Anda di halaman 1dari 24

SAMBILOTO GREEN CHIRETTA Andrographis Paniculata

Ayu Kamilah

1106013214

Klasifikasi Tanaman Sambiloto


Kingdom: Plantae. Division: Class: Order: Family: Angiospermae. Dicotilydonae. Tubiflorae. Acanthaceae.

Genus:
Species:

Andrographis.
paniculata Nees

BAGIAN TANAMAN SAMBILOTO DENGAN KHASIATNYA


No Bagian Zat kimia aktif tanaman
Daun Andrographolide, deoxyandrographolide, neoandrographoli de, 14-deoxy-11, 12 didehydroandrogr apholide, dan homoandrographo lide

Untuk pengobatan penyakit


Darah tinggi

Cara penggunaan tradisional dan dosisnya


Ambil 7 daun segar, cuci bersih, dan potong kecil-kecil. Seduh daun dengan 1 cangkir air mendidih. Diamkan beberapa saat dan tambahkan 1 sendok madu. Minum ramuan setelah dingin 3 kali sehari. Tumbuk daun dan tambahkan belerang serta air sedikit, lalu adok seperti adonan. Oleskan ramuan pada kulit yang berkudis. Untuk obat dalam, cuci 5 lembar daun sendok dan 7 lembar daun sambiloto segar. Rebus bahan tersebut dalam 2 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Dinginkan, lalu saring ramuan. Minum ramuan 1 kali sekali, masing-masing 1 gelas.

Kulit : Kudis

BAGIAN TANAMAN SAMBILOTO DENGAN KHASIATNYA


No Bagian Zat kimia aktif tanaman
Daun Andrographolide, deoxyandrographolide, neoandrographoli de, 14-deoxy-11, 12 didehydroandrogr apholide, dan homoandrographo lide

Untuk pengobatan penyakit


Radang saluran napas dan radang paru-paru

Cara penggunaan tradisional dan dosisnya


Ambil 13 gram daun kering, cuci bersih, rebus dengan 4 gelas air hingga mendidih dan tersisa 2 gelas. Minum hasil rebusan 2 kali sehari dengan ditambahkan 1 sendok madu. Sekitar 13 gram daun kering, lalu cuci bersih. Rebus daun tersebut dengan 4 gelas air hingga mendidih dan tersisa 2 gelas. Minum hasil rebusan setelah dingin 2 kali sehari, masing-,masing 1 gelas. Tambahkan 1 sendok madu ke dalam air rebusan sebelum diminum

Disentri dan diare

BAGIAN TANAMAN SAMBILOTO DENGAN KHASIATNYA


No Bagian Zat kimia aktif tanaman
Daun Andrographolide, deoxyandrographolide, neoandrographoli de, 14-deoxy-11, 12 didehydroandrogr apholide, dan homoandrographo lide

Untuk pengobatan penyakit


Batuk rejan (pertussis)

Cara penggunaan tradisional dan dosisnya


Lima daun segar dicuci bersih dan dipotong-potong. Seduh daun dengan 1 cangkir air mendidih dan diamkan beberapa saat. Setelah dingin, angkat ramuan dan tambahkan 1 sendok makan madu. Minum ramuan tersebut 3 kali sehari. Ambil daun sambiloto dan daun temabkau segar secukupnya., lalu cuci bersih. Tumbuk daun tersebut hingga halus. Hasil tumbukan dibalurkan di atas bekas gigitan. Untuk menetralisir bias di dalam tubuh dengan cara merebus 17 gram daun sambiloto segar dengan 4 gelas air hingga mendidih dan air tersisa 2 gelas. Setelah dingin, saring ramuan. Tambahkan 1 sendok madu. Minum ramuan 2 kali sehari, masing-masing 1 gelas.

Digigit ular berbisa

BAGIAN TANAMAN SAMBILOTO DENGAN KHASIATNYA


No Bagian Zat kimia aktif tanaman
Batang Andrographolide, panicolin, mono-0metilwithin, apigenin-7,4dimetileter

Untuk pengobatan penyakit


Kencing nanah

Cara penggunaan tradisional dan dosisnya


Sekitar 3 batang tanaman dicuci bersih. Rebus tanaman dengan 4 gelas air bersih hingga mendidih dan tersisa 2 gelas. Setelah dingin, saring rebusan. Tambahkan 1 sendok makan ke dalam rebusan. Minum ramuan 3 kali sehari, masing-masing gelas Ambil 2 batang sambiloto ukuran 10 cm, kemudian cuci bersih dan direbus dengan 2 gelas air. Lalu ambil air sambiloto yang sudah dididihkan dan beri air dingin hingga hangathangat kuku. Mandikan bayi dengan air tersebut.

Ruam Kemerahan pada kulit bayi

BAGIAN TANAMAN SAMBILOTO DENGAN KHASIATNYA


No Bagian Zat kimia aktif tanaman Bunga Andrographoli de, deoxyandrographoli de Untuk pengobatan penyakit Menghambat penuaan Cara penggunaan tradisional dan dosisnya Rebus atau seduh bunga sambiloto kemudian minum air rebusan tersebut secara rutin.
3

BAGIAN TANAMAN SAMBILOTO DENGAN KHASIATNYA


No Bagian Zat kimia aktif tanaman Untuk pengobatan penyakit
Flu, sakit kepala, dan

Cara penggunaan tradisional dan dosisnya

Akar

Polymethoxyflavone,

andrographin,
panicolin, mono-ometilwithin, apigenin7,4-dimetil eter, alkane, keton, aldehid, kalium, kalsium, natrium, asam kersik.

panas

Cuci bersih akar tanaman lalu keringkan. Tumbuk akar tanaman hingga halus. Tambahkan 1 gelas air dalam tumbukan tersebut. Minum air rebusan 3 kali sehari.

BUDIDAYA TANAMAN SAMBILOTO


persyaratan tumbuh bahan tanaman pembenihan budidaya pengolahan tanah pemupukan pemeliharaan panen perbanyakan dengan cara stek batang dan stek biji

BUDIDAYA TANAMAN SAMBILOTO


Persyaratan Tumbuh
Iklim Secara umum lingkungan tumbuh dengan tipe iklim A, B dan C menurut klasifikasi Schmidt dan Ferguson dengan curah hujan 2000- 3000 mm/tahun adalah sesuai untuk pembudidayaan tanaman sambiloto.

Ketinggian tempat
Ketinggian tempat yang optimum bagi pertumbuhan dan produksi sambiloto adalah dari daerah pantai sampai ketinggian 600 m dpl. Tinggi tempat ini erat hubungannya dengan suhu yang juga sangat berpengaruh terhadap berbagai proses fisiologik tanaman dan akan mempengaruhi produksi sambiloto.

Intensitas cahaya
Selama pertumbuhan tanaman sambiloto menghendaki banyak sinar matahari. Namun demikian tanaman ini masih tumbuh dan berproduksi dengan baik pada kondisi ternaungi sampai 30%. Tetapi jika budidaya dilakukan dengan kondisi naungan diatas 30%, mutu simplisia sambiloto cenderung menurun.

Jenis tanah
Sambiloto mampu tumbuh hampir pada semua jenis tanah. Pada habitat alamnya, sambiloto ditemui hutan-hutan pada kondisi solum tanah yang dangkal. Namun demikian, untuk menghasilkan produksi yang maksimal, diperlukan kondisi tanah yang subur, seperti Andosol dan Latosol.

PROSES PEMBUATAN EKSTRAK ANDROGRAPHOLIDE DARI DAUN SAMBILOTO


Teknik ekstraksi sambiloto yang optimal dilakukan dengan proses maserasi yakni menggunakan bahan berukuran 60 mesh, pelarut etanol 70%, perbandingan bahan dengan pelarut 1:10, dan lama ekstraksi 6 jam. Bahan baku yang digunakan : Sambiloto
Bahan kimia yang dipakai : methanol pa, water HPLC, etanol teknis, aquades, bahan baku/standar andrographolid, toluen teknis, dan amilum teknis. Peralatan yang digunakan : alat pengering fresh dryer (simplisia), hummer mills, saringan 60 mesh, timbangan, ekstraktor, rotavapor, oven, freeze dryer.

BUDIDAYA TANAMAN SAMBILOTO

Penanaman Untuk menghasilkan pertumbuhan tanaman yang maksimal, jarak tanam yang dianjurkan adalah 40 x 50 cm, atau 30 x 40 cm, disesuaikan dengan tingkat kesuburan tanah. Penanaman dapat dilakukan pada bedengan maupun guludan, yang disesuaikan dengan kondisi lahan.

BUDIDAYA TANAMAN SAMBILOTO


Pemeliharaan Pemeliharaan perlu dilakukan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik. Penyiangan dilakukan seperlunya disesuaikan dengan kondisi perkembangan gulma. Disamping itu, drainase perlu juga dipelihara untuk menghindari terjadinya genangan air. Pengendalian organisme pengganggu tanaman Hama dan penyakit yang ditemukan menyerang pertanaman sambiloto adalah Aphis spp dan Sclerotium sp. Sclerotium sp seringkali menyerang sambiloto khususnya pada musim hujan, dan menyebabkan tanaman layu. Penggunaan bubuk cengkeh atau eugenol dapat mencegah penyebaran Sclerotium sp.

BUDIDAYA TANAMAN SAMBILOTO


Panen Panen sebaiknya segera dilakukan sebelum tanaman berbunga, yakni sekitar 2 - 3 bulan setelah tanam. Panen dilakukan dengan cara memangpangkas batang utama sekitar 10 cm diatas permukaan tanah. Panen berikutnya dapat dilakukan 2 bulan setelah panen pertama. Produksi sambiloto dapat mencapai 35 ton biomas segar per ha, atau sekitar 3 - 3,5 ton simplisia per ha Biomas hasil panen dibersihkan, daun dan batang kemudian dijemur pada suhu 40 - 50C sampai kadar air 10 %. Penyimpanan ditempatkan dalam wadah tertutup sehingga tingkat kekeringannya tetap terjaga.

Prosedur pembuatan ekstrak


1. Penyiapan bahan baku yang meliputi penyortiran, pencucian, penirisan, dan penjemuran. Sambiloto yang sudah dicuci bersih ditiriskan di atas rak pengering. Setelah airnya tiris, herba dikeringkan menggunakan alat pengering fresh dryer pada suhu 300 C. Simplisia yang dihasilkan menggunakan alat penepung (hammer mills) lalu diayak dengan saringan berukuran 60 mesh. Serbuk telah siap untuk diekstrak.

2. Serbuk sambiloto hasil tahap pertama diekstrak selama 6 jam dengan menggunakan pelarut etanol 70%, dimana perbandingan bahan terhadap pelarut adalah 1:10. Tahap ini menghasilkan ekstrak kental.

3. Pengolahan ekstrak kental menjadi ekstrak kering. Ekstrak kental ditimbang kemudian ditambahkan bahan pengisi dengan kadar dan konsentrasi sesuai dengan perlakuan. Selanjutnya ekstrak kental dan bahan pengisi diaduk hingga merata dan siap untuk dikeringkan.

Kelemahan ekstraksi ethanol


Mengakibatkan terjadinya degradasi thermal karena senyawa andrographolide merupakan senyawa yang sensistif terhadap panas Mengakibatkan terjadinya degradasi andrographolide akibat reaksi esterifikasi dengan alkohol mMeninggalkan residu pelarut yang bersifat toksik

Cara mengatasi kelemahan ekstraksi etanol dengan menggunakan ekstraksi hidrotropik andrographolide

Ekstraksi hidrotropik andrographolide


Ekstraksi hidrotropik andrographolide dilakukan dengan menambahkan 20 gram serbuk daun sambiloto kedalam 200 ml larutan hidrotrope 2 mol/L. Campuran diaduk 1100 rpm selama 2 jam pada suhu 300C. Setelah selesai larutan dibiarkan mengendap selama 1 jam dan disaring. Residu di cuci dengan air dan filtrate ditambah dengan air hingga konsentrasinya dibawah MHC, andrographolide mengkristal setelah larutan dibiarkan selama 1 jam. Endapan kristal dipisahkan melalui proses sentrifugasi. Selanjutnya endapan dikeringkan dan ditimbang.

SEDIAAN OBAT EKSTRAK SAMBILOTO


Kapsul adalah sediaan obat yangg terbungkus cangkang kapsul yang umumnya terbuat dari gelatin. Minum 3 x 1- 2 kapsul perhari untuk penyakit Typhus abdominalis (ditambah minum madu), TBC paru, disentri basiler, diare, flu, sakit kepala, panas, influenza, batuk rejan (ditambah minum madu), darah tinggi, infeksi mulut, amandel, obat demam, kolesterol dan asam urat. Minum 3 x 3 kapsul perhari untuk penyakit kencing manis infeksi kulit termasuk pada jerawat pun dapat dikurangidengan meminum1 gram serbuk (dalam kapsul) digunakan per oral setiap 12 jam selama dua hari. Tidak dibolehkan untuk wanita hamil.

SEDIAAN OBAT EKSTRAK SAMBILOTO


Infus herba sambiloto Karena penggunaan secara tradisional kurang praktis maka dibuat menjadi sediaan infus yang lebih praktis. Herba sambiloto segar 30 g, rimpang temu lawak segar 30 g, dan air 2 gelas ( 400 mL) dibuat menjadi cairan infus. Selama penyimpanan sebelum proses pengeringan, infus ditambahkan pengawet nipagin.

SEDIAAN OBAT EKSTRAK SAMBILOTO


Cara meracik ramuan : Sebanyak 15 gram sambiloto, 30 gram meniran dan 30 gram temulawak dicuci bersih Kupas temulawak dari kulitnya dan potong-potong seperlunya

Rebus dalam 800cc air bersih dan biarkan mendidih dan airnya tinggal 400cc
Saring dan minum 2 kali sehari Tidak dibolehkan untuk wanita hamil Khasiat jamu yang rasanya sangat pahit ini adalah dapat mengatasi kencing manis, membersihkan darah kotor yang bisa menyebabkan penyakit kulit (gatal-gatal atau jerawat). Selain itu juga mampu menurunkan kolesterol dan menghilangkan bau badan

SEDIAAN OBAT EKSTRAK SAMBILOTO


Ekstrak sambiloto juga dapat dibuat sebagai bahan sediaan obat dalam bentuk bubuk. Dalam penanganan sakit kepala, Influenza, demam yang dibutuhkan adalah bubuk kering sambiloto sebanyak 1 gr. Lalu diseduh menggunakan cangkir air panas. Dan setelah itu, tunggu hingga dingin dan minum sekaligus, Lakukan 3 4 kali sehari agar mendapat hasil yang sempurna.

CARA MENSOSIALISASIKAN PENGGUNAAN HERBAL DI MASYARAKAT


Kelemahan-kelemahan tumbuhan obat adalah sebagai berikut: Sulitnya mengenali jenis tumbuhan dan berbedanya naman tumbuhan berdasarkan daerah tempat tumbuh. Kurangnya sosialisasi tentang manfaat tumbuhan obat terutama dikalangan profesi dokter. Penampilan tumbuhan obat yang berkhasiat berupa fitofarmaka yang kurang menarik dan kurang meyakinkan dibandingkan dengan obat-obat paten. Kurangnya penelitian yang komprehensif dan terintegrasi dari tumbuhan obat di kalangan profesi dokter. Belum adanya upaya pengenalan dini terhadap tumbuhan yang berkhasiat obat di institusi pendidikan yang sebaiknay dilakukan mulai dari pendidikan dasar.

CARA MENSOSIALISASIKAN PENGGUNAAN HERBAL DI MASYARAKAT


Sosialisasi dini tumbuhan obat di institusi pendidikan

Mengintegrasikan tumbuhan obat di dalam sistem pelayanan kesehatan formal seperti puskesmas dan rumah sakit.
Mendukung setiap kegiatan penelitian ilmiah bidang tumbuhan obat untuk membuktikan khasiatna secara ilmiah agar kalangan professional dapat memahami secara komprehensif. Peninjauan dan reformasi sitem pendidikan kedokteran/kesehatan dan bertanian/biologi dengan memberikan porsi yang seimbang terhadap tumbuhan obat. Memulai melakukan kegiatan penelitian sekecil apapun terhadap bahan tumbuhan berkhasiat terhadap penyakit tertentu, mempublikasikan serta melakukan penelitian yang berkesinambungan ke arah yang lebih baik dan berorientasi kepada industri fitofarmaka. Melakukan kampanye pengobatan alami di berbagai wilayah, minimal dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat sehingga bisa melakukan pengobatan terhadap dirinya sendiri.

Daftar Pustaka
Akbar, S., 2011, Andrographis paniculata: A Review of Pharmacological Activities and Clinical Effect, Alternative Medicine Review, Vol 16 No 1:66-77 Dzulkarnain, B., M. Wien Winarto, dan Sri Sundari. 1996. Etnobotani sambiloto, pemanfaatannya sebagai bahan ramuan jamu. Bull. TOI III/I : 26-28.

Nugroho, Y.A. dan Nafrialdi. 2001. Sambiloto tumbuhan obat Indonesia penurun kadar lipid darah. Prosiding Seminar Nasional XIX. Tumbuhan Obat Indonesia. POKJANAS TOI. hal. 353-358.
Hariana, A. 2007.b. Tumbuhan obat dan khasiatnya. Seri 3. Jakarta. Penebar Swadaya. 200 hal. Wiraharja, T., M.W. Moelyono, dan A. Muhtadi. 2002. Telaah Farmakognosi dan Fitokimia Sambiloto (Andrographis paniculata Nees). Fakultas MIPA, Universitas Padjadjaran, Bandung. 115 hal.

Wijayakusuma, H.M.S., Dalimarta, dan A.S. Wina. 1991. Tanaman berkhasiat obat di Indonesia. Jilid II. Pustaka Kartini.
Hariana, Arief, Tanaman Obat dan khasiatnya Seri 3. 2006. Jakarta : Gramedia Pustaka. Prapanza, Ivan. Khasiat dan Manfaat Sambiloto. 2006. Jakarta: Agromedia Pustaka. Handa SS, Khanuja SPS, Longo G, Rakesh DD. 2008. Extraction Technologies For Medicinal And Aromatic Plants. Trieste : International Centre For Science And High Technology. Indraswari A. 2008. Optimasi pembuatan ekstrak daun dewandaru (Eugenia uniflora l.) menggunakan metode maserasi dengan parameter kadar total senyawa fenolik dan flavonoid[Skripsi]. Surakarta : Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Surakarta Poretsky L. 2009. Principle of Diabetes Mellitus. New York : Springer.