Anda di halaman 1dari 38

Capaian Pembelajaran

Setelah mengikuti perkuliahan ini,


mahasiswa mampu menguraikan tentang :

 Proses dan organisasi pengembangan


produk
 Indentifikasi kebutuhan pelanggan

 Analisis peluang pasar


PROSES PENGEMBANGAN PRODUK

 Merupakan serangkaian langkah atau


aktifitas yang dilakukan perusahaan
untuk merencanakan, mendesain,
mengkomersilkan suatu produk
 Proses pengembangan suatu produk
biasanya berbeda antara satu
perusahaan dengan yang lainnya
 Proses pengembangan produk yang dirancang dan
dilaksanakan dengan baik akan memberikan:
1) Jaminan kualitas
2) Koordinasi master plan yang menentukan
peranan dari setiap individu di dalam tim
pengembang
3) Perencanaan (Planning) memuat proyeksi
waktu pengerjaan (milestone) yang berkaitan
dengan penyelesaian proyek pengembangan
4) Manajemen benchmark untuk menilai
performansi kegiatan pengembangan yang sedang
berlangsung dibandingkan dengan proses yang
sudah established
5) Perbaikan (Improvement)
SECARA UMUM PROSES PENGEMBANGAN
PRODUK TERDIRI DARI :
 Perencanaan
 Pengembangan konsep
 Perancangan tingkat sistem
 Perancangan rinci/detil
 Pengujian dan perbaikan
 Produksi awal
Perencanaan (Planning)
 Biasa disebut fase nol karena kegiatannya dilakukan
sebelum dimulainya persetujuan proyek proses
pengembangan produk yang sebenarnya
 Fase dimulai dengan strategi perusahaan dan termasuk di
dalamnya penilaian terhadap pengembangan teknologi
dan object pasar (market objectives)
 Output fase : pernyataan misi proyek (project mission
statement)
 Pernyataan misi proyek menspesifikasikan target pasar
dari produk, business goals, asumsi dan kendala-kendala.
Pengembangan Konsep
 Identifikasi kebutuhan pasar yang ditargetkan
 Memunculkan dan mengevaluasi alternatif-
alternatif konsep produk
 Memilih satu atau lebih alternatif konsep
produk untuk dikembangkan dan dilakukan
percobaan
 Konsep: uraian bentuk, fungsi, tampilan suatu
produk disertai spesifikasi, analisis produk
pesaing, dan pertimbangan ekonomis produk
Desain System Level
 Mendefinisikan arsitektur produk dan uraian
produk menjadi subsistem-subsistem serta
komponen-komponen.
 Mendefinisikan gambaran rakitan akhir
untuk sistem produksi.
 Output fase: tata letak bentuk produk,
spesifikasi secara fungsional tiap subsistem
produk, dan diagram aliran proses
pendahuluan untuk proses rakitan akhir
Desain Rinci (Detail Design)
 Mencakup spesifikasi lengkap dari bentuk,
material, dan toleransi-toleransi seluruh komponen
unik pada produk
 Mengidentifikasi seluruh komponen standar yang
dibeli dari pemasok
 Merencanakan proses dan merancang peralatan
untuk tiap komponen yang dibuat dalam sistem
produksi
 Output: pencatatan pengendalian untuk produk,
gambar bentuk tiap komponen, peralatan produksi,
spesifikasi komponen yang dibeli, rencana proses
pabrikasi dan perakitan produk
 Dokumentasi: gambar teknik, file komputer
Pengujian dan Penyempurnaan
(Testing and Refinement)
 Membuat dan mengevaluasi versi produk
sebelum diproduksi (preproduction version)
 Prototipe awal (Alpha prototypes): dibuat
menggunakan komponen dengan bentuk dan
jenis material pada proses produksi
sesungguhnya, tapi tidak harus difabrikasi
dengan proses yang sama dengan proses
produksi yang sesungguhnya
 Alpha prototypes diuji untuk memperkirakan
apakah produk bekerja sesuai dengan desain
dan apakah produk dapat memenuhi kebutuhan
konsumen
 Beta prototype : dibuat dengan komponen
yang sama dengan yang digunakan pada
produksi, namun tidak dirakit menggunakan
proses perakitan yang sesungguhnya
 Langsung diuji oleh customer
 Untuk menjawab pertanyaan tentang
performansi dan keandalan produk agar
dapat dilakukan perubahan-perubahan yang
perlu pada produk
Produksi Awal (Production Ramp-up)
 Produk dibuat dengan sistem produksi yang
sesungguhnya
 Bertujuan untuk mencari masalah yang masih ada
pada proses produksi dan melatih tenaga kerja
memecahkan masalah yang mungkin timbul pada
proses produksi sesungguhnya
 Produk yang dihasilkan disesuaikan dengan
keinginan pelanggan dan dievaluasi untuk
mengidentifikasi kekurangan
 Peralihan dari produksi awal ke produksi
sesungguhnya dilakukan secara bertahap; produk
mulai diluncurkan dan disediakan untuk
didistribusikan.
Jenis Proses Pengembangan
Produk
Generic (Market Pull)

Technology Push

Proses
Pengembangan Produk Platform
Produk
Process intensive

Produk Customized
Generic (Market Pull)

 Proses pengembangan produk yang diawali


dengan adanya peluang pasar kemudian
menggunakan teknologi yg ada untuk
memenuhi kebutuhan pelanggan.

 Contoh : Mie instan, Minuman instan, Produk


makanan/minuman kaleng
Technology Push

 Proses pengembangan produk yang dimulai


dengan suatu teknologi terbaru, kemudian
mencari pasar yg sesuai untuk menggunakan
teknologi tersebut.

 Contoh : Keripik buah, bandeng presto


Produk Platform

 Proses pengembangan produk yang diawali


dengan mengasumsikan bahwa produk baru
akan dibuat berdasarkan subsistem teknologi
yang telah ada.

 Contoh : kornet ikan, sosis ikan, dll.

 Produk yang dihasilkan dengan teknologi


platform lebih mudah dikembangkan daripada
bila teknologi dikembangkan dari sketsa awal
Process intensive

 Proses pengembangan produk yang


memfokuskan pada proses produksi yang
menetapkan batasan-batasan yang ketat
pada produk.
 Pada proses ini, rancangan produk tidak
dapat dipisahkan dari perancangan proses
produksi
 Pada beberapa situasi, suatu produk baru dan
proses baru dikembangkan secara simultan
 Contoh : Makanan ringan, cereal, produk
minyak atsiri.
Produk Customized

 Proses pengembangan produk yang


dilakukan untuk menjawab pesanan khusus
pelanggan
 Pengembangan produk customized terdiri dari
penentuan nilai-nilai variabel rancangan
seperti dimensi fisik dan material
 Ketika pelanggan meminta suatu produk baru,
perusahaan melakukan rancangan terstruktur
dan proses pengembangan untuk merancang
produk guna memenuhi kebutuhan pelanggan
 Contoh : Daging/ikan beku
Tugas : Kelompok
 Rancang diagram proses pengembangan suatu
produk
ORGANISASI PENGEMBANGAN
PRODUK
Merupakan keterkaitan individu dalam hubungan pelaporan,
hubungan finansial, dan/atau tata letak secara fisik

Organisasi Pengembangan Produk

Gabungan :
Organisasi Organisasi
Organisasi
Fungsional Proyek
Matriks

Organisasi Organisasi
Proyek Bobot Proyek Bobot
Berat Ringan
Organisasi Fungsional
 Fungsi adalah bidang tanggung jawab yang
biasanya melibatkan kekhususan dalam
pendidikan, pelatihan, atau pengalaman
 Fungsi klasik dalam organisasi
pengembangan produk adalah pemasaran,
desain, dan manufaktur
 Divisi lainnya yang juga memungkinkan
antara lain penelitian pasar, strategi pasar,
analisis tekanan, perancangan industri,
teknik ergonomi, pengembangan proses,
dan manajemen operasional
Organisasi Proyek
 Tanpa memperhatikan fungsi-fungsi
SDM, individu menggunakan
keahliannya untuk proyek-proyek
khusus
 Dalam pengembangan produk, proyek
adalah sekumpulan kegiatan dalam
proses pengembangan untuk suatu
produk dan meliputi kegiatan
identifikasi kebutuhan pelanggan,
pembangkitan konsep, dan lain-lainnya
Organisasi Matriks
 Dibentuk sebagai suatu gabungan dari organisasi fungsi dan
organisasi proyek
 Individu dihubungkan berdasarkan proyek dimana mereka bekerja dan
juga fungsi mereka dalam pengembangan produk
 Setiap individu memiliki dua atasan yaitu; manajer proyek dan manajer
fungsi

Organisasi Proyek dengan Bobot Berat


Keterkaitan proyek yang kuat

Organisasi Proyek dengan Bobot Ringan


 Keterkaitan proyek lebih lemah,
keterkaitan fungsi yang lebih kuat
Pemilihan Struktur Organisasi
Pilihan antara organisasi fungsional dan proyek merupakan pilihan antara
kedalaman keahlian secara fungsional atau efisiensi dalam koordinasi
IDENTIFIKASI KEBUTUHAN
PELANGGAN
Tujuan Identifikasi Kebutuhan Pelanggan
 Memastikan produk terfokus pada kebutuhan
pelanggan (customer needs)
 Mengidentifikasi kebutuhan laten atau yang
tersembunyi
 Sebagai dasar dalam menetapkan spesifikasi produk
 Membuat arsip yang merekam aktifitas dalam
mengidentifikasi kebutuhan pelanggan
 Memastikan tidak ada kebutuhan pelanggan yang
bersifat kritis terlewat atau terlupakan
 Membangun pemahaman bersama tentang kebutuhan
pelanggan diantara tim pengembang
Langkah-langkah mengidentifikasi
kebutuhan pelanggan

 Mengumpulkan data mentah dari pelanggan


 Menginterpretasikan data mentah menjadi
kebutuhan pelanggan
 Menyusun kebutuhan pelanggan berdasarkan
hirarki (kebutuhan primer, sekunder dan tersier)
 Menetapkan kepentingan relatif dari kebutuhan
pelanggan
 Merefleksikan hasil dan proses
Mengumpulkan Data Mentah Dari
Pelanggan

 Wawancara (Interview)
 Group Fokus (Focus Group)
 Mengamati (observasi) produk ketika
digunakan
Contoh pertanyaan dalam
wawancara
 Kapan dan mengapa anda menggunakan produk
jenis ini?
 Ceritakan pengalaman menarik ketika anda
menggunakan produk ini
 Apa yang anda sukai dari produk yang sekarang
ini?
 Apa yang tidak anda sukai dari produk yang
sekarang?
 Hal-hal apa yang anda pertimbangkan ketika
membeli produk ini?
 Apa perbaikan yang ingin anda lakukan terhadap
produk ini?
Interpretasi data mentah menjadi
kebutuhan pelanggan
 Ekspresikan kebutuhan sebagai apa bukan
bagaimana
 Ekspresikan kebutuhan sama spesifiknya
seperti data mentah
 Gunakan pernyataan positif bukan negatif
 Ekspresikan kebutuhan sebagai atribut dari
produk
 Hindari kata-kata harus dan mesti
Mengorganisasikan kebutuhan menjadi
hierarki

 Tuliskan setiap kebutuhan pada kartu/kertas yang


terpisah
 Kurangi pernyataan kebutuhan yang sama atau tidak
dibutuhkan lagi
 Kelompokkan kartu-kartu berdasarkan kesamaan
kebutuhan yang diekspresikan
 Untuk setiap grup berikan nama/label
 Dapatkan kelompok-kelompok digabung dalam super
kelompok?
 Periksa dan edit kembali pernyataan kebutuhan yang
telah disusun.
Menetapkan kepentingan relatif
setiap kebutuhan
 Untuk setiap kebutuhan buat bobot nilai.
 Buat survey dari setiap pernyataan dibuat
tingkat kepentingan misal dengan skala 1 –
5.
 Pelanggan yang disurvey harus sudah
diidentifikasi.
 Jumlah pertanyaan jangan terlalu banyak
(umumnya pelanggan masih mau jika
pertanyaan tidak lebih dari 50).
Merefleksikan hasil dan proses
 Sudahkah kita berinteraksi dengan semua tipe
pelanggan penting dalam target pasar kita?
 Apakah wilayah survey sudah memenuhi?
 Adakah pelanggan yang tidak berpartisipasi
secara baik?
 Apakah ada sesuatu dari pelanggan yang
diluar perkiraan kita? Dan Pentingkah hal itu?
ANALISIS PELUANG PASAR
Analisa peluang pasar sangat penting, karena
perusahaan perlu mengetahui berapa besarnya
peluang yang tersedia dalam memasarkan
produknya dan dapat menetapkan apakah
pasar cukup besar untuk mendukung produk
lain dan masih memberikan laba atau
keuntungan.
 Analisis peluang pasar merupakan proses riset
terhadap faktor-faktor lingkungan eksternal yang
mempengaruhi kegiatan usaha perusahaan
tersebut.

 Lingkungan eksternal merupakan kekuatan yang


tidak dapat dikendalikan, sehingga perusahaan
harus menyesuaikan diri,

 Lingkungan eksternal menghasilkan ancaman dan


peluang. Dengan demikian perusahaan harus
berhati-hati dalam menganalisis lingkungannya
sehingga dapat menghindari ancaman dan
mengambil manfaat dari peluang.
Identifikasi dan evaluasi peluang pasar(1)

1) Segmentasi geografi; pembagian pasar menjadi


unit-unit geografis yang berbeda seperti negara,
negara bagian, wilayah, provinsi, kota atau
lingkungan rumah tangga.
2) Segmentasi demografis; kelompok-kelompok pasar
berdasarkan variabel-variabel demografis seperti,
usia, ukuran keluarga, jenis kelamin, penghasilan,
agama, ras, generasi, kewarganegaraan, dan kelas
sosial.
3) Segmentasi psikografis; mengelompokkan pembeli
yang berbeda berdasarkan gaya hidup atau
kepribadian akan nilai.
Identifikasi dan evaluasi peluang pasar(2)

4) Segmentasi perilaku; membagi kelompok-kelompok


pembeli berdasarkan pengetahuan, sikap,
pemakaian, atau tanggapan mereka terhadap suatu
produk.
5) Segmentasi ekonomi; daya beli yang dipengaruhi
oleh pendapatan, harga, tabungan, utang,
ketersediaan kredit (leasing).
6) Segmentasi lingkungan alam; kerusakan alam akan
mengakibatkan kurangnya bahan baku, peningkatan
level tinggi, peningkatan biaya energi, kebijakan
pemerintah terhadap perlindungan lingkungan hidup.
Identifikasi dan evaluasi peluang pasar(3)

7. Segmentasi teknologi; perkembangan


teknologi akan mempengaruhi kehidupan
manusia.
8. Segmentasi politik dan hukum; pemasaran
akan sangat dipengaruhi oleh kondisi politik dan
hukum.
9. Segmentasi sosial budaya; masyarakatlah
yang membentuk keyakinan, norma dan nilai.
Terkadang masyarakat tidak menyadari telah
menyerap pandangan dunia.
THANKS FOR YOUR ATTENTION