Anda di halaman 1dari 26

SIFAT FISIK

BATUAN
113140018

MUH. MUSTAKDIR RAPI

POROSITAS

Porositas didefinisikan sebagai fraksi atau persen dari


volume ruang pori-pori terhadap volume total batuan
(bulk volume), dengan simbol .
. Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya suatu
porositas adalah:

Sudut kemiringan batuan

Bentuk butiran

Cara susunannya

Lingkungan pengendapan

Ukuran butiran batuan

Komposisi mineral pembentuk batuan

Sementasi

Menurut proses geologinya, porositas


diklasifikasikan menjadi 2, yaitu Porositas Primer
dan Porositas Sekunder.
Porositas Primer merupakan porositas yang
terjadi bersamaan atau segera setelah proses
pengendapan batuan.
Porositas Sekunder adalah porositas yang
terjadi setelah proses pengendapan batuan
(batuan sedimen terbentuk), antara lain akibat
aksi pelarutan air tanah atau akibat rekahan.

Berdasarkan komunikasi antar pori dan dilihat dari


sudut teknik reservoirnya , porositas dibagi menjadi 2,
yaitu Porositas Absolut dan Porositas Efektif.
Porositas Absolut
Porositas absolut adalah perbandingan antara volume
seluruh pori (pori-pori total) terhadap volume total
batuan (bulk volume) yang dinyatakan dalam persen
Porositas Efektif
Porositas efektif adalah perbandingan antara volume
pori-pori yang berhubungan terhadap volume total
batuan (bulk volume) yang dinyatakan dalam persen,

Pengaruh Susunan butir terhadap


Porositas

Untuk pegangan secara praktis di


lapangan, ukuran porositas dengan harga:

0%
- 5%Porositas sangat buruk dan dapat
diabaikan
5%
- 10% Porositas buruk (Poor)
10% - 15% Porositas cukup (Fair)
15% - 20% Porositas baik (Good)
20% - 25% Porositas baik sekali (Very Good)
25% - Lebih Porositas istimewa (Excellent)

Faktor utama yang menyebabkan harga porositas


bervariasi adalah :
Ukuran dan Bentuk Butir
Ukuran butir tidak mempengaruhi porositas total dari
seluruh batuan, tetapi mempengaruhi besar kecilnya
pori-pori antar butir.
Distribusi dan Penyusunan Butiran
Distribusi disini adalah penyebaran dari berbagai
macam besar butir yang tergantung pada proses
sedimentasi dari batuannya.
Derajat Sementasi dan Kompaksi
Kompaksi
batuan
akan
menyebabkan
makin
mengecilnya pori batuan akibat adanya penekanan
susunan batuan menjadi rapat.

PERMEABILITAS

Permeabilitas adalah sifat fisik batuan reservoir


untuk dapat mengalirkan fluida melalui pori-pori
yang saling berhubungan tanpa merusak partikel
pembentuk batuan tersebut.
Satuan permeabilitas adalah Darcy atau Mili Darcy
yang berawal pada percobaan Darcy mengenai
aliran fluida di dalam media berpori.
Permeabilitas Darcy artinya bila batuan mampu
mengalirkan fluida sebanyak 1 cm 3 dengan
viskositas sebagai 1 cp sepanjang 1 cm melewati
penampang cm2 di bawah gradient tekanan 1 atm.

Di dalam reservoir, fluida yang mengalir lebih dari


satu macam, sehingga permeabilitas dapat dibagi
menjadi :
Permeabilitas Absolut
Permeabilitas bila fluida yang mengalir dalam media
berpori terdiri hanya satu macam fluida.

Permeabilitas Efektif

Permeabilitas jika fluida yang mengalir lebih dari satu


macam fluida.

Permeabilitas Relatif

Perbandingan antara permeabilitas relatif dengan


permeabilitas absolut.

Hubungan antara saturasi dan permeabilitas


relative dan suatu reservoir akan berbeda
dengan reservoir lain. Hal ini disebabkan
adanya perbedaan beberapa sifat fisik batuan,
yaitu :
Wettabilitas batuan
Tegangan antar permukaan
Tekanan kapiler
Viskositas fluida
Saturasi residual masing-masing fluida.

Permeabilitas dapat dicari dengan rumus :

Permeabilitas dari cairan

.V .L
A.P.T

K=

Dimana :
K = permeabilitas dari sampel (Darcy)
= viskositas dari cairan test (cp = 0,895 cp)
V = volume cairan yang dialirkan melalui sampel (cm 3)
A = luas penampang dari sampel (cm 2)
P = gradient tekanan (atm)
T = waktu yang dibutuhkan untuk mengalirkan cairan
melalui sampel (detik)

Permeabilitas dengan Gas


K = .Q.L

A.P
Dimana :
K=
=
Q=
L=
A=
P=

permeabilitas (Darcy)
viskositas gas yang digunakan (lihat grafik)
flow rate rata-rata (cc/dt)
panjang sampel (cm)
luas penampang dari sampel (cm2)
pressure gradient tekanan (atm)

SATURASI

Ruang pori-pori batuan reservoir


mengandung fluida yang biasanya terdiri
dari air, minyak, dan gas. Untuk
mengetahui jumlah masing-masing
fluida, maka perlu diketahui saturasi
masing-masing fluida tersebut.
Saturasi adalah volume pori-pori yang
ditempati oleh suatu fluida dengan
volume pori-pori batuan reservoir.

Di dalam reservoir umumnya terdapat


lebih dari satu fluida. Untuk mengetahui
jumlah masing-masing fluida maka perlu
diketahui saturasi masing-masing fluida
tersebut umumnya pada formasi zona
minyak kandungan air dengan formasi
tersebut disebut dengan interstitial
water.

Volume pori yang diisi air


= Volume pori total

Saturasi air (Sw)

pori yang diisi minyak


Saturasi minyak (So)Volume
= Volume
pori total

Saturasi gas (Sg) =

Volume pori yang diisi gas


Volume pori total

Sw + So + Sg

=1

Terdapat 3 faktor yang penting mengenai saturasi


fluida :
Saturasi fluida akan bervariasi dari satu tempat ke
tempat lain dalam reservoir, saturasi air cenderung
untuk lebih berada di tempat paling bawah dan fluida
lainnya.
Saturasi akan bervariasi dengan kumulatif produksi
minyak. Jika minyak digantikan oleh air atau gas
bebas, sehingga pada lapangan yang memproduksi
minyak, saturasi akan berubah secara kontinyu.
Saturasi minyak dan gas sering dinyatakan dalam
istilah pori-pori batuan yang diisi oleh hidrokarbon.

Adapun manfaat dengan diketahuinya


besar saturasi masing-masing fluida,
yaitu:
Dapat diperkirakan besarnya cadangan
minyak.
Mengetahui batas air minyak.
Mengetahui ketinggian air minyak.

KOMPRESIBILITAS
Menurut Geertsma, terdapat tiga macam
kompresibilitas pada batuan yaitu :
Kompressibilitas matriks batuan
Fraksional perubahan volume dari
material padatan batuan (grain) terhadap
satuan perubahan tekanan.
Kompresbilitas batuan keseluruhan
Fraksional perubahan volume dari volume
batuan terhadap satuan perubahan tekanan.

Kompressibilitas Pori-pori batuan


Fraksional perubahan volume pori-pori
batyuan terhadap satuan perubahan
tekanan.

Batuan yang berada pada kedalaman


tertentu akan mengalami dua macam
tekanan :
Internal stress, yang bersala dari
desakan fluida yang terkandung dalam
pori-pori batuan (tekanan hidrostatik

External Stress yang berasal dari


pembebanan batuan yang ada di
atasnya (tekanan overbuderden).

WETTABILITAS

Wettabilitas didefenisikan sebagai suatu


kecenderungan dari danya fluida lain
yang tidak saling bercampur. Apabila
dua fluida bersinggungan dengan benda
padat, maka salah satu fluida akan
bersifat membasahi permukaan benda
padat tersebut, hal ini disebabkan
adanya gaya adhesi.

Suatu cairan yang dikatakan membasasi zat


padat jika tegangan adhesinya positif ( q<90 o
), yang berarti batuan bersifat water wet.
Sedangkan bila air tidak membasahi zat
padat maka tegangan adhesinya negative
( q>90o) berarti batuan bersifat oil wet.
Pada umumnya, reservoir bersifat water wet,
sehingga air cenderung untuk melekat pada
permukaan batuan, sedangan minyak akan
terletak diantara fasa air.

TEKANAN KAPILER

Tekanan kapiler adalah perbedaan yang


terjadi pada kurva interfase antara dua
fase yang tidak bercampur dalam sistem
kapiler. Penginjeksian Hg pada kondisi
tertentu merupakan salah satu metode
untuk menjelaskan tata cara penentuan
tekanan kapiler dalam sampel dengan
penginjeksian suatu zat kimia dalam hal
ini Hg.

Tekanan kapiler pada umumnya terjadi


pada reservoir karena di dalam reservoir
tersebut minyak, gas, dan air dapat
dijumpai bersama-sama dan fluida yang
satu dengan yang lain tidak saling
melarutkan. Tekanan kapiler mempunyai
pengaruh penting dalam reservoir.
Merupakan tenaga pendorong bagi
minyak dan gas bumi untuk gerak pada
daerah di mana minyak dan gas
tertangkap.

Adanya
tekanan
kapiler
(Pc)
mempengaruhi distribusi saturasi fluida
tersebut, maka kontak antara minyak
dengan air dan minyak dengan gas di
dalam rongga pori tidak terdapat batas
yang tajam atau terbentuk zona transisi.

TERIMA KASIH