Anda di halaman 1dari 28

Struktur Tubuh Hasil Perikanan

By:
Arham Rusli

Tujuan Instruksional Khusus


Setelah mengikuti materi kuliah ini,
mahasiswa akan dapat :
a.Menjelaskan Anatomi dan Morfologi
hasil perikanan seperti ikan dan udang
b.Menjelaskan sistem urat daging
pada ikan

2.1. Anatomi dan Morfologi


a. Ikan

Tubuh ikan umumnya mempunyai bentuk dan


ukuran yang simetris dan dapat dibagi menjadi
tiga bagian, yaitu kepala, badan, dan ekor.

Ikan mempunyai sirip yang berfungsi untuk


berenang dan tubuh yang ramping untuk
memudahkan bergerak di dalam air.

Sirip ikan dibedakan atas sirip punggung (dorsal),


sirip dada (pectoral), sirip perut (ventral), sirip
belakang (anal), dan sirip ekor (caudal).

Kulit ikan terdiri atas dua lapisan, yaitu:


epidermis dan dermis.
Epidermis merupakan lapisan luar yang
tipis, dibentuk oleh sel-sel epithelial.
Dermis merupakan jaringan pengikat yang
fibrous tersusun oleh benang-benang
kolagen,
elastin,
jaringan
syaraf,
pembuluh darah, sel-sel zat warna, dan
kadang-kadang sel-sel lemak.
Bagian luar dermis berisi kantung-kantung
yang merupakan tempat melekatnya sisik

Sisik ikan terbentuk dari lempeng-lempeng


tulang rawan yang lentur dan saling tumpang
tindih.
Ada empat tipe sisik ikan, yaitu :
1.Ganoid; berbentuk rhombis , pada
permukaannya terdapat lapisan dentin yang
disebut ganoin,
2.Sikloid; berbentuk bulat dengan garis-garis
cincin konsentris,
3.Stenoid; bentuknya hampir sama dengan
sikloid,tetapi padasalah satu bagiannya
terdapat semacam duri pendek,
4.Plakoid; bentuknya mirip dengan ganoid.

Berdasarkan penyusun rangka tubuhnya,


ikan dibedakan atas: ikan berkerangka
tulang rawan dan ikan berkerangka tulang
sejati.
Kelompok
ikan
berkerangka
tulang
rawan(Elasmobranchii)
kerangkanya
tersusun dari tulang rawan yang elastis,
seperti ikan hiu, ikan pari, ikan cucut, dll.
Kelompok
ikan
berkerangka
tulang
sejati(Osteichthyes/Teleostei) mempunyai
tulang tengkorak dan tulang rangka serta
ruas-ruas tulang belakang, seperti ikan
cakalang, ikan mas, ikan bandeng, dll.

Ikan bertulang rawan mempunyai ciri


kerangka khusus, yaitu :
Mempunyai bagian lentur pada vertebranya
Terdapat bagian yang disebut notochord
yang berisi substansi seperti jelly.
Tulang-tulang rawan juga terdapat pada
kranium yang disebut parasfeonida.
Bagian atas kranium ditutup oleh tulangtulang lembut yang kuat.
Tulang-tulang rahang dibentuk oleh tulang
penutup badan (sisik) yang juga merupakan
tulang rawan.

Fungsi rangka pada ikan yaitu:


Membentuk tubuh
Menyokong dan melindungi organorgan tubuh,
Memproduksi sel darah merah
Modifikasi sebagai alat kelamin jantan
sekunder

Ukuran Ikan

b. Udang
Udang mempunyai tubuh yang tersusun
dari tiga bagian, yaitu kepala, rongga
dada, dan abdomen.
Bagian kepala dan rongga dada
menyatu membentuk cephalothorax.
Cephalothorax terdiri dari 13 ruas, yaitu
5 ruas di bagian kepala dan 8 ruas di
bagian dada.
Udang memiliki kulit luar yang keras,
tersusun dari zat chitin dan zat kapur.

Bagian kepala udang dilindungi oleh


cangkang kepala atau Carapace.
Bagian
depan
meruncing
dan
melengkung membentuk huruf S
yang disebut cucuk kepala atau
rostrum.
Pada bagian atas rostrum terdapat 7
gerigi dan bagian bawahnya 3 gerigi
untuk P. monodon.

Bagian kepala udang lainnya adalah :


1. Sepasang mata majemuk (mata facet) bertangkai dan
dapat digerakkan.
2. Mulut terletak pada bagian bawah kepala dengan
rahang (mandibula) yang kuat.
3. Sepasang sungut besar (antena).
4. Dua pasang sungut kecil (antennula).
5. Sepasang sirip kepala (Scophocerit).
6. Sepasang alat pembantu rahang (Maxilliped).
7. Lima pasang kaki jalan (pereopoda), kaki jalan
pertama, kedua dan ketiga bercapit yang dinamakan
chela.
8. Pada bagian dalam terdapat hepatopankreas, jantung
dan insang.

Bagian abdomen tertutup oleh 6 ruas, yang satu


sama lainnya dihubungkan oleh selaput tipis
Tiap-tiap ruas (segmen) mempunyai sepasang
anggota badan (kaki renang) yang beruas-ruas pula.
Ada lima pasang kaki renang (pleopoda) yang
melekat pada ruas pertama sampai dengan ruas
kelima.
Pada ruas keenam, kaki renang mengalami
perubahan bentuk menjadi ekor kipas (uropoda).
Di antara ekor kipas terdapat ekor yang meruncing
pada bagian ujungnya yang disebut telson.
Organ dalam yang bisa diamati adalah usus
(intestine) yang bermuara pada anus yang terletak
pada ujung ruas keenam.

2.1. Sistem Urat Daging


Pada Ikan

Berdasarkan strukturnya, urat daging atau otot ikan


terdiri atas : otot bergaris (lurik), otot jantung dan
otot polos.
Berdasarkan penempelannya dibedakan menjadi dua
jenis yaitu otot menempel pada rangka yaitu otot
bergaris dan yang tidak menempel pada rangka yaitu
otot jantung dan otot polos.
Berdasarkan fungsinya urat daging dibagi atas :
Voluntary & Involuntary
Voluntary : otot yang bekerja dibawah rangsangan
otak yaitu otot bergaris
Involuntary, yaitu otot yang bekerja tidak dibawah
rangsangan otak, yaitu otot polos dan jantung

Otot Bergaris
Disebut
otot
bergaris
karena
serabutnya
memperlihatkan
garis-garis
melintang
dengan
banyak inti tersebar pada bagian-bagian pinggirnya.
Bila dilihat secara keseluruhan, otot bergaris pada
seluruh tubuh ikan terdiri dari kumpulan blok otot
atau urat daging. Tiap-tiap blok otot dinamakan
myotome (pada saat embryo disebut myomer).
Kumpulan otot ini, biasanya diberi nama sesuai
dengan pergerakannya atau organ tempat otot itu
melekat, seperti otot penegak sirip punggung, otot
penarik sirip dada.

Pola konstruksi otot-otot parietal terdiri dari urutan


myomer yang zig-zag diikat oleh myoseptum yaitu bagian
jaringan ikat yang membatasi antara myomer berurutan.
Myomer terbentang mulai dari tengkorak sampai ujung
ekor yang berdaging.
Setiap myomer terdiri dari bagian dorsal (bagian atas) yang
disebut epaksial dan bagian ventral (bagian bawah) disebut
hypaksial. Keduanya dipisahkan oleh jaringan ikat yang
disebut horizontal skeletogeneus septum.
Di bagian permukaan selaput ini terdapat urat daging yang
menutupinya dinamakan musculus lateralis superficialis.

Umumnya serabut otot mengarah anteroposterior, tetapi


beberapa serabut hypoksial dari setiap myomer tersusun
serong ventromedial.
Kontraksi dari kelompok myomer di satu pihak akan
disambut oleh kontraksi kelompok myomer di lain pihak,
menyebabkan tubuh ikan menjadi meliuk-liuk dalam
gerakan berenang.
Pada umumnya kerja otot memiliki fungsi ganda, ada yang
berfungsi sebagai synergis yang bekerja saling menyokong
dengan yang lainnya, ada pula yang berfungsi sebagai
antagonis yang bekerja berlawanan, yaitu satu berkontraksi
dan yang lainnya mengendur.

Bagian-bagian besar otot bergaris pada tubuh ikan ada


empat, yaitu:
1. Otot ocolomotor, yang terdapat pada mata dengan
jumlah tiga pasang
2. Otot hypobranchial, terdapat pada dasar pharynx,
rahang dan lengkung insang (berfungsi sebagai
pengembang).
3. Otot branchiomeric yang terdapat pada muka, rahang
dan lengkung insang berfungsi sebagai pengkerut. Otot
yang bekerja terhadap rawan insang pada hiu ialah
kelompok otot branchial yang terdiri dari otot-otot
konstriktor, levator dan interakualia.
4. Otot appendicular yang berfungsi untuk menggerakkan
sirip.

Secara umum otot bergaris berfungsi utk


menggerakkanbagiantertentu
daritubuhikan sehingga secara
keseluruhan tubuh ikan mampu
bergerak(berenang).

Contoh pdsirippunggung
Protaktordorsalis,gerak kedepan
Inklinatordorsalis,ke arahkiridankanan
Refraktordorsalis,ke arahbelakang
Depresordorsalis,ke arahbawah

Otot Jantung
Jaringan otot jantung memperlihatkan garisgaris melintang pada serabutnya.
Pada otot ini tidak ada serabut yang terpisah,
masing-masing berhubungan satu sama
lainnya.
Otot jantung berkontraksi kuat dan terus
menerus bekerja, sampai individu ini mati.
Secara embriologi, otot jantung merupakan
tipe istimewa dari otot polos, dimana selselnya menjadi bersatu seperti syncytium.

Otot jantung berwarna merah tua,


berbeda dengan otot bergaris yang
berkisar antara warna putih hingga
warna merah jambu bergantung pada
jenis ikannya.
Otot jantung disebut pula sebagai
myocardium. Dimana myocardium ini
dilapisi oleh selaput pericardium (selaput
luar) dan endocardium (selaput dalam).

Otot Polos
Serabut otot polos lebih sederhana dan kecil
dibandingkan dengan serabut otot lainnya.
Serabut ini tumbuh dari mesenkhim embrio.
Secara primer berasal dari mesoderm dengan
disertai sel-sel jaringan ikat, kemudian
berkembang menjadi otot polos.
Serabut otot polos pada umumnya tersusun
dalam ikatan, tetapi banyak pula yang tersebar.
Kontraksi otot ini lambat dan kerjanya lama.

Otot polos antara lain terdapat pada:


1) Otot polos yang terdapat pada dinding saluran pencernaan,
baik yang melingkar maupun yang memanjang. Otot ini
digunakan
untuk
menggerakkan
makanan
(gerakan
peristaltik); yang lainnya ditemukan pada saluran kelenjar
pencernaan, kantung urine, trakhea dan bronkhi dari
paruparu.
2) Otot polos yang terdapat pada saluran peredaran darah, yaitu
urat daging melingkar berguna untuk mengatur tekanan
darah.
3) Otot polos yang terdapat pada mata yang digunakan dalam
mengatur akomodasi dengan menggerakkan lensa mata dan
mengatur intensitas cahaya.
4) Otot polos yang terdapat pada saluran ekskresi dan
reproduksi digunakan dalam menggerakkan produk yang ada
di dalamnya.

Organ Listrik
Pada beberapa Elasmobranchii dan Teleostei, otot-otot
tertentu sudah jauh berubah atau merupakan modifikasi
dari sel-sel otot yang dapat menghasilkan, menyimpan, dan
mengeluarkan muatan listrik.
Jumlah ikan yang diketahui mempunyai organ listrik kirakira 250 spesies.
Ikan yang hidup pada daerah beriklim sedang mempunyai
voltage yang lebih tinggi dari pada ikan yang hidup pada
daerah dingin.
Pada umumnya ikan laut mempunyai voltase tinggi
dibanding ikan air tawar, kecuali electric eel
(Electrophoros) dan elektric cat fish (Malapterurus
electricus).