. 6. SUHU KECEPATAN ARUS SUBSTRAT WARNA AIR KECERAHAN KEKERUHAN

SIFAT FISIK PERAIRAN LOTIK


1. SUHU Suhu adalah salah satu faktor yang penting dalam suatu perairan untuk menggambarkan temperatur lingkungan tersebut. Suhu dipengaruhi oleh tingkat intentitas cahaya yaitu semakin tinggi intentitas cahaya semakin tinggi pula suhunya dan sebaliknya.

Faktor yang mempengaruhi Suhu Perairan : Suhu lingkungan Ketinggian tempat (elevasi) (Sandy, 1985) Adanya batuan kapur atau panas bumi (Cole, 1979) Pengaruh Suhu Perairan : Perubahan kekentalan air Arus bawah secara alami Kemampuan untuk mengikat oksigen Kemampuan organisme mentolerir

SIFAT FISIK PERAIRAN LOTIK


2. ARUS pergerakan massa air menuju ketempat lain Ditentukan oleh sudut kemiringan dasar perairan,musim, debit air, luas permukaan perairan, dan tipe alur sungai (lurus atau berkelok) dan perbedaan tinggi rendahnya tempat

SIFAT FISIK PERAIRAN LOTIK


Peranan Arus : Mempengaruhi distribusi organisme (jenis dan sifat), gas-gas terlarut, dan mineral yang terdapat di dalam air serta membentuk dasar perairan
Semakin tinggi kecepatan arus, kandungan oksigen terlarut dalam air semakin banyak. Kecepatan arus berkurang seiring dengan penambahan kedalaman suatu perairan

Tipe Arus : arus laminar: arus air yang bergerak kesatu arah tertentu saja arus turbulen: arus air yang bergerak kesegala arah sehingga air akan terdistribusi keseluruh bagian perairan

KECEPATAN ARUS DIKELOMPOKKAN MENJADI (Mason, 1981): sangat deras (>100 cm s-1), deras (50-100 cm s-1), sedang (25-50 cm s-1), kecil (10-25 cm s-1), dan sangat kecil (<10 cm s-1) Arus menentukan transportasi sedimen di perairan.

SIFAT FISIK PERAIRAN LOTIK


3. SUBSTRAT Substrat dasar perairan dapat menjadi faktor pembatas, baik secara sendiri maupun kumulatif terhadap organisme perairan Jenis substrat berhubungan dengan kecepatan arus serta aktivitas manusia Macam-macam substrat : a. Substrat batuan b. Substrat pasir c. Substrat lumpur

MACAM-MACAM SUBSTRAT
Substrat batuan - umumnya ditemukan di daerah berarus deras - Kecepatan arus membentuk substrat batuan 80-100 cm/detik

MACAM-MACAM SUBSTRAT
Substrat pasir
- umumnya ditemukan di daerah peralihan antara arus deras dan arus lambat. - tipe dasar yang paling tidak sesuai, memiliki jumlah jenis dan individu yang paling sedikit dari tanaman dan binatang bentik

MACAM-MACAM SUBSTRAT
Substrat Lumpur
- Substrat lumpur ditemukan didaerah berarus lambat. - Kecepatan arus membentuk substrat lumpur <10 cm/detik

SIFAT FISIK PERAIRAN LOTIK


4. WARNA AIR Warna yang secara visual yang dapat kita lihat dari sebuah perairan Terbagi menjadi 2 a. Warna tampak adalah warna dari sebuah perairan yang disebabkan oleh partikelpartikel terlarut dan tersuspensi b. Warna asli merupakan warna yang disebabkan oleh bahan-bahan atau materi yang terbawa oleh aliran air sungai

SIFAT FISIK PERAIRAN LOTIK


5. KECERAHAN besarnya intensitas cahaya di dalam air yang disebabkan oleh adanya partikel koloid dan tersuspensi seperti lumpur, pasir, bahan organik dan mikroorganisme termasuk plankton (NTAC, 1968). Semakin tinggi tingkat kecerahan suatu perairan, maka semakin tinggi pula kecerahan yang masuk ke dalam air, sehingga lapisan air yang produktif akan menjadi lebih stabil

SIFAT FISIK PERAIRAN LOTIK


6. KEKERUHAN Banyaknya jumlah partikel tersuspensi di dalam air Kekeruhan akan mempengaruhi jumlah cahaya matahari yang masuk kedalam suatu perairan. Kekeruhan dipengaruhi oleh bahan bahan tersuspensi seperti lumpur, pasir, bahan organik, dan bahan anorganik, plankton serta organisme mikroskopik lainnya

Pengaruh Kekeruhan Perairan Daya ikatnya terhadap oksigen akan berkurang menurunkan produktivitas primer Mempengaruhi mekanisme pernapasan organisme Mengurangi batas pandang ikan

MORFOLOGI SUNGAI

proses penting dalam sungai adalah erosi dan pengendapan, yang dipengaruhi oleh tipe arus air dalam sungai.
MACAM EROSI : Korosi : pengikisan secara dilarutkan, menghasilkan ion-ion sedimentasi Korosi : pengikisan secara pengamplasan, menghasilkan partikel

FAKTOR EROSI : curah hujan, sifat-sifat tanah, lereng, vegetasi dan pengelolaan tanah.
SEDIMENTASI Sedimentasi terjadi karena adanya partikelpartikel padat yang ikut terbawa oleh aliran air.

Proses erosi sungai dapat menentukan tingkat usia sungai : Stadium muda (young stream) Sungai dikatakan dalam stadium muda apabila terjadi ketidakseimbangan antara proses erosi dan sedimentasi, di mana erosi jauh lebih besar dibandingkan dengan sedimentasi.

Stadium dewasa (mature stream) Sungai dikatakan dalam stadium dewasa apabila sudah terdapat keseimbangan antara proses erosi dan sedimentasi. Stadium tua (old stream) Sungai dikatakan dalam stadium tua apabila pada bagian hilirnya terjadi pengendapan yang sangat besar, sedangkan di bagian hulunya hanya terjadi sedikit sekali atau sama sekali sudah tidak ada erosi.

TERIMA KASIH